Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
21.Sedikit Terbuka


__ADS_3

Pagi itu..adzan Subuh berkumandang dilangit Dago yang berasal Masjid dan Mushola seperti alunan suara yang membangunkan kaum Muslimin dari peraduannya untuk segera menunaikan ibadah sholat Subuh


Dikamar vila..diatas ranjang..Aisyah menggeliat bangun dan mengucek-ucek matanya..dia lalu bangun dan mencari keberadaan Bram di dalam kamar


"Tuh kan..mas Bram ninggalin aku sendirian dikamar.." ketus Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya


Tapi..Aisyah seperti mendengar suara..seperti orang tidur..dia pun mencari asal suara itu.


Aisyah tersenyum ketika melihat di depan ranjang..Bram yang tertidur di lantai beralaskan kasur gulung


Dari atas kasur dia perhatikan Bram yang masih terlelap tidur


"Maafin Aisyah ya masss...Aisyah sudah Su'udzon sama mas..Aisyah kira mas ninggalin Aisyah sendirian.." kata Aisyah lirih sambil tersenyum geli


Gara-gara dia tidur diranjang..Bram jadinya tidur dilantai beralaskan kasur gulung


Karena kakinya belom boleh dipakai berjalan..Aisyah berinisiatif menggunakan Tayamum sebagai pengganti wudhu


Setelah membetulkan baju dan Pasminanya Aisyah menghadap kiblat..Aisyah lalu menunaikan sholat Subuh diatas kasur


Selesai sholat..Aisyah bingung..karena dia harus ke kamar mandi..dan dia nggak mau membangunkan Bram yang masih tertidur


Lalu dengan perlahan..Aisyah turun dari ranjang..dia lalu menggunakan satu kaki berjingkat perlahan menuju ke kamar mandi..yang kebetulan ada di seberang tempat tidur


Dengan berpegangan dengan tembok..Aisyah merambat melewati Bram yang tertidur di lantai


Aisyah meringis ketika kaki yang terkilir di gunakan sebagai tumpuan untuk melangkah


Tiba-tiba Aisyah jatuh terjerembab disamping Bram yang lagi terlelap tidur hingga membuat dia terbangun


"Hmmmm.." guman Bram sambil membuka matanya


"Aisyaaaah!!" kaget Bram langsung terperanjat bangun dan menghampiri Aisyah yang jatuh di lantai


"Aduuuh masss...sakiiit" erang Aisyah yang terbaring kesakitan sambil memegang kaki kanannya


"Kamu ngapaaiiin??" tanya Bram sambil membopong Aisyah kembali ke ranjang


"Kamu kan sudah mas bilang..jangan jalan dulu..kok bandel siiih?" kata Bram sambil menaruh Aisyah di ranjang


"Aisyah mau ke kamar mandi mas..." jawab Aisyah yang meringis ketika kakinya yang terkilir tersentuh ranjang


"Kamu kan bisa bangunin mas..daripada kayak tadi.." pinta Bram


Lalu Bram membopong kembali Aisyah menuju ke kamar mandi..setelah didalam Bram menaruh Aisyah di closet duduk..lalu mengambil kursi kecil untuk tumpuan kaki Aisyah yang terkilir


"Bebatnya mau mas bukain nggak?" tanya Bram


"Boleh deh mas..takutnya nanti basah kena air"


Dengan perlahan Bram membuka bebat yang membungkus kaki Aisyah yang terkilir


"Aaah..pelan-pelan mass.." erang Aisyah ketika mata kakinya yang terkilir tersentuh jari Bram


"Maaf..sakit yaah?" tanya Bram sambil meniup-niup mata kaki Aisyah


Aisyah tersenyum melihat Bram yang telaten meniup mata kakinya


"Ya Allooh..mas Bram sampe segitunya.."


"Sudah tuh..kamu mau mandi sekalian?" tanya Bram sambil bangun


Aisyah pun mengangguk


"Mau mas yang mandiin?" tanya Bram sambil menguap


"Iiih..mass mah maunya.."


