Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
56.Ramadhan Tiba


__ADS_3

Bulan Ramadhan..bulan yang penuh berkah bagi umat Muslimin di seluruh dunia. Bulan yang dinanti-nantikan guna memperoleh pahala dan berkah dari Alloh SWT. Jam 2 dini hari..sebagian orang sudah pada bangun..untuk menyiapkan santap sahur. Begitu pula di kediaman keluarga Handoyo..di dapur..Aisyah dan bi Surti tengah mempersiapkan santap sahur. Sekitar satu jam..Aisyah sudah selesai menghidangkan santap sahur di meja makan..dia lalu mengetuk pintu kamar bu Yuli


"Buuu..bangun bu..sahuuur.." panggil Aisyah sambil mengetuk pintu kamar


"Iya teh.." jawab bu Yuli dari dalam kamar


Aisyah beranjak ke depan


"Pak Trisno..sahur dulu pak..sudah saya siapin di meja ya pak.." kata Aisyah


"Iya mbak..terima kasih"


"Nanti tolong sekalian bangunin pak Rizal ya pak.."


"Baik mbak.."


Aisyah kembali masuk ke dalam..di meja makan..sudah ada pak Agung dan bu Yuli menunggunya


"Mas Bram belum turun bu?" tanya Aisyah sambil duduk di sebelah bu Yuli


"Mas mu itu mana pernah mau sahur..puasa ajah nggak pernah" jawab bu Yuli


"Haaah??..mas Bram nggak pernah puasa bu?" kaget Aisyah


Bu Yuli menganggukan kepalanya. Aisyah bangun dari bangkunya


"Kamu mau kemana teh?" tanya bu Yuli


"Bangunin mas Bram bu..buat sahur" jawab Aisyah


"Percuma teh..mas mu itu nggak bakal mau bangun..percaya sama ibu.."


Aisyah tidak memperdulikan omongan bu Yuli..dia tetap menuju ke kamarnya Bram


"Biarin ajah mah..kali ajah kalau yang bangunin Aisyah..Bram mau bangun" kata pak Agung


"Iya pah..mudah-mudahan ajah.."


Tak lama kemudian..Aisyah kembali sendiri ke meja makan


"Bagaimana teh?..nggak mau kan?" tanya bu Yuli


Aisyah hanya memberikan senyumannya kepada bu Yuli..bu Yuli heran dengan sikap Aisyah


Mata bu Yuli terperanjat kaget..karena dia melihat Bram turun dari tangga dan berjalan dengan malas menuju ke meja makan. Sontak bu Yuli dan pak Agung saling pandang.. seolah-olah tidak percaya apa yang ada di depan mereka..Bram bergabung untuk sahur


"Pagii..maaah..paaah.." sapa Bram yang sepertinya nyawanya belum kumpul benar


Dia lalu duduk di samping papahnya..dan dia langsung minum air putih yang ada di hadapannya. Pak Agung dan bu Yuli dengan mata yang tidak berkedip..masih tidak percaya..kalau Bram bisa bangun untuk santap sahur


"Lauknya apa maaaah?" tanya Bram sambil menguap dan melihat-lihat hidangan yang ada di meja


"I..iikan bakar Bram" jawab bu Yuli yang seperti tersadar dari hipnotis


"Kamu gimana caranya teh?..kok mas Bram bisa bangun?" tanya bu Yuli lirih di telinga Aisyah


"Adaaaa..aja bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum


Pak Agung tersenyum geli mendengar jawaban Aisyah. Setelah selesai sahur..Bram bangun untuk pindah ke teras depan


"Mas mau kopi?" tanya Aisyah


"Boleh deh Yaang.." jawab Bram sambil berlalu ke depan


"Bapak sama ibu mau kopi juga?" tanya Aisyah


"Boleh deh teh..tapi kalau ibu lemon tea saja ya teh" kata bu Yuli


"Baik bu"


Aisyah lalu ke belakang dengan membawa piring kotor bekas sahur


"Papah percaya nggak?..kalau Bram nanti puasa?" tanya bu Yuli


"Kalau sekarang..papah percaya..soalnya sekarang ada Aisyah mah..tahun kemaren kan..mereka belum ketemu" jawab pak Agung


Di teras..Bram tengah asyik menikmati rokoknya..dia masih mendengar..suara dari speaker masjid yang membangunkan orang-orang untuk santap sahur. Dan jalan di depan rumahnya..masih ramai orang lalu lalang..tidak seperti hari-hari biasanya. Dari dalam..Aisyah muncul dengan membawa dua gelas kopi di nampan


"Kopinya mas.." kata Aisyah sambil menaruh kopi di meja


"Iya Yaang..terima kasih"


Aisyah lalu duduk di sebelah Bram


"Mas..memang bener?..mas selama ini nggak pernah puasa?" tanya Aisyah


"Iya.." jawab Bram


"Kenapa mas?..kan dosa kalau nggak puasa.."


"Males ajah.." kata Bram sambil menyebulkan asap rokoknya


Aisyah menghela nafasnya mendengar jawaban Bram


"Mulai sekarang..mas harus puasa!!" kata Aisyah


"Nggak mau.."


"Harus masss!!..dosa kan!!" sewot Aisyah


"Orang nggak mau kok dipaksa sih?" ujar Bram yang juga tak kalah sewotnya


Aisyah kembali menghela nafasnya


"Harus pakai trick kalau begini caranya nih.." ujar Aisyah dalam hati


"Kalau mas bisa puasa full..selama satu bulan..nanti Aisyah kasih upah.."


"Apa upahnya?" tanya Bram


Sejenak Aisyah diam dan melihat Bram yang masih merokok. Dia lalu membisikan sesuatu ke telinga Bram..Bram yang dibisiki oleh Aisyah..sontak matanya terbelalak kaget..dengan mulut terbuka lebar


"Beneran nih???" tanya Bram


Aisyah menganggukan kepalanya. Bram langsung menyunggingkan senyumannya


"Deal??" tanya Bram sambil mengulurkan tangannya


"Deal mas.." jawab Aisyah sambil menerima uluran tangan Bram


"Okeeeh..mas pegang omongan kamu"


"Tapi harus full ya mas..nggak pake ada acara bolong satu hari.."


"Siaaaap nyonyaaaah!!" kata Bram sambil memberikan gestur hormat


"Karena mas suka bohong sama Aisyah..nanti Aisyah minta tolong sama Ningrum..untuk mengawasi mas selama bulan puasa ini"


Deeg


Bram tercekat diam..karena Aisyah sampai meminta bantuan Ningrum untuk mengawasi dirinya


"Kok?..kamu..pake bawa-bawa Ningrum segala sih Yaang?" tanya Bram


"Iya doong..mas kan sering bohong sama Aisyah" ketus Aisyah


"Bisa ajah nanti mas diem-diem batalin puasanya!!" dengus Aisyah


"Okee..siapa takut?" kata Bram yang berusaha untuk siap menerima tantangan Aisyah


.


_________________


.


Jam 10 pagi


Bram bangun dari ranjangnya..dia segera keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. Sesampainya disana..di langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral


"Masku!!..masku lupa yaaah??" kata Ningrum yang langsung muncul ditelinga Bram


"Dikit doang Ningrum..haus niih!!"


"Tidak boleh masku..masku kan lagi puasa" kata Ningrum yang muncul di samping Bram


Bram tetap nekat akan meminum air mineral yang ada ditangannya..tapi..tangannya tidak bisa menggerakan botol ke arah mulutnya..karena sinar biru dari telunjuk Ningrum sudah menyelubungi tangan kanannya


"Masku bandel yaaah!!"


"Dikit ajah Ningrum..ntar puasanya gua lanjutin lagi.." rayu Bram


"Tidak bisa masku!!..teteh sudah menyuruh Ningrum untuk mengawasi masku selama bulan puasa ini.."


"Kamu nggak kasihan sama gua yaah?..nanti gua bisa mati dehidrasi Ningrum" kata Bram yang masih berusaha menggerakan tangan kanannya yang kaku untuk meminum air mineralnya


"Hihihi..mana ada masku?..orang meninggal gara-gara puasa" kata Ningrum sambil tertawa geli


"Ya Allooh..please Ningrum!!..kamu nanti jangan ngomong-ngomong sama teteh yaaah??"


"Nggak bisa masku..masku harus tahan 8 jam lagi"


Ningrum menggerakan tangan Bram agar memasukan kembali..botol air mineral ke dalam kulkas. Bram hanya bisa pasrah..melihat tangannya memasukan kembali botol minuman ke dalam kulkas


"Kalau masku nggak tahan..bawa tidur saja masku.."


Dengan hati yang dongkol..Bram kembali ke kamarnya..Ningrum hanya tersenyum geli melihat kelakuan Bram yang melengos pergi ke kamarnya


.


________________


.


Jam 2 siang


Di dapur Aisyah sedang mengadon terigu dan telur di mixer. Dia menoleh ke arah pintu dapur..melihat Bram masuk dan langsung duduk di kursi meja makan. Bram langsung menelungkupkan badannya dan menempelkan pipinya di atas meja. Aisyah tersenyum geli..melihat Bram yang seperti lemas..tidak ada tenaganya


"Kenapa mas?" tanya Aisyah


"Kopi Yaaaang..mas mau ngopi..mulut mas asem niiih"


"Sabaaaar masss..4 jam lagi..mas baru bisa ngopi"


Bram mengeluh sambil mengetuk-ngetuk meja makan dengan jarinya


"Lapeeeer...mas nggak kuat nih Yaang.."


