Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
49.Aura Seorang Ratu


__ADS_3

Bram yang sedang memainkan handphone di teras rumahnya.. menoleh ke arah gerbang yang terbuka dan masuklah mobilnya yang dikendarai oleh Aisyah ke dalam garasi..Aisyah baru saja tiba


Setelah mematikan mesin mobilnya..Aisyah lalu menghampiri Bram di teras yang diikuti oleh Ningrum di belakangnya


"Kok baru pulang Yaang?" tanya Bram


"Iya mas..tadi Aisyah makan dulu sama mbak Fitri di PIM.." jawab Aisyah sambil duduk disamping Bram


"Kamu kenapa?..tadi Ningrum bilang sama mas..kamu di ganggu sama orang?.." tanya Bram


"Iya mas..Peter..anaknya pak Burhan..ngisengin Aisyah mas.." jawab Aisyah sambil melepas sepatunya


"Ngisengin gimana?" tanya Bram lagi


"Dia berusaha ngirimin pelet ke teteh masku.." sambung Ningrum


"Haaaah!!..kurang ajar!!..besok kasih unjuk orangnya Yaang..pengen tahu..kayak apa sih tampangnya.." kata Bram yang emosi


"Masku tenang saja..Ningrum bisa menangani masalah ini..kalau dia sampai macam-macam lagi sama teteh..Ningrum akan beri dia pelajaran.." kata Ningrum yang berusaha menenangkan Bram


"Aisyah mandi dulu ya mas?..badan Aisyah rasanya lengket banget nih.." kata Aisyah sambil bangun dari kursinya


"Ya sudah..nanti mas minta tolong yaah?..tolong kamu periksa draft kontrak mas sama pak Sutomo..ada yang salah apa nggak.." pinta Bram


"Iya mas.."


Lalu seraya meraih sepatunya..Aisyah beranjak dari teras menuju ke dalam


Bram pun kembali berkutat dengan handphonenya


"Masku?.." panggil Ningrum


"Yaa..ada apa Ningrum?" jawab Bram sambil sekilas menoleh ke Ningrum


"Masku merasa nggak?..kalau teteh belakangan ini ada yang berubah.." ujar Ningrum yang melihat Aisyah yang masuk ke dalam


Bram yang mendengar perkataan Ningrum..berkerut keningnya


"Maksud kamu apa?" tanya Bram sambil menaruh handphonenya di meja


"Ningrum lihat..aura teteh setiap harinya bertambah kencang masku..aura yang dulu hanya dimiliki oleh seorang Raja atau Ratu masku.."


Bram makin bingung dan heran mendengar penjelasan Ningrum


"Iya masku..teteh seperti mempunyai aura seorang Ratu..aura Prameswari..aura yang langka dan sangat istimewa masku.."


Bram mengalihkan pandanganya ke dalam rumahnya


"Belakangan ini..Ningrum lihat..aura teteh memancar keluar dengan begitu kuatnya masku.."


"Istimewanya apa Ningrum?" tanya Bram


"Laki-laki yang bisa menikahi seorang wanita yang memiliki aura seperti kepunyaan teteh sekarang..derajatnya akan diangkat setinggi-tingginya masku.." kata Ningrum yang menyibak rambutnya yang menutupi wajahnya


"Dan yang Ningrum takuti..teteh diincar oleh seseorang yang mempunyai niat yang tidak baik masku.."


"Niat yang nggak baik gimana Ningrum?" tanya Bram bingung


"Teteh akan dijadikan sarana untuk ritual penarikan uang ghoib masku.."


Bram terkesiap kaget


"Dijadiin kayak tumbal gitu maksud kamu?" tanya Bram


Ningrun menganggukan kepalanya


"Masku mulai sekarang harus menjaga teteh dengan hati-hati yaah?..nggak nutup kemungkinan..teteh diincar oleh seseorang yang tahu soal aura teteh..seperti orang yang baru saja berusaha mengirimkan teteh ajian Penarik Sukma.." terang Ningrum


"Kamu juga bantu jagain teteh yaah?..soalnya kan ada yang diluar jangkauan gua..kayak tadi yang kamu bilang..untung aja ada kamu" ujar Bram


"Iya masku.." jawab Ningrum sambil memainkan ujung rambutnya


Bram melihat Ningrum bertingkah aneh selama melayang di hadapan dirinya


"Eeerr..Ningrum..gua mau tanya doong?.."


"Tanya apa masku?"


