Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
57.Pengumuman Penting


__ADS_3

Sekitar jam 1 dini hari..mobil BMW serie 3 silver berhenti di depan pagar rumah keluarga Handoyo. Dari pintu kanan Bram keluar..dia bertukar tempat dengan Helen


"Gua langsung ya Bram.." kata Helen sambil masuk ke dalam mobilnya


"Iya..hati-hati lu" kata Bram


"Daaaaa Braaam.."


"Daaaa.." ujar Bram sambil melambaikan tangannya


Mobil Helen segera meninggalkan rumah Bram..setelah melihat mobil Helen hilang di tikungan..Bram masuk ke dalam melalui pintu kecil dari gerbangnya


"Sudah pulang mas?" tanya pak Trisno


"Sudah pak..sayanya ngantuk.." jawab Bram


Bram lihat keadaan di depan garasi sudah sepi..sepertinya Aisyah sudah selesai dengan pekerjaannya


"Tadi yang ngitungin sembako kelar jam berapa pak?" tanya Bram


"Baru saja kelar mas..ada kali 15 menit sebelum mas pulang" jawab pak Trisno


"Ya sudah..saya ke dalam dulu ya pak."


"Baik mas.."


Bram langsung menuju ke kamarnya..begitu dia buka pintu kamarnya..Bram tersenyum melihat ranjangnya kosong..Aisyah selama bulan puasa ini berinisiatif mau tidur dikamarnya sendiri..nggak mau nyampur sama Bram dulu. Bram masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih. Bram yang sudah mengganti bajunya dengan kaos dan kolornya..segera naik ke ranjangnya. Tapi matanya nggak mau diajak kompromi..walau sudah miring ke kiri..miring ke kanan..tetap saja matanya tidak mau diajak merem. Hatinya merasa ada yang kurang..tidak ada Aisyah di pelukannya


Bram bangun..dan berjalan ke luar kamar..dia lalu menuju ke kamar Aisyah yang berada di depan kamarnya. Dia buka dengan perlahan pintu kamar Aisyah..dia tengok..Aisyah sudah terlelap tidur di ranjangnya. Setelah menutup pintu kamar dengan perlahan..Bram menghampiri ranjang Aisyah dan dia duduk di bibir ranjang Aisyah. Bram tersenyum ketika teringat tantangan Aisyah kemarin pagi..agar dirinya puasa satu bulan full


"Mas bebas ngelakuin apa saja ke Aisyah.."


Bram tersenyum geli..ketika mengingat bisikan Aisyah di telinganya


"Kamu nekat Yaang..cuma supaya mas puasa satu bulan full..kamu sampai segitunya" batin Bram sambil membelai rambut Aisyah yang tidak memakai pasminanya


"Hmmmm..masss..." guman Aisyah sambil membuka matanya


"Mas baru pulang?" tanya Aisyah lirih


"Dari tadi" jawab Bram sambil membelai pipi Aisyah


"Mas ngapain ke sini?" tanya Aisyah kaget sambil bangun


"Mas nggak bisa tidur Yaang..kalau nggak ada kamu" jawab Bram


"Bulan puasa mas..nggak boleh kita kelonan..nanti takutnya mas khilaf"


"Nggak kok Yaang..mas nggak bakalan khilaf deh..mas tidur disini yaah..sama kamu" pinta Bram


Aisyah menghela nafasnya


"Yaah..boleh yaah?" rayu Bram


"Iya deh..tapi mas jangan meluk Aisyah yaah.." pinta Aisyah


"Siaaap nyonyaaah.."


Aisyah segera menggeser badannya agak ke pinggir dan segera merebahkan badannya dan memunggungi Bram. Bram tersenyum geli..dia rebahkan badannya disebelah Aisyah dan dia tarik selimutnya. Bram yang terlentang menatap langit-langit kamar Aisyah hatinya galau..antara memeluk Aisyah atau tidak..dia menoleh ke Aisyah yang masih memunggunginya. Bram memiringkan badannya menghadap punggung Aisyah..dia raba dengan lembut punggung Aisyah dari belakang


"Massssss..." geram Aisyah yang masih memunggungi Bram


"Jangan macem-macem ya mas!!..Aisyah ngantuk nih.." kesal Aisyah


"Kamu nggak pake BH ya Yaang?" tanya Bram yang masih meraba-raba punggung Aisyah dengan jari telunjuknya


"Sudah merem mas..Aisyah nanti kesiangan sahurnya"


Tiba-tiba..Bram memeluk Aisyah dari belakang..Aisyah pun teriak pelan karena kaget


"Tuh kan..mas nggak bisa dipegang omongannya!! " rajuk Aisyah


"Sudah..kita bobo yuuk.."


Bram mengecup leher Aisyah dan dia eratkan pelukannya di badan Aisyah


"Yaang..upahnya mas cicil yaah?"


"Mas Braaaam!!..Aisyah pindah yaaak?" sewot Aisyah sambil bangun


"Eeeh..jangan dong..iya..iya..mas merem nih.."


"Mas nya geseran.."


"Nggak mau..mas maunya kayak tadi ajah.."


"Aaaaah...mas Braaaam...huft..Aisyah ngantuk nih mas..huft..huft" rengek Aisyah


"Ya sudah..kamu tinggal tidur aja kok"


"Kan tadi sudah Aisyah bilang..mas jangan meluk Aisyah..mas nya geseran!!"


Bram bangun dan merebahkan Aisyah disampingnya


"Orang kalau kebanyakan ngomel..tuanya jelek!!" kata Bram


Aisyah yang semula cemberut..sontak tersenyum


"Ya iyalaaah...mana ada orang yang sudah tua cakep" kata Aisyah sambil memencet hidung Bram


Bram tersenyum geli


"Cium mas dong Yaang.." pinta Bram


Aisyah lalu mengecup bibir Bram


"Met bobo mas.." kata Aisyah sambil memeluk Bram


"Ya sayang..met bobo juga"


.


_______________


.


Hari itu..tampak kesibukan di halaman belakang rumah kediaman keluarga Handoyo. Tampak pekerja memasang tenda dan memasang meja di halaman belakang. Aisyah mengarahkan beberapa pekerja untuk mengatur meja-meja sesuai keinginannya


"Syaah..orang catering dah dateng tuh.." kata Dinda sambil menghampiri Aisyah


"Eh..iya Din..suruh kesini orangnya ya Din"


Dinda segera kembali ke depan..dan tak lama kemudian dia kembali bersama dua orang catering. Aisyah menerima daftar menu dari staff catering


"Ini semuanya nanti ada kan mbak?" tanya Aisyah


"Iya mbak..sesuai menu mbak"


"Oke mbak..kalau bisa..ditata sekarang ya mbak" pinta Aisyah


Bram memperhatikan kegiatan yang ada di halaman belakang dari atas balkon lantai dua


Dia tersenyum melihat Aisyah yang sibuk mengatur untuk acara buka bersama nanti sore. Dia ambil handphonenya..dia ketik pesan ke Aisyah melalui WA


"Sibuk bener siih?" kirim Bram


Dia lihat Aisyah melihat handphonenya dan mengetik balasan ke handphonenya


"Mas sudah bangun?"


"Sudah nih.."


"Mas dimana?"


"Balkon belakang"


Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah balkon belakang..dia lambaikan tangannya begitu dia melihat Bram yang ada di teras


"Mas udah sholat?"


"Belum" balas Bram


"Sholat dulu mas..nanti acaranya keburu mulai"


"Iya.."


Aisyah menghampiri ke arah Nita yang memanggil dirinya


*


Sekitar jam 4 sore..Aisyah yang sudah berganti baju dengan gamisnya..berjalan ke arah kamar Bram


"Mass?.." panggil Aisyah sambil membuka pintu kamar


Dia lihat Bram masih tiduran di ranjangnya


"Mas nggak ke bawah?.." tanya Aisyah sambil duduk di tepi ranjang


"Nggak Yaang..mas males.."


"Yaaah..nggak boleh gitu mas..tamu-tamu bapak sudah pada datang tuh..pada nanyain mas"


Bram merubah posisinya menjadi tengkurap..hanya diam


"Mas lemes nih Yaang" keluh Bram


"Memang itu bawaannya mas..ayuk..Aisyah tungguin nih"


Aisyah membalikan badan Bram yang masih tengkurap


"Ayuk..buruan mandi mas.."


"Kamu yang mandiin yaah" goda Bram sambil mengedipkan matanya


Aisyah menghela nafasnya


"Iya..nanti habis lebaran..ayuk buruan masss..."


Aisyah menarik Bram agar bangun..mau tidak mau..Bram akhirnya bangun dan berjalan ke kamar mandi. Setelah melihat Bram masuk ke kamar mandi..Aisyah berjalan ke lemari Bram..dia pilih baju koko dan celana yang akan Bram pakai nanti. Selagi memilih-milih baju koko buat Bram..handphone Aisyah berdering


"Halo..assallamuallaikum..Aisyah di kamar mas Bram bu..iya..mas Bram nya lagi mandi..nanti ajah bu..Aisyah bareng mas Bram turunnya..waallaikumsallam"


Aisyah kantongi kembali handphonenya..dia bawa baju koko dan celana jeans Bram dan dia gelar di ranjang Bram. Aisyah terperanjat kaget..karena tiba-tiba Bram yang sudah selesai mandi memeluknya dari belakang


"Masss..puasa ini mas..bisa batal lho"


"Kalau meluk doang..nggak kali Yaang" kilah Bram sambil memeluk perut Aisyah dan menciumi leher Aisyah


"Sabar kenapa sih mas..puasa tinggal 3 hari ini.." kata Aisyah sambil melepaskan pelukan Bram


"Mas buruan pake bajunya..nih..sudah Aisyah siapin baju kokonya"


Bram lalu mengambil celana jeans nya dan dia pake..Bram sengaja memakai celananya di depan Aisyah. Bram tersenyum melihat Aisyah memalingkan mukanya ke samping


"Kenapa calon istri?..malu yaaak?.." tanya Bram sambil mengancingkan baju Kokonya


Aisyah yang masih memalingkan mukanya hanya diam


"Ayuk Yaang.." ajak Bram yang sudah rapi sambil menggamit tangan Aisyah


Mereka berdua berjalan menuju ke arah halaman belakang..yang dijadikan venue untuk acara berbuka bersama. Begitu mereka sampai disana..semua mata para tamu memandang ke arah Bram dan Aisyah yang baru tiba . Aisyah salah tingkah karena dirinya dan Bram menjadi pusat perhatian para tamu. Mereka berdua menuju ke meja yang sudah menunggunya..disana sudah ada pak Agung..bu Yuli..Dini beserta Suami


"Eh..ada mbak Dini sama mas Teguh yaah?" tanya Bram sambil duduk di sebelah papahnya


"Iya Bram.." jawab Dini


Mereka yang hadir mendengarkan tausiah yang dibawakan oleh pak Imam..selaku dewan pengurus DKM Masjid Al Muhajirin. Bram mengedarkan pandangannya ke semua tamu yang hadir. Yang hadir adalah tamu-tamu undangan relasi papahnya beserta para tetangga di komplek..Bram tersenyum sambil mengangguk hormat pada bu Nining yang hadir bersama anak-anak yatim Yayasan Cempaka


"Kamu ngundang anak-anak Yatim dari tempat bu Nining ya Yaang?" tanya Bram


"Iya mas..sama bu Nining juga..cuma sayang..bu Kurnia nggak bisa datang..lagi sakit mas" jawab Aisyah


"Mereka langsung pulang apa nginep?"


"Nginep mas..besok baru balik ke Bandung"


"Pada tidur dimana mereka?"


"Hotel Mercure mas.."


Salah seorang EO menghampiri Aisyah


"Mbak..sekarang pembagian bingkisan untuk anak Yatim" katanya lirih di telinga Aisyah

__ADS_1


"Baik mas..tinggal dulu ya mas.." pamit Aisyah pada Bram


Aisyah lalu mengikuti staff EO menuju ke panggung. Seorang MC mengumumkan sekarang adalah sesi pembagian bingkisan untuk anak yatim..dan dia memanggil pak Agung..selaku tuan rumah untuk memberikan bingkisan untuk anak Yatim. Dari samping..bu Nining beserta anak-anak yatim Yayasan Cempaka berjalan menuju ke panggung. Pak Agung memberikan bingkisan ke setiap anak yatim satu persatu yang dibantu oleh Dinda dan Gisel..disampingnya berdiri Aisyah yang memberikan amplop ke anak-anak yang sudah menenteng bingkisan. Bram tersenyum haru melihat senyum-senyum sumringah dan riang dari wajah-wajah anak Yatim yang telah menerima bingkisannya. Setelah pembagian bingkisan..Aisyah kembali ke mejanya


"Kamu kok nggak bilang-bilang sama mas sih?..kalau pengen ngasih sumbangan?"


"Kenapa memangnya mas?" tanya Aisyah


"Mas mau ikutan urunan Yaang.." jawab Bram


Aisyah tersenyum


"Lain kali ya mas..Aisyah lupa ngomong sama mas.."


Tak lama kemudian terdengarlah bedug magrib..saatnya untuk berbuka puasa..para tamu menyantap takjil yang sudah dihidangkan di meja. Kemudian para tamu menyantap hidangan yang sudah di siapkan secara prasmanan. Bram menyapa beberapa tamu relasi papahnya..matanya melihat teman-teman tongkrongannya berada di salah satu meja..dia lalu menghampiri mereka


"Pada ngapain luh?..kayak puasa aja??..pake ikut-ikutan bukber.." ketus Bram


"Sstttt..jangan keras-keras Bram..tengsin tahu!!" sewot Hendra sambil melirik ke salah satu meja..dia tersenyum ke salah satu gadis yang melihat ke arah dirinya


"Hahaha..punya malu juga lu Ndra..hahaha" gelak Bram


Gadis itu terseyum geli mendengar ledekan Bram pada Hendra


"Si monyeettt!!..di bilang jangan keras-keras juga..emangnya lu puasa Bram?"


"Sekarang dia puasa Ndra..Bram diancem sama Aisyah" ujar Doni


Hendra tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Doni


"Pantesan lu..kalo siang kagak nongol"


"Udah insyaf dia Ndra..emangnya elu??" ledek Ryan


"Udah..udah..kita makan yuuk..mumpung sepi tuh..ayuuk.." ajak Bram pada teman-temannya


Mereka lalu beranjak menuju ke meja prasmanan


"Yopi mana Yan?" tanya Bram


"Lagi mojok nooh..di gazebo" tunjuk Ryan


Bram tersenyum geli..melihat Yopi sedang meminum es buah berdua dengan Dinda di gazebo..di pinggir kolam renang


"Kayaknya seriusan tuh bocah Yan.."


Selagi Bram mengantri untuk mengambil makanan


"Halo Braam..apa kabar?" sapa salah seorang laki-laki paruh baya..sepertinya relasi dari papahnya


"Eeeh..kabar baik om.." jawab Bram


"Kenalin Bram..ini istri om.."


"Halo Bram..apa kabar.." sapa wanita yang sepertinya seumuran dengan mamahnya


"Baik tante.." jawab Bram


"Ini anak om..Natalie.."


"Hai Bram?" sapa seorang wanita muda yang memakai gamis dan berkerudung putih


"Hai.." jawab Bram sambil menjabat uluran tangan wanita muda itu


"Katanya lu baru lulus?..kuliah dimana lu?" tanya Natalie


"Iya..udah ada kali 6 bulan..lulusan Harvard gua Nat.." jawab Bram sambil menerima piring dari staff catering


"Sama dong kayak gua..cuma gua lulusan Monash..Ausie"


"Om tinggal dulu ya Bram.."


"Eh..iya om.." jawab Bram


Lalu orang tua Natalie meninggalkan Bram untuk menuju ke mejanya


"Siapa tuh men?" tanya Ryan lirih sambil melirik ke Natalie


"Natalie..anaknya teman bokap gua" jawab Bram


"Kayaknya elu lagi di comblangin Bram.."


Bram hanya tersenyum


"Hati-hati men..ada yang ngawasin elu tuh.." bisik Ryan di telinga Bram


Bram segera mengalihkan pandangannya ke arah mejanya..dia melihat Aisyah tengah memperhatikannya sambil menyendok makanannya. Dia rogoh handphonenya..mamahnya mengirim pesan WA


"Siapa itu Bram?" tanya bu Yuli melalui WA


Bram melihat ke mamahnya..dia gelengkan kepalanya


"Bram..geser doong..depan lu kosong tuh.." kata Natalie


Bram segera maju..agar antrian jalan. Setelah selesai mengantri..Bram menuju ke mejanya bersama Natalie. Sesampainya di sana..Natalie memberikan salam hormat pada pak Agung dan bu Yuli. Karena dilihatnya tidak ada bangku kosong di meja Bram..Natalie pindah ke meja orang tuanya


"Siapa itu Bram?" tanya bu Yuli begitu Bram duduk


"Nggak tahu mah..tadi orangtuanya main kenalin saja sama Bram.." jawab Bram


"Yang mