
Diulang puluhan kalipun, perkataan Joanne tetap sulit dipercaya. Dalam hati dia merasa tidak ada salahnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya, tapi itu jika apa yang Joanne katakan adalah benar. Bagaimana kalau sebetulnya apa yang dimaksud Joanne tidak sama dengan apa yang Laura pikirkan tentang ‘dunia lain’? Bisa jadi Joanne akan semakin tidak percaya padanya.
“Apa yang bakal kamu lakuin kalau aku bilang iya?” Lauta balik bertanya.
“Ng… ini misalnya saja, loh.” tambahnya.
Joanne tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab. Ujarnya, “Aku akan menghalangimu untuk mengubah cerita asli dunia ini.”
Dengan jawaban itu, Laura paham bahwa konsep dunia lain yang mereka diskusikan sedari tadi adalah sama. Joanne tahu bahwa dunia ini adalah dunia yang ada di serial televisi. Joanne juga mungkin tahu cerita asli yang seharusnya berjalan di dunia ini.
“Kalau kamu tahu cerita aslinya, berarti kamu juga tahu kan nasibku di akhir kayak gimana?” suara Laura bergetar saat menanyakan hal itu.
Sesungguhnya dia tidak mau mendengar jawabannya, karena dia tidak mau membenci Joanne yang ingin membiarkannya mati. Laura takut merasa kecewa kepada pria yang diidolakannya seumur hidup.
“Aku tahu kau akan mati.” sahut Joanne.
Air mata mulai menetes di pipi kanan Laura. Membayangkan Joanne mengatakannya saja sudah membuat Laura sedih, sekarang Joanne benar-benar mengatakannya.
“Tapi, nantinya kita akan hidup lagi. Cerita akan kembali ke awal,… tidak. Lebih tepatnya kita akan hidup lagi sebagai bayi yang baru dilahirkan di dunia ini.” Joanne melanjutkan.
__ADS_1
Perkataan Joanne semakin membuat Laura bingung.
“Maksudnya gimana?”
Joanne berpikir sejenak. Menjelaskan sesuatu dengan kata-kata bukanlah keahlian Joanne. Bisa membuat lebih dari satu kalimat saja sudah merupakan keajaiban baginya.
Setelah beberapa menit berlalu, Joanne pun mulai menjelaskan lagi, “Kau tahu Kador, bukan?”
Laura mengangguk. Penggemar Super Rangers Thunder Saber tentu tahu Kador, bos musuh terakhir yang harus dikalahkan.
Rador sebagai pemimpin penyerangan hanyalah middle boss, yang artinya ada pimpinan yang lebih tinggi lagi. Dialah Kador, ayah dari Rador yang juga merupakan Kaisar dari Radolard.
Laura masih mencerna penjelasan Joanne. Tapi, kurang lebih dia sudah tidak terlalu bingung lagi.
“Bagaimana kamu tahu tentang semua itu? Kamu gak bohongin aku kan?”
Joanne menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak berbohong, karena aku juga bukan orang dari dunia ini dan sudah datang lebih dulu berpuluh-puluh tahun yang lalu. Aku sudah mengalami enam kehidupan sebagai Joanne sebelum ini.”
__ADS_1
Laura semakin sulit berkata-kata. Pengetahuan ini terlalu mendadak baginya.
Padahal semenjak datang ke sini dia sudah begitu senang bisa bertemu dengan Joanne yang dia idolakan. Lalu, dia juga begitu bersemangat dalam mengubah takdirnya. Tapi sekarang, semangatnya seakan ikut hilang bersamaan dengan tujuan akhirnya.
Selama terus berada di duni ini, dia tidak akan bisa kembali. Dia akan terus mengalami kematian secara berulang-ulang tanpa bisa pergi ke neraka apalagi surga. Jika begini, bukankah hidupnya sama saja atau lebih kejam dari siksa neraka?
“Aku tahu kau pasti kecewa bahwa aku bukan Joanne yang sebenarnya. Jadi, kau bisa berhenti mengejarku sekarang. Kau juga tidak perlu berpura-pura lagi di depan Rador. Jalanilah peranmu di sini sebagaimana mestinya.”
Setelah lama terdiam, Laura akhirnya berkata.
“Hah? Jadi, itu tujuanmu? Kamu ingin nolak aku, makanya ngarang cerita kayak gitu?”
Joanne sedikit kecewa, bukan pada Laura melainkan pada dirinya sendiri yang tidak bisa memilih kata-kata dengan baik.
“Ck. Sudahlah. Toh semua sudah terlanjur. Aku yakin salah satu orang dari Radolard sudah menyadari keanehan yang terjadi belakangan ini.”
Joanne mulai menyerah. Dia tidak peduli lagi jika usahanya untuk menjelaskan sebenar-benarnya gagal atau berhasil. Yang penting dia sudah mengatakannya.
“Aku sudah memberitahumu semua yang ku tahu. Sekarang kau berhati-hati saja. Aku yakin Kador ada hubungannya dengan pengulangan di dunia ini.”
__ADS_1