TYLER: Who Do You Think Am I?

TYLER: Who Do You Think Am I?
EPS. 33. Menegangkan.


__ADS_3

Lana memang terlihat sangat akrab dengan para pemuda di sana, karena memang seharusnya tidak ada perempuan yang boleh ikut balap liar di sana. Lana adalah satu satunya perempuan, dan itupun identitasnya di sembunyikan oleh Angga.


Yang semua orang tahu, Lana adalah seorang pria dan sama sekali tidak ada yang tahu bahwa Lana seorang wanita, karena Lana mendalami perannya selama satu bulan ini.


"L, lo harus menang, gue masang banyak buat dukung lo." Ujar seorang pria.


"We'll see, bro." Ujar Lana, dengan mengacungkan jempolnya.


Tyler memperhatikan interaksi Lana dengan para - pria itu, dan dia tersenyum remeh dari balik maskernya.


Akhirnya tanding akan di mulai, dan semua orang sudah bersiap. Geberan suara motor sudah saling sahut menyahut. Tyler menatap Lana yang saat ini sudah fokus menatap ke depan.


"Go!!" Semua motor langsung melesat membelah arena. Ada sekitar tujuh orang yang ikut tanding, dan untuk saat ini masih orang lain yang memimpin.


Akhirnya Lana mulai mengejar, dan Tyler pun sama, dia mengimbangi kecepatan motor Lana. Mereka berada di barisan yang sama namun di tengah mereka adalah orang lain saat ini.


'Kenapa nih cowok malah kayak sengaja ngimbangin gue?' Batin Lana heran dengan motor kuning yang hanya selalu mengimbanginya, Lana tidak mengenali bahwa itu adalah Tyler.


'Coba gue lambatin.' Batin Lana, dan Tyler juga ikut melambat untuk mengimbangi Lana.


'Wah, ngajak ribut.' Batin Lana. Dia langsung menaikan kecepatannya, dan mendahului Tyler dan pria di sampingnya.


Tyler pun ikut mengejar Lana, seakan mereka berdua saling kejar kejaran. Tyler sedikit terkejut ketika dia melihat skil menyetir Lana yang terbilang jago, Lana sudah melesat jauh. Tapi Tyler masih terus mengejar dan akhirnya mereka kembali berdampingan.


'Gue gak bakal biarin dia menang, malam ini gue harus dapet.' Batin Lana, dan tiba - tiba dia menambah kecepatannya dengan kalap.


Tyler yang melihat itu justru menjadi khawatir dengan Lana, Jalanan di arena itu sangat licin. Dan naasnya, rem Lana blong.


"Ya Tuhan! Rem gue blong." Gumam Lana. Sementara di depannya saat ini banyak orang yang sedang menanti kemenangan Lana.


'Kenapa dia panik?' Batin Tyler, melihat Lana yang panik. Tyler melihat tangan Lana yang berusaha mengerem, tapi sepertinya tidak bisa.


"Remnya blong." Gumam Tyler, dia menjadi khawatir dengan Lana sekarang.


"Lompat!!" Teriak Tyler, tapi Lana masih tidak dengar. Akhirnya Tyler melambaikan tangannya untuk meminta semua orang minggir.


Semua orang yang melihat itu pun mengernyitkan kening mereka dengan bingung. "Kenapa tuh bocah ngelambai - lambai?" Gumam salah satu pria.


"Rem nya L blong, minggir!!" Teriak Angga dengan panik.


Semua orang langsung berlari ketepi dan Tyler kembali fokus meneriaki Lana. "Lompat!! Denger gak?!!" Teriak Tyler.


"Apa?!! Gue gak denger, rem gue blong." Teriak Lana sembari mencoba terus menekan remnya.


"Lompat!!!" Teriak Tyler dengan lebih keras. Lana denger itu, tapi dia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lo gila?! Gue bisa mati, lompat dengan kecepatan setinggi ini." Teriak Lana. Motor Lana dan Tyler sampai di garis finish bersamaan, tapi mereka masih bablas karena Lana tidak bisa menghentikan laju motornya.


"BANG ANGGA!!! REM GUE BLONG! HUUAAAAA!!!!" Teriak Lana dengan panik.


Angga mendengar itu, dia sedang menyiapkan bantalan - bantalan dari ban untuk menyelamatkan Lana.


"Duh, bisa - bisanya rem nya sampe blong." Gumam Angga dengan panik.


"Jangan panik!! Gue bantuin." Teriak Tyler, yang masih mencoba mengimbangi kecepatan Lana.


"Gimana caranya?!" Teriak Lana, dengan panik dan masih mencoba mengerem.


"Lo stabilin dulu motornya, jangan oleng kesana kemari." Teriak Tyler, dan Lana mengangguk.


"Dengerin gue baik - baik." Ujar Tyler, dan Lana mengangguk dengan panik.


"Gue bakal lawan arah sama lo, dan gue bakal nyamber lo dari depan. Tapi Lo harus stabil, dan kerja sama sama gue suapaya kita gak jatoh." Teiak Tyler dan Lana tertegun.


"Lo gila?! Itu bahaya. Gimana kalo kita malah nabrak? Bisa meninggoy bareng, kita!!" Ujar Lana protes.


"Makanya gue bilang kerja sama, dan lo harus percaya sama gue." Ujar Tyler, Lana menjadi semakin bingung.


