
Pagi itu..tampak pak Agung sedang membaca berita di tabletnya sambil ditemani secangkir kopi di teras rumah
Dari dalam munculah Bram yang tampak habis mandi sambil menenteng kopi di tanganya
"Pagi pah.." sapa Bram ke papahnya
"Pagi Bram.." jawab pak Agung
"Papah nggak ngantor?" tanya Bram sambil menaruh kopinya di meja
"Ngantor..tapi papah mau jalan siang..papah mau ketemu orang dulu disini..eh..iya Bram..kamu liat Aisyah nggak?" tanya pak Agung
"Nggak pah....." kata Bram sambil menyalakan rokoknya
"Coba kamu cari di workshopnya..kali ajah dia ada disana..bilang papah mau bicara.."
Bram lalu bangkit dan menuju ke garasi yang merupakan satu bagian dengan workshop Aisyah
"Syaaah..." kata Bram sambil membuka pintu workshop..tapi tidak ada Aisyah disana
"Aisyah kemana lagi?"
Tapi..mata Bram melihat di meja ada sebuah Blazer berwarna putih yang sudah jadi dan sepertinya tinggal finishing nya saja
Bram tersenyum..ternyata pesanan dia sudah selesai dikerjakan oleh Aisyah.
"Aisyah ngerjainnya kapan yaak..kok tau-tau dah jadi ajah"
Setelah di workshop tidak ada..Bram mencari ke halaman belakang
"Biii...bi Surti.." panggil Bram
Dari halaman belakang muncul bi Surti
"Daleeeem den...ada apa?"
"Aisyah kemana bi? Dicariin sama papah sekarang"
"Tadi neng Aisyah keluar sama Ibu den.."
"Kemana ya bi?" tanya Bram lagi
"Kurang tahu den..Ibu tidak ngomong tadi" jelas bi Surti
"Oh..ya udah kalau begitu bi.."
Lalu Bram mengambil handphone nya guna menghubungi mamahnya
"Assallamuallaikum mah...mamah kemana?..Aisyah sama mamah yaah?..Jeeeeh mamah mah..nggak..Aisyah dicariin papah sekarang..iya sekarang...lagi di rumah bu Johan?..ya udah..Aisyah ditungguin papah ya mah..oke mah..Assallamuallaikum."
Bram lalu kembali ke teras
"Aisyah nya lagi keluar sama mamah pah.." kata Bram sambil duduk di bangku
"Oooh..ya udah kalau gitu.." kata pak Agung seraya kembali membaca berita di tabletnya
Tak lama kemudian..mobil bu Yuli masuk ke carport..dan dari dalam mobil keluar Aisyah..setelah itu pak Rizal memundurkan mobilnya untuk keluar lagi..ternyata Aisyah pulang sendiri..tanpa bu Yuli
Aisyah segera menghampiri pak Agung
"Bapak nyari Aisyah?" tanyanya sambil duduk di bangku sebelah Bram
"Iya teh..besok lusa bapak sama ibu kan mau ke Singapura..nanti pas hari sabtu atau minggunya kalau bapak telpon kamu..kamu nyusul ke sana yaaah.."
"Aisyah nyusul ke Singapura pak?..sendirian?" tanya Aisyah heran
"Iyaa..soalnya ada perusahaan baru yang mau bapak akuisisi..tapi sebelum bapak ambil..lebih baik kamu audit dulu neraca keuangannya ya teh.." jelas pak Agung
"Ooh..baik kalau gitu pak" kata Aisyah
"Nanti bapak kirimin tiketnya ke kamu..teruuuuss hmmm..nanti kamu anter teteh ke bandara ya Bram.." kata pak Agung
Bram yang sedari tadi hanya menyimak..kaget..begitu papahnya menyebut namanya
"Oo..ookee pah..' Bram agak gelagepan
"Ya sudah itu ajah teh.." kata pak Agung
"Kalau gitu..Aisyah ke belakang dulu ya pak.." pamit Aisyah sambil beranjak menuju ke garasi
Sepeninggal Aisyah
"Pah..kok Aisyah disuruh audit keuangan di kantor papah sih? Memangnya dia bisa pah?" tanya Bram kepada papanya
Pak Agung hanya tersenyum sambil menaruh tabletnya di meja
"Dia tuh lulusan Sarjana Akuntansi S1 UI lho Bram..papah dah sering minta bantuan teteh untuk mengaudit keuangan di semua kantor papah..hasilnya sangat bagus" terang pak Agung
Bram hanya menyimak sambil melihat ke arah garasi.