"Yang waktu itu..kan gua mimpi sama kamu..eee..itu beneran nggak sih?" tanya Bram


"Ya..yang..mana masku?" tanya Ningrum gugup dan langsung menundukan wajahnya..Bram sekilas melihat wajah Ningrum tersipu malu


Bram tersenyum geli..dia lalu berdiri


"Ikut gua yuuk..." kata Bram sambil menggamit tangan Ningrum untuk masuk kedalam


"Mau kemana masku?" tanya Ningrum heran


"Kita ngobrolnya di kamar gua ajah.."


Ningrum kaget..dia mengikuti ajakan Bram menuju ke kamarnya


Sesampainya di kamar..Bram segera menutup pintu dan menguncinya..setelah itu dia menghampiri Ningrum yang masih melayang..menunggu dirinya


"Heeei.." teriak Ningrum yang kaget karena Bram tiba-tiba memeluknya


"Masku..ma..mau..ngapain?" tanya Ningrum


"Kita ulangin lagi yuk yang kemaren.." kata Bram sambil memajukan wajahnya untuk mencium Ningrum


"Masku lepasin..ada teteh di kamar mandi.." bisik Ningrum sambil menghentikan laju bibir Bram dengan jarinya


Bram kaget..ketika Ningrum memberitahukan kalau Aisyah ada di dalam kamar mandinya


"Ada teteh?..di dalam kamar mandi?" tanya Bram yang tidak percaya


Bram segera melepaskan pelukannya dan menghampiri pintu kamar mandi..dia tempelkan telinganya di pintu..dan dia mendengar seperti suara shower yang menyala


"Yaaang???..kamu didalam??" tanya Bram


"Iya masss...sebentar yaah?...dikit lagi selesai.." jawab Aisyah dari dalam


Bram tersenyum sendiri..kenapa Aisyah mandi dikamar mandinya..bukan di kamar mandi kepunyaannya sendiri


Begitu dia memutar badannya.. tahu-tahu


Nyuuuut


Ningrum menarik kedua pipinya dengan gemasnya


"Masku sudah mulai nakal yaaaah!!!"


Bram hanya tertawa..dia lalu duduk disofa


"Sini Ningrum..gua mau ngomong.."


Ningrum melayang menghampiri Bram


"Ada apa masku?.."


"Kamu bohong sama gua..katanya kamu nggak punya ***** lagi.."


Ningrum menundukan wajahnya sambil tersenyum malu


"Kalau di sini iya masku..tapi kalau di alam Ningrum..Ningrum seperti manusia pada umumnya.." jelas Ningrum


Bram tersenyum nakal..


"Nanti malam lagi yaaah?" pinta Bram sambil mengedipkan matanya


"Maskuuu!!" bentak Ningrum sambil melotot kearah Bram


Bram tertawa terbahak-bahak melihat Ningrum gusar karena digoda olehnya


Tiba-tiba..pintu kamar mandi terbuka sedikit dan Aisyah menyembulkan wajahnya dari balik pintu


"Masss??.." panggil Aisyah


"Ya Yaaang?" jawab Bram


"Eee..mas tutup matanya sebentar yaah??..Aisyah mau keluar.." pinta Aisyah


"Kenapa memangnya?" tanya Bram


"Sudaaah..mas tutup matanya dulu..Aisyah lupa bawa baju ganti.."


Bram tersenyum geli


"Sudah niiih...mas sudah merem.." ujar Bram yang tidak menutup matanya..matanya diarahkan ke pintu kamar mandi..menunggu Aisyah keluar


"Tuh kaaannn!!!...mas bohong!!..tutup matanya maaasss!!!" teriak Aisyah yang melihat Bram menatap kearah dirinya


"Hahahaha..kalau mas nggak mau??..gimana??" goda Bram


"Aaaaah...nanti Aisyah masuk angin masss!!..dingin niih!!.." rajuk Aisyah


"Lagian..siapa suruh kamu mandi dikamar mas..kan kamu bisa dikamar kamu sendiri.."


"Aisyah kira mas masih lama dibawah..tutup matanya mass!!..buruaannn!!"


Ningrum tertawa geli melihat Bram yang menggoda Aisyah


"Iyaa..iyaaa..nih mas udah merem nih.."


"Beneran yaak!!"


"Iyaa nyonyaaaaah!!"