"Ya udaah..nanti kalau sudah selesai panggil mas...jangan coba-coba kayak tadi lagi yaah!!" wanti-wanti Bram


"Iya mas.." kata Aisyah sambil mengangguk


"Eh.mas...tolong ambilin tas Aisyah ya mas?.." pinta Aisyah


"Yang mana?" tanya Bram


"Yang tas ransel hitam"


"Tas kamu belum kamu turunin kan?"


"Belum mas..masih ada dimobil"


Bram lalu keluar dari dalam kamar mandi..tak lama kemudian dia kembali dengan membawa tas ransel hitam kepunyaan Aisyah


"Yang ini?" tanya Bram sambil menunjukan tas hitam yang ada di tangannya


"Iya mas..digantungin disitu aja.." pinta Aisyah


"Terima kasih ya mas.." sambung Aisyah


Setelah menaruh tas Aisyah di gantungan yang ada di belakang pintu kamar mandi..Bram lalu meninggalkan Aisyah di kamar mandi.


Bram yang masih ngantuk tanpa sadar menuju ke ranjang dan melanjutkan tidurnya yang tertunda


Tak berapa lama Aisyah yang sudah selesai mandi memanggil Bram


"Massss?..Aisyah sudah nih..." panggil Aisyah yang sudah terlihat segar selesai mandi..dengan rambutnya sengaja digerai tanpa menggunakan pasminannya


"Mas Braaam???" panggil Aisyah lagi


"Jangan-jangan mas Bram tidur lagi nih.."


Aisyah lalu berusaha melangkah ke pintu kamar mandi..setelah itu dia tersenyum yang melihat Bram yang kembali tidur di ranjang


"Duuuh..bangunin nggak yaah?..tapi kalau mas Bram tahu aku jalan lagi..pasti nanti marah.."


"Massss?...mas Braaam?.." panggil Aisyah dari pintu kamar mandi


Karena Bram tidak merespon panggilannya..Aisyah lalu dengan perlahan kembali merambat ke arah tempat tidur..kali ini dia berusaha menahan rasa sakit di kakinya dan berusaha agar tidak jatuh lagi


Setelah menempuh perjuangan yang menurut Aisyah cukup lama..akhirnya sampailah dirinya di samping ranjang..Aisyah melihat Bram yang tengkurap tertidur pulas di atas ranjang.


Lalu dengan perlahan Aisyah duduk di ranjang dan menaruh kakinya yang terkilir di ranjang


Aisyah meringis sambil mengurut perlahan mata kakinya yang terlihat bengkak..dan masih terasa nyeri kalau diajak berjalan


Tiba-tiba Bram menggeliat dan membalikan badannya ke arah Aisyah..hingga Bram terlentang persis di samping badan Aisyah


Melihat posisi Bram seperti itu..timbul niat usil Aisyah..dia ambil handphone nya dan dia foto Bram yang tertidur.


Aisyah terlihat tersenyum iseng..lalu dengan perlahan Aisyah merebahkan badannya di sebelah Bram


Dia mainkan ujung hidung Bram sambil tersenyum..dia tarik-tarik dengan lembut ujung hidung Bram


"Hidungnya mas Bram mancung banget sih?"


Dia pandangi Bram yang terlelap didepannya dengan tersenyum..lalu dengan hati-hati diletakan kepalanya didada Bram dan dia ambil foto selfie.


Aisyah tidak tahu..kalau Bram sebenarnya pura-pura tidur..dia melirik ke Aisyah yang tengah rebah di dadanya sambil melakukan selfie


"Kalau berani jangan pas lagi tidur doong.." ucap Bram dengan suara serak khas bangun tidur


Spontan Aisyah bangun dari dada Bram..mukanya merah merona menahan malu..


"Mas pura-pura tidur yaaah?" kesal Aisyah sambil memukul dada Bram


Bram pun tertawa


"Kamu tadi kesini nya jalan yaaah?"


