
Di teras Indomaret yang berada di jalan Metro Kencana..terlihat Fitri, Gina dan Wulan sedang menunggu Aisyah sambil menikmati cemilan yang mereka beli di dalam
Tak lama..parkirlah sebuah Toyota Alphard putih dan berhenti di depan mereka..begitu pintu samping terbuka..keluarlah Aisyah sambil menegur mereka yang sedang duduk di teras Indomaret
"Pagi semua.." sapa Aisyah sambil menghampiri mereka
"Pagi mbak.." balas Gina
"Sudah lama yaah?..nunggunya?" tanya Aisyah
"Nggak mbak..kita-kita baru nyampe juga kok.." jawab Fitri
"Eh..sebelum berangkat..kita beli cemilan dulu yuuk!..perjalanan ke Cikande jauh kan?" ajak Aisyah sambil membuka pintu Indomaret
"Ayuk mbak Fitri..Gina..mbak Wulan..ayuk pada pilih sendiri cemilannya" ajak Aisyah
"Iya mbak.." jawab Wulan
Lalu mereka bertiga mengikuti Aisyah masuk kedalam Indomaret
"Gin..mobilnya mbak Aisyah ganti lagi.." bisik Fitri di sebelah Gina
"Iya..mana Alphard lagi.." ujar Gina
Setelah selesai membeli cemilan..mereka segera keluar dan menghampiri mobil Alphard yang menunggu diluar
Mereka masing-masing membawa satu plastik besar berisi cemilan dan minuman untuk bekal di perjalanan
"Sudah mbak?" tanya pak Rizal yang menunggu sambil merokok di depan Indomaret
"Sudah pak.." jawab Aisyah
Mereka bergegas masuk ke dalam mobil..Gina dan Wulan duduk di belakang..sedangkan Fitri duduk disebelah Aisyah di kursi tengah
"Pak Rizal..nih cemilan,minuman sama rokok..buat bapak.." kata Aisyah sambil memberikan satu bungkus plastik kepada pak Rizal
"Terima kasih ya mbak.." jawab pak Rizal sambil menerima bungkusan plastik dari Aisyah
Pak Rizal langsung keluar dari parkiran Indomaret dan mengarahkan mobilnya kearah pintu tol Pondok Pinang
"Tadi pak Peter nelpon saya mbak..dia minta semua team auditor kumpul dulu di rest area Karang Tengah..untuk koordinasi team.." kata Gina
"Ooh..pada nunggu dimana nanti?" tanya Aisyah sambil memakan keripik singkongnya
"Belum tahu mbak..pak Peter bilang..siapa yang sampai duluan di rest area..bisa langsung nentuin tempatnya.." jawab Gina
"Ooh..gitu..eee..pak Rizal..bisa cepetan dikit nggak pak?..supaya kita bisa sampai duluan di rest area?" tanya Aisyah pada pak Rizal
"Bisa mbak.." jawab pak Rizal
"Kira-kira..berapa lama sih?..perjalanan kita ke Cikande?" tanya Aisyah
"Kalau lancar..cuma satu jam mbak..soalnya kadang-kadang macetnya di pintu tol Cikupa..pada ngantri nge-tap kartu.." jawab Fitri
"Yang bertanggung jawab atas warehouse Cikande?..siapa mbak?" tanya Aisyah
"Pak Peter mbak..dia kan Manager SCM.." jawab Fitri
"Eh..mbak Aisyah..sorry nih..kalau saya lancang..mbak Aisyah selama di kantor di ganggu sama pak Peter nggak?" tanya Gina
Aisyah hanya tersenyum..dia putar bangkunya agar menghadap ke arah Gina dan Wulan
"Iya Gin..kenapa memangnya?"
"Soalnya pak Peter begitu mbak orangnya..nggak boleh ngelihat cewek cakep dikit..maen sosor ajah.."
"Sudah banyak mbak..staff-staff dikantor yang di godain sama pak Peter..kita-kita bisa apa?..secara pak Peter anaknya Owner.."
