
Mohon maaf sebelumnya...berhubung author bukan orang Sunda..ada beberapa dialog yang memakai bahasa Sunda author memakai jasa Google translate
Jadi bagi reader yang mengerti bahasa Sunda..author mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan tidak berkenan di hati para reader
🙏🙏🙏🙏🙏
Happy Reading
❤❤❤❤❤
*****************
############
Pagi itu..Aisyah sedang memberesi dokument yang akan dia bawa ke Dago di sofa ruang keluarga..Aisyah tengah mencocokan dokument yang ada ditangannya dan memastikan tidak ada yang ketinggalan
Dari arah tangga..terlihat Bram menyandang tas ranselnya turun menuju ke ruang keluarga
"Memangnya kamu disuruh papah ke Dago ada keperluan apa sih Syaah?" tanya Bram sambil duduk di sofa
"Bapak nyuruh Aisyah buat ketemu sama pak Lurah Adung..soalnya ada Vila sama tanah yang mau dijual disana mas dan bapak mau membelinya" jawab Aisyah yang terlihat modis sekali pagi ini..dia memakai kemeja lengan panjang berwarna peach dipadu dengan pasmina putih motif bunga dan celana jeans model joker dan tak lupa sepatu flatshoes berwarna putih.
"Kamu pagi ini kok cantik banget sih Syaah.." gombal Bram
"Yeee..mas ajah yang baru sadar.." cibir Aisyah
"Wuuuu..sombong..kalau orang cantik mah bebas"
Aisyah pun tertawa geli
"Ayuuk mas..keburu siang..nanti pak Adung nya keburu pulang.." ajak Aisyah
"Ayuuuk.." jawab Bram sambil bangun
"Oh iya..kita ke Dago nya pake mobil kamu yaaah Syaah?..sekalian mas mau nyobain mobil kamu!!" pinta Bram
"Mobil Aisyah?..mobil Aisyah yang mana mas?" tanya Aisyah
"Itu..yang BMW hitam...bukannya punya kamu?"
"Ooh..yang itu..itu sudah bukan mobil Aisyah lagi mas..itu boleh bapak beliin buat Aisyah kuliah..sekarang kan Aisyah sudah gak kuliah lagi.."
"Tetep aja punya kamu Oneeeeeng..." kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah
Lalu mereka menuju ke garasi
"Pak Rizaaaal..." panggil Bram
"Ya mas?.." jawab Pak Rizal yang muncul dari pos sekurity
"Kunci mobilnya Aisyah mana pak?"
"Sebentar mas..."
Lalu pak Rizal masuk kedalam garasi
"Nih mas.." kata pak Rizal sambil memberikan kunci mobil pada Bram
"Terima kasih pak.."
"Mas Bram mau kemana sih?" tanya pak Rizal
"Ke Dago pak.." jawab Bram
"Nginep?"
"Iya..palingan sehari.." jawab Bram sambil membuka pintu belakang mobil Aisyah dan memasukan ranselnya
"Pak Herman kemana ya pak?" tanya Bram
"Pak Herman standby di kantor bapak mas.."
"Ooooh.."
Lalu Bram menyalakan mobilnya Aisyah..tak lama Aisyah keluar dari arah dapur
"Pak..Aisyah pamit yaaah.." pamit Aisyah sambil menaruh koper dan tasnya di bagasi
"Iya mbak..hati-hati..hati-hati ya mas.." ujar pak Rizal
"Iya pak.." kata Bram
Setelah itu..Bram lalu mengendarai mobil keluar menuju ke jalan Pondok Indah Raya.
"Kamu waktu kuliah dulu naik apa Syaah?" tanya Bram
"Dulu Aisyah sih pengennya naik Comutterline mas..biar cepet..tapi sama bapak nggak boleh" jawab Aisyah
"Terus..kamu naik apa?"
"Naik mobil ini mas..mangkanya sama bapak..Aisyah dibeliin mobil ini buat kuliah"
"Siapa yang bawa?"
