
Di dalam mobil..Bima bernyanyi mengikuti lagu yang diputar di playerhead mobil Aisyah oleh dirinya sendiri..membuat Aisyah tersenyum geli melihatnya
"Memangnya dedek tahu lagunya?" tanya Aisyah
"Tahu dong teh..kan lagi viral lagunya ini.." jawab Bima
Aisyah pun mengacak-acak rambut Bima dengan gemasnya
"Dedek makan dulu yaah?" kata Aisyah
"Nggak teh..Bima masih kenyang" jawab Bima
"Eeh?..nggak!!..dedek kalau mau ikut teteh..harus makan..tadi ibu pesen sama teteh..dedek harus makan dulu"
"Ya udah deh.."
"Dedek mau makan apa?" tanya Aisyah
"Terserah teteh.."
Bima melihat mobil Aisyah melewati persimpangan yang akan menuju ke rumahnya
"Kita nggak pulang dulu teh?" tanya Bima
"Nggak..kita langsung ke Dagonya..takutnya nanti pak Lurahnya keburu pulang dek.." jawab Aisyah
"Bima nggak ganti baju doong?"
Aisyah pun terkekeh geli melihat Bima yang kebingungan
"Hihihi..taraaaa!!" kata Aisyah sambil menunjukan papper bag yang berisikan baju ganti untuk Bima
"Dedek tenang ajah..ibu sudah siapin baju ganti buat dedek kok.."
Aisyah membelokan mobilnya ke restoran Saung Kuring. Di dalam..Aisyah mengajak Bima menuju ke mushola khusus pengunjung..untuk mengganti seragam sekolah Bima dengan kaos dan celananya. Setelah selesai..mereka berdua menuju ke salah satu saung yang tersedia
"Dedek mau apa?" tanya Aisyah sambil melihat-lihat daftar menu
"Ikan goreng teh.." jawab Bima
"Minumnya?" sambung Aisyah
"Juice..juice alpukat.." jawab Bima lagi
"Pakai sayur asem yaah?"
"Nggak teh..Bima nggak suka"
Aisyah menyebutkan pesanannya ke pelayan Saung Kuring yang berdiri menunggu di depan Saung
Handphone Aisyah berdering..dia lihat pak Lurah Adung menelponnya
"Assallamualliakum pak?..ooh.. sekarang bapak lagi mau ke Kecamatan?..oh gitu..saya lagi di Pasir Kaliki nih pak..mau ke tempat bapak..iya..ooh..begini ajah pak..bapak mau ke Buah Batu kan?..bapak nanti mampir ajah dulu di Saung Kuring..iya pak Saung Kuring yang ada di dekat Pasir Kaliki..soalnya saya lagi makan di Saung Kuring pak..iya..bisa pak yaah?..baik pak..terima kasih pak Adung..baik pak..waallaikumsallam.."
Bima bangun dan pindah ke pangkuan Aisyah sambil memainkan tablet pemberian Aisyah waktu lebaran kemarin
"Dedek main game apaan sih?" tanya Aisyah sambil membetulkan letak duduk Bima di pangkuannya
"Perang-perangan teh.." jawab Bima yang matanya tak lepas dari layar tabletnya
"Memangnya dedek bisa?" tanya Aisyah sambil membelai rambut Bima dan dikecupnya dengan lembut
"Bisa dong teh..nih..level Bima dah naik.."
"Mana?..coba teteh lihat?"
Bima menunjukan layar tabletnya ke arah Aisyah
"Waaah?..iya..dedek jago bener daah.." puji Aisyah sambil mencium pipi Bima
Tak lama kemudian..pesanan Aisyah tiba di saung
__ADS_1
"Makan dulu ya dek..dedek makan sendiri apa teteh suapin?" tanya Aisyah
"Makan sendiri ajah teh.." jawab Bima sambil bangun dan pindah ke sebelah Aisyah
Aisyah menuangkan nasi ke piring Bima
"Lagi nggak?" tanya Aisyah
"Udaah teh..nanti nggak habis lagi.." jawab Bima
"Dedek mau kemana?" tanya Aisyah yang melihat Bima bangun dan turun dari saung
"Cuci tangan dulu teh.."
Bima yang selesai mencuci tangan..duduk kembali dan langsung memocel potongan ikan gurame gorengnya dan dia makan. Aisyah tersenyum melihat Bima yang makan ikan gurame tidak menggunakan sendok..sesaat dia teringat akan Bram yang pertama kali makan nasi pakai tangan
***
Berhenti sebuah mobil Kijang kapsul di depan restoran Saung Kuring..ternyata Lurah Adung baru tiba..dia segera masuk ke dalam restoran sambil membawa map di tangannya..dia bertanya kepada salah seorang pegawai restoran tempat dimana Aisyah makan. Lurah Adung mengikuti pegawai itu menuju ke salah satu saung
"Assallamuallaikum bu.." sapa Lurah Adung ke Aisyah yang sudah selesai makan
"Waallaikumsallam..bangun dulu dek.." pinta Aisyah ke Bima yang tiduran dipahanya
Aisyah lalu menghampiri Lurah Adung dan menjabat tangannya
"Mari pak..silahkan duduk.."
