Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
Apakah Ini Pengkhianatan? Part 3


__ADS_3

Dengan keberadaan Thunder Phoenix yang telah diketahui, Joanne dan Alicia segera melaporkan penemuan ini pada Brian dan Sean yang masih berada di markas sementara. Dari sana, mereka juga memberi tahu partner Thunder Beast masing-masing untuk segera keluar dari post jaga mereka masing-masing.


“Sepertinya Green Turtle belum bisa pergi. Dia tidak mau bergerak dari tempatnya.” kata Sean melalui Thunder Changer, alat perubah wujud sekaligus alat komunikasi jarak jauh Super Rangers.


“Green Turtle mungkin ingin menjaga area bekas telur finiks. Kalau ada yang ke sana atau sekedar lewat, bukankah akan gawat?” pendapat Laura.


Joanne sependapat. Dia berkata, “Sebaiknya kita serahkan yang di sana pada Green Turtle. Lalu kau…”


Pria berambut panjang itu menengok pada Laura secara tiba-tiba, membuat jantung Laura yang lemah pada Joanne berdegup kencang.


“Sebaiknya jangan ikut dengan kami.”


Betapa kecewanya Laura pada ucapan Joanne. Salahnya juga yang terlalu banyak berharap, padahal hubungan mereka masih sangat renggang.


“Tapi…”


Joanne memotong ucapan Laura dengan berkata, “Keberadaanmu bersama kami hanya akan menambah masalah. Apa kau tidak paham?”


Setelah itu, Joanne pergi tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Laura. Alicia pun segera mengejernya.


“Sepertinya kata-katamu berlebihan. Apa tidak bisa sedikit lebih lembut?” kata Alicia pada Joanne.


“Kau pikir dia akan berhenti kalau aku bersikap lembut padanya?”


Alicia berpikir sejenak.

__ADS_1


“Iya, sih. Tapi, pasti ada kata-kata yang lebih baik, kan?”


Joanne tidak menjawab apa-apa lagi. Menurutnya, kalau dilanjutkan pasti akan terjadi perdebatan yang cukup lama. Itu akan membuang waktu mereka yang seharusnya digunakan untuk hal yang lebih berharga.


“Hey, kau tidak apa-apa?” tanya Thunder Fox pada Laura yang masih membeku di tempatnya.


Beberapa detik setelah ditanya, Laura baru berkata, “Oh! Maksudnya tuh aku ke tempatny Green Turtle aja kali! Aku gak dibolehin berantem, soalnya nanti Mas Jo khawatir. Kyaaaa! Bisa aja!”


Thunder Fox menyipitkan matanya. Dia tidak paham bagaimana Laura bisa berpikiran sepositif itu. Padahal jelas-jelas Joanne mengusirnya tadi.


“Kenapa malah bengong begitu? Kamu pergi ikut mereka sana!” Laura mengusir.


Thunder Fox mendengus kesal. Percuma saja perhatiannya tadi. Seharusnya dia tidak perlu menanyakan perasaan gadis itu.


“Iya… iya… siapa juga yang mau di sini terus dengan penyihir gila!” ujar Thunder Fox seraya berlari mengejar Joanne dan Alicia yang telah pergi terlebih dulu.


.


.


.


Beberapa kali Joanne dan Alicia memperlihatkan diri mereka pada pasukan piripiri milik Dabakiras. Tujuannya adalah untuk menggiring mereka menuju medan yang lebih luas untuk bertarung. Dengan begitu, mereka bisa meminimalisir kerusakan yang terjadi.


“Sialan! Kalian mempermainkanku rupanya!” geram Dabakiras yang merasa diledek oleh keduanya.

__ADS_1


Dia dan pasukannya kemudian mengejar Joanne dan Alicia hingga ke tempat tujuan mereka. Begitu sampai di sana, keduanya telah menyambut mereka.


“Di sini kalian rupanya, Super Rangers. Tapi, apa kalian yakin bisa mengalahkanku dan Thunder Phoenix hanya dengan berdua saja?”


Dabakiras berbicara dengan begitu sombongnya sambil menengok pada burung api di lengannya.


“Kau melupakan kami, Dabakiras!” seru seorang pria dari belakang rombongan piripiri.


Di sana berdirilah dua orang pria berbaju merah dan hijau, bersiap dengan kuda-kuda mereka.


“Huh! Aku tidak peduli sebanyak apapun kalian. Tetap saja tidak akan bisa mengalahkanku. Thunder Phoenix, majulah!” seru Dabakiras.


“Kiiii!!”


Bersamaan dengan pekikan tersebut, Phoenix yang belum sepenuhnya dewasa itu maju menerjang Sean dan Brian. Beruntung keduanya berhasil menghindari terjangan tersebut.


“Semuanya, kita harus berubah!” seru Brian.


“Siap!” seru tiga koleganya.


Mereka berempatpun merapatkan barisan.


“Thunder Change, HA!” Brian memberi aba-aba dan diikuti oleh Joanne, Sean, dan Alicia bersamaan.


“Thunder Change, ha!”

__ADS_1


Dengan berubah wujud, akankah mereka mengalahkan Dabakiras dan Thunder Phoenix?


__ADS_2