Aisyah menyembulkan kembali kepalanya untuk melihat Bram..setelah dilihat Bram memejamkan matanya..Aisyah langsung bergegas menuju ke pintu kamar Bram yang hanya berbalut dengan handuk saja..tapi Aisyah kaget..karena pintu kamar Bram dikunci..di segera memutar anak kunci pintu kamar Bram


Aisyah tidak tahu..kalau Bram sudah membuka matanya dan melihat Aisyah yang baru mandi hanya berbalutkan handuk saja..dan yang membikin Bram merasa sesak dicelananya..handuk Aisyah terlalu pendek..sepertinya handuk kepunyaan Bram yang dipakai oleh Aisyah..handuknya hanya menutupi dada dan sebagian pantatnya saja..sehingga Bram dengan leluasa melihat pemandangan tubuh Aisyah yang putih mulus yang tidak tertutup oleh handuknya


"Oh my God!!..terlalu sempurna!!" ujar Bram yang matanya tidak berkedip


"MAS MESUMMMMM!!!" teriak Aisyah yang sadar..kalau Bram melihat tubuhnya yang hanya memakai handuk


Dia lempar Bram dengan baju Bram yang ada di gantungan pintu..setelah itu dia segera berlari kekamarnya


Ningrum tertawa melihat Bram masih bengong kearah pintu


"Masku..hidung masku berdarah tuh!!" ujar Ningrum disela tawanya


Bram kaget..langsung dia ambil tissue untuk dia lap hidungnya yang berdarah


Ningrum hanya tertawa geli..Bram pun tersipu malu yang ketahuan hidungnya berdarah oleh Ningrum


Nyuuuuuutt...


"Mangkanyaaaa!!.." kesal Ningrum sambil menarik pipi Bram


"Kalau punya mata..dijaga masku!!"


"Aaaaaah..." teriak Bram


Bram bersungut-sungut..memegangi pipinya yang habis dicubit Ningrum


"Kamu sama teteh sama saja Ningrum..itu tangan kalau nyubit..enteng beneer!!" kesal Bram


Ningrum tertawa geli..melihat Bram yang kesal


Bram lalu bangkit dan menuju ke kamar Aisyah


"Yaaang??" panggil Bram sambil mengetuk pintu kamar Aisyah


"Ya mas?" jawab Aisyah dari dalam


"Kamu sudah pake baju belom?..mas mau masuk nih.." tanya Bram

__ADS_1


"Sudah mas..mas masuk ajah.." jawab Aisyah


Bram lalu membuka pintu kamar..dan dia melihat Aisyah sedang menyisir rambutnya sambil duduk didepan meja riasnya


"Besok kamu mau make mobil kamu apa mobil mas?" tanya Bram sambil duduk di ranjang Aisyah dan memperhatikan Aisyah yang sedang menyisir


"Nggak tahu nih mas..Aisyah kalau pinjem Alphard punya bapak boleh nggak yaah?..sekalian minta tolong sama pak Rizal..buat nganterin Aisyah besok"


"Besok kamu mau kemana memangnya?"


"Mau ngelihat warehouse kantornya pak Burhan mas..di Cikande"


"Kawasan Industri Modern Cikande?" tanya Bram


"Iya mas.."


"Blok berapa?" tanya Bram lagi


"Nggak tahu mas..besok Aisyah mau bareng sama mbak Fitri..dia kan yang tahu tempatnya..kenapa mas?"


"Yard mas juga di Cikande..di blok K12..diujung..deket pabrik NS" jawab Bram sambil merebahkan badannya di ranjang Aisyah..tapi matanya tidak lepas dari Aisyah yang akan memakai pasminanya


"Jilbabnya jangan kamu pake ya Yaang?" pinta Bram


"Kenapa mas?" tanya Aisyah yang menghentikan memasang pasminanya


"Kamu cakepan kalau nggak pake jilbab..mirip ibu" ujar Bram sambil tersenyum


Aisyah tersenyum manis..mendengar Bram menyamakan dirinya dengan mendiang ibunya..Aisyah lalu melepaskan pasminanya dan dia rapikan rambutnya yang agak berantakan


Bram lalu memegang tangan Aisyah


"Kamu juga nggak usah dandan Yaaang..mau lagu gimana juga..kamu tetep ajah cantik.." ujar Bram sambil mengedipkan matanya


"Aaaah!!" teriak Bram karena pinggangnya dicubit oleh Aisyah


"Kamu mas puji..kok malahan nyubit sih?" kesal Bram sambil mengusap-usap pinggangnya


"Itu buat mas yang tadi..disuruh merem malahan nggak mau..hiiih!!"