"Aisyah sendiri mas.."
Mata Bram membulat
"Berarti kamu bisa bawa mobil dooong?.." tanya Bram
"Bisa mas.." jawab Aisyah santai sambil memeriksa dokument yang ada di pangkuannya
"Laaaaah?...kamu kok nggak ngomong ke mas...kalau kamu bisa bawa mobil?" tanya Bram dengan nada sedikit kesal
"Mas Bram nggak nanya.." jawab Aisyah tanpa rasa bersalah yang masih terus sibuk memeriksa dokumentnya
Bram pun dibuat gregetan atas jawaban Aisyah
"Huuuuuuuh!!!" gemas Bram..tangan kirinya seperti ingin menangkap kepala Aisyah dari atas
"Mas kenapa siiih?" tanya Aisyah yang melihat Bram yang sepertinya geregetan terhadap dirinya
Bram hanya diam sambil menarik tangannya lagi dan menggigit kepalan tangannya geregetan
"Bawa nih!..ini kan mobil kamu.." kesal Bram
"Nggak mau..mas Bram aja yang bawa.." ledek Aisyah yang tetep memeriksa dokument
Bram makin geregetan yang melihat Aisyah.
Tiba-tiba..Bram menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil
Aisyah pun heran melihat Bram yang memutari mobil dan berdiri di samping pintu tempat dia duduk
Tok..tok..tok..ketuk Bram pada jendela pintu Aisyah
Aisyah lalu menurunkan jendela pintu mobilnya
"Ada apa sih mas?" tanya Aisyah heran
Bram tersenyum
"Nyonyah silahkan membawa mobilnya..saya mau gantian jadi penumpang.." jawab Bram sambil membuka pintu mobil dan mempersilahkan Aisyah untuk berpindah tempat
"Hiiiih!!...mas mah begitu!.." kesal Aisyah sambil bangun dari jok mobilnya dan memutar ke pintu sebelah kanan sambil menhentak-hentakan kakinya
Bram yang sudah duduk hanya tersenyum melihat Aisyah yang cemberut disisi kanannya
"Mas kan sekali-kali mau jadi penumpang Syaah.." ledek Bram
Setelah memakai seatbeltnya..lalu Aisyah mulai menjalankan mobilnya secara mendadak
"Wooaaa...pelan-pelan dong Syaah" kata Bram sambil memasang seatbeltnya
"Bodooo.." kesal Aisyah
Lalu tangan Aisyah mengarah ke laci dashboard untuk mengambil kacamata hitamnya.
"Misi maaaass!..." ucap Aisyah kesal sambil menampik lutut Bram yang berada didepan laci dashboard
"Ya elaaah...galak beneeeeerrr sih nyonyah ini!!" ledek Bram
Aisyah tidak memperdulikan omongan Bram..dia lalu memakai kacamatanya
"Wiiiidiiiih...silau meennn!!" ledek Bram yang melihat Aisyah memakai kacamata hitam
"Beneran Syaah..kamu cakep banget kalau pakai kacamata hitam"
Aisyah membalas dengan menjulurkan lidahnya ke arah Bram
Bram lalu mengambil handphone nya dan memfoto Aisyah dan tidak lupa untuk selfie
"Mas ngapain siiiih?" tanya Aisyah sebal
"Mas mau upload ke Instagram mas.." jawab Bram sambil mengetik di handphone nya
Lalu Bram merekam untuk live Instagramnya
"Haloooo guy's..sekarang gua lagi on the way ke Dago nih guy's..bersama driver yang paling cantik se jagat raya..tuh driver nya" kata Bram sambil mengarahkan handphone nya ke arah Aisyah
"Cakep kan?"
Aisyah yang kesal memukul lengan Bram
"Hiiiih...."
