Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
Gegabah


__ADS_3

Chujelaking yang bergerak cepat di dalam tanah berencana untuk menyerang Thunder Fox dari bawah. Pikirnya, dengan begitu serangannya akan sulit ditangkis.


“Chchch! Terima seranganku!” gerutu Chujelaking dari bawah tanah.


Sayangnya, Thunder Fox lebih pandai dari yang dia pikirkan. Sebelum Chujelaking keluar dari persembunyiannya, tiba-tiba Thunder Fox menginjak tanah di bawahnya sekencang-kencangnya. Akibatnya, guncangan yang cukup dahsyat pun terjadi dan berkat injakan tersebut Chujelaking berhasil di hempaskan.


Namun, Chujelaking yang tak mudah patah arang masih memiliki cara. Dia kibaskan ekor kalajengkingnya ke arah Thunder Fox, berusaha untuk menusuknya dengan ujung ekor tersebut.


‘Syaats!’


Mata Chujelaking membulat saat dia tidak merasakan apapun yang mengena ekornya. Rupanya Thunder Fox telah menghilang dari sana dan kemudian muncul kembali di belakang Chujelaking.


“Tidak semudah itu, Tikus.” balas Thunder Fox.


Ditendangnya alien berwujud setengah tikus dan setengah kalajengking itu hingga terpental puluhan meter.


“Aaaaargh!” aum Chujelaking saat menerima serangan balasan itu.


Sialnya alien itu tidak langsung tersungkur, dia berhasil mendarat dengan selamat dan langsung mencoba untuk menyerang kembali.

__ADS_1


Chujelaking semakin mempercepat larinya. Thunder Fox juga secara reflek bersiap menangkis serangan alien berwujud tikus itu, tetapi kali ini Thunder Fox lah yang terpental. Sulit diduga meski perbandingan tubuh mereka sangat besar, Chujelaking yang bertubuh jauh lebih kecil berhasil memundurkan Thunder Fox.


“Rasakan itu! Kekekekek!” gelak Chujelaking sombong.


Tidak hanya kekuatan tubuhnya, mulutnya pun dapat mengeluarkan bola api seperti halnya Thunder Fox. Tanpa sengaja mereka mengeluarkan bola api itu bersamaan, dan terjadilah ledakan yang begitu besar. Keduanya sama-sama tidak sanggup menahan tekanan dari ledakan tersebut dan jarak di antara keduanya pun semakin menjauh.


Melihat itu, para Red Thunder yang memperhatikan dari jauh bersama tiga rangers yang lain tak bisa tinggal diam. Terlebih karena, darah yang mengalir dari pipi Thunder Fox. Dia berlari menuju medan pertarungan. Akibatnya, persembunyian mereka pun diketahui oleh pasukan piripiri.


“Dasar bodoh!” umpat Joanne pada rekannya yang gegabah itu.


Padahal, sebelumnya Thunder Fox telah menginstruksikan agar mereka tidak ikut campur dengan pertarungan Thunder Fox dan Chujelaking. Tugas mereka adalah mencari tempat pengawasan baru, sementara Thunder Fox mengecoh Chujelaking.


Thunder Fox mengusap darah di pipinya, lalu menjilat darah itu. Dia masih bisa bertahan dan merasa tidak perlu bantuan. Dia hanya membutuhkan kesempatan yang tepat untuk menembak lawannya.


“Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu bertarung sendirian? Aku akan membantumu! Hiyaaatt!” jawab Thunder Red seakan dia paham dengan pertanyaan Thunder Fox. Pria itu kemudian melompat begitu tinggi dan mengarahkan bedilnya pada Chujelaking.


“Haaa…” dengus Thuder Fox.


Dia tiba-tiba teringat dengan perkataan Luca dulu, saat dia bertanya mengapa menyukai Thunder Blue dibandingkan Thunder Red.

__ADS_1


‘Aku tidak suka pria yang terlalu berapi-api. Thunder Red lebih sering mendengarkan keadilannya sendiri dan sulit membaca keadaan.’ jawab Luca Kasha waktu itu.


Kini Thunder Fox paham dengan apa yang gadis itu maksud. Menyaksikan sendiri seperti apa pria yang menjadi pimpinan Super Rangers ini, Thunder Fox jadi khawatir dengan masa depan pasukan pembela kebenaran itu. Thunder Fox tahu bahwa Brian bukan orang yang jahat, tapi bersemangat pun harus ada batasnya.


“Tunggu, hey!” cegah Thunder Fox.


Sayangnya, Thunder Fox terlambat mencegahnya. Berkali-kali tembakkan Thunder Red mengena pada tubuh Chujelaking, tetapi alien itu sama sekali tidak terluka. Bulu-bulu di tubuhnya seakan terbuat dari besi anti peluru.


Kemudian, penyesalan baru Thunder Red rasakan kala kemudian Chujelaking membalas Thunder Red dengan bola api dari mulutnya.


Hal yang lebih menyeramkan terjadi saat kemudian Chujelaking masuk ke dalam tanah dan muncul dari bawah tubuh Thunder Red yang belum sempat bangkit. Chujelaking mencekik leher Thunder Red dan mengangkatnya tinggi-tinggi dengan satu tangan.


Alien itu lalu berkata sambil menunjukkan tangannya yang lain ke hadapan Thunder Red, “Kau lihat kuku-kuku ini?”


Tanpa menjawab apapun, Thunder Red berusaha melepaskan diri dari cekikan Chujelaking. Namun, bukannya terlepas, cekikan itu justru terasa semakin menyesakkan.


Di kala napas Thunder Red yang semakin tercekat, Chujelaking kembali berkata, “Aku beri tahu, kuku-kuku ini sangat beracun. Dengan satu goresan saja, kau akan merasa begitu menderita.”


Lalu, tanpa basa-basi lagi, Chujelaking melemparkan Thunder Red ke atas. Saat akan jatuh, dia pun mengayunkan cakarnya pada tubuh Thunder Red.

__ADS_1


“TIDAK!” seru Sean dan Alicia bersamaan saat melihat salah satu rekan mereka dibabat habis oleh sang lawan.


__ADS_2