
Balap pun di mulai, seperti yang sudah Neo katakan, lawan Lana dalam ronde kali ini berat. Karena mereka semua adalah pendatang dari jauh yang sudah berlangganan balap di sana dan ada bos - bos besar mereka juga yang menaruh taruhan dengan nominal tidak main - main.
"Gak, gue gak boleh kalah, mereka boleh senior tapi gue gak boleh ngalah kali ini." Ujar Lana.
Rasa bersalahnya pada Angga menjadi motivasi dirinya, Lana mulai menyusul satu demi satu peserta sampai tiba - tiba motor yang Lana naiki di tendang sampai oleng. Beruntungnya Lana tidak jatuh, dan si pelaku hanya tertawa meledek.
"Lo gila?!" Teriak Lana.
"HAHAHA!!! Bocah kemaren, minggir lo!" Teriak pelaku.
Tyler yang melihat itu tentu darahnya mendidih, dia sengaja mengiring Lana dari belakang karena dia tahu di ronde kali ini selalu banyak kecurangan.
"Beraninya dia nendang Lana." Gumam Tyler. Tyler pun menyusul dan dia menendang motor si pelaku sampai dia oleng dan menabrak pembatas.
"BRAK!!"
"BRAK!!"
"BRAK!!"
Tabrakan beruntun pun terjadi, tiga motor jatuh bersamaan saat itu juga. Lana terkejut melihat itu dan dia pun menatap Tyler yang dia pilir Asher.
"Kok lo tendang? Ntar kena penalti." Teriak Lana.
"Aturan maennya gitu, lo gak tau? Ini ronde balap liar yang sebenernya." Teriak Tyler, Lana pun sedikit terkejut.
"Awas!!" Teriak Tyler ketika seorang dari blakang hendak menyerang Lana.
'Kok bang Neo sama bang Angga gak ngomong.' Batin Lana. Dia jadi berdebar dan takut sekarang.
"Jalan aja, gue di belakang lo." Teriak Tyler.
"Kita barengan." Teriak Lana.
Keduanya bahu membahu melewati motor - motor para peserta yang tampaknya memang makin menggila. Lana tidak tahu ada balapan seperti ini, ini di namakan balap berani mati, tidak heran mereka melakukan semau mereka.
'Gila, mereka semua gila.' Batin Lana yang semakin panik melihat para peserta yang saling mencoba menjatuhkan.
"Nyaman banget, lo?" Sapa seseorang dari sisi kiri Lana.
"Kyle??" Lana terkejut. Ia baru menyadari ada Kyle di sana.
"Karena lo adalah pacarnya Tyler, lo juga jadi musuh gue sekarang, Na. Dengan lo mati, Tyler pasti bakal mati juga." Ujar Kyle dan mulai menendang motor Lana.
"KYLE!!" Bentak Lana ketika motornya oleng. Dia masih mencoba mengendalikannya, dalam kecepatan tinggi, hal seperti itu bisa mengakibatkan tergulingnya motor, tapi Lana tidak.
"Lo gila?!" Bentak Lana.
"Ya, gue gila! Gue gak pernah dapetin apa yang gue mau, atas dasar apa Tyler bisa dapetin lo! Dapetin semua hal baik, huh?!" Teriak Kyle menggila.
"S¡nting lo, Kyle." Ujar Lana.
Satu putaran lagi, maka pertandingan itu akan mendapatkan pemenangnya, tapi Tyler yang menyamar menjadi Asher juga masih sibuk mengurusi peserta yang menyerangnya, Lana sendiri juga saling kejar mengejar dengan Kyle.
"Jangan merasa paling tersakiti di sini, Kyle! Lo masih punya bokap yang sayang elo, tapi Tyler enggak! Jangan egois jadi orang!" Teriak Lana, tapi Kyle makin menggeram marah.
__ADS_1
"Egois?? Gue egois? Gue cuma mau hak - hak gue, keluarga yang utuh tanpa gangguan bokapnya Tyler!" Teriak Kyle.
Kyle kembali mencoba menyerang Lana, tapi terus meleset dan tidak kena.
"Lo pikir Tyler enggak!!? Asal lo tau Kyle, di banding elo, Tyler jauh lebih menderita!" Sahut Lana.
"**** up!!" Teriak Kyle.
Kyle makin marah dan dia makin mengincar Lana, Tyler yang melihat dari belakang pun ikut menggeram. Dia menendang satu lagi musuhnya, lalu dia langsung mengejar Lana dan Kyle.
Saat Kyle hendak menendang motor Lana, Tyler lebih dulu menabrak Kyle hingga akhirnya Kyle dan Tyler terjatuh bersama. Lana pun akhirnya menang dan semua orang bersorak - sorai meneriakan nama Lana.
"L! L! L!" Teriak sebagian pendukung Lana.
"Asher!!" Teriak Lana, ia langsung turun dan langsung berlari hendak menghampiri Tyler, tapi penggemarnya langsung membopong Lana.
"Who- ho - ho... L menang, jagoan kita menang." Teriak penggemar Lana.
Angga akhirnya tersenyum melihat kemanangan Lana, tapi Lana yang sedang di angkat tinggi - tinggi itu justeu berulang kali melihat kearah Tyler yang sedang di bantu oleh beberapa orang.
"Asher.." Gumam Lana.
"Turunin L, ntar dia mencret di lempar - lempar kayak gitu." Ujar Angga. Akhirnya Lana di turunkan juga, tapi Lana juga masih tetap tidak bisa pergi menghampiri Tyler.
