Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
Tipu Daya Duyung Part 2


__ADS_3

Pencarian Wendy berjalan cukup alot. Laura yang hanya sendirian tidak mampu menemukan gadis remaja itu dengan cepat. Tapi, setidaknya dia punya clue tentang keberadaan mereka.


Musuh Super Rangers kali ini adalah seorang alien berwujud makhluk setengah ikan. Jadi, dia pasti tidak akan berada terlalu jauh dari tempat berair. Karena itu, Laura terus fokus untuk mencari keberadaan Wendy di tempat yang banyak airnya, seperti sungai, air mancur, dan laut.


“Haah hah… kok gak nemu-nemu, ya?”


Laura, karena sedang menyamar, mencari jejak mereka dengan berlari. Karenanya, dia merasa sangat kelelahan. Keringat demi keringat menetes di dahi dan lehernya. Sialnya lagi, dia memakai pakaian hitam, sehingga rasanya semakin panas.


Di saat seperti ini, Laura sangat mengharapkan kehadiran ojek online yang bisa diminta ke mana-mana untuk menemaninya. Sayangnya, di dunia ini hanya ada taksi argo dan kendaraan-kendaraan lain yang kurang fleksibel.


“Hm? Itu kan…”


Laura melihat beberapa sosok alien yang dia kenal. Dan karena tidak mau keberadaannya diketahui alien-alien itu, dia pun bersembunyi di balik tembok.


“Kerjamu cukup bagus. Aku yakin dengan ini Luca pasti akan terpesona denganku, karena memiliki anak buah sehebat kau. Hahahaha!”

__ADS_1


Terdengar suara Sador yang tengah mengobrol dengan seseorang. Dari tampak belakangnya, Laura yakin bahwa seseorang itu bukan dari pasukan piripiri. Rambut merahnya juga terurai tanpa helm seperti yang menjadi ciri khas kroco-kroco itu.


“Apa itu yang nyulik Wendy? Tapi, Wendy-nya mana?” pikir Laura dalam hati.


Matanya melirik ke sekitar Sador dan yang lainnya berdiri, tetapi tak satupun tanda-tanda kehadiran Wendy. Ini membuat Laura khawatir, karena jika mereka sudah tidak bersama Wendy, artinya situasi ini sudah semakin gawat.


“Tenang saja, Yang Mulia. Aku adalah bawahanmu yang tidak pernah kalah sebelumnya. Selain itu, aku sangat senang menerima tugas ini dari Anda. Karena artinya, aku bisa mencicipi mangsa yang cukup terkenal di antara bangsaku.” kata alien berambut merah. Dia terdengar begitu percaya diri.


“Hahahaha! Kau memang pasukan Ibuku yang paling bengis, Sarenos. Aku sangat mengharapkan keberhasilanmu. Tapi,…”


“Jika kau melakukan sedikit kesalahan, itu akan menjadi kekalahan pertama dan terakhirnya.” lanjut Sador mengancam.


Sarenos terkesiap seketika, lalu menjawab, “Baik, Yang Mulia. Akan saya selesaikan dengan baik.”


.

__ADS_1


.


.


Laura ikuti ke manapun Sarenos pergi untuk mencari tahu di mana Wendy berada saat ini. Tidak ada cara selain ini yang bisa Laura lakukan. Ini adalah bahaya yang harus dilewatinya untuk membayar kesalahan yang dia perbuat sendiri.


Lalu, sampailah Laura di sebuah rumah pantai yang cukup bobrok. Cukup luas, namun segala furnitur yang berada di dalamnya sudah tidak layak pakai.


“Njir, ga bisa masuk pula!” umpat Laura begitu menemukan beberapa artefak milik penyihir di sekitar rumah pantai. Jika sengaja maupun tidak sengaja seseorang melewati alat-alat tersebut, sebuah jebakan akan tiba-tiba mengincar seseorang tersebut. Laura tahu akan hal itu, karena di episot ini Brian lah yang terkena jebakan tersebut.


‘Sssrrrssss’


Sesuatu yang tidak Laura duga pun terjadi. Tiba-tiba, tanpa dia melakukan apapun, alat-alat sihir itu lenyap dengan sendirinya satu per satu.


“Lho, kok hilang?” batinnya.

__ADS_1


Ditengoknya ke sana ke mari, tetapi tak satu orang pun yang nampak di sekitarnya. Kira-kira siapa ya, yang membantu Laura di episode ini?


__ADS_2