Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
16.Gangguan


__ADS_3

Pagi itu..sekitar jam 5.30 pagi sebuah mobil Kijang Innova hitam berhenti di depan pintu gerbang kediaman keluarga Handoyo


Pak Trisno segera keluar dari dalam posnya untuk menanyakan maksud kedatangan mobil Innova tersebut


Tak lama..jendela sebelah kiri depan terbuka..munculah wajah Retno sambil tersenyum kepada pak Trisno


"Pagi pak..." sapa Retno


"Eh..mbak Retno..kirain siapa?..soalnya mobilnya beda.." jawab pak Trisno sambil membuka gerbang


"Iya pak..terima kasih ya pak " kata Retno setelah pak Trisno membuka gerbang


Lalu Toni-suami Retno langsung memarkirkan mobilnya di carport


Lalu Retno menghampiri pak Trisno yang sudah berada di pos jaganya


"Aisyah ada pak?" tanya Retno


"Ada mbak..mbak Aisyah ada di workshopnya" jawab pak Trisno


"Makasih ya pak.."


Lalu Retno kembali ke mobilnya dan menggendong Gabi untuk menuju ke worshop Aisyah


"Assalamuallaikum.." sapa Retno di depan pintu workshop


"Waalaikumsallam..masuk mbak" jawab Aisyah


Lalu Retno masuk dan mendudukan Gabi di meja kerja Aisyah


"Yaaah...yang mau pake baju Bali kok masih ngantuk siih?" kata Aisyah sambil tersenyum yang melihat Gabi terkantuk-kantuk


"Gabi masih ngantuk ante.." ucap Gabi sambil mengucek-ngucek matanya


Cup..Aisyah mengecup pipi Gabi


"Kalau sekarang?..sudah nggak ngantuk lagi doong?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"He'eh" jawab Gabi sambil menganggukan kepalanya


Retno tersenyum sambil membelai rambut Gabi


"Ayo sayang...diri di sini.." pinta Aisyah sambil menunjuk ke kursi sebelahnya


Retno lalu menaruh Gabi di kursi yang ditunjuk Aisyah


Setelah Gabi berdiri..Aisyah lalu mulai memakaikan baju Bali yang sudah siap ditangannya


Retno tak lupa mengabadikan moment Gabi yang sedang didandani oleh Aisyah dengan kamera handphone nya


Tak lama Toni muncul di pintu workshop


"Bram sudah bangun Syaah?" tanya Toni


"Eh..mas Toni..sudah kayaknya mas..tadi Aisyah bangunin untuk sholat Subuh.."


"Eh..Bram sholat Subuh?" tanya Toni tidak percaya


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil memasang ornament baju Bali nya Gabi


Toni pun tertawa


"Kenapa sih pah?..kayaknya nggak percaya banget kalau Bram sholat Subuh" tanya Retno kepada suaminya


"Nggak mah..papah nggak yakin kalau Bram bisa sholat Subuh..orang bangun pagi ajah nggak pernah" jawab Toni


Aisyah hanya tersenyum sambil terus memasang ornamen baju Bali nya Gabi


"Coba ajah papah telpon Bram..kalau nggak percaya" kata Retno


Lalu Toni mulai menghubungi Bram melalui handphone nya


"Hallo Bram...dah bangun lu?..tumben?..gua lagi di rumah lu nih...sama Retno..ngambil baju pesanan Gabi..di workshop nya Aisyah...udaah..lu buruan turun.." kata Toni sambil mematikan handphone nya


"Iya mah...dah bangun dia ternyata" kata Toni kepada Retno


Tak lama kemudian..dari dalam dapur muncul Bram..


"Hei Ton...ngapain lu pagi-pagi buta dah kemari" tanya Bram sambil menjabat tangan Toni


"Mau numpang ngopi gua.." jawab Toni


"Ya udah..kita kedepan ajah yuuk..kita ngopi sama ngerokok di teras" ajak Bram


Lalu Toni mengikuti Bram ke teras depan


"Bude ada nggak Syaah?" tanya Retno


"Bude?..bude siapa mbak?" tanya Aisyah heran


"Bude?..bude Yuli.." tanya Retno lagi


"Oooh..ibu?..nggak ada mbak..ibu sama bapak lagi ke Jogja" jawab Aisyah


"Ke Jogja?..dari kapan?"


