
Tak membutuhkan waktu lama..sampailah mereka di depan gerbang vila mewah kepunyaan keluarga Handoyo
Begitu Bram membunyikan klakson..pintu gerbang langsung dibuka oleh mang Harja..laki-laki berusia sekitaran 50 tahun yang menjaga dan mengurusi vila mewah kepunyaan tuan Agung Handoyo
Bram lalu memasukan mobilnya ke arah vila..yang letaknya agak diatas dari jalan raya.
Besar dan megah...kesan yang terlihat dari vila kepunyaan keluarga Handoyo..terdiri dari 2 lantai..ada kolam air mancur di halaman depan yang luas disuguhi pemandangan kota Bandung dari atas Dago..serta kolam renang yang berada di halaman belakang vila yang luas
Setelah Bram memarkirkan mobilnya di carport..Aisyah lalu keluar dan disambut okeh seorang ibu-ibu kisaran berumur 42 tahun..Bu Wasti..istri dari mang Harja..yang mengurusi vila kepunyaan keluarga Handoyo
"Teteh Aisyaaaah....apa kabar teeeh?" sapa bu Wasti dengan logat Jawa nya sambil memeluk Aisyah
"Kabar baik bu.." jawab Aisyah sambil membalas pelukan bu Wasti
"Sudah lama ya teh..teteh gak kemari.."
"Iya bu.."
"Sibuk ya di Jakarta?" tanya bu Wasti sambil tersenyum
"Nggak juga bu..eh..mang Harja..apa kabarnya mang?.." tanya Aisyah sambil menyalami mang Harja yang menghampiri Aisyah
"Baik neng.." jawab mang Harja
Bram lalu keluar dari mobil dan menghampiri mereka
"Pak..bu..." sapa Bram kepada mang Harja dan bu Wasti dan menyalami keduanya
"Ini mas Bram kan?" tanya bu Wasti
"Iya bu.." jawab Bram sambil tersenyum
"Waaaah...sudah gede ya sekarang...makin ganteng dan gagah ya pak?" kata bu Wasti kepada suaminya
"Iya bu..." kata mang Harja yang menatap heran kearah Bram...tapi langsung dia tepis perasaan itu
"Wahyu mana bu?" tanya Aisyah soal Wahyu..anak dari bu Wasti
"Belom pulang sekolah teh.." jawab bu Wasti
"Kelas berapa sekarang dia bu?" tanya Aisyah
"Sudah kelas 2 SMP teh..ayuk teh..mas Bram..kita masuk" ajak bu Wasti kepada Aisyah dan Bram
Lalu mereka masuk kedalam villa dengan tidak lupa membawa belanjaan untuk keperluan mereka menginap
"Mau langsung istirahat apa mau makan dulu?..saya sudah siapin sayur asem sama daging burung puyuh lho teh..kesukaan teteh.." kata bu Wasti
"Terima kasih bu..mumpung belom sore..saya mau ziarah dulu ke makam ayah sama ibu di atas..jadi saya tinggal dulu ya bu.." kata Aisyah setelah menaruh belanjaan untuk bu Wasti di meja
"Iya teh..tapi buruan lho teh..kayaknya mau hujan ini.."
"Iya bu..saya permisi dulu.." pamit Aisyah
"Iya teh.." jawab bu Wasti sambil membawa belanjaan Aisyah ke dapur
"Ayo mas.." ajak Aisyah
Lalu mereka keluar
"Mas mau ngapain?" tanya Aisyah yang melihat Bram membuka pintu mobil
"Ziarahnya naik mobil kan?" tanya Bram
"Kita jalan kaki mass..orang tempatnya di atas kok..mobil juga nggak bisa masuk.." jawab Aisyah sambil tersenyum
Setelah mengambil jaketnya di mobil..Bram lalu mengikuti Aisyah yang menuruni jalan menurun ke arah gerbang
Mereka jalan menyusuri jalan berhotmix yang berada di samping Vila..agak menanjak dan sepanjang jalan dikelilingi oleh kebun sayur yang ditanami oleh penduduk sekitar
Mereka berdua berpapasan dengan penduduk yang bercocok tanam di kebu sayur..dan memberi salam pada Aisyah dan Bram
Sebagian ada yang mengenali Aisyah..dan menghampirinya sekedar menanyakan kabarnya
Setelah menyusuri jalan beraspal..mereka berbelok ke arah jalan setapak yang berpaving block..selebar satu meter diselingi oleh undakan menuju ke atas dan masih menanjak lagi
Jalan setapak itu menjadi satu-satunya akses ke area pemakaman umum di kampung itu
"Masih jauh Syaah?" tanya Bram
"Nggak mas..tuh pintu gerbangnya dah kelihatan..mas capek yaaah?" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Nggaaaak...siapa yang bilang capek?" kilah Bram
Aisyah makin tersenyum geli melihat Bram yang sudah ngos-ngosan menyusuri jalan setapak ini
Tak lama mereka berdua sudah sampai di dalam komplek makam.