"Baik bu.."
"Bapak mau makan sekalian?" tanya Aisyah
"Nggak bu..terima kasih..saya sudah makan tadi.." jawab Lurah Adung
Lurah Adung duduk di depan meja Aisyah..dan memberikan map yang ada di tangannya ke Aisyah
"Itu sudah lengkap semua surat-surat untuk keperluan ibu nikah besok.." kata Lurah Adung
"Sama..saya sudah booking penghulu buat nikah hari sabtu besok..ibu minta jam 9 kan?" tanya Lurah Adung
"Iya pak.." jawab Aisyah sambil memanggil salah satu pegawai Saung Kuring
"Iya bu.." tanyanya
"Bapak mau kopi?" tanya Aisyah ke Lurah Adung
"Boleh dah bu. " jawab Lurah Adung
"Saya pesan kopi satu..samaaa..."
Aisyah melihat daftar menu yang ada di mejanya
"Gurame goreng satu..tempe tahu..cah kangkung seafood satu..teruuus..sapo tahu satu..ini ayam bekakak satu potong utuh kan mas?" tanya Aisyah ke pegawai restoran
"Iya bu..satu ayam utuh.." jawabnya
"Satu ayam bekakak khas Saung Kuring satu..sama cumi saus padang satu yaah?"
"Baik bu.." kata pegawai itu sambil mencatatkan pesanan Aisyah
"Semuanya di bungkus ya mas.."
"Baik bu.."
"Kopi hitamnya kalau bisa duluan yaah?..soalnya mau diminum disini" pinta Aisyah
"Baik bu.."
Pegawai itu kembali ke dalam restoran
"Ibu nggak stay di Dago?" tanya Lurah Adung
__ADS_1
"Nggak pak..saya tidur di rumah ibu angkat saya..di Pasir Kaliki.." jawab Aisyah
"Ini siapa bu?" tanya Lurah Adung ke Bima yang sudah tiduran kembali di paha Aisyah sambil memainkan tabletnya
"Ini Bima pak..anaknya bu Rini..ibu angkat saya" jawab Aisyah sambil membelai lembut rambut Bima
Datanglah pesanan kopi buat Lurah Adung
"Silahkan pak.."
"Iya mas..terima kasih"
"Bapak ada keperluan apa ke Kecamatan?" tanya Aisyah
"Biasa bu..rakor bulanan sama pak Camat"
Lurah Adung menyalakan rokoknya setelah menyeruput kopi hitamnya
"Bapak nggak buru-buru kan?" tanya Aisyah
"Nggak bu..di undangannya sih jam 2..tapi biasalah orang Indonesia..suka ngaret kalau janjian.." jawab Lurah Adung sambil tersenyum
"Rumah peninggalan ayahnya ibu sudah selesai di renovasi sepertinya" ucap Lurah Adung
"Iya pak..soalnya..minggu depan kan sudah mau dipakai acara akad nikah"
Lurah Adung mengambil handphonenya yang berdering
"Sebentar ya bu.."
Lurah Adung beranjak meninggalkan saung untuk menjawab panggilan handphonenya. Dua orang pegawai Saung Kuring membawakan pesanan take away Aisyah dan ditaruh diatas meja
"Terima kasih ya mas.." kata Aisyah
"Ya bu..sama-sama"
Tak lama Lurah Adung kembali ke saung
"Bu Aisyah?..mohon maaf..saya tinggal yaah?..soalnya pak Camat sudah datang katanya.." kata Lurah Adung
"Oooh..sebentar pak.."
Aisyah membuka tasnya dan memberikan sebuah amplop putih ke Lurah Adung
"Nih pak..buat beli rokok.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Ooh?..terima kasih ya bu.." jawab Lurah Adung sambil menerima amplop dari tangan Aisyah
"Sama ini juga pak..bawa..buat orang rumah.." kata Aisyah sambil memberikan bungkusan makanan yang ada di meja ke Lurah Adung
"Buat saya bu?" tanya Lurah Adung
"Iya pak.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Waah..jadi ngerepotin saya nih..terima kasih banyak lho bu.."
"Iya pak..sama-sama..kan bapak sudah bantuin saya.."
Kemudian Aisyah bersama Lurah Adung menuju ke kasir
"Bapak kalau mau duluan..silahkan pak..takutnya bapak ditunggu.." kata Aisyah sambil memberikan kartu ATM nya ke kasir
"Baik bu..saya permisi dulu yaah.." pamit Lurah Adung
"Iya pak.." jawab Aisyah
Lurah Adung segera bergegas menuju ke mobilnya
.
.
__ADS_1