
Kemampuan Joanne dalam mendeteksi keberadaan seseorang tidak Laura ragukan lagi. Hanya saja, caranya dalam menerka selalu membuat Laura terkejut. Seperti yang baru saja pria itu lakukan.
Dalam dekapannya, seorang… seekor… (anggap saja seorang) alien berbadan besar dengan wujud setengah harimau tengah berusaha melepaskan diri. Dengan ukuran badannya yang jauh lebih besar dari Joanne, seharusnya alien tersebut dapat lepas dengan mudah. Namun, Joanne lebih unggul dalam pengalaman. Alien itu pun berhasil Joanne ikat dengan tali khusus buatan Sean dan tangannya yang terborgol juga semakin menyulitkannya untuk lepas.
“Heh, gak usah kasar-kasar, sih! Kita kan lagi butuh dia.” hardik Laura.
Joanne menyahut, “Tenang saja. Dia tidak selemah itu.”
Pria itu kemudian menembakkan sebuah benda yang mirip pistol ke udara. Dari pistol tersebut keluarlah peluru yang kemudian meledak dan membentuk sebuah dinding kasat mata di sekitar mereka.
Alien itu tidak mengerti apa yang sedang Joanne lakukan, namun merasa ini adalah kesempatan untuk melepaskan ikatan yang menjeratnya.
‘SRAT! CLANK!’
Dalam sekejap ikatan dan borgol pun terlepas. Kemudian, dengan ketidaktahuannya, harimau itu berlari menjauh dari mereka berdua.
‘Dukh!’
__ADS_1
Saat menabrak dinding tak kasat mata itu, barulah harimau itu sadar bahwa ada barrier di sekitarnya.
“Dengarkan kami dulu, Tigress! Aku tahu kita berada di pihak yang sama.” seru Joanne.
Tigress adalah nama asli Tiger Warrior. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. Karena itu, Tigress nampak kebingungan. Bagaimana orang Kaminaria di hadapannya tahu namanya?
“Apa mau kalian? Bagaimana kau tahu namaku?” tanya Tigress.
Joanne baru sadar bahwa seharusnya dia tidak memanggil Tiger Warrior dengan nama aslinya. Namun, dengan tenang Joanne dapat menjawab, “Kau harimau emas yang pernah menyelematkanku. Apa kau tidak ingat pernah bertemu denganku saat di Kaminaria?”
Itu hanyalah alasan yang dibuat-buat. Dalam cerita aslinya, di antara para Super Rangers, Brian lah yang pernah diselamatkan oleh Tigress. Tetapi, Joanne yakin Tigress tidak akan ingat semua orang yang pernah dia selamatkan. Apalagi tragedi yang melanda Kaminaria sudah terjadi cukup lama.
Joanne pun mengangguk dengan yakin.
“Aku sangat berterima kasih padamu waktu itu.” katanya.
Tigress merenung sambil menundukkan kepalanya. Balasnya, “Tapi, aku tetap gagal menyelamatkan planet kalian. Aku tidak pantas mendapatkan terima kasih.”
__ADS_1
Wajahnya menampakkan kekecewaan yang mendalam pada dirinya sendiri.
“Apa ada yang menyalahkanmu tentang kekalahan itu? Kamu sudah berjuang sekuat tenaga untuk membela Kaminaria dan planet-planet lain. Tentu ada saatnya berhasil dan ada saatnya gagal. Tapi, aku yakin orang-orang yang tahu perjuangan kamu pasti sangat berterima kasih padamu.”
Ini adalah kata-kata yang sangat ingin Laura sampaikan pada tokoh Tiger Warrior yang dia lihat di televisi. Beberapa kali Tiger Warrior selalu merasa terpuruk setiap kali gagal menyelamatkan orang lain. Padahal itu bukanlah kewajibannya.
“Kamu tidak akan mengerti…” gumam pria berwujud setengah harimau itu.
Laura adalah Luca Kasha. Wajar jika orang lain menganggap bahwa hidupnya terlalu santai untuk memahami perasaan seseorang yang pernah ditindas. Apalagi Luca Kasha adalah bagian dari orang-orang yang menindasnya.
“Kau hampir selalu mengikuti penyihir ini, apa kau yakin dengan ucapanmu?” Joanne bertanya.
Sekali lagi Tigress dibuat terkejut oleh Joanne.
“Aku… aku tidak mengikutinya! Aku hanya penasaran kenapa penyihir muda terkuat di Radolard berusaha menghancurkan pihaknya sendiri. Karena itu, aku mencari tahu…”
“dan membantuku? Buku itu… kamu yang membantuku membuatkannya kan?” Laura memotong dan melanjutkan ucapan Tigress.
__ADS_1
Merasa ketahuan, Tigress pun merasa malu. Dia tidak menyangka pergerakannya di markas Radolard bisa ketahuan.
“Tigress, tolong percayalah pada kami. Bekerja samalah dengan Super Rangers!” bujuk Laura.