Aisyah tersenyum geli..dia lalu menghampiri meja makan sambil membawa adonan yang sudah jadi


"Bantuin Aisyah yuuk mas..dari pada ngeluh lapar mulu.."


Bram tidak menjawab..dia tetap menempelkan pipinya di meja sambil mengeluh


"Ayuuk mas.."


Dengan malas akhirnya Bram menegakan badannya..dia lihat Aisyah seperti sedang membikin pastel


"Kamu bikin apa Yaang?" tanya Bram


"Pastel mas..mas yang isiin yaah..biar Aisyah yang bikin kulitnya"


Bram mengambil kulit pastel yang sudah jadi..dia ikuti arahan Aisyah dalam mengisi pastel. Aisyah tersenyum geli..melihat pastel hasil bikinan Bram


"Kenapa Yaang?..salah yaak?" tanya Bram


"Enggaaak..nggak apa-apa mas..cakep kok" jawab Aisyah yang berusaha menahan tawanya


Bram yang melihat pastel hasil bikinannya..tertawa sendiri..karena ukuran pastelnya lebih besar dari ukuran pastel bikinan Aisyah. Aisyah mendengar handphonenya berbunyi..dia segera mengambil handphonennya yang dia letakan di dekat kulkas


"Halo..assallamullaikum..ya ibu..iya ibu..seperti biasa..risol 30..lumpia 30 sama piscok 30..iya..nanti biar Dinda yang ngambil bu..iya bu waalalikumsallam"


Baru saja Aisyah meletakan handphonenya di meja..handphonennya berdering lagi


"Halo..assallamuallaikum..ya bu Budi..iya bu seperti biasa..ooh..ibu mau yang nganterin sendiri?..iya bu..nggak apa-apa..biar nanti pak Imam yang terima ya bu..ya bu Budi..waallaikumsallam"


"Siapa Yaang?" tanya Bram


"Bu Tarno sama bu Budi mas.." jawab Aisyah yang kembali membikin kulit pastel


"Siapa mereka?"


"Mereka tinggal di dekat rumah Dinda mas..Aisyah pesen pastel..lumpia sama piscok ke bu Tarno..kalau bu Budi..Aisyah pesen kolak..biji salak..sama bubur sumsum"


"Buat apa?" tanya Bram lagi


"Buat Aisyah taruh di masjid mas..buat takjil buka puasa bersama di masjid" jawab Aisyah


"Semuanya?"


"Iya mas..oh iya mas..mas nanti mau ikut Aisyah nggak?"


"Ikut kemana?"


"Ke masjid..ngasih takjil..sekalian ngabuburit mas"


"Ngabuburit?..ngabuburit apaan sih Yaang?" tanya Bram heran


Aisyah tertawa geli


"Ngabuburit mas..nunggu waktu berbuka itu namanya ngabuburit" jawab Aisyah


"Oooh..kirain apaan..jam berapa kamu mau ke masjidnya?"


"Jam setengah lima mas.."


"Okee..nanti mas ikut"


.

__ADS_1


__________________


.


Jam 5 sore


Di masjid Al Muhajirin..Bram baru tahu..kalau menjelang waktu berbuka di sekitaran masjid ramai akan orang yang berjualan takjil. Bram yang melihat makanan yang menggoda selera..akhirnya dia larut dengan orang-orang yang sedang memilih-milih aneka makanan. Sesekali dia menjawab teguran dari teman-temannya yang ikut berjualan takjil di depan masjid


"Hai Bram..apa kabar?" sapa seorang wanita muda yang tengah berjualan es buah


"Eh..Santi?..kabar baek Nti..lu jualan juga?" tanya Bram


"Iya..iseng-iseng aja Bram..katanya lu kuliah di luar?" tanya Santi yang memberikan uang kembalian ke seorang pembeli


"Iya..dah kelar gua..eh..berapa nih es buahnya?" tanya Bram


"Murah kok Bram..gocengan satu gelas..eh..Aisyah mana?" tanya Santi


"Aisyah lagi di masjid..gua mau dong Nti..dua yaak?" kata Bram


"Oke Bram..kalau lu mau..lu bisa pilih yang laen kok Bram..gua jualanya nggak cuma es buah aja kok.."


