
Sebuah gaun pengantin terpampang di manekin..Aisyah merapikan lepitan-lepitan gaun bagian bawah..lalu dia perhatikan dengan wajah puas dan senang
Pesanan gaun pengantin Lita sudah selesai dan siap untuk fiting
Aisyah ambil handphonenya dan dia foto gaun pengantin..setelah itu di kirim ke nomor Lita melalui WA
"Yaang?.." panggil Bram dari arah garasi
"Ya mass?.." jawab Aisyah sambil menjulurkan kepalanya melongok ke arah garasi
"Mas jalan dulu yaah.." pamit Bram sambil masuk ke dalam mobilnya
"Iya mas..hati-hati"
Aisyah lalu melambaikan tangannya ke arah mobil Bram yang meninggalkan halaman rumah
Sepeninggal mobil Bram..Aisyah kembali masuk kedalam workshopnya
Didalam dia melihat handphonenya berdering..langsung dia lihat..Lita menghubunginya
"Halo mbak..iya..sudah bisa mbak..mbak bisanya kapan?..sekarang?..bisa..oh..rumah saya di daerah Pondok Indah mbak..oooh..mbak mau ada rencana ke PIM..hmm..bisa mbak..iya..nanti saya kirim alamat rumah saya..baik mbak..mari.."
Aisyah kembali merapikan gaun pengantin yang sudah selesai
Hari ini Lita berencana untuk fiting gaun pengantinnya
Selagi Aisyah merapikan bagian lengan gaun pengantin..ada ketukan di pintu workshop
"Mbak?..ada yang nyariin mbak Aisyah.." sapa pak Imam
"Siapa pak?" tanya Aisyah
"Bu Nanik mbak.." jawab pak Imam
"Ooh..iya"
Lalu Aisyah mengikuti pak Imam kedepan..di teras Aisyah sudah ditunggu oleh seorang ibu-ibu yang menggunakan gamis berwarna putih
"Eeeh..bu Nanik..selamat pagi bu.." sapa Aisyah
"Pagi Syaah..apa kabar?" jawab bu Nanik
"Baik bu.."
Setelah cipika cipiki..mereka duduk di bangku teras..
"Ke dalam ajah yuk bu.." ajak Aisyah agar pindah ke ruang tamu
"Nggak usah Syaah..disini ajah..saya nggak lama kok..begini Syaah..kan kemarin saya berencana mesen sama kamu seragam buat pengajian ibu-ibu komplek..setelah berembuk dengan yang lainnya..kami sepakat untuk jadinya mesan sama kamu..jadi tolong kamu totalin..berapa biaya yang dikenakan ke setiap ibu-ibu anggota pengajian..biar saya umumin di pengajian nanti" terang bu Nanik
"Total ibu-ibu pengajian ada berapa ya bu?" tanya Aisyah
"Ada 40 orang Syaah.." jawab bu Nanik
"Baik bu..soal bahannya..sesuai yang ibu pesan kemaren kan?"
"Iya Syaah.."
"Baik kalau gitu..hmm..mengenai pengukuran..saya kan perlu ukuran badan ibu-ibu pengajian bu..ibu bisanya kapan?" tanya Aisyah
"Nanti ajah pas malam jum'at..setelah kamu selesai ngajar..kamu bisa dateng ke rumahnya bu Barjo..soalnya minggu ini giliran di rumahnya bu Barjo pengajiannya"
"Baik bu..nanti Insya Alloh..saya datang kesana.."
"Ya sudah kalau gitu Syaah..saya pamit dulu yaah?..nanti kalau bisa total biaya sudah bisa kamu bawa yaah?..pas pengukuran.." kata bu Nanik
"Baik bu.."
"Ayuk Syaah..saya pulang dulu yaah.."
"Iya bu..kok buru-buru amat siih?..belum juga saya suguhin minum.."
"Halaah..nggak usah Syaah..kapan-kapan ajah..salam buat ibu yaah?" pamit bu Nanik
"Iya bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum
Lalu Aisyah mengantar bu Nanik sampai keluar dari gerbang..di luar gerbang ada sebuah mobil yang sudah menunggu bu Nanik
"Daah ya Syaah.." pamit bu Nanik sambil masuk ke dalam mobil
"Iya bu.."
Aisyah melambaikan tangannya ke arah mobil bu Nanik yang meninggalkan rumah
Sepeninggal bu Nanik..Aisyah masuk kembali ke dalam rumah
_________________
Avanza silver tampak keluar dari parkiran PIM 1..lalu mengarah ke arah Lebak Bulus
"Beb..lu tahu jalan Sekolah Kencana 1 nggak?" tanya Lita
"Tahu..deket-deket Apartment Pondok Indah..kenapa?"
"Gua mau ke rumah Aisyah nih sekarang..mau fiting gaun pengantin.." jawab Lita
"Haah?..kita mau ke rumah Aisyah sekarang?" tanya Eko heran
"Iya..soalnya besok gua kan mau ke Lombok..pas kebetulan..gaunnya dah jadi..sekalian gua mau fiting.."