Aisyah lalu segera mencari makam kedua orangtuanya yang diikuti oleh Bram dibelakangnya yang menyeka keringat di dahinya dengan jaket yang dia kenakan
Setelah ketemu..Aisyah langsung bersimpuh disisi kedua makam orangtuanya yang dimakamkan berdampingan dan langsung menangis..Bram pun ikut bersimpuh disebelah Aisyah dan mengusap-usap punggung Aisyah yang lagi menangis agar tabah
"Ayaah..Ibuuu...maafin Aisyah yaah..hiks..hiks..yang jarang ziarah kemari..Aisyah nggak kuat kalau datang kemari..hiks..Aisyah pasti keingatan ayah sama ibu lagi..hiks..hiks..Aisyah kangen sama ayah...sama ibuu.."
Aisyah langsung mencium batu nisan ayahnya sambil menangis sesugukan.
Bram hanya bisa melihat dan tidak dapat berbuat apa-apa..dia bisa mengerti..betapa sedih dan hancurnya perasaan Aisyah saat ini
"Syaaah..yang sabar yaaah..relain kepergian mereka..kamu cukup kirimkan doa saja buat mereka.." kata Bram sambil mengelus kepala Aisyah dengan lembut
Aisyah lalu bangun dan kembali bersimpuh
"Iya mas..hiks.." jawab Aisyah
Lalu Aisyah membacakan doa khusus kepada kedua orangtuanya.
Setelah itu..Bram membantu Aisyah membersihkan makam kedua orangtuanya dari daun-daun kering yang berjatuhan dan rumput liar yang mulai tumbuh
"Ibu..Ayaaaah..sekarang Aisyah sudah jadi Sarjana.." kata Aisyah lirih disamping makam ibunya
"Aisyah..menyesal..ayah sama ibu..hiks..tidak bisa melihat..hiks..Aisyah di wisuda.." isak Aisyah
Aisyah mencium batu nisan ibunya..dan tampak Aisyah membisikan sesuatu ke batu nisan ibunya.
Bram mulai kuatir setelah melihat cuaca yang sudah mendung yang disertai oleh angin yang cukup kencang..sebentar lagi hujan sepertinya akan turun
"Syaah..sudah yuuk...kita balik..kayaknya mau hujan nih..anginnya gede banget soalnya" kata Bram disamping Aisyah
"Sebentar lagi mas..Aisyah masih kangen..kalau nggak mas duluan ajah..nanti Aisyah balik ke vila bisa sendiri.." kata Aisyah sambil mengelus batu nisan ibunya
"Yeee...gimana sih..mas kan nggak tau jalan balik ke vila.." gerutu Bram
"Itu..vilanya kelihatan dari sini mas.." tunjuk Aisyah
"Nggak ah...mas maunya bareng sama kamu.."
Bram lalu mencari pinggiran makam yang sudah di keramik..untuk tempat dia duduk
Bram lalu menyalakan rokoknya..walau agak sulit dikarenakan angin yang berhembus cukup kencang
Bram memperhatikan Aisyah yang bersimpuh diantara makam kedua orangtuanya..dia melihat..Aisyah seperti bercerita kepada orangtuanya
Bram terenyuh melihat Aisyah..yang sepertinya belum rela ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya
Tiba-tiba..Bram merasakan butiran air menetes di tangannya
"Aisyaaaah?...balik yuuk..sudah mulai gerimis nih.." kata Bram sambil bangkit
"Besok kita kesini lagi.." bujuk Bram yang menghampiri Aisyah
"Beneran mass?" tanya Aisyah sambil menatap Bram
"Iyaaa..besok mas temenin..sekarang balik yuuuk..ujannya gede kayaknya nih.." kata Bram sambil menjulurkan tangannya
"Aisyah pamit dulu ya bu..yaaah...besok Aisyah kesini lagi.." pamit Aisyah
Setelah mencium kedua nisan orangtuanya..Aisyah menggamit tangan Bram untuk bangkit
"Ayuuk mass.." ajak Aisyah
Aisyah lalu berjalan menyusuri diantara makam-makam yang ada untuk menuju pintu keluar
"Tadi gimana Syaah.." tanya Bram yang membuntuti Aisyah dari belakang
"Apanya mas?" tanya Aisyah
"Masalah urusan papah.." jawab Bram
"Udah deal..besok Aisyah ketemu sama yang punya vila untuk melakukan pembayaran.."
