TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 48. Jadian.


__ADS_3

Singkat cerita, kini Tyler sedang melihat perawat yang sedang melakukan pemeriksaan pagi pada Lana.


"Jangan di paksa untuk jalan dulu ya, kak." Ujar perawat.


"Iya, sus. Makasih." Ujar Lana. Perawat itu pun keluar dari ruangan Lana. Setelah perawat itu keluar, suasana kembali menjadi canggung sekarang.


Lana benar - benar tidak berani melirik kearah Tyler yang saat ini masih berdiri di sisinya.


"Lo butuh sesuatu, Na?" Tanya Tyler, karena Lana hanya diam saja.


"E-enggak, Ty. Thanks ya, lo udah nolongin gue." Ujar Lana akhirnya.


"Bukan gue yang nolong lo, tapi orang lain. Hanya kebetulan gue nelpon elo, jadilah gue yang di sini sekarang." Tyler menjelaskan.


"Lo nelpon gue? Ada apa?" Tanya Lana, kini Tyler sendiri menjadi bingung bagaimana harus menjelaskannya.


"Gue kangen lo." Ujar Tyler dan itu membuat Lana tertegun hingga kesulitan menelan ludahnya karena salah tingkah.


Tyler perlahan mengulurkan tangannya dan meraih jemari Lana dan menggenggamnya.


"Boleh gak sih, Na? Gue jadi egois." Ujar Tyler, Lana menatap Tyler tidak mengerti.


"Maksud lo?" Tanya Lana.


"Pertama - tama, gue minta maaf sama lo, karena dulu gue sempet ngomong kasar sama lo. Lo bener, gak semua cewek itu sama, dan lo adalah satu - satunya yang berbeda.." Ucap Tyler.


"Lo gak bisa ilang dari ingatan gue, dan semakin bikin gue gak ngerti sama diri gue sendiri." Timpalnya..


Tyler kemudian semakin mengeratkan tangannya di jemari Lana, dan menatap Lana dalam - dalam.


"Gue suka sama lo, Na."


DEG! DEG! DEG!


Jantung Lana bergemuruh, Tyler menyerang langsung tepat di tengah jantungnya. Bagai tidak berpijak di bumi, Lana berdebar dengan sangat tidak terkendali.


"Na.." Panggil Tyler karena Lana hanya diam menatap Tyler sejak tadi.


"Hm, ekhem.. s-sorry gue bengong." Lana menjadi gugup sendiri.


"G-gue juga minta maaf, karena dulu gue mikir negatif tentang lo. Tapi gue udah tau kebenarannya, kok." Ujar Lana, sembari menenangkan debaran jantungnya.


"Oh ya? Sukurlah kalo gitu." Ujar Tyler, dan Lana tersenyum. Dan suasana kembali menjadi hening dan canggung.


'Kenapa Lana gak jujur ke gue kalo dia juga suka ke gue? Apa gue salah ngomong, tadi?' Batin Tyler.


Lana terlihat salah tingkah dan berulang kali melempar senyum canggung pada Tyler yang masih setia berdiri di sampingnya.

__ADS_1


'Gimana ini? Kenapa jantung gue gini amat gemuruhnya, perasaan gue gak pernah kayak gini. Gue harus gimana?' Batin Lana yang ternyata juga bingung.


"Tok - tok - tok." Pintu di ketuk, dan Lana langsung menarik jemarinya dari genggaman Tyler.


Masuklah seorang perawat yang membawakan sarapan pagi untuk Lana.


"Pagi, ini sarapannya ya, kak. Semoga lekas sembuh." Ujar perawat itu meletakan makanan itu di meja.


"Makasih, sus." Ujar Lana, dan suster itu mengangguk dengan senyum ramah.


"Saya permisi." Ucap perawat itu, lalu keluar dari ruangan Lana.


Tyler menghampiri meja itu dan mengambil makanan Lana, ternyata itu hanya bubur dan beberapa makanan sehat pendamping.


"Makan yuk, gue suapin." Ujar Tyler.


"Gak usah, gue bisa makan sendiri, kok." Ujar Lana menolak.


"Pake apa? Tangan lo aja di perban." Ujar Tyler, dan Lana lalu sadar, tangan kanannya memang di perban.


Tyler duduk di sebelah Lana, lalu mengaduk bubur yang terlihat sangat sehat itu. Lana yang bukan pencinta makanan benyek itu terlihat sangat ogah - ogahan.


"A.." Ujar Tyler, tapi Lana hanya melirik bubur itu saja.


"Boleh beli makanan di luar aja gak?" Tanya Lana.


