
Setelah selesai makan malam..keluarga Handoyo tampak keluar dari dalam restoran
"Teh..ikut ibu sebentar yuk?.." pinta bu Yuli kepada Aisyah yang berjalan disampingnya
"Baik bu.." jawab Aisyah
"Mamah mau kemana?" tanya Bram
"Isssh...urusan perempuan ini Bram..kamu nggak boleh tahu.." kata bu Yuli
Aisyah pun tertawa geli yang melihat Bram melongo setelah mendengar jawaban mamahnya
"Jadi Bram nggak boleh ikut nih mah?"
"Nggak boleeeeh!!" jawab bu Yuli
Setiba di tengah mall Pacifik Place..bu Yuli mengajak Aisyah untuk menuju ke lantai 3 Pacifik Place..Bram pun mengikuti papahnya menuju ke loby selatan Pacifik Place
"Tadi pak Handoko telpon papah Bram..dari rencana tiga hari Aisyah audit dikantor..dicepetin jadi dua hari ajah..soalnya yang over budget sudah ditemuin..jadi besok terakhir Aisyah audit dikantor" kata pak Agung
"Kamu bisanya kapan nganterin Aisyah ke Jogja?" lanjut pak Agung
"Jumat kalau nggak sabtu deh pah..Bram hari rabu sama kamis masih ada urusan ketemu sama orang" jawab Bram
Bram dan papahnya menyebrang ke gedung tempat kantor papahnya
"Man...ke loby yaah.." panggil pak Agung ke pak Herman melalui telponnya
Bram lalu menemani papahnya diloby selagi menunggu pak Herman yang akan menjemputnya di loby
Tiba-tiba..Bram mendengar ada seorang wanita menegor dirinya dan papahnya
"Selamat malam mas Bram..pak Agung.." sapanya yang sudah berdiri disamping Bram
"Malem mbak.." jawab Bram
"Malem Grace..baru pulang?" tanya pak Agung
"Iya pak..pak Rudi ngajak metting barusan..jadinya saya baru bisa turun sekarang..mas Bram dari mana sama bapak?" tanya Grace ke Bram
"Habis makan sama papah.." jawab Bram
"Aisyah mana?..nggak ikut?"
"Aisyah lagi diajak sama mamah..biasa mbak.." jawab Bram sambil tersenyum
Tak lama kemudian pak Herman tiba diloby
"Papah duluan ya Bram..Grace" kata pak Agung sambil masuk ke dalam mobil
"Iya pak.." jawab Grace
Setelah itu..mobil pak Agung meninggalkan loby
"Lho..mas Bram nggak bareng sama bapak?" tanya Grace
"Nggak mbak..saya bawa mobil..mbak Grace pulangnya naek apa?" tanya Bram
"Nih..lagi nunggu misua jemput" jawab Grace sambil tersenyum
Tak lama..sebuah mobil Honda Jazz putih berhenti didepan mereka berdua
"Braam?..mbak duluan yaah.." pamit Grace sambil menghampiri mobil Honda Jazz tersebut
"Iya mbak.." kata Bram sambil melambaikan tangannya
Setelah mobil Grace meninggalkan loby..Bram lalu beranjak menuju ke basement..tempat mobilnya diparkir
Seraya berjalan ke basement..Bram mengirim WA ke Aisyah
"Assalamuallaikum..kamu lagi dimana Syaah?" kirim Bram
"Waalaikumsallam mas.."
"Masih di Pacifik Place mas.." balas Aisyah
"Ngapain sih?" tanya Bram
"Rahasia mas 😛😛😛"
"Sama ibu..Aisyah nggak boleh ngomong "
"Hadeeeeeh.."
"Kamu pulangnya mau bareng mamah apa bareng mas?"
"Bareng sama ibu mas.."
"Mas duluan ajah.."
"Ya udah..mas duluan yaah"
"Iya mas..hati-hati ya mas.."
