Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
73.Dirundung Rindu


__ADS_3

Setelah mandi..Aisyah keluar dari kamar..dan dia menuju ke kamar Bima..dia ketuk perlahan pintu kamarnya Bima


"Deeek?..makan dulu yuk" ajak Aisyah


"Nggak mau!!..Bima nggak lapar!!" jawab Bima dari dalam kamar


Aisyah tersenyum..dia lalu membuka pintu kamar Bima dan dia lihat Bima meringkuk di ranjangnya membelakangi pintu kamar


"Deek?..kita makan yuuk?" ajak Aisyah sambil duduk di tepi ranjang Bima


Bima hanya diam..Aisyah menoleh ke pintu kamar..bu Rini sudah ada di ambang pintu berdiri melihat ke dalam kamar


"Bu?..ibu besok mau ikut teteh nggak?" tanya Aisyah sambil menahan senyumannya..dia lirik Bima yang masih bergeming diam


"Ikut teh.." jawab bu Rini


"Dedek besok jangan diajak ya bu?..dedek biar dirumah ajah.."


Bima langsung bangun dan melihat ke Aisyah dengan muka yang memerah kesal


"Ibu kok diajak teh?" tanya Bima dengan mata yang akan menangis


"Iya..habisan dedeknya ngambek terus..teteh jadinya ngajak ibu ajah..buat nemenin teteh besok.." jawab Aisyah sambil memasang muka ketusnya


Bu Rini tersenyum geli melihat Aisyah menggoda Bima


"Aaaaaah...teteh curaaaang!!!" kesal Bima


Bima hampiri Aisyah..dia pukuli pundak Aisyah sambil terisak nangis


"Dedek masih ngambek nggak?" tanya Aisyah sambil menahan tangan Bima


Bima gelengkan kepalanya sambil dia usap airmatanya yang mulai menggenang di pelupuk matanya


"Kalau sudah nggak ngambek..senyum doong?" pinta Aisyah


Dengan malu-malu..Bima mulai menyunggingkan senyumannya


"Peluk teteh!!.." pinta Aisyah dengan bibirnya mengerucut sambil merentangkan tangannya


Bima langsung memeluk Aisyah..Aisyah menahan senyumnya sambil membalas pelukan Bima


"Ya sudah..kita makan dulu yuuk?..ayah sudah nungguin kita di meja makan tuh.." ajak bu Rini


"Dedek minta maaf dulu sama ibu..tadi kan dedek sudah banting pintu kamar" pinta Aisyah


Bima turun dari ranjangnya dan mendekati ibunya serta mencium tangannya


"Bima minta maaf ya bu.." pinta Bima


"Iya sayang.." jawab bu Rini sambil mencium kening Bima lembut


Bima lalu menyaut tangan Aisyah mengajak Aisyah untuk keluar dari kamar. Bu Rini memberikan kedipan matanya ke Aisyah karena berhasil membujuk Bima yang ngambek untuk keluar dari kamar


***


Setelah makan malam..Aisyah duduk di meja belajarnya..dengan ditemani segelas kopi hitam. Dia pandangi layar handphonenya yang menampilkan aplikasi WA..dia melihat pesan dia yang dia kirim ke nomor Bram..masih saja centang hitam satu..belum centang biru dua


"Mosok mas Bram belum mendarat sih?" batin Aisyah


Akhirnya dia menghubungi bu Yuli


"Assallamuallaikum bu..sehat bu..Aisyah baru selesai makan malam..ibu..mas Bram kok belum mendarat yaah?..soalnya WA Aisyah masih centang hitam satu bu..kayak handphonenya mas Bram nggak aktif..mangkanya bu..nggak biasanya kan?..biasanya juga sudah sampai rumah..sudah bu..rumah ayah sudah selesai..tadi siang Aisyah kesana..ketemu sama pak Pono.."


Aisyah melihat kearah pintu..bu Rini masuk ke dalam kamar dan duduk di bibir ranjang..berhadapan dengan Aisyah


"Besok Aisyah mau ke pabriknya kakek bu..sama bu Rini sama Bima..iya..mampir dulu ke tempat nenek..iya bu...eh..ibu..nanti kalau mas Bram sudah sampai dirumah..suruh telpon Aisyah ya bu?..iya..sekarang..nggak apa-apa bu.. waallaikumsalaam.."


Bu Rini membelai rambut Aisyah yang tertutup pasminanya sambil tersenyum


"Teteh kenapa?..kangen ya?