"Dia sudah nikah belom sih?" tanya Aisyah
"Belom mbak..tipe cowok kayak pak Peter mah..nggak bakalan mau nikah..hidupnya cuma mau senang-senang.." jawab Wulan
"Eeh..mbak Aisyah..ini cara mutar bangku saya supaya bisa ngadep ke belakang..gimana caranya?" tanya Fitri malu-malu sambil melihat-lihat bangku yang dia duduki
Sontak mereka bertiga ketawa terbahak-bahak..melihat Fitri yang kebingunan mencari tombol agar bangkunya menghadap ke belakang..seperti punya Aisyah
Tidak terasa..sampailah mereka di rest area Karang Tengah..setelah parkir..mereka keluar dari dalam mobil
"Belom ada yang dateng kan?" tanya Aisyah
"Belum mbak..baru kita doang yang sampe disini.." jawab Gina
"Ya sudah..kita nunggunya di Starbuck ajah yuuk..sambil ngopi-ngopi.." ajak Aisyah
"Ayuk pak..kita ngopi dulu di dalam.." ajak Aisyah pada pak Rizal
"Duluan mbak..nanti saya nyusul..saya mau ngerokok dulu.." jawab pak Rizal sambil tersenyum
Mereka berempat lalu menuju ke gerai Starbuck yang ada di rest area
"Gin..kita nggak enak nih..mosok kita yang di service mulu sama mbak Aisyah?..ini bukannya kebalik ceritanya..nanti di Starbuck lu yang bayar yaah?..bonya bisa lu reumbest ke kantor.." ujar Wulan lirih
"Iya nih Lan..gua juga nggak enak sama mbak Aisyah..dari kemaren kita ditraktir terus.." jawab Gina
Sesampainya disana..mereka segera memesan kopi mereka masing-masing
Setelah selesai..Gina segera menuju ke kasir untuk membayar..tapi di cegah oleh Aisyah yang sudah terlebih dahulu tiba didepan kasir
"Sudah Gin..nyantai ajah.." ujar Aisyah sambil menampik tangan Gina yang ingin memberikan kartu kreditnya ke kasir
"Mbak Aisyah..kita-kita nggak enak nih..mosok dari kemaren..mbak Aisyah terus yang bayar.." kata Gina
"Sudah..nggak apa-apa..bagi bagi rezeki..terima kasih mbak.." kata Aisyah sambil menerima kembalian dari kasir..dan menaruh duit recehan ke dalam toples yang ada di depan kasir
Mereka berdua menuju ke meja yang sudah ada Wulan dan Fitri. Aisyah yang sedang meminum kopinya..dia lihat pak Rizal masuk ke dalam Starbuck..dia lambaikan tangannya ke arah pak Rizal..pak Rizal lalu menghampiri meja Aisyah
"Nih pak..duitnya.." kata Aisyah sambil memberikan uang sebesar 100 ribu ke pak Rizal
"Iya mbak..terima kasih" kata pak Rizal sambil menerima uang dari tangan Aisyah
Handphone Gina berdering
"Halo..lu dah nyampe?..gua di Starbuck..iya..sama mbak Aisyah.."
"Suruh masuk aja semuanya Gin.." potong Aisyah pada Gina yang sedang menelpon
"Disuruh masuk semuanya sama mbak Aisyah..iya..semua..sama pak Yudi sekalian..iya.."
"Di mobil kantor ada berapa orang Gin?" tanya Aisyah
"Empat orang mbak.." jawab Gina
Aisyah lalu berdiri dan menghampiri pak Rizal yang sedang menunggu kopi pesanannya
"Pak..nanti tolong bayarin yaak..buat orang-orang yang lagi saya tunggu.." kata Aisyah sambil memberikan kartu kreditnya kepada pak Rizal
"Yang mana mbak?" tanya Rizal
"Sebentar pak..mereka lagi menuju kesini...itu pak orangnya..mereka ada 5 orang.." tunjuk Aisyah pada Ahmad yang baru masuk dan melambaikan tangannya ke Aisyah
"Gina disana mas.." tunjuk Aisyah
'Dah ya pak..saya tinggal.." kata Aisyah
"Iya mbak..eh..mbak..ini kembaliannya.." kata pak Rizal sambil memberikan uang kembalian
"Pegang dulu aja pak.." kata Aisyah sambil menghampiri Ahmad dan rekan-tekan dari kantornya
"Mas..ajak temen-temen untuk pesen kopinya..sekalian sama roti buat sarapan..semuanya sudah saya bayar ya mas.." ujar Aisyah
"Iya mbak..terima kasih" jawab Ahmad
Aisyah lalu kembali ke mejanya
"Peter belom nelpon Gin?" tanya Aisyah
"Udah mbak..barusan WA saya..dia baru sampai di Puri Kembangan.." jawab Gina
Ahmad dan rekan-rekan mengambil meja yang berada tepat disebelah Aisyah..mereka mengobrol sambil menunggu kedatangan Peter
Tak lama kemudian..orang yang ditunggu-tunggu datang..Peter segera masuk ke dalam Starbuck..dia lihat Aisyah dan team audit sudah menunggunya di salah satu meja
Setelah memesan kopi..dia menghampiri meja yang sudah menunggunya
"Halo semua..sorry yaah..saya telat..agak macet tadi pas keluar dari komplek" sapa Peter sambil duduk di salah satu bangku yang kosong
"Jadi sebelum kita mengadakan audit untuk warehouse kita yang ada di Cikande..ada baiknya kita koordinasikan dulu..apa-apa yang akan dibutuhkan oleh team audit disana nanti..bisa gua minta listnya Fit?" pinta Peter pada Fitri
"Ini pak.."
