Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
18.Kenangan Yang Kembali 1


__ADS_3

Aisyah yang sedang menelpon disebelah Bram..tampak serius sambil memeriksa dokument yang ada dipangkuannya


Bram yang sesekali melihatnya hanya tersenyum


"Baik pak..jadi besok bapak sama pak Adung mau ke Dago?..baik pak..ooh boleh..kalau bapak tidak keberatan..nanti saya kirim alamatnya..pak Adung juga tahu kok pak..baik pak..sampai besok ya pak.."


Lalu Aisyah menaruh handphonenya dan memberesi dokument yang ada dipangkuannya


"YEEEEYYY!!!.." teriak Aisyah


Bram yang sedang konsen menyetir..terperanjat kaget


"Astaghfirulloooooh!!" kaget Bram


Aisyah tertawa melihat Bram terperanjat kaget


"Kamu napa siiih?...bikin kaget mas ajah.." gerutu Bram


"Hihihi..sorry ya mas..Aisyah seneng tau...urusan bapak yang beli vila kelar mas...yessss!!" girang Aisyah sambil mengepalkan tangannya


"Asyiiiik...kamu dapat komisi dari papah dooong?.." goda Bram


"Dapet laaah.."


"Berapa Syaah?" tanya Bram


"Iih..mas kepo!!..rahasia doooong!!" jawab Aisyah yang meledek Bram


Bram langsung cemberut mendengar jawaban Aisyah


"Hehehehe...mas gitu ajah ngambek iiih..ngatain Aisyah tukang ngambek..mas sendiri juga suka ngambek..nanti mas Aisyah kasih deh.." kata Aisyah sambil mengambil belanjaan snack di bangku belakang


"Mas mau minum?" tanya Aisyah


"Boleh.." jawab Bram


Setelah membuka tutup botol minuman..Aisyah lalu memberikannya kepada Bram


Setelah itu..Aisyah memakan kudapan yang baru dia buka


"Kamu dari tadi mas liatin ngunyah terus sih Syaah?..memangnya kamu udah laper?" tanya Bram yang melihat Aisyah memakan snack keripik ditangannya


"Iya mas.."


"Lagian kamu sendiri kan yang ngajakin makan di KM 88"


"Iya mas..Aisyah dah lama nggak makan daging burung puyuh.."


"Memangnya yang jual daging burung puyuh cuma di KM 88 doang?"


"Ya nggak sih mas..pusatnya di Jatiluhur..tapi kan kalo ke situ..kita keluar dulu..mendingan sekalian ajah di rest area KM 88.." kata Aisyah sambil memakan keripik kentangnya


Sekitar jam 1.30 siang..Bram baru memasuki rest area KM 88 Tol Cipularang.


"Mau makan apa nih?" tanya Bram


"Makan di Rumah Makan Ciganea aja ya mas..Aisyah kangen sama daging burung puyuhnya..mas belom pernah nyoba kan?" tanya Aisyah


Bram hanya menggelengkan kepalanya.


Bram lalu mengarahkan mobilnya kedepan Rumah Makan Ciganea dan kemudian mereka memasuki ke dalam Rumah Makan


"Kita duduk di Saung ajah ya mas.."


Bram lalu mengikuti Aisyah yang menuju ke area saung


Sesampainya di saung


"Kang..nyuhunkeun menunya yaah..(Kang..minta menunya yaah)" panggil Aisyah kepada salah satu pegawai restoran


"Mangga bu.. (Silahkan bu..)" katanya sambil memberikan buku menu ke Aisyah


Aisyah lalu mulai melihat menu yang tersedia


"Mas mau kopi lagi nggak?" tanya Aisyah pada Bram


"Boleh.." jawab Bram singkat sambil melihat-lihat suasana sekitaran saung


"Daging puyuhna keneh aya kang?(Daging burung puyuhnya masih ada kang?)" tanya Aisyah kepada pegawai restoran yang menunggu di sisi saung


"Masih bu.." jawab pegawai restoran


"Mas mau makan apa?" tanya Aisyah


"Kamu yang pilihin aja Syaah..mas mah manut aja..eh..mas kalau bisa kopinya duluan yaah.." pinta Bram kepada pegawai restoran


"Baik pak..kopinya kopi apa ya pak?"


