
Sore itu..sehabis sholat Magrib..Bram tengah merokok diteras sambil ditemani secangkir kopi hitam pahit kesukaanya
Sementara di dalam rumah..Aisyah tengah pamit pada pak Agung dan bu Yuli yang sedang menonton televisi di ruang keluarga
"Pak..bu..Aisyah pamit ngajar dulu yaah.." pamit Aisyah
"Iya teh.." jawab bu Yuli
"Assalamulaalikum.." pamit Aisyah
"Wallaikumsallam.." jawab pak Agung dan bu Yuli berbarengan.
Diteras..Bram melihat Aisyah memakai baju gamis putih dan jilbab putih keluar dari dalam rumahnya
"Kamu mau kemana Syaah?" tanya Bram
"Aisyah mau ngajar ngaji dulu mas.." jawab Aisyah yang berbarengan dengan panggilan pada dirinya dari pintu gerbang.
"Iyaa Nit..tungguin..Aisyah pergi dulu ya mas..Assalamuallaikum.." pamit Aisyah sambil menghampiri 2 orang wanita yang sedang menunggunya
"Waalaikumsallam.." jawab Bram
"Aisyah ngajar ngaji?"
Bram melihat kedua teman wanita Aisyah seperti bertanya kepada Aisyah..sambil mencuri curi pandang ke dirinya.
Selagi Bram sedang bermain handphone nya..tiba-tiba handphone nya bergetar dan di screen nya Bram melihat ada nama Lidya
"Nih anak mau ngapain lag sih?.."
Bram lantas menaruh handphone di meja..dia biarkan handphone bergetar tanpa dia perdulikan panggilan Lidya..sambil meminum kopinya.
Setelah handphone nya berhenti bergetar..Bram meraih kembali handphone nya..tak lama kemudian..masuklah beberapa pesan WA dari Lidya yang isinya juga tidak diperdulikan oleh Bram.
Bram lalu masuk kedalam untuk bergabung dengan kedua orangtuanya
"Tadi Aisyah kemana mah?" tanya Bram sambil duduk di samping mamahnya
"Aisyah pergi ngajar pengajian untuk anak-anak kecil di Masjid Bram.." jawab bu Yuli
"Ngajarnya di masjid mana?" tanya Bram lagi
"Di Masjid Al Muhajirin..kenapa Bram?" tanya bu Yuli
"Nggak kenapa-napa mah.." kata Bram sambil bangkit menuju kamarnya
Tak lama kemudian..Bram turun kembali dari kamarnya..kali ini dia sudah mengganti baju
"Kamu mau kemana Bram?" tanya mamahnya
"Bram mau keluar dulu ya mah.." jawab Bram sambil mencium tangan kedua orangtuanya.
"Assalamuallaikum.." pamit Bram
"Waallaikumsallam.." jawab bu Yuli dan pak Agung bersamaan
"Oh iya mah..nanti kalo Lidya kemari nyariin Bram..suruh pulang ajah mah..Bram sudah males ketemu sama dia.." pinta Bram
"Iyaaa..sayang" jawab bu Yuli sambil tersenyum
Tak lama kemudian..bu Yuli mendengar suara mobil Bram sudah keluar dari garasi..dan meninggalkan rumahnya
"Phase 2 lancar paaah..sekarang Phase 3.." kata bu Yuli sambil tersenyum kepada pak Agung
Pak Agung hanya tersenyum sambil memberikan jempolnya
_________
Di dalam mobil..Bram mengarahkan mobilnya ke arah Masjid Al Muhajirin.
Setibanya di depan Masjid..Bram memarkirkan mobilnya.
Lalu dia keluar dan dia lihat lihat di sekeliling tempat parkir mobil..dan Bram melihat seperti Marbot Masjid yang sedang membersihkan teras Masjid.
Bram lalu menghampirinya
"Assalamuallaikum pak.." sapa Bram
"Waallaikumsallam..eh..ada apa ya mas?"
"Saya mau numpang tanya pak..disini yang tempat belajar ngaji buat anak-anak disebelah mana ya pak?"