__ADS_1


sama Bram?" tanya bu Rini


Aisyah yang menunduk sambil melihat handphonenya..hanya menganggukan kepalanya dengan perlahan. Aisyah kemudian pindah ke sebelah bu Rini dan langsung merebahkan badannya dan menaruh kepalanya di pangkuan bu Rini. Bu Rini hanya tersenyum sambil membelai kepala Aisyah


"Sabar atuh teh..hari sabtu kan kalian pasti ketemu.." hibur bu Rini


"Tapi?..Aisyah kangennya sekarang bu sama mas Bram..huft.." rajuk Aisyah


"Bram kan lagi ke Jerman..urusan kerjaan..kamu doain ajah yaah?..supaya urusan dia lancar dan cepat selesai..terus selamat sampai di rumah.."


"Iya bu..tapi nggak biasanya bu..mas Bram sekarang belum sampai..kalau mas Bram dari Jerman jam 2 kemarin siang..harusnya tadi jam 3..mas Bram pesawatnya sudah mendarat..tapi ini kok belum ada kabar.." kata Aisyah yang tetap meletakan kepalanya di pangkuan bu Rini melihat layar handphonennya


Bu Rini tersenyum..melihat Aisyah yang sedang dirundung rindu


"Sekarang teteh tidur yaah?..besok kan kita mau jalan pagi-pagi ke rumahnya kakek.." ucap bu Rini


"Aisyah tidur di paha ibu yaaah?" pinta Aisyah sambil mendongak ke atas..melihat ke bu Rini


Bu Rini menganggukan kepalanya. Aisyah sesaat bangun..dia buka pasminanya dan dia rebahkan kembali kepalanya di pangkuan bu Rini..bu Rini membelai dengan lembut rambut Aisyah yang hitam panjang dan halus. Bu Rini tak lupa menyanyikan lagu Bubuy Bulan..mengiringi Aisyah yang tidur di pahanya


Setelah memastikan Aisyah yang sudah tertidur..bu Rini dengan perlahan mengangkat kepala Aisyah dan dia taruh di bantalnya. Aisyah menggeliat pelan sambil memiringkan badannya ke arah tembok. Bu Rini menyelimuti badan Aisyah dan tak lupa di kecup kening Aisyah dengan lembut..kemudian bu Rini keluar dari dalam kamar Aisyah sambil menutup pintu kamar


***


Kabut tipis masuk ke dalam kamar Aisyah..kabut itu berkumpul dan menggumpal berwujud bayangan sesosok manusia secara perlahan..setelah kabut itu hilang..munculah Bram yang hadir di dalam kamar Aisyah..dia dibantu oleh Ningrum untuk datang ke kamar Aisyah malam ini


"Kamu bikin kamar Aisyah kedap suara ya Ningrum.." pinta Bram dalam hatinya sambil melihat ke Ningrum yang melayang di sebelahnya


"Baik masku.." jawab Ningrum


"Gua nggak mau..suara Aisyah kedengaran sama tante Rini"


Ningrum menganggukan kepalanya


"Sayaaang?..bangun doong?..mas ada disini nih.." panggil Bram yang masih berdiri di sisi ranjang


"Sayang?" panggil Bram lagi


Aisyah menggeliat pelan..karena ada suara yang membangunkannya..dia palingkan wajahnya ke belakang


Aisyah mengucek-ngucek matanya sebentar..untuk memastikan siapa yang berdiri di sisi ranjangnya


"MAS BRAAAM??..MAS BRAAAMM!!" teriak Aisyah sambil bangun untuk menghampiri Bram yang berdiri di pinggir ranjang dan segera loncat ke pelukan Bram


Bram menerima pelukan Aisyah sambil tertawa..dia usap-usap punggung Aisyah yang masih memeluknya dengan sangat erat


Bram menenangkan Aisyah yang menangis di pelukannya


"Hssssh...jangan nangis aaah.." bujuk Bram


"MAS BOHOOONG..HUHUHU..MAS BOHONG SAMA AISYAH!!..KATANYA MAS MAU ANTERIN AISYAH!!..HUHUHU" tangis Aisyah


Pecahlah tangis Aisyah di pelukan Bram..Aisyah kaitkan kakinya di pinggang Bram..sepertinya Aisyah tidak mau berpisah dengan Bram


"Heeeeh!!..udah diem aaah..kamu nggak malu sama Ningrum?" bujuk Bram sambil menoleh ke Aisyah yang memeluknya dengan erat


Ningrum tersenyum geli melihat Aisyah yang menangis meluapkan rasa rindunya pada Bram


Bram lalu duduk di bibir ranjang. Aisyah masih menangis di pelukan Bram


"Udah ah Yaang..."


