Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
14.Cemburu


__ADS_3

Senin pagi..mobil Bram sedang berbaur dengan mobil-mobil yang memadati Jl Jendral Sudirman


Bram pagi ini ingin menemui seseorang yang berencana bekerja sama di usaha dia yang baru akan dia rintis


Mobil Bram memasuki komplek perkantoran WTC di daerah Karet..Sudirman


Setelah memarkirkan mobilnya di lot parkir khusus tamu..dia lalu berjalan menuju ke loby gedung WTC 2.


Selagi berjalan..handphone nya bergetar..ada notif pesan WA masuk


Bram tersenyum..karena Aisyah mengirim WA


"Mas Bram..mas kalau pengen nelpon Aisyah..nanti siang ajah yaaah.."


"Kenapa memangnya?"


Bram mengerenyitkan alisnya..karena Aisyah tidak langsung membalas WA nya


"Syaaah...kok gak dijawab" kirim Bram


Bram heran..pesan terakhirnya cuma centang 2 hitam..belum dibaca oleh Aisyah


"Mungkin lagi sibuk kali" batin Bram sambil memasukan handphone nya kedalam sakunya


Setelah menukarkan KTP nya dengan kartu Visitor di loby WTC 2..Bram lalu menuju selasar lift..untuk menuju ke lantai 5..tempat kantor P.E Island Holding berada


Setibanya di lantai 5..Bram lalu menuju ke meja reseptionis


"Pagi mbak..bisa ketemu dengan Mr Stewart Macmillan?" sapa Bram kepada receptionis


"Pagi pak..bapak sudah janji sebelumnya?" tanya receptionis


"Sudah mbak.." jawab Bram


"Baik pak..silahkan bapak tunggu dulu.."


Bram lalu menuju ke sofa di loby dan menunggu dia disana


Tak lama..seorang receptionis menghampiri dirinya..


"Mari pak..ikut saya" ajak receptionis


"Baik mbak"


Bram lalu mengikuti receptionis itu untuk masuk ke dalam kantor


"Bapak silahkan tunggu disini.." katanya kepada Bram di sebuah ruang metting


"Baik mbak..terima kasih"


Bram lalu menuju ke meja ruang metting.


Setelah menaruh tas nya di meja..Bram lalu duduk di kursi menunggu


Tak lama kemudian..pintu ruang metting terbuka..masuklah seorang expatriat


"Hallo Braaam..how are you.." sapanya kepada Bram sambil menjabat tangan Bram


"Fine Stew..thanks.." balas Bram


"Please.." pinta Stewart mempersilahkan Bram untuk duduk


Lalu Bram mulai melakukan pembicaraan dengan Stewart mengenai proposal yang akan dia ajukan


_______________


Sekitar jam 11 siang..Bram baru turun ke loby WTC 2..kalau dilihat dari roman muka Bram..sepertinya proposalnya diterima oleh P.E Island Holding


Setelah menukarkan KTP nya..Bram lalu segera menuju ke luar loby


Bram lihat jam nya sudah menujukan jam 11..dia segera mengambil handphone nya


Dia ingin menelpon Aisyah yang sedang berada di Singapura


Tapi..belum juga dia menelpon Aisyah..ada pesan WA dari mamahnya masuk..ternyata mamahnya mengirimkan beberapa foto kegiatan dirinya selagi di Singapura


Bram terseyum melihat foto Aisyah yang sedang makan malam bersama orangtuanya di salah satu restoran


"Lagi makan dimana tuh mah?"


"Di Marina Bay Bram"


"Aisyah lagi dimana sekarang mah?"


"Lagi pergi sama papah ke Tanglin.."


"Mamah sekarang dimana? Di hotel?"


"Iya.."


Bram kembali melihat foto-foto yang dikirimkan mamah nya


Hingga dia nampak memperhatikan salah satu foto..dimana mamah nya nampak foto bersama seorang pemuda yang kira-kira seumuran dengan dirinya


"Ini siapa mah?" tanya Bram sambil mem-forward foto ke mamah nya


Bram yang lagi berjalan menuju ke tempat parkir..dia melihat ada gerai Hollycow di komplek perkantoran WTC..dia lalu memasuki gerai Hollycow


"Selamat siaaang...buat berapa orang?" sapa salah satu pegawai Hollycow yang menunggu pengunjung di pintu masuk


"Siang..buat 1 orang" jawab Bram


Lalu dia mengikuti pegawai tersebut menuju meja yang kosong


"Silahkan pak.."