Bram berteriak lagi sambil tertawa..karena pinggangnya terkena cubitan lagi


"Hahahaha..nggak apa-apa Yaang..rejeki..hahahaha" gelak Bram


"Mas Bramm!!" kesal Aisyah


"Sini Yaang.." pinta Bram sambil menarik tangan Aisyah agar mendekat ke dirinya


Aisyah lalu duduk di pinggir ranjangnya


Bram pandangi badan Aisyah dari atas ujung rambutnya hingga ke pinggangnya


"Kenapa mas?" tanya Aisyah heran


"Badan kamu bagus banget tahu Yaang..mas beneran nggak sabaran..pengen buru-buru nikah sama kamu..mas udah nggak sabaran pengen ngunyeng-ngunyeng kamu"


"Wooooo...mas pikirannya kotor!!" kata Aisyah sambil menarik hidung Bram


Bram hanya tertawa..dia lalu menarik Aisyah agar jatuh ke pelukannya


"Mas bersyukur banget Yaang..bisa dapetin kamu.." ujar Bram sambil menyibak rambut Aisyah yang jatuh menutupi wajahnya Aisyah


Aisyah tersipu malu..dia lalu mengecup pipi Bram dan dahinya


"Aisyah juga mas.." ujar Aisyah


"Beneran deh Yaang..mas sudah nggak sabaran pengen nikah sama kamu..besok kita ke KUA yuuuk.."


"Mas maaah..sabar kenapa sih..nanti kalau sudah waktunya..semuanya juga bakalan buat mas kok.." kata Aisyah sambil tersenyum


"Semuanya??" tanya Bram


"He'eh.." jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya


"Yang itu juga?" tanya Bram sambil menunjuk dada Aisyah dengan isyarat matanya


"Iyaaa maaas...semuaanyaa.."


Bram lalu memeluk Aisyah dengan eratnya dan mencium rambut Aisyah yang wangi


Tiba-tiba..handphone Aisyah berdering..Aisyah bangun dari atas dada Bram dan mengambil handphonenya yang ada diatas meja rias


"Ibu mas.." kata Aisyah setelah melihat layar handphonennya


"Assallamuallaikum bu..di rumah bu..astaghfirulloh!!..Aisyah lupa bu..iya..iya bu..sekarang Aisyah kesana..ada bu..iya bu..waallaikumsallam.."


Bram menatap heran yang melihat Aisyah seperti kaget teringat sesuatu


"Kenapa Yaang?" tanya Bram


"Aisyah lupa mas..kalau malam ini Aisyah ditunggu sama ibu-ibu pengajian komplek..untuk ngukur baju seragam" kata Aisyah sambil memakai pasminanya dan memakai bedak tipis di wajahnya


"Ngajinya ditempat siapa sekarang?"


"Tempat bu Barjo mas.." jawab Aisyah sambil memakai lipstiknya yang berwarna alami


"Rumahnya Andri?"


Aisyah menganggukan kepalanya


"Ayuk..mas anterin.."


Aisyah segera menyambar tasnya yang ada di atas meja kerjanya..kemudian dia bersama Bram keluar dari kamar


Bram meminjam motor pak Trisno untuk mengantar Aisyah ke rumah Andri..yang jadi giliran tempat pengajian ibu-ibu komplek


Sesampainya disana..sudah ada beberapa mobil yang parkir di sekitaran rumah Andri..menunggu para ibu-ibu yang sedang mengaji..termasuk mobil mamahnya yang tampak parkir di depan rumahnya Andri


Pak Rizal yang melihat Bram dan Aisyah datang dengan sepeda motor..langsung menghampirinya


"Mas Bram?..mbak Aisyah?..ada apa?..tumben?" tanya pak Rizal


"Nganterin Aisyah pak..pengen ngukur baju seragam ibu-ibu.." jawab Bram sambil menstandarkan motornya


"Kok nggak nelpon saya aja mas..biar saya jemput"


"Nggak apa-apa pak..sekalian saya keluar..nyari angin.." kata Bram sambil tersenyum


Bram membalas sapaan dari para teman-teman pak Rizal yang sedang menunggu di depan rumah Andri


"Andrinya mana pak?" tanya Bram pada pak Gunawan..supir di rumah Andri


"Biasa mas..mas Andrinya kalau ada acara kayak gini langsung ngelayap keluar.." jawab pak Gunawan


Bram lalu mengeluarkan handphonenya..untuk menelpon Andri


"Halo!!..dimana luh?..tempat Joni?..gua lagi dirumah lu nih..ngapain kek?..dah lu nya buruan balik..ada siapa disitu?..ajak ajah kemari..buruan yaak!!"