"Oh..disitu mas..di sebelah kantor sekretariat"
"Oh disitu ya pak?..terima kasih ya pak"
"Iya mas.. sama-sama"
Bram lalu menuju ke kantor sekretariat..dan disebelah kantor sekretariat ada ruangan yang dijadikan oleh pengurus masjid untuk ruang pengajian..Bram melihat Aisyah sedang mengajarkan mengaji pada beberapa anak kecil beserta kedua temannya.
Setelah memastikan Aisyah ada di situ..Bram lalu menuju ke sebuah bangku yang ada si seberang ruang sekretariat..dia pun menunggu Aisyah selesai mengajar.
Ditengah asyik nya Bram dengan handphone nya..Bram menoleh kesamping..karena ada seseorang memanggil namanya
"Braaam??..heei...dah balik lu?" tanya seorang wanita kira-kira seumuran oleh Bram
"Hei Gis..apa kabar?" jawab Bram sambil menjabat tangan Gisel
"Kapan lu balik dari US Bram?" kata Gisel sambil duduk disebelah Bram
"Udah ada kali 2 mingguan.."
"Anak anak dah pada tahu?..kalau lu dah balik?"
"Udaah..kemaren anak-anak pada maen ke rumah gua." jawab Bram sambil menyalakan rokoknya
"Eh..tumbenan lu kemarih..aaahhh gua tau niiih..lu pasti lagi nungguin Aisyah yaaak?" selidik Gisel
"Emangnya lu kenal Aisyah Gis?"
"Kenalah Bram..siapa sih anak-anak muda di komplek sini yang nggak kenal sama Aisyah?"
Bram lalu menyimak perkataan Gisel
"Maksud lu?" tanya Bram
__ADS_1
"Aisyah dah jadi Kembang di Komplek sini Bram..sampai anak-anak pada nguber-nguber Aisyah..walaupun mereka pada nggak berani deketin Aisyah" jawab Gisel
Bram pun semakin penasaran akan cerita Gisel tentang Aisyah
"Anak anak hanya berani godain Aisyah dari jauh aja Bram..soalnya mereka pada takut sama 'MACAN' yang selalu ngawal Aisyah.." kata Gisel sambil memberikan tanda kutip dengan kedua tangannya
"Macan?..macan paan sih Gis?..nggak ngerti gua..." bingung Bram
Gisel tertawa sejenak sebelum menjawab pertanyaan Bram
"Sorry ya nih Bram..anak anak ngasih sebutan Macan tuh buat..Nyokap lu!"
"Nyokap gua?.." tanya Bram heran
"Iya nyokap lu...nyokap lu pasti marah-marah kalau ada yang berani godain Aisyah di depan dia.." terang Gisel
Bram tersenyum membayangkan mamahnya yang marah-marah ke teman-temannya
Ternyata banyak cerita yang dia lewatkan mengenai Aisyah di lingkungan tempat dia tinggal..selama dia kuliah diluar
"Lah..lu terus disini ngapain juga?..anak lu ikut ngaji sama Aisyah?" tanya Bram ke Gisel
"Anak guaa??..sembarangan luh..Salwa keponakan gua Bram..anaknya si Anton.." terang Gisel
"Haaah!!..si Buluk dah maried Gis?" tanya Bram
"Udahlah..sama temen kuliahnya"
Ditengah perbincangan Bram dan Gisel..tak lama kemudian..segerombolan anak anak kecil keluar dari dalam ruangan pengajian sambil berlarian
Dan seorang gadis kecil menghampiri ketempat Bram dan Gisel berada
"Tanteeee.." panggil Salwa sambil berlari ke arah Gisel
"Wawa..salim dulu dong sama om Bram.." pinta Gisel pada Salwa yang memeluknya
Salwa melihat Bram sebentar..lalu mencium tangan Bram
"Namanya siapa?" tanya Bram sambil tersenyum
"Wawa omm.." jawab Salwa sambil kembali ke samping Gisel
"Mirip banget sama si Anton ya Gis.."