Lalu Bram duduk dan mulai melihat-lihat menu yang ada


"Hmmm..saya pesan..Wagyu Tenderloin 1..sausnya blackpepper ya mbak..sama Heineken 1 yaaah..." kata Bram


"Daging nya bapak mau ketingkatan matangnya?"


"Welldone.." kata Bram


"Baik Silahkan ditunggu.." kata pegawai tersebut sambil mengambil menu dari tangan Bram


Bram lalu melihat handphone nya..mamah nya telah membalas WA nya


"Si Novian Bram..anak nya pak Handoko.."


"Mosok kamu lupa sih?"


"Novian?..pak Handoko?..siapa sih mereka mah?"


"Bram lupa"


"Pak Handoko..Finance Director dikantor papah..dia ikut ke Singapura sama Dini..sekretaris papah"


"Kok ada si Novian segala?"


"Kebetulan Novian kuliah di sini Bram..tinggal nunggu wisuda"


Bram lalu mengingat-ingat..kayaknya dia kenal dengan Novian..


Bram lalu membuka Facebook nya dan mencari Novian di list teman nya


"Ini nih kayaknya" kata Bram setelah menemukan nama Novian Prasetya Handoko di list pertemanannya


Bram lalu searching di beranda Facebook Novian..dan dia melihat ada foto Novian yang baru di upload ke beranda nya..foto yang membuat Bram perasaan nya tidak karuan


Di foto itu..tampak Novian selfie bersama Aisyah di rooftop Marina Bay


Bram lalu menaruh handphone di meja..perasaan nya campur aduk setelah melihat foto itu


Tak lama..pesanan steak nya datang


"Silahkan pak.." kata pegawai Hollycow setelah menyajikan steak di meja Bram


"Iya mbak..terimakasih" jawab Bram


Bram tidak langsung memakan steak nya yang sudah ada di meja.


Pikirannya masih tertuju ke foto Novian yang baru dia upload di Facebooknya


Bram lalu mengambil handphone nya kembali dan menghubungi Aisyah melalui videocall


Tak lama kemudian muncul gambar Aisyah seperti berada di sebuah retoran


"Assalamuallaikum maaaasss.." sapa Aisyah sambil tersenyum yang melambaikan tangannya


"Waalaikumsallam..kamu lagi ngapain Syaah?" tanya Bram


"Lagi makan siang mas..sama bapak..sama pak Handoko dan mbak Dini..eh..mas Bram.." Kata Aisyah..seperti menjawab pertanyaan dari seseorang disampingnya


Lalu gambar di handphone Bram bergerak..seperti handphone Aisyah berpindah tangan


"Halo Braaaaam...apa kabar luuu?"


Ternyat Novian yang memegang handphone Aisyah


"Eh..baik..ngapain luh ada disitu?" tanya Bram


"Gua lagi nemenin Aisyah makan siang Bram..mumpung lagi libur..lu kenapa nggak kemari sih Bram?" tanya Novian sambil tersenyum ceria


Bram tidak menjawab..dia taruh handphone nya dimeja.


Novian yang di sambungan videocall memanggil dirinya..dia pun tidak menggubrisnya.


Bram lalu mulai memakan steak nya yang mulai agak dingin.


Dia mendengar Aisyah memanggil dirinya di sambungan videocall..tak lama kemudian..sambungan terputus


Bram yang lagi menikmati steak nya..mendengar notif WA masuk beberapa kali..

__ADS_1


Lalu dengan malas..dia ambil handphone nya..ternyata Aisyah mengirim WA


"Mas Bram kenapa?"


"Mas Marah yaah?"


"Mas cemburu yaaah?" tanya Aisyah disertai emoji 😁😁😁😁


Bram hanya tersenyum melihat isi WA Aisyah


"Apa sih?" balas Bram sambil memakan kembali steak nya


"Iyaa..berarti mas cemburu sama Aisyah"


"Diiih..gaje kamu Syaaah.."


