Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
61.Hari Kemenangan 2


__ADS_3

Hari kedua lebaran..banyak mobil yang parkir di depan rumah keluarga Handoyo..pak Nana yang dibantu oleh security kawasan komplek sibuk mengatur parkir para mobil yang bertamu ke rumah pak Agung


Bram tengah ngobrol dengan Tyo dan Tina di teras samping


"Jagoan tidur ajah siiih?" kata Bram sambil membelai dengan lembut pipi gembul bayinya Tina


"Aisyah nggak kesini Bram?" tanya Tina sambil menggoyang-goyangkan baby stroler


"Eeh..ee..kemarin dia sudah kesini..mm..sekarang lagi ke Bandung..sama orang tuanya" jawab Bram


Tyo menelisik heran melihat raut muka Bram yang gugup waktu menjawab pertanyaan Tina


"Eeh..iya..lu pada mau makan nggak?" tanya Bram


"Nggak usah Bram..tadi gua dah makan di rumah" jawab Tyo


Dari dalam..muncul tante Titik memanggil Bram


"Kamu dipanggil mamah Bram.."


"Iya Nte..sebentar..eh Yo..gua tinggal bentar yaak?.." kata Bram sambil bangun


"Dimakan kuenya Yo..Tin.." pinta Bram sambil masuk ke dalam


"Papah lihat..Bram bohong tadi mah..waktu jawab pertanyaan mamah" kata Tyo setelah Bram masuk ke dalam


"Bohong gimana pah?" tanya Tina heran sambil menimang bayinya yang berada di baby stroler


"Mamah inget nggak?..waktu mereka nengokin mamah sama dedek di rumah sakit..kan Bram bilang..kalau orangtua Aisyah udah nggak ada.." jawab Tyo sambil meminum minumannya


"Iya ya pah..mamah baru inget sekarang?"


"Tuh anak..kalau bohong..papah tahu mah..enam tahun jadi teman sebangku..papah sampai hafal gesturnya Bram"


Tyo dan Tina tidak tahu..kalau sekarang ini..Aisyah sedang bersembunyi di kamarnya. Dia tidak mau mereka berdua sampai tahu..kalau selama ini..dia tinggal di rumah Bram


"Iya bu..Aisyah di kamar..soalnya ada temennya mas Bram dibawah..dia kenal sama Aisyah..iya bu..kenalnya waktu Aisyah diajak reunian sama mas Bram..iya bu.."


Aisyah menaruh handphonenya di sebelahnya..dia lanjuti menonton tv. Tak lama kemudian..pintu kamarnya di ketuk dan terdengar suara tante Titik yang memanggil dirinya


"Syaaaah?..ada temen kamu nih.." panggil tante Titik


"Iya Nte?.."


Aisyah segera bergegas ke pintu kamar


"Eeh..Dinda..Nita..ayuk masuk.." kata Aisyah


"Tante tinggal ya Syaah.."


"Iya Nte..terima kasih"


Tante Titik kembali menuju ke bawah. Dinda dan Nita masuk ke dalam kamar Aisyah..mereka yang baru pertama kali masuk ke dalam kamar Aisyah..takjub akan keadaan kamar Aisyah..yang cukup mewah menurut mereka


"Maaf lahir batin yaaah.." kata Aisyah sambil cipika cipiki dengan Dinda dan Nita


"Iya Syaah..sama-sama"


"Duduk Nit..Din.." pinta Aisyah


Nita dan Dinda duduk di sofa


"Kamu kok dikamar ajah sih Syaah?" tanya Nita


"Eeeh...eee..iiya..soalnya..dibawah ada temennya mas Bram..eh..pada mau minum apa nih?" tanya Aisyah


"Nggak usah Syaah..tadi dibawah sudah kok.." ucap Nita


Aisyah mengambil minuman dari kulkas dan dia taruh di meja


"Kamar kamu gede juga ya Syaah.." kata Dinda sambil melihat-lihat suasana kamar Aisyah