"Ya iyalaaaaah Braaam...kan anaknya" kata Gisel ngegas
Bram pun tertawa
"Dah ya Bram..gua balik duluan..keburu malem" pamit Gisel
"Ya Gis..salam wat Anton yaaak"
"Iya...nanti sekalian gua bilangin ke dia..kalo lu dah balik" kata Gisel sambil menuntun Salwa
Tinggalah Bram sendirian di pelataran parkir Masjid..dia pun kembali menunggu Aisyah yang belum keluar dari ruang pengajian
Tak lama kemudian..Aisyah keluar dari dalam ruang pengajian bersama kedua temannya yang tadi datang kerumah
Setelah mengunci pintu ruang pengajian...Aisyah berjalan bersama kedua temannya
"Syaah..kamu dijemput tuh.." kata Dinda
Aisyah lalu menoleh kearah temannya
"Manaa Din?" tanya Aisyah
Lalu Aisyah mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjukan oleh Dinda
"Mas Braaam?" ujar Aisyah heran
"Cieee..cieee..sekarang kalo pulang udah ada yang jemput nih.." ledek Dinda sambil tertawa bersama Nita
"Kalian ini apaan sih?" kesal Aisyah
"Ya sudah..kita duluan ya Syaah..nggak mau ganggu.." kata Dinda sambil menuntun Nita untuk meninggalkan Aisyah untuk berduaan bersama Bram.
"Dindaa..Nitaaa..kalian kok ninggalin aku siiih?" protes Aisyah kepada kedua temannya yang sudah pergi.
Lalu Aisyah menghampiri Bram yang berdiri di bawah lampu taman ditempat parkiran
"Mas kok ada disini?" tanya Aisyah heran
"Mas emang sengaja kesini..mau ngajak kamu jalan.." kata Bram sambil tersenyum.
"Ngajak jalan?..jalan kemana mas?"
"Kemana kek..mas lagi BT dirumah.." kata Bram sambil mengajak Aisyah ke mobil
"Aisyah nggak boleh keluar malam malam mas..kata ibu..habis ngajar ngaji Aisyah harus cepet-cepet pulang..nggak boleh mampir kemana mana.." kata Aisyah yang berhenti..menolak ajakan Bram
"Gammpaaang...nanti mas yang ngomong ke mamah.." kata Bram kepada Aisyah.
Akhirnya mau nggak mau..Aisyah mengikuti ajakan Bram yang bersikeras agar dia ikut ke mobil bersama Bram
"Ayuuk Syaah.." kata Bram sambil membuka pintu depan sebelah kiri
Aisyah lalu masuk dan duduk..setelah menutup pintu..Bram segera beralih ke sebelah kanan
Setelah di dalam.
"Kita mau kemana nih Syaah?" tanya Bram sambil menyalakan mobilnya
"Loh kok mas yang tanya Aisyah?..kan mas yang ngajakin Aisyah jalan.." jawab Aisyah
"Oh iya..mas lupa" cengir Bram
Tak lama kemudian..mobil Bram sudah meluncur di jalan Pondok Indah Raya.
Bram melihat Aisyah seperti gelisah di bangkunya
"Syaaah.." panggil Bram
"Huh?..apa mas?" jawab Aisyah kikuk
"Kamu kenapa sih?..kayaknya nggak tenang gitu kalau jalan sama mas?"
__ADS_1
"Nggak mas..Aisyah takut kalau nanti Ibu marah..soalnya ibu pasti marah kalau jam tujuh Aisyah belom ada dirumah.." kata Aisyah yang terlihat cemas dari raut mukanya
"Ya elaaah..kirain ada apaan?..udah kamu tenang ajah..biar mas yang ngomong sama mamah nanti" kata Bram
Tak lama kemudian..handphone Aisyah berdering.
Aisyah lalu mengambilnya dari dalam tas.
"Ibu mas.." kata Aisyah ketika melihat layar handphone nya
"Sini..biar mas yang ngomong" kata Bram sambil mengambil handphone Aisyah
"Assalamulallaikum mah..iya mah..Aisyah lagi jalan sama Bram mah..hehehehe..tenang aja mah..dah ya mah..waalaikumsallam" kata Bram sambil memberikan kembali handphone nya Aisyah
"Sudah yaaak...mamah nggak marah kan?" kata Bram sambil memegang dan mengelus elus kepala Aisyah dengan lembut yang tertutup hijab
Aisyah pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya
Tiba-tiba..handphone Aisyah berdering lagi
"Ibu nelpon lagi mas.."
"Ya udah..kamu jawab ajah.."