"Dadaaaa maaassss..😘😘😘"
Bram tersenyum melihat balasan WA Aisyah
"Issssh...kamu bikin mas nggak karuan Syaah" batin Bram sambil memasukan handphonenya ke kantongnya.
Terlihat mobil Bram sudah keluar dari gedung dan menyelusuri area SCBD dan menuju ke Pondok Indah
Sepanjang perjalanan Bram teringat masa-masa kecilnya dulu..yang kini sudah bisa diingatnya lagi
Dia tersenyum teringat dia kecil dulu yang tengah bermain dengan Aisyah di pinggir hutan pinus..dan dia melihat seorang wanita mengenakan kebaya putih melambaikan tangannya kearah dirinya
"Ningrum?" ujar Bram lirih
"Eh..Ningrum gimana kabarnya yaaah?"
Bram merasa aneh..kalau dirinya ternyata disukai oleh sebangsa jin dan ingin mengikuti dirinya
Lamunan Bram terhenti oleh suara getaran handphonenya
Bram lalu melihat handphonenya..dia lihat nomor asing tanpa nama
"Siapa siih?" tanya Bram
Dia mempunya kebiasaan..kalau no asing nelpon ke dirinya..dia paling malas untuk menjawabnya..jadi..dia biarkan saja handphone bergetar
Bram menoleh..handphonenya berhenti bergetar
Tak lama kemudian..ada pesan WA masuk..tanpa nama...kembali tidak dia gubris pesan WA yang baru masuk..ada empat pesan yang masuk dari nomor yang sama
Begitu mobilnya berhenti di antrian lampu merah..Bram lalu meraih handphonenya untuk melihat pesan WA yang baru masuk
"Halo Bram.."
"Apa kabar.."
"Ini gua Widya"
"Kok gua telpon gak lu angkat?"
Bram mengernyitkan dahinya
"Widya?...siapa yaah?...ooooh...temannya Andri" batin Bram
"Kabar baek.." balas Bram
"Lu tau nomer gua dari siapa?"
Bram taruh kembali handphonenya..karena arus lalu lintas didepannya sudah mulai bergerak
Handphonenya bergetar lagi..kali ini Widya menelponnya
Bram lalu menjawab panggilan dari nomor Widya
"Halo..baek Wid...gua lagi mau balik..dijalan..kagak..sendirian gua..eh..lu bisa tau nomer gua dari mana?...Andri?..nggak..nggak apa-apa..eh..udah dulu yaaak...gua lagi bawa mobil nih..sorry yaaak" ujar Bram lalu memutuskan sambungan telepon dengan Widya
"Setan si Andri...main ngasih aja nomer gua.." kesal Bram sambil mencari nomer Andri di phonebooknya...setelah ketemu..langsung dia hubungi Andri
"Eh monyeeeet!!!...lu ngapa ngasih-ngasih nomer gua ke Widya sih?" cerocos Bram begitu telponnya tersambung
"Aaah...alesan ajah luh!!..kagak seneng gua Ndri ama kelakuan luh..."
