Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
71.Renovasi Rumah Ayah


__ADS_3

Petugas kasir mengembalikan kartu ATM kepada Aisyah


"Terima kasih bu..atas kunjungannya" ujar petugas kasir itu


"Iya mbak..sama-sama"


Setelah memasukan kartu ATM ke dalam tasnya..Aisyah celingukan mencari Bima yang tidak ada didekatnya


"Deeek??..dedeeeek?" panggil Aisyah


Aisyah tersenyum setelah menemukan Bima yang ada di depan lobi restoran. Dia melihat Bima tengah berjongkok dan berbicara ke seorang bapak-bapak tua penjual kue semprong yang menjajakan dagangannya di depan pintu masuk restoran


"Deeek?" panggil Aisyah sambil menghampiri Bima


Bima menoleh ke arah Aisyah


"Dedek ngapain?..dedek mau?" tanya Aisyah


Bima bangun dan memegang lengan Aisyah


"Teeh?..Bima mau beliin nasi buat bapak itu boleh yaah?..kasihan teh..katanya bapak itu belum makan.." pinta Bima


Sontak Aisyah tersenyum haru..melihat Bima yang ingin membelikan nasi buat bapak-bapak penjual kue semprong


"Boleh dek.." jawab Aisyah sambil tersenyum


Bima langsung berlari masuk kedalam restoran dan memesankan nasi buat bapak-bapak penjual kue semprong


"Dedek mau beliin apa?" tanya Aisyah sambil menghampiri Bima dan duduk di sebelah Bima yang berdiri


Bima melihat-lihat daftar menu yang ada di tangannya


"Beliin ini ajah dek..sama juice sirsak" usul Aisyah sambil menunjuk paket nasi timbal


"Iya deh.."


Aisyah memanggil pegawai Saung Kuring


"Mas..saya pesan paket nasi timbal yaah?..sama juice sirsaknya.."


"Baik bu..dibungkus bu?" tanyanya


"Iya mas.."


Sepeninggal pegawai Saung Kuring yang masuk ke dapur..Aisyah menarik Bima untuk duduk di pangkuannya


"Teteh seneng deh..kalau dedek suka memberi ke orang lain.." kata Aisyah sambil mencium rambut Bima


"Iya teh..kan teteh pernah ngomong ke Bima..kalau kita harus saling berbagi.."


Aisyah tertawa kecil sambil mencium kembali rambut Bima. Aisyah menuju ke kasir..karena pesanannya sudah jadi..tapi begitu Aisyah akan memberikan atm nya ke kasir..Bima menarik-narik ujung baju Aisyah


"Apaan dek?" tanya Aisyah sambil menoleh ke arah Bima


"Bayarnya pakai uang Bima ajah nih teh.." kata Bima sambil memberikan uang 50 ribu ke Aisyah


"Pakai uang teteh ajah..uang dedek simpan lagi.."


"Jangan teh..kan Bima yang mau ngasih..jadi..pakai uang Bima ajah" ujar Bima bersikeras agar Aisyah menerima uangnya untuk membayar


"Memangnya dedek ada uangnya?" tanya Aisyah


"Ada teh.." jawab Bima


Akhirnya Aisyah mengambil uang Bima..tapi tanpa sepengetahuan Bima..Aisyah menyimpan uang Bima di selipan tangannya dan tetap dia pakai ATMnya untuk membayar. Petugas kasir tersenyum melihat Aisyah memberikan kode dengan kedipan matanya


"Terima kasih ya mbak.." ujar Aisyah


"Iya bu..sama-sama"


Aisyah mengambil bungkusan paket nasi timbel dan dia berikan ke Bima

__ADS_1


"Nih..dedek kasih ke bapaknya"


Bima terima bungkusan nasi kotak dari Aisyah dan dia langsung ke depan untuk dia berikan ke bapak-bapak penjual kue semprong


"Paak..bapak makan dulu yaah?" pinta Bima sambil memberikan nasi kotak ke bapak itu


Sesaat bapak-bapak penjual kue semprong terkejut ketika Bima memberikan nasi kotak ke dirinya


"Terima kasih ya jaaang..terima kasih.." kata bapak itu yang terharu sambil mengangguk-angguk hormat ke Bima


Bima kembali menghampiri Aisyah yang menunggunya..Aisyah lalu mengucek-ucek rambut Bima


"Kita jalan yuuk?" ajak Aisyah


"Ayuk teh.."