"Aduuuh...tapi driver nya galak bener guy's...siap-siap ajah gua bakal kena pukul sepanjang jalan nih..hahahahaha" gelak Bram seperti tanda kemenangan
Bram dengan sigap menghindar rampasan tangan Aisyah yang ingin mengambil handphone nya
"Gak kena!!...weeeek.." ledek Bram yang terus mengarahkan handphone nya ke arah Aisyah
"Driver nya sih cantik guy's..tapi sayang...galak banget..gede ambek" kata Bram sambil tertawa
"Massss Braaaamm!!" kesal Aisyah
"Kamu konsen nyetir ajah Syaah.." kata Bram yang tertawa
Ketika dia melihat ada Indomaret di depan..Aisyah lalu masuk ke area parkir Indomaret..lalu di memarkirkan mobilnya
"Lho kok berhenti Syaah??" tanya Bram
"Mas kalau nggak berhenti godain Aisyah..Aisyah nggak mau jalan!" ketus Aisyah sambil diam didepan stir dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya
"Yaaah..guy's..sorry niih..live nya gua stop disini dulu yaaak..driver nya ngambek..." kata Bram sambil berbicara ke kamera handphone nya
Bram lalu menyimpan handphone nya
"Dah tuh nyonyaaaah..mas nggak godain kamu lagi.."
"Hiiiiih...mas kok seneng banget sih godain Aisyah.." kesal Aisyah sambil memukul lengan Bram
"Aduuuh..kamu kok dari tadi mukulin mas terus sih..?" tanya Bram yang mengelus-elus tangannya
"Biariiiin...abisan mas godain Aisyah terus "
"Ya udah...mas nggak godain kamu lagi dah.." ujar Bram
"Beneraaaan yaaah!!"
"Iyaaa nyonyaaaaaah.."
"Tuh kaaaaan?...huft.." rajuk Aisyah
"Apa lagi siiih?" heran Bram
"Barusan mas manggil Aisyah apa?"
"Apaan??..oooh..jadi kamu nggak mau dipanggil nyonyaaah?" tanya Bram
Aisyah mengangguk dengan mengerucutkan bibirnya
__ADS_1
"Ya udah..mas nggak akan mengganggu Tante lagi" kata Bram yang sengaja memberikan tekanan pada kata Tante
"Hiiiih...itu mah sama ajah..." kesal Aisyah sambil memukul kembali lengan Bram
"Aduuuh...iyaaa...iyaaa..." kata Bram sambil menahan tawanya
Bram menahan gelinya melihat Aisyah yang masih di mode ngambeknya
Bram lalu mengalihkan pandangannya ke samping sambil tertawa geli
"Awas yaaah..kalau mas godain Aisyah lagi.."
"Udah kebiasaan.." kata Bram pelan sambil menahan tawanya
"Mas ngomong apaaah?" tanya Aisyah ngegas
"Nggaaaak...mas nggak ngomong apa-apa..kamu ajah yang kebangetan denger"
Lalu Aisyah mulai menjalankan mobilnya kembali
Tak lama kemudian..mobil Aisyah telah memasuki tol JORR ke arah Cikunir
Sesekali Aisyah menengok ke arah Bram yang masih memandang ke jendela..Aisyah pun tersenyum
"Masss?.." panggil Aisyah
"Hmmmm.." jawab Bram
"Mas marah yaaah?"
"Enggak.." jawab Bram yang tidak mengalihkan pandangannya dari jendela
"Kok..ngeliatnya keluar?"
"Habis..kalau ngeliat kamu..ntar kamu nya marah.."
Aisyah tertawa geli
"Nggak mas...Aisyah nggak marah kok.."
"Beneeeerann?.." tanya Bram
"Iyaaaa.."
Bram lalu memutar badannya..dan menaruh dagu nya di telapak tangannya yang sikunya dia taruh di konsol tengah mobil Aisyah sambil memandangi Aisyah yang sedang menyetir di tol JORR yang mulai merambat macet
"Ngeliat nya nggak kayak gitu juga kali massss.."