"Kamu kira teteh cuma bisa menjahit pesanan baju doang yaaah?" tanya pak Agung
Bram mengangguk
"Justru menjahit itu cuma sekedar hoby buat teteh..walau hasilnya cukup lumayan menurut papah.."
"Kalau Aisyah lulusan S1..kok dia nggak kerja di tempat papah?" tanya Bram heran
Pak Agung tersenyum
"Teteh nya yang nggak mau Bram..padahal papah sudah memintanya berkali kali untuk kerja ditempat papah..tapi teteh selalu menolaknya..dia mau di rumah ajah..bantu-bantu mamah kamu alasannya" terang pak Agung
"Tapi kalau papah butuh bantuan dia buat audit dikantor..dia selalu siap Bram.."
"Kayak freelance gitu ya pah?"
"Iya"
Berarti Bram merasa dia dan Aisyah satu level dalam strata pendidikan..yang membedakannya..kalau dia lulusan Harvard USA sedangkan Aisyah lulusan UI.
"Pernah teteh ada tawaran kerja di perusahaan asing lho Bram..tapi ditolak sama teteh.." kata pak Agung sambil meminum kopinya
"Orang-orang kantor pada tahu nggak pah..kalau Aisyah itu siapanya papah?" tanya Bram
"Tidak ada yang tahu Bram..teteh yang memintanya ke papa.." jawab pak Agung
"Loh kok?" tanya Bram heran
"Iya..katanya biar tidak ada pikiran negatif soal teteh diantara orang-orang kantor..saat teteh ada audit di kantor...tapi hanya orang-orang tertentu saja Bram yang tahu status teteh dikantor..itu sudah papah handle..supaya tidak bicara ke orang-orang" terang pak Agung
Ditengah perbincangan Bram dan papahnya..Aisyah muncul dari dalam garasi..sambil melambaikan tangannya ke arah Bram
__ADS_1
"Masss..sini" panggil Aisyah
"Sebentar ya pah.." pamit Bram
Bram lalu menghampiri Aisyah
"Ada apa Syaah?" tanya Bram
Aisyah lalu mengajak Bram kedalam workshopnya.
"Nih mas coba dulu..ada yang kurang gak?" kata Aisyah sambil memberikan sebuah Blazer warna putih
"Waah..udah jadi Syaah?..cepet beneeer" kata Bram sambil menerima Blazer dari tangan Aisyah.
Bram lalu memakai Blazer itu dan mematutkannya di depan cermin
"Mas ada yang kerasa sempit nggak?" tanya Aisyah yang berdiri di belakang Bram
"Nggak Syaah..pas kok" jawab Bram sambil memutar-mutarkan badannya
"Alkhamdulillah.." syukur Aisyah.
"Kamu kok pinter banget sih Syaah" puji Bram
"Mas bisa ajah.." kata Aisyah tersipu-sipu malu
"Mas bayar berapa nih?" tanya Bram sambil melepaskan kembali Blazernya
"Bayar?..nggak usah..kan bahannya mas yang beli..jadi nggak ada yang perlu dibayar.." kata Aisyah
"Lhoo..tenaga kamu emangnya nggak masuk itungan..?"
"Nggak mass..nggak apa-apa..khusus buat mas Bram..Aisyah kasih gratis".
"Beneraan nih..mas nggak usah bayar?"
"Iyaaaa.."
"Kalau gitu..makasih ya cantiiik.." goda Bram sambil menjawil hidung Aisyah
Bluussshhh..
Aisyah pun tersenyum malu-malu..mukanya merona merah
"Huuuh..jantungku kok berdetak kenceng bener sih?"