"Terima kasih ya neng.." kata bapak tua itu ketika Aisyah lewat di depan dagangannya


"Iya pak..sama-sama" jawab Aisyah yang tersenyum sambil mengangguk hormat


Bapak tua penjual kue semprong itu..tersenyum haru..melihat nasi kotak pemberian Bima. Dia lalu buka tutup nasi kotaknya..dan seketika matanya terbelalak kaget dan bibirnya bergetar menahan harunya..ternyata di dalam nasi kotaknya..Aisyah menyelipkan uang sebesar satu juta rupiah yang dia taruh didalam plastik pembungkus tisu..air mata bapak itu mengalir dipipinya yang sudah keriput


"Ya Allooooh...ya Gusti.. alkhamdulillaah..terima kasih atas rezekimu.." ujar bapak itu sambil mencium uang pemberian Aisyah


"Terima kasih neeeng...terima kasih ya jaaaang.." ucap bapak itu yang melihat mobil Aisyah keluar dari parkiran Saung Kuring


***


Mobil Aisyah mulai menyelusuri jalan raya Ir Juanda menuju ke Dago


"Dedek kalau ngantuk..bobo ajah..nanti kalau sudah sampai di Dago teteh bangunin.." kata Aisyah


Bima lalu mengatur bangkunya..agar dia nyaman untuk tidur. Aisyah menutup ventilasi ac yang mengarah langsung ke badan Bima dan dia kecilkan suhu ac nya. Aisyah tersenyum sambil mengusap-usap rambut Bima


Tidak membutuhkan waktu yang lama..mobil Aisyah sudah memasuki wilayah Dago Pakar


Aisyah membelokan mobilnya ke kiri dan menyusuri jalan yang menuju ke arah rumah ayahnya. Saat melintas di depan vila kepunyaan pak Agung..Aisyah hanya tersenyum sambil melihat vila yang ada di sebelah kanannya..dia tidak mampir ke vila..dia langsung menuju ke rumah ayahnya


Dari kejauhan..Aisyah sudah melihat pagar rumah ayahnya dan tembok yang mengelilingi halaman rumah..sudah rapi dan bagus..seperti baru. Aisyah masukan mobilnya ke halaman..dia langsung menangis haru..rumah ayahnya kini sudah rapi dan bagus seperti sedia kala..sama persis saat dia kecil dulu


"Halo teh Aisyah...apa kabar?" sapa Pono sambil menjulurkan tangannya


"Kabar baik pak.." jawab Aisyah


"Ayuk teh..teteh bisa lihat kedalam.." ajak Pono


Selagi Aisyah mengikuti Pono menuju ke rumahnya..dia melihat Land Rover Defender warna putih gading kepunyaan kakek Nandar terparkir di garasi yang sepertinya baru dibuat oleh Pono di samping rumah. Mobil itu sepertinya sudah selesai di restorasi


"Mobilnya kapan datang pak?" tanya Aisyah sambil menghampiri garasi


"Hari Jumat teh..kata yang bawa..mereka dipesan untuk menaruh disini.."


Aisyah memfoto mobil kakeknya dan dia kirim ke nomornya Bram melalui pesan WA


"Memangnya ini mobil siapa teh?" tanya Pono


"Mobil kakek saya pak.." jawab Aisyah


Setelah melihat-lihat mobil kakek Nandar..Aisyah masuk ke dalam rumah ayahnya. Aisyah kembali tersenyum haru begitu masuk dan melihat keadaan di dalam rumahnya..suasananya kembali seperti sedia kala..bersih dan rapi..tidak lagi kumuh dan kotor..saat dia dan Bram terakhir kali melihatnya


"Saya bikin seperti sedia kala teh..sesuai permintaan pak Agung.." ujar Pono


"Iya pak..terima kasih"


Aisyah lalu menelusuri setiap ruangan yang ada di dalam rumahnya..pikirannya kembali melayang ke masa lalu..saat dia masih kecil dan kedua orangtuanya masih ada. Pono mendampingi Aisyah sambil menjelaskan setiap bagian-bagian yang diganti olehnya. Setelah puas berkeliling..Aisyah kembali ke depan


