Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
66.Pemilik Baru


__ADS_3

Sebuah sedan Camry hitam berhenti di depan gerbang kediaman Handoyo. Pak Nana keluar dan menghampiri mobil tersebut


"Selamat pagi pak.." sapa pak Rusdi yang menurunkan kaca jendela mobilnya


Ternyata pak Rusdi yang berada di dalam mobil Camry hitam tersebut


"Selamat pagi..ada keperluan apa ya pak?" tanya pak Nana


"Saya bisa ketemu dengan ibu Aisyah?" tanya pak Rusdi


"Ooh..dengan pak Rusdy?.." tanya pak Nana memastikan


"Iya pak.."


"Baik..sebentar ya pak.."


Pak Nana kembali masuk ke dalam posnya. Tak lama pintu gerbang terbuka dan pak Rusdy memajukan mobilnya


"Silahkan masuk pak..bapak sudah di tunggu oleh mbak Aisyah di ruang tamu" kata pak Nana


"Baik pak..terima kasih" jawab pak Rusdi


Setelah memarkirkan mobilnya di carport..pak Rusdi masuk ke dalam ruang tamu dengan membawa tas nya


"Selamat pagi Teh.." sapa pak Rusdi


"Pagi pak..mari..silahkan masuk.." kata Aisyah yang sudah menunggu di ruang tamu


Pak Rusdi lalu menghampiri Aisyah


"Apa kabar pak?" tanya Aisyah sambil menjabat tangan pak Rusdi


"Kabar saya baik Teh.." jawab pak Rusdi


"Silahkan duduk pak.." pinta Aisyah


Pak Rusdi lalu duduk di sofa yang berseberangan dengan Aisyah


"Ada apa ya pak?..bapak sampai jauh-jauh datang ke mari?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"Begini Teh..saya kemari untuk memberikan sertifikat serah terima ahli waris yang telah teteh tanda tangani kemarin..beserta dokument yang berisikan semua aset kepunyaan abah Nandar telah berganti nama menjadi atas nama teteh semua.." jawab pak Rusdi sambil memberikan dua buah map biru tebal yang berisikan dokument


Aisyah menerima map biru dari tangan pak Rusdi dan memeriksa dokument yang ada di dalamnya


Dari dalam muncul bi Surti yang membawa nampan minuman dan kue


"Silahkan pak" kata bi Surti


"Baik bu..terima kasih" jawab pak Rusdi sambil tersenyum


Setelah menyajikan minuman untuk pak Rusdi..bi Surti kembali masuk ke dalam. Pak Rusdi melihat-lihat suasana ruang tamu yang mewah dan klasik

__ADS_1


"Itu foto orangtuanya mas Bram ya teh?" tanya pak Rusdi


Mata Aisyah mengikuti arah pandang pak Rusdy yang melihat sebuah foto keluarga Handoyo berukuran besar yang ada di dinding ruang tamu


"Iya pak.." jawab Aisyah setelah melihat foto yang dimaksud pak Rusdi


"Yang anaknya abah Ndaru siapa teh?" tanya pak Rusdi


"Ibu pak.." jawab Aisyah sambil menoleh sekilas ke arah pak Rusdi


"Bapak buat rekening baru atas nama saya?" tanya Aisyah


"Iya teh..mulai saat ini..semua pendapatan pabrik teh dan peternakan sapi akan di transfer ke rekening teteh yang baru.." jawab pak Rusdi


"Dan di rekening teteh itu..sudah ada nominal sekitar 12 Milyar rupiah" sambung pak Rusdi


"Total aset kakek semuanya ada berapa pak?" tanya Aisyah


"Kalau berdasarkan perhitungan saya..semua total aset kepunyaan abah Nandar..kira-kira sebesar 30 Trilyun teh.."


"Tiiga..pu..puluh..Trilyun?" kaget Aisyah


Pak Rusdi menganggukan kepalanya. Aisyah tertegun mendengar total aset peninggalan kakeknya sebesar 30 Trilyun


"Ya Alloh..ayah..ibu..warisan kakek besar sekali..alkhamdulilaaah ya Allooh.." batin Aisyah sambil melihat akte serah terima yang di pegang


"Teteh kapan bisa main ke Lembang..?" tanya pak Rusdi


"Saya mau antarkan teteh ke tempat pak Ikhsan.." sambung pak Rusdi


"Pak Ikhsan kirim salam ke teteh..teteh ditunggu oleh pak Ikhsan untuk main ke ranch.."