Aisyah lalu duduk di kursi kerjanya dan mulai menggambar pola di bahan yang baru
"Bikin baju lagi Syaah?" tanya Bram sambil duduk di bangku yang ada di sebelah meja kerja Aisyah
"Iya mas..baju Bali..pesenannya Gabi" jawab Aisyah yang fokus pada pekerjaannya
Bram lalu melihat koleksi kebaya yang di pajang di manekin
"Kamu kok nggak promosiin koleksi kamu sih Syaah?..kebaya kebaya kamu tuh cakep cakep lhoo.." tanya Bram
"Itu pesenan orang mas..Aisyah nggak punya koleksi.."
"Laah..kok bisa" tanya Bram
"Iyaaa..Aisyah bikin baju berdasarkan pesanan ajah kok mas.." jawab Aisyah sambil menengok ke arah Bram
"Ooh gitu..eh..kamu punya Instagram nggak sih?" tanya Bram
"Facebook?"
Aisyah kembali menggelengkan kepalanya
"Aisyah nggak punya akun-akun sosmed mas.." kata Aisyah sambil terus menggambar
"Kenapa?"
"Nggak kenapa-napa mas..malas ajah"
"Oh iya..nomor hp kamu berapa sih?"
"0811xxxxxx" jawab Aisyah
"Kartu Halo?..sama kayak mas dong"
"Iya mas..bapak yang kasih buat Aisyah"
"Kalau WA punya dooong?.."
Aisyah pun mengangguk
Setelah itu Bram menyimpan nomor handphone Aisyah
"Tuh Syah..nomor handphone mas yaaak..udah mas WA ke nomor kamu..kamu save yaah.." kata Bram sambil memasukan handphonenya ke saku celananya
"Sudah tahu mas..nomor mas sudah ada di handphone Aisyah"
"Sudah ada?..tahu dari siapa kamu?" tanya Bram
"Mau tau aja?..apa mau tau banget?" goda Aisyah
"Yeeeeh...ngeledeeek... Mas gangguin nih..hayuuuk..tau dari siapa nomer mas?.." tanya Bram yang menggoda Aisyah sambil menggelitik pinggangnya
"Geli mas..massss...geli.." kata Aisyah yang menggelinjang kegelian
Bram terus menggoda Aisyah sampai dia tahu..dari siapa Aisyah mendapatkan nomer handphone nya
Sampai ada ketukan di pintu workshop Aisyah..
"Mas Braaaam...ada temannya di depan mas.."
Ternyata pak Imam yang mengetuk pintu workshop
Bram lalu keluar dari workshop untuk menemui pak Imam
"Siapa pak?" tanya Bram
"Ada lima orang mas..tapi yang saya kenal cuma mas Doni sama mas Ryan doang.." jawab pak Imam
"Oooh iyaa..suruh masuk aja ya pak..suruh tunggu di teras samping..nanti saya ke situ" pinta Bram
"Baik Mas" kata pak Imam sambil kembali ke depan
Begitu Bram membalikan badannya..pintu workshop sudah tertutup dan di kunci dari dalam oleh Aisyah
"Syaaah..kok dikunci siih?" tanya Bram sambil memainkan handle pintu
__ADS_1
"Iyaaa...Abisan mas kalau di dalem gangguin ajah..ntar kerjaan Aisyah nggak kelar-kelar jadinya"
"Buka nggak.." pinta Bram
"Nggaaaak..." kata Aisyah
"Buka nggak?..kalo nggaaaak.."
"Kalo nggak kenapa?" tantang Aisyah dari balik pintu
"Mas dobrak nih pintunya.." ancam Bram
"Dobrak ajah..ntar Aisyah tinggal bilang sama Ibu.." kata Aisyah sambil tersenyum geli
"Bilang apaan?" tanya Bram
"Yang kemarin..waktu mas Bram ciuman sama kak Lid di kamar mas.." jawab Aisyah
Deg..Bram langsung terdiam
"Masss...??" panggil Aisyah
Aisyah tidak tahu..kalau Bram sudah beranjak ke teras samping..untuk menemui teman-temannya
"Masss Braaam??" panggil Aisyah sekali lagi
Aisyah menempelkan kupingnya di pintu untuk memastikan apa masih ada suara
Setelah memastikan tidak ada sahutan..Aisyah melanjutkan pekerjaannya.