"Kemarin mbak"


"Ketempat Eyang yaaah?" tanya Retno


"Kurang tahu Aisyah mbak.." jawab Aisyah sambil memasang mahkota di kepala Gabi


"Ooooh...iya Syaah..bude lagi ditempat Eyang.."


"Kok mbak tahu?" tanya Aisyah


"Nih..mbak lagi WA-an sama bulek Titik.." jawab Retno


"Bulek Titik siapa mbak?" tanya Aisyah


"Bulek Titik..adeknya bapak yang bontot..dia kan tinggalnya di Jogja..ngasih tahu..kalau bude sama pakde lagi ditempat Eyang.." jawab Retno


Aisyah melihat mimik muka Retno sumringah dan tersenyum geli


"Oooo..hihihihi..Syaah?..kamu belom pernah ke Jogja yaaah?...ketempat Eyang?" tanya Retno sambil tersenyum geli


"Belom mbak.."


"Pantesss...hihihi"


"Memangnya kenapa ya mbak?" tanya Aisyah heran


"Eh..ennngggggaak...nggak kenapa-napa.." ujar Retno sambil tersenyum sendiri setelah membaca pesan WA dari bulek Titik


Aisyah heran dan bertanya-tanya..sepertinya ada sesuatu rahasia mengenai dirinya yang disimpan oleh Retno


Terlihat Gabi yang sudah selesai didandani oleh Aisyah berjalan ke depan yang diikuti oleh Aisyah dan Retno


"Papaaaah..." teriak Gabi pada papahnya


"Yeeeee...anak papah makin cantik aja deh..kalau pake baju Bali.." kata Toni sambil menghampiri Gabi


Gabi lalu berlari ke pelukan papahnya


"Terima kasih ya Syaaah..dah bantuin Gabi.." kata Retno sambil memberikan amplop kepada Aisyah


"Iya mbak...sama-sama.."


"Mbak pamit yaah.." pamit Retno sambil cipika cipiki dengan Aisyah


"Iya mbak..kok buru-buru sih?..Aisyah belum juga bikinin minum buat mbak.." jawab Aisyah


"Aaah...nggak usah repot-repot..mbak buru-buru..soalnya acaranya jam 8" ujar Retno


"Bram..gua pamit yaah.." pamit Toni


"Yoi Ton.."


"Makasih ya Syaah.." kata Toni


"Iya mas.." jawab Aisyah


"Gabi..bilang apa sama tante Cicaaah?" tanya Toni pada Gabi yang berada di gendongannya


"Maacih ante Ciccah.."


"Iya sayaaaang...sama-sama" kata Aisyah sambil menjawil hidung Gabi


"Bram...gua pamit yaaah.." pamit Retno


"Iya No.."


Retno lalu berbisik di telinga Bram


"Selamet yaaah...Eyang sudah setuju" bisik Retno


Bram heran atas ucapan Retno barusan di telinganya


"Selamat apaan sih No?..gaje lu ah!!"


Retno hanya tersenyum simpul


"Dah ya Braaam..Syaaah..gua pamit" pamit Retno sambil menuju ke mobilnya


Lalu Bram dan Aisyah melihat mobil Toni yang keluar dari halaman rumah sambil melambaikan tangannya


Setelah mobil Toni menghilang di belokan


"Cieeeee..yang pagi-pagi sudah dapat duit" goda Bram pada Aisyah yang berada disampingnya


"Mas Bram mau?" tanya Aisyah polos


"Nggak..buat kamu ajah.."


"Eh..iya mas..uang mas kepake berapa waktu belanja di Pasar Baru?"