Bram memasukan kembali handphonenya ke dalam sakunya


"Yaaah..pake ketinggalan lagi.." kata Bram seraya meraba kantongnya satu lagi


"Kenapa mas?" tanya pak Rizal


"Rokok saya ketinggalan dirumah pak" jawab Bram


Bram lalu merogoh dompetnya


"Bisa tolongin saya nggak pak?..beliin rokok saya?"


"Bisa mas.."


Pak Rizal menerima duit dari Bram


"Beli juga buat pak Rizal sekalian.."


"Oke mas.."


Kemudian dengan menggunakan motor pak Trisno..pak Rizal membelikan rokok Bram


Tak lama kemudian..Andri tiba dengan Hendra dan Ryan


"Ngapain lu Bram?..tumben lu ke rumah gua.." tanya Andri


"Gua lagi nganterin Aisyah buat ngukur seragam ibu-ibu pengajian.."


Lalu mereka menuju ke teras rumah Andri


"Pada mau ngopi nggak?" tanya Andri


"Boleh deh.." jawab Bram yang diikuti oleh anggukan Hendra dan Ryan


Andri pun beranjak ke dalam untuk membuatkan kopi buat teman-temannya


"Yopi mana Yan?..tumben nggak sama elu?" tanya Bram


"Tahu..tadi gua samperin ke rumahnya nggak ada..kata bokapnya keluar.." jawab Ryan


"Kemana ya tuh bocah?" heran Bram


Datanglah Andri dengan membawa senampan kopi dan cemilan


Mereka melanjutkan obrolannya dengan ditemani kopi dan cemilan


Tidak terasa..pengajian ibu-ibu telah selesai..ibu-ibu pengajian keluar melalui teras yang di jadikan Andri dan teman-temannya kongkow


"Eh..ada Bram..nungguin mamah apa nungguin Aisyah nih?" tanya salah seorang ibu-ibu pengajian yang melihat Bram


"Nungguin Aisyah lah maah...." jawab Ryan sambil tertawa


Ternyata yang bertanya adalah mamahnya Ryan. Sontak ibu-ibu pada tertawa mendengar jawaban dari Ryan


"Eh..kapan nih?..tante tungguin lho?"


"Nungguin apaan tante?" tanya Bram


"Nunggu undangan kamulah.."


Bram langsung bersemu merah mukanya..dia salah tingkah yang digoda oleh ibu-ibu pengajian. Tiba-tiba..Hendra menggamit tangan Bram dan mengangkatnya


"Eeh..eeh...lu pake cincin Bram?..cincin apaan nih?" tanya Hendra


Bram makin gugup dan salah tingkah


"Cincin tunangan yaah?" tanya Hendra lagi


"Ii..iya.." jawab Bram


"Waaah..kok lu nggak ngomong-ngomong ke kita-kita..kalau lu dah tunangan...selamat yaaah!!" kata Hendra sambil menjulurkan tangannya


"Iya men..thankyou.." kata Bram


Andri dan Ryan pun memberikan selamat pada Bram. Ibu-ibu yang masih berada diteras saling berbisik..setelah mendengar Bram sudah tunangan


"Jadinya kapan nih?" tanya salah seorang ibu-ibu


"Insya Alloh..tahun depan tante.." jawab Bram


Tak lama kemudian..munculah bu Yuli bersama bu Barjo ,bu Nanik dan Aisyah di belakangnya..bu Yuli heran..melihat ibu-ibu pengajian pada berkumpul di teras..tapi bu Yuli langsung mengerti begitu melihat Bram yang salah tingkah di depan para ibu-ibu pengajian


Melihat bu Barjo keluar..sebagian ibu-ibu pada pamit pada bu Barjo dan bu Yuli


"Kamu pulang bareng sama ibu ya teh.." kata bu Yuli


"Iya bu" jawab Aisyah


Setelah pamit dengan bu Barjo..bu Yuli dan Aisyah segera pergi dari rumah bu Barjo

__ADS_1


Bram dan yang lainnya melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda


Di sela-sela obrolannya..Bram merasakan handphonenya bergetar..dia melihat Aisyah mengirimkan WA


"Mas..buruan pulang.."


"Katanya mau nyuruh Aisyah meriksa draft kontrak punya mas.."


"Keburu malem..Aisyah ngantuk nih.."