___________
Bram menghampiri teman-teman tongkrongannya di komplek tempat tinggalnya
"Yo!..wassap bro?" tanya Hendra sambil menghampiri Bram dan memeluknya
Bram memeluk satu persatu teman-temannya yang baru ketemu semenjak dirinya kuliah di luar negeri
"Gimana kabar lu Bram?" tanya Ryan
"Baik men" jawab Bram sambil duduk di kursi
"Di depan tamu siapa Bram?" tanya Doni sambil menaruh bungkusan yang berisikan minuman di atas meja
"Tamu bokap gua.." jawab Bram
"Lu dah dapet undangan buat reuni?" tanya Doni
"Udah..kemarin si Sisil nganterin kemari"
Bram menerima kaleng minuman dari tangan Ryan..dia melihat Beni celingak-celinguk ke arah garasi
"Kenapa lu Ben?" tanya Bram
"Aisyah mana Bram?" tanya Beni
"Ngapain lu nanyain Aisyah?" jawab Bram sambil meminum minumannya
"Aah..nggak Bram.."
"Bram..gimana Lidya?" tanya Doni
"Dah gua putusin..ternyata apa yang lu bilang bener Don.." kata Bram
"Sebetulnya gua nggak mau ikut campur masalah elu sama Lidya sih Bram..tapi semenjak gua ketemu dia di Alexis..mau nggak mau..terpaksa gua ngomong ke elu"
"Yoi men..thanks atas informasinya..sebelum elu ngomong ama gua..gua udah sekali ketemu ama Lidya lagi makan sama cowok di Marriot.."
Bram meminum minumannya sebelum melanjutkan ceritanya
"Terus..nyokap gua juga nggak seneng kalau ketemu sama Lidya.."
"Nyokap lu tahu?" tanya Doni
"Kalau Lidya cewek panggilan?" tanya Bram memastikan
Doni menganggukan kepalanya
"Kayaknya tahu deh..cuman nyokap gua nggak mau ngomong ke gua" ucap Bram sambil melihat kaleng minumannya
"Udahlah...ganti topik..cewek nggak bener pada lu omongin" potong Ryan
"Nah elu sendiri?..bagaimana kabar lu sama Niken?" tanya Bram
"Udah ke laut Bram.." jawab Ryan santai sambil memakan kacang kulitnya
Bram pun tertawa geli..dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Dia kapan sih Bram..mau seriusan sama cewek" timpal Yopi yang sedari tadi hanya sibuk makan kacang kulitnya
"Mumpung masih muda Yop.." ucap Ryan
"Niken cewek lu yang ke berapa Yan?" tanya Doni sambil tersenyum
"Yang ke sepuluh.."
"Busyeeeet!!..Don Juan kelas kakap juga lu Yan" kata Bram sambil tertawa
Tapi tawa Bram langsung berhenti..karena dia melihat Beni masih saja celingak-celinguk ke arah garasi..nggak konsen ke obrolan
Dengan kesal..Bram sambit Beni dengan kacang kulitnya
"Woooii!!..ngapain lu?" tanya Bram kesal
"Nggak Bram..nggak apa-apa.." jawab Beni sambil nyengir
Bram lalu bangun dan menuju ke arah pintu yang menghubungkan teras samping dengan garasi
"Syaaah?" panggil Bram
"Iya mas?" jawab Aisyah dari dalam workshop
"Nanti kamu jangan lewat teras samping yaaah?" pinta Bram
Aisyah muncul dari balik pintu workshop
"Kenapa memangnya mas?" tanya Aisyah
"Ada Beni.." jawab Bram sambil menutup pintu
Aisyah hanya tersenyum geli dan kembali masuk ke dalam workshopnya
__ADS_1
"Si setaaaaannn!!...nggak boleh ngelihat orang seneng ajah luh!!" kesal Beni sambil menyambit Bram dengan kacang kulitnya
Bram dan lainnya hanya tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan Beni