"Yang punya vila..orang sini?"
"Iya mas..tapi dia sekarang tinggalnya di Buah Batu.."
"Besok dia yang kesini..apa kita yang kesana Syaah?"
"Mereka yang kemari mas..sama Lurah Adung.."
Selagi Bram mengikuti Aisyah yang menyelusuri makam dari belakang
"Massskuuuu..."
Bram tiba-tiba berhenti..dia menengok ke belakang..ke arah hutan yang berada di sebelah kanan agak ke atas dari komplek pemakaman..dia mendengar seperti ada suara wanita yang memanggil dirinya..suaranya sangat pelan dan lirih..tapi sangat jelas di telinga dia..lama dia melihat kumpulan pohon-pohon pinus..hingga Aisyah memanggil dirinya
"Massss?...mas ngapain?" kata Aisyah yang kembali menghampiri Bram
Dia lalu ikut memandangi area hutan pinus yang sedang dilihat oleh Bram
"Mass?.." kata Aisyah sambil memegang pundak Bram dan memperhatikan Bram
"Kayak ada yang manggil mas Syaah..disitu ya Syaah?..mas pernah hilang?" tanya Bram sambil menunjuk hutan pinus dengan tatapannya yang tidak lepas dari sana
"Iya mas..ayuuk..kita jalan lagi..perasaan Aisyah nggak enak nih.."
Bram lalu mengikuti ajakan Aisyah untuk berjalan kembali..sesekali dia melihat lagi ke arah hutan pinus..seperti ada kekuatan lain yang menyuruh dia untuk menoleh ke arah hutan Pinus lagi
Sesampainya di luar gerbang makam selagi menyusuri jalan setapak yang menurun..tiba-tiba ada seekor kadal melintas tepat di depan Aisyah..yang membuat dia kaget hingga kehilangan keseimbangannya..dan membuat Aisyah terpeleset jatuh kebawah..ke arah kebun singkong warga yang ada disisi kanan jalan setapak
__ADS_1
Bram yang melihat..tidak sempat meraih tangan Aisyah yang sudah meluncur kebawah
"Syaaah!!..kamu nggak apa-apa?" tanya Bram dari atas
"Aduuuuh...masss...kaki Aisyah sakiiit masss" rengek Aisyah sambil memegangi mata kaki kanannya
Bram lalu mencari jalan untuk menghampiri Aisyah yang sudah jatuh dibawah
"Kamu kenapa?" tanya Bram setelah sampai disebelah Aisyah
"Kaki Aisyah mas...aaaaduuhh" rintih Aisyah sambil meringis kesakitan memegangi kaki kanannya
"Coba mas lihat" pinta Bram sambil meluruskan perlahan kaki Aisyah yang terasa sakit
Bram melihat mata kaki Aisyah seperti terkilir dan membiru
"Yang ini Syaah.?" tanya Bram sambil menyentuh mata kaki Aisyah
"Aaauu!!..iya mas...ssssshhh...sakit banget.."
"Bisa dipake buat jalan nggak?"
"Nggak tahu mas.." jawab Aisyah yang meringis kesakitan
Bram lalu membantu Aisyah untuk berdiri..tapi Aisyah langsung meringis kesakitan dan dia pun duduk kembali
"Sakit mas!!...aaaargh.." erang Aisyah
"Gimana dong?..sudah mau hujan nih Syaah...kamu mas bopong yaaaah?" usul Bram
Mau nggak mau..Aisyah mengiyakan permintaan Bram
Bram lalu mulai membopong Aisyah
Dikarenakan tempat yang sempit di sekitaran kebon singkong..Bram agak kewalahan waktu berjalan..karena selama dia berjalan dia tidak bisa melihat dengan jelas jalan di depannya..karena terhalang oleh badan Aisyah yang sedang dia bopong.