Bram langsung memutuskan sambungan telponnya dengan Andri dan langsung dia lempar handphonenya ke jok mobil disebelahnya
Dia lihat Andri menelpon balik ke dirinya..tapi tidak digubris oleh Bram..hingga handphone kembali diam
Kembali ada pesan WA masuk..dari Andri..Bram pun mendiamkan saja
Tidak terasa..Bram sudah memasuki komplek perumahannya..dia lalu mengarahkan mobilnya ke tempat teman-temannya biasa nongkrong
Tibalah dia disebuah cafe rumahan yang masih ramai di jam sepuluh malam..setelah memarkirkan mobilnya..Bram lalu keluar dan dia lepas jas dan dasinya lalu dia taruh di jok belakang
Kemudian dia menuju ke cafe..terlihat Ryan dan Yopi lagi ngobrol disalah satu meja
"Woi Bram...dari mana luh?..tumben lu rapi.." tanya Yopi
Bram tidak menjawab pertanyaan Yopi..dia langsung duduk di bangku sebelah Yopi
"Lu liat Andri nggak Yop?" tanya Bram sambil melihat-lihat kesekitar cafe
"Kagak..dari tadi..cuma gua sama Ryan doang yang disini.." jawab Yopi sambil menghisap rokoknya
"Ada apaan sih?" sambung Yopi
"Kagaak..reseh tuh bocah..maen ngasih nomer gua ke orang.." sewot Bram sambil memanggil Joni..pemilik cafe
"Ya bang?" tanya Joni
"Gua minta kopi yaak..sama..roti bakar keju pisang..eh..lu pada mau apaan?" tanya Bram pada Yopi dan Ryan
"Ntar ajah Bram.." jawab Yopi yang diikuti oleh anggukan kepala Ryan
"Ya sudah Jon...itu dulu ajah.."
"Baik bang.." kata Joni itu sambil kembali ke tempatnya
Selagi Bram ngobrol dengan Yopi dan Ryan..parkirlah sebuah mobil didepan cafe..dan keluarlah dua orang wanita dari dalam mobil yang disusul oleh Andri
Ternyata Widya dan Marcel yang datang bersama Andri
"Halo Braaaam..." sapa Widya sambil tersenyum
"Hai.." jawab Bram dengan nada malas
"Ngapa dibawa kemari sih?" gerutu Bram dalam hati
Widya langsung duduk dibangku sebelah Bram
"Lu dari mana Bram?..tumben rapi jali lu?" tanya Widya
"Dari jalan-jalan.." jawab Bram sekenannya
Ryan dan Yopi tertawa melihat kelakuan Widya yang menggoda Bram
Bram yang melihat Andri yang tertawa..langsung dia lempar dengan korek api yang ada dimeja
__ADS_1
"Lu ngapa sih Bram?..kayaknya sewot banget ama gua?" tanya Andri sambil tertawa
"Lu pesen apa Bram?" tanya Widya
"Kopi..lu mau?" tanya Bram
"Mau dong...masss" panggil Widya pada Joni
"Iya mbak?" jawab Joni sambil menghampiri meja
"Gua pesen Moccachino yaak?..lu pesen apaan Cel?" tanya Widya pada Marcel
"Gua sama kayak elu ajah Wid.." jawab Marcel
"Baik mbak.." jawab Joni sambil berjalan kembali ke mejanya
"Disini nggak ada minuman yang berat yaaak?" tanya Widya sambil melihat daftar menu
"Berat gimana maksud lu?" tanya Andri
"Yaaa...kayak Wishki..BL..JD..minimal bir laah.." tanya Widya
"Ya elaaaah!!...emangnya lu kira ini dimana?...biasa ajah keleusss!!" sewot Bram yang diikuti oleh tawa ketiga temannya
"Yaaa elu Braaam...gitu ajah sewot siih?..gua kan cuman nanya.." bujuk Widya sambil melendot di bahu Bram
Bram yang jengah..menaruh tangan Widya yang ada didadanya ke pahanya Widya dan menegakan kepala Widya yang melendot di pundaknya
"Lu mau ada apaan kemari?" tanya Bram
"Mau ketemu ama elu Bram.." jawab Widya sambil tersenyum
"Mau ngapain?" tanya Bram lagi
"Yaaaa..pingin ngobrol ajah...emangnya gak boleh?"