Bram lalu menaruh handphonenya di saku celananya


"Bro..gua balik duluan yaak?..besok gua mau jalan pagi soalnya.." pamit Bram sambil bangun


"Ya udah kalau gitu..gua juga balik dah Ndri.." kata Ryan


Teman-teman Andri pun pada bubar kembali ke rumah mereka masing-masing


Bram segera meninggalkan rumah Andri dengan motor pak Trisno


Sesampainya dirumah..dia segera menuju ke ruang tengah..tapi disana tidak ada orang..Bram langsung bergegas menuju ke kamarnya dan dia dalam kamarnya..Bram melihat Aisyah tengah menonton tv


"Yaang..?" tanya Bram sambil masuk dan mengambil dokument yang ada di mejanya dan dia serahkan ke Aisyah


"Kamu periksa dulu yaah?"


Aisyah segera memeriksa dokument kontrak kepunyaan Bram


"Sebentar ya mas..Aisyah ambil kacamata Aisyah dulu.." kata Aisyah keluar menuju ke kamarnya


Bram duduk di kursi meja kerjanya dan dia nyalakan komputernya. Tak lama Aisyah kembali sambil membaca kontrak Bram satu persatu..dia menuju ke sofa yang ada dikamar Bram. Bram tersenyum melihat Aisyah yang serius membaca kontraknya..dia melihat Aisyah yang memakai kacamatanya makin bertambah cantik


"Iya yaah..apa yang dibilang Ningrum memang bener..auranya Aisyah sekarang beda" ujar Bram dalam hatinya


Dia lalu bangkit dan membuka pintu lemarinya..dia ambil kamera DSLR kepunyaannya..setelah menyetel kameranya..dia segera memfoto Aisyah yang sedang memeriksa kontrak. Aisyah tidak menyadari..kalau dia menjadi obyek foto Bram..dia foto Aisyah dari berbagai angle


"Mas ngapain?" tanya Aisyah


"Mas motoin Aisyah?" kaget Aisyah yang sadar kalau dia sedang di foto oleh Bram


"Iya..orang cantik kaya kamu harus diabadikan Yaang.." kata Bram sambil memfoto Aisyah lagi


Aisyah hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..dia pun kembali memeriksa draf kontrak kerja antara Bram dan pak Sutomo. Bram menghampiri Aisyah..dia lalu duduk di samping Aisyah dan dia lalu membuka pasminanya Aisyah


"Mas mau ngapain?" tanya Aisyah heran dan membiarkan Bram melepas pasminanya


"Kan sudah mas bilang..kamu cakepan kalau nggak pake jilbab" jawab Bram sambil bangun kembali dan memfoto Aisyah yang melihat dirinya yang tengah memfoto


"Malu masss!!" kata Aisyah sambil menutup mukanya dengan kertas kontrak Bram


Bram tidak peduli..dia ambil foto Aisyah yang tidak memakai pasminanya dengan berbagai macam angle..akhirnya Aisyah membiarkan Bram yang tengah memfotonya..dia kembali memeriksa kontrak Bram


"Mas..ini di biaya trucking..mas sudah sekalian masukin biaya-biaya tidak terduga nggak?" tanya Aisyah sambil menyibak rambutnya yang panjang


"Nggak terduga gimana?" tanya Bram yang masih asyik memfoto Aisyah


"Biaya tak terduga mas..kayak..uang jago buat ormas setempat..biaya pengawalan polisi..sama biaya ijin lewat mas.."


Aisyah menghela nafasnya..


"Taroh dulu kenapa sih mas kameranya..biar mas ngerti..mana yang kurang" pinta Aisyah yang melihat Bram masih memfoto dirinya


Aisyah lalu pindah ke meja kerja Bram..Bram pun mengikutinya dan duduk di sebelah mejanya


"Kalau di biaya trucking mas cuma masukin biaya moving doang..mas bisa tekor nantinya..kan disini..dijelasin semua..biaya-biaya diluar kontrak aggrement tidak bisa di claim atau di reumbest.." jelas Aisyah


"Mas bikin biaya trucking cuma buat moving doang kan?" tanya Aisyah yang melihat Bram memandanginya dengan mata yang tak berkedip


"MAS BRAAAM!!" kesal Aisyah sambil memukul muka Bram dengan kertas kontrak yang dia pegang


"Heh..eeh..iya Yaang?..biayanya oke kan?.." ujar Bram yang baru sadar


"Huuuh!!..biaya..biaya..biaya apaan!!..percuma Aisyah jelasin ke mas..kalau masnya nggak merhatiin!!" kesal Aisyah sambil melipat tangannya didada


"Iyaaa..iyaaa..mas minta maaf..sekarang mas konsen nih.." kata Bram sambil tersenyum


"Huuuh!!" dengus Aisyah sambil mengambil kertas kontrak yang ada di meja dan dia taruh di depan Bram


"Mas rubah biaya truckingnya..mas tambahin sama biaya tak terduga..baru mas tulis lagi nominal yang baru di kon...MAS BRAAAM!!"


