Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
82.Penyesalan Bram


__ADS_3

Aisyah berjalan menaiki tangga vila dan menuju ke kamar lantai dua yang dipersiapkan untuk sepasang pengantin baru. Aisyah membuka pintu kamar..dan dia lihat Bram tengah menelungkup miring tidur di ranjang membelakangi pintu kamar. Setelah menutup pintu kamar..Aisyah melepaskan hijabnya dan menghampiri ranjang


"Maaas?.." panggil Aisyah seraya merebahkan badannya di samping Bram yang memunggunginya


"Mas Bram?" panggil Aisyah lagi


"Mas marah yaaah?" tanya Aisyah


Dengan lembut..Aisyah memeluk pinggang Bram dan dia rapatkan badannya ke punggung Bram


"Masss?..Aisyah minta maaf yaaah?..gara-gara Aisyah yang lagi dapet..mas jadi marah ke semuanya.." isak Aisyah


Bram masih bergeming diam


"Gara-gara Aisyah..malam pertama kita jadi kacau begini..Aisyah minta maaf ya mas.."


Aisyah terisak menangis di punggung Bram..isakan yang membuat hati Bram mulai luluh..mendengar istrinya menangis sambil memohon maaf ke dirinya..walau itu diluar kuasa Aisyah untuk menolak kedatangan tamu bulanannya. Dengan perlahan Bram memutar badannya dan langsung memeluk Aisyah di dadanya


"Nggak Yaang..kamu nggak pantas minta maaf ke mas..mas yang harusnya minta maaf sama kamu..mas harusnya malu ke semua..karena mas dengan egois ninggalin makan malam tadi.." kata Bram sambil mencium rambut Aisyah berulang kali


"Mas minta maaf yaah?" pinta Bram lembut di telinga Aisyah


"Iya mas..hiks.." jawab Aisyah


Bram mengelap airmata Aisyah yang sudah menggenang di pelupuk matanya dan dia kecup dengan lembut kedua mata Aisyah


"Mas minta maaf..sudah bikin kamu nangis di hari yang special buat kita.." pinta Bram sambil tersenyum sendu


Aisyah tersenyum haru


"Sekali lagi..mas minta maaf yaah?" pinta Bram sambil mengecup kening Aisyah

__ADS_1


"Mas harus minta maaf sama mamah..sama Gisel..sama anak-anak semua ya mas.." pinta Aisyah sambil mendongak menatap wajah Bram


"Kenapa memangnya?" tanya Bram bingung


"Tadi mamah sampai nangis supaya Aisyah menyampaikan permintaan maaf mamah ke mas..karena mamah sudah menegur mas dengan keras di depan anak-anak.." jawab Aisyah


Bram terenyuh mendengar jawaban Aisyah..gara-gara keegoisannya..mamahnya sampai merasa bersalah ke dirinya. Dan apa tadi..mamahnya sampai menangis karena melihat dirinya marah?


"Iya Yaang..besok mas mau minta maaf sama mamah..sama anak-anak"


"Terutama Gisel ya mas..tadi dia juga nangis pas ngomong sama Aisyah..soalnya tadi dia cuma bercanda doang.."


Bram makin terenyuh hatinya


"Iya Yaang..sekarang anak-anak sudah pada tidur belum?" tanya Bram


"Belum mas..anak-anak pada keluar..katanya mau ngilangin suntuk..pada mau jalan-jalan ke bawah..ke Cihampelas.." jawab Aisyah


Bram mengutuk kebodohan dan keegoisan dirinya sendiri. Bram mengambil handphonenya dan dia hubungi Doni


"Halo men?..lu dimana?..gua minta maaf yaah?..yang tadi..iya..sampain ke anak-anak yaah..gua bener-bener minta maaf..lu jangan pada balik ke Jakarta dulu yaak..thanks men..lu emang sobat sejati gua..oke deh..have fun yaah?..hahaha..nggak usah..elu elu ajah..iyaa..dah yaaak?"


Bram memutuskan sambungan teleponnya


"Mereka pada mau kemana mas?" tanya Aisyah


"Pada mau nyari pub..pada mau minum..ngilangin stress" jawab Bram sambil tersenyum sambil mencari nomor Gisel di phonebooknya


"Mas mau nelpon siapa lagi?" tanya Aisyah yang melirik ke layar handphone Bram


"Nelpon Gisel.."

__ADS_1


"Udah tidur kali mas..besok ajah.." usul Aisyah


"Ya udah deh.." kata Bram sambil menaruh handphonenya di nakas


"Terus?..kita mau ngapain nih?" tanya Bram sambil menaikan sebelah alisnya


"Mas maunya apa?" tantang balik Aisyah


"Hmmm..kelonan ajah yuk?..seperti biasanya.." jawab Bram


Aisyah menganggukan kepalanya


"Tapi?..karena kita sudah sah menjadi pasangan suami istri..jadi.."


Bram sengaja menggantung ucapannya..Aisyah pun keningnya berkerut..penasaran akan apa yang akan Bram lanjutkan


"Terusannya apa lagi mas?" tanya Aisyah penasaran


"Tangan mas boleh belanja doooong?.."


Aisyah terpekik kaget karena tangan Bram sudah menelusup ke balik bajunya


"Maasss!!...mas jangan macem-macem yaaah?" pinta Aisyah dengan mata melotot memperingati Bram


"Mas nggak macem-macem Yaang..mas maunya cuma satu macam doang.."


Aisyah berteriak kegelian karena tangan Bram sudah menggelitik pinggangnya. Bram tidak memperdulikan teriakan Aisyah yang minta ampun dan memintanya menghentikan gelitikannya di pinggang Aisyah


Malam pertama untuk Bram dan Aisyah hanya dilewati dengan saling gelitik diantara mereka


.

__ADS_1


.


__ADS_2