"Santai Syaah...lagi pula..bajunya juga belom kamu kasih ke bu Johan kan?" tanya Bram


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Nanti ajah..gampang"


Bram lalu kembali duduk di kursi teras


"Kamu pagi ini ada acara kemana Syaah?" tanya Bram

__ADS_1


"Aisyah mau kerumah bu Johan mas..mau fitting gaun nya mbak Erna..kenapa memangnya mas?" jawab Aisyah sambil duduk di bangku sebelah Bram


"Nggak..kalau kamu nggak ada acara..mas mau ajak kamu ke BKPM..mas bete kalau nunggu antrian sendirian.." kata Bram


"Nggak bisa mas..Aisyah sudah janji mau kerumah bu Johan..soalnya minggu depan sudah acaranya mas.."


"Ya udah kalau gitu.."


Lalu Aisyah beranjak ke dalam


Ketika Aisyah berada di ambang pintu


"Mas mau Aisyah bikinin sarapan?" tanya Aisyah


Bram hanya menggelengkan kepalanya


"Nggak usah..nanti ajah" jawab Bram


Aisyah lalu masuk ke dalam rumah


______________


Jam 9 pagi..Bram yang sudah rapi menuruni tangga dan dia melihat Aisyah sedang ada diruang keluarga.


Bram melihat Aisyah duduk dilantai yang beralaskan karpet dan laptop dia taruh di meja


"Kamu belom berangkat Syaah?" tanya Bram ketika duduk disofa belakang Aisyah dan menyalakan tv


"Eh..mas..ntar dulu mas..Aisyah lagi ngerjain laporan dulu buat pak Handoko..soalnya sudah ditungguin" jawab Aisyah yang tetap fokus ke laptop


Tiba-tiba handphone Aisyah berdering..Aisyah melihat dilayar handphone..pak Agung menelponnya


"Assalamuallaikum pak..besok pak?..iya..iya pak..mas Bram?..ada nih pak..mas..bapak mau ngomong" kata Aisyah sambil memberikan handphonenya pada Bram


Bram lalu menerima handphone dari tangan Aisyah


"Ya pah...sekarang Bram mau ke BKPM pah..besok?..hmmm..iya..ya pah..waalaikumsallam.."


Bram lalu memberikan kembali handphone Aisyah


"Besok mas disuruh papah nganterin kamu ke Dago Syaah.."


"Iya mas..mas bisa kan?" tanya Aisyah sambil melihat ke Bram yang duduk di sofa


"Nggak...mas nggak bisa.." jawab Bram sambil memainkan handphone nya


"Kok..nggak bisa?..besok Aisyah ke Bandung nya sama siapa?" tanya Aisyah dengan mimik muka heran


"Naik Travel.." jawab Bram yang matanya tetap ke handphone


"Kok naik travel sih mas?..memangnya mas kenapa sih?..besok nggak bisa nganterin Aisyah" tanya Aisyah


"Males...nggak ada duitnya...aaaaaaaah" jerit Bram..karena pahanya dicubit cukup keras oleh Aisyah


Bram meringis mengelus-elus pahanya yang terasa panas..sambil melihat Aisyah yang mukanya ditekuk cemberut


"Kamu kenapa siiih?..maen cubit ajah..panas kan Syaah!" kesal Bram


"Abisan mas..gitu ajah minta bayaran..ya udah...nanti Aisyah bilang ke bapak kalo besok mas nggak mau nganterin..soalnya ini kan yang nyuruh bapak mas.." kata Aisyah sambil membalikan badannya menghadap ke laptopnya kembali


Bram tersenyum geli


"Gitu ajah maraaaah..." goda Bram sambil mecolek pinggang Aisyah dari belakang


Aisyah melejit kaget


"Geli mass.." kata Aisyah yang kegelian


"Gede ambek kamu Syaah.." kata Bram yang mencolek lagi pinggang Aisyah


"Massss!!..jangan gangguin napa siiih..laporan nya dah ditungguin sama pak Handoko hari ini.. " kata Aisyah yang menggelinjang kegelian tapi tetap fokus pada kerjaannya


"Biarin ajaaah..lagian kamu sudah nyubit paha mas.." kata Bram yang terus menggoda Aisyah


"MAS BRAAAM!!" kesal Aisyah sambil berbalik dan menatap tajam ke Bram


Bram tersenyum melihat Aisyah yang marah..