Peter mulai menerangkan apa-apa yang musti dipersiapkan oleh staff warehouse..yang nanti akan di audit. Mata Peter yang sedang menjelaskan materi..sesekali melihat ke arah Aisyah yang duduk di depannya
"Kok...obat yang dari abah Asep..nggak ada pengaruhnya sih?" batin Peter yang melihat Aisyah seperti tidak terpengaruh oleh obat yang sengaja dia taburi di makanannya kemarin
"Okeeh..sudah jelas semuanya?" tanya Peter
"Sudah pak.." jawab para Staff warehouse
"Sekarang kita bisa jalan ke Cikande..biar kita bisa balik ke Jakarta rada siangan.."
Lalu mereka beranjak ke luar dari Starbuck
"Aisyaaah?.." panggil Peter
Aisyah pun menoleh ke arah Peter
"Ya Peter..ada apa?" tanya Aisyah
"Lu bareng ama gua ajah..biar gua ada temen ngobrol di mobil.." pinta Peter
"Terima kasih Peter..saya bawa mobil sendiri kok dari rumah.." jawab Aisyah
"Lhoo?..lu nggak bareng sama mobil kantor?" tanya Peter
"Nggak..yang ikut mobil kantor cuma mas Ahmad saja.."
Lalu Peter mengikuti Aisyah menuju ke mobilnya
"Mobil lu mana Syaah?" tanya Peter
"Itu..yang parkir di depan Dunia Buah..yang putih.." jawab Aisyah
Peter kaget..karena Aisyah menunjukan sebuah mobil Toyota Alphard putih..yang kebetulan disana sudah menunggu Gina, Fitri dan Wulan
"Itu?..yang Alphard putih?" tanya Peter
"Iya.." jawab Aisyah
"Duluan ya pak.." pamit Fitri pada Peter yang diikuti oleh Gina dan Wulan
Peter menganggukan kepalanya sambil melambaikan tangannya ke mobil Aisyah yang bergerak keluar dari rest area. Sepeninggal mobil Aisyah yang sudah beranjak dari hadapannya..Peter segera menuju ke mobilnya sambil mengambil handphonenya
"Halo bah..gimana sih?..kayaknya obat yang dari abah nggak ada pengaruhnya..iya bah..kalau bisa sekarang..iya bah..iya"
Lalu Peter memasukan kembali handphonenya ke saku celananya
"Tunggu ajah Syaah..gak lama lagi lu bakal takluk di kaki gua.." batin Peter
_________________
Sekitar jam 10.30..mobil Alphard yang dikemudikan pak Rizal keluar dari jalan tol Jakarta-Merak melalui gerbang tol Cikande
"Nanti didepan..kita belok kanan ya pak.." pinta Fitri pada pak Rizal
"Baik mbak.." jawab pak Rizal
"Eh Fit..bukannya enakan lewat depan ajah?..mobilnya mbak Aisyah nanti nggak muat lagi..kalau lewat belakang.." kata Gina
__ADS_1
"Oh iya..lupa gua..gua kira kita bawa Avanza..pak Rizal..maaf..kita belok kiri pak..nggak jadi belok kanan.." kata Fitri
"Oke mbak.." jawab pak Rizal
"Memangnya beda yah?..belok kiri sama belok kanan?" tanya Aisyah
"Beda mbak..kalau belok kanan..kita nanti lewat belakang..lewat jalan kampung..lebih cepet sih mbak..tapi jalanannya sempit..pas cuma buat dua mobil kecil..itu aja pas-pasan..kalau belok kiri..kita lewat depan kawasan.." terang Fitri
"Oooh..gitu.." ucap Aisyah
"Terus aja pak..nanti disebelah kanan..ada bacaan Kawasan Modern Cikande..kita belok kanan ya pak.." kata Fitri sambil melihat ke depan
"Iya mbak.." jawab pak Rizal
Pak Rizal melihat di depan ada bacaan kawasan modern cikande..dia lalu belok kanan..sesuai intruksi Fitri
"Terus lagi pak..nanti patokannya ada tower sutet disebelah kanan..kita belok kanan pak.."