"Kopi hitam..pahit yaaah.." pinta Bram


"Baik pak.." jawab pegawai itu sambil beranjak ke arah dapur


"Mas..Aisyah pesenin ikan gurame goreng ajah yaah..sama sayur asem"


"Ya udah.." jawab Bram


Setelah menulis pesanannya..Aisyah lalu meregangkan badannya sambil menarik nafasnya dalam-dalam


"Uuuhh...seger ya mas kalo udara di pedesaan.."


Aisyah meringis sambil memegang pundaknya


"Kamu kenapa?" tanya Bram


"Badan Aisyah pada pegel-pegel nih mas.."


"Nanti mas pijitin deeh..yaaah..yaah..yaaaah?" kata Bram sambil tersenyum nakal


"Iiiiih..mas mah maunya..nggak mau!!..mendingan nanti Aisyah minta tolong bu Wasti buat mijetin Aisyah" kata Aisyah sambil mencibir ke pada Bram


Bram lalu memeriksa lengan kanannya


"Tangan mas kenapa?" tanya Asiyah yang melihat Bram menyingsingkan lengan bajunya


"Kamu tanggung jawab nih...tangan mas pada biru-biru.." kata Bram sambil melihat pundaknya dari balik bajunya


"Memangnya kenapa sih mas?..kok Aisyah suruh tanggung jawab?" tanya Aisyah


"Dari tadi kamu mukulin mas terus.."


"Biariiin...weeeek!!" cibir Aisyah


Datanglah pegawai restoran sambil membawakan kopi pesenan Bram beserta 2 gelas teh tawar


"Silahkan pak.."


"Terima kasih ya mas.."


"Nih kang.." kata Aisyah sambil memberikan catatan pesenannya kepada pegawai restoran


"Saya ulangi ya bu pesenannya..


2 nasi putih..2 porsi daging burung puyuh..1 ikan gurame goreng..1 porsi cumi lada hitam..2 sayur asem..sambal terasi..lalapan..sama 2 kelapa muda.."


"Muhun kang... (Iya kang)" jawab Aisyah


"Ditunggu ya bu.."


Lalu pegawai itu kembali ke arah dapur


"Kamu makannya pake apaan Syaah?..tadi kamu pesennya cuma ikan gurame ajah..gak ada yang laen?" kata Bram sambil menyeruput kopinya


"Aisyah pengennya cuman daging burung puyuh ajah mas..sama sambal terasi..hmmmm..udah nikmat"


"Kamu seneng banget yaah..sama daging burung puyuh?" tanya Bram sambil menyalakan rokoknya


"Iya mas..dulu ayah sering bawain burung puyuh untuk digoreng sama ibu..terus sama ibu ditambahin sambal terasi..wiiiih..pokoknya enak deh mas.." kenang Aisyah..yang langsung terdiam..seperti memikirkan sesuatu


"Syaaah...kenapa?" tanya Bram yang melihat mata Aisyah berkaca-kaca


"Eh..Nggak apa-apa mas.." kata Aisyah yang berusaha tersenyum dan mengelap airmatanya yang menetes di pipinya


"Kamu tuh udah mas bilang..nggak pinter bohong..ada apa?" tanya Bram lagi


Aisyah terdiam dan menunduk


"Aisyah kangen sama ayah dan ibu mas..." jawab Aisyah yang mulai terisak


Bram lalu beranjak ke sebelah Aisyah..dan segera memeluk kepala Aisyah dan menciumnya dengan lembut


"Sudaaah...kamu kirimin mereka doa ajah yaaah..semoga mereka tenang di sisi Alloh SWT" kata Bram


Aisyah mengangguk dan menatap Bram


"Amiiin.."


"Kan sudah ada mamah sama papah..anggap ajah mereka seperti orangtua kamu sendiri Syaah..yaaaah?" pinta Bram yang berusaha menghibur Aisyah


"Iya mas.." jawab Aisyah lirih

__ADS_1


"Sudaah..jangan sedih lagi yaaah..nggak enak diliatin sama orang-orang tuh.." kata Bram sambil mengelap airmata Aisyah yang menetes di pipinya


"Nanti kalau sudah sampe di Dago..anterin Aisyah ziarah ke makam ayah sama ibu ya mas.." pinta Aisyah


"Iyaa..tenang ajah.." jawab Bram sambil tersenyum


Setelah itu..Bram kembali ke tempatnya


"Kita makan dulu..tuh..pesanannya dah dateng.." kata Bram


"Iya mas.."