"Iyaaa..abisan mas siih.. Aisyah panggil nggak nyahut.." ketus Aisyah mengerucutkan bibirnya sebal


"Kamu kok nggak pake jilbab Syaah?" tanya Bram


"Iya mas..rambut Aisyah kan masih basah" jawab Aisyah


"Kamu cantikan begini loh Syaah...sekseeeeh!!" goda Bram


"Woooo...mas pagi-pagi sudah gombal ajah!!" gemas Aisyah sambil mencubit pinggang Bram


Bram hanya tertawa yang pinggangnya dicubit Aisyah


Bram yang masih terbaring diranjang..membuka kedua tangannya


"Siniiih...tidur di dada mas lagi..kayaknya kamu masih ngantuk tuh" pinta Bram


"Nggak ah..nanti mas macem-macem lagi?.."


"Nggak..percaya deh sama mas...sinii" bujuk Bram

__ADS_1


"Beneraan yaaah?.." wanti-wanti Aisyah


Bram menganggukan kepalanya


Lalu dengan ragu-ragu Aisyah merebahkan badannya di samping Bram..dan menaruh kepalanya di dada Bram yang bidang


Bram lalu memeluk Aisyah


Setelah itu Bram menarik selimut untuk menutupi badan Aisyah dan dirinya


"Mas sayang sama kamu Syaah!" bisik Bram sambil mencium rambut Aisyah yang tidak memakai pasminanya dan masih agak basah


Aisyah hanya diam di dalam pelukan Bram..tanpa bisa berkata apa-apa


Di dalam hatinya berkecamuk berbagai macam perasaan yang menjadi satu


"Massss?.." panggil Aisyah lirih yang masih merebahkan kepalanya di dada Bram


Karena tidak ada jawaban..Aisyah menengok ke arah Bram..ternyata Bram sudah memejamkan matanya kembali..Aisyah pun tersenyum dan menaruh kepalanya lagi di dada Bram dan memejamkan matanya serta merapatkan badannya di dalam pelukan Bram.


"Aisyah juga sayang sama mas.." ujar Aisyah lirih


Mata Bram terbuka sambil tersenyum melihat pucuk rambut Aisyah setelah mendengar perkataan spontan Aisyah barusan


______________


Tampak sebuah mobil Pajero Sport hitam berhenti didepan gerbang Vila..dibunyikan klakson mobil itu dan tak lama..mang Harja membuka pintu kecil dan menghampiri mobil itu..setelah tahu siapa yang ada didalam..mang Harja segera membukakan pintu gerbang.


Lalu mobil itu melaju menaiki ke arah carport vila dan memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Aisyah


Dari dalam keluar 2 pasang suami istri yang sudah cukup berumur dan beserta pak Lurah Adung..mereka bertiga segera menuju ke teras vila


"Silahkan masuk pak..neng Aisyah sudah menunggu di dalam.." kata mang Harja sambil mempersilahkan tamunya Aisyah untuk masuk


Setelah mempersilahkan para tamu untuk duduk di sofa ruang tamu..mang Harja segera menuju ke ruang tengah


"Nennng...ada pak Lurah sama tamunya di depan.." lapor mang Harja


"Iya maang...suruh tunggu sebentar yaah..saya nanti ke depan" jawab Aisyah yang tengah melihat-lihat handphonenya


Aisyah menurunkan kaki kanannya yang dia taruh di atas meja..dia lalu beranjak ke ruang tamu sambil menggunakan kruk pemberian Dokter Alex untuk menyanggah kakinya yang terkilir


"Selamat siang bu.." sapa pak Lurah Adung begitu melihat Aisyah muncul dari dalam


"Selamat Siang pak.." jawab Aisyah


"Perkenalkan bu..ini Pak Rahman dan Istri.." kata pak Adung yang memperkenalkan tamu yang dia bawa kepada Aisyah


Aisyah segera menyalami pasangan suami istri yang dibawa pak Adung


"Mari pak..silahkan duduk." kata Aisyah


"Ngomong-omong..kaki ibu kenapa?" tanya pak Adung


"Ooh..kemaren terkilir pak..sekarang sih sudah mendingan" jawab Aisyah sambil tersenyum


Lalu mereka bertiga terlibat perbincangan hangat di ruang tamu


Bram yang baru keluar dari dalam kamar..segera menuju ke dapur dan terus kedepan melalui garasi