"Oke mbak..dari sini kira-kira berapa kilometer lagi ya mbak?" tanya pak Rizal
"Lumayan sih pak..ada kali 4 kilo.." jawab Fitri
"Disini kalau nyari makan di mana Gin?" tanya Aisyah sambil melihat-lihat keluar jendela
"Disini rada susah mbak..kalau nyari makan..palingan kita keluar dulu dari kawasan.." jawab Gina
"Tapi nanti makan siang sudah disiapin sama orang warehouse kok mbak..mbak Aisyah nggak apa-apa kan kalau makan nasi Padang?" tanya Fitri
"Nggak apa-apa mbak..saya mah makan apa ajah ayook..nggak mantang" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Depan belok kanan ya mbak?" tanya pak Rizal
"Iya pak..nanti terus sampai mentok..warehouse kita ada di sebelah kanan.." jawab Fitri
"Oke mbak"
"Wulan bangunin Gin..dikit lagi nyampe kita.." pinta Fitri
"Tau nih bocah..biasa naek angkot..sekalinya naek Alphard langsung molor.. Laaan..Wulaan..bangun..dah mau nyampe niih!" kata Gina sambil menggoyang-goyangkan badan Wulan
Wulan menggeliat pelan sambil mengucek-ucek matanya
"Hmmm..dah sampai ya Gin?" tanya Wulan
"Dikit lagi..lu tu yaaak!!..mentang-mentang naek Alphard..langsung pules ajah..nggak enak tau sama mbak Aisyah.." ujar Gina
"Hehehehe..nggak apa-apa Gin.." kata Aisyah sambil tersenyum geli
"Maaf ya mbak..saya kalau kena AC..bawaannya pengen tidur ajah.." ujar Wulan malu-malu
"Iyaa..nggak apa-apa mbak.." kata Aisyah
Pak Rizal membelokan mobilnya ke arah gerbang yang ada tulisan Berkman Holding di pagarnya. Fitri membuka jendela pintunya untuk menegor satpam yang membuka pagar
"Selamat siang pak Arya.." sapa Fitri
"Eh..mbak Fitri..saya kira siapa..soalnya mobilnya beda.."
"Iya pak..pak Peter udah sampe pak?"
"Sudah mbak..baru ajah.."
"Ya sudah..saya langsung ke belakang ya pak.."
"Baik mbak..silahkan.."
Pak Rizal lalu menjalankan mobilnya memasuki kawasan warehouse yang luasnya kira-kira 1 hektare. Di belakang..sudah menunggu Peter dan para staff warehouse. Pak Rizal lalu menghentikan mobilnya tepat di sebelah Peter berdiri..pak Rizal lalu memencet tombol membuka pintu
"Selamat datang Syaah..di warehouse kita.."
Lalu Peter mengajak Aisyah untuk menuju ke kantor yang berada di sebelah kiri
"Ayuk Syaah..silahkan duduk.." pinta Peter begitu mereka masuk ke dalam kantor
Aisyah lalu duduk di sofa yang ada ditengah-tengah ruangan itu. Peter duduk di sebelah Aisyah..Aisyah yang merasa Peter terlalu dekat duduknya..menggeser sedikit tubuhnya menjauh dari tubuh Peter
"Kamu nggak apa-apa kan?..panas-panasan di lapangan?" tanya Peter sambil memegang tangan Aisyah
"Soalnya..sayang lho..kulit sehalus dan seputih ini kebakar sinar matahari.." ujar Peter sambil mengelus-elus tangan Aisyah
"Nggak apa-apa Peter..saya sudah biasa.." kata Aisyah sambil menarik dengan halus tangannya dari genggaman Peter
"Kita nanti makan siang diluar yuuk..dari kemaren..lu nya nggak bisa mulu.." pinta Peter
"Terima kasih Peter..saya makan siang disini saja..bareng sama teman-teman auditor.." jawab Aisyah yang kembali menggeser tubuhnya karena Peter terus merangsek kearah dirinya
"Lu mau?..makanan Padang kayak begitu?" tanya Peter
"Memangnya kenapa?..ada yang salah Peter?"
