
Tyler dan Egi langsung mengeksekusi motor Tyler, mereka menutupi bagian bagian yang tidak akan di cet lalu kemudian Egi menyiapkan cat untuk mulai merubah warna motor Tyler.
"Wah, Ty.. Lo yakin mau di rubah pake warna ini?" Tanya Egi, dan Tyler mengangguk.
"Ini beneran bertolak belakang banget sama elo, Ty." Ujar Egi.
"Gue cuma pengen mulai sesuatu yang baru aja." Jawab Tyler lalu menutup wajahnya dengan helm dan mulai mengocok cat yang akan dia aplikasikan.
Mereka pun mulai menyemprotkan cet keseluruh bagian motor Tyler, lalu setelah beberapa saat, mereka pun selesai. Tyler berdiri menatap motornya yang kini berwarna kuning di kombinasi dengan warna hitam.
"Tylerbee." Gumam Tyler, melihat motornya yang saat ini seperti Bumblebee. Bahkan warna lanpunya pun di ganti menggunakan warna biru.
Egi yang melihat itu pun sejujurnya ikut bangga dengan hasil coretannya, tapi dia masih belum mengerti mengapa Tyler mengecet baru motornya itu.
"Apa terjadi sesuatu sama lo, Ty?" Tanya Egi, Egi sudah menganggap Tyler seperti adiknya sendiri, dan sebenarnya dulu Tyler ingin Egi yang memimpin gengnya, tapi Egi menolak.
"Banyak.." Ujar Tyler. Tyler lantas melihat kearah Egi dan tersenyum.
"Thanks buat cat barunya, gue bayar ntar kalo udah menang balap." Ujar Tyler, Egi terkekeh mendengarnya.
"Kayak ama siapa aja, lo. Khusus buat adek gue, Free." Ujar Egi, lalu merangkul Tyler.
Dan singkat cerita.. malam harinya, Tyler sudah siap dengan jaket hitam dan celana hitamnya. Oh, dia mengganti helm hitamnya yang biasa menjadi hitam kuning, serasi dengan motornya.
"Gue pergi dulu." Ujar Tyler, dan Egi mengangguk. Tyler pun melaju pergi dari bengkel Egi.
Dan sementara itu di markas Tyler, Luigi, Renan, Jack dan Ernest, saat ini mereka sedang saling diam dengan wajah sendu. Tyler tidak di temukan dimanapun setelah mereka mencari kemanapun.
"Udah, jangan terlalu khawatir sama Tyler, dia gak bakal ngelakuin hal bodoh dan nekat, gue yakin itu." Ujar Luigi pada ketiga temannya.
"Gue juga tau, Gi. Masalahnya masa dia pergi gitu aja gak pamit sama kita, dia cuma pamit ke elo doang." Ujar Renan, tidak rela.
"Dia ngonfirmasi di group kita bahwa dia hiatus, abis itu langsung ilang." Ujar Jack, dengan wajah kesal.
"Gara - gara elo sih Ren! Tyler pasti gak pamit ke kita gara - gara ucapan lo kemaren itu." Ujar Jack lagi, kembali menyalahkan Renan.
"Ya maaf.." Ujar Renan merasa bersalah.
__ADS_1
"Can you guys, stop?! Harusnya kita tuh berpikiran luas, Tyler hanya ingin menemukan jati dirinya lagi dan dia bakal balik ke kita kalo dia udah nemuin jalanya." Ujar Luigi.
"Dan lo, Jack. Jangan terus - terusan nyalahin Renan gitu dong, kita bisa kepecah belah kalo lo selalu nyudutin orang kayak gitu. Toh Renan kan udah bilang sorry anyway." Ujar Luigi lagi.
"Tapi kalo bukan gara - gara Renan ngomong se- kasar itu ke Tyler, Tyler pasti gak berpikiran buat hiatus gini, Gi." Ujar Jack membela diri.
"Lo salah, Tyler sering curhat ke gue kalo dia lagi ngunjungin gue. Dia hidup kaya gak hidup, itu yang dia rasa. Biarin Tyler nyari kesenengannya dia dulu Jack, gue yakin dia balik." Ujar Luigi.
"Luigi bener, kita harus selalu saling jaga, selama Tyler Hiatus." Ujar Ernest.
"Jangan kepecah belah, guys. Tyler bakal lebih kecewa kalo kita gak saling jaga." Ujar Luigi menimpali.
Jack kemudian menghela nafasnya, lalu menatap kearah Renan. "Sorry, Ren." Ujar Jack.