"Gaje apaan sih artinya mas?"


Bram makin tersenyum geli


"GAK JELAAAAAAS!!.."


Sengaja Bram membalas dengan huruf kapital


"Wkwkwkwkwk.."


"Ntar sambung lagi ya mas..Bapak kayaknya sudah selesai tuh.."


"Dadaaaa maaas..." disambung dengan emoji 😘😘😘


Bram hanya membaca pesan terakhir yang Aisyah kirim sambil tersenyum


Setelah selesai santap siang..Bram lalu menuju ke mobilnya


Setelah didalam mobil..Bram tidak langsung menjalankan mobil..dia diam berpikir..dia kenapa bisa mempunyai rasa cemburu kepada Aisyah?


Sedangkan Aisyah bukan siapa-siapa dirinya..apakah ini yang dinamakan perasaan cinta?


Apakah benih-benih cinta mulai tumbuh antara dia dan Aisyah?


Dia tidak bisa menyembunyikan perasaan kangen dan cemburu dihadapan Aisyah


"Gua kenapa sih?..kok gua bisa cemburu sama Novian yaah?"


Bram tersenyum..dimatanya terbayang wajah Aisyah yang tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya ke arah dirinya.


"Iiiish...apaan sih lu Bram" tepis nya sambil berusaha membuang wajah Aisyah yang terbayang-bayang dimata nya..tapi..semakin dia berusaha melupakan wajah Aisyah..wajah Aisyah makin nyata di pelupuk matanya..


"Aisyaaah...apa yang sudah kamu lakuin ke mas?" kata Bram lirih sambil menyenderkan kepalanya


Sampai ada terbersit di hati nya..perasaan menyesal..karena tidak ikut Aisyah dan kedua orangtua nya pergi ke Singapura


Disela lamunan nya..tiba-tiba handphone Bram bergetar


Ada panggilan telepon masuk dengan nomor Singapura +60 125xxx


"Hallo..Bram speaking..who is this?


oh..elu Yan..da paan?" tanya Bram


Ternyata Novian menelponnya..Bram lalu mendengarkan omongan Novian di handphone nya


Tak lama senyuman tersungging di bibirnya


"Okee..okee..hahaha..sorry yaah men..that's be oke men hahahaha...oke..that's be oke..hahaha..gua titip Aisyah yaak..oke..bye Yan.." kata Bram sambil mematikan sambungan telponnya


Tak berapa lama..handphone nya bergetar lagi


"Tyo.." kata Bram setelah melihat layar handphone nya.


"Halo Yo...ada paan?...hah??..lu mau maen ke rumah? Yaaah...sekarang gua lagi diluar nih..gimana kalo ketemuan di mana gituh?...posisi lu ada dimana?..oh..gimana kalo kita ketemuan di Grand Indonesia ajah?..okeeh?..ya udah..nanti kabar kabarin yaah..siapa duluan yang nyampe..oke Yo..bye.."


Setelah mematikan handphone nya..Bram lalu segera melajukan mobilnya untuk keluar dari komplek WTC guna bertemu Tyo di Grand Indonesia


_______________


Tampak disuatu restoran di Grand Indonesia..Bram sedang berbicara dengan Tyo


"Lu kemaren kenapa balik duluan sih Bram??" tanya Tyo


"Sorry ya Yo..kemaren Lidya bikin mood gua hilang.." jawab Bram


"Lidya?..cewek lu?" tanya Tyo


"Dia dah bukan cewek gua lagi Yo..gua sudah putus sama dia.."


"Seriusan lu?" tanya Tyo kaget


Bram menganggukan kepalanya


"Kenapa dia Bram?" tanya Tyo


"Nggak kenapa-napa sih..cuman gua males ajah ngeliat dia.."


Bram tersenyum hambar


"Lidya nyekokin Aisyah sampai mabuk Yo.."


"Buseeet..tega amat tuh bocah.."


Bram hanya mengangkat bahunya lalu dia meminum minuman pesanannya


"Lu apain tuh bocah?"


"Gua damprat Yo.." jawab Bram


"Aisyahnya langsung lu ajak balik?"