"Biariiiin.." jawab Bram singkat
Aisyah merasa jengah yang dipandangi oleh Bram terus menerus
"Ya Alloh..Kau begitu sempurna menciptakan wanita yang ada didepan ku ini ya Alloh.." gombal Bram yang tak berkedip memandangi Aisyah
Aisyah menutup mata Bram dengan tangan kirinya..agar tidak memandangi dirinya terus
Bram tidak bergeming..hanya dia balas dengan menggigit tangan Aisyah
"Aaawwww...mas mah..sakit kan?.." rajuk Aisyah
"Orang pelan ini gigitnya.."
"Tetep aja sakit.."
Karena merasa risih terhadap pandangan mata Bram...Aisyah lalu memencet hidung Bram yang masih memandangi dirinya tanpa berkedip
"Nggak sakiit..." kata Bram tanpa ekspresi
"Hiiiiiih..." kata Aisyah yang makin mengeraskan pencetannya
Bram pun tertawa
"Kan sudah mas bilang..tangan kamu tuh gak ada sakit-sakitnya Syaah..hahahaha"
Aisyah yang kesal..akhirnya mendiamkan saja kelakuan Bram yang terus memandangi dirinya
"Apalagi kalau dia pake kacamata...hmmmmmhh..subahanallaaaaaah!!" kata Bram sambil berdecak kagum
"Mas mulai gombal daaah.."
"Biarin..kamu memang pantas untuk digombalin Syaah.."
Aisyah pun tersenyum geli
"Temen-temen kamu ngeliat kamu bawa BMW ke kampus bagaimana Syaah?" tanya Bram
"Mobilnya nggak Aisyah bawa ke kampus mas..Aisyah titipin di parkiran Stasiun Lenteng Agung..dari sana..baru Aisyah naik Comutterline ke kampus.." jawab Aisyah
"Kenapa nggak dibawa ke kampus sekalian ajah sih?..daripada kamu titipin di stasiun"
"Nggak mas..Aisyah malu.."
"Malu kenapa?"
Aisyah hanya tersenyum
"Inikan bukan mobil Aisyah mas.."
"Papah kan sudah beliin kamu mobil ini..yaa..otomatis jadi punya kamu lah Syaah.."
"Lagian bapak beliin mobil buat Aisyah kuliah kemewahan mas..kalo Avanza sih..Aisyah masih mau bawa.." kata Aisyah
"Laaah..kamu gimana sih?..orang-orang pada pengen bawa BMW ke kampus..kamu malah minta Avanza"
"Nggak mas...Aisyah masih suka Avanza..simple"
"Terus..sampe kamu lulus..mobil ini tetep kamu parkir di stasiun?" tanya Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
"Papah tahu nggak?..kalau kamu nitipin mobil di stasiun?" tanya Bram
"Ya itu..gimana reaksi teman-teman kamu waktu kamu bawa BMW ke kampus.."
"Teman-teman pada kaget..nggak nyangka kalau Aisyah bawa mobil ke kampus..mana parkirnya pas didepan Auditorium lagi mas..orang-orang pada ngelihat Aisyah keluar dari dalam mobil" kata Aisyah sambil tersenyum saat dia mengingat-ingat memory dulu waktu dia kuliah
"Ada temen Aisyah yang sombong banget mas waktu kuliah"
"Cewek apa cowok?" potong Bram
"Cewek mas..dia waktu itu..kuliah bawa mobil Honda Jazz..kalo bukan gengnya..nggak ada yang boleh nebeng mobilnya.." kenang Aisyah
"Ada temen Aisyah yang bukan gengnya..cuman mau nebeng sampe stasiun..nggak dibolehin mas..mana waktu itu pas hujan lagi.."
Bram pun menyimak cerita Aisyah
"Besoknya Aisyah hampir diserempet sama dia mas..cuma gara-gara cowok gebetannya jalan bareng sama Aisyah.."