"Rumah Aisyah di Pondok Indah?" tanya Eko heran
"Iya..nih dia kirim lokasinya..bentar..gua pake Gmap nih.."
"Jalan Sekolah Kencana kan kawasan elit Saay..paling elit lah se Pondok Indah..beneran disitu rumahnya Aisyah?" tanya Eko lagi
"Iya Beb..nih dia kirim lokasinya..bener tuh..jalan Sekolah Kencana..emangnya lu dulu belum pernah ke rumah Aisyah?" tanya Lita
"Belum pernah Saay..dulu anak-anak pada pengen tahu rumahnya Aisyah..dianya selalu ngeles..nggak mau didatengin sama anak-anak..malu katanya.."
"Berarti bener Beb..Aisyah tuh nggak mau nyombong didepan temen-temen lu..eh..kita udah deket nih Beb..depan belok kiri.." pinta Lita yang sambil melihat ke layar handphonennya
Lalu Eko mengarahkan mobilnya sesuai arahan Lita
"Wiiih..bener kata lu Beb..rumah-rumah disini gede-gede semua.." ujar Lita setelah mereka memasuki jalan Sekolah Kencana 1
"Kita dah sampe nih...itu rumahnya..yang pagernya cat putih.."
"Itu Saay?..yakin luh?" tanya Eko pada sebuah rumah yang ada di sebelah kanan dari posisi mobil
"Iyaaa..coba gua telpon Aisyah.."
Lita lalu mencoba menghubungi Aisyah
"Halo mbaaak..saya sudah sampai nih..iya didepan rumah..rumah mbak no 23 kan?..yang pagernya catnya putih?..ooh iya mbak.."
Tak lama kemudian..Aisyah keluar dari dalam pagar dan melambaikan tangannya ke arah mobil Eko..lalu dia meminta pada pak Imam agar membukakan pintu pagar
"Ajriiit..gede banget rumahnya!! " ujar Eko
"Iya mbak..okee..Beb..kita disuruh masuk kedalam.." kata Lita
"3 kapling dijadiin satu.." ucap Eko lirih yang melihat besarnya rumah keluarga Handoyo
Eko lalu memasukan mobilnya ke halaman rumah kediaman Handoyo
"Halo mbaaak Lita...ayuuk mbak..masuk..ayuuk Ko.." ajak Aisyah begitu mobil Eko berhenti di depan garasi
"Temen lu bener-bener tajir Beb!!.." bisik Lita
Eko hanya terkesima melihat megahnya rumah keluarga Handoyo
"Ayuk mbak..Ko..masuk.." ajak Aisyah
Lalu mereka mengikuti Aisyah memasuki ruang tamu
"Silahkan duduk.."
Mereka duduk sambil melihat ke sekeliling ruang tamu
"Mau minum apa nih?..kopi?..teh?..apa minuman dingin?" tanya Aisyah
"Eh..nggak usah Syaah..nggak usah repot-repot.." jawab Eko gugup
"Halaah..lu mah..nyantai ajah keleuss!!..bentar yaak.."
Aisyah meninggalkan Eko dan Lita di ruang tamu
"Gua nggak yakin Beb..kalau Aisyah malu didatengin ama temen-temen kuliah lu.." kata Lita sambil melihat ke sekeliling ruang tamu
"Kalau gini mah..gua yang malu kali Saay..bukannya Aisyah"
"Pantesan Aisyah nggak mau gua kasih DP dulu Beb..duit segitu buat Aisyah..receh kali.." kata Lita
Lita melihat foto keluarga Handoyo yang terpampang didinding
"Itu kakaknya Aisyah apa adeknya Beb?" tanya Lita yang melihat foto Bram yang berdiri di samping Aisyah
"Nggak tahu gua Say.." jawab Eko
Tak lama kemudian Aisyah datang bersama bi Surti
"Silahkan diminum ya pak..bu.." tawar bi Surti
"Iya mbak.." jawab Lita
Bi Surti lalu kembali ke dalam
"Diminum mbak..Ko..jangan malu-malu.." pinta Aisyah sambil duduk di sofa seberang mereka berdua
"Lu kenapa sih?..dulu waktu anak-anak pada pengen main kemari..lu nya nggak mau?" tanya Eko
Aisyah hanya tersenyum
"Nggak Ko..gua nggak mau anak-anak berubah ke gua..setelah pada main kesini" jawab Aisyah
"Eh..ada tamu yaaah?" sapa bu Yuli yang muncul dari dalam
"Iya bu..ini mbak Lita sama Eko..tunangannya" kata Aisyah
"Kenalin..saya Yuli..ibunya Aisyah" kata bu Yuli
"Saya Lita bu.." ucap Lita sambil berdiri dan menyambut uluran tangan bu Yuli
"Saya Eko bu.." jawab Eko
"Mari silahkan duduk.." kata bu Yuli
Lalu Lita dan Eko duduk kembali disofa
"Mbak Lita ini yang bikin gaun pengantin sama kamu ya teh?" tanya bu Yuli sambil duduk di sebelah Aisyah
"Iya bu...nggak tahunya..Eko dulu teman kuliah Aisyah bu.." kata Aisyah
"Oh yaaa?..kok bisa kebetulan yaah?" ujar bu Yuli
Eko hanya menjawab dengan anggukan kepalanya
"Mbak mau fiting sekarang?..gaunnya ada di workshop" tanya Aisyah
"Boleh mbak.."