"Ayooo..kalau marah mas pencet lagi nih hidungnya.." kata Bram sambil menunjukan capitan jari jempol dan telunjuknya


Aisyah spontan menutup hidungnya dengan tangannya


"Jangan maaasss!!..ini ajah masih sakit" rajuk Aisyah


Tiba-tiba..ada suara bel dari pintu depan..Aisyah lalu beranjak kedepan


"Eh..pak Imam..ada apa ya pak?" tanya Aisyah


"Ada kurir dari kantor bapak..katanya disuruh ambil dokument audit.." jawab pak Imam


"Oh iya..suruh tunggu di teras ajah ya pak..dokument nya lagi saya rapihin dulu.."


"Baik mbak.."


Lalu pak Imam kembali ke pos nya dan menyuruh kurir untuk menunggu di teras.


Aisyah lalu masuk ke dapur dan mengambilkan soft drink dingin untuk si kurir.


"Mas..tunggu dulu yaah.. dokumentnya saya siapin dulu" kata Aisyah sambil menyuguhkan soft drink buat kurir yang sudah duduk di bangku teras


"Minumannya diminum ya mas.." pinta Aisyah


"Iya mbak..terima kasih" jawab kurir itu


Lalu Aisyah kembali ke dalam untuk meneruskan laporannya


"Itu kan mbak Aisyah?..kok bisa ada di rumah pak Agung sih?" tanya kurir itu dalam hati


"Siapa Syaah?" tanya Bram yang sedang menonton tv


"Kurir dari kantor bapak..disuruh ngambil laporan audit mas.." jawab Aisyah


Aisyah lalu kembali duduk di depan laptopnya


Melihat Aisyah yang tengah serius mengetik laporan di laptopnya..timbul niat usil di hati Bram..dia lalu mulai menggoda Aisyah dengan memainkan ujung hijab yang dikenakan Aisyah dari belakang


"Naik kereta api..tuut..tutt..tuuuuuutt.." goda Bram sambil menarik-narik ujung hijab Aisyah dari belakang


"Maassss...jangan ganggu deeh.." pinta Aisyah yang tetap serius mengetik


"Jilbab kamu lepas kenapa sih Syaah?..kamu cakepan kalau nggak pake jilbab.."


"Nggak boleh mas..ini kan buat nutupin aurat" jawab Aisyah yang masih fokus ke laptop


Bram lalu mendekatkan wajahnya disamping telinga Aisyah..dia menggosok-gosokan hidungnya ke daun telinga Aisyah sambil menghembuskan nafasnya perlahan


"Massss??.." ujar Aisyah yang mulai jengkel sambil menggelinjang kegelian


"Rambut kamu wangi Syaah.." kata Bram sambil mencium rambut Aisyah yang tertutup hijab


Aisyah langsung membalikan badannya..dan memukul paha Bram yang tengah duduk di sofa di depannya


"Aduuuh.." sahut Bram sambil tertawa


"Mas katanya mau ke BKPM..kenapa belum berangkat siiih?" kesal Aisyah


"Mas udah nitip nomor antrian sama orang..jadi bisa dateng siangan.." kata Bram sambil menarik-narik ujung hijabnya Aisyah yang ada di ujung kening Aisyah


"Hiiiiih!!..." kesal Aisyah sambil menampik tangan Bram di depan wajahnya yang masih memainkan hijabnya


Aisyah membetulkan hijabnya yang kembali ditarik oleh Bram


"Laporannya sudah ditungguin massss...jangan gangguin Aisyah napa siih" kesal Aisyah dengan nada tinggi


Lalu Aisyah berbalik ke depan laptop


Bram kembali tersenyum..dan mendekatkan wajahnya ke telinga Aisyah..