Bram lalu melihat-lihat jualan Indri yang di pajang di mejanya


"Ini gua mau juga Nti..dua yaah.." tunjuk Bram ke es pisang hijau


Santi lalu memberikan pesanan es Bram..dia terperanjat kaget..melihat tangan Bram sudah penuh menenteng berbagai macam makanan buat buka puasa


"Itu semua buat lu sendiri Bram?" tanya Santi heran


"Iya..gua dah nggak sabar..pengen gua caplok semuanya nanti"


"Memangnya lu puasa?" tanya Santi yang masih terkejut melihat belanjaan Bram


"Puasa dooong.." jawab Bram


Santi tersenyum geli mendengar jawaban Bram


"Tumbeeenn..biasanya lu kalau siang suka nongkrong di tempat Joni..hihihi..eh..tapi yakin lu?..itu bisa lu makan semua?" tanya Santi sambil menahan senyumannya


"Yakinlah!!" jawab Bram mantap


Setelah membayar belanjaannya.. Bram kembali ke teras masjid..untuk menaruh belanjaannya di mobil. Di teras..dia lihat Aisyah tengah berbicara dengan Dinda dan Nita. Nita yang melihat kedatangan Bram sambil menenteng begitu banyak makanan..dia colek Aisyah sambil menahan senyumannya


"Apaan Nit?" tanya Aisyah


"Kamu lihat mas Bram deh Syaah.." jawab Nita


Aisyah menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Nita..dia terkejut tapi bercampur geli..melihat banyaknya belanjaan Bram


"Mas habis borong?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"Iya..buat buka nanti Yaang.." jawab Bram sambil memasukan belanjaanya ke dalam mobil


"Mas mau kemana lagi?" tanya Aisyah yang melihat Bram keluar dari masjid


"Beli es cendol Yaang..tadi mas lihat..kayaknya enak tuh.." jawab Bram sambil ngeloyor ke luar


Aisyah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya..dia lalu melanjutkan obrolannya dengan Dinda dan Nita. Setengah jam sebelum waktunya berbuka..Bram dan Aisyah kembali ke rumah


"Memangnya kalau bulan puasa..masjid selalu ramai ya Yaang?" tanya Bram


"Iya mas..pada ramai orang yang jualan sama yang ngabuburit" jawab Aisyah


Setibanya di rumah..Aisyah membantu membawakan ke dalam belanjaan Bram yang banyak


"Itu siapa yang borong teh?..kamu?" tanya bu Yuli yang tengah membaca buku di ruang keluarga


"Mas Bram bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Kamu yakin Bram..mau dimakan semuanya?" tanya bu Yuli pada Bram yang muncul


"Iya mah..Bram mau balas dendam..mau Bram makan semuanya!!"  jawab Bram dengan sorot mata yang berapi-api


Bu Yuli tertawa geli mendengar jawaban Bram


"Beneran lho yaah..nanti kamu habisin semuanya.."


"Iya maaah..tenang ajah"


Di meja makan..Bram yang sudah tidak sabaran menunggu waktu berbuka..sudah bersiap-siap untuk menghabiskan aneka makanan yang dia beli di depan masjid tadi. Pak Agung tertegun heran..melihat banyaknya makanan yang Bram beli


"Itu kamu mau makan semuanya Bram?" tanya pak Agung


"Iya pah.."


Bram heran melihat menu berbuka kedua orangtuanya dan Aisyah..di hadapan mereka hanya ada air putih..teh manis dan sepotong pastel yang dia sama Aisyah bikin tadi


"Makanan mamah itu ajah?" tanya Bram heran


Bu Yuli hanya menganggukan kepalanya


"Kamu juga Yaang?" tanya Bram pada Aisyah


"Iya mas.." jawab Aisyah


Bram mengangkat kedua bahunya..yang heran melihat menu berbuka mereka


"Mas..nanti kalau sudah bedug..mas minum air putih dulu..terus teh manis..jangan langsung es.."


"Kenapa Yaang?..mas sudah nggak sabar nih.."


"Pelan-pelan mas..soalnya perut mas kan lagi kosong..nanti kalau langsung minum es..takutnya perut mas sakit nanti..soalnya mas baru kali ini puasa kan?.." ucap Aisyah


Tak lama kemudian..terdengar..adzan Magrib di televisi..menandakan waktu berbuka telah tiba


"Alkhamdulilaaaah" kata pak Agung..bu Yuli dan Aisyah berbarengan


Mereka langsung membaca doa berbuka puasa. Bram menuruti arahan Aisyah..dia minum air putih terlebih dahulu..untuk mengairi tenggorokannya yang terasa kering. Setelah itu dia minum teh manis hangat yang ada di depan dia


"Pastelnya kok beda teh?..ini siapa yang bikin?" tanya bu Yuli


"Mas Bram bu.." jawab Aisyah


"Kenapa mah?" tanya Bram


"Enak Bram..cuma rada kegedean menurut mamah..kamu cobain deh" kata bu Yuli


Bram segera mengigit pastel yang dia bikin


"Hmmm..iya mah..renyah.."