Setelah berada didepan..Bram lalu menyalakan rokoknya


Dari dalam dapur muncul mang Harja


"Den?.." sapa mang Harja


"Eh..mang Harja...rokok mang?.." jawab Bram sambil menawarkan rokok pada mang Harja


"Iya den..terima kasih..saya ada.." kata mang Harja sambil tersenyum


"Den Bram..bisa tidak kita bicara sebentar?" pinta mang Harja


"Bicara apa mang?" tanya Bram


"Lebih baik kita bicara di teras belakang ajah den.." ajak mang Harja


Lalu Bram mengikuti mang Harja menuju ke teras belakang..sesampainya disana


"Mau ngomong apa sih mang?" tanya Bram sambil duduk di kursi


"Sebelumnya saya mohon maaf loh den..jika saya lancang"


"Ngomong aja mang.."


"Baik den..begini..dari mana yaah saya harus memulainya?.." kata mang Harja


"Begini den..ketika saya melihat aden baru sampai di vila..saya melihat dengan mata batin saya ada yang aneh di sekitaran kepala aden..seperti ada awan putih tipis yang melingkar di kepala aden.." ucap mang Harja membuka omongannya


Bram bingung dengan omongan mang Harja


"Maksud mamang?"


"Iya..aden seperti kena ajian Malih Pangeling..ilmu langka dari tanah Pasundan..orang yang kalau terkena ajian itu akan lupa dengan masa lalunya..seperti amnesia den.." jawab mang Harja


Bram terkejut dan bercampur heran


"Saya nggak mengerti omongan mamang..maksud mamang saya kena kiriman santet?"


Mang Harja tersenyum simpul


"Bukan den..sepertinya ada seseorang yang memberikan ajian itu ke aden..supaya aden tidak ingat masa lalu aden"


Bram berkerut keningnya


"Mungkin itu kali ya mang...saya sampai sekarang tuh nggak ngerti..kenapa saya nggak ingat sama sekali masa-masa kecil saya dulu.." ujar Bram dengan heran


Bram lalu seperti teringat sesuatu


"Mamang ngurus vila ini dari kapan?" tanya Bram


"Dari vila ini berdiri den.." jawab mang Harja


"Laah..kata mamah yang ngurusin vila bukannya pak Mahmud mang?..ayahnya Aisyah?" tanya Bram


"Bukan den..pak Mahmud memang diserahin tanggung jawab untuk mengurusi vila ini sama pak Agung..bapak aden..tapi untuk keperluan sehari-hari..pak Mahmud memperkerjakan saya untuk membersihkan dan mengurus vila ini..selain vila ini..pak Mahmud juga yang mengawasi semua tanah dan rumah pak Agung yang ada di Dago sini den" terang mang Harja


"Terus..yang gantiin pak Mahmud ngurusin tanah papah siapa mang?" tanya Bram


"Adeknya saya den..mang Dirga" jawab mang Harja


"Ooh...gitu..eh mang..mamang ingat nggak..katanya saya dulu sempat hilang di hutan Pinus yang ada di atas?" tanya Bram


Mang harja tersenyum


"Inget den..waktu itu aden kelas 6 SD..Pak Agung mau ngadain acara selamatan disini untuk syukuran kelulusan aden.."


Dari dalam muncul bu Wasti sambil membawa nampan yang berisikan 2 gelas kopi dan sepiring singkong rebus


"Mas..kopinya" kata bu Wasti


"Iya bu..terima kasih" jawab Bram sambil tersenyum


Bu Wasti lalu kembali kedalam


Mang Harja menyalakan rokok kreteknya..setelah menyebulkan asap rokoknya


"Waktu itu aden sama neng Aisyah main sampai ke area hutan..padahal sudah di ingatkan sama pak Mahmud..ayahnya neng Aisyah..agar aden dan neng Aisyah jangan sampai maen ke daerah hutan..tapi aden tetap maen kesana..sampai akhirnya..neng Aisyah pulang sendirian dalam keadaan menangis"


Bram tampak serius mendengarkan cerita mang Harja yang menceritakan cerita masa kecilnya dulu..masa-masa yang tidak di ingat oleh dirinya sama sekali


"Semua orang kampung pada geger begitu mendengar cerita neng Aisyah..yang memberi kabar kalau aden hilang di hutan pinus.."