"Ini mah rumahku ajah kalah luasnya.." lanjut Dinda


"Aaah..kamu mah bisa ajah Din.." ucap Aisyah


"Kita baru kali ini lho Syaah..masuk ke dalam rumah pak Agung..nggak tahunya luas juga yaaah?" kata Dinda


"Masak siiih?" tanya Aisyah heran


"Disini ada berapa kamar Syaah?" tanya Nita


"Ada delapan..bawah lima..diatas tiga.." jawab Aisyah


"Eeh..sama yang disamping ada empat..semuanya dua belas.." sambung Aisyah


Dinda dan Nita melongo mendengar jumlah kamar yang ada di rumah keluarga Handoyo


"Kamarnya mas Bram dimana?" tanya Nita


"Tuh..didepan" tunjuk Aisyah


"Kamar kamu hadep-hadepan sama kamarnya mas Bram?" tanya Nita


"Iya.." jawab Aisyah singkat


"Kamu nggak takut?..sama mas Bram?" tanya Nita


Aisyah berkerut keningnya


"Maksud kamu takut gimana Nit?" tanya Aisyah

__ADS_1


"Kali ajah malem-malem mas Bram masuk kemari..terus..ngapa-ngapain kamu..hiiiii..eh..apa udah kali Syaah?" tanya Nita sambil tersenyum


"Kamu ngomong apaan sih Nit?" kilah Aisyah yang mukanya merona merah


Nita dan Dinda tertawa melihat Aisyah yang tersipu malu..digoda oleh Nita


"Kamu udah diapain ajah Syaah?..sama mas Bram?" tanya Dinda


"Udaaah aaah..kalian kalau ngomong ngaco!!" ujar Aisyah sambil meminum minuman dinginnya


"Jarang lho Syaah..ada cewek yang tidur sekamar sama calon suaminya.." goda Nita sambil memegang lengan Aisyah


Aisyah hanya diam dan mukanya makin merah merona


"Cewek cakep kalau malu..makin cakep ya Din?.." kata Nita sambil menjawil dagu Aisyah


"Udaaaah aaaaah!!!" gusar Aisyah sambil menutup mukanya


Makin pecah tawa Nita dan Dinda. Nita merangkul pundak Aisyah sambil tertawa


"Jadinya kapan nih?" tanya Nita


"Apanya?" tanya balik Aisyah sambil melihat ke Nita


"Acara kamu..nikah sama mas Bram.."


"Bulan Juni kan?..eh iya..besok kalian jadi braidsmaids aku yaah"


"Memangnya dimana acaranya?" tanya Dinda


"Di Dago..di rumah ayah..kalian nanti nginep disana..nanti kalian bisa rame-rame sama teman aku yang ada di Dago.."


"Siaaaap nyonyaaaaah!!" kata Nita sambil tersenyum yang memberikan gestur hormat


"Akad nikahnya di Dago?" tanya Dinda


"Iya..nanti kalian bisa nginep di vilanya bapak.."


"Pak Agung punya vila di Dago Syaah?" tanya Nita


"Iya..terus..bulan depan..aku kan sudah mulai tinggal di Bandung..tempat bu Rini" kata Aisyah


"Kok bisa?" tanya Nita


"Iya..kata ibu..seminggu sebelum akad nikah..aku harus pisah dulu sama mas Bram..pamali kata ibu" jawab Aisyah


"Besok kalian kesini yaah..mau aku ukur buat seragam braidsmaids" sambung Aisyah


"Anak-anak yang ikut siapa saja Syaah?" tanya Nita sambil meminum minumannya


"Gisel..Indri..eh..si Tari mau nggak yaah?" kata Aisyah


"Mau kali..kemarin gua ketemu Tari pas sholat..nanyain kamu..coba gua telpon anaknya.." kata Nita sambil mengambil handphonenya