Aisyah menarik kepalanya dari pundak Bram..Bram melihat mata Aisyah sembab dengan airmatanya..sesekali Aisyah sesugukan menahan tangisnya. Bram mengusap air mata Aisyah yang mengalir di pipinya dengan lembut


"Kamu kangen yah?..sama mas?" goda Bram sambil menjawil hidung Aisyah


Aisyah yang masih menangis..menganggukan kepalanya dengan cepat


"Kalau kangen..cium mas dong.." pinta Bram


Aisyah langsung menciumi sekujur wajah Bram..Bram hanya tertawa yang menerima serangan ciuman Aisyah yang bertubi-tubi di wajahnya. Aisyah yang puas menciumi wajah Bram..dia pandangi mata Bram. Kemudian Bram mengkulum bibir Aisyah dengan lembut..Aisyah membalas ciuman Bram. Lidah mereka saling membelit di dalam rongga mulut masing-masing

__ADS_1


Cukup lama mereka saling membelitkan lidahnya masing-masing..seakan-akan membalas dendam akan kerinduan yang selama ini menyesakan di dada


Bram menempelkan keningnya ke kening Aisyah..begitu bibirnya lepas dari ******* Aisyah. Hanya terdengar nafas mereka yang memburu


"Kamu sekarang sudah pinter yaah?.." goda Bram yang berhasil membuat muka Aisyah merona dan menyelusup di ceruk leher Bram


"Turun dong Yaang..mas berat nih.." pinta Bram


"Nggak mau!!" potong Aisyah sambil mempererat pelukannya


"Ntar mas ninggalin Aisyah lagi.." rajuk Aisyah


Bram lalu berdiri dan menaruh badan Aisyah di ranjangnya..Aisyah makin memperat pelukannya


"Pelukan kamu lepas dulu dong Yaang.." pinta Bram


"Tapi mas jangan pergi yaah?"


"Iyaa..lepasin dulu..mas ribet nih.."


Aisyah melepaskan pelukannya..dia menggeser badannya agak ke tengah..supaya Bram bisa merebahkan badannya di sampingnya. Aisyah segera memeluk Bram kembali..begitu Bram membuka tangannya


"Mas kok bisa kesini?" tanya Aisyah sambil menaruh kepalanya di bahu Bram


"Bisa doong..kan ada Ningrum" jawab Bram


Aisyah menoleh ke Ningrum yang masih melayang di dekat meja belajar. Ningrum tersenyum ke Aisyah


"Mas sekarang tidur disini yaaah?..sama Aisyah?" pinta Aisyah


"Jangan Yaang..nanti kalau tante sampai tahu mas ada disini?..apa nggak heboh?"


"Nggak mau!!..pokoknya mas tidur disini sama Aisyah!!" rajuk Aisyah


"Iyaa..iyaa..tapi?..kamunya jangan berisik yaah?..nanti bangunin tante"


Aisyah tersenyum girang sambil merapatkan pelukannya


"Mas sampai di Jakarta kapan?..barusan?" tanya Aisyah


"Nggak..dari tadi siang..sekitar jam 2" jawab Bram


"Kalau sampainya siang..mas kok nggak bales WA Aisyah?" tanya Aisyah


"Hpnya sengaja mas matiin..mas pengen tahu..kamu kuat nggak nahan rindu sama mas?"


Bram berteriak...karena pinggangnya dicubit oleh Aisyah


"Kok malah nyubit mas sih?" tanya Bram sambil tertawa


"Mas jahat!!.." isak Aisyah


Bram segera memeluk kepala Aisyah begitu melihat Aisyah kembali menangis


"Mas minta maaf yaah?" kata Bram sambil mencium rambut Aisyah


"Kamunya bobo yaah?..mas temenin kamu malam ini.."


Aisyah yang menangis di dada Bram..perlahan-lahan diam dan tidak ada suara lagi yang terdengar..hanya suara desah nafas Aisyah yang teratur. Bram melihat Aisyah sudah tertidur lagi di pelukannya


Dengan perlahan..Bram melepaskan pelukan Aisyah dan menaruh kepala Aisyah di bantalnya. Bram bangun dengan sangat hati-hati..agar Aisyah tidak terbangun ketika dia turun dari ranjang. Setelah turun..Bram selimuti Aisyah dan dia kecup kening Aisyah dengan lembut


"Met bobo ya cantik..mas juga kangen sama kamu.." bisik Bram sambil mengusap airmata Aisyah yang berada di ujung mata Aisyah dengan ujung jarinya


Bram lalu melihat Ningrum yang masih melayang di tempatnya


"Ayo Ningrum..kita pulang.." pinta Bram


"Baik masku.." jawab Ningrum sambil menyentuh pundak Bram


Dalam sekejap..Bram dan Ningrum sudah lenyap dari dalam kamar Aisyah

__ADS_1


.


.


__ADS_2