"Kamu pinter Bram..kalau bikin pastel.." kata bu Yuli


"Siapa dulu dong maah yang ngajarin?" kata Bram sambil melirik ke Aisyah


Aisyah hanya tersenyum. Setelah menghabiskan pastelnya..Bram langsung ambil sepiring pempek yang sudah menggoda seleranya sejak tadi. Langsung dia makan pempek telurnya. Tapi begitu akan dia sendok yang kedua kalinya pempek itu..rasa kenyang langsung menghinggapi dirinya


"Kenapa mas?..kok nggak dihabisin pempeknya?" tanya Aisyah sambil menahan senyumnya


"Kok?..mas langsung kenyang ya Yaang?..padahal cuma makan pastel satu biji doang.."


Pak Agung dan bu Yuli tertawa melihat Bram yang tidak jadi memakan pempeknya


"Iya Yaang..kok bisa begitu yaah?" heran Bram


"Itulah yang namanya godaan orang puasa mas..dan mas sukses untuk puasa di hari pertama..selamat ya mas.." kata Aisyah sambil bertepuk tangan


Pak Agung dan bu Yuli ikut memberikan tepuk tangan pada Bram


"Papah yakin Bram..kalau kamu bisa full puasa satu bulan" kata pak Agung


"Amin pah.."


"Walau tadi siang mas pengen batal kan?..untung ajah ada Ningrum" kata Aisyah


Bram tersenyum malu


"Terusss?..makanan ini mau diapain mas?..mubazir kan kalau di buang" tanya Aisyah


"Kasih siapa kek Yaang..mas sudah begah banget nih perutnya"


Pak Agung kembali tertawa


*


Setelah selesai sholat Magrib..Aisyah dan bu Yuli bersiap-siap untuk sholat Tharawih di masjid


"Mas sholat Tharawih nggak?" tanya Aisyah pada Bram yang merokok di teras


"Nggak Yaang..lemes banget nih badan" jawab Bram


"Ya sudah..Aisyah jalan dulu ya mas.." pamit Aisyah


"Iya Yaang"


"Mamah jalan ya Bram.." pamit bu Yuli


"Iya mah"


Bram lihat mamahnya dan Aisyah berjalan keluar..dan di depan pagar sudah ada Dinda dan Nita yang menunggu mereka. Bram melanjutkan merokoknya. Dia lihat handphonenya bergetar


"Halo Yan..gua dirumah..nggak..gua nggak Tharawih..lu mau kesini?..ya sudah..gua tungguin..ya..okeeh"


Bram letakan kembali handphonennya di meja. Dari dalam keluar pak Agung yang akan berangkat sholat Tharawih


"Kamu nggak sholat Bram?" tanya pak Agung


"Nggak pah..Bram capek banget" jawab Bram


"Ya sudah..papah jalan dulu yaah.."


"Iya pah.."


Tak lama masuklah mobil Toyota Yaris hitam ke carport. Dari dalam mobil keluar Ryan dan Doni..mereka langsung menghampiri Bram yang sudah menunggu mereka di teras


"Yopi mana Yan?" tanya Bram


"Kata nyokapnya tharawih Bram.." jawab Ryan sambil duduk di samping Bram


"Tumbeennn?..lagi bolong tuh bocah?" tanya Bram


Doni keluar dari dalam sambil membawa 3 kaleng bir dan dia taruh dimeja


"Pada tharawih ya Bram?..kok sepi banget" tanya Doni sambil mengigit pastelnya


"Iya.."


"Nih pastel boleh bikin ya Bram?" tanya Doni sambil melihat pastel yang baru saja dia gigit


"Iya..kenapa?..enak yaak?" tanya Bram ke Doni


"Enak Bram..renyah..memang Aisyah pinter banget kalau bikin apa-apa"


"Mana Don?..bagi dong gua" pinta Ryan


"Ambil lagi Yan..ada di meja makan.." kata Bram


Ryan lalu beranjak masuk ke dalam rumah


"Bawa ajah semuanya Yaan.." kata Bram


"Okeeh.."


Doni membuka bir kalengnya dan langsung dia minum


"Eh..ntar anak-anak pada mau ngadain sahur on the road..lu mau ikut nggak?" tanya Doni


"Boleh..jalan jam berapa?" jawab Bram


"Jam 11an..kayak biasanya.."


