Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
74.Melihat Peternakan Sapi Kakek Nandar


__ADS_3

Bu Rini keluar dari dalam kamar Bima sambil membawa ransel Bima di tangannya


"Jaket dedek jangan sampai ketinggalan yaah?" wanti-wanti bu Rini pada Bima yang masih didalam kamarnya


"Ayah ikut nggak bu?" tanya Bima yang keluar dari kamarnya menghampiri ibunya


"Ayah belum bisa libur dek..tapi besok pas teteh nikah..ayah baru bisa libur" jawab pak Johan yang tengah siap-siap berangkat kerja


"Dedek nanti di rumah nenek jangan nakal yaah?" pinta pak Johan


"Iya Yaah.." jawab Bima


"Ayah berangkat ya bu.." pamit pak Johan sambil mencium kening istrinya


"Iya Yaah..hati-hati" kata bu Rini sambil mencium tangan suaminya


"Ayah berangkat ya dek.."


"Iya Yaah.."


Bima mencium tangan ayahnya..yang dibalas oleh pak Johan ciuman di kedua pipi Bima


Pak Johan menghampiri kamar Aisyah


"Teeeh?..ayah jalan yaah?.."


"Iya Yaah.." jawab Aisyah dari dalam kamar


Bima mengantar ayahnya menuju ke teras..yang dimana..mobil jemputan ayahnya dari kantor sudah menunggu di depan pintu pagar


"Dadaaaa ayah" kata Bima sambil melambaikan tangannya


Pak Johan membalas lambaian tangan Bima..tak lama mobil jemputan pak Johan sudah meninggalkan rumah


Setelah rapi..Aisyah keluar dari kamarnya sambil menyanding backpacknya di punggungnya..dia menghampiri meja makan yang dimana bu Rini tengah menyiapkan sarapan


"Pagi bu.." sapa Aisyah sambil mencium pipi bu Rini


"Pagi teh.." jawab bu Rini


Bu Rini menelisik heran..dia merasa Aisyah senang dan riang pagi ini..padahal semalam dia galau menahan rindunya pada Bram


"Kamu kenapa teh?..kayaknya kamu sekarang beda sama semalam?" tanya bu Rini sambil memberikan sepiring nasi goreng ke Aisyah


"Nggak bu..nggak ada apa-apa.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Memangnya Bram sudah sampai yaah?" tanya bu Rini


"Eeh..be..belum bu.." gugup Aisyah


Bu Rini tersenyum..dia tahu kalau Aisyah berbohong kepada dirinya. Setelah sarapan..Aisyah mengajak Bima ke depan..menuju ke mobilnya


"Dedek duduk depan apa di belakang?" tanya Aisyah sambil menaruh tasnya di bagasi


"Di belakang ajah teh.." jawab Bima sambil menaruh tasnya juga di bagasi


Tak lama kemudian..mobil Aisyah keluar dari halaman rumah dan menuju ke jalan raya Pasir Kaliki. Aisyah mampir dulu ke Indomaret..dia ingin membelikan snack dan minuman untuk Bima dan bu Rini..untuk cemilan di jalan. Setelah urusan snack dan minuman selesai..Aisyah segera menjalankan mobilnya ke arah Lembang


"Teteh mau minum?" tanya bu Rini yang duduk disamping Aisyah


"Boleh deh bu..air putih ajah" jawab Aisyah


Bu Rini membuka botol air mineral dan dia berikan ke Aisyah


"Terima kasih bu.." ucap Aisya setelah menerima botol air mineral dari tangan bu Rini


"Dedek mau minum juga?" tanya bu Rini sambil menoleh ke belakang


"Iya bu.." jawab Bima yang fokus memainkan game di tabletnya


"Dedek maunya apa?..susu?.." tanya bu Rini lagi sambil memeriksa plastik tempat minuman


"Iya bu..susu coklat.." jawab Bima


Bu Rini memberikan susu coklat ke Bima


"Teh?..memangnya teteh kangen bener yaah sama Bram?" tanya bu Rini


Aisyah tersipu malu mendengar pertanyaan bu Rini


"Kenapa memangnya bu?" tanya Aisyah


"Soalnya tadi pagi..ibu denger teteh manggil-manggil Bram"


Aisyah kaget..karena bu Rini mendengar panggilan dia ke Bram


"Sabar atuh teh..hari sabtu kan kalian pasti ketemuan lagi"


"Iya bu.." jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya


"Oh iya bu..kita bawain nenek makanan jadi apa yang masih mentah bu?.." tanya Aisyah

__ADS_1


"Yang sudah mateng ajah teh..kasihan nenek nanti..kalau kita beli yang mentah.."


