
Setiap Thunder Beasts memiliki kemampuan untuk mengubah wujud mereka menjadi bentuk yang lebih kecil. Hal itu memungkinkan mereka untuk bersembunyi dari serangan musuh. Selain itu, beberapa Thunder Beast juga bisa mengubah diri mereka menjadi senjata tambahan yang bisa digunakan oleh pasukan Super Rangers.
Salah satu yang dapat berubah menjadi senjata adalah Thunder Fox. Makhluk legenda berbentuk rubah berekor sembilan itu dapat berubah menjadi bazooka raksasa yang merupakan senjata pamungkas Thunder Beast Robo, robot raksasa yang Super Rangers tunggangi. Hanya dengan bazooka tersebutlah Super Rangers dapat mengalahkan monster-monster kuat yang Gondazel kirim. Karena itu, pertemuan Thunder Fox dan Super Rangers adalah hal yang sangat penting.
“Omong-omong kenapa kamu malah di sini? Gak ikutan sama Super Rangers aja?” tanya Laura.
Dalam cerita asli, Thunder Fox sangat menempel pada Alicia. Karena, di antara empat Rangers hanya Alicia lah yang memahami perkataannya. Tetapi, sekarang Thunder Fox itu malah berada di sisi Luca Kasha, gadis jahat dari pihak Radolard.
“Kau telah menyelamatkanku. Jadi, aku harus membalas budi.” jawab Thunder Fox.
Mata Laura menyipit saat memandang rubah kecil yang ada di tangannya. Dia ragu dengan perkataan si rubah tadi. Masa iya, seekor Thunder Beast akan berbuat baik pada musuhnya? Laura memang telah menyelamatkan Thunder Fox, tetapi Laura tetaplah bagian dari kelompok alien yang menjajah planet Kaminaria, kampung halaman mereka.
“Sepertinya kau tidak percaya padaku.” lanjut Thunder Fox.
Laura menengok ke sekitarnya, memeriksa bila ada makhluk lain di sekitar mereka. Merasa tempat itu kurang aman, Laura membawa Thunder Fox ke tempat yang lebih rimbun. Lalu, dia memasang barrier agar tidak ada yang mendeteksi keberadaan mereka.
“Kau membawaku ke mana?” tanya Thunder Fox.
“Bersembunyi. Aku tidak mau kamu ketahuan mengobrol denganku.” jawab Laura sambil menaruh Thunder Fox di atas tanah.
“Kenapa? Apa kau malu berbicara denganku?” tanya rubah itu lagi.
Laura menggelengkan kepalanya, lalu berkata, “Bukan. Aku kan anggota Radolard. Kalau aku ketahuan bekerja sama denganmu, bisa habis aku nanti.”
Mata Sang rubah melebar, dan lagi-lagi bertanya, “Tapi, aku bisa mencium bau orang Kaminarian darimu, walau cuma sedikit. Kenapa kau berada di Radolard? Apa mereka menculikmu? Apa kau dipaksa menikah dengan salah satu dari mereka, karena itu bau Radolard justru lebih kuat?”
Rupanya makhluk legenda ini lebih cerewet dari yang Laura duga. Dia sekarang paham sesabar apa Alicia sebenarnya.
__ADS_1
“Ngg… ceritanya tidak serumit itu. Aku hanya berdarah campuran. Ibuku orang Kaminaria dan Ayahku orang Porcar.” jelas Laura dengan singkat.
Laura sendiri tidak terlalu paham dengan detilnya, jadi dia tidak bisa menjelaskan selebihnya.
“Jadi, Ibumu lah yang diculik oleh Radolard…”
Laura tidak mengiyakan ataupun menolak asumsi Thunder Fox tadi, karena lagi-lagi dia tidak begitu tahu kejelasannya. Laura hanya tahu bahwa dia adalah keponakan Rador dan seorang alien berdarah campuran.