Ryan datang dengan membawa sepiring pastel yang salah satunya sedang dia makan


"Bener Don..pastelnya enak.." kata Ryan sambil menaruh sepiring pastel di meja


"Siapa dulu yang bikin?" bangga Bram


"Aisyah kan?" tanya Ryan


"Sembarangaan..gua laaah!!" kata Bram


"Halaaaah!!..nggak yakin gua Bram..kalau elu yang bikin ini pastel" ketus Ryan


"Yeee..dibilangin nih bocah..ntar tanya ajah sama Aisyah..kalau nggak percaya"


"Gua bagi bir nya Don.." pinta Ryan


Doni memberikan sekaleng bir ke Ryan


"Lu nggak minum Bram?" tanya Ryan sambil meminum bir kalengnya


"Ntar ajah..perut gua masih begah nih..padahal tadi gua buka cuma makan pastel sama pempek doang"


Ryan yang sedang meminum birnya..hampir saja tersedak kaget


"Buka?..memangnya lu puasa?" tanya Ryan sambil mengelap bibirnya


"Iya.."


Sontak Ryan dan Doni tertawa terbahak-bahak setelah mendengar Bram puasa


"Tampang kayak elu gini puasa Bram?..hahahaha" gelak Ryan


Bram hanya menghela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya


"Gua nggak percaya Bram..kalau elu puasa.." timpal Doni yang masih tertawa


"Orang dibilangin juga.." sewot Bram

__ADS_1


"Dari dulu..siapa yang jadi setan di komplek sini Bram?..hahaha..sama suka ngajakin ngopi di tempat Joni?.." gelak Ryan


"Itu kan dulu..sekarang beda laah.."


"Hmmmp" Doni mengelap bibirnya setelah meminum bir nya


"Ini pasti gara-gara Aisyah yaak?" tanya Doni


Bram menganggukan kepalanya


*


Tidak terasa..orang-orang yang sholat tharawih sudah pada selesai. Bu Yuli berjalan bersama Aisyah dan Nita kembali dari masjid. Sesampainya di depan gerbang..Nita pamit pulang pada bu Yuli dan Aisyah


"Kamu berani pulang sendiri Nit?" tanya bu Yuli


"Berani bu..saya pamit ya bu.. assallamuallaikum.." pamit Nita


"Waallaikumsallam" jawab bu Yuli dan Aisyah berbarengan


Bu Yuli dan Aisyah masuk ke dalam..mereka melihat Bram..Ryan dan Doni tengah ngobrol di teras


"Ada Doni sama Ryan tooh?" tanya bu Yuli


"Iya tante.." jawab Doni dan Ryan berbarengan sambil mengangguk hormat


"Tante tinggal yaah.."


"Iya tante.."


Bu Yuli masuk kedalam rumah


"Mas Ryan nggak sama mas Yopi?" tanya Aisyah sambil menghampiri Bram


"Nggak Syaah..katanya sholat..kamu ketemu yaah?"


Aisyah hanya tersenyum geli


"Yopi kenapa Yaang?" tanya Bram yang penasaran


"Mas Yopi lagi pedekate mas.." jawab Aisyah sambil tersenyum geli


"Pedekate?..sama siapa?" tanya Bram lagi


"Sama Dinda mas.."


"Hahahaha..dasar kadal gosong..tharawih cuma modus ternyata Yaan.." gelak Bram


Bram lalu menepuk pahanya agar Aisyah duduk di pahanya. Aisyah lalu duduk di paha Bram..Bram langsung memeluk perut Aisyah


"Yaang?..mosok mereka pada nggak percaya kalau mas tadi puasa.." kata Bram sambil mencium pundak Aisyah


"Iya mas Ryan..mas Doni..tadi mas Bram puasa kok..walau kebanyakan ngeluhnya..sama pengen batal tadi.."


Ryan dan Doni pun kembali tertawa


"Kalau yang itu jangan di kasih tahu juga kali Yaang.." sewot Bram


Mereka pun tertawa terbahak-bahak


"Dulu..kalau bulan puasa..Bram yang jadi setannya disini Syaah..ngajakin anak-anak di komplek pada nggak puasa" kata Ryan


"Bohong Yaang..jangan didengerin..pitonah!!.." kilah Bram


"Tanya ajah sama tante Yuli..emangnya Bram pernah puasa?" kata Ryan sambil meminum birnya


"Eeh..setan!!..fitnah luh!!" sewot Bram


"Iya ajah kenapa sih mas?..Aisyah sudah tahu kok..kalau mas Bram dari dulu nggak pernah puasa" kata Aisyah


Bram tersipu malu..Ryan dan Doni kembali tertawa terbahak-bahak. Aisyah melihat ada sebuah truk engkel box berhenti di depan gerbang..tak lama kemudian..pak Trisno menghampiri teras