"Cieeeee...yang punya gebetan.." goda Bram ke Aisyah
"Temen Aisyah massss...bukannya Aisyaah.."
"Kamu kalii...cieeeeeee"
"Hiiiiih..." kesal Aisyah sambil memukul pundak Bram
"Orang dibilang temen Aisyah juga" kata Aisyah sedikit sewot
"Iyaa iyaa...cowoknya ganteng nggak?"
"Ganteng sih mas.."
"Gantengan mana sama mas?...pasti gantengan mas.." ujar Bram
"Yeeee..mas mah sok tau.." ledek Aisyah
"Kamu dulu di kampus punya geng nggak?" tanya Bram
Aisyah hanya tersenyum simpul
"Aaaah..pasti punya nih..kamu yang jadi ketua gengnya yaaak?"
"Kok mas tahu?"
"Tahu laaah..terus..tadi gimana temen kamu yang sombong tadi?..pas ngelihat kamu bawa ini mobil ke kampus?" tanya Bram
"Kaget mas..apalagi pas orangtuanya ketemu sama bapak..nggak tahunya..orangtuanya pimpinan anak perusahaan punya bapak mas.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Makin 'Jiper' dong dia?"
"Jiper' tuh apaan mas?" tanya Aisyah
"Takut.." jawab Bram singkat
"Iyaaa..semenjak itu..sombong dia langsung lenyap mas..dia mulai negor Aisyah sama teman-teman Aisyah yang lain.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Ya iyalaaaaah..orangtuanya masih anak buahnya papah..kalau tetep sombong sama kamu..orangtuanya masih mau panjang apa mau pendek?" kata Bram sambil tertawa
"Sekarang giliran mas dong cerita..dari tadi Aisyah terus yang cerita..."
"Cerita apaan?" tanya Bram
"Cerita apaan kek..kalo nggak mas cerita waktu mas di SMA ajah..kan katanya mas dulu waktu sekolah terkenal playboy.." pinta Aisyah sambil tersenyum
"Tahu dari mana kamu?..hmmm..dari Tina yaaah?"
"Iyaa..ayo dong mas...cerita"
Bram lalu menghela nafasnya
"Baiklah..mas mulainya dari mana yaak?" bingung Bram
"Dulu pacar mas ada berapa?" tanya Aisyah tanpa tedeng aling-aling
Bram terperanjat kaget
"Cuma satu..pacar mas cuman Lidya doang..memangnya ada berapa?" kilah Bram
"Bohoooong!!...mas kan dari dulu terkenal playboy..sampai adek kelas dijadiin pacar sama mas..iya kaaannn??" cecar Aisyah
"Seeeeh!!...si Tina cerita apa ajah ke kamu Syaah?"
"Banyak mas.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Gimana yaah?..habisan pesona mas waktu sekolah dulu tuh..menguar dengan begitu dahsyatnya Syaah...aduuuh.."
Aisyah tiba-tiba memotong cerita Bram dengan pukulan di pundaknya Bram
"Kamu kenapa siiih?...mau diterusin nggak nih??" tanya Bram
"Habisan mas ngegombal terus sih!!" ketus Aisyah
Bram pun tertawa geli
"Ada Syaah..adek kelas mas dulu..ampe nangis-nangis ke mas..supaya dia dijadiin pacar sama mas..pokoknya kalau belom mas terima dia jadi pacar mas..dia nggak akan berhenti nangisnya.."
"Terus?..mas terima dia jadi pacar mas?"
"Iyaalah..kasihan tahu Syaah.."
"Kan mas sudah punya kak Lidya?"
"Biarin ajah..lumayan kan..bisa buat lucu-lucuan sama mas..hahahaha..aduuuuh.."