Bram lalu berhenti dan menaruh Aisyah kembali ditanah
"Ada apa mas?" tanya Aisyah sambil meringis
"Mas kalau bopong kamu..mas nggak bisa ngelihat jalan..kamu mas gendong di belakang yaah?" tanya Bram
"Eeeh!...nggaaaak!..nggak!...Aisyah nggak mau!.." tolak Aisyah
"Terus mau gimana lagi?..sudah mau hujan loh Syaah..mana sebentar lagi mau magrib.."
Aisyah tampak berpikir sejenak
"Ya udaaah...tapi mas jangan punya pikiran macem macem yaah.."
"Iyaaa...ayuuuk" ajak Bram sambil membelakangi Aisyah
Lalu dengan ragu-ragu..Aisyah mulai menaiki punggung Bram
"Dah Syaah?..pegangan yaaah.." ucap Bram
Bram lalu bangkit..setelah berdiri..Bram lalu mengaitkan kedua paha Aisyah ke pinggangnya..
Aisyah sebenarnya merasa risih didalam gendongan Bram..apalagi posisi pahanya berada di dekapan tangan Bram
Dia menahan badannya dengan sikutnya agar dadanya tidak menempel di punggung Bram
"Sikut kamu jangan nekan punggung mas kenapa sih Syaah..sakit nih.." kata Bram sambil berjalan agak membungkuk..mengimbangi badan Aisyah yang ada dipunggungnya
"Biarin.."
"Peluk leher mas napa siih.." pinta Bram
"Nggak mauu!!"
Bram berjalan agak cepat di jalan menurun di karenakan gerimis sudah agak deras...sambil mengimbangi Aisyah yang ada digendongannya
"Kita neduh di sana ya Syaah..." kata Bram sambil berjalan ke arah saung kecil di pinggiran kebun sayur
Setelah menaruh Aisyah di saung..hujan langsung turun dengan derasnya..Bram lalu duduk disamping Aisyah sambil meluruskan kakinya Aisyah yang terkilir
"Aduh maassss...pelan-pelan" erang Aisyah begitu engkelnya yang bengkak tersentuh lantai saung yang terbuat dari bambu
"Engkel kamu bengkak nih Syaah.." kata Bram sambil melihat engkel Aisyah
"Iya mass..sakit banget.."
"Lagian..tadi kamu ngapain sih?..bisa sampai jatuh ke bawah?" tanya Bram
"Aisyah kaget mas..tadi ada kadal yang lewat didepan Aisyah" terang Aisyah
Bram yang duduk disebelah Aisyah...meluruskan punggungnya yang terasa sakit
"Sikut kamu bikin punggung mas sakit tauk..."
Aisyah hanya tersenyum geli yang melihat Bram meringis sambil memegangi punggungnya
"Kita bisa lama disini nih..hujannya deres banget soalnya..." kata Bram sambil mengibas-ibaskan jaketnya dari butiran air hujan
"Kalau hujannya nggak berhenti sampai malam..gimana Syaah?" tanya Bram
"Yaaa..kan mas cuma nanya..kalau sampe malem..apa kita tetep neduh disini..apa nekat hujan-hujanan?" tanya Bram lagi
Bram heran melihat Aisyah yang tersenyum geli..seperti dia teringat akan sesuatu
"Aisyah jadi inget mas..dulu mas sama Aisyah pernah pulang main sambil hujan-hujanan..langsung dimarahi sama ibu begitu kita sampai di vila mas.." ujar Aisyah sambil tersenyum
"Memang dasar mas orangnya bandel...biarpun ibu sudah marah-marah..mas tetap ajah mandi hujan di halaman vila.."
"Mas mandi hujannya sama kamu?" tanya Bram
"Iyaaa..Aisyah sudah kedinginan mas..sudah mau mentas..tapi mas tetep maksa Aisyah untuk lanjut mandi hujannya di halaman vila.."
Bram lalu mengeluarkan handphone nya dan merekam dia dan Aisyah untuk di share di Instagram
"Mas mau di share yaah?" tanya Aisyah
"Iyaa..mau mas share di Instagram.."