"Bang, kondisi raja jalanan gimana?" Tanya Lana.
"Udah di urus, lo tenang aja." Ujar Angga, lalu dia memeluk Lana.
"Makasih udah ngebuktiin bahwa lo masih naro respect sama tempat ini." Ujar Angga.
"Gue minta maaf karena teledor, bang." Ujar Lana.
"Boleh gue ijin pergi dulu gak, bang? Gue menang gara - gara raja jalanan yang bantuin gue." Ujar Lana.
"Oke, lo temuin dia dulu, abis itu dateng ke ruangan gue." Ujar Angga dan Lana mengangguk.
Lana pun berlari menghampiri kerumunan orang - orang yang terluka, ia mencari keberadaan Tyler, tapi tidak ada.
"Kemana pemilik motor kuning ini?" Tanya Lana pada salah seorang pria.
"Kurang tahu, tadi ada beberapa yang di bawa ke ambulans." Sahut pria itu.
Lana seketika khawatir, dia takut terjadi apa - apa dengan Asher / Tyler, terlebih dia menang juga karenanya.
"Lo nyari siapa?" Ujar sebuah suara dari belakang Lana. Lana berbalik dan tersenyum karena melihat Asher berdiri di belakangnya.
"Asher." Gumam Lana, dan langsung memeluk Asher.
Tyler tertegun, kenapa bisa Lana memeluk orang yang bukan kekasihnya. Identitasnya saat ini adalah Asher, bukan Tyler.
"Makasih banyak." Ujar Lana, lalu melepas pelukannya dari Asher.
"Lo gak apa - apa? Ada yang luka, gak?" Tanya Lana.
Tyler pun mengibas tangan Lana sampai Lana tertegun.
__ADS_1
"S- sorry, gue gak bermaksud apapun, gue cuma takut lo kenapa - kenapa, Ash." Ujar Lana.
"Kenapa? Kenapa lo peduli sama gue? Lo udah punya pacar, jadi jangan bikin orang berharap sama lo." Ujar Tyler.
"Kok lo ngomongnya gitu? Gue peduli karena lo temen gue, emang gue salah?" Ujar Lana.
"Salah, gak seharusnya lo deket sama gue, jaga hati lo buat pacar lo." Ujar Tyler.
Lana sedikit tidak mengerti dengan Asher, dia hanya sedikit peduli, tapi Asher malah marah.
"Tanpa lo suruh juga gue jaga hati. Gue cuma mau ngucapin makasih doang, kok. Kalo lo gak terima ya udah, aneh." Ujar Lana lalu Lana pun berjalan pergi.
Tyler memejamkan matanya, bisa - bisanya dia marah - marah dengan Lana karena cemburu melihat Lana peduli dengan sosok lain.
'Kenapa juga gue kesel, toh Lana peduli sama gue juga.' Batin Tyler.
Lana terlihat pergi menuju ke ruangan Angga, Tyler pun hanya bisa menghela nafas.
Singkat cerita, setelah Lana merayakan kemenangannya sebentar dengan Angga, Neo dan staf lain di sana, kini Lana berjalan keluar hendak pulang ke rumah. Lana tidak mabuk, dia bukan gadis penikmat anggur atau minuman beralkohol, jadi dia masih 100% sadar walau mengantuk.
"Hooamm.." Lana menguap sambil berjalan menuju ke parkiran motor. Jam menunjukan pukul 2 dini hari, dan Lana baru keluar dari tempat itu.
"Gila, besok apa gue bisa sekolah." Gumam Lana.
"Na."
"HUA!!" Teriak Lana terkejut ketika bahunya di pegang seseorang.
"Sorry - sorry." Ujar si pelaku yang ternyata adalah Tyler.
"Asher, kok lo masih di sini? Astaga jantung gue..." Ujar Lana. Ya, Tyler masih menjadi sosok Asher.
"Gue nunggu elo." Sahut Tyler.
"Lo kenapa ikut balap? Lo lagi butuh duit?" Tanya Tyler, Lana pun menatap Tyler dan mengernyit.
"Ya gitu, kan gue dapet penghasilan dari balap." Sahut Lana jujur.
"Kenapa lo gak minta pacar lo aja, Tyler pasti punya duit." Ujar Tyler.
"Gini ya, dia pacar gue, bukan bokap atau nyokap gue. Atas dasar apa gue minta duit ke dia? Gue bisa nyari sendiri." Ujar Lana. Tyler tertegun mendengarnya.
"Lo sama aja gak nganggep Tyler gak, sih?" Tanya Tyler.
"Kok gitu? Ya anggep lah, dia pacar gue." Ujar Lana.
"Tapi lo gak terbuka sama dia." Ujar Tyler.
"Lo lagi ngintrogasi gue, Ash?" Tanya Lana. Tyler pun terlihat sedikit kikuk.
"Ya enggak, kalo lo pacarnya dia, lo harusnya ngomong ke dia apapun masalah lo, kan?" Ujar Tyler.
"Gue ngomong kok, dia tahu semua tentang gue. Tapi Ash, dia juga manusia, dia pasti punya sisi lemah dan lelah, aku gak mau masalah gue kalo gue cerita ke dia malah bikin dia kepikiran." Ujar Lana.
Tyler sedikit menarik sudut bibirnya, rupanya Lana memikirkan dirinya. Tapi meski demikian, Tyler lebih suka jika Lana bisa lebih terbuka lagi padanya.
__ADS_1
"Cinta gak cuma berbagi duka, Ash.. tapi suka cita juga." Ujar Lana.
TO BE CONTINUED..