.


***


.


Mobil Aisyah memasuki halaman pekarangan rumah kakek Ndaru..di teras nenek Yati sudah menunggu mereka. Bima langsung turun dan berlari ke arah neneknya..begitu mobil berhenti


"Neneeeeek!!.." teriak Bima


Nenek Yati menyambut Bima yang berlari ke arahnya


"Jangan lari-lari sayang..nanti jatuh.." pinta bu Rini yang sudah turun dari mobil


Greeeep


Bima langsung memeluk nenek Yati


"Waaaah..cucu nenek sudah gede sekarang..hmmmmmmp..." kata nenek Yati sambil mencium pipi Bima


"Dedek kelas berapa sekarang?" tanya nenek Yati


"Kelas empat nek.." jawab Bima


Dari belakang Bima..Aisyah dan bu Rini datang menghampiri teras


"Neeek?" sapa Aisyah sambil mencium tangan nenek Yati


"Sehat teh?" tanya nenek Yati sambil memeluk Aisyah


"Sehat nek..alkhamdulillah.."


Bu Rini mencium tangan nenek Yati dan memeluknya


"Sehat bu?.." tanya bu Rini


"Alkhamdulillah sehat Rin..ayuk..pada masuk.." ajak nenek Yati


Nenek Yati masuk ke dalam rumah sambil menggandeng Bima


"Kakek mana nek?" tanya Aisyah sambil duduk di sofa


"Kakekmu lagi ke gudang sebentar.." jawab nenek Yati


Nenek Yati duduk di sofa sambil memangku Bima


"Sudah nek..tadi Bima sudah makan sama teteh sama ibu.." jawab Bima


"Oooh..makan dimana?..nenek dibeliin nggak?"


"Direstoran nek..nenek dibeliin kok sama teteh.."


Aisyah bangun untuk membantu bu Rini yang tengah menyiapkan makan siang untuk mereka


.


***


.


Sekitar jam 1 siang..dengan menggunakan mobil kakek Ndaru..Aisyah dan Bima yang ditemani oleh kakek Ndaru menuju ke pabrik teh. Di jok tengah..Bima sepertinya menikmati perjalanan ini..dengan melihat-lihat hamparan kebun teh yang berada di kiri kanan jalan. Aisyah yang duduk disampingnya..hanya tersenyum melihat Bima yang tidak bisa diam..dengan berpindah-pindah tempat..mengikuti alur kebun teh yang ada di depannya


Aisyah mengambil handphonenya yang berdering


"Halo?..eh Mala?..ada apaan La?..ya Allooooh!!..aku lupa La..aku sekarang lagi di Lembang..sorry yaah?..iyaa..nginep kali..besok baru pulang..kalau nggak..kamu besok ke rumah bu Rini ajah yaah?..nggak.. Bima sudah ijin sampai hari sabtu nggak masuk..ajak ajah..iyaa..terima kasih ya La.."


Tak lama setelah Mala selesai menelpon Aisyah..Aisyah melihat Bram menghubunginya lewat video call


"Halo mas..assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam..lagi ngapain kamu Yaang?"


"Aisyah lagi on the way ke pabrik mas.."


"Sama siapa?"


"Sama kakek..sama Bima"


"Memangnya ada apaan di pabrik?..kok kamu mau kesana?"


"Pak Rusdi mau nganterin Aisyah ke peternakan sapi kepunyaan kakek Nandar mas.."


"Kakek Nandar punya peternakan sapi?"


"Iya mas..kata pak Rusdi..tempatnya nggak jauh dari pabrik.."


"Eeh..udah dulu ya Yaang..kayaknya mamah manggil mas tuh.."


"Ya udah..sampai ketemu ntar malam ya mass?...daaaaaa.."

__ADS_1


Aisyah menaruh handphonenya di jok mobil..Bima langsung duduk di pangkuan Aisyah


"Kenapa dek?..dedek capek yaah?" tanya Aisyah


Bima tidak menjawab pertanyaan Aisyah..dia senderkan badannya ke badan Aisyah..Aisyah mengelap keringat yang mulai keluar di kening Bima dengan menggunakan tissue


"Kayaknya jalannya baru diaspal nih teh.." kata kakek Ndaru setelah melintasi jalan yang sepertinya baru saja diaspal..karena terakhir kakek Ndaru lewat sini..jalanan sini masih berbatu


"Iya kek..diaspal sama pak Tatang ya kek?" tanya Aisyah


"Iya..sekarang mobil kamu bisa lewat nih teh.."