Lalu Bram merekam kaki Aisyah yang bengkak sambil di komentari
"Kalau yang ini jangan mas share yaah.." pinta Aisyah pada Bram yang tengah merekam kakinya
"Kenapa?"
"Aisyah nggak mau nanti ibu tahu.."
"Kenapa emangnya?"
"Nanti ibu bisa marah loh mas.."
"Masaak siiih?..mas nggak percaya.."
"Percaya sama Aisyah deh mas.."
Bram yang tidak mempercayai omongan Aisyah..langsung dia share di Instastory pribadinya
Setelah ter up-load..Bram lalu menyalakan rokoknya
Bram melihat Aisyah mengigil kedinginan
"Kamu kedinginan Syaah?"
"Iya mas..sedikit..gara-gara kena gerimis tadi.." kata Aisyah sambil mengosok-gosokan telapak tangannya
"Kamu pake jaket mas nih.." kata Bram sambil melepaskan jaketnya dan memberikan kepada Aisyah
"Terima kasih mas" kata Aisyah yang langsung memakai jaketnya Bram untuk meredakan hawa dingin yang mulai merasuki badannya
"Lagian..kamu tadi nggak bawa jaket kamu yaah?"
"Iya mas..lupa..jaket Aisyah masih dimobil"
Bram melihat Pasmina Aisyah sedikit basah dan sepertinya tembus ke rambutnya
"Kerudungan kamu buka ajah..nanti kamunya bisa masuk angin lho.." kata Bram
"Enaak ajah..nggak boleh mas.." jawab Aisyah
"Dari pada kamunya nanti sakit?..kalo udah rada kering baru dipake lagi.." usul Bram
Aisyah seperti ragu atas usulan Bram
"Mas juga udah pernah lihat kamu nggak pakai jilbab ini kan?.."" kata Bram sambil tersenyum
Aisyah akhirnya menerima usulan Bram..dia lalu membuka Pasmina nya yang agak basah dan mengerai rambutnya yang panjang dan lurus
Bram dibuat bengong yang melihat Aisyah menggerai dan mengeringkan rambutnya dengan Pasmina nya
"Ya Alloooh..kamu beneran cantik Syaah..kalau nggak pakai jilbab.."
"Masss?..masss Braaam?..." panggil Aisyah yang heran melihat Bram terdiam seperti patung
"Eeh..apa Syaah? " jawab Bram yang seperti tersadar dari hipnotis
"Mas kenapa ngeliatin Aisyah sampai segitunya?" tanya Aisyah yang terus mengelap rambutnya agar kering
"Mas kayak lagi melihat bidadari yang baru turun dari Kahyangan.."
"Wuuuu!!..mas kalo gombal paling pinter.." kata Aisyah sambil menyabetkan Pasmina nya ke arah Bram..
Bram dengan sigap..menangkap ujung Pasmina Aisyah..dan menariknya dari tangan Aisyah
"Siniin Pasmina Aisyah masss.."
"Ooh..ini namanya Pasmina yaaah?..mas kira kerudungan.." tanya Bram sambil tersenyum
"Iyaaa..siniin mas.."
Kalau kakinya tidak terkilir..Aisyah sudah pasti bangun dan mengambil Pasmina nya dari tangan Bram
"Kamu cakepan nggak pake jilbab tau Syaah.." kata Bram sambil bangun dan mengambil handphone nya untuk mengabadikan Aisyah yang tidak pake hijab
__ADS_1
"Mas mau ngapain?" tanya Aisyah heran
Aisyah segera menundukan wajahnya dan menutupnya dengan kedua tangannya..saat Bram memfoto dirinya
"Liat sini dong Syaah.." pinta Bram sambil tertawa
"Enggak maauuuu!!.." jawab Aisyah yang masih tertunduk sambil menggelengkan kepalanya
Bram hanya tertawa yang melihat Aisyah masih menundukan wajahnya yang tertutup oleh rambutnya yang panjang
Bram lalu melihat handphone nya bergetar
"Mamah nelpon nih Syaah" kata Bram yang memperlihatkan ke Aisyah..kalau mamahnya menghubungi melalui video call
"Siniin Pasmina Aisyah mas..Aisyah nggak mau ibu melihat Aisyah nggak pake jilbab" pinta Aisyah
Bram lalu memberikan Pasminanya ke Aisyah.