"Iiih!..kalau gua mah ogah!..nggak level itu Syaah.."
Aisyah tersenyum mendengar jawaban Peter
"Ya udah..bagaimana kalau makan malam?" tanya Peter
"Sekali lagi terima kasih Peter..saya nggak bisa keluar malam"
"Kenapa sih?"
"Saya nggak diijinkan keluar malam oleh ibu saya.."
"Nanti gua yang ngomong dah ke nyokap lu.."
Tok
Tok
Bunyi pintu diketuk..dan masuklah Ahmad
"Pak?..infeksi sudah bisa di lakuin sekarang?" tanya Ahmad
Peter memberikan safety equipment..seperti helm, sarung tangan dan sepatu safety
"Saya punya safety shoes sendiri Peter.." kata Aisyah sambil mengembalikan sepatu safety keĀ Peter
Diluar Aisyah menghampiri mobilnya..pak Rizal yang menunggu di tempat yang teduh..segera membuka kunci mobil sambil menghampiri Aisyah
"Mbak mau ngapain?" tanya pak Rizal
"Saya mau ambil sepatu safety saya pak.."
Pak Rizal membuka pintu belakang mobil..Aisyah segera mengambil sepatu safetynya yang sudah dipersiapkan dari rumah
"Yard nya mas Bram kan disini juga pak.." kata Aisyah yang memakai sepatunya sambil duduk di bagasi belakang mobil
"Disebelah mana mbak?"
"Blok K12..gudang sini Blok K10..berarti..nggak jauh dari sini pak"
Setelah selesai memakai sepatunya..Aisyah mengambil kacamata hitamnya dan dia pakai untuk mengurangi silau dari teriknya matahari
Peter hanya melihat Aisyah dari depan kantornya yang sedang mempersiapkan peralatannya
Ahmad segera mengajak Aisyah untuk menuju ke gudang peralatan yang terletak di sisi sebelah timur dari kantor
"Yan..!" panggil Peter pada salah satu staff warehouse
"Iya pak.." jawabnya sambil menghampiri Peter
"Kamu sudah atur semuanya kan?.." tanya Peter
"Tenang ajah pak..sesuai instruksi bapak..semua bisa saya kendaliin.."
"Okee..gua pegang omongan kamu.."
"Tapi pak..nanti kita ngasih mbak Aisyah berapa pak?..kalau kayak yang biasanya..apa nggak kekecilan?..mobilnya yang sekarang ajah Alphard.."
"Sekarang?..maksud kamu?"
"Memangnya bapak nggak tahu?..mbak Aisyah kalau ke kantor..mobilnya gonta-ganti pak..sesuai ganjil genap.."
"Kok kamu tahu?" tanya Peter sambil menyalakan rokoknya
"Saya ketemu sama mbak Aisyah di basement..tapi dia nggak ngelihat saya pak..hari pertama dia bawa BMW pak..hari kedua dia bawa yang Mercy..sekarang dia bawa yang Alphard.."
Peter hanya terdiam sambil melihat Aisyah yang ditemani oleh Ahmad dan 2 orang staff warehouse sedang memeriksa material yang disimpan di gudang
"Tajir juga lu Syaah..makanan empuk nih.." batin Peter sambil tersenyum
"Kalau urusan bayar ke Aisyah..biar gua yang nanganin..pokoknya kamu urus saja..supaya Aisyah nggak terlalu curiga sama material-material yang nggak ada di list.." kata Peter
"Oke pak siaaapp!!"
Lalu staff itu meninggalkan Peter untuk kembali menemui auditor internal yang sedang memeriksa material yang lain
Peter mengambil handphonenya
"Halo bah?..sudah?..kalau bisa dipercepat bah..biar nggak lama-lama..iyaa..gampang kalau masalah bayaran..kalau dia sudah jatuh ke tangan saya..langsung saya transfer bah..gak pake lama..ya bah..nanti kabarin saya yah.."
________________
Tak terasa waktu makan siang tiba..para auditor dan staff warehouse kembali menuju ke kantor untuk makan siang yang sudah dipersiapkan di dalam nasi box. Aisyah melihat sepertinya tidak ada nasi box yang tersisa di meja..dia lalu keluar dan menghampiri pak Rizal
"Pak?..maaf yaah..bapak nggak kebagian nasi box nya..bapak bisa nyari makan diluar yaah?" kata Aisyah sambil memberikan uang 100 ribu kepada pak Rizal
"Iya mbak..nggak apa-apa..terima kasih.." jawab pak Rizal
"Bawa mobil ajah pak..soalnya panas banget nih.."