Lita lalu mengikuti Aisyah menuju ke workshopnya
"Nak Eko dulu satu kampus sama teteh?" tanya bu Yuli sepeninggal Aisyah
"Ii..iya bu..satu kampus" jawab Eko
"Kerja dimana sekarang?"
"Di Petro China bu.."
"Ooh..oil company yaah?..jadi apa?..akuntan?"
"Iya bu..jadi Section Head Accounting..kalau Aisyah kerja dimana ya bu?" tanya Eko
"Kalau teteh mah..nggak kerja..dirumah ajah..disuruh kerja di tempat pa..eh bapaknya nggak mau..dia bilang senengan jahit katanya..padahal banyak yang nawarin kerjaan sama teteh..tapi dianya nggak mau...maklumlah nak Eko..anak perempuan.." jawab bu Yuli sambil tersenyum
"Diminum kopinya nak Eko..jangan malu-malu.."
"Iya bu.."
Lalu Eko meminum kopinya
"Kalau ibu mah dukung-dukung ajah kemauan teteh..asal yang penting bener..nak Eko baru sekali yaah?..maen kesini?" tanya bu Yuli
"Iya bu..soalnya dulu waktu kuliah Aisyah nggak mau anak-anak tahu rumahnya.." jawab Eko
"Iya tuh..teteh mah kayak gitu orangnya nak Eko..padahal dulu ibu pernah nanya..kok teman-teman kuliah kamu nggak ada yang main kemari sih teh?..dia jawab malu.." kata bu Yuli
"Aisyah anak pertama ya bu?..eh..maaf bu!..saya kok sampai lancang begini yaah?.." ucap Eko sambil malu-malu
"Oooh.." senyum bu Yuli
"Nggak apa-apa nak Eko..teteh anak kedua..anak bontot..anak ibu yang pertama laki-laki..Bram namanya" kata bu Yuli sambil tersenyum
Eko menganggukan kepalanya sambil tersenyum
"Ngomong-ngomong..kalian rencana nikah kapan?"
"Bulan depan bu.."
"Di Jakarta?"
"Iya bu..kami sudah booking ballroom di hotel Shangrila..ibu kalau berkenan saya undang sekeluarga untuk datang ke acara resepsi pernikahan kami.."
Eko membuka tas kecilnya dan mengeluarkan undangan kosong dan dia berikan ke arah bu Yuli
"Ooh..terima kasih ya nak Eko..Insya Alloh..kami akan datang" kata bu Yuli seraya menerima undangan dari tangan Eko
Tak lama kemudian..muncul Aisyah dan Lita dari arah garasi
"Gimana Saay?..udah?" tanya Eko
__ADS_1
"Udah Beb...wiih..lu nggak lihat yaah?..cakep banget Beb gaunnya" jawab Lita sambil duduk di sebelah Eko
"Bawanya gimana?" tanya Eko
"Mbak Aisyah bilang..biar disini dulu ajah..takut rusak soalnya" jawab Lita
"Iya Ko..acaranya masih bulan depan ini kan?" ujar Aisyah
"Iya sih..tapi nggak apa-apa Syaah?..kalau dititipin disini?..maksudnya..nggak ngerepotin elu kan?"
"Nggak..nggak apa-apa..dari pada nanti rusak..biar disini ajah dulu.."
Terdengar ketukan di pintu depan..pak Imam mengetuk pintu
"Permisi bu..orang dari showroom sudah dateng.." kata pak Imam
"Ooh..sudah dateng yaa?..eee..teh?..mobilnya mas Bram dibawa yaah?" tanya bu Yuli
"Iya bu..ada apa ya bu?"
"Bapak mau nuker mobil kalian..kunci mobil kamu di garasi kan?" tanya bu Yuli
"Iya bu.."
"Eee..Mam..suruh mereka bawa mobilnya teteh dulu yaah?..kalau mobilnya mas Bram besok ajah..soalnya mobilnya lagi dibawa sama mas Bram"
"Baik bu.."
"Aisyah beresin barang-barang Aisyah di mobil dulu ya bu?..gua tinggal bentar ya Ko..mbak.." kata Aisyah sambil bangun dan beranjak ke garasi
Lita dan Eko menganggukan kepalanya
"Ibu tinggal sebentar ya nak Eko..nak Lita.." kata bu Yuli sambil beranjak ke depan
"Diminum yaah?.."