Kembali Aisyah memukul pundak Bram
"Ooooh...gituuuu???...jadi mas dulu..macarin adek kelas cuman buat maen-maen doang??...iyaaa??..hiiiiih!!!" sewot Aisyah yang kembali memukul pundak Bram
"Kamu kenapa siiiih???" tanya Bram sambil berusaha menghindar dari pukulan Aisyah yang kembali mengincar pundaknya
"Kok...kamu yang jadi baper??" tanya Bram sambil menahan senyumannya
__ADS_1
"Aisyah nggak suka maass..sama cowok yang suka maenin perasaan cewek hanya untuk senang-senang doaaang..." jawab Aisyah dengan nada tinggi
Bram pun tertawa geli yang melihat Aisyah yang baper mendengar cerita dia waktu di SMA
"Nggak suka apa cemburu??" goda Bram sambil melongok ke wajah Aisyah yang konsen nyetir
Aisyah langsung membuang mukanya begitu pandangannya beradu dengan Bram
"Ceritanya mau mas terusin nggak nih?" tanya Bram sambil menjawil hidung Aisyah
"Terusiiin..." ketus Aisyah
"Tapi jangan pake ngambek sama baper yaak?" tanya Bram sambil tersenyum
Aisyah hanya diam
"Dulu tuh..banyak yang kirim salam ke mas..entah lewat Tyo..lewat Doni..pokoknya pada kirim salam buat kenalan sama mas.."
"Pada sering ya mas..temen mas dulu nginep dirumah?" tanya Aisyah
"Iyaa..setiap weekend mas ajak mereka pada nginep di rumah.." Bram langsung berhenti bercerita..lalu dia memandang keluar
"Tapi..begitu mereka pada balik pulang..mas sedih Syaah..mas sendirian lagi dirumah..papah sama mamah pada sering pergi ke luar negeri..kata mereka urusan bisnis..tauuu..bisnis apaan.." kata Bram lirih
Aisyah terenyuh sedih mendengar curhatan hati Bram
"Masss?..." tanya Aisyah sambil memegang pundak Bram
"Mas iri tahu Syaah..sama teman-teman mas yang punya kakak sama adik..mereka punya teman main dirumah..temen berantem.." ujar Bram yang masih memandang keluar jendela mobil
Aisyah mengerti perasaan Bram yang kesepian sebagai anak tunggal..sama seperti dirinya
"Tapi!!" kata Bram tiba-tiba sambil memutar badannya ke arah Aisyah
Aisyah terperanjat kaget
"Itu kan dulu..sekarang mas kan sudah ada kamu.." kata Bram sambil tersenyum
"Mas bikin kaget aja siiih.."
Bram lalu melihat handphone nya..sepertinya ada notif dari Instagram.
"Widiiiiih...yang ng-like gambar kamu banyak nih Syaah..."
Aisyah hanya mendengarkan..karena dia konsentrasi ke jalan
"Ada yang nanya nih Syaaah!..itu siapa Bram?...Pacar baru gua.." kata Bram sambil mengetik balasan koment di Instagram nya
"Massss!!..mas apa-apan siiih?..nanti kalau ibu tahu gimana?" tanya Aisyah
"Biarin ajah..." jawab Bram yang tetap melihat handphone nya
Bram tertawa yang melihat koment koment di beranda Instagram nya
"Banyak nih yang koment..cantik Bram..kenalin laaaah..cakep-cakep kok galak..hahahahaha"
Aisyah tidak bisa berbuat apa-apa..dia hanya melirik ke Bram yang asyik membalas koment di Instagram sambil tersenyum
"Eh..mamah koment nih Syaah.." ucap Bram
Aisyah kaget..begitu Bram menyebut mamahnya koment
"Ibu koment apa mas?" tanya Aisyah penasaran
"Mau tahu ajah..apa mau tahu banget?" ledek Bram
"Eitss!!...jangan mukul!!.." pinta Bram yang melihat Aisyah yang sudah mengambil ancang-ancang akan memukulnya
"Lagian mas seneng banget ngerjain orang..buruan mas...ibu koment apa?" tanya Aisyah yang tidak sabaran
Ketika Bram akan membuka mulutnya..tiba-tiba handphone nya bergetar..