"Iya mbak..saya permisi dulu ya mbak.." pamit pak Rizal
"Iya pak..hati-hati" jawab Aisyah
Aisyah perhatikan mobil yang dikendarai pak Rizal berjalan keluar. Setelah dilihat mobilnya keluar dari area warehouse..Aisyah masuk kembali ke dalam kantor
"Duduk disini mbak.." ajak Gina pada Aisyah
Aisyah lalu duduk di samping Gina
"Mbak..saya minta maaf yaah..soalnya pak Rizal nggak kebagian nasi box.." kata Gina
"Nggak apa-apa Gin..pak Rizal juga lagi nyari makan di luar..Peter kemana Gin?" tanya Aisyah sambil menyendok nasi padangnya
"Pak Peter biasanya makan di mobil mbak..palingan dia makan McD.." jawab Gina
"McD?..perasaan saya tadi..di sekitar sini nggak ada McD?" ucap Aisyah
"Pak Peter sudah beli di rest area.." kata Gina
"Memangnya dia nggak mau gabung disini?"
"Ehh..ee..enggak mbak..dia nggak pernah mau gabung sama kita-kita.."
Gina lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Aisyah
"Kecuali kalau ada cewek yang diincer sama dia mbak..baru dia mau gabung" bisik Gina
Aisyah menganggukan kepalanya sambil memandang Gina
"Mbak hati-hati lhoo..kayaknya mbak lagi diincer sama dia.." ujar Gina Lirih
"Iya Gin..saya akan hati-hati.."
"Soalnya pak Peter melakukan segala cara..yang penting..cewek yang diincer sama dia..bisa jatuh ke tangan dia..sama kayak si Nilam mbak"
Fitri yang sepertinya sudah selesai makan..menghampiri meja tempat Gina dan Aisyah yang sedang ngobrol
__ADS_1
"Nih mbak..si Fitri yang tahu banget soal Nilam.." kata Gina kepada Fitri yang baru bergabung
"Iya..kemarin..mbak Fitri sudah cerita banyak sama saya.."
"Lu udah ceritain Fit?..ke mbak Aisyah..soal Nilam yang lu kira kena pelet sama pak Peter?"
"Belum Gin" jawab Fitri
"Si Nilam kena pelet?" tanya Aisyah yang pura-pura nggak tahu
"Iya mbak..saya curiga si Nilam dipelet sama pak Peter..soalnya dia nurut banget sama pak Peter..pernah..tengah malam ditelpon buat ketemuan..langsung iya ajah si Nilamnya mbak..langsung keluar..besok paginya baru balik ke kostan.." terang Fitri
"Pokoknya mbak hati-hati yaah?..sama pak Peter..saya nggak mau mbak Aisyah jadi korban kayak si Nilam nantinya.." ucap Gina
"Iya Gin..Insya Alloh saya akan hati-hati..eh iya..disini musholahnya sebelah mana?" tanya Aisyah yang sudah selesai makan siang
"Mbak mau sholat?" tanya Fitri
Aisyah menganggukan kepalanya
"Ayuk mbak..saya juga mau sholat.."
Lalu Aisyah mengikuti Fitri untuk menuju ke musholah
_________________
Sekitar jam 2 siang..tim auditor sudah selesai mengaudit aset perusahaan yang tersimpan di gudang Cikande. Aisyah melihat ke sekeliling area gudang..sambil mengambil foto dengan kameranya
"Nih mbak..airnya" kata pak Rizal sambil memberikan sebotol Pocari kepada Aisyah
"Iya pak..terima kasih.." kata Aisyah
Aisyah langsung meminum Pocari nya untuk menghilangkan dehidrasinya
"Tadi ibu nelpon saya..nanya..mbak masih lama nggak?..soalnya tadi ibu hubungin mbak..nggak di angkat-angkat.." kata pak Rizal
"Ooh..nggak pak..ini sudah selesai.." jawab Aisyah sambil melepas sepatu safetynya
"Mbak..kita bisa pulang sekarang?" tanya Gina
"Eeh..bisa Gin..ayuuk.." jawab Aisyah
Tak lama kemudian mobil Aisyah sudah keluar dari area warehouse Brekman Holding..untuk kembali ke Jakarta
"Mbak Fitri..Gina sama mbak Wulan..saya mau tanya masalah aset yang ada di Cikande.." kata Aisyah sambil membaca dokument yang berisikan list-list aset yang tersimpan di warehouse
"Setelah saya meng-check langsung antara list di dokument ini..sama barang-barang sisa projeck yang ada di warehouse..saya menemukan banyak sekali barang-barang yang tidak ada di list ini..sementara di dokument ini..barang-barang itu ready stock..bisa dijelasin mbak?" tanya Aisyah sambil memandang ke arah Fitri, Gina dan Wulan secara bergantian
Fitri dan Gina saling pandang..seperti menyuruh diantara mereka menjelaskan kepada Aiysah
"Yang bertanggung jawab atas barang-barang keluar masuk siapa?" tanya Aisyah
"Hmmm..pak Yanto mbak..tapi atas persetujuan pak Peter.." jawab Gina
"Termasuk yang menanda tangani surat jalan untuk barang-barang yang keluar?" tanya Aisyah lagi
"Iya mbak.."