“Nah, kembali lagi. Kenapa kamu malah di sini? Kalau cuma balas budi, kan tadi sudah memenuhi permintaanku. Jadi, kamu harusnya pergi sama Super Rangers, dong!” Laura mengalihkan pembicaraan.
Kali ini si rubah lah yang memicingkan matanya. Dia mulai berpikir kalau Laura itu agak bodoh.
“Haaah…” dengus si rubah yang kemudian lanjut berkata, “Aku menyelamatkan mereka bukan karena kau, gadis dungu! Aku punya dendam pada mereka, karena sudah memenjarakanku. Jadi, tidak usah terlalu pede.”
Laura membulatkan mulutnya begitu paham dengan maksud si rubah kecil.
Rubah itu mengangguk.
“Maka dari itu, cepat katakan keinginanmu! Aku tidak mau berhutang terlalu lama!”
Ucapan si rubah terdengar memaksa. Laura jadi sebal mendengarnya. Tapi, Laura paham sudut pandang si rubah yang ingin segera membayar hutangnya. Kalau Thunder Fox adalah seorang manusia, pasti akan banyak orang yang ingin jadi temannya. Karena, banyak manusia yang lebih suka menunda membayar hutang dari pada menyegerakan membayar.
“Oke. Oke. Kalau begitu, aku ada satu permintaan.”
Mata Thunder Fox pun berbinar-binar, tidak sabar dengan permintaan apa yang akan Laura katakan.
“Aku ingin kamu menjadi bodyguard khusus dari seorang anggota Super Rangers bernama Joanne. Cukup tujuh hari saja dari sekarang.”
__ADS_1
Dahi Thunder Fox mengerut. Dia tidak paham, mengapa dia harus melindungi orang selain yang telah menyelamatkannya?
“Kenapa? Ku pikir, kau yang bodoh itu jauh lebih membutuhkan perlindungan dibanding Super Rangers yang sudah bersama Thunder Beast lain.”
Dikatai bodoh, Laura pun menjewer kedua telinga rubah kecil itu.
“Katanya akan melakukan apapun perintahku, tapi malah protes!” seru Laura jengkel.
“Aww! Iya! Iya!” rubah itu berusaha melepaskan diri dari jeweran Laura yang sebetulnya hanya terasa geli, tapi sulit dilepas.
“Kamu gak tahu betapa berharganya Mas… eh Joanne. Aku gak mau Joanne-ku yang ganteng sampai terluka gara-gara kerjaannya Si Nyantuy sama Si Gudalan. Dia tuh permata hatiku, belahan jiwaku, pelipur laraku, lentera hidupku. Kalau sampai terjadi apa-apa sama dia, aku kayaknya bakal mati untuk kedua kalinya. Kamu paham, gak?” Laura berceramah.
“Aku kan sudah berkata ‘iya’! Kenapa kau masih menjewerku? Lepaskan!” seru Thunder Fox protes.
Pikir Laura, hukuman tadi seharusnya sudah cukup bagi si rubah cerewet itu. Dia pun melepaskan jewerannya.
“Nah sekarang, GO!” usir Laura.
Thunder Fox menggeram kesal. Bisa-bisanya dia diperlakukan seperti binatang peliharaan oleh seseorang yang notabene adalah bagian dari Radolard.
“Huh! Lihat saja pembalasanku nanti, perempuan sinting!” sentak Thunder Fox yang kemudian langsung beranjak dengan kecepatan cahaya.
“Terserah!” balas Laura.
Sekarang rubah berbulu ungu itu sudah pergi. Saatnya dia harus kembali ke pesawat ruang angkasa untuk mendengar keluh kesah Gondazel dan Nyanterasu. Lalu, setelah ini dia juga harus menyiapkan rencana selanjutnya.
Haaa… setelah bangun di dunia ajaib ini belum sekalipun Laura beristirahat. Padahal dia baru saja mengalami kematian. Tapi, apapun dia lakukan demi pria pujaannya. Inilah yang disebut dengan simper sejati.
__ADS_1