"Mamah nelpon Syah.." kata Bram sambil memperlihatkan handphone ke Aisyah kalau mamahnya memanggilnya melalui video call
Aisyah lalu membetulkan posisi duduknya
"Halo mah?...assalamuallaikum.." sapa Bram yang mengarahkan kamera depannya ke arah dirinya dan Aisyah
"Waalaikumsallam...kamu kok nyuruh Aisyah yang bawa mobil sih Bram?"
"Aisyah yang mau sendiri maah.." bohong Bram sambil tertawa
"Bohong bu...mas Bram yang maksa nyuruh Aisyah yang bawa mobil" kata Aisyah yang kesal pada Bram
"Bener Bram?"
"Iya mah..sekali-kali Bram kan mau jadi penumpang.." kata Bram sambil terseyum
"Nggak boleh!!..Aisyah nggak boleh bawa mobil..cepet kamu gantiin Bram..iih..mama khawatir Braammmm!!.." kata bu Yuli yang melototi Bram
"Iya maaah"
"Sudah sampai mana kalian?"
"Baru juga di JORR maah.."
"Haduuuuuh...mana di tol maneeeeh..cepet Bramm...kamu ngegantos Aisyah.."
"Ngegantos tuh apaan artinya Syaah?" tanya Bram pada Aisyah
"Gantiin.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Iya mah..nanti pas di rest area Bram gantian sama Aisyah"
"Anjeun ogé teh..anjeun henteu hoyong ngawartosan karo mas Bram..(Kamu juga teh..kamu jangan mau kalau disuruh-suruh sama mas Bram)"
"Muhun bu..(Iya bu)" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Mamah kalau ngomong sama Aisyah jangan pake bahasa Sunda kenapa sih mah...Bram kan nggak ngerti.." gerutu Bram
"Gaduh basa Sundana..tapi henteu tiasa nyarios Sunda..(Punya ibu orang Sunda..tapi nggak bisa bahasa Sunda)" kata bu Yuli sambil menggelengkan kepalanya
Aisyah pun tertawa lepas..melihat Bram yang tidak mengerti apa yang mamahnya bicarakan
"IN BAHASA PLEASEEEE!!!" kesal Bram
"Ayeuna upami anjeun nyarios di payuneun mas Bram..nganggo basa Sunda wae ya bu..mas Bram henteu ngartos bahasa Sunda..(Sekarang kalau bicara di depan mas Bram..pakai bahasa Sunda saja ya bu..mas Bram kan nggak ngerti bahasa Sunda)" usul Aisyah pada bu Yuli sambil menahan tawanya
"Muhun teh..biar mas Bram na nyaho..budak pan henteu nyarios bahasa Sunda..(Iya teh..biar mas Bram tahu rasa..dia kan nggak ngerti bahasa Sunda)"
"Ya Allooooh...pada ngomong apaan siiih?" melas Bram
Bu Yuli dan Aisyah tertawa berbarengan setelah melihat ekspresi Bram.
"Ya sudah..nanti kalau mas Bram masih tetep maksa..lawan ajah teh..kalau nggak nanti bilang sama ibu"
"Muhun bu...yesss!!" kata Aisyah sambil mengepalkan tangannya
Aisyah pun tersenyum girang berbeda dengan Bram yang terlihat kesal setelah mendengar arahan mamahnya
"Teroooos maaaah...terooos..nanti tambah gede nih hidung.." kata Bram sambil memencet hidung Aisyah yang sedang menyetir
"Aaaaaaa!!....ibuuuuu!!..." teriak Aisyah karena hidungnya di pencet oleh Bram
"Braaaam!!....kamu apa-apan siiiih?"
Bram tertawa puas..dia segera menghindar dari pukulan Aisyah
"Gantiaaan..tadi kamu kan sudah mencet hidung mas..."
