
Meskipun belum mencapai wujud yang sempurna, Thunder Phoenix masih mampu membuat Super Rangers kewalahan. Sebagai makhluk legenda yang seharusnya menjadi rekan bagi mereka, Super Rangers tidak ingin melukai Thunder Phoenix. Oleh sebab itu, kesulitan mereka bertambah dua kali lipat.
“Phoenix, apa kau bisa mendengarku?”
Thunder Yellow mencoba mengirimkan telepati pada Thunder Phoenix, namun entah kenapa sang finiks tak dapat mendengarnya. Padahal seharusnya Yellow dapat menembus alam pikiran siapapun yang dia mau.
“Kiiii!”
Pekikan itupun tidak terdengar seperti kata-kata bagi Yellow.
Mustahil bila alasannya adalah kemampuan Thunder Yellow menurun ataupun menghilang, karena gadis berseragam kuning itu masih dapat berkomunikasi dengan Thunder Fox maupun Thunder Beasts yang lain.
“Apa masih belum bisa?” tanya Thunder Green sembari menahan serangan piripiri di hadapannya. Perlu diakui, kekuatan pasukan Dabakiras bertambah begitu pesat dari sebelumnya. Bahkan lebih besar dibandingkan saat terakhir kali mereka bertemu tarung.
“Uwagh!” piripiri itu berhasil mendorong Thunder Green dan membuatnya terkepung.
Sialnya, pertarungan jarak dekat adalah kelemahan Green. Tak ayal sejumlah piripiri akhirnya mengeroyok Thunder Green yang tak sigap menghadapi mereka.
‘Duar! Duar!’
Thunder Red menembak gerombolan piripiri di sekitar Thunder Green dengan Fox Bazooka. Berkatnya, kini Thunder Green berhasil lepas dari keroyokan pasukan piripiri itu.
“Terima kasih, Red!” seru Thunder Green sambil membetulkan posturnya untuk kembali bersiap menyerang.
__ADS_1
Pertarungan pun menjadi semakin sengit. Thunder Phoenix masih terus menerjang para Super Rangers tanpa henti. Sementara itu, Super Rangers hanya bisa bertahan tanpa dapat balas menyerang.
“HAHAHAHA! Akhirnya tiba juga kemenangan kita!” gelak Dabakiras yang begitu senang dengan hasil pertarungan sementara.
Karena hasil ini pula, pasukan piripiri semakin bersemangat. Dengan membabi buta mereka membantu Thunder Phoenix dan Dabakiras untuk menyerang Super Rangers sekuat tenaga mereka.
“Sial! Apa tidak ada jalan selain menyerang Thunder Phoenix?” Thunder Yellow yang belum juga berhasil menembus alampikiran Thunder Phoenix mulai goyah.
Thunder Green yang mulai kehilangan kesabaran pun akhirnya mengeluarkan kemampuannya untuk melihat ke masa depan. Sedari tadi dia tidak mendapatkan celah sama sekali untuk melakukannya, sehingga kali ini dia terpaksa mengorbankan dirinya. Walau akhirnya nanti mungkin dia harus dikeroyok lagi.
“Green! Apa yang kau lakukan? Kenapa diam saja?” seru Yellow yang sama kesalnya.
Tanpa mempedulikan Yellow, Green terus berkonsentrasi. Dia sangat berharap akan mendapatkan pencerahan untuk memenangkan pertarungan ini.
‘Trang!’
“Hiyaah!” seru Blue yang kemudian mendorong pedang piripiri tersebut.
Dengan kecepatan geraknya, Thunder Blue kini seakan melindungi Thunder Green agar dapat berkonsentrasi. Dan berkatnya, pencerahan tersebut pun berhasil Green dapatkan.
“Rangers! Fokus pada tanduk Dabakiras!” seru Green kemudian.
Blue lah yang pertama mendengarkan dan melaksanakan saran dari Green tersebut. Dengan sekali lompat, dia telah berada di depan Dabakiras. Kemudian, diayunkan kedua Thunder Swords-nya pada tanduk tersebut.
__ADS_1
‘Duakh! Trang! Trang!’
Perlu serangan berkali-kali sebelum targetnya terkena. Dan saat libasan ke sekian kalinya, barulah Thunder Blue berhasil menebaskan Thunder Swordnya pada tanduk Dabakiras.
‘Traang!!’
“Aaaaagh! Tandukku!” rintih Dabakiras sambil memegangi kepalanya yang berdarah.
Dia mundur beberapa langkah dari hadapan Blue. Darah yang mengucur di kepalanya cukup deras hingga masuk ke dalam mata besarnya dan membuatnya semakin merintih.
Bersamaan dengan itu, Thunder Phoenix juga ikut mundur. Dia terbang menuju Dabakiras dan mengelilinginya.
“Tunggu! Kenapa terbangnya seperti itu?” tanya Yellow saat melihat Thunder Phoenix yang melayang di atas kepala Dabakiras dengan sayap terbuka yang tidak dikepakkan.
“Ya. Dia seperti dipaksa untuk berada di sana.” tanggap Red.
Green berkata, “Sepertinya ada yang tidak beres.”
Tidak beres yang Green maksud itu semakin kentara saat kemudian pasukan Dabakiras berkumpul mengelilingi Dabakiras. Lalu, mereka membawa kabur Dabakiras dan Thunder Phoenix dari medan tersebut. Sebagian piripiri berhasil ditumbangkan, namun sayangnya Dabakiras berhasil kabur bersama sisanya.
“Kita kejar mereka!” perintah Red yang kemudian ditahan oleh Blue.
“Tidak. Aku sendirian saja. Sebaiknya kalian urus area sekitar cangkang telur finiks. Cangkang itu harus segera dimusnahkan sebelum ada yang menjadi korban.”
__ADS_1
“Baiklah, Blue. Kau lah yang paling cepat di antara kita. Kami serahkan padamu.” kata Red kemudian.
Tanpa mengambil waktu lama lagi, Thunder Blue pun mengejar Dabakiras dan pasukannya. Tak dia sangka mereka begitu cepat kabur, sehingga perlu beberapa saat untuk Thunder Blue mengejar. Lalu, saat dia berhasil menemukan mereka, barulah Thunder Blue paham apa yang sebenarnya terjadi.