Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
Serangan Tikus


__ADS_3

Lokasi tempat Super Rangers berada merupakan tempat yang paling strategis untuk mengamati perkembangan telur finiks. Jaraknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Dengan demikian, mereka bisa langsung berangkat bila terjadi sesuatu di sekitar sana, tetapi jika bahaya yang ditakutkan datang mereka juga bisa menghindarinya. Namun, itu juga berarti siapapun bisa dengan lebih mudah mengetahui di mana Thunder Phoenix berada.


Sialnya, hal itu benar-benar terjadi di pagi setelah Laura datang ke pos tersebut.


“Chchchch… di sini rupanya kalian berada.” alien berjenis kelamin laki-laki itu terdengar mendecit tinggi memekik telinga. Suaranya begitu cocok dengan wujudnya yang mirip tikus raksasa itu. Ekornya yang panjang berujung tajam dan keras bagaikan ekor kalajengking.


“Hari ini, Tuan Chujelaking akan membalaskan dendam sepupunya! Keluarlah kalian semua! Chchchchchc!” serunya keras.


Alicia yang baru saja kembali dari sungai bersama Laura segera bersembunyi di balik pohon besar di sekitarnya saat melihat kedatangan makhluk dari planet Porcar itu. Sementara, Sean telah lebih dulu membangunkan dua rekannya, Brian dan Joanne.


“Kenapa tidak langsung maju saja dan malah bersembunyi?” tanya Laura pada Alicia.


“Diamlah! Aku sedang berkonsentrasi!” hardik Alicia.


Alicia bermaksud untuk mendengar isi hati Chujelaking sebelum benar-benar menghadapinya, dengan begitu mereka akan lebih mudah mengalahkan alien itu. Laura hampir saja lupa dengan tugas Alicia itu.


Dari balik pohon, Laura juga ikut memperhatikan alien itu. Sebagai orang yang sudah berulang kali menonton Super Rangers Thunder Saber, tentu dia tahu siapa Chujelaking. Alien itu, seperti yang telah disebutkannya sendiri adalah sepupu dari Kajelaking, alien dari episode 7 yang dikalahkan oleh Super Rangers saat Laura baru saja datang ke dunia ini (lihat episode 2).


Jika di cerita aslinya, Chujelaking seharusnya baru muncul dua episode setelah ini. Karena campur tangan Laura, lagi-lagi ceritanya berubah. Tetapi jika cara mengalahkannya masih sama seperti di cerita asli, kedatangannya tidak akan menjadi masalah yang berarti.


“Hey, kalau kau percaya padaku, aku akan memberi tahu cara gampang mengalahkannya.” bisik Laura.


Alicia yang lagi-lagi konsentrasinya terpecahkan mendecak, “Ck! Bukankah kau itu temannya? Untuk apa aku percaya padamu?”


“Ih! Main sama dia aja gak pernah...” sangkal Laura.

__ADS_1


“Yah, terserah lah! Aku langsung kasih tahu aja. Pokoknya cara ngalahinnya beda sama Kajelaking. Kelemahannya itu ada di telapak kakinya.” lanjut Laura menjelaskan.


Alicia mendengus kesal, karena Laura tak kunjung diam.


Di bagian yang lain, Brian, Joanne, dan Sean telah mengenakan baju zirah mereka. Dengan cekatan mereka menghalau segala serangan dari Chujelaking dan para kroconya. Di luar dugaan, Chujelaking bergerak dengan sangat lincah dan sulit ditebak. Dia tidak hanya berlari, mencakar, ataupun menyibakkan ekornya yang beracun, namun juga melompat, bahkan menggali ke dalam tanah dan muncul secara tiba-tiba di tempat yang sulit dijangkau.


“Kata Tuan Gondazel, ada Nona Luca di sini. Di mana dia?” tanya Chujelaking pada Sean yang tengah dicekiknya.


“Aku tidak tahu... kh...” dusta Sean.


Karena tidak membantunya sama sekali, Chujelaking kemudian melemparkan Sean sekencang-kencangnya hingga pria berseragam serba hijau itu tersungkur dan merusak salah satu tenda mereka.


Mendengar pertanyaan Chujelaking tadi, Joanne kembali merasa curiga. Jangan-jangan ini adalah jebakan dari Luca. Penyihir perempuan itu sengaja datang ke tempat mereka agar Radolard tahu lokasi mereka dan Thunder Phoenix.


“Sudah ku duga, perempuan itu memang tidak beres.” batin Joanne.


“Aku harus segera menolong mereka.” tekad Alicia saat melihat situasi di tenda. Dia terpaksa maju sekarang walaupun dia belum mendapatkan informasi apapun dari pikiran Chujelaking.


“Uwaaa!!” pekik Laura saat lengahnya yang masih terborgol dengan lengan Alicia tiba-tiba ditarik secara paksa. Akibatnya, lengan Laura langsung memerah dan kemungkinan besar akan meradang setelah ini. Namun, Alicia nampak tidak terlalu peduli walaupun lengannya juga sama memarnya. Yang ada di kepalanya saat ini hanyalah bagaimana cara menyelamatkan teman-temannya dan mengalahkan Chujelaking sesegera mungkin.


Gadis berambut sebahu itu berlari menuju teman-temannya. Dengan kencang, dia berseru, “Thunder Change! Ha!”


Kini Alicia telah berubah menjadi Thunder Yellow. Dia keluarkan Thunder Swordnya, kemudian dia coba hunuskan pada Chujelaking.


“Hiyaaat!”

__ADS_1


Sayangnya, Chujelaking lagi-lagi masuk ke dalam tanah dan berhasil menghindar. Tak lama kemudian, alien berwujud mirip tikus itu kembali ke atas tanah.


“Nona! Ternyata kau ada di sini!”


Chujelaking terkejut dan senang saat melihat orang yang dicarinya telah ditemukan. Lalu, wajahnya kembali menunjukkan ketidaksukaannya saat menyadari bahwa tangan Nonanya tengah diborgol.


“Beraninya kau memborgol Nona Luca Kasha!” geramnya sambil berlari menuju Alicia dan Laura.


Larinya sangat kencang, sehingga Alicia tidak sempat menghindar. Kemudian, dalam sekali cakar Chujelaking berhasil memotong borgol menjadi dua bagian.


‘Crang!’


Sean, pencipta borgol itu begitu terkejut karena dia sangat yakin borgol itu sangat kuat dan tidak ada yang bisa memotongnya bahkan dengan sihir sekalipun. Selama ini pun tidak ada yang berhasil memotongnya, tapi Chujelaking dengan sangat mudah melakukannya.


“Nona, ayo kita kembali ke markas!” ajak Chujelaking sambil menarik Laura ke sisinya.


“Eh? Ngga mau... maksudku, aku kan masih nyari Thunder Phoenix.” kilah Laura.


“Tidak bisa! Pangeran Rador sendiri lah yang menyuruhku untuk menjemputmu segera.” paksa Chujelaking lagi.


Kalau sudah Rador yang bicara, mau tidak mau Laura harus kembali. Pria itu begitu mengerikan dan kuat. Laura maupun Super Rangers yang sekarang, tidak mungkin bisa mengalahkannya.


“Haaah...” dengus Laura.


Dia kemudian menatap Alicia dan berkata, “Ingat apa yang ku bilang tadi.”

__ADS_1


Setelah itu, tidak ambil waktu lama Chujelaking pun membawa Laura pergi.


__ADS_2