"Ranch??..memangnya tempatnya besar pak?" tanya Aisyah


"Besar teh..kan tempat itu sekarang sudah jadi tempat wisata.." jawab pak Rusdi


Aisyah makin bingung dan heran setelah mendengar jawaban pak Rusdi


"Sebentar teh.." interupsi pak Rusdi


Pak Rusdi mengambil sebuah gulungan kertas yang dia bawa dan kemudian dia bentangkan di meja ruang tamu di hadapan Aisyah..ternyata sebuah peta


"Ini teh..denah lokasi ranch kepunyaan abah Nandar yang sekarang di kelola oleh pak Ikhsan.." terang pak Rusdi sambil menjelaskan gambar denah ranch ke Aisyah


Aisyah lalu mendengarkan dan memperhatikan apa-apa yang dijelaskan oleh pak Rusdi ke dirinya tentang denah ranch kepunyaan abah Nandar


"Gunung Putri Ranch..nama ranch kepunyaan kakek Gunung Putri Ranch ya pak?.." tanya Aisyah yang membaca nama ranch kepunyaan kakek Nandar


"Betul teh..karena kebetulan ranch kepunyaan abah Nandar berada di kaki gunung Putri.." jawab pak Rusdi


"Kira-kira berapa luasnya pak?" tanya Aisyah

__ADS_1


"Kira-kira 4 hektar teh.." jawab pak Rusdi


"Waaah..luas juga yaaah?.." gumam Aisyah


Aisyah makin kagum akan kegigihan kakek Nandar dalam usahanya memperluas Gunung Putri Ranch. Yang berasal dari peternakan sapi perah biasa hingga menjadi sebuah wahana wisata yang berada di kawasan gunung Putri, Lembang


Hanya karena sebuah kesalah pahaman..hingga membuat hubungan kakek Nandar dan pak Mahmud menjadi renggang. Oleh karena itu Aisyah tidak pernah tahu kalau dirinya mempunyai warisan dari kakeknya berupa sebuah perkebunan teh beserta pabrik pengolahannya dan sebuah wahana wisata yang dahulunya adalah peternakan sapi perah yang mempunyai luas lahan seluas 4 hektar


"Al Fathihah buat kakek Nandar.." doa Aisyah di dalam batinnya


"Ini apa ya pak?.." tanya Aisyah sambil menunjuk ke sebuah denah di peta


"Itu kawasan vila teh..selain mempunyai wahana wisata dan peternakan sapi perah..Gunung Putri Ranch juga mempunyai beberapa vila yang untuk disewakan ke pengunjunh ranch.." jawab pak Rusdi


Aisyah hanya membulatkan bibirnya sambil menganggukan kepalanya


"Diminum pak.." pinta Aisyah sambil mengambil gelas minumannya


"Baik teh..terima kasih.."


"Dari tadi saya sampai lupa untuk menawarkan minum ke bapak.." ucap Aisyah yang dibarengi dengan gelak tawa keduanya


"Baiklah..kalau dirasa semuanya sudah cukup jelas buat teteh..saya mohon diri dulu.." pamit pak Rusdi


Pak Rusdi memberekan gulungan peta dan beberapa dokument yang akan dia serahkan ke Aisyah


"Lhoo?..kok buru-buru sih pak?" tanya Aisyah


"Iya teh..saya ada janji ketemu dengan klien saya habis makan siang.." kata pak Rusdi sambil bangun dan menjabat tangan Aisyah


"Sebentar pak.." pinta Aisyah


Aisyah mengambil amplop coklat dari dalam tasnya dan dia serahkan ke pak Rusdi


"Ini mohon diterima pak..sekedar pengganti ongkos bapak dari Lembang.." pinta Aisyah sambil tersenyum


"Oooh..terima kasih ya teh.."  jawab pak Rusdi setelah menerima amplop coklat dari Aisyah


"Justru saya yang berterima kasih sama bapak..karena saya sudah dibantu banyak sama bapak.."


Aisyah lalu mengantar pak Rusdi menuju ke mobilnya


"Mari teh..saya permisi dulu.." pamit pak Rusdi sambil mengangguk hormat


"Iya pak..hati-hati"


"Nanti kalau sekiranya ada yang kurang jelas buat teteh..teteh bisa hubungi saya.."


"Baik pak..terima kasih"


Aisyah melambaikan tangannya ke arah mobil Camry yang keluar menuju ke jalan

__ADS_1


.


.


__ADS_2