"Gua yang sorry, gua gak mikir - mikir dulu konsekuensinya." Ujar Renan pada Jack. Mereka berempat akhirnya saling merangkul untuk mengeratkan persaudaraan mereka kembali.
Dan di tempat lain yang sangat ramai oleh banyak orang, Tyler dengan motor kuningnya itu berhenti di sebuah pintu masuk yang di jaga oleh orang - orang berbadan besar.
"Cari siapa?" Tanya salah seorang penjaga.
"Gue mau daftar buat balap malem ini." Ujar Tyler. Dua pria itu menatap Tyler dari atas sampai bawah lalu saling berbisik.
"Oke, thanks." Ujar Tyler, dan dua orang itu mengangguk.
'Gila, di sini lebih rame. Tapi di mana arena balapnya?' Batin Tyler heran.
Tyler turun dari motornya, tapi tidak melepas helm dan maaskernya. Dia berjalan menuju ke meja yang di tunjuk oleh pria penjaga tadi dan rupanya itu adalah Angga.
"Hai bro, pasang? Atau daftar?" Tanya Angga.
"Daftar." Sahut Tyler singkat.
"Oke, siapa nama lo?" Tanya Angga, Tyler tampak diam, dia tidak ingin orang tahu siapa dirinya dan Angga melihat itu.
"Lo bisa pake nama asli atau nama samaran, terserah lo. Disini gak harus identitas resmi, dan kami pastikan data diri kalian gak bakalan ketahuan." Ujar Angga dan Tyler mengangguk.
"Raja jalanan." Ujar Tyler, dan Angga terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
"Are you sure? Lo bisa pilih nama yang lebih bagus, bro. Raja jalanan berarti harus menguasai jalanan, kalo lo kalah, lo bakal malu seumur hidup." Ujar Angga.
"Toh mereka gak bakal tahu identitas gue dan muka gue." Sahut Tyler, dan Angga mengangguk - angguk.
"Oke, King of the road, masuklah." Ujar Angga. Tyler pun memberikan sejumlah uang sesuai yang di tetapkan, lalu Angga memberikan sebuah kartu peserta.
Tyler kemudian kembali ke motornya lalu dia pun masuk ke jalur yang di tunjukan oleh penjaga. Hingga kini dia berada di sebuah arena, yang rupanya berada di bawah tanah.
'Gila, niat banget mereka bikin arena balap di bawah tanah.' Batin Tyler ketika dia sudah sampai di bawah.
Tyler kemudian melihat banyaknya poster seorang berinisial L yang hanya di foto dari samping dan menggunakan helm.
"Hai, lo peserta baru?" Tanya seorang pemuda, dan Tyler hanya mengangguk.
"Siapa nama lo?" Pria itu membaca ID yang menggantung di leher Tyler.
"Raja jalanan??" Ujar pemuda itu lalu terbahak karena membaca nama samaran Tyler.
"Kocak lo! Di sini yang selalu menguasai adalah dia." Ujar pemuda itu dan menunjuk sebuah poster yang di stamp dengan gold label, namun bukan yang berinisial L.
Tyler hanya diam dan menatap pemuda itu, hingga pemuda itu merasa ngeri sendiri dengan tatapan Tyler.
"Ya udah lah, semoga lo gak malu - maluin diri lo sendiri." Ujarnya lalu pergi. Peluit di bunyikan, dan semua orang mulai masuk.
"Wohoho.. L dateng Guys! L! L! L!" Teriak pria tadi ketika melihat peserta yang berinisial L itu tiba dengan motornya.
Tyler melirik ke arah peserta yang di panggil L, dan dia langsung terkejut ketika dia melihat tubuh yang dia kenali.
'Lana..' Batin Tyler. Ya, Lana.. meskipun dia tidak melihat wajah Lana, tapi dia tahu itu Lana.
"L, akhirnya.. udah seminggu lo gak hadir, semua orang kangen elo." Ujar pria tadi, langsung merangkul Lana.
Tyler terkejut melihat itu, Lana di rangkul oleh pria tapi Lana tidak risih sama sekali. Tyler tanpa sadar menjadi marah dan mengepalkan tangannya melihat Lana yang seperti itu.
'Oh, jadi dia kayak gitu juga? Gue terlalu tinggi nilai dia selama ini.' Batin Tyler kecewa, karena dia mengira Lana sama seperti Fia.
'Sok - sokan ngomong nggak semua cewek sama, nyatanya dirinya sendiri juga gitu, pelac*r.' Batin Tyler dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
TO BE CONTONUED..