"Eeeh...kita pindah yuuuk..kayaknya kehadiran kita ganggu nih.." goda Andri
Lalu mereka berempat sepakat untuk pindah meja dan meninggalkan Bram dan Widya berdua
"Eeh..setaaaan!!..pada mau kemana luh?" tanya Bram dengan nada kesal
Teman-teman Bram hanya tertawa melihat Bram yang gusar ditinggal berdua dengan Widya
"Eh..bentar ya Bram.." kata Widya sambil bangkit dan menuju ke arah meja kasir
Tinggalah Bram yang sendiri di meja..dia pun menyusul ke meja yang ditempati oleh teman-temannya
"Ndri..kok gua berasa lagi dicomblangin ama elu yaaak?" tanya Bram rada kesal pada Andri
"Ya elaah Bram...nyantai napa siiih..Widya cuma mau ngobrol ama elu doang kok.."
Tak lama kemudian Widya kembali dengan membawa dua gelas kopi ditangannya
"Yop..pindah luh.." pinta Andri pada Yopi yang duduk disebelah Bram..agar memberikan bangkunya kepada Widya
Yopi lalu pindah kesebelah Ryan
"Nih Bram..kopi lu" kata Widya sambil meletakan kopinya di meja
"Thankyou..." jawab Bram sambil mengambil kopinya
Tiba-tiba..gelas yang baru mau diangkat oleh Bram..pecah..Bram dengan reflek..menghindari tumpahan kopinya
"Astagfirulloh.." kaget Bram
Widya yang melihat gelas kopi Bram pecah..kaget dan mimik mukanya langsung berubah
"Jon!!!..lu gimana siih?...kopi belum diminum udah pecah ajah!!" panggil Yopi pada Joni
"Eh..sorry..sorry bang..gua ganti baru yaaah.."
Lalu Joni bergegas menuju ke meja Bram dan memberesi pecahan gelas kopi Bram dan mengelap tumpahan kopi yang ada di meja
"Kita pindah lagi yuuuk.." ajak Andri
Lalu mereka pindah ke meja lain
Bram lalu berjalan sambil melihat bajunya..kalau terkena tumpahan kopi
"Maskuu..Ningrum minta maaf...gelasnya Ningrum pecahin..soalnya kopi masku ada pengasihannya.."
Bram kaget..dia mendengar suara Ningrum di telinganya
"Ningrum?..kamu dimana?" tanya Bram dibatin..sambil melihat kesekeliling cafe
"Ningrum di vila masku.." jawab Ningrum di batin Bram
"Kok kamu bisa tahu..kalau kopi gua ada pengasihannya?" tanya Bram sambil keluar dari cafe
"Iya masku..salah satu teman masku menaruhnya di dalam gelas kopi.."
"Widyaa!!" geram Bram sambil melihat ke arah Widya yang seperti salah tingkah atas kejadian barusan
"Terima kasih ya Ningrum..kamu sudah nolongin gua.."
"Iya masku.."
"Kamu kok bisa komunikasi sama gua sih?..kan kamunya ada di Dago?" tanya Bram heran
Bram mengeluarkan handphonenya..seolah-olah dia sedang menelpon sewaktu berbicara dengan Ningrum..agar teman-temannya yang ada di dalam cafe tidak curiga
"Bisa masku..sekarang kalau Ningrum ada disebelah masku..Ningrum juga bisa.."
Bram mencium bau bunga melati..tiba-tiba Ningrum muncul disebelah Bram
"Maskuuu!!" teriak Ningrum sambil memeluk Bram dengan eratnya
Ningrum menggelengkan kepalanya setelah melepaskan pelukannya pada Bram
"Kok kamu bisa kesini sih?..katanya kamu nggak bisa ninggalin hutan pinus?" tanya Bram heran
"Sekarang bisa masku..Ningrum minta tolong sama Abah Haji buat bantuin Ningrum untuk menebus sumpah Ningrum di hutan pinus..eh..teteh mana masku?..kok Ningrum nggak ngeliat teteh disini?" tanya Ningrum sambil melihat ke sekelilingnya
"Teteh ada dirumah..dia nggak ikut kemari" jawab Bram
"Ningrum kangen sama teteh.." rajuk Ningrum
"Iya..nanti kamu bisa ketemu sama teteh.."