Setelah makanan di hidangkan di meja mereka..Bram dan Aisyah langsung menyantap pesanannya


Aisyah melihat Bram menggunakan sendok dan garpu untuk menyantap gurame goreng dengan sambal terasi


"Mas..mas belom pernah makan pakai tangan yaah?..kayak Aisyah nih mas.." tanya Aisyah


Bram menggelengkan kepalanya


"Makan ikan goreng sama sambel tuh enakan pakai tangan mas..coba deh.."


Bram lalu menuruti permintaan Aisyah..dia letakan sendok dan garpunya..lalu dia mencoba menggunakan tangannya untuk menyuap nasi ke mulutnya


"Gimana sih Syaah?..susah beneer.."


Aisyah tersenyum geli melihat Bram seperti meraup nasi dengan tangannya


"Bukan begitu mas..nih..kayak gini.."


Aisyah lalu mengajarkan Bram makan dengan tangannya..walau awal-awalnya Bram tampak kesulitan..akhirnya dia bisa menyuap nasi kemulutnya


"Gimana mas?..beda kan sama pake sendok?" tanya Aisyah


"Iya.." jawab Bram sambil mencocol potongan ikan gurame ke sambal terasi


"Cobain ini mas.." kata Aisyah yang memberikan daging burung puyuh ke  mulut Bram.


Sejenak Bram memperhatikan potongan daging burung puyuh yang disodorkan Aisyah ke mulutnya..setelah Aisyah menganggukan kepalanya..Bram lalu memakannya


Sejenak Bram dan Aisyah beradu pandang atas moment Aisyah menyuapi daging burung puyuh ke mulutnya..Bram memegang tangan Aisyah yang masih berada didepan mulutnya


"Enak kan mas?" tanya Aisyah yang berusaha mencairkan kecanggungannya


Bram menganggukan kepalanya sambil melepaskan tangan Aisyah


Tiba-tiba..Bram merasakan pandangannya buram..dan dia melihat..dia tengah makan bersama gadis kecil di saung yang berada di tengah-tengah persawahan..


Bram berusaha memperjelas pandangannya ke arah gadis kecil yang berada di hadapannya..gadis kecil yang tengah makan sambil tersenyum ke arah dirinya.


"A..aa..Aisyaaah??." ujar Bram terbata-bata tanpa sadar


Aisyah yang tengah menikmati daging burung puyuh..menoleh ke arah Bram dan merasa heran


"Massss?..mas kenapa?" tanya Aisyah


Bram lalu memejamkan matanya dan penglihatannya kembali normal


"Mas mau tanya ke kamu..kamu dulu waktu kecil..pernah ngajak mas makan di saung..tapi saungnya ada ditengah-tengah sawah yaah?" tanya Bram


"Iya mas..dulu Aisyah sering ngajakin mas makan daging burung puyuh buatan ibu di saung dipinggir sawah kepunyaan bapak..mas dikasih flashback lagi yaaah?" tanya Aisyah


"Iya Syaaah...kenapa yaaah?" heran Bram


"Aaah..mungkin apa yang dulu waktu kecil pernah mas lakuin..terus sekarang mas ulangi lagi..pasti mas dikasih flashback.." kata Aisyah


"Iya juga ya Syaah...soalnya begitu mas makan daging burung puyuh ini..mas langsung dikasih flashback waktu kecil dulu..makan sama kamu di saung tengah sawah.." jawab Bram


"Mas sama sekali nggak inget masa-masa kecil dulu?" tanya Aisyah


Bram menggelengkan kepalanya


"Satupun juga?" tanya Aisyah memastikan


"Iyaaa.." jawab Bram sambil menghela nafasnya


"Coba kamu ceritain..masa-masa kecil mas dulu..yang kamu inget ajah.." pinta Bram


"Hmmm..apa yaaah?..dulu tuh waktu mas masih SD..mas sering diajak nginap di Dago sama ibu dan bapak..bisa sebulan 3 kali..pokoknya hampir tiap minggu..mas nginap di Dago.." kata Aisyah sambil mencuci tangannya yang sudah selesai makan


"Mas juga suka ngajak Aisyah nginap di vila.." sambung Aisyah


"Dulu kita tidur sekamar Syaah?" tanya Bram penasaran


"Iya mas..kita tidur di kamar atas..bapak sama ibu dikamar bawah" jawab Bram


"Beneraaan??..waaah..nanti kita tidur sekamar lagi yaaah?...sambil mengenang masa lalu...aaaaaaah" teriak Bram..karena tangannya dicubit Aisyah


