Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
The Mommy's Boy


__ADS_3

Wanita paruh baya yang ada di hadapan Laura dan Sador saat ini adalah Oktasia, Ratu ke-2 dari Radolard yang dikenal sebagai ratu penguasa samudera. Seluruh tubuhnya penuh dengan sisik berwarna kuning, lalu di kepanya terdapat helaian-helaian rambut yang lebih mirip dengan tentakel.


Laura akui, wajah Oktasia yang nyata nampak lebih cantik dibandingkan topeng yang digunakan di versi drama televisi. Tapi, mau secantik apapun, aura menyeramkan yang terasa di sekeliling wanita itu tetap membuat bulu kuduk Laura merinding.


“Sudah lama kita tidak bertemu. Aku harap kau tetap mau memanggilku dengan sebutan nenek seperti saat kau kecil dulu.” kata Oktasia pada Laura.


Karena di cerita aslinya tidak diberikan dengan detail hubungan Luca Kasha dan Oktasia, Laura kurang tahu sebetulnya sedekat apa keduanya. Laura cuma tahu bahwa putera Oktasia jatuh cinta pada Luca sejak kecil. Dengan kata lain, Kador adalah seorang pedobear.


“Mommy, sekarang Luca sudah dewasa dan akan menjadi tunanganku. Bukankah seharusnya dia memanggilmu dengan Mommy, sama sepertiku?”


Eww! Membayangkannya saja Laura sudah jijik.


“Hmm… begini, saya baru selesai mengerjakan tugas dari Paman Rador. Jadi, Yang Mulia Ratu, Paman Sador, tolong izinkan saya untuk sejenak beristirahat.” ucap Laura dengan ekspresi memelas. Dia tidak yakin akan dibiarkan pergi, tapi dia pikir tidak ada salahnya mencoba.


“Alamak… sepertinya pangeran pertama telah memperlakukanmu dengan buruk. Kau sampai dibuat lelah begini.” lanjutnya, “Bagaimana kalau aku bilang pada Yang Mulia Kaisar untuk memindahkanmu? Aku yakin kau akan jauh lebih baik bila bekerja bersama pangeran ke-tiga.”

__ADS_1


Mengatakan hal sensitif seperti itupun Oktasia dengan berani-beraninya tidak berbisik. Wanita itu selalu mengungkapkan pendapatnya secara terang-terangan. Jika posisinya bukan seorang ratu, jelas itu adalah hal yang mustahil. Tapi, Oktasia bukanlah sekedar ratu yang berperan sebagai penghias kaisar. Dia memiliki kekuatan dan pengaruh yang kurang lebih sama dengan pangeran pertama. Bahkan pengaruh Ratu Pertama tidak sebanding dengannya.


“Terima kasih atas tawaran dari Ratu, tapi saya minta maaf, karena harus menolaknya. Masih ada tugas besar yang harus saya selesaikan di tempat ini.” jawab Laura mencoba sopan.


Begitu Laura mengatakan alasannya, wajah Oktasia nampak kecewa. Padahal dia ingin segera mendekatkan puteranya dengan gadis itu. Pikirnya, jika Sador berhasil meluluhkan Luca Kasha, pondasi Sador akan semakin kuat di area politik. Dengan demikian, maka akan lebih mudah baginya untuk menyingkirkan Rador dari posisi putera mahkota.


Masalah perjodohan ini sebetulnya juga sudah pernah dia bicarakan dengan suaminya, walau Oktasia tidak mendapatkan reaksi yang dia inginkan. Bukan berarti Kador marah dengan ide itu. Kador hanya diam dan tidak meresponnya dengan kata-kata. Karena itu, Oktasia beranggapan bahwa masih ada kesempatan untuknya untuk menjodohkan puteranya dan Luca.


“Yah, sudahlah. Toh perjodohan ini tidak perlu diburu-buru.” kata Oktasia kemudian.


“Puteraku, kita masih ada waktu beberapa bulan di sini untuk liburan. Kau bisa memanfaatkannya untuk berkencan atau sekedar ngobrol dengan Luca. Setelah itu, Mommy yakin dia akan segera mencintaimu.”


Kata-kata Oktasia benar-benar membuat Laura ingin muntah. Saking jijiknya, dia sampai menutup mulut dan hidungnya. Laura tak menyangka Oktasia memiliki rasa percaya diri sebesar ini.


Beda lagi reaksi dari Sador. Seakan mendapatkan ide cemerlang, wajahnya begitu berseri-seri, membuat Laura merasakan firasat buruk.

__ADS_1


.


.


.


Beberapa menit setelah perbincangan dengan pasangan ibu dan anak paling kompak sejagad raya itu, akhirnya Laura dibiarkan untuk beristirahat di kamarnya. Namun, dalam istirahatnya pun dia tetap tidak tenang mengingat bagaimana Sador dan Oktasia yang begitu terobsesi dengannya.


Diingat-ingatnya kembali drama Super Rangers Thunder Saber pada episode saat Sador dan Ibunya datang.


“Timeline-nya sih, bener sekarang. Sekitar episode 15-an, pas Rador marah besar ke Dabakiras dan Gondazel. Terus, habis ini dia pasti turunin alien yang jago perang di lautan. Wait… AAAAAAA!! Ada satu karakter yang kelupaan!”


Seperti sebuah tradisi dalam serial Super Rangers, kedatangan musuh baru selalu diikuti dengan kedatangan teman baru seperti ranger tambahan yang akan membantu Super Rangers. Tetapi, Laura menyadari bahwa karakter teman itu seharusnya datang sebelum musuh baru ikut datang.


“AAAaaa salahku banget ini sok ngubah cerita segala. Kalau Tiger Warrior gak jadi nongol gimanaaa??” isak Laura dari balik bantal.

__ADS_1


__ADS_2