
Malam harinya, Laura tidak pulang ke kapal maupun tidur di markas Super Rangers. Jika pulang ke kapal, otomatis dia harus bertemu dengan Sador yang sedang dia hindari. Lalu, karena tidak mau merepotkan lagi, Laura juga menolak ajakan Alicia untuk menginap bersamanya. Jadi, akhirnya Laura memutuskan untuk mencari hotel di dekat markas Super Rangers. Dengan begitu, tidak hanya bisa menghindari Sador, Laura juga bisa beralasan bahwa dia sedang menjalankan tugas.
Tetapi, bukan berarti semua itu cukup untuk menjauhkan dirinya dari Sador dan anak buahnya. Karena itu, Laura tidak boleh lengah.
Untungnya, dengan sihirnya Laura dapat kabur dari radar milik Radolard yang Sador pinjam untuk mencarinya. Jadi, malam itu Laura bisa selamat meskipun tidurnya harus terganggu berkali-kali, karena rasa khawatirnya.
Keesokan harinya, Laura yang menyamar menjadi makhluk Bumi pergi ke sekolah Alicia untuk observasi. Dia ingin tahu sejauh mana kasus tentang Wendy telah berjalan. Mungkin jika dia sudah memahaminya, dia bisa membantu sebagai ganti dari Tiger Warrior yang mungkin tidak akan pernah muncul untuk membantu Super Rangers.
“Bestie, orang asing tidak boleh masuk ke sekolah ini seenaknya, loh. Jadi, kamu harus terus mengikutiku.” saran Alicia.
“Laaah… namanya gak ngintip, dong~ Tapi, bener ding. Mendingan cari aman aja.” Laura ingin menolak, tapi ini adalah jalan satu-satunya untuk melihat keadaan.
Begitu masuk ke kelas, Alicia memperkenalkan Laura sebagai mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa Inggris yang akan melakukan penelitian di sekolah mereka. Alicia memang bukan wali kelas Wendy, tetapi setidaknya Laura bisa mengecek sekolah ini dengan menggunakan teknologi satpam cctv-nya yang dia pasang setiap kali Alicia berpindah kelas.
__ADS_1
“Baiklah, pembelajaran dari saya sudah selesai. Mohon kumpulkan tugas yang saya berikan di jadwal selanjutnya. Selamat siang, semuanya!” demikian Alicia mengakhiri tugasnya di kelas keduanya.
Setelah itu, Alicia dan Laura bersama-sama keluar dari kelas untuk masuk ke kelas selanjutnya yang berjarak dua ruangan dari kelas ini.
“Habis ini kelasnya Wendy kan?” tanya Laura.
Alicia mengangguk membenarkan.
“Semoga saja tidak ada masalah setelah ini. Haaa…” Alicia mendengus.
Kemudian, Laura dan Alicia pun masuk ke dalam kelas di mana Wendy seharusnya berada. Tetapi, saat mereka melirik ke seluruh penjuru kelas, anak perempuan itu tidak ada di kelas itu.
“Apa kalian tahu di mana Wendy?” tanya Alicia pada murid-muridnya.
__ADS_1
Mereka yang ditanyai saling memandang satu sama lain dengan ekspresi canggung. Agaknya memang ada hal serius yang tengah terjadi.
Lalu, salah satu anak perempuan berambut pendek berdiri dari duduknya untuk menjawab, “Tadi Wendy bersama kami saat jam ketiga, tapi tiba-tiba dia minta izin ke toilet dan tidak kembali lagi.”
Murid yang lain juga ikut berdiri dan berbicara, “Lalu, beberapa saat kemudian kami melihat dia keluar dari gedung sekolah bersama Ibunya dan pergi begitu saja.”
Gasp!
“Aku harus pergi.” kata Laura pada Alicia sebelum dia keluar dari kelas dengan tergesa-gesa.
Laura ingat adegan ini di cerita aslinya. Tidak dia sangka ceritanya sudah sampai sini.
Ibu yang membawa Wendy keluar kelas sebetulnya bukan Ibu Wendy yang sebenarnya. Itu hanyalah ilusi yang diciptakan oleh siren untuk memancing mangsanya keluar dan membuat yang lainnya melihat hal yang sama.
__ADS_1
“Aaaaaa! Mana udah lewat satu jam. Pasti mereka udah jauh banget!”
Laura begitu panik. Akankah Laura benar-benar bisa menyelamatkan Wendy?