Bram menganggukan kepalanya


"Lu kagak makan Bram?" tanya Tyo yang sedang menikmati makan siangnya


"Kagak..tadi gua sudah makan di WTC" jawab Bram


"Bram..sorry nih..gua bukannya mau ikut campur urusan lu sama Lidya yaah..gua pernah denger rumor yang nggak enak soal Lidya..ditambah gua juga pernah ketemu sama dia"


"Rumor apaan Yo?" tanya Bram


"Kalau Lidya tuh perempuan nggak bener..sorry ya Bram.." kata Tyo


Bram hanya menganggukan kepalanya


"Pernah gua ngajak klien kantor gua minum di Hotel Mulia Bram..tau-tau..dia didalam sudah ditunggu oleh seorang cewek Bram..tapi gua kayak kenal sama tuh cewek..dia juga ngenalin gua..lu tahu nggak?..siapa dia Bram?" tanya Tyo


Bram menggelengkan kepalanya


"Lidya Bram.." kata Tyo


Bram hanya tersenyum dingin


"Kok lu bisa tahu kalau itu Lidya Yo?"


"Dia yang ngenalin diri ke gua..pas gua tanya dulu waktu SMA nya sekolah dimana?..passs..satu sekolahan sama kita..pas gua bilang gua anak FISIKA..dia rada kaget Bram..terus gua tanya dia anak mana..dia jawab anak BIO..pas dia ngomong begitu..langsung gua keingetan ama omongan lu yang katanya elu punya cewek anak BIO juga.." kata Tyo sambil meminum orange juice nya


"Dulu lu nggak sempet ngenalin gua ke Lidya kan?" tanya Tyo


Bram menggeleng


"Pantesss..kalo dia tahu gua sebangku ama lu dulu..dia mungkin jaim didepan gua Bram"


"Kenapa memangnya Yo?" tanya Btam


"Agresif abis Bram ama klien gua..gua ajah ampe jengah ngeliatnya..mentang-mentang bule kali yaah?..habis dari minum..mereka langsung check in di Mulia.." jawab Tyo


"Lu ikut?" tanya Bram sambil tersenyum


"Setan luh!!..gua tinggal balik laah" sewot Tyo


"Kirain lu mau threesome sama Lidya..hahahaha.." gelak Bram


"Eeeh..si monyet..kalo ngomong nggak pake saringan lu yaaak!!" kesal Tyo


"Apalagi pas reuni kemaren..dia seolah-olah menghindar kalau ketemu gua Bram"


Bram terdiam..seolah-olah sedang memikirkan sesuatu


"Gua juga dapet info dari temen gua yang di rumah Yo..kalau Lidya tuh cewek panggilan..gua sih pertamanya nggak percaya..sampai gua diliatin foto-foto Lidya sama beberapa cowok..terus gua ngeliat sendiri dia lagi makan sama orang di Mariot" kata Bram sambil memainkan gelas minumannya


"Lu kenal Doni kan?..Doni anak SOS?" tanya Bram


Tyo menganggukan kepalanya


"Iya..si Doni pant*k.." jawab Tyo


"Dia malah lebih gila lagi..dia pernah booking cewek di Alexis..tau-tau yang nongol Lidya Yo..Doni kan udah pernah gua kenalin sama Lidya..langsung ngamuk sama Lidya..Lidya sampai mohon-mohon ke Doni supaya dia jangan cerita ke gua"


"Lu taunya sebelum reuni apa sesudahnya?" tanya Tyo


"Sebelum reuni..****!!..she is fu****g wh**e Yo!!.." kata Bram sambil menahan geramnya


"Lu udah sempet maen sama Lidya Bram?" tanya Tyo


"Untungnya beloman siiih.."


"Heleeeeeeh!!..kagak percaya gua ama elu Bram!!..tampang lu kan nggak boleh ngelihat jidat licin dikit..maen sosor ajah.." sergah Tyo


"Setan luh!!..emangnya gua Soang?"