Nita berdiri dan keluar dari kamar Aisyah


"Tari disini Syaah.." kata Nita


"Suruh naik aja Nit.." ucap Aisyah


Nita menunggu Tari di depan tangga lantai dua..dia tersenyum melihat Tari melambai ke arahnya dan berjalan naik ke lantai dua


"Lu disini Nit?" tanya Tari


"Iya.." jawab Nita


"Ada apaan sih?..kok nyuruh gua naik ke atas?" tanya Tari


"Aisyah ada perlu sama elu.." jawab Nita


Tari mengikuti Nita masuk ke dalam kamar Aisyah


***


Bram berjalan menaiki tangga..dia lalu membuka pintu kamar Aisyah


"Eh..ada tamu yaah?" kata Bram begitu membuka pintu kamar


"Hai Bram.." sapa Tari


"Haai..Yaang?..dibawah ada mbak Dini sama mas Teguh.." kata Bram sambil membalas sapaan Tari


"Iya mas..eh..aku tinggal dulu yaah.." kata Aisyah sambil


"Bentar yaah?.." kata Bram


"Iya Bram.." jawab Tari,Nita dan Dinda berbarengan


"Kalian jangan pulang dulu.." pinta Aisyah


"Iya Syaah" jawab Tari


Bram menutup kembali pintu kamar Aisyah


"Mas Tyo sama mbak Tina sudah pulang mas?" tanya Aisyah


"Sudah..barusan.." jawab Bram


Bram lalu mengikuti Aisyah yang menuju ke tangga


"Masku.." panggil Ningrum di batin Bram

__ADS_1


"Iya Ningrum..ada apa?" jawab Bram


Ningrum muncul di samping Bram


"Ada yang aneh dengan suaminya mbak Dini masku.."


"Aneh gimana?" tanya Bram


"Ningrum lihat suaminya mbak Dini seperti mendapat kiriman dari orang masku.." kata Ningrum yang matanya memandang ke bawah..ke arah Teguh dan Dini yang tengah berbincang-bincang dengan Aisyah di ruang tengah


"Dikirimin apaan Ningrum?..santet?" tanya Bram


"Iya masku..semacam itu..tapi ini berbentuk sesosok jin masku..jin yang dikirim untuk menempel di suaminya mbak Dini..dan jin itu nggak bisa masuk kesini..jin itu terhalang oleh pagar gaib buatan Ningrum" jawab Ningrum


"Ada dimana jin nya?" tanya Bram


"Ada di depan pagar masku.." jawab Ningrum


"Masku mau lihat?" sambung Ningrum


Bram menganggukan kepalanya


"Ayuk kita ke depan masku.." ajak Ningrum


Bram lalu turun untuk menuju ke teras..Bram menegur para tamu yang hadir sambil berjalan keluar menuju teras. Pak Agung dan bu Yuli yang bisa melihat Ningrum..keningnya berkerut heran..melihat Ningrum melayang mengikuti Bram yang keluar dari belakang..begitu juga Aisyah yang sedang berbicara dengan Dini. Para tamu yang ada di ruang tamu..tidak bisa melihat Ningrum..kecuali pak Agung,bu Yuli dan Aisyah


Diteras..Bram yang mata batinnya sudah dibuka..melihat sesosok mahluk astral berwujud perempuan memakai baju putih dengan rambut acak-acakan..tengah berusaha masuk ke dalam rumah. Mahluk itu tampak memukul-mukul dinding gaib yang tidak tampak olehnya sambil memandang dengan tatapan marah ke arah dalam ruang tamu


Mahluk itu langsung berhenti memukul-mukul dinding penghalang tak kala Ningrum menampakan wujudnya di samping Bram dan menatap tajam ke arah dirinya. Dia sepertinya takut melihat aura Ningrum..tanpa berpikir panjang lagi..mahluk itu segera melesat pergi dari depan pagar rumahnya Bram


