
Thunder Red yang semakin melemah terus memegangi perutnya yang terkena cakaran Chujelaking. Dari kaca helmnya yang berlubang, bisa terlihat matanya yang hampir menangis karena menahan rasa sakit itu. Tidak mengherankan bila Thunder Red yang selalu tangguh akhirnya meringkuk. Luka di tubuhnya bukan hanya berdarah, tapi juga beracun.
“Red! Bertahanlah!” seru Thunder Yellow yang segera menghampiri tempat Thunder Red terjatuh.
Setelah Alicia, Sean menyusul ke tempat tersebut. Sementara Thunder Blue masih sibuk melawan pasukan piripiri yang sulit dihitung jumlahnya. Dia tidak boleh membiarkan mereka menyerang Red dan yang lain selama masih lengah seperti sekarang.
Ingin rasanya Blue memarahi Red yang tidak sabaran. Namun, itu pasti akan memperburuk suasana. Selain itu, mungkin tanpa Red keluar dari persembunyian pun mereka bisa saja ketahuan oleh piripiri yang jumlahnya puluhan kali lipat dari mereka berempat.
“Alicia, kita harus segera mundur dari sini!” ujar Thunder Green sambil menggendongkan Red di punggungnya.
Pikirnya, selama Chujelaking disibukkan oleh Thunder Fox dan Blue masih bisa menghalau pasukan piripiri, ini adalah kesempatan mereka untuk mundur dan memikirkan siasat selanjutnya. Jika terus terperangkap di sini, tidak ada artinya mereka mengeluarkan diri dari kubah barrier milik Radolard.
“Tetapi, bagaimana dengan Thunder Fox? Kau lihat sendiri sekuat apa tikus itu!” tolak Yellow.
Green menggelengkan kepalanya, “Aku yakin Thunder Fox bisa mengalahkannya. Percayalah padanya!”
Thunder Fox yang mendengar perbincangan para rangers itu pun melolong, “Woooooong!”
Itu adalah kode untuk Yellow agar membiarkannya sendiri saja mengalahkan Chujelaking. Dia tahu apa yang sedang dia lakukan, dan sangat yakin tidak akan kalah. Thunder Fox, meskipun tidak memiliki partner seperti Thunder Beasts yang lain, tidaklah lemah.
__ADS_1
“Alicia, aku akan membuatmu percaya padaku dan percaya pada Luca. Bukankah selama kita mengobrol tadi kau bilang dia mengatakan bagaimana cara mengalahkan tikus ini? Aku akan melakukannya.” ujar rubah raksasa itu.
“Bagaimana kalau semua itu bohong? Bukankah dia telah membohongi kita?”
Seakan tidak mendengarkan peringatan Yellow, Thunder Fox terus maju menghadapi Chujelaking yang semakin beringas.
“Ayo!” seru Thunder Green.
Yellow yang kebingungan, kemudian disadarkan oleh Green. Pria itu menarik lengan Yellow agar segera ikut pergi dari sana bersamanya. Dengan terpaksa, Yellow pun bangkit dan mengikuti Thunder Green.
“Thunder Fox, aku sudah memaksimalkan seranganmu. Gunakanlah!” Green kembali berteriak, kali ini pada Thunder Fox. Baru setelah itu dia berlari bersama Yellow dengan membawa Red di punggung.
Thunder Fox menganggukkan kepalanya, kemudian melirik pada Thunder Blue.
Blue yang tidak paham dengan maksud Thunder Fox tidak merespon dan terus fokus pada pertarungannya. Karena itu, Thunder Fox yang juga masih mempertahankan diri dari Chujelaking sengaja mendekat pada Blue.
Bagaimanapun untuk serangan maksimal yang Green maksud, Thunder Fox membutuhkan orang lain. Jadi, dengan salah satu ekornya, dia menyabet Thunder Blue.
“Hey! Apa maumu!?” hardik Blue yang bisa menghindari ekor si rubah.
__ADS_1
Setelah mendapatkan perhatian Blue, Thunder Fox segera mengubah dirinya menjadi kecil. Kemudian, dia aktifkan sendiri sistem yang telah Green tanamkan di tubuhnya. Sistem tersebut lah yang dapat membuat Thunder Fox melakukan hal yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk manapun. Kini dia bisa mengubah badannya menjadi mesin yang dapat memaksimalkan kekuatannya dan kekuatan Super Rangers.
Dari jauh, Green memperhatikan peristiwa ini. Sudah dia prediksi melalui kekuatannya bahwa ini akan terjadi dan inilah yang akan mengalahkan Chujelaking.
“Fox Bazooka?” Blue membaca data yang muncul dari kaca helmnya saat melihat perubahan wujud Thunder Fox.
Fox Bazooka adalah sistem yang telah Sean tanam sebelumnya. Selain menjadi bazooka, sistem ini juga dapat membuat Thunder Fox menjadi bagian dari Thunder Beast Robo nantinya.
“Jadi, kau memintaku untuk menembakanmu?” gumam Blue yang kemudian memegang handle dari bazooka itu.
‘Zzabb!’
“Astaga!” seru Thunder Blue yang kaget, karena tiba-tiba bazooka itu bergerak sendiri.
Meskipun telah menjadi bazooka, Thunder Fox masih memiliki kesadaran untuk mengontrol tubuhnya sendiri. Karena itu, dia juga bisa mengincar sendiri bagian mana dari Chujelaking yang ingin dia hancurkan. Blue yang tidak memahami itu berusaha mengarahkannya ke target lain. Namun, Fox Bazooka tak bergeming.
“Jadi, kau hanya membutuhkanku untuk setuju denganmu? Baiklah. Aku turuti keinginanmu sekarang. Tapi, kau harus mengikutiku jika prediksimu salah.” ujar Thunder Blue.
Kemudian, menuruti keinginan si rubah, Thunder Blue pun mengincar kaki Chujelaking. Sayangnya, Chujelaking yang terus bergerak cukup sulit untuk diincar. namun, bukan Thunder Blue namanya jika tidak bisa mengimbangi kecepatan tersebut.
__ADS_1
‘BHAMMM!’
Satu tembakan akhirnya berhasil diluncurkan menuju kaki alien tikus itu. Akankah tembakkan tadi benar-benar mengalahkannya?