Ningrum langsung tersenyum senang
"Tadi kamu bilang..kopi gua ada pengasihannya yaak?..kayak pelet gitu?"
"Iya masku.." kata Ningrum sambil menoleh ke arah dalam cafe
"Salah satu teman masku bermain kotor untuk menguna-gunai masku agar masku jatuh cinta dengannya" kata Ningrum yang menatap tajam ke arah Widya
"Ningrum lihat..dia juga menggunakan susuk di wajahnya masku" ujar Ningrum yang tidak melepaskan pandangannya ke Widya
"Hati-hati sama dia masku..teman masku itu bukan orang baik-baik.." pinta Ningrum sambil menatap Bram
"Iya Ningrum..terima kasih..eh..gua tinggal masuk dulu yaah"
"Iya masku"
"Kamu tetep disini kan?"
Ningrum menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis
"Ningrum tunggu disini masku..sambil jaga-jaga..kalau teman masku berbuat yang tidak baik lagi..sepertinya mata batin dia sudah terbuka masku..Ningrum nggak mau keberadaan Ningrum di lihat sama dia" ucap Ningrum
Setelah itu..Bram kembali kedalam cafe..dia tidak lepaskan pandangannya dari Widya yang berusaha tidak terjadi apa-apa di depan teman-teman Bram
"Lu napa sih Bram?..maen nyelonong keluar" tanya Yopi pada Bram yang duduk disebelahnya
"Kagak Yop..ada yang mau usil sama gua..." kata Bram sambil menyalakan rokoknya
"Ngusilin lu gimana?" tanya Yopi heran
"Daaah...lupain...ganti topik ajah" kata Bram sambil tersenyum
Tiba-tiba handphone Bram bergetar
"Assalamuallaikum..ada apa Syaah?" jawab Bram
Widya lalu melihat Bram yang sedang menerima telpon
"Mas lagi nongkrong dulu di tempat si Joni...kamu sudah dirumah?..iya..bentar lagi mas pulang..kamu beliin mas apaan?...ooh..ya sudah..tungguin mas yaaak..bentar lagi mas balik..daaaa...waalaikumsallam"
"Aisyah suruh kemari dong Bram" kata Yopi
"Nggaaaak...dah jam berapa ini?..lagian kan udah gua bilang..Aisyah nggak bakal gua kasih nongkrong sama elu-elu pada.."
"Ya elaaah...emangnya kenapa sih Bram?" tanya Ryan
"Kagaaak...sekali gua bilang kagak ya kagaaak.." kata Bram sambil menghisap rokoknya
"Aisyah tuh siapa sih Bram?" tanya Widya yang mulai berani bertanya pada Bram setelah kejadian gelas pecah
"Ngapain lu nanyain Aisyah?" ketus Bram sambil mematikan rokoknya di asbak
"Gua kan nanya doang Bram...woles aja kali.."
"Dah aaah...gua mo balik..Aisyah nungguin gua dirumah..Jon!!" panggil Bram pada Joni
"Iya baang...bentar"
Tak lama Joni datang sambil membawakan kopi pengganti punya Bram yang pecah
"Berapa semua?" tanya Bram
"Lu mau kemana bang?..kopinya baru jadi nih" kata Joni sambil menaruh kopi pengganti dimeja dan mengeluarkan catatan pesanan Bram dan memberikan kepada Bram
"Mo balik gua.." kata Bram sambil memberikan duit seratus ribu kepada Joni
"Gede amat duitnya bang..duit pas napa sih?"
"Ambil ajah kembaliannya" kata Bram sambil berdiri
"Thankyou ya bang.."
Widya yang melihat Bram beranjak pergi..bermaksud menyusulnya..tapi dicegah oleh Ryan
"Mau kemana lu?" tanya Ryan
"Gua mau nyusul Bram Yan.."
"Udaaah..lu disini ajah...Bram lagi nggak mau diganggu.."