"Kan udah mas bilang..kamu kalau lagi marah malah tambah cantik Syaah.." bisik Bram sambil mengecup telinga Aisyah


"IBUUUUUU!!...MAS BRAAAMMMM NIH BU!!..." teriak Aisyah yang kesal karena Bram terus mengganggunya


"Hahahahaha...mamah nggak ada Syaaah..nggak ada yang bisa nolongin kamu sekarang" kata Bram sambil menempelkan pipinya ke pipi Aisyah


Aisyah berusaha untuk tetap fokus dengan pekerjaannya


Aisyah terperanjat kaget..karena Bram tahu-tahu duduk di belakang dirinya dan memeluk perutnya dari belakang dan menempelkan pipinya ke pipi Aisyah


"Mas Bram!!...jangan macem-macem yaaah?.."


"Mas cuma meluk perut kamu doang..memangnya nggak boleh?.."


"Iyaa..pertama memang meluk perut..nanti lama-lama bisa ngerembet ke yang lain..lepasin mas.." pinta Aisyah sambil berusaha melepaskan pelukan Bram


"Mas nggak bakal macem-macem Syaah..percaya deh sama mas..udaaah..kamu kerja..kerja ajah..nggak usah mikirin mas" kata Bram yang makin mempererat pelukannya


"Nanti kalau bi Surti masuk kesini..Aisyah malu mass.." kata Aisyah yang kembali berusaha melepaskan tangan Bram yang memeluk perutnya


"Biarin ajah.." kata Bram yang mulai berani mencium pipi Aisyah


"Mas Braamm!!" kaget Aisyah..karena pipinya tahu-tahu sudah dicium oleh Bram


"Ya Alloh..mas Bram mau ngapain sih?"


Aisyah berusaha untuk tetap fokus ke pekerjaannya


Bram yang masih memeluk perut Aisyah lalu mengecup leher Aisyah yang tertutup hijabnya


"Oh my God..wangi banget kamu Syaah.."


Aisyah menggelinjang kegelian ketika tengkuknya di kecup perlahan oleh Bram


"Masss!...sudah doong...geli niiih!!"


"Geli apa enak Syaah?" bisik Bram ditelinga Aisyah


Aisyah dengan gemasnya memencet hidung Bram yang ada di pundaknya


"Hiiiiih...."


"Tangan kamu tuh nggak ada sakit-sakitnya tau Syaah.." kata Bram sambil tersenyum


Akhirnya Aisyah membiarkan Bram memeluk perutnya dari belakang


"Kalau pelukan kayak gini dosa nggak sih?"

__ADS_1


Bram yanh memeluk Aisyah sambil bersenandung lirih dan dia goyangkan ke kiri dan ke kanan dengan perlahan badan Aisyah


"Njiiiir..lama-lama gua bisa horny nih.."


Bram lalu mengambil handphonenya dan melakukan selfie


"Liat ke hp mas dong Syaah...biar bagus niih.." pinta Bram yang melihat Aisyah menghindar dari tangkapan foto Bram


"Jangan ganggu kenapa sih masss...ya Alloooh!!" geram Aisyah


Bram tertawa..dia lalu menaruh handphonenya


"Mas besok nganterin kamu ke Dago dapet upah dari kamu nggak nih?" tanya Bram sambil menaruh dagunya di pundak Aisyah


"Nggak!!" jawab Aisyah singkat


"Pelit banget siiih?"


"Biariiin!!"


"Upahnya bukan duit kok Syaah.."


Aisyah menghentikan sejenak pekerjaannya..lalu menoleh ke wajah Bram yang ada di pundaknya


"Mas minta apa upahnya?" tanya Aisyah


"Cium.."


"Laaah...dari tadi mas bukannya sudah nyiumin Aisyah?" tanya Aisyah sewot


"Mas belom selesai ngomong kenapa sudah kamu potong ajah sih?..mas minta upahnya cium ini.." kata Bram sambil meletakan jarinya di bibir Aisyah


"Nggak mau!!!...lepasin mas!!.." kata Aisyah sambil berusaha berontak dari pelukan Bram


"Mas nggak lepasin..kalau kamu belum ngasih upah ke mas.."