Setelah memastikan Aisyah memakai Pasmina nya..Bram lalu menjawab panggilan video call mamahnya
"Assalamuallaikum mah.."
"AISYAH KENAPA BRAAMMM??..KOK BISA KAKINYA BENGKAK BEGITU..KAMU GIMANA SIH?. .KAN KAMU SUDAH MAMAH SURUH JAGAIN..KAMU KOK BISA TELEDOR SIH BRAM...!!"
"Wooooaa...wooooaa...sabar mah..pelan-pelan napa siiiih" kata Bram kepada mamahnya yang langsung ngomel-ngomel begitu video call tersambung
"KAMU TUH YAAAAH!!...MAMA SURUH JAGAIN AISYAH SAJA NGGAK BISA!..." omel bu Yuli yang geram sambil melotot kepada Bram..
Aisyah tertegun kaget..atas ucapan bu Yuli barusan
"Kok mamah nyalahin Bram sih?..orang Aisyah nya yang jatuh sendiri..tanya ajah sama orangnya tuh.." kata Bram sambil mengarahkan kamera depannya ke arah Aisyah
"Bener teh?..kamu jatuh sendiri?" tanya bu Yuli pada Aisyah
"Bener bu..Aisyah tadi kepeleset..sampai kaki Aisyah terkilir"
"Hmmmm..ya sudah kalau begitu..kalian sudah di Dago kan?"
"Sudah mah.." jawab Bram
"Kalian lagi ada dimana sekarang..kayak di gubuk-gubuk gitu"
"Bram sama Aisyah lagi neduh di saung mah..lagi hujan disini"
"Saung?..kalian dari mana sih?..kok bisa neduh di saung?"
"Bram habis nganterin Aisyah ziarah ke makam orangtua nya Aisyah mah..pas pulang di jalan ketemu hujan..."
"Ya udah...eh..Braaam..."
"Iya mah.."
"Kamu jangan macam-macam sama Aisyah yaaah?" ancam mamahnya
Bram hanya diam..
"Teh..engke upami mas Bram henteu sopan sareng teteh..teteh lapor ka ibu nyak (Teh..nanti kalau mas Bram tidak sopan sama teteh..teteh lapor sama ibu yaaak)"
"Muhun bu.. (Iya bu)" jawab Aisyah
"Yaaaah..pada ngomong nggak jelas lagi daah.." kesal Bram
"Mamah percaya sama Bram deh mah.."
"Ya sudah..nanti mamah akan suruh Dr Alex untuk memeriksa kakinya Aisyah..dah ya Bram..teh..assalamuallaikum"
"Waalaikumsallam.." jawab Bram dan Aisyah berbarengan
Lalu sambungan terputus
"Mas sudah Aisyah bilangin nggak percaya sih?..akhirnya ibu jadi tahu kan.."
Tak terasa hujan akhirnya reda..dan suasana sore menjelang malam telah mulai menyelimuti disekitaran tempat Aisyah dan Bram berteduh
"Yuk Syaah..kita jalan lagi" ajak Bram sambil berjongkok di depan Aisyah
Aisyah lalu dengan perlahan menaiki punggung Bram kembali..setelah itu Bram bangun dan mulai berjalan
"Sikut kamu Syaaah...peluk leher mas kenapa siiih??" pinta Bram yang merasakan sikut Aisyah menekan punggungnya
"Nggak mauuu!!..itu mah maunya mas.."
"HEEEEH..TANGAN MAS NGAPAIN!!" teriak Aisyah karena tangan Bram meraba-raba pantatnya yang berada di gendongan Bram
"Peluk leher mas nggak?..kalo nggak..mas colek lagi nih..mas jadi berat sama sakit nahan sikut kamu.."
"NGGAK MAUUU!!" teriak Aisyah
Bram dengan usilnya..mencolek pantat Aisyah dengan jarinya
"MAS MEESUUUMMMM!!" kesal Aisyah sambil menjewer telinga Bram
Bram lalu berhenti
"Kamu kenapa sih??..takut mas horny yaaah?..mas waktu gantiin baju kamu aja nggak apa-apakan? " tanya Bram sedikit kesal sambil menengok ke belakang
"Kalau nggak..nanti kamu mas tinggal disini nih..maauu??" ancam Bram
"Jangaaan masss!!...Aisyah takut.." rajuk Aisyah
"Mangkanya..peluk leher mas!"