"Terus mang?" kata Bram yang penasaran


"Kami..orang kampung segera bergegas menuju ke hutan pinus untuk mencari aden..saya yang merasa ada yang tidak beres..segera menghubungi guru saya untuk membantu mencari aden..Alhamdulillah..aden berhasil di temukan di atas salah satu pohon pinus dalam keadaan bingung dan linglung..menurut guru saya..aden diculik oleh salah satu penunggu hutan pinus.." terang mang Harja


Bram terperanjat ngeri begitu mendengar cerita mang Harja


"Diculik sama penunggu hutan pinus?..kok saya nggak inget sama sekali ya mang?" tanya Bram heran


"Iya den..mungkin aden tidak bisa mengingat masa kecil aden..karena aden terkena ajian itu.."


Bram semakin bingung..


"Tapi..kenapa ya mang?"


Mag Harja menggelangkan kepalanya


"Mungkin guru saya bisa menjelaskan ke aden..kalau aden mau..nanti sore saya bisa anterin aden kerumahnya di daerah Lembang Atas..aden disini sampe kapan?" tanya mang Harja

__ADS_1


"Saya disini sampe Aisyah sudah bisa jalan lagi..palingan sampai lusa lah mang..boleh deh mang nanti kita ketempat gurunya mamang..biar saya nggak penasaran" jawab Bram


"Oh iya mang..saya mau tanya..dulu tuh saya sama Aisyah tuh kayak gimana sih?..soalnya saya tuh nggak ingat sama sekali" tanya Bram


Mang Harja tersenyum


"Dulu aden sama neng Aisyah selalu bersama-sama..kemana-mana selalu berdua...sudah kayak kakak adik saja..setiap aden baru dateng dari Jakarta..aden langsung lari kerumah neng Aisyah" terang mang Harja


"Rumahnya Aisyah dimana sih mang?" tanya Bram


"Tuh..di atas den.." jawab mang Harja sambil menunjuk ke arah belakang vila


"Masih ada rumahnya mang?"


"Masih den..tapi kosong..nggak ada yang nempatin..soalnya  pak Mahmud dan Bu Entin kebetulan sama-sama anak tunggal..sama seperti neng Aisyah..neng Aisyah juga anak tunggal"


"Sama kayak saya juga mang.."


"Iya den..mangkanya dulu aden sama neng Aisyah selalu berantem..soalnya sama-sama anak tunggal..nggak ada yang mau ngalah..seringnya sih yang nangis neng Aisyah..tapi nanti baikan lagi..namanya juga anak-anak den" kata mang Harja sambil tersenyum


Bram tersenyum..mengingat perkataan Aisyah..kalau dirinya kecil dulu sering menggoda Aisyah sampai menangis


"Tapi ibu aden selalu membela neng Aisyah..mungkin sama-sama perempuan kali ya den?" ujar mang Harja sambil tersenyum


"Kalau yang itu..masih mang..sampai sekarang" kata Bram


"Aden kecil dulu tuh termasuk anak yang badung loh den..setiap datang kemari..ada aja masalah yang aden bikin.."


"Kayak gimana mang?" tanya Bram sambil tersenyum malu-malu


"Banyak den..aden pernah melindas gabah yang lagi dijemur pake sepeda..membuka pintu irigasi..sampai sawah-sawah kepunyaan bapak aden pada kebanjiran" jawab mang Harja


Bram pun tersenyum malu..jadi benar apa yang diceritakan Aisyah tentang masa kecilnya dulu


"Setelah orangtua Aisyah meninggal..Aisyah tinggal sama siapa mang?..kan tadi kata mamang..orangtua Aisyah nggak punya saudara lagi" tanya Bram


"Tinggal di Bandung den..sama bibi aden..bu Rini..ibu aden menitipkan neng Aisyah di rumah adiknya ibu aden" jawab mang Harja sambil menyeruput kopi hitamnya


"Tante Rini?..kok mamah nggak pernah cerita yaah?" heran Bram


Tak lama..dari teras depan..Aisyah memanggil mang Harja


"Maaaaang?..pak Lurah sudah mau pulang nih..tolong bukain pintu gerbangnya yaaah?" pinta Aisyah dari depan


"Iya neng....sebentar ya den..nanti kita lanjutin ceritanya.." kata mang Harja sambil beranjak ke depan


Sepeninggal mang Harja..Bram termenung dalam lamunannya atas cerita mang Harja barusan


"Banyak banget yang blank di pikiran gua..gua jadi penasaran nih..pengen ketemu sama Gurunya mang Harja.."