"Kita kan cuman tidur sekamar ini Syaah..nggak ngapa-ngapain kan?" kesal Bram sambil mengelus-ngelus tangannya yang habis dicubit Aisyah


"Kali ajah nanti kita khilaf..hahahaha" gelak Bram


"Diiiih...mas mah maunya!!" cibir Aisyah


"Terus apa lagi?" tanya Bram penasaran


"Mas tuh orang yang paling usil dan paling  bandel yang pernah Aisyah kenal.." jawab Aisyah


"Kok bisa?" tanya Bram sambil meminum kelapa muda yang ada didepannya


"Iyaa..mas pernah ngelindes gabah orang yang lagi dijemur pake sepeda..mas pernah nginjek-nginjek sawah kepunyaan bapak yang baru ditanamin padi..buka pintu irigasi..sampai sawah kepunyaan bapak pada kebanjiran.."


Bram tersenyum mendengar kenakalan waktu dia kecil dulu


"Masak siiih?" tanya Bram sambil mencuci tangannya


"Iya mas...tapi ada kelakuan mas yang Aisyah nggak lupa sampai sekarang.."


"Apaan tuh Syaah" tanya Bram


"Mas tuh paling seneng bikin Aisyah nangis.." ketus Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya


Bram spontan tertawa..Aisyah menekuk mukanya setelah melihat reaksi Bram yang tertawa


"Kamunya ajah kali yang dasarnya cengeng..make nyalahin mas segala.." elak Bram sambil tertawa


"Lagian mas dulu nggak mau ngalah sama Aisyah.." ujar Aisyah sambil cemberut


______________


Setelah selesai makan..Bram tampak selonjoran di saung sambil menikmati rokoknya..terlihat Aisyah tengah berbicara dengan seseorang di sambungan telephonnya


"Mas sudah selesai belum?" tanya Aisyah yang sudah selesai menelpon


"Udah..mau berangkat sekarang?"


Aisyah mengangguk


"Kaaang..nyuhunkeun tagihanana.. (Kang..minta tagihannya)" pinta Aisyah kepada pegawai restoran


"Sakedap bu.."


Tak lama kemudian..pegawai itu membawakan tagihan makanan kepada Aisyah


"Berapa Syaah?" tanya Bram sambil membuka dompetnya


"Nggak usah mas..pake duit Aisyah ajah.." kata Aisyah


"Beneeer?..kamu ada duitnya?" tanya Bram


"Iya mas...Aisyah ada kok" jawab Aisyah


Setelah selesai makan siang..Bram lalu mulai membawa mobilnya keluar dari rest area km 88 dan menuju ke arah Bandung


"Mas masih inget kan ke arah Dago?" tanya Aisyah


"Masih..kenapa mangnya?"


"Nggak..kalau masih inget..mau Aisyah tinggal tidur..ngantuk nih mas" kata Aisyah yang sudah menguap


"Gampaaang..kan ada Waze..ya udah.. kamu tidur ajah"


Aisyah pun langsung mengatur posisinya supaya bisa tidur di jok mobil


Bram lalu menyetel tape di mobil


"Oh..iya Syaah..mas nggak tahu loh tempatnya Lurah Adung.." kata Bram sambil menoleh ke arah Aisyah


"Hmmmmmm...dasar ***** (Nempel Molor)...udah pules ajah" kata Bram sambil tersenyum yang melihat Aisyah ternyata sudah terlelap di jok mobilnya


Arus lalu lintas di tol Cipularang..siang itu tidaklah terlalu ramai..hingga tidak butuh 1 jam..Bram sudah memasuki Bandung melalui gerbang tol Pasteur.


Bram lalu mengarahkan mobilnya ke arah Dago dengan melalui jalan Ir H Juanda


Hampir 5 tahun Bram tidak menginjakan kakinya di Bandung..karena kesibukan kuliahnya di luar negeri


Setelah melewati Hotel Sheraton..Bram lalu membangunkan Aisyah yang masih terlelap di sebelahnya


"Syaaah?...sayaaaang?...bangun..dah sampe di Dago nih..." kata Bram sambil mencolek tangan Aisyah

__ADS_1


"Habis ini kemana?..mas nggak tahu tempatnya Lurah Adung...Syaaah!!" panggil Bram


Karena Aisyah yang masih tertidur..Bram lalu memencet hidung Aisyah..