"Mbak..orang dari Syailendra sudah dateng.." kata pak Trisno


"Oooh..iya pak..suruh masuk ajah pak.." kata Aisyah sambil bangun dari paha Bram


Aisyah lalu menghampiri gerbang..tak lama truk itu mundur masuk ke dalam carport


"Mobil gua ganggu nggak Syaah?" tanya Ryan


"Nggak mas..muat kok" jawab Aisyah


Aisyah lalu mengawasi pembongkaran muatan dari dalam box..ternyata..truk itu menurunkan makanan siap saji. Aisyah mengarahkan agar makanan itu dibawa ke dapur. Setelah selesai menuruni muatannya..Aisyah menandatangani surat jalan yang diberikan oleh supir truk tersebut


"Terima kasih ya mas..nih..buat beli rokok.." kata Aisyah sambil memberikan uang 100 ribu ke supir


"Terima kasih ya bu.."


"Iya mas..sama-sama.."


Truk itu segera meninggalkan rumah kediaman keluarga Handoyo. Selang tidak berapa lama..datang lagi truk engkel box yang ada tulisan Careffour di samping boxnya


"Kalau di taruh di workshop saya muat ya nggak pak?" tanya Aisyah ke pak Trisno


"Sebagian kayaknya sih mbak..apa..ditaruh di kamar samping aja mbak?"


"Boleh deh pak..nanti kalau nggak muat..bisa ditaruh di workshop saya ya pak.."


"Baik mbak.." kata pak Trisno sambil kembali ke posnya


Pak Trisno lalu menyuruh supir truk itu untuk mundur ke arah garasi


"Ada apaan sih Yaang?" tanya Bram pada Aisyah yang kembali ke teras


"Biasa mas..sembako buat bingkisan anak-anak yatim"


Dari dalam keluar bu Yuli


"Sembako yang dari Lotte sudah datang teh?" tanya bu Yuli


"Belum bu..baru yang dari Careffour dulu" jawab Aisyah


Bu Yuli dan Aisyah mengamati proses bongkar sembako di depan garasi


"Lu pasti nggak tahu yaak?" tanya Doni


"Apaan?" jawab Bram


"Rumah lu kan jadi kayak posko gini Bram..kalau bulan puasa"


"Posko?..posko apaan?" tanya Bram


"Tempat ngumpul-ngumpul anak-anak komplek Bram..ntar ajah anak-anak yang mau sahur on the road ngumpulnya disini"


"Yang bener luh?"


"Lihat ajah ntar.." jawab Doni


"Dari kapan?"


"Dari pas lu berangkat ke luar negeri"


Benar saja apa yang di bilang oleh Doni..satu persatu..mobil berhenti dan parkir di depan rumah Bram. Mereka langsung masuk dan bergabung dengan Aisyah yang tengah mendata barang-barang sembako yang baru turun dari truk box Careffour. Bram lihat Aisyah sangat terampil dalam menghandle suasana di depan garasi..antara mendata barang dan mengatur orang-orang..apa yang harus dilakukan


Jadi malam itu..suasana di depan garasi rumah Bram ramai oleh anak-anak muda sekitaran komplek yang mengatur sembako untuk santunan anak Yatim. Dan mereka seperti ada dua kubu..kubu Aisyah yang mengatur sembako..serta kubu Bram yang mengatur rute sahur on the road


"Hai Brammm..apa kabar?" sapa seorang wanita begitu bergabung dengan team sahur on the road


"Heleeeen?..kabar baik Leen" jawab Bram


Helen cipika cipiki dengan Bram


"Woii..woii..wooii..biasa aja dooong!!" ketus Ryan


"Napa sih lu Yan?..jeules lu yaak?" ejek Helen


"Lu kalau mau gitu..lihat-lihat dooong..ada yang marah ntar" kata Ryan sambil matanya melirik ke arah garasi


"Aisyah mah orangnya nyantai Yan..nggak kayak elu!!" ketus Helen


"Udaah..udaah..lu berdua dari dulu nggak pernah akur yaak" sergah Bram


"Lu ntar ama gua ya Bram.." pinta Helen


"Iya gampang.." jawab Bram sekenanya


Bram lalu mendata siapa saja yang ikut sahur on the road..Doni kebagian mengumpulkan duit sumbangan untuk dibelikan makanan untuk sahur. Setelah dirasa semuanya oke..Doni segera mengajak rombongan SoTR untuk siap-siap di mobilnya masing-masing


"Yaang..kamu mau ikut nggak?" tanya Bram pada Aisyah yang terlihat masih sibuk mendata sembako


"Kemana mas?" tanya Aisyah


"Sahur on the road" jawab Bram


"Nggak deh mas..Aisyah masih repot nih..belum kelar soalnya"


"Ya sudah..mas tinggal yaah.."