Husin membelokan mobil ke halaman kantor pabrik teh..dan memarkirkan mobilnya disebelah mobil pak Rusdi. Di pendopo sudah ada pak Tatang dan pak Rusdi menunggu kedatangan Aisyah dan kakek Ndaru


"Assallamuallaikum.." sapa Aisyah


"Waallaikumsallam teh.." jawab pak Tatang sambil menjabat tangan Aisyah


"Bah?..damang?" sapa pak Tatang sambil mencium tangan kakek Ndaru


"Sae Tang.." jawab kakek Ndaru


Aisyah menjabat tangan pak Rusdi..begitu juga kakek Ndaru


"Ini siapa teh?" tanya pak Tatang yang melihat Bima


"Ini Bima pak..cucunya kakek Ndaru.. anaknya bu Rini.." jawab Aisyah


Bima mencium tangan pak Tatang dan pak Rusdi


"Mari teh..kek..silahkan duduk.." pinta pak Rusdi


Aisyah dan kakek Ndaru segera duduk..Bima langsung duduk di pangkuan Aisyah


"Peternakan sapi kakek?..jauh dari sini pak?" tanya Aisyah


"Nggak teh..kira-kira 15 menit dari sini..di daerah Gunung Putri teh.." jawab pak Rusdi


"Teteh mau kesana?" tanya pak Tatang


"Iya pak..mumpung saya disini..oh iya..dek..ambilin tas teteh di mobil yaah?" pinta Aisyah ke Bima


Bima segera turun dari pangkuan Aisyah dan menuju ke mobil


"Si Bima kayaknya kolokan banget sama teteh yaah?" ucap pak Tatang yang melihat Bima menghampiri mobil sambil tersenyum


"Iya pak..soalnya dari kecil saya yang momong" jawab Aisyah sambil tersenyum


Bima kembali dengan tas Aisyah di tangannya dan dia berikan ke Aisyah. Aisyah mengambil undangan pernikahannya dan dia berikan ke pak Tatang dan pak Rusdi


"Pak Tatang..pak Rusdi..saya mengundang bapak untuk datang ke resepsi pernikahan saya besok.."


"Oh yaa?..dimana teh?" tanya pak Tatang


"Di rumah ayah saya pak..di Dago"


"Kok ada dua teh?" tanya pak Rusdi yang melihat ada dua macam undangan di tangannya


"Iya pak..yang satunya undangan untuk resepsi yang di Jakarta..bulan depan pak.." jawab Aisyah


"Baik teh..Insya Alloh saya akan datang.." kata pak Rusdi


Bima menarik-narik lengan baju Aisyah


"Ada apa dek?" tanya Aisyah sambil menoleh ke Bima


"Teh..Bima mau teh botol.." pinta Bima sambil menunjuk lemari pendingin yang ada di depannya


"Oooh..Bima mau teh botol?..ambil jaaang..ambil.." kata pak Tatang sambil bangun dan membuka lemari pendingin


"Ayo..sok..Bima boleh ambil sesuka Bima..bapak juga lupa tadi nawarin ke Bima" kata pak Tatang


Bima melihat ke Aisyah..seperti meminta persetujuan Aisyah..Aisyah menganggukan kepalanya. Bima ambil teh botol dan kembali duduk di pangkuan Aisyah. Pak Tatang membawakan beberapa teh botol ke meja


"Baah?..teh botolnya.." kata pak Tatang ke kakek Ndaru


"Iya Tang..terima kasih" jawab kakek Ndaru


"Teteh mau saya siapkan teh botol untuk resepsi besok?" tanya pak Tatang sambil duduk kembali


"Boleh pak.." jawab Aisyah


"Nanti saya suruh Mira untuk menyiapkannya"


Setelah selesai berbincang-bincang..pak Rusdi mengantarkan Aisyah dan kakek Ndaru untuk ke peternakan sapi kakek Nandar


"Pakai mobil kantor saja teh.." kata pak Tatang sambil menunjuk sebuah mobil kijang Innova hitam


Tak lama kijang Innova hitam sudah meninggalkan area pabrik..menuju ke lokasi peternakan sapi kakek Nandar


.

__ADS_1


.


__ADS_2