"Ya sudah...nanti kalau sudah di Dago..mas boleh nyium Aisyah..sekarang lepasin masss!!"


"Mas maunya sekarang.." kata Bram sambil tersenyum


"Nggak maaauuu!!!..belom kerja kok sudah minta upah.." ujar Aisyah yang masih berusaha melepaskan tangan Bram yang masih memeluk perutnya


" Ya udaaah..kalau gitu nggak mas lepasin" kata Bram sambil mempererat pelukannya


"Ibuuuuuu...huft..huft.." rengek Aisyah


"Cium dulu nggak?" pinta Bram


"NGGGAAAK MAAAUU!!!..IBUUU!!" teriak Aisyah sambil terus berusaha melepaskan pelukan Bram


"Dibilangin mamah nggak ada juga..masih manggil-manggil ajah sih Syaah?"


"Massss..Aisyah telpon bapak nih...kalau mas gangguin Aisyah terus.." kata Aisyah seraya ingin mengambil handphone nya yang tergeletak di meja..tapi dia kalah cepat..Bram sudah duluan mengambil handphone nya


'Eeiitss..duluan mas..." kata Bram sambil bangun dari duduknya


"Massssss...iiiih..." kesal Aisyah


Aisyah ragu-ragu..antara handphone nya atau laporannya


Dan dia lebih memilih meneruskan pekerjaannya yang menurutnya sedikit lagi selesai


Bram yang tengah memegang handphone Aisyah..langsung dia pakai untuk memfoto Aisyah yang sedang serius di depan laptopnya dan dia tidak lupa selfie dengan Aisyah yang lagi mengetik disegala angle


"huhuhuhuhu...." kata Aisyah yang tiba-tiba menunduk sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya


"Aisyah nangis nih masss...huft" kata Aisyah yang memohon kepada Bram sambil mengerucutkan bibirnya


Bram yang merekam..tertawa melihat ekspresi muka Aisyah


Tak lama kemudian


"Alkhamdulillah...selesai juga" kata Aisyah sambil mencabut flashdisk dari laptopnya


"Weeeeek...." ledek Aisyah kepada Bram sambil beranjak kedepan untuk memberikan flashdisk ke kurir


Sekembalinya dari depan..Aisyah baru sadar..kalau handphonenya dia masih berada di tangan Bram


"Eeeh...mas ngeliatin apaan?" kaget Aisyah yang melihat Bram tengah memainkan handphonenya


Dia lalu segera menghampiri Bram dan berusaha mengambil handphone nya


"Massss...siniin hp Aisyah.."


"Ntar dulu Syaah...ini foto siapa?" tanya Bram sambil menunjukan foto anak kecil yang ada di galeri handphone Aisyah..foto repro dari pas foto ukuran postcard


"Foto Aisyah mass..siniin mas.."


"Yang ini juga?" tanya Bram


"Iyaaa...siniin dulu hp Aisyah.."


Bram lalu memberikan handphone Aisyah


"Kamu inget nggak? Waktu di Pasar Baru..yang kepala mas kerasa pusing..sama kemaren waktu jemput kamu dari airport?" tanya Bram


"Iya mas...kenapa?" jawab Aisyah


"Waktu di Pasar Baru..mas kayak dikasih flashback waktu mas kecil dulu..mas lagi digandeng sama anak kecil yang sama persis di foto kamu..jangan-jangan itu kamu ya Syaah?"


Aisyah mengernyitkan dahinya..


"Maksud mas?"


"Iyaa.pas dimobil..kamu inget kan?..waktu tangan kamu mau mas gigit...mas dikasih flashback lagi..ada anak kecil yang nangis sambil megangin tangannya..dan anak kecil itu mukulin tangan mas"


Aisyah terperanjat..seperti teringat sesuatu..


"Bisa jadi mas teringat lagi waktu mas kecil dulu..soalnya kata ibu...mas waktu kecil suka gangguin Aisyah terus..pokoknya kalau Aisyah belom nangis..mas belom berhenti gangguin Aisyah" ujar Aisyah


"Masak siiih?"