"Iya bu.." jawab mereka berbarengan
"Aisyah kayaknya dibeliin mobil baru tuh Beb.." ujar Lita sepeninggal bu Yuli
"Iya Saay.." sahut Eko sambil melongok ke arah teras
"Mobil lu ganggu nggak Beb?" tanya Lita
"Nggak tahu..palingan nanti Aisyah ngomong..kalau nyuruh mindahin" jawab Eko
"Mobilnya biar di luar dulu ajah pak..soalnya ada mobil temen saya..nanti kalau udah pulang..baru dimasukin.." pinta Aisyah yang suaranya terdengar sampai ke ruang tamu
Eko jadi malu hati..karena gara-gara mobilnya yang parkir di depan garasi..mobil baru Aisyah tidak bisa masuk ke dalam garasi
"Tuh Beb..mobil lu ganggu kayaknya tuh..pindahin gih.." kata Lita
Baru juga Eko akan keluar..masuklah Aisyah dan bu Yuli
"Mobil gua ganggu ya Syaah?" tanya Eko
"Nggak..mobil lu nggak ganggu..dah nyantai ajah.." kata Aisyah yang menenangkan Eko
Dari dalam muncul bi Surti
"Makanan sudah siap bu.." kata bi Surti
"Teh..teman kamu ajak makan sekalian yaah?.."
"Iya bu..yuk..kita makan siang dulu.." ajak Aisyah
"Eh..nggak usah mbak..nggak usah repot-repot.." ucap Lita yang sungkan dengan tawaran Aisyah
"Nggak apa-apa nak Lita..bi Surti sudah nyiapin buat kita berempat kok..ayuk.." ajak bu Yuli
Lalu Lita dan Eko mengikuti bu Yuli dan Aisyah menuju ke ruang makan
Lita dan Eko makin takjub melihat ruangan makan keluarga Handoyo..elegan dan berkelas
Lita nampak mencolek pundak Eko yang ada di sebelahnya..melihat hidangan mewah di meja makan
"Beb.." panggil Lita
"Iya Saay..gua juga ngelihat" jawab Eko lirih
"Ayuk mbak..Ko..silahkan duduk" pinta Aisyah
Mereka lalu duduk di kursi yang tersedia
"Ayuk nak Eko..nak Lita..jangan malu-malu..maaf yaah..hidangannya apa adanya.." kata bu Yuli sambil tersenyum
"Ii..iya bu..terima kasih..ini sudah lebih dari cukup.." jawab Lita
"Busyeeet..kayak gini dibilang apa adanya..yang nggak apa adanya kayak gimana yaak?" batin Eko
Lalu mereka berempat mulai bersantap siang..diselingi oleh obrolan ringan
**
Di teras..Eko dan Lita berpamitan pada bu Yuli dan Aisyah
"Terima kasih ya bu..Syaah..atas jamuan makan siangnya.." kata Eko
"Iya nak Eko..jangan kapok yaah..main kesini.." sahut bu Yuli
"Iya bu" jawab Eko
"Uangnya sudah saya tranfers ya mbak.." kata Lita sambil menunjukan layar e-banking di handphonenya
"Iya mbak..terima kasih"
Setelah pamit..mereka berdua memasuki mobil Eko yang terparkir di carport..Eko melambaikan tangannya ke arah Aisyah dan bu Yuli..lalu menjalankan mobilnya ke gerbang..pak Imam segera membuka pintu gerbang begitu mobil Eko akan keluar
Diluar mereka melihat dua mobil baru terparkir di pinggir jalan depan pagar rumah..BMW hitam serie 7 terbaru dan Mercedez Benz serie SLK300 berwarna putih
"Gila Beb..beli mobil udah kayak beli permen..main beli ajah.." kagum Lita sambil melihat kearah mobil Aisyah dan Bram
"Iya Saay..mana BMW ama Mercy lagi.."
"Tapi gua salut ama Aisyah Beb..dia ngehormatin tamu banget..dia biarin mobil barunya diluar..supaya nggak nyuruh lu mindahin mobil..padahal kalau dibandingin ama mobil mereka..mobil lu nggak ada apa-apanya"
"Iya Saay..Aisyah emang begitu dari dulu..tapi sayang..gua sekarang jadinya nyesel Saay.."
"Nyesel kenapa?"
"Kenapa dulu Aisyah nggak mau ama gua..aaaaaahhhhh!!" teriak Eko karena pinggangnya dicubit sama Lita
"OOOH..JADINYA LU NYESEL PUNYA PACAR GUA..HHAAAAAH!!..IYAAAA??" sewot Lita sambil terus memuntir pinggang Eko
"Enggak..nggakkk..Saay..aaaah!!"