Tyo pun tergelak tawa


"Sampai nyokap gua juga tahu loh Yo.." kata Bram


"Nyokap lu?..soal Lidya?..kok bisa Bram?" heran Tyo

__ADS_1


"Kagak tahu..dia dapat info dari mana"


"Lu habis dong dimarahin sama nyokap lu?" tanya Tyo yang sepertinya sudah selesai dengan makan siangnya


"Itu yang bikin gua bingung Yo..nyokap gua malah nggak pernah sekalipun menyinggung masalah Lidya didepan gua" jawab Bram


"Kok lu bisa tahu..kalau nyokap lu tahu masalah Lidya?..kan lu barusan bilang..nyokap nggak pernah nyinggung-nyinggung masalah Lidya di depan elu" tanya Tyo


"Gua nguping waktu nyokap gua lagi ngomong sama Ai..eh..Airin..tetangga gua.."


Hampir saja Bram keceplosan nyebut Aisyah


"Eh..ngomong-ngomong lu dah ngenalin Aisyah ke nyokap lu?" tanya Tyo


Bram terperanjat kaget


"Be..belum yo.." bohong Bram


"Kenapa Bram?..lu takut ama nyokap lu yaak?"


Bram hanya tersenyum


"Tapi lu serius kan sama Aisyah?" tanya Tyo lagi


Bram hanya tersenyum sambil mengedarkan pandangannya ke luar restoran


"Pengennya sih Yo..tapi gua belum siap ngomong ke nyokap gua.." kata Bram sambil tertawa hambar


"Gua yakin Bram..kalau nyokap lu pasti seneng kalau di kenalin sama Aisyah..gua sama Tina setuju lho Bram..kalau lu sama Aisyah lebih seriusan ..Aisyah orangnya baik Bram..walaupun gua baru ketemu sekali..tapi kalau gua lihat dari sorot matanya..gua yakin..kalau Aisyah itu orangnya baik..Tina juga bilang gitu" kata Tyo


"Thanks Yo.." kata Bram sambil tersenyum


"Daaah..lu tinggalin ajah kenapa sih masa-masa playboy lu Bram..sudah saatnya lu serius sama cewek..buat lu jadiin istri.." saran Tyo


Bram hanya tersenyum


"Gua denger dari Tina..bokapnya Aisyah kerja di kantor bokap lu yaaah?"


Bram tertawa dalam hatinya..ternyata Aisyah pintar berakting didepan teman-temannya


"Aisyah cerita apaan ajah ke Tina?"


"Iya..jadi..ehm..HR.." bohong Bram lagi


"Lu bisa kenal dimana?..dapet ajah lu cewek cakep kayak Aisyah.." kata Tyo sambil tersenyum


"Guaaaa gitu Yoooo..." bangga Bram sambil tertawa


"Emang lu yaaak...dari dulu nggak boleh ngeliat jidat licin..maen sangsot ajah..apa lu mentang-mentang anaknya owner?..maen intimidasi ke Aisyah nih?" tanya Tyo


Bram dan Tyo tertawa


Tiba-tiba handphone Tyo berdering


"Bentar ya Bram.." kata Tyo


Tyo lalu menjawab panggilan di handphonenya


Bram hanya memperhatikan Tyo yang sedang menjawab panggilan telephonnya sambil memperhatikan suasana restoran


Tak lama kemudian


"Bram sorry nih..gua ditunggu metting sama klien dikantor..gua duluan yaaak..masss" kata Tyo sambil memanggil waiters


"Iya pak?" jawab seorang waiters


"Saya minta bill nya yaaah"


"Sebentar ya pak.." kata waiters sambil kembali ke meja kasir


"Lu habis ini kemana Bram?" tanya Tyo


"Tauk nih Yo...balik kerumah males gua...dirumah juga nggak ada siapa-siapa.." kata Bram sambil memutar-mutar handphonenya di meja


"Memangnya bokap nyokap pada kemana?" tanya Tyo


"Lagi pada pergi ke Singapura..ada urusan bisnis..biasalah Yo.." jawab Bram yang tetap memainkan handphonenya


Kadang-kadang Tyo merasa kasihan pada Bram..walaupun diberikan materi yang cukup berlimpah oleh kedua orangtuanya..tapi Bram sering kali ditinggal sendirian dirumahnya..oleh karena itu Bram sering mengajak teman-teman sekolahnya untuk menginap dirumahnya..hanya untuk menemani dirinya yang kesepian