Lalu dengan ragu-ragu..Aisyah memeluk leher Bram..yang otomatis dadanya menempel di punggung Bram
"Naaah...kalo gini kan mas jadi enteng bawa kamu.." kata Bram sambil berjalan lagi
"Mana empuk lagi..kayaknya 40B ini" ujar Bram lirih
"MAS NGOMONG APAAAA?" tanya Aisyah dengan nadanya yang tinggi sambil menjewer kuping Bram
"Nggaaak!...jalanannya jadi empuk Syaah...gara-gara hujan.." elak Bram
Aisyah pun tersenyum..lalu di menempelkan kepalanya di punggung Bram..hingga dia bisa mendengar detakan jantung Bram yang berdetak secara teratur
Aisyah merasakan perasaan damai didalam gendongan Bram
Bram tersenyum yang merasakan kepala Aisyah menempel di punggungnya
"Masss.." panggil Aisyah lirih yang masih menempelkan kepalanya di punggung Bram
"Apa?" jawab Bram
"Mas kalau capek berhenti dulu ajah.."
"Kamu tenang ajah..mas gendong kamu dari sini sampe Jakarta aja.. mas juga masih kuat.."
"Kok bisa?..memangnya mas kuat?" tanya Aisyah sambil menengok ke arah Bram
"Kuatlaaaah...kan mas gendong kamu pake nafsu...hahahaha....aaaaaah"
Tawa Bram terhenti oleh jeweran Aisyah di telinganya
Bram tiba-tiba berhenti..
"Kok berhenti mas?..mas capek yaaah?.." tanya Aisyah
Bram hanya diam dan memejamkan matanya
"Mas dikasih flashback lagi?" tanya Aisyah
"Iya..mas lagi gendong kamu..kayak sekarang ini..tempatnya sama Syaah..di jalanan ini.." kata Bram yang masih memejamkan matanya
Setelah pandangannya normal..Bram lalu melanjutkan perjalanannya
"Dulu..kamu kecil suka mas gendong yaah?" tanya Bram
"Iya mas.." jawab Aisyah sambil tertawa kecil
"Setiap pulang main..mas suka gendongin Aisyah pulang sampai rumah Aisyah.."
Aisyah yang sedang digendong oleh Bram..timbul niat usilnya..dia tiup dengan perlahan telinga Bram yang ada didepan mukanya
"Hiiih...geli Syaah.." kata Bram yang menggelinjang kegelian
"Hihihihi..sekarang gantian mas yang Aisyah godain.." goda Aisyah
Aisyah kembali meniup telinga Bram..Bram kembali merinding kegelian
"Nih anak..dibilangin nggak kena yaaah!!" kesal Bram
Bram dengan sengaja berjalan sempoyongan..seakan-akan dirinya akan jatuh..Aisyah langsung memeluk erat leher Bram
"Ya Alloh..ini empuk-empuk di punggung gua apaan yaah?"
"Masss!!..nanti Aisyah jatuh!!.." kata Aisyah dengan wajah ketakutan
"Biariiin..lagian kamunya usil sih.."
Lalu Bram menaikan kembali badan Aisyah yang agak turun di pinggangnya
Aisyah tertawa geli..kini dia menggoda Bram dengan mengecup telinga Bram
"Teruuuussss!!..sudah mulai berani kamu yaaah?...nanti mas balesnya di vila yaaaah.." ancam Bram
"Siapa takut?" jawab Aisyah sambil tersenyum dan kembali dia kecup telinga Bram..kali ini dia gigit ujung telinga Bram dengan lembut
Tiba-tiba Bram berlari begitu dia sudah sampai di jalanan aspal
"Eeh...hati-hati massss...nanti kita bisa jatuh..." kata Aisyah
"Biariiiin.."
"Mas mau kemana sih?..kok pake lari segala?" tanya Aisyah yang ketakutan di gendongan Bram
"Mau cepet-cepet sampai di vila..biar mas bisa bales dendam sama kamu.." jawab Bram
"MAASSSSS!!!" teriak Aisyah sambil mengencangkan pelukannya di leher Bram
__ADS_1
Bram yang berlari menuruni jalan..berteriak sambil menggendong Aisyah yang juga teriak sambil memukuli pundak Bram menuruni jalanan menuju ke vila nya