Eko makin berteriak kencang..karena Lita tidak mengendurkan cubitannya
_____________________
Setelah makan malam..pak Agung menuju ke teras samping sambil membawa kopi di tangannya..disana sudah menunggu bu Yuli yang sedang membaca berita online melalui handphonenya
"Bram belum pulang mah?" tanya pak Agung sambil duduk di kursi teras
Dari dalam muncul Aisyah yang membawa nampan berisi teh hijau hangat buat bu Yuli dan kopi untuk dirinya
"Tehnya bu.." tawar Aisyah sambil menaruh teh hijau di meja
"Iya teh..terima kasih" jawab bu Yuli
"Mobilnya sudah kamu coba teh?" tanya pak Agung
"Belum pak..besok ajah.." jawab Aisyah sambil duduk di kursi sebelah bu Yuli
"Mobil yang baru kayaknya lebih panjang ya pak..sama yang lama.." tanya Aisyah
"Iya..yang lama kan serie 5..yang baru serie 7..tapi kamu bisa kan bawanya?.." tanya pak Agung
"Bisa pak..Insya Alloh.." jawab Aisyah
"Kalo nggak nanti ibu cariin supir buat kamu ya teh?.." kata bu Yuli
"Nggak usah bu..biar Aisyah bawa sendiri ajah..sekalian ngelancarin.."
"Besok kamu bawa sekalian ke salon..biar di wraping dulu mobil kamu.."
"Iya pak..mobil yang lama kan masih bagus pak..kok sudah mau dijual?" tanya Aisyah
"Iya..masih bagus..tapi kan umurnya sudah lewat 5 tahun..harus diganti baru..oh iya..duit kamu yang kemarin audit di kantor..sudah bapak transfer yaah.."
"Iya pak..terima kasih..tadi Aisyah dapet notifnya..tapi kok..beda kayak biasanya ya pak?..lebih besar..apa nggak kebanyakan?"
"Enggak..anggap ajah lebihnya itu bonus..soalnya kamu bisa nemuin dana yang over budget kaan?" kata pak Agung sambil tersenyum
Aisyah menganggukan kepalanya
Terdengar suara mobil masuk ke dalam garasi
"Mas Bram kayaknya baru pulang tuh pak.." kata Aisyah sambil bangun dan menghampiri garasi
Tak lama Bram muncul bersama Aisyah
"Assallamuallaikum maaah...paah.." sapa Bram sambil mencium tangan kedua orangtuanya
"Waallaikumsallam.." jawab bu Yuli dan pak Agung berbarengan
Bram lalu duduk di sebelah mamahnya..sementara Aisyah masuk kedalam untuk mengambilkan minum buat Bram
"Kamu dari mana sayang?..kayaknya capek banget sih?" tanya bu Yuli sambil mengelus-elus pundak Bram
"Dari Cikande maah..nganterin pak Sutomo ngelihat Durabest..didepan mobil siapa mah..kayaknya masih baru.." tanya Bram sambil membuka jaketnya
"Punya kamu sama Aisyah.." jawab bu Yuli
"Punya Bram mah?"
"Iya sayang.."
Dari dalam Aisyah membawa air putih dan secangkir kopi hitam buat Bram
"Nih mas..air putihnya" kata Aisyah sambil menaruh gelas air putih di meja
"Iya Yaang..terima kasih"
Bram lalu meminum air putihnya hingga habis
"Mobil kamu yang lama besok ditinggal ya Bram..mau papah bawa ke showroom..kalau kamu mau jalan pake punya kamu yang baru.." kata pak Agung
"Punya Bram yang mana pah?"
"Yang Mercy..yang BMW buat Aisyah" jawab pak Agung
"Bram nggak yang BMW aja pah?..kayaknya kalau bawa BMW enakan pah.." pinta Bram sambil meminum kopinya
"Jangan minta sama papah..minta sama Aisyah..mau nggak kalau dituker..lagian juga STNk nya kan sudah pakai nama kalian masing-masing.."
"Mau nggak Yaang?..kamu pake Mercy..mas pake BMW?" tanya Bram ke Aisyah
"Terserah mas..Aisyah juga jarang make mobil ini kok.." jawab Aisyah
"Beneran niiih?..nanti kalau kamu mau jalan..atau mau kemana?..gimana?..naek apa kamu?..kamu kan belom pernah bawa Mercy.." tanya Bram
"Kan ada mas..nanti Aisyah tinggal minta anterin sama mas.." jawab Aisyah sambil meminum kopinya
"Enak ajaaaah!!..emangnya mas driver Grab?" sewot Bram
"Biariiin!!" ledek Aisyah sambil menjulurkan lidahnya
"Nggak jadi daah..kamu pake BMW..biar mas bawa yang Mercy.."
"Naaah..gitu dong mas.." ucap Aisyah tersenyum senang
Pak Agung dan bu Yuli tertawa geli melihat Aisyah berhasil mengerjai Bram
"Eh..Bram..teteh..ibu nemu video kalian waktu kecil dulu"
"Video apaan mah?" tanya Bram
"Sebentar..mamah kirim ke kalian yaah.." kata bu Yuli
"Dah tuh..mamah nemu di hp mamah yang lama.."