"Tapi Yan.."
"Udaah..denger omongan gua kenapa sih..daripada elu kena omel sama Bram.." kata Ryan
Widya pun duduk kembali di bangkunya
"Gua mau nanya ke elu Yan...Aisyah tuh siapa siih?" tanya Widya
"Ngapa lagi?..ngapa lu nanyain Aisyah?"
__ADS_1
"Lu kenapa sih?..emangnya salah?..kalau gua nanya soal Aisyah?..emangnya siapa sih dia..kayaknya special banget..bukannya dia pembokatnya Bram yaah?" tanya Widya dengan nada sinis
"Hati-hati lu kalau ngomong Wid!!..untung Bram dah balik..kalau sampai dia denger lu ngomong kayak tadi..bisa diamuk sama Bram lu!!.." kesal Ryan
"Emangnya lu tau?..siapa Aisyah?..maen ngomong sembarangan aja kalau dia tuh pembantu..tampang lu ama dia..masih cakepan Aisyah kemana-mana..asal lu tau ajah yaaak...Aisyah tuh calon istrinya Bram..ngerti nggak lu??" sewot Ryan sambil berdiri
"Kita cabut aja yuk Yop..lama-lama gua bisa emosi disini.." ajak Ryan pada Yopi
Yopi pun mengikuti Ryan yang keluar dari cafe
"Hadeeeh...Widyaaa..Widyaaa..lu katanya mau pedekate sama Bram..ngapa jadinya kayak gini sih?" tanya Andri
"Lu juga Ndri..make nyalahin gua.." sewot Widya
Marcel pun berusaha menenangkan Widya yang terlihat emosi..karena rencananya pedekate dengan Bram..berantakan semua
"Lu musti gua dapetin Bram.." ancam Widya dalam hatinya
_________
Bram berjalan ke arah mobilnya yang diparkir yang diikuti oleh Ningrum dibelakangnya
"Kamu nggak mau ikut masuk?" tanya Bram pada Ningrum setelah duduk di mobil
"Ningrum boleh masuk masku?"
"Bolehlah..ayuuk" ajak Bram
Tiba-tiba..Ningrum merasakan aura hitam yang berasal dari sebangsa jin ada disekitar sini..dia edarkan pandangannya ke sekeliling untuk memastikan keberadaan mahluk lain sebangsa dengan dirinya
Bram melihat tangan Ningrum berpendar cahaya biru sambil memegang ujung selendang putihnya
"Ada apa Ningrum?" tanya Bram heran
"Ningrum merasakan aura jahat disekitar sini masku..sepertinya ada bangsa jin seperti golongan Ningrum masku.." jawab Ningrum sambil tetap wapada dan melihat ke sekelilingnya
Tiba-tiba..sekelebat bayangan hitam melesat meninggalkan atap rumah Joni..Ningrum geram menahan kesalnya..karena dia tidak bisa melihat sosok yang baru saja pergi
"Huuuh!!..cepat sekali dia menghilangnya!!" kesal Ningrum dalam hati
"Kalau dia nggak ganggu..udah..biarin ajah Ningrum..ayuuk masuk!" pinta Bram
Ningrum yang berniat untuk mengejar sosok bayangan hitam itu..dia urungkan niatnya..dia turuti ajakan Bram untuk masuk ke dalam mobilnya
Ningrum kemudian menembus pintu mobil Bram dan duduk disebelah Bram
Bram tersenyum geli yang melihat Ningrum duduk dengan posisi anggun dan menyamping..seperti putri keraton
"Kamu belum pernah naik mobil yaah?" tanya Bram sambil tersenyum
Ningrum hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tersipu-sipu
"Belum pernah masku..dulu Ningrum kalau kemana-mana selalu diantar naik kereta kuda masku" jawab Ningrum
"Oooh...begitu.." ujar Bram yang tetap tersenyum
"Kenapa masku?...kok ngeliat Ningrum seperti begitu sih?"