"Yang bersihin bapak juga?" tanya Aisyah yang melihat halaman depan rumahnya bersih dari rumput ilalang


"Iya teh..semuanya..termasuk yang di belakang" jawab Pono


Aisyah berjalan menghampiri pohon jambu yang ada di halaman..dia melihat ayunan juga sudah diperbaiki dan dicat ulang oleh Pono. Dia pegang rantai ayunan itu..dia terkenang kembali saat kecil dulu..disini dia dan Bram sering bermain berdua

__ADS_1


"Teteh?..maaf..saya mohon pamit dulu yaah?" pamit Pono sambil memberikan kunci rumah ke Aisyah


"Kok buru-buru pak?" tanya Aisyah


"Iya teh..saya sudah ditunggu sama orang di Cihampelas..ada rumah yang mau dipugar" jawab Pono


Aisyah memberikan uang diselipan tangannya sambil menjabat tangan Pono


"Nih pak..buat beli rokok.."


"Terima kasih ya teh..saya pamit yaah?"


"Iya pak.."


Pono lalu menuju ke mobilnya yang parkir di sebelah rumah Aisyah


"Mari teeh.." pamit Pono dari dalam mobil Avanzanya begitu lewat di depan Aisyah


"Iya pak..hati-hati" jawab Aisyah sambil melambaikan tangannya


Sepeninggal Pono..Aisyah melihat ke dalam mobilnya..dia lihat Bima masih terlelap tidur di kursinya. Aisyah lalu menuju ke ayunan..dan dia duduk disana..dia ayunkan sendiri ayunanya sambil dia lihat-lihat halaman rumah ayahnya yang sudah bersih dan hijau


"Ayaah..rumahnya ayah sudah bagus lagi.." ujar lirih Aisyah sambil menatap langit sore yang cerah


Dia ambil handphonenya untuk melihat WA punya Bram..masih centang satu warna hitam..pesan gambar terakhir yang dia kirim


"Masih di pesawat kayaknya nih mas Bram" batin Aisyah


Dia lalu melihat koleksi fotonya di galeri..dia tersenyum sambil menzoom foto Bram yang tengah selfie saat menganggu dirinya ketika mengerjakan laporan audit dulu


"Aisyah kangen mass..." ujar Aisyah lirih


Tak terasa..air mata menitik di ujung matanya


"Teeeh??" panggil Bima yang sudah bangun dan keluar dari dalam mobil


"Eh..dedek dah bangun?" tanya Aisyah sambil mengelap airmatanya


"Teteh ngapain?" tanya Bima sambil menghampiri Aisyah


Aisyah lalu memeluk Bima dan dia putar untuk membelakanginya


"Ini dimana teh?" tanya Bima sambil melihat ke sekeliling halaman


"Ini rumah ayah teteh.." jawab Aisyah sambil mencium rambut Bima


"Kok sepi teh?" tanya Bima lagi


"Iya..nggak ada orang disini dek..kan teteh tinggalnya di rumah dedek..jadinya disini kosong.." jawab Aisyah


"Eh..dedek mau naik ayunan nggak?" tanya Aisyah sambil berdiri


"Mau teh.." jawab Bima


Bima lalu naik ke atas ayunan dan langsung didorong oleh Aisyah. Terdengar handphone Aisyah berdering..dia lihat bu Rini menelponnya


"Ibu dek.." kata Aisyah sambil memperlihatkan layar handphonenya


"Halo bu..assallamualaikum..Aisyah lagi di rumah ayah bu..sudah..tadi makan di Saung Kuring..sebentar bu..dek..ibu mau ngomong nih.." kata Aisyah sambil memberikan handphonenya ke Bima


"Halo bu..sudah doong..tadi teteh ngajak Bima makan di restoran.."


Aisyah tersenyum geli


"Iya bu..Bima nggak nakal kok..ibu tanya ajah teteh..iya bu..iya.. waallaikumsalam.."


Bima mengembalikan handphone ke Aisyah


"Halo bu?..nanti sekitaran jam empat bu..Aisyah pulang ke rumah..iya bu..waallaikumsallam.."


Setelah mengantungi kembali handphonenya..Aisyah mendorong kembali Bima di ayunannya

__ADS_1


.


.


__ADS_2