Aisyah hanya menghela nafasnya dan melipat kembali dokument yang ada ditangannya
"Pak Burhan tahu?..kalau Peter bermain dengan aset perusahaan?" tanya Aisyah
"Nggak tahu mbak..kami team auditor dipaksa tutup mulut oleh pak Peter..kalau menemukan kejanggalan-kejanggalan yang kami temukan di audit internal kami.." jawab Fitri
"Ini nilainya gede lho mbak..berdasarkan hasil audit dan hitungan kasar saya..bisa mencapai 3 Milyar.." kata Aisyah sambil menatap mereka bertiga secara bergantian
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa mbak..pak Peter mengancam akan memecat kami..kalau pak Burhan sampai tahu masalah pak Peter yang memainkan aset perusahaan.." ujar Gina
Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Gina
"Baiklah..biar nanti saya yang bicara dengan pak Burhan..mengenai Peter yang bermain dengan aset perusahaan serta kelakuan dia yang semena-mena terhadap para karyawan..terutama karyawan wanita.." kata Aisyah sambil menyandarkan punggungnya
Fitri dan Gina hanya tersenyum getir
"Iya mbak..terima kasih" kata Fitri
"Oh iya..ini pada mau langsung pulang apa balik kantor?" tanya Aisyah
"Langsung balik pulang aja mbak..tadi saya sudah ngomong sama pak Peter.."
"Ya sudah kalau gitu..pada maen kerumah saya yuuk?..mumpung masih siang..sekalian bikin laporan audit..buat saya laporkan ke pak Burhan besok" pinta Aisyah
"Bo..bolehlah mbak.." jawab Gina
"Biar nanti pulangnya diantar sama pak Rizal.."
Fitri,Gina dan Wulan menganggukan kepalanya
________________
Sekitar jam 4.30 sore..Alphard putih yang dikemudikan oleh pak Rizal berbelok ke jalan Sekolah Kencana 1
"Sampai kitaaa.." kata Aisyah sambil memutar joknya agar kembali ke posisinya ke arah depan
"Ya Allooooh Gin...rumahnya mbak Aisyah gede bangeet.." ujar Wulan lirih di telinga Gina
"Iya Laaan..kayak istana "
Pak Rizal memasukan mobilnya setelah pak Imam membukakan pintu gerbang..lalu pak Rizal mengarahkan mobilnya ke carport
"Ayo mbak..Gin..kita turun.." ajak Aisyah yang langsung turun begitu pintu samping terbuka
Mereka bertiga langsung turun mengikuti Aisyah
"Ayuk masuk.."
Mereka lalu masuk ke dalam ruang tamu
"Duduk mbak..nggak usah malu-malu..sebentar yaah..saya tinggal dulu.." kata Aisyah sambil masuk kedalam
Mereka bertiga duduk di sofa sambil melihat-lihat ke sekeliling ruang tamu yang mewah
"Gin..kita disini jangan lama-lama yaah..nggak enak sama mbak Aisyah"
"Iya Fit.." ujar Gina yang terkagum-kagum melihat dekorasi mewah ruang tamu kediaman keluarga Handoyo
Tak lama kemudian..Aisyah kembali bersama bi Surti yang membawa minuman dingin di nampan beserta kue
"Ayuk mbak Fitri..Gina..mbak Wulan..diminum..jangan malu-malu" tawar Aisyah sambil duduk di sofa
"Silahkan di minum mbak.." kata bi Surti
"Iya bu..terima kasih" jawab Gina
Aisyah mengambil satu kaleng minuman bersoda dan dia buka..kemudian dia meminumnya. Diikuti oleh Fitri, Gina dan Wulan
"Orang tua mbak kemana?" tanya Wulan
"Bapak belom pulang..kalau ibu lagi ke PIM sebentar..nih lagi jalan balik kemari.." jawab Aisyah
"Kakak mbak?..kemana?"