"Kamu duduknya biasa ajah dong..kamu sudah kayak putri keraton ajah.." kata Bram yang tersenyum geli
"Ooh..Ningrum sudah biasa seperti ini masku..kata ayahanda Ningrum..perempuan kalau naik kereta kuda duduknya harus seperti ini..supaya terlihat sopan.." kata Ningrum
"Terserah kamu lah..yang penting kamunya nyaman"
Lalu Bram menjalankan mobilnya meninggalkan cafe
Bram yang mengendarai mobilnya..sesekali melihat Ningrum yang ada disebelahnya
"Cantik sekali kau Ningrum.." batin Bram
"Terimakasih masku.." ujar Ningrum sambil menoleh kearah Bram
Bram terperanjat kaget..dia lupa..kalau Ningrum bisa mendengar kata hatinya
"Tapi bener lho Ningrum..kamu cantik sekali malam ini.." goda Bram sambil mengedipkan matanya
"Masku pinter sekali kalau gombal yaaaah?" kata Ningrum sambil menarik pipi Bram
Bram hanya tertawa yang pipinya di cubit oleh Ningrum
"Rumah masku masih jauh?" tanya Ningrum
"Nggak..ituuu..belokan di depan udah rumah gua.."
Setelah sampai didepan gerbang..Bram membunyikan klaksonnya..dan pak Trisno membukakan pintu gerbang untuknya
Bram lalu memarkirkan mobilnya di carport
"Ayuuk..kita masuk" ajak Bram sambil keluar dari dalam mobil
"Rumah masku besar..seperti rumah ayahanda Ningrum dulu.." kata Ningrum yang melihat kemegahan rumahnya Bram
"Waaah..berarti ayah kamu dulu termasuk orang kaya doong"
"Ayahanda Ningrum masih keturunan bangsawan masku.." jawab Ningrum
Bram takjub atas jawaban Ningrum..berarti dulu sewaktu masih hidup..Ningrum termasuk keturunan bangsawan juga
"Assalamuallaikum.." sapa Bram begitu masuk kedalam rumah
"Waalaikumsallam.." jawab Aisyah yang tengah menonton televisi diruang tengah
"Kamu kok sendirian?..mamah mana?" tanya Bram
"Ibu sudah tidur mas.." jawab Aisyah
"Syaah..ada yang ikut mas pulang nih.." kata Bram sambil tersenyum
"Teteeeeh!!.." sapa Ningrum sambil muncul dari belakang badan Bram
"Eh...Ningrum?..kok kamu bisa ikut mas Bram pulang?" tanya Aisyah heran
Ningrum lalu memeluk Aisyah
"Iya tetehku...Ningrum sekarang sudah bisa ninggalin hutan pinus" jawab Ningrum setelah melepaskan pelukannya
Sesaat Ningrum melihat Aisyah sedikit berbeda
"Aura teteh kok beda yaah?"
Lalu Bram dan Aisyah duduk di sofa
Bram lalu menceritakan awal mula kemunculan Ningrum dan kejadian pecahnya gelas kopi Bram
"Widya tuh siapa sih mas?" tanya Asiyah
"Tauuu..katanya temennya si Andri..mas juga kenalnya waktu di The Brezze kemaren" jawab Bram sambil membuka kancing ujung lengan panjang bajunya
"Terus tadi dia berusaha melet mas gitu?" tanya Aisyah
"Iya..dia taruh obatnya di kopi mas..untung ajah Ningrum nolongin mas..kalau nggak.." ujar Bram sambil mengangkat bahunya
"Masnya ajah yang keganjenan..hiiih!!.." sewot Aisyah sambil memukul pundak Bram
"Kamu kenapa siih?...kok kamu jadi baperan gini?" tanya Bram sambil mengelus pundaknya yang terkena pukulan Aisyah
"Mas emang dasarnya playboy..mas pasti ngasih harapan ke Widya kaaan?" sewot Aisyah
Bram tertawa sambil menghindar dari pukulan Aisyah
Ningrum yang melihat kelakuan Bram dan Aisyah..hanya tertawa geli
"Teteh lagi 'dapet' masku"
"Mangkanya teteh gampang emosi.."
