
Sebagai orang yang sangat berdedikasi dan selalu menepati janjinya, aku pun melanjutkan investigasiku terhadap Kador. Ku perhatikan dan ku ingat-ingat seluruh tempat dia pergi dan gerak-geriknya. Semua ini tidak lain demi dapat berkencan dengan Joanne.
Yah… walau sebetulnya dia bukan Joanne yang asli. Tetapi, setidaknya secara fisik 100% mirip. Dia juga pandai berakting sebagai Joanne, karena katanya dia juga berkali-kali mengulang perannya sebagai Joanne di dunia ini. Jadi, tidak ada ruginya bukan?
Yang terpenting sekarang, aku lakukan saja yang aku bisa.
“Seandainya saja aku sudah bisa menggunakannya.”
Terdengar gumaman Kador setelah dia mengusir seluruh bawahannya dari hadapannya. Tidak usah ditebak pun siapapun akan tahu bahwa Kador sedang marah besar.
Pria tua itu lalu berdiri dan melangkahkan kakinya ke sudut ruangan. Dia pegang salah satu patung kecil berbentuk ular yang terpajang di sana. Kemudian, tiba-tiba tembok bergeser dan dari sana terbukalah sebuah ruangan rahasia.
Aku pernah melihatnya di serial televisi aslinya dan dulu sempat menebak lokasi ruang rahasia ini saat melihat-lihat sekeliling kapal. Namun, sepertinya hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membukanya, karena saat itu aku tidak bisa. Yang lebih membingungkan adalah, karena sebelum ini aku tidak pernah melihat Kador membuka pintu ini sebelumnya. Apa karena sekarang dia sudah terpojok, makanya membuka pintu itu?
Ruangan yang baru terbuka itu adalah ruang di mana Kador menyimpan Thunder Stone terkuat yang pernah ada, Dark Thunder Stone.
Namanya juga sarang musuh, nama senjatanya juga pasti sok jahat. Dulu aku pikir nama yang ada kata ‘dark’-nya itu keren, tapi sekarang rasanya aku kurang sreg. Apa tidak ada nama lain yg lebih kreatif?
Misalnya, karena ukuran dari Thunder Stone itu cukup besar, sebut saja Gigantic Thunder Stone. Atau karena warnanya agak kehijauan, bisa juga disebut Gigantic Zamrud. Pokoknya semacam itulah.
__ADS_1
Dan lagi, batu yang kira-kira ukurannya sepuluh kali badanku itu kan sebuah ‘Thunder Stone’ yang notabene berasal dari Planet Kaminaria. Kenapa pula harus disebut ‘dark’? Menurutku itu agak aneh, karena Kaminaria adalah planet asal Super Rangers. Jadi, seharusnya sama sekali tidak ada unsur kejahatan di sana.
Tapi daripada memikirkan itu, agaknya masih ada hal yang harus aku fokuskan.
“Apa kau tidak bisa memberikan kekuatanmu yang sesungguhnya sekarang?” tanya Kador entah pada siapa.
Kemudian, batu itu mengedipkan cahayanya, seolah-olah dia terbangun oleh suara Kador.
“Kali ini kau kembali gagal. Aku tidak bisa.”
Kalau aku masih punya jantung, mungkin jantungku itu sudah lepas dari wadahnya. Seperti itulah rasa kagetku saat mendengar jawaban dari Dark Thunder Stone.
Pasalnya, tidak satu episode pun memperlihatkan Thunder Stone berbicara maupun batu itu yang tengah mengobrol dengan Kador seperti sekarang. Sungguh aku tidak tahu kalau batu juga bisa berbicara.
“Perempuan itu… entah di mana mayatnya sekarang. Gara-gara kematiannya, usahaku selama puluhan kehidupan menjadi sia-sia!”
Gerutuan Kador membuatku berpikir bahwa dia sedang membicarakanku. Tapi, usaha ratusan tahun apa yang dia maksud? Apa yang selama ini Kador lakukan? Dan lagi, puluhan kehidupan?
“Kesempatanmu tinggal satu kali lagi. Bila berikutnya pun gagal, aku tidak dapat membantumu lagi. Tubuhku akan segera hancur.” kata batu itu lagi.
__ADS_1
Ternyata benar kata orang. Semakin pintar seseorang, semakin banyak pula yang tidak diketahui.
…
“Jadi, maksudmu Dark Thunder Stone itu hidup?”
Aku menganggukkan kepalaku pada pertanyaan Joanne.
Sekarang, aku sudah kembali ke markas Super Rangers. Aku juga sudah melaporkan hasil investigasi yang dia minta.
“Udah gitu, kayaknya Kador ada rencana tersembunyi buatku, deh. Soalnya, sekarang dia lagi nyari mayatku.” aku menjelaskan.
Mataku tertuju pada jasad Luca Kasha yang terbujur kaku di dalam peti mati yang terbuat dari kayu. Jasad itu masih di sana sampai sekarang.
“Ternyata benar dugaan Tiger Warrior selama ini.”
Aku mengerutkan dahi saat mendengar gumaman Joanne tadi.
Sebelumnya Joanne pernah memberitahuku bahwa di beberapa kehidupannya Kador menggunakan tubuhku untuk membalas dendam satu tahun setelah cerita utamanya tamat. Jadi, hingga saatnya nanti, jasad Luca tetap tersimpan di markas Super Rangers yang sulit dilacak oleh Radolard. Tapi, sepertinya ada hal yang lebih penting yang belum dia ceritakan.
__ADS_1
“Kador membutuhkan kekuatan sihirmu.” ujar Joanne kemudian.