Aisyah hanya mengangguk


"Mas juga dulu suka banget mencetin hidung Aisyah.." rajuk Aisyah sambil merengut dan memegangi hidungnya


"Kok kamu tahu?"


"Kalau itu Aisyah nggak lupa mas.."


"Tapi nggak apa-apa Syaaah..hidung kamu jadinya mancung kan?..hahahaha" kata Bram sambil tertawa


Aisyah yang kesal memukul pundak Bram


"Tapi kan sakit mas.." kesal Aisyah


Bram hanya tertawa..tapi tertawanya langsung reda..dia seperti memikirkan sesuatu


"Mas kenapa nggak inget sama sekali ya Syaaah..waktu mas kecil dulu..tapi sekarang-sekarang ini..mas kayak dikasih flashback lagi" tanya Bram heran


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Mas bener-bener nggak inget sama sekali?" tanya Aisyah


Bram menggelengkan kepalanya


"Aisyah jadi inget mas..mas waktu terakhir kali ke Dago yang pas mas nginep di vila sama bapak dan ibu..waktu itu mas lagi naik sepeda lewat depan rumah..Aisyah panggil mas..mas hanya menoleh ke Aisyah..tapi mas jalan terus..kayak mas nggak kenal sama Aisyah.."


"Mas kayak jaga jarak sama Aisyah.." kata Aisyah sambil tertunduk sedih


Bram yang mendengarkan cerita Aisyah hanya diam dan bingung


"Itu waktu kapan Syaah?"


"Kalo nggak salah..waktu mas kelas 1 SMP" ujar Aisyah


"Setelah peristiwa mas hilang di hutan pinus..mas jadi berubah sama Aisyah..mas yang dulu kalau datang ke Dago..mas pasti main ke rumah Aisyah..tapi..semenjak itu..mas sudah nggak pernah main lagi sama Aisyah" sambung Aisyah


"Mungkin mas marah sama Aisyah yaah?" tanya Aisyah


Bram hanya menggelengkan kepalanya


"Mas nggak tahu Syaah..mas tuh lupa semua apa yang mas lakuin waktu mas kecil dulu..mas juga heran..kok bisa semua memory waktu kecil dulu..satupun nggak ada yang mas ingat" kata Bram


Tiba-tiba..handphone Bram bergetar


"Halo Dan..dah lu ambil?..nomer berapa?  56?..ya udah..gua jalan sekarang..nanti kita ketemuan dimana?..lobi?..okeeh" kata Bram sambil mematikan sambungan teleponnya


"Mas jalan dulu ya Syaah.."


"Iya mas.."


"Kamu nggak apa-apa kan mas tinggal?" tanya Bram


"Nggak apa-apa mas..ini nanti Aisyah mau langsung ke rumah bu Johan" jawab Aisyah


"Ya udah..mas tinggal yaah?..assalamuallaikum.." pamit Bram


"Wallaikumsallam.." jawab Aisyah


Lalu Bram berjalan ke depan menuju garasi


Bram baru sadar..kalau di garasinya ada sebuah mobil BMW serie 5 warna hitam yang dia tidak tahu punya siapa


"Paaaak?...pak Rizaaaal?.." panggil Bram sambil menyalakan mobilnya sambil berdiri


"Iya mass.." jawab pak Rizal yang muncul dari belakang garasi


"Ini mobil siapa ya pak?" tunjuk Bram ke mobil BMW hitam


"Oooh..itu punya mbak Aisyah mas.."


Bram kaget


"Punya Aisyah???..beneran pak?"


"Iya mas..bapak yang beliin buat mbak Aisyah waktu mbak Aisyah masih kuliah dulu.."


Bram terdiam sambil memperhatikan mobil kepunyaan Aisyah


"Memangnya mas Bram nggak tau..?" tanya pak Rizal


"Enggak pak.." jawab Bram sambil masuk ke dalam mobilnya


"Jalan dulu ya pak.." pamit Bram pada pak Rizal

__ADS_1


"Iya mas..hati-hati.." jawab pak Rizal


__ADS_2