Tak lama Aisyah menyusulnya ke belakang sambil tertatih-tatih dengan bantuan kruk


"Mas..kita makan yuuk..bu Wasti sudah nyediain di meja makan tuh.." ajak Aisyah


Bram lalu beranjak mengikuti Aisyah ke dalam untuk makan siang


"Pak Lurah nggak kamu ajak makan siang sekalian tadi Syaah?" tanya Bram


"Mereka malah yang ngajakin Aisyah makan di Budafest mas..tapi Aisyah nggak mau.."


"Kaki kamu sudah mendingan?" tanya Bram sambil duduk di kursi meja makan


"Masih sakit mas..masih sakit kalau di pake nginjek.." jawab Aisyah


_____________


Setelah makan siang..Bram dan Aisyah menuju ke ruang tengah


Aisyah lalu duduk dan menaruh kakinya yang terkilir di atas sofa


"Masss?.." panggil Aisyah pada Bram yang lagi melihat handphone nya


"Hmmmm.." sahut Bram tanpa menoleh ke arah Aisyah


"Tolong balurin salep ini dong mas.." pinta Aisyah sambil memberikan salep pemberian dari Dokter Alex kepada Bram


Bram lalu mengambil salep dari Aisyah..lalu mulai membaluri di mata kaki Aisyah yang masih membiru


"Ssssh..pelan-pelan mass.." kata Aisyah sambil meringis


"Yang ini masih sakit Syaah?" tanya Bram


"Iyaaaa.." erang Aisyah


"Ngomong-ngomong..foto tadi pagi sudah kamu kirim ke siapa Syaah?" tanya Aisyah


"Nggak mas...ssssh...fotonya nggak Aisyah kirim ke siapa-siapa..mas takut yaah?..Aisyah kirim ke ibu?" tanya Aisyah yang meringis


Bram mengangguk


"Tenang ajah mas...Aisyah juga nggak mau kalau ibu sampai tahu..nanti Aisyah bisa malu mas" jawab Aisyah sambil meringis


"Kirimin ke mas dong Syaah" pinta Bram


"Nggak aaah..nanti mas upload di Instagram mas lagi..aduuuuh.." erang Aisyah karena jari Bram yang membaluri salep menyentuh mata kakinya yang bengkak


"Ya nggaklah..masak mas sampai sebodoh itu..main upload sembarangan di sosmed..buat koleksi mas ajah..dah tuh" kata Bram yang selesai membaluri salep


"Iya..nanti Aisyah kirimin" kata Aisyah sambil memperhatikan mata kakinya


Tiba-tiba..handphone Aisyah berdering..dan dia lihat Kesih menghubunginya


"Assalamuallaikum Kesih..aya naon?..kitulah Sih..Kesih paratos dimana?..di imah Lisna?..enggeus kalo kitu..abdi didie wae lah yaaa?..nyaak..diburu nyaaak..nyaak waallaikumsallam.. (Assalamuallaikum Kesih..ada apa?..jadilah Sih..Kesih lagi dimana?..di rumah Lisna?..ya sudah kalau gitu..saya tunggu disini saja yaa?..buruan yaaak..yaa..waallaikumsallam)" kata Aisyah sambil menaruh handphonenya di sofa


"Kesih mau ngapain Syaah?" tanya Bram


"Kesih mau ngajak Aisyah jalan-jalan ke Curug Dago mas.." jawab Aisyah


"Haaah?..jalan-jalan?..kaki kamu kan belom sembuh bener Syaah..malah mau jalan-jalan ke Curug Dago..nggak boleh!!.." tegas Bram