Aisyah menggeleng
"Nggak punya.."
"Adek mbak?"
Aisyah kembali menggeleng
"Mbak Aisyah anak tunggal?" tanya Fitri
"Iya.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Tadi ibu pesen..mbak-mbak..jangan pada pulang dulu yaah..ibu mau ngajak makan malam..sekalian mau kenal..habis itu baru boleh pulang.."
Fitri saling pandang dengan Gina dan Wulan
Terdengar mobil masuk dan berhenti di carport
"Nah..itu..ibu baru sampe.." kata Aisyah
Tak lama kemudian masuklah bu Yuli ke dalam ruang tamu
"Eeh..ada tamu yaaah?" sapa bu Yuli
Mereka bertiga berdiri sambil menyambut tangan bu Yuli
"Kenalin..saya Yuli..ibunya Aisyah.."
"Saya Fitri bu.."
"Saya Gina bu.."
"Saya Wulan.."
"Ooh..ayuk..silahkan duduk.." pinta bu Yuli sambil duduk disebelah Aisyah
"Kalian teman auditnya teteh?" tanya bu Yuli
"Iya bu.." jawab Gina dan Fitri berbarengan
"Pasti pada capek yaaah?..katanya habis dari Cikande?"
"Iya bu.."
"Kami sudah biasa seperti ini bu..kerja panas-panasan dilapangan.." ujar Wulan sambil tersenyum
"Ibu ngucapin terima kasih lho..karena sudah membantu teteh waktu mengaudit.." kata bu Yuli sambil tersenyum
"Justru kami yang mengucapkan terima kasih ke mbak Aisyah bu..karena pekejaan kami dibantu sekalian kami belajar mengenai auditor dengan mbak Aisyah" kata Fitri
"Ya sudah..ibu tinggal dulu yaah?" kata bu Yuli sambil bangkit dan menuju ke dalam
"Oh iya..kalian jangan pada pulang dulu..ibu mau ngajak kalian makan malam disini..nanti setelah makan malam..kalian baru boleh pulang..yaaah?" pinta bu Yuli
"Iya bu.." jawab Gina
Bu Yuli melanjutkan langkahnya yang menuju ke belakang
"Oh iya..kita selesain report auditnya yuuk.." ajak Aisyah
"Ayuk mbak.." jawab Fitri
Lalu merek mengeluarkan laptop mereka masing-masing
"Pada mau kerjanya disini?..apa dikamar saya?..apa di ruang tengah?" tanya Aisyah
"Kalau boleh..diruang tengah aja deh mbak..ya nggak Fit?.." tanya Gina pada Fitri
"Iya mbak..diruang tengah ajah.." ucap Fitri
"Ya sudah kalau gitu..kita pindah ke ruang tengah yuuk.."
Kemudian mereka bertiga mengikuti Aisyah menuju ke ruang tengah. Mereka bertiga kembali terkagum-kagum setibanya di ruang tengah..suasana yang nyaman terasa begitu mereka tiba disana. Mereka mengikuti Aisyah yang sudah duduk terlebih dahulu di atas karpet dan meletakan laptopnya di atas meja
"Kira-kira..besok reaksi pak Burhan gimana yaah?..setelah saya kasih laporan ini?..ngelihat kelakuan anaknya yang mainin aset perusahaan.." kata Aisyah yang mengetik di laptopnya
"Nggak tahu juga sih mbak..soalnya pak Burhan nggak pernah tahu..kalau pak Peter suka mainin barang.." jawab Wulan
"Kalau denger dari ceritanya mbak Fitri..pak Burhan kayaknya sayang banget sama Peter..memangnya dia anak tunggal yaah?" tanya Aisyah
"Nggak mbak..dia anak bontot..kakaknya perempuan..sudah menikah..ikut suaminya tinggal di Jepang.." jawab Fitri
"Ooh..gitu.."
"Mangkanya pak Burhan sayang banget sama pak Peter..soalnya tinggal pak Peter ajah yang masih tinggal dirumah pak Burhan" sambung Fitri
__ADS_1
Mereka mengerjakan laporan audit dengan diselingi obrolan-obrolan seputar kantor Berkman Holding