Bram yang mendengar perkataan Ningrum lewat batinnya langsung memegang kedua tangan Aisyah yang berusaha mencubit pinggangnya
"Kamu cemburu yaaah?" tanya Bram sambil tersenyun
"Siapa yang cemburu?..masnya ajah yang kege'eran.." jawab Aisyah sambil memutar badannya..membelakangi Bram
"Kamu lagi dapet yaah?..dari tadi baperan mulu" tanya Bram sambil memeluk pinggang Aisyah dari belakang
"Eeh..lepasin mas..nanti kalau ketahuan ibu gimana?" tanya Aisyah sambil berusaha melepaskan pelukan Bram
"Biarin ajah..mamah biar tahu kalau kita pacaran..lagian mamah sudah tidur kan?"
"Mas Braaam!!"
"Kenapa sih?..kalau kamunya ribut..mamah nanti bangun loh Syaah"
"Aisyah nggak enak mas...ada Ningrum.." kata Aisyah sambil melirik malu-malu kearah Ningrum
"Hihihi..Ningrum pamit ya teh.."
Setelah itu..Ningrum menghilang dari hadapan Bram dan Aisyah
"Dah tuh..Ningrumnya sudah nggak ada..kamu nya madep sini doong.." pinta Bram
Aisyah lalu memutar badannya dengan mukanya yang cemberut
"Kamu kenapa siiih?..marah sama mas yaak?" tanya bram sambil menjawil hidung Aisyah
Aisyah hanya diam dan melihat Bram yang tersenyum
"Jawab dong Syaah"
"Nggak..Aisyah nggak marah sama mas"
"Kok?..kalau nggak marah..mukanya cemberut gitu?..bibirnya sampe maju banget?.."
"Aisyah cuma kesel sama mas.." kata Aisyah sambil memukul dada Bram
Bram hanya tertawa dadanya dipukul oleh Aisyah
"Kesel kenapa sih?"
"Kesel ajah..mas senang banget mainin perasaan perempuan..jangan-jangan..ntar Aisyah cuma dibuat mainan sama mas.." ketus Aisyah
"Hei!..kamu jangan ngomong kayak gitu..mas suka sama kamu tulus..dari hati mas paling dalam..nih..kalau kamu nggak percaya..kamu belah dada mas..cuma ada nama kamu doang di hati mas.." kata Bram sambil membusungkan dadanya
"Wuuuuu..lebaaaayy!!!" ujar Aisyah sambil mencubit dada Bram
Bram pun hanya tertawa terbahak-bahak
"Eh..katanya..tadi kamu beliin mas tas?..mana tasnya?" tanya Bram
Aisyah lalu mengambil papper bag berlogo LV yang ada dibawah meja..dan memberikan kepada Bram
Bram lalu membukanya
"Waaah..cakep banget Syaah...terimakasih yaaak!!" kata Bram sambil melihat tas pemberian Aisyah
"Iya mas..sama-sama" ujar Aisyah yang tersenyum melihat Bram yang senang dengan tas pemberiannya
"Kan mas sekarang sudah mulai kerja..mangkanya Aisyah beliin tas buat mas kerja"
"Terimakasih yaaak..pastinya mahal nih?"
__ADS_1
Aisyah hanya menjawab dengan senyuman
Aisyah merasa bangga dan senang..karena Bram menerima pemberian tasnya..walau Bram bisa saja membeli tas yang baru saja dia berikan kepada dirinya..tapi Bram dengan senang menerima tas pemberian Aisyah..hanya untuk menghargai pemberian Aisyah kepada dirinya