Aisyah berteriak kesal..karena Bram kembali tidak mendengarkan penjelasannya..Aisyah melihat Bram kembali melongo memperhatikan dirinya tanpa berkedip


"Aisyah nggak mau bantuin mas!!" sewot Aisyah sambil bangun dan pindah ke sofa dan menyalakan tv


"Eh..iyaa..iyaa..mas minta maaf lagi.."


Bram menghampiri Aisyah..Aisyah langsung memunggungi Bram


"Kamunya jangan ngambek doong.." bujuk Bram sambil memegang pundak Aisyah


"Habisan..masnya nggak dengerin omongan Aisyah siih!!.." kesal Aisyah sambil memutar badannya


"Soalnya mas terpesona akan kecantikan kamu sayaang.." bujuk Bram sambil menjawil hidung Aisyah


"Apalagi kamunya pakai kacamata..terus..nggak pakai jilbab" kata Bram sambil menyibak rambut Aisyah yang jatuh di frame kacamata Aisyah


Aisyah yang merengut kesal..perlahan tersenyum geli


"Mas pinter banget gombal yaaah?" kata Aisyah sambil memencet hidung Bram


"Hahaha..kamu tuh pantas untuk digombalin Yaang.."


"Ya sudah..dengerin yaaak..awas kalau mas nggak dengerin lagi..Aisyah tinggal tidur nih.." ancam Aisyah sambil mengambil kertas kontrak dari tangan Bram


"Iya nyonyaaah..kalau nyonyah ngambek lagi..nanti nyonyah nggak boleh tidur disini..nyonyah silahkan tidur di kamarnya nyonyah sendiri"


Aisyah terdiam sambil memandang Bram dengan tatapan kesal


"Kok mas gitu?" tanya Aisyah


"Habisan nyonyah nggak mau bantuin mas..aaaaah!!"


Bram berteriak karena pinggangnya sudah mendapat cubitan dari Aisyah


"Mas bercanda mulu!!..mau Aisyah bantuin nggak nih??" kesal Aisyah


"Iyaa..iyaaa..mana yang musti mas rubah?" ujar Bram sambil melihat ke kertas kontrak


"Mestinya ada dua item mas..yang ini..sama yang tadi Aisyah jelasin.."


Aisyah tertawa geli..karena dia melihat Bram menutup mukanya dengan sebelah tangannya..agar dirinya tidak melihat ke arah Aisyah


"Nggak gitu juga kali masssss.." kata Aisyah sambil menurunkan tangan Bram


"Biarin ajah..lagian kalau mas ngeliat ke arah kamu..mas bawaannya pengen khilaf terus.." kata Bram yang tidak mengalihkan pandangannya dari kertas kontrak


Aisyah pun tergelak tawa..dia lalu memeluk Bram dan mencium pipinya


"Mangkanya..pikiran mas kotor mulu sih..jadinya kalau ngelihat Aisyah bawaannya lain..hihihi.." kata Aisyah sambil mencium kembali pipi Bram


Aisyah lalu melepaskan pelukannya


"Kontraknya mas rubah dulu gih..katanya besok mau dibawa kan?"


Bram menganggukan kepalanya..dia lalu bangun menuju ke meja kerjanya


Aisyah kembali menonton tv sambil menunggu Bram yang tengah merubah draft kontraknya


"Kira-kira..mas nambahin berapa nih Yaang?" tanya Bram ke Aisyah yang tengah menonton tv


"Tambahin ajah sekitar 10 juta mas..masih masuk akal kok.." jawab Aisyah


"Okeee!!"