"Permisi pak.." kata waiters sambil memberikan bill ke meja


Tyo yang melihat Bram mengeluarkan dompetnya..berusaha mencegahnya


"Lu apa-apaan sih Bram?..kan yang makan gua.." kata Tyo sambil mencegah Bram yang memberikan kartu kreditnya ke waiters


"Biarin..." kata Bram sambil menyuruh waiters untuk membawa kartu kreditnya


"Lu tuh yaaak..dari dulu nggak pernah berubah Bram..duit gua kalo sama lu nggak bakalan laku.." seloroh Tyo yang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


Bram hanya tertawa


"Lu kayak sama siapa ajah sih Yo..percuma bokap gua ngasih kartu kredit unlimited..kalau nggak pernah gua pake"


"Hmmmm...songongnya mulai keluar nih bocah" gerutu Tyo


"Kadang-kadang gua kasihan sama bank Mandiri Yo.."


"Kasihan kenapa Bram?" tanya Tyo heran


"Duit di rekening gua nggak habis-habis..malah nambah terus..kan kasihan..jagain duit gua terus" jawab Bram sambil menahan tawanya


"SONGONG LU BRAAAAM!!" kesal Tyo


Bram pun tertawa terbahak-bahak melihat Tyo yang kesal kepada dirinya


_________


Setelah makan siang..mereka berdua berjalan menuju ke lantai parkiran


Hingga sampailah mereka di depan sebuah toko kue dan coklat


"Eh..lu buru-buru nggak?" tanya Bram


"Nggak juga sih?..kenapa memangnya Bram?" tanya Tyo


Bram mengajak Tyo untuk masuk ke dalam toko kue dan coklat tersebut


Di dalam..Bram memesan fruitcake..blackforeest..tiramisu dan tiga buah coklat batangan


"Gua titip buat Tina yaaah?" pinta Bram sambil memberikan kartu kreditnya ke kasir


Tyo hanya bisa diam untuk menjawab permintaan Bram yang menyuruh membawakan aneka kue dan coklat untuk istrinya


Dia geleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum sendiri melihat kemurahan hati Bram terhadap dirinya dan Tina


Dia tahu sifat sahabatnya satu ini..kalau sudah memberi..harus diterima..nggak boleh di tolak


"Thankyou lho Bram.." kata Tyo


"Yoi men.." jawab Bram


Bram membantu membawakan dus kue kepunyaan Tyo menuju ke parkiran


"Lu kayak tahu ajah sih Bram.."


"Tahu apaan?" tanya Bram


"Kalau Tina lagi ngidam tiramisu.." jawab Tyo


"Haaah??..ngidam?..berarti Tina udah hamil Yo?..Yeeeiii..selamat yaaak..calon bapak!!" kata Bram sambil menepuk pundak Tyo


"Thanks Bram.."


"Sudah berapa bulan?"


"Baru tiga bulan men.."


"Dah ketahuan belum..cowok apa cewek?" tanya Bram


"Gua sama Tina sudah sepakat..nggak mau USG Bram..biar kita tahunya pas sudah lahir ajah..biar surprise.." jawab Tyo


"Iya Yo..cowok atau cewek..sama ajah..yang penting ibu sama bayinya sehat"


Tyo menganggukan kepalanya


"Iya men..amin.."


"Lu kalau butuh apa-apa..bilang sama gua yaah.." pinta Bram


"Yoi men..thankyou"


Sampailah mereka di mobil Tyo


"Sekali lagi thankyou lho Bram.." kata Tyo sambil memasukan dus kue ke dalam mobilnya


"Yoi..sama-sama..salam buat Tina yaah"


"Iya.." jawab Tyo sambil masuk kedalam mobilnya


Tyo turunkan jendela di sisi pintunya


"Mobil lu mana?" tanya Tyo


"Gua pake valet.." jawab Bram


"Ya udah ayuk..bareng ama gua ke loby.." ajak Tyo


"Nggak usah..gua masih mau balik lagi ke dalam..masih ada yang mau gua cari lagi di dalam.." jawab Bran


"Ya udah kalau gitu..gua duluan yaak.."


"Yoi men..hati-hati luh"

__ADS_1


Bram melambaikan tangannya ke arah mobil Tyo yang meninggalkan parkiran


__ADS_2