Sementara angga, dia masih juga belum selesai menyiapkan bantalan - bantalan dari ban. Ban juga keras, jika dia jatuh di ban juga pasti terluka, akhirnya dia mengangguk.


"Oke." Ujar Lana, dan Tyler langsung berbelok arah. Kini Tyler dan Lana saling lawan arah, Tyler dengan kecepatan tingginya dia melaju kearah Lana.


"Tuh anak udah gila ya?! Dia malah mau ngehadang L dari depan." Ujar seorang pria.


Angga bangun dan melihat kearah Tyler dan Lana yang saat ini seperti dua banteng yang hendak bertabrakan.


"Dia mau nyelametin L, semoga dia berhasil." Ujar Angga, dan langsung antusias melihat.


"LEPAS!!" Teriak Tyler. Tapi Lana masih ragu, dan akhirnya mereka hanya bersimpangan jalan.


"Gue takut!!" Teriak Lana pada Tyler. Tyler menambah kecepatannya lagi, dan kembali bertemu dengan Lana.


"Lepasin tangan lo! Percaya sama gue." Ujar Tyler lagi setelah dekat dengan Lana. Lana mengangguk dengan panik, dan akhirnya Lana melepas kedua tangannya dari stang motor, Tyler menyambar tubuh Lana, dan kini Lana berada di depan Tyler.


Lana memeluk erat - erat tubuh Tyler, dengan tangan kiri Tyler yang juga memeluk erat pinggang Lana.


"Ya Tuhan.. Ya Tuhan.." Gumam Lana dengan tubuhnya yang bergetar dan jantung berpacu dengan kencang.


Tyler merasakan jantung Lana yang berdebar sangat keras, mungkin karena takut dan panik. Dan entah mengapa Tyler juga merasa lega setelah menyelamatkan Lana dengan tangannya sendiri.


"Jangan takut, lo udah selamat." Ujar Tyler pada Lana, dan mengeratkan pelukan tangan kirinya pada Lana. Tyler seketika lupa dengan kebenciannya terhadap Lana yang sebelumnya begitu mendominasi.

__ADS_1


Dia menikmati pelukan Lana yang begitu erat di tubuhnya. Karena sejujurnya dia sangat merindukan Lana.


"WOHOHOHOHO..." Teriak semua orang ketika Lana berhasil di selamatkan oleh Tyler. Tyler menghampiri semua orang dan Angga langsung membantu Lana turun dari pelukan Tyler.


"L, lo gak apa - apa? Astaga, abang takut banget tadi." Ujar Angga langsung memeluk Lana.


"G-gue minta minum dong bang, gue aus." Ujar Lana dengan nafas tersenggal - senggal. Seorang pria lain membawakan air untuk Lana, dan Lana langsung menenggaknya.


Tyler yang melihat itu, seketika muncul kembali rasa tidak sukanya terhadap Lana. Lana yang di kerubungi banyak pria, membuatnya ingat dengan kejadian saat ia melihat ibunya di kerubungi banyak pria tanpa sehelai benang.


Tyler langsung melesat pergi begitu saja dari sana, tanpa sempat Lana mengatakan terimaksih.


"Woi! Tunggu." Teriak Lana, tapi Tyler melesat begitu saja dan pergi ke pintu keluar.


"Udah gak apa - apa, paling tuh anak ntar juga balik lagi." Ujar Angga.


"Siapa namanya bang?" Tanya Lana.


"Raja jalanan." Ujar Angga, dan Lana frustasi, itu nama samaran.


"Pemenangnya seri, lo sama dia masuk garis finish barengan. Jadi siapa yang menang?" Tanya seorang pria.


"Buat hari ini sampe sini dulu, besok kalo dia balik lagi, kita tanding ulang. Kalo misal dia gak balik, pemenangnya L." Ujar Angga, dan semua orang setuju.


"Gue balik dulu deh." Ujar Lana, pada semua orang.


"Mau gue anter gak?" Tanya Angga, dan Lana langsung menggeleng.


"Gak perlu bang, gak apa - apa." Ujar Lana, lalu bangun dan berjalan pergi.


Sementara itu, Tyler sendiri sebenarnya belum benar - benar pergi dari sana. Dia hanya keluar dari arena balap, tapi masih di lingkungan itu.


"Kenapa gue marah tapi gue masih kepikiran aja sama Lana?" Gumamnya heran sendiri.


"Come on, Ty.. dia udah punya banyak cowok yang ngelilingin dia." Gumamnya lagi. Dan saat itu, tiba - tiba ia melihat Lana yang berjalan dengan mencurigakan.


"Ngapain dia?" Gumam Tyler, lalu mengikuti Lana dari belakang tanpa melepas helmnya.


Lana berjalan ke lorong yang sepi, karena haru juga sangat malam. Lana berdiri di belakang pohon lalu entah apa yang sedang Lana lakukan dia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


"Ngapain tuh anak, mencurigakan banget." Gumam Tyler, dan makin mendekat.


"Gila, sesek banget dada gue, untung mereka gak nyadar kalo gue cewek." Gumam Lana sembari membuka kain yang melilit di dadanya, untuk meratakan dadanya.


Tyler yang mendengar itu tertegun sampai dia tidak bisa berkata apa - apa. Dia mematung di tempat, untuk mencerna apa yang Lana katakan, sampai Lana berbalik badan dan terkejut ketika melihat Tyler berdiri di belakangnya.

__ADS_1


"L-lo??" Ujar Lana dengan pias.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2