Bram dan Aisyah terperanjat kaget..begitu melihat video kiriman bu Yuli yang dikirim melalui WA
Mereka melihat video mereka sedang bermain di halaman vila..usia mereka kira-kira 8 tahun waktu video itu direkam..kalau dilihat dari resulosi video yang dibuat
Di video lain kiriman bu Yuli..Bram dan Aisyah kecil..terlihat sedang makan bersama di saung yang terletak di halaman belakang vila
"Braaam?..mamah denger..Bram katanya punya pacar yaaah?" tanya bu Yuli yang sedang merekam Bram yang lagi makan
"Iya maaah.." jawab Bram kecil sambil melihat ke arah kamera
"Siapa sayaaang?..kasih tahu mamah dong?"
"Aisyah maaah.." kata Bram sambil menunjuk ke arah Aisyah yang tengah asyik menyuap makanannya
Bram lalu bangkit dan mencium pipi Aisyah..Aisyah yang tengah makan hanya diam sambil melihat kearah kamera
"Bram sayang sama Aisyah maaah.." kata Bram sambil mencium pipi Aisyah lagi
Bram tersenyum geli melihat dirinya kecil dulu yang ada didalam video
"Teteh sayang nggak sama mas Bram?" tanya bu Yuli yang kini mengarahkan kameranya ke arah Aisyah
"Enggak bu.." jawab Aisyah sambil cemberut
"Lhooo?..kenapa teh?"
"Mas Bramnya nakal bu!!.." jawab Aisyah kecil
Tiba-tiba Bram memencet hidung Aisyah..hingga Aisyah berteriak kesakitan
"Eeeeeh..Braaam!!..jangan!!..kamu tuh nakal yaaah!!"
__ADS_1
"IBUUU!!!..SAKIITTT!!" jerit Aisyah
"Lepasiiiin Braaaamm!!...hidung Aisyah sakit kan??"
Kamera bergoyang..karena bu Yuli berusaha melepaskan tangan Bram yang tengah memencet hidung Aisyah..hingga terdengar Aisyah menangis dan video berhenti
Bram tersenyum geli dan dia melihat Aisyah cemberut setelah melihat video
"Kenapa teh?" tanya bu Yuli
"Mas Bram sampai sekarang juga masih seneng mencetin hidung Aisyah bu.." rajuk Aisyah
"Hahahahaa..tapi hasilnya hidung kamu jadi mancung kan?" ledek Bram
Bram berteriak..karena lengannya dicubit oleh Aisyah
Pak Agung pun tertawa geli melihat Aisyah mencubit Bram
"Sakit tau Yaang.." kata Bram sambil mengelus-elus lengannya
"Biariiiin!!..gantian" ketus Aisyah
"Hahahaha..ternyata mereka nggak berubah ya maah?" gelak pak Agung
"Eh..pah..mah...Bram punya foto special buat papah sama mamah.."
Bram lalu mengirimkan foto pak Agung waktu dia kuliah dulu ke handphone papah dan mamahnya..Bram memfoto waktu pak Agung bersama kakek Nandar yang tengah berada di kamar kostnya
"Papah kenal nggak?" tanya Bram
Pak Agung terperanjat kaget..melihat foto dirinya waktu masih kuliah dulu
"Kamu dapet dari mana Bram?" tanya pak Agung..karena foto itu seperti baru diambil..bukan foto hasil reproduksi dari foto lama
"Kamu kok bisa moto papah sih?..ini kan yang sama papah pak Nandar..kakeknya Aisyah" tanya pak Agung heran
Bu Yuli juga heran dengan pertanyaan pak Agung..dia lihat Bram hanya tersenyum
"Ceritanya panjang pah..sama..sedikit tidak masuk akal..kalau dinalar dengan logika akal sehat.."
Pak Agung makin bingung dengan jawaban Bram
"Papah percaya sama yang namanya 'Klenik'?" tanya Bram
Pak Agung menganggukan kepalanya
"Soalnya ini berhubungan dengan Klenik pah..dan sama sesosok jin yang menculik Bram dulu di hutan pinus"
"Sesosok jin?" ujar pak Agung lirih
Bram lalu menceritakan awal mula pertemuannya dengan Ningrum..jin yang menculiknya dulu dengan bantuan pak Darwis
"Kamu ketemu sama jin yang nyulik kamu dulu?"
"Iya pah..malahan dia ikut Bram pah" jawab Bram
"Jin itu ikut kamu terus?..sampai sekarang?" tanya pak Agung
"Iya pah..papah mau kenal?"
"Iiih..jangan Bram!!..mamah takut..pasti mukanya seram.." potong bu Yuli sambil bergidik ketakutan
"Nggak bu..malahan Ningrum cantik kok bu.." ujar Aisyah sambil memegang tangan bu Yuli
"Ningrum?..siapa dia teh?" tanya bu Yuli
"Jin yang ngikutin mas Bram perempuan bu..namanya Ningrum" jawab Aisyah
"Kamu kenal teh?"
Aisyah menganggukan kepalanya
"Bram panggil ya mah?.."