"Tapi mass..Kesih sudah ngumpulin teman-teman Aisyah waktu SMA dulu..untuk kumpul di Curug Dago..sekalian reuni kecil-kecilan" ucap Aisyah memberikan alasan


"Nggak boleh!..sekali mas bilang nggak boleh..ya nggak boleh!!" ultimatum Bram


"Mas maaah...gitu ajah nggak boleh sih?" rajuk Aisyah yang mukanya cemberut


"Kalau mau ngumpul-ngumpul disini juga bisa kan?..nggak perlu ke Curug Dago segala..nanti kalian pada mau makan apa..nanti biar mas ngomong sama bu Wasti..apa mau mesen dari Budafest?..biar nanti mas telponin..biar diantar kemari..pokoknya kalau kamu mau jalan ke Curug Dago..mas nggak kasih ijin!.." tegas Bram


Aisyah yang kesal lalu menelpon Kesih lagi


"Halo Sih...rencana urang dibatalkeun..abdi henteu euweuh jalan karo A'A.. (Halo Sih..rencana kita dibatalin yaak..saya nggak boleh jalan sama A'A)" kata Aisyah sambil melihat ke Bram dengan pandangan kesal


"Urang kumpul didie wae laaah..di vila..nyaaak..A'A ambek umpami abdi leumpang di sabudeureun ke Curug Dago..nyaak..ngapunten nyaak Sih.. (Kita ngumpul disini aja laah..di vila..yaak..A'A marah kalau saya jadi jalan sama teman-teman ke Curug Dago..iyaaa..maaf ya Sih)"


Lalu Aisyah melempar handphonenya ke sofa dan melipat kedua tangannya di dada..tanpa melihat ke arah Bram


Bram menghela nafasnya yang melihat Aisyah sepertinya marah terhadap dirinya..lalu dia berjongkok di depan Aisyah..Aisyah langsung memalingkan mukanya ke samping


"Syaah...lihat mas..." pinta Bram lirih


Aisyah masih memalingkan mukanya tidak menyahut permintaan Bram..dadanya turun naik menahan kesal


"Aisyaaaah?..lihat mas.." pinta Bram sekali lagi


Aisyah lalu melihat Bram dengan muka yang masam


"Teman-teman kamu yang lain nggak tahu kan kalau kaki kamu terkilir?..nanti kalau ada apa-apa disana gimana?..nanti kalau kaki kamu tambah parah gimana?..siapa yang mau nolongin kamu?..ntar mas juga yang repot..musti kesana..jemput kamu..iya kalau langsung ketemu..kalau mas nyasar?..mas kan nggak hafal daerah Dago Syaah.." kata Bram sambil memegang kedua lutut Aisyah


"Mas nggak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu..kaki kamu terkilir saja..mas kena omel sama mamah..disangka nggak bisa jagain kamu..jadi..kamu ngumpulnya disini ajah yaaah?" bujuk Bram sambil tersenyum


"Kamu sama teman-teman kamu bebas mau ngapain disini..mau jogetan..mau jungkir balik..terseraaaah..asalkan kamu jangan pergi ke Curug Dago yaah?"


Aisyah mengangguk pelan


"Iya masss.." jawab Aisyah lirih


"Kamu sudah nggak marah sama mas lagi kan?" tanya Bram sambil tersenyum


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Senyum dong.." goda Bram


Aisyah tersenyum malu-malu kepada Bram


"Naaah..kalo gitu kan kamu tambah cantik" goda Bram sambil mencium kening Aisyah dan beranjak berdiri


"Teman-teman kamu mau di sediain apa?..biar mas pesenin ke Budafest..biar dianter kesini" tanya Bram


"Ntar dulu mas..Aisyah mau tanya dulu..pada mau makan apa?" jawab Aisyah

__ADS_1


Bram tersenyum yang melihat Aisyah yang mengambil handphone kembali dan menghubungi Kesih..Bram bisa bernafas lega..karena Aisyah mau mendengar omongan dia untuk membatalkan rencananya pergi ke Curug Dago


__ADS_2