"Sakit tau massss..." rajuk Aisyah
"Biarin..mumpung nggak ada mamah..weeeek" ledek Bram
"Mas Bram tuh bu..." rajuk Aisyah
"Tah eta wae teh(Biarin saja teh)..nanti kalau ketemu..biar ibu jewer mas Bram.."
"Ya sudah..kalian hati-hati ya di jalan.." pinta bu Yuli
"Iya mah.." jawab Bram
"Assalalumallaikum.."
"Waallaikumsallam.." jawab Bram dan Aisyah berbarengan
Tak terasa..mobil yang dikendarai Aisyah sudah memasuki simpang susun Cikunir
"Kamu capek nggak Syah?" tanya Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
"Gantian dong maaaas...kaki Aisyah dah pegel niiih" rengek Aisyah
"Iyaa..nanti di Rest Area Cibitung..mas gantiin kamu.."
"Sekalian mas mau nyari kopi..mulut mas sudah asem nih"
Jalan tol Cikampek selalu padat..semenjak diadakan pembangunan jalan tol layang dan rel untuk LRT..semua kendaraan merayap pelan
"Kamu laper nggak?" tanya Bram
"Iya mas..mas juga laper?"
"Iya..ya udah..ntar kita sekalian cari makan di rest area Cibitung"
"Kita tadi nggak beli cemilan dulu sih mas.."
"Kenapa?..kamu iseng yaaah?" tanya Bram
Aisyah mengangguk
"Sebentar lagi nyampe di rest area Syaah..baru juga di Bekasi Timur..yang sabaaaar ya neeeeng" hibur Bram sambil mengelus-elus pundak Aisyah
"Kaki Aisyah dah pegel nih maaassss.." rajuk Aisyah
"Iyaaa..nanti mas pijitin kaki kamu..plus-plus daaah!"
"Yeeee..mas mah maunya.." cibir Aisyah
Akhirnya..sampailah mereka di rest area Cibitung..Aisyah lalu mencari tempat parkir.
"Mas mau makan apa?" tanya Aisyah setelah memarkirkan mobilnya
"Mas sekarang mau ngopi Syaah..mulut mas dah asem nih " jawab Bram
Lalu mereka berdua keluar dan menuju ke gerai Starbuck
Setelah mendapatkan kopinya..Bram lalu mencari tempat duduk di smoking area.
"Makannya nanti ajah ya mas..di rest area KM 88..disini pilihannya kurang enak.." usul Aisyah sambil menggigit roti Croissant nya
"Ya udah..kalau itu maunya kamu.." jawab Bram lalu menghisap rokoknya dalam-dalam
Aisyah terlihat sedang menghubungi seseorang di saluran telephon nya..sepertinya dia menghubungi Lurah Adung yang ada di Dago
"Iya pak..mungkin saya sampai dikantor bapak..kira-kira jam 3-an pak..bapak masih ada kan?..iya pak..terimakasih loh pak..iya pak..sampai nanti ya pak...waalaikumsallam"
Aisyah lalu melihat jam di handphone nya..sudah menunjukan jam 12 siang
"Kita sholat Dzuhur dulu ya mas..baru itu kita berangkat.." pinta Aisyah sambil meminum kopinya
Bram hanya menganggukan kepalanya.
Setelah menunaikan sholat Dzuhur..Bram menggantikan Aisyah untuk mengendarai mobil menuju Bandung
Bram melihat Aisyah sibuk menelpon..sejak selesai sholat..Bram melihat..Aisyah sudah menghubungi 3 orang di sambungan telephon nya
Bram memperhatikan Aisyah sambil tersenyum..dia melihat Aisyah seperti negosiator ulung dalam urusan papahnya yang ingin membeli sebuah Vila di Dago
Bram jadi tahu..kenapa papahnya mempercayakan urusan ini kepada Aisyah..bukan kepada orang lain..termasuk dirinya
__ADS_1