Bram lalu memanggil Ningrum melalui batinnya..bu Yuli mencium bau aroma bunga melati..dia segera meremas tangan Aisyah..Aisyah tersenyum melihat bu Yuli yang ketakutan
"Masku.." sapa Ningrum yang muncul dan melayang di depan Bram
"Ningrum..papah sama mamah mau kenal sama kamu..boleh nggak?" tanya Bram
"Boleh masku.." jawab Ningrum sambil menganggukan kepalanya
"Kamu ngomong sama siapa Braaam?" tanya bu Yuli..karena dia melihat Bram berbicara sendiri ke arah depan yang tidak ada siapa-siapa di hadapannya
"Sama Ningrum mah..tuh..dianya lagi diri di depan Bram.." jawab Bram sambil tersenyum ke arah bu Yuli
"Ibu?.." panggil Ningrum
Bu Yuli tersentak kaget..karena ada yang memanggil dirinya..tapi tidak ada wujudnya..Aisyah tersenyum melihat bu Yuli yang ketakutan..di pegang tangan bu Yuli untuk menenangkannya
"Nggak apa-apa bu.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Iii..iiya..ka..kamu siapa?" tanya bu Yuli
Ningrum menampakan wujudnya di depan bu Yuli
"Ibu..salam kenal..saya Ningrum.." sapa Ningrum sambil mengatup tangannya didepan dadanya dan menunduk hormat pada bu Yuli
"Ii..iya..saya Yuli..mamahnya Bram.."
Bu Yuli melihat Ningrum dari ujung kepala sampai ujung kaki
"Bapak..salam kenal..saya Ningrum.." sapa Ningrum pada pak Agung
"Iya..salam kenal juga.." jawab pak Agung
"Ini pah yang namanya Ningrum..kemaren dia bantuin Bram sama Aisyah untuk menerawang ke masa lalu.." jelas Bram
"Bener kamu Ningrum?..yang menerawang masa lalu sama Bram?" tanya pak Agung
"Iya pak.." jawab Ningrum sambil menganggukan kepalanya
"Kok bisa?" tanya pak Agung heran
"Bisa pak..Ningrum diberikan kelebihan oleh Alloh SWT.." jawab Ningrum
"Bener kata kamu teh..jinnya cantik.." kata bu Yuli lirih disebelah Aisyah
Ningrum menoleh ke arah bu Yuli dan memberikan senyumannya..bu Yuli heran..sepertinya Ningrum mendengar ucapannya dengan Aisyah
"Kata pak Haji..wujud kamu tuh seperti Kalong Wewe..kok bisa seperti ini?" tanya bu Yuli
"Iya bu..wujud Ningrum yang asli memang seperti Kalong Wewe.. Ningrum berwujud seperti ini..agar masku tidak takut terhadap Ningrum" kata Ningrum sambil tersenyum
"Pasti kamu yang minta ya Bram..agar dia berwujud seperti ini..huuuh..dasaaaar!!" kesal bu Yuli sambil menjewer telinga Bram
"Aaaaaah..nggak maaah..wujud Ningrum memang seperti ini waktu dia masih hidup dulu.." kata Bram sambil memegang telinganya yang habis di jewer mamahnya
Aisyah dan Ningrum tertawa geli
"Kalau bapak sama ibu memberikan ijin..Ningrum akan tinggal disini.."
"Boleh Ningrum..kamu boleh tinggal disini" kata bu Yuli
"Tapi..sebelumnya saya mau tanya sama kamu..kamu bisa mewujud seperti ini gimana ceritanya..kok bisa berubah jadi wanita cantik seperti ini....blaa..blaa..." cerocos bu Yuli
Bram bangkit dari duduknya..untuk masuk kedalam..Aisyah yang melihat Bram masuk..mengikutinya dari belakang
"Selamat yaaah Ningrum..kamu diinterogasi dulu sama mamah.." ucap Bram dalam hati sambil tersenyum
Ningrum terlihat senyum-senyum kikuk menghadapi berbagai pertanyaan bu Yuli..sesekali dia melirik ke arah Bram yang sudah masuk kedalam..sedangkan bu Yuli masih saja bertanya macam-macam terhadap dirinya
Pak Agung tersenyum geli melihat Ningrum diinterogasi oleh bu Yuli
"Ibu kayak gitu ya mas?..sama temen-temen cewek mas dulu?" tanya Aisyah yang berjalan disamping Bram
"Hahahaha..iya..kalau yang nyalinya kecil..pada kapok maen kemari lagi..pada takut ketemu mamah..hahahaha.." gelak Bram yang teringat masa dia sekolah di SMA
Mereka berjalan ke arah kamar Bram..sesampainya di dalam kamar..Bram segera melepas bajunya dan mengganti celananya dengan celana boxernya
"MASS BRAAMMM!!...kenapa maen buka celana ajah sih?.." sewot Aisyah sambil memalingkan mukanya
"Mas lupa..hehehehe..lagian kamu kenapa ngintilin mas kemari sih?" tanya Bram
"Kan Aisyah takut mas..sendirian di kamar.." jawab Aisyah yang masih memalingkan mukanya dari Bram
Bram lalu menghampiri Aisyah dan memeluk perutnya dengan erat dari belakang
"Kamu sudah mandi Yaang?" tanya Bram
"Sudahlah mas..memangnya mas?" ledek Aisyah
"Mandi lagi yuuk?..bareng mas...aaaaaaah!!"