"Iya mas.."


"Assallamuallaikum.." pamit Bram


"Waallaikumsallam..eh..mas nggak bawa mobil?" tanya Aisyah yang melihat Bram langsung keluar


"Nggak..mas nebeng sama Helen.." jawab Bram


Aisyah lalu mendata kembali sembako yang baru turun..kali ini dari truk Lottemart


"Mbak..beras yang 10 kg ada berapa?" tanya seorang anak muda di sebelah Aisyah


"Eee..ada 50 karung Rud..kamu bawa ke tempat Rahmat yaah..biar dikumpulin disana.."


"Iya mbak.."


Rudi lalu mengangkat beras-beras 10 kiloan ke samping garasi. Tidak terasa..waktu sudah menunjukan jam 12 malam..semua sembako sudah di data dan ditata menurut jenisnya


"Pada mau ngopi nggak nih?" tanya Aisyah pada teman-temannya yang istirahat setelah mendata sembako


"Boleh deh Syaah.." jawab Gisel


"Starbuck yaah?" tawar Aisyah


"Siapa yang mau jalan?" tanya Aisyah sambil membuka dompetnya


"Sini..gua aja Syaah.." tawar Rahmat


"Oke..saya cafelate ya Mat..sizenya large..yang lain terserah" kata Aisyah sambil memberikan uang kepada Rahmat


Rahmat lalu keliling mencatat pesanan teman-temannya yang lain


"Mbak..airnya nih.." tawar Rudi sambil memberikan air mineral ke Aisyah


"Eeh..oh..terima kasih ya Rud.." kaget Aisyah sambil menerima air mineral dari tangan Rudi


Rudi lalu duduk di sebelah Aisyah


"Mbak Aisyah nggak capek?" tanya Rudi


"Enggak Rud..ini nggak seberapa.." jawab Aisyah sambil meminum airnya


"Mbak Aisyah jangan sampai kecapekan ya mbak..nanti bisa sakit lho.." kata Rudi sambil menoleh ke arah Aisyah


Aisyah yang sedang minum..tertegun kaget mendengar perkataan Rudi barusan


"Ii..iya Rud..terima kasih" jawab Aisyah sambil tersenyum rikuh


Rudi menoleh ke arah samping garasi..seseorang memanggil dirinya


"Saya tinggal dulu ya mbak.."


"Iya Rud.."


Rudi segera menghampiri samping garasi..melihat Rudi pergi..Nita menghampiri Aisyah


"Rudi kayaknya seneng sama kamu tuh Syaah.." kata Nita sambil melihat Rudi yang menghilang di balik garasi


Aisyah hanya tersenyum hambar menjawab perkataan Nita barusan


"Bisa ajah kamu Nit..dia masih sekolah kan?" tanya Aisyah


"Iya..kalau nggak salah..kelas 3 SMA deh" jawab Nita


Aisyah mengambil handphonenya..dia lihat Bram menghubungi melalui video call


"Halo mas..assallamuallaikum.." sapa Aisyah


"Waallaikumsallam..Yaang?..siapa nih tebak?" tanya Bram sambil mengarahkan handphonenya ke arah samping


"Dindaaaa???..Dinda ikut SoTr mas?"


"Iya Yaang..sama Yopi"


Terdengar suara tertawa teman-teman Bram pada menggoda Yopi dan Dinda. Aisyah memperlihatkan layar handphonenya ke Nita


"Itu Dinda Syaah?..dari habis tharawih belum pulang tuh anak..mas Braaamm!!..Dinda suruh pulang mas..habis dari tharawih belum pulang tuh" kata Nita pada Bram


"Haah??..beneran Nit?..beneran Din?..lu belum balik?" tanya Bram pada Dinda disampingnya


"Yeeh..nih anak..anterin pulang dulu Yop..nggak enak ntar ama bokap nyokapnya..reseh juga luh..main bawa anak orang sampai malam"


Aisyah dan Nita tersenyum melihat layar handphonenya Aisyah menunjukan Yopi dan Dinda berjalan ke mobilnya Ryan..yang diiringi godaan dari teman-temannya


"Dah tuh Nit..anaknya sudah gua suruh balik"


"Terima kasih ya mas.." kata Nita


"Iyaa..udah dulu ya Yaang..pada mau jalan lagi nih" kata Bram


"Iya mas.."

__ADS_1


"Assallamuallaikum.." pamit Bram


"Waallaikumsallam" jawab Aisyah


__ADS_2