Bram pun mulai menulis draf kontraknya yang baru


"Aisyah tinggal tidur ya mas..ngantuk nih.." kata Aisyah sambil beranjak ke kamar mandi


"Iya Yaang.." ujar Bram yang masih mengetik di komputernya


Setelah selesai..Aisyah keluar dari kamar mandi..dia lalu menghampiri Bram yang masih mengetik. Aisyah berdiri di belakang Bram..dia lalu membungkuk memeluk leher Bram dan berbisik di telinganya


"Masss??..mulai sekarang..Aisyah kalau tidur..nggak pake BH lho mas.." ujar Aisyah lirih sambil mengecup lembut telinga Bram


Bram sontak kaget..karena dengan sengaja..Aisyah menggesek pundaknya dengan *********** yang tidak memakai BHnya secara perlahan..dia balik badannya dan melihat Aisyah beranjak ke ranjangnya dan langsung dia selimuti badannya. Aisyah mengedipkan matanya kearah Bram sambil tersenyum nakal


Bram kembali mengetik di komputerya..dia yang ingin buru-buru menyelesaikan draft kontraknya..tampak berulang kali dia memencet tombol backspace.. pertanda dia salah dalam mengetik. Bram sontak bangun dari kursinya..dan dia alihkan pandangannya ke arah ranjang..dimana Aisyah sudah terlelap tidur


"Aiiiish..konsentrasi gua buyaaar!!..gara-gara omongan Aisyah tadi..haaaaaaah!!..nggak beres nih!!" umpat Bram dalam hati


Dia tampak mondar-mandir..dia pandangi antara komputernya dan ranjangnya..yang terdapat Aisyah yang tengah tertidur


"Konsen Braaam!!..konsen!!" umpatnya pada dirinya sendiri


Dia kembali duduk di kursi kerjanya..dia lanjuti memberesi draft kontraknya


"Maksud kamu apa sih Yaang?..pake ngomong gitu ke mas?" ujarnya lirih sambil melihat ke arah ranjangnya


"Mana sambil gesek-gesekin ke pundak lagi?"


Setelah menarik nafasnya dan mengatur alurnya..Bram kembali mengetik


Sesekali dia gelengkan kepalanya..agar berkonsentrasi


"ALKHAMDULILAAAH!!! selesai juga...print dulu Braaaam..sabar.." kata Bram sambil melihat ke arah printer dengan pandangan yang sudah tidak sabar


"Ayuukk...buruaaaan..." ujar Bram yang tidak sabaran sambil dia mainkan jarinya di atas mesin printer


Setelah selesai diprint..dia ambil kertas hasil printnya. Dia periksa dengan seksama..setelah dirasa semua beres..dia rapikan kontraknya di dalam mapnya dan dia masukan ke dalam tasnya. Kemudian Bram bergegas menuju ke ranjangnya..dia pandangi Aisyah yang sudah terlelap tidur di balik selimutnya. Bram sibak selimut Aisyah..dia lalu rebah disampingnya..dia pandangi dada Aisyah yang turun naik secara teratur


"Anjriiit..gede juga men!!" ujarnya lirih


"Baru sadar gua.."


Bram lalu dengan perlahan..dia sentuh dada Aisyah dengan ujung jarinya


"Empuk banget!!" ujar Bram lirih


Yang bikin nafas Bram memburu adalah..walaupun Aisyah tengah berbaring telentang di atas ranjang..bentuk pay*daranya tampak membulat sempurna..tidak melebar kesamping dan yang membikin jakunnya turun naik..tampak put*ng pay*dara Aisyah tercetak jelas di balik kaosnya yang tipis. Bram pun dengan perlahan..dia ingin sentuh put*ng pay*dara Aisyah


"Hentikan masku!!!" pinta Ningrum yang tahu-tahu suaranya muncul di telinganya


Bram pun menghentikan niatnya


"Kenapa Ningrum?..kan cuma nyolek dikit doang?" tanya Bram dalam batinnya


"Jangan diteruskan niat itu masku..masku kan sudah berjanji sama ibunda..untuk menjaga teteh" jawab Ningrum


"Tapi.."


"Dengar apa kata Ningrum masku!!" potong Ningrum dengan nada sedikit berbau ancaman


Bram pun tarik kembali tanganya yang ingin menyentuh put*ng pay*dara Aisyah


Dia rebahkan badannya disamping Aisyah..dia angkat kepala Aisyah untuk dia taruh di pundaknya..Aisyah menggeliat pelan sambil merapatkan badannya ke arah Bram dan memeluknya


"Hmmm..masss.." guman Aisyah yang masih memejamkan matanya


Bram tarik selimutnya dan dia selimuti dirinya dan Aisyah


"Terima kasih masku..masku mau mendengar omongan Ningrum.."


"Iya Ningrum..mestinya gua yang terima kasih sama kamu..karena sudah diingetin sama kamu.."


"Iya masku..selamat istirahat.."


Bram pandangi Aisyah yang terlelap di pundaknya..lalu dia kecup dengan lembut kening Aisyah

__ADS_1


"Maafin mas ya Yaang..tadi mas hampir ajah kelepasan.." ujar Bram lirih


__ADS_2