Bram berteriak karena jari Aisyah sudah mencubit pinggangnya
"Mas pikirannya mesum terus yaaaak?" kesal Aisyah
"Mas kalau deket kamu..bawaanya pengen nggusel terus Yaang.." kata Bram sambil membuka pasmina Aisyah..dan melemparnya ke lantai
Aisyah tersentak kaget..tak kala lehernya di kecup oleh Bram dan lehernya dijelajahi oleh kecupan-kecupan bibir Bram
Rasa aneh mulai menjalar di diri Aisyah..rasa yang tidak ingin Bram menghentikan kecupannya di leher dia yang jenjang
"Masss.." ujar Aisyah lirih sambil memejamkan matanya
Tangan Aisyah tanpa dia sadari..menggenggam erat tangan Bram yang tengah memeluk perutnya
Bibir Bram pindah ke tengkuk Aisyah..dan ciuman Bram berhenti disana..Aisyah bisa merasakan hembusan nafas Bram yang memburu si tengkuknya
Bram lalu membalikan badan Aisyah..dia pandangi mata Aisyah yang menatap sayu
"Hayooo..stop!!.." ledek Bram sambil menutup mata Aisyah dengan tangannya
Spontan Aisyah memeluk Bram sambil tersipu-sipu malu
"Mas pinter banget ngerjain orang!!" teriak Aisyah di pelukan Bram
Bram tertawa sambil membelai rambut Aisyah
"Mas pengen buru-buru Yaang.."
"Buru-buru apa mas?" tanya Aisyah sambil melihat ke arah Bram
"Pengen buru-buru nikah!!"
"Iih..mas mah..nggak sabaran yaah?"
"Hahahaha..ya udaah..kita bobo yuuk.." ajak Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
"Kamu duluan gih..mas mau mandi dulu.." lanjut Bram
"Mas sudah sholat Isya?" tanya Aisyah
"Belum.." jawab Bram
"Nanti sekalian sholat ya mas.."
Bram menganggukan kepalanya..dia lalu masuk ke dalam kamar mandi
Sepeninggal Bram..Aisyah menuju sofa untuk menonton tv
Tak lama kemudian..Bram yang telah selesai mandi..keluar sambil mengucek-ucek rambutnya dengan handuk
Dia segera memakai baju kokonya untuk menunaikan sholat Isya
Aisyah tersenyum melihat Bram yang sedang sholat di sebelah ranjang
Aisyah lalu beranjak ke ranjang berbarengan dengan Bram yang selesai sholat..dia segera naik keranjang sambil menunggu Bram yang mengganti bajunya
Tiba-tiba handphone Aisyah berbunyi ada pesan masuk
Aisyah lalu mengambil handphonenya yang ada di meja samping ranjang
"Siapa Yaang?" tanya Bram
"Ada WA mas..dari kakek Ndaru.."
Aisyah lalu membaca WA dari kakek Ndaru
"Apa isinya Yaang?" tanya Bram penasaran sambil duduk di sebelah Aisyah
Aisyah tidak menjawab..dia berikan handphonenya ke arah Bram..Bram segera membacanya..raut muka dia terlihat sumringah..dan melihat ke Aisyah
"Kakek berhasil mendapatkan hak kamu Yaang..kamu disuruh ke Lembang nih..untuk mengurus surat-surat ahli waris kakek Nandar.."
"Alkhamdulillah masss.." ucap Aisyah sambil tersenyum haru
"Kapan kamu mau kesananya?"
"Tahu nih mas..Aisyah bingung..besok senin Aisyah mau ke tempat pak Burhan..untuk audit di kantornya"
"Lama nggak?"
"Belum tahu mas..lihat dulu..banyak nggak yang diaudit..kalau banyak..palingan seminggu.." kata Aisyah sambil merebahkan badannya ke kasur
Bram pun tersenyum
"Cieeee..yang punya kebon sama pabrik teh.." goda Bram sambil menjawil hidung Aisyah
Aisyah hanya tersenyum geli
"Besok-besok..mas manggil kamu Nyai yaaak?.."
"Nyai?..memangnya Aisyah simpenannya menner kompeni?" sewot Aisyah sambil mencubit perut Bram
Bram tertawa..dia lalu merebahkan badannya disamping Aisyah..Aisyah kemudian memeluk Bram
"Met bobo mas.."
"Iya Nyai..met bobo..aaaaah.."
__ADS_1
Bram menjerit..karena perutnya terkena cubitan lagi