"Aaaa...aaaduuuh..." teriak Aisyah sambil bangun


"Sakit tahu masss....kenapa siiih?" tanya Aisyah kesal


"Kamu mas bangunin gak bangun-bangun..dasar kebo!!" kesal Bram


"Samaaa...mas juga kayak kebo kalau tidur.." kata Aisyah sambil mengucek-ngucek matanya


"Udah di Dago nih.." ujar Bram


"Sudah sampai Dago ya mas?" tanya Aisyah ketika melihat keluar


"Iyaa..habis ini kemana?..mas nggak tahu tempatnya Lurah Adung"


"Mas terus ajah..nanti pertigaan yang ada Dago Apartment..mas belok kiri..terus naik keatas..kantor kelurahannya ada di sebelah kiri..sebelum Budafest Restoran" terang Aisyah


"Siaaaap nyonyaaaah.."


"Mas mulai lagi daaaah?" kata Aisyah yang masang muka cemberut


Bram hanya nyengir


"Ya sudaah...siaaap tanteee"


"Itu mah sama ajaaaaaah!!" kesal Aisyah


Sepanjang perjalan menuju Dago Pakar..Aisyah melihat-lihat keluar jendela..dia mengingat memory saat dia tinggal di Dago sambil tersenyum


Saat sekolah SD dan SMP dia terbiasa jalan-jalan bersama orangtuanya di sekitaran Dago..terutama dengan ayahnya..dia terbiasa kemana-mana pasti minta diantar oleh ayahnya dengan dibonceng motor kesayangan ayahnya..sampai terjadilah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.


Di jalan turunan dari arah Lembang..orangtua Aisyah berboncengan hendak pulang ke Dago..hingga dari belakang mereka di tabrak oleh angkot yang ugal-ugalan dan meninggal di tempat.


Saat itu perasaan Aisyah yang baru berusia 12 tahun hancur seketika..kedua orang yang paling dia sayangi meninggalkan dirinya seorang diri..dimana dia masih membutuhkan belaian kasih sayang kedua orangtuanya..sampai dia menilai Tuhan tidak berlaku adil terhadap dirinya


Untunglah..disaat perasaannya yang tengah terpuruk dan hancur itu..munculah bu Yuli Handoyo yang kebetulan berada di Bandung...segera datang melayat kedua orangtua Aisyah


Bu Yuli berjanji menanggung segala biaya pendidikan Aisyah dan menitipkan Aisyah kepada adiknya bu Yuli yang tinggal di Bandung..untuk tinggal bersama mereka


Aisyah segera menghapus airmatanya yang menetes di pipinya..dia tidak ingin Bram tahu kalau dia lagi bersedih terkenang masa lalunya


"Depan belok kiri ya mas.." pinta Aisyah setelah sampai didepan Dago Apartment


"Okeeh"


Bram lalu mulai menaiki jalan yang agak menanjak ke arah Dago Pakar


"Tuh di depan kantor kelurahannya mas..." kata Aisyah yang menujuk ke arah kantor kelurahan


Bram lalu memasuki halaman kantor kelurahan.


"Mas mau nunggu disini..apa mau langsung ke Vila?..kalo mas mau langsung ke Vila..tadi Aisyah sudah telpon mang Harja..biar nanti mas ditemenin sama mang Harja di Vila" tanya Aisyah


"Mas tunggu disini ajah Syaah..mas juga lupa jalan ke Vila..nanti kalau mas tinggal..kamu sama siapa ke atas?" tanya Bram


Aisyah tersenyum


"Jalan kaki juga deket mas..ya udah mas tunggu sebentar yaah...Aisyah nggak lama kok.." jawab Aisyah


Lalu setelah membawa map dokument-dokument yang diperlukan..Aisyah lalu keluar dari mobil dan berjalan memasuki kantor kelurahan


Bram melihat dari dalam mobil..Aisyah ditegor oleh seorang wanita seumuran dengannya yang baru keluar dari dalam kantor..mereka berpelukan bahagia..


Aisyah menujuk ke arah mobil ketika sedang berbicara dengan wanita itu


Bram lalu keluar..dan tersenyum kepada teman bicara Aisyah


"Masss..sini.." panggil Aisyah


Bram lalu menghampiri mereka


"Mass..kenalin nih..Kesih..teman SMA Aisyah.." kata Aisyah sambil memperkenalkan wanita di sebelah dia


"Bram" salam Bram sambil menjabat tangan temannya Aisyah


"Kesih..A'A teh anaknya pak Agung nyaak?" tanya Kesih


"Iya teh.." jawab Bram


Kesih lalu berbisik kepada Aisyah sambil cekikikan..