"Assalamuallaikum bu..iya bu..Aisyah lagi sama mas Bram..ooh..iya bu..tapi Aisyah lagi gak bawa dompet bu..dompet Aisyah ada dikamar..oh..sebentar bu...mas..Ibu mau ngomong sama mas.." kata Aisyah sambil memberikan handphone nya ke Bram
"Halo mah...iyaa..sekarang?" kata Bram sambil melihat ke Aisyah
"Oooh..bisa mah..iyaa..iyaaa..waallaikumsallam" kata Bram sambil memberikan kembali handphone ke Aisyah
"Kata mamah..mumpung kamu diluar..kamu disuruh sekalian nyari bahan buat gaun pengantin pesanan bu Johan Syaah.."
"Tapi..dompet Aisyah ketinggalan dikamar mas.."
"Ya elaaah...tenang ajah..pake duit mas dulu ajah yaaak..." tawar Bram
"Ya sudah..terima kasih ya mas"
Bram menjawab dengan anggukan kepalanya
"Masss.." panggil Aisyah
"Ada apa Syaah?"
"Nanti kalau kak Lidya liat Aisyah jalan sama mas lagi..gimana?..apa kak Lidya nggak marah lagi sama Aisyah mas?" tanya Aisyah
Bram pun tersenyum
"Kamu sekarang tenang ajah Syaah..mas sama Lidya dah nggak ada hubungan apa-apa lagi.."
"Maksud mas?"
"Kita sudah putus.." kata Bram sambil melihat Aisyah
"Mas Bram sudah putus sama kak Lidya?" tanya Aisyah
"Iyaa..kenapa?..kamu mau gantiin Lidya?..jadi pacar mas?" goda Bram
"Iiih...mas mah maunya.."
"Kenapa?..kamu kok nggak mau jadi pacar mas?" tanya Bram
"Nggak!!.."
"Kamu dah punya pacar yaaak?"
Aisyah hanya menggeleng
"Laah terus?..kenapa kamu nggak mau jadi pacar mas?"
"Aisyah nggak boleh pacaran sama ibu"
Seketika Bram tertawa terbahak bahak
"Mas kok ketawa?" Tanya Aisyah heran
"Aisyaaaah...Aisyaah...kirain tuh kamu sudah punya pacar..eh..nggak tahunya..kamu sama mamah nggak boleh pacaran.." kata Bram di sela sela tawanya
Aisyah mulai mengerucutkan bibirnya
"Aisyah mau pulang aja ah..mas ngetawain Aisyah terus.." kesal Aisyah sambil membuang mukanya ke arah jendela disertai mukanya yang cemberut
"Sorry..sorry...mas minta maaf..hehehe..Ya sudah..kita makan dulu yuuk..mas sudah laper nih.." bujuk Bram.
Lalu mobil Bram berbelok ke Mall PIM 2
____________
"Kita mau makan apa nih?" tanya Bram ketika berjalan di dalam Mall PIM 2
"Terserah mas..Aisyah ikut ajah"
"Kita coba ramen yuk?" tanya Bram
Aisyah hanya menganggukan kepalanya
Bram tanpa sadar menggandeng tangan Aisyah dan langsung dia genggam dengan erat
Aisyah langsung menundukan kepalanya..menyembunyikan wajahnya yang merona merah
Bram mengajak Aisyah untuk mampir ke sebuah stand foto both instan
Didalam foto box..Aisyah yang baru kali ini merasakan berdekatan dengan seorang laki-laki dewasa..berusaha mentralkan detak jantungnya
"Ya Alloh..aku musti gimana ini?.."
Bram seakan tak peduli dengan tingkah Aisyah yang grogi ketika berdekatan dengan dirinya
Dia mengajak Aisyah untuk berfose sealay mungkin..akhirnya mau tak mau Aisyah mengikutinya
"Fotonya buat Aisyah aja ya mas..lucu soalnya" pinta Aisyah setelah selesai mengambil hasil fotonya
"Iya..ambil ajah.." jawab Bram yang tersenyum melirik Aisyah yang asyik melihat hasil foto mereka berdua
Bram akhirnya mengajak Aisyah untuk masuk ke dalam sebuab restoran Jepang
__ADS_1