"Mahluk apa itu Ningrum?" tanya Bram di batinnya


"Dia biasa dikenal sebagai Kuntilanak masku.." jawab Ningrum sambil menoleh ke Bram


Ningrum mengikuti  Bram yang masuk ke dalam workshop Aisyah


"Kuntilanak itu kenapa bisa ngikut mas Teguh ya Ningrum?" tanya Bram sambil duduk di kursi


"Dia sengaja dikirim oleh seseorang..agar suaminya mbak Dini menjadi sial dan susah dalam segala urusan masku..dan Ningrum lihat..auranya suaminya mbak Dini sudah mendekati warna hitam masku.." jawab Ningrum


"Memangnya..kalau auranya mas Teguh menjadi hitam kenapa Ningrum?" tanya Bram


"Hanya ada dua pilihan masku..suaminya mbak Dini akan menjadi gila..atau mati.." jawab Ningrum


"Asstaghfirulloh!!..kejam sekali ya yang ngirimin itu ke mas Teguh" ujar Bram


Bram tampak menghela nafasnya dan berpikir sejenak


"Kamu bisa nggak?..nolongin mas Teguh?..supaya mahluk itu nggak ngikutin dia lagi" tanya Bram


"Bisa masku.." jawab Ningrum


"Okeeh..gua mau ngomong ke mas Teguhnya dulu.."


Bram lalu masuk kembali ke dalam ruang tamu..yang dimana Aisyah sudah tidak ada disebelah Dini..sepertinya Aisyah sudah kembali ke kamarnya. Bram duduk di sebelah mamahnya..sambil menunggu moment yang pas..untuk bicara ke Teguh


"Tadi mamah lihat Ningrum ngikutin kamu keluar..ada apa Bram?" tanya bu Yuli lirih di telinga Bram


"Ceritanya panjang mah..nanti ajah Bram ceritain ke mamah..ini menyangkut mas Teguh mah.." jawab Bram


Bu Yuli keningnya berkerut heran


"Kok bawa-bawa Teguh segala Bram?" tanya bu Yuli


Bram menganggukan kepalanya..bu Yuli makin penasaran. Bram lalu pindah ke samping Teguh


"Mas..kita bisa ngomong sebentar?" bisik Bram


"Eeh..bisa Bram..ada apa?" tanya Teguh


"Kita pindah ke teras samping ajah yuk mas.." ajak Bram


Setelah pamit dengan Dini..Teguh mengikuti Bram yang beranjak ke teras samping


"Mas..sebelumnya saya mohon maaf nih..kalau saya lancang sama mas Teguh.." kata Bram begitu duduk di kursi


Teguh pun bingung dengan ucapan Bram


"Ada apa sih Bram?" bingung Teguh


Bram lalu menceritakan apa yang dia lihat dan apa yang Ningrum ceritakan..tentang kiriman seseorang ke diri Teguh. Teguh terperanjat kaget..begitu mendengar penjelasan Bram


"Kok kamu tahu Bram?" tanya Teguh


"Bram dikasih tahu sama teman Bram mas.." jawab Bram


Bram sengaja tidak memberitahu tentang Ningrum ke Teguh


"Ini kali ya Bram?..kok setiap mas buka usaha..pasti nggak bertahan lama..ada ajah yang bikin usaha mas tutup..showroom mas kayak ketutup sama sesuatu..agar orang-orang tidak melihat showroom mas.." kata Teguh


"Ada orang yang bilang ke mas..kalau ada yang nggak beres di showroom mas.."


Bram menyalakan rokoknya


"Teman kamu bisa bantu nggak?" tanya Teguh


"Dia bilang bisa mas..nanti Bram tanya lagi..kapan dia bisa ke rumah mas.." jawab Bram


"Kalau bisa di percepat ya Bram"


"Iya mas.." jawab Bram

__ADS_1


.


.


__ADS_2