"Kaseeeep Syaah(Ganteng Syaah)" bisik Kesih


Bram pun menjadi salah tingkah


"Moal sapertos kitu Kesih..isiiiin (Jangan kayak gitu Kesih..maluu)" kata Aisyah sambil menepuk pundak Kesih


Kesih hanya tertawa


"Jangan diambil hati ya A...kita mah sudah biasa.." kata Kesih


"Nggak papa teh..nyantai ajah.." ujar Bram


"Jalma ieu moal tiasa nyarios basan Sunda nya Syaah? (Dia nggak ngerti bahasa Sunda ya Syaah?)" tanya Kesih sambil melihat Bram


"Henteu..(Nggak)" kata Aisyah sambil tersenyum


"Kalian pada ngomongin apa siih?" tanya Bram heran


Aisyah dan Kesih pun tertawa


"Pada gajeee!!" kata Bram sambil meninggalkan mereka


Bram lalu mencari warung untuk membeli rokok..diliatnya ada Indomaret..Bram lalu segera menuju kesana.


"Anjeun cicing Syaah? (Kamu menginap Syaah?)" tanya Kesih sepeninggal Bram


"Iya.." jawab Aisyah


"Cicing dimana? (Menginap dimana?)" tanya Kesih


"Di Vila.."


"Babarengan sareng A'A Bram? (Bareng sama A'A Bram?)" tanya Kesih


Aisyah mengangguk


"Heleh..heleh...ati-ati atuh Syaah..nanti kalau malam-malam kamu diterkam sama A'A..bagaimana?" tanya Kesih yang memandang menyelidik kearah Aisyah


"Iiss..kamu mah kitu Kesih.. (Iiss..kamu mah gitu Kesih...)" kata Aisyah sambil tersenyum


"Eh iya..Engke wengi..abdi maen ke Vila nyaaak Syaaah..sereneu babaturan (Eh iya..nanti malam..saya main ke Vila yaak Syaah..sama teman-teman)" tanya Kesih


"Bener?..sareng sadaya babaturan? (Bener?..sama teman-teman semua?)" tanya Aisyah sambil mukanya berseri-seri


"Nuhun Syaah..(Iya Syaah)" jawab Kesih


"Enya..abdi cicing tiheula nya Syaaah ( Ya sudah..saya tinggal dulu ya Syaah)" pamit Kesih pamit kepada Aisyah sambil memeluk Aisyah


"Engke wengi ayeuna tong hilap nyaak Kesih..abdi antosan di vila.. ( Nanti malam kamu jangan lupa yaa Kesih..saya tunggu di vila)"


"Iya Syaah..." kata Kesih


Lalu Kesih meninggalkan halaman Kelurahan dengan sepeda motornya


Sepeninggal Kesih...Aisyah segera masuk ke dalam kantor kelurahan


Bram yang keluar dari Indomaret..berpapasan dengan Kesih dan memberikan salam kepadanya


"Kesih duluan ya A.." ujar Kesih dari atas sepeda motornya


"Iya teh..ati-ati.." jawab Bram sambil melambaikan tangannya


Bram lalu melanjutkan langkahnya ke dalam halaman kelurahan..dimana mobilnya terparkir


Tak berapa lama..Aisyah tampak keluar dari dalam kantor kelurahan bersama Lurah Adung .


Setelah pamit..Aisyah lalu menuju ke mobilnya


Dan dilihatnya Bram tengah tertidur di mobil..Aisyah lalu mengetok kaca pintu sebelah kanan


"Mass?...mas Bram?.." panggil Aisyah


Bram lalu membuka matanya


"Sudah Syaaah?" tanya Bram sambil menarik senderan jok nya


Aisyah lalu memutari mobil..dan masuk ke dalam mobilnya


"Sudah yuk mas.." ajak Aisyah


Bram lalu menjalankan mobilnya keluar dari halaman kantor kelurahan


"Mass..nanti kalo dah sampai di Vila..anterin Aisyah ziarah yaah.."


"Okeeeh" jawab Bram singkat

__ADS_1


"Kuburan orangtua kamu jauh nggak?" tanya Bram


"Nggak mas..kuburan ayah sama ibu ada di bukit belakang vila" jawab Aisyah


__ADS_2