"Kenapa? Gak suka bubur?" Tanya Tyler, Lana mengangguk.


"Sehat mah enggak, tambah sakit iya." Ujar Lana dan Tyler terkekeh.


"Nyokap lo gak di kasih tau lo di sini?" Tanya Tyler, dan Lana menggeleng.


"Jangan, nyokap gue bakal khawatir berat kalo liat gue gini." Ujar Lana, dan Tyler mengangguk - angguk.


"Ayo, A.." Ujar Tyler menyodorkan bubur itu lagi pada Lana.


Mau tidak mau Lana membuka mulutnya, namun hanya separuh sendok saja yang masuk karena ternyata bubur itu masih sangat panas.


"Akh!!" Pekik Lana kepanasan, dan mengibas - kibaskan tangannya di depan mulut.


"Sorry - sorry! Panas, ya?" Tyler panik, dan Lana mengangguk panik.


Tyler yang melihat itu jadi panik, tiba - tiba dia menaruh mangkuk bubur itu di meja dan langsung mencangkup kedua pipi Lana lalu meniup mulut Lana.


Lana sampai tertegun hingga tidak bisa bergerak lagi, wajahnya dan wajah Tyler sangat dekat, bahkan hidung mereka nyaris menempel.


Tyler menatap mata Lana sembari meniup mulut Lana lalu tersenyum karena melihat Lana yang bengong.

__ADS_1


"Apa masih panas?" Tanya Tyler, Lana tersadar dan langsung menelan bubur itu begitu saja.


"Udah enggak." Ujar Lana menjadi gugup.


'Sialan nih jantung, kenapa harus berdebar - debar begini, coba.' Batin Lana.


'Bibirnya..' Batin Tyler yang berfokus pada bibir Lana yang plumpy.


Tiba - tiba Tyler menyambar bibir Lana begitu saja, menyesapnya dan merasakan manisnya bibir Lana. Lana yang terkejut, hanya bisa diam, dan kemudian mengimbangi ciuman Tyler.


"Mhh.." Lenguh Lana, ketika Tyler memperdalam ciumannya.


Meski Tyler tidak begitu lihai berciuman, setidaknya dia pernah berciuman dengan Fia saat mereka masih berpacaran dulu, sementara Lana sama sekali tidak tahu menahu tentang ciuman, sampai dia tidak bernafas.


"Nafas, Na.." Ujar Tyler ketika ciuman itu terlepas. Lana benar - benar seperti orang yang kehilangan oksigen.


Tyler mengusap bibir Lana yang basah dengan liur mereka, lalu mengecup bibir Lana singkat.


"Gue sayang sama lo, Na. Mau kan, lo jadi pacar gue?" Ujar Tyler akhirnya.


Lana terlihat sedikit terkejut, tapi kemudian terbit senyum kecil dari sudut bibirnya, lalu dia mengangguk. Tyler yang melihat itu pun langsung tersenyum senang dan mencium kening Lana.


"Makasih, Lana." Ujar Tyler, dan memeluk Lana.


"Ty.." Panggil Lana, dan Tyler melepas pelukannya.


"Hmm?" Sahut Tyler, menatap mata Lana.


"Lo gak sekolah?? Ini udah mau siang." Ujar Lana, dan Tyler melihat jam di tangannya.


"Aku nemenin kamu aja di sini." Sahut Tyler, Lana mengernyit karena panggilan Tyler berubah menjadi Aku dan Kamu.


"Kamu???" Tanya Lana sedikit aneh.


"Aku pacar kamu, jadi mulai sekarang aku panggilnya kamu dan aku, jangan lo dan gue." Ucap Tyler. Lana merona, sejak tadi Tyler selalu membuat hal manis.


"Lanjutin makan yuk?" Ajak Tyler, dan seketika Lana kembali sedih.


"Aku gak suka bubur." Ujar Lana memelas, dan Tyler terkekeh.


"Atau aku suapin pake cara lain aja?" Tanya Tyler.


"Pake apa?" Tanya Lana, dan Tyler menunjuk bibirnya sambil tersenyum.


"Ish! Itu si maunya kamu." Ujar Lana, dan Tyler terkekeh.


"Jadi, pilih mana? Pake sendok apa pake mulutku?" Tanya Tyler dan Lana mencubit perut Tyler. Tyler pun terbahak melihat Lana yang merona.

__ADS_1


Lana pun akhirnya makan bubur itu di suapi oleh Tyler menggunakan sendok. Tapi sesekali Tyler mengecup bibir Lana ketika Lana mengatakan kenyang, sampai akhirnya bubur itu habis seluruhnya.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2