Villainess X Fangirl

Villainess X Fangirl
Tujuan Sang Harimau


__ADS_3

Dari lubuk hati terdalamnya, Laura sama sekali tidak ingin menyerah. Dia berharap masih ada cara untuknya hidup lebih lama. Tetapi, saat ini tak ada satupun ide yang terlintas di kepalanya.


Untuk sementara waktu, Laura hanya akan bersemedi di kamarnya. Mungkin membaca buku sihir milik Luca akan memberikannya wangsit yang berguna.


“Gila ini anak katanya mageran, tapi buku bacaannya berat semua. Sihirnya juga macem-macem. Jangan-jangan aslinya Luca Kasha tuh OP banget.” gumam Laura saat menelisik rak buku yang ada di kamarnya. (OP = Over Power)


Semenjak datang ke dunia ini, baru kali ini dia benar-benar memperhatikan isi kamar Luca. Selama ini Laura terlalu fokus dengan perkembangan cerita yang telah dia ubah sampai-sampai tidak menyadari ada banyak harta karun di kamarnya.


“Sihir buat bangkitin monster ternyata bisa dipake ke siapa aja toh. Ebuset! Bisa bikin manusia bangkit dari kubur juga! Anjir… sihir begini kok gak dilarang, ya?”


Begitu selesai satu buku, Laura ambil buku yang lainnya. Begitu seterusnya hingga tanpa sadar Bumi telah berotasi sebanyak satu kali.


Untungnya, tidak seperti saat sebelum mati dulu, di dunia ini Laura adalah seorang tuan putri yang terurus. Ada pelayan yang selalu mengingatkannya untuk makan dan beristirahat.


“Nona, sarapan sudah siap.” ujar pelayan yang masih berdiri di luar pintu.


“Masuklah!” sahut Laura tanpa membukakan pintu. Dia masih terlalu asik dengan buku sihirnya.

__ADS_1


Pelayan itupun masuk dan menaruh makanan yang dia bawa ke atas meja. Tak lama setelahnya, terdengar suara pintu yang ditutup pelan-pelan. Baru kemudian, Laura mengalihkan perhatiannya dari buku di tangannya untuk makan dan…


“Lah, kok Tiger Warrior di sini!?” seru Laura saat melihat sesosok makhluk berkepala harimau tengah berdiri di sebelah meja makannya.


Untuk memastikan bahwa matanya tidak salah lihat, Laura mengucek matanya. Kurang yakin dengan itu, Laura juga mencubit pahanya. Tapi, dia baru benar-benar yakin saat menemukan satu setel seragam piripiri untuk pelayan yang tergeletak di lantai. Rupanya Tiger Warrior telah menyamar menjadi piripiri untuk masuk ke dalam teritorinya.


“Maafkan aku, karena harus bertemu dengan cara seperti ini.” ucap sang harimau.


Laura mendekat pada Tiger Warrior dan berkata, “Gak sopan banget. Masa ke kamar cewek kayak gini caranya.”


“Lagi pula, ngapain kamu? Bukankah harusnya kamu lagi bareng Super Rangers?” lanjutnya bertanya.


Laura mengerutkan dahinya, bingung dengan jawaban sang harimau.


“Menjagaku?” tanya Laura.


Rasa-rasanya hal itu terlalu aneh. Di cerita asli sama sekali tidak disebutkan seperti itu. Adegan yang memperlihatkan Luca Kasha dan Tiger Warrior dalam satu layar juga sangat jarang. Kalaupun ada, paling-paling keduanya tengah baku hantam. Jadi, sama sekali tidak ada indikasi bahwa Tiger Warrior sedang menjaga Luca Kasha.

__ADS_1


“Ayahmu, Pangeran Jador yang memintaku untuk melindungimu.”


Laura semakin bingung dengan penjelasan Tiger Warrior.


“Ayahku? Buat apa? Kok kalian bisa kenal?” tanyanya lagi.


“Eh, bentar. Kayaknya bakal panjang. Duduk dulu gih!” Laura mempersilakan.


Dia duduk lebih dahulu dan disusul oleh Tiger Warrior yang duduk di hadapannya.


“Aku bertemu beliau saat usiamu baru dua tahun. Aku berhutang nyawa pada Ayahmu dan berjanji akan melakukan satu hal yang diinginkannya selain memihak Radolard. Dan beliau meminta agar aku melindungimu dari kakekmua, Kaisar Kador.” jelas harimau berbulu emas itu.


Tidak ingin memotong penjelasan Tiger Warrior, Laura terus mendengarkannya dengan serius.


“Waktu itu Pangeran Jador berfirasat Kaisar Kador tengah merencanakan sesuatu yang tidak baik yang melibatkanmu. Menurut Pangeran Jador, Kaisar juga memiliki gelagat yang aneh. Apa kau tidak merasa aneh juga? Padahal Pangeran Jador telah menikah dengan rakyat biasa dari Planet Kaminaria, planet jajahan Radolard yang dinilai rendah sampai akhirnya dihancurkan, tapi Kador tidak mengusirnya supaya kau tetap mendapatkan perawatan terbaik. Bahkan Kaisar memberikan guru terbaik yang ada di Radolard untuk mendidikmu.”


Seketika Laura membelalakkan matanya. Kalau dipikir-pikir setting keluarga Luca Kasha memang cukup aneh. Karena cerita aslinya lebih menunjukkan sisi Super Rangers daripada pihak Radolard, hal itu tidak pernah terlintas di kepalanya.

__ADS_1


“Belakangan Kador semakin gencar mengawasimu. Tidak cuma memerintahkan Rador, dia juga mendatangkan Oktasia. Yah… walau Oktasia sebetulnya juga ingin mendekatkanmu dengan anaknya.”


Jika cerita Tiger Warrior memang benar, Laura yakin masih ada hal yang Kador sembunyikan. Entah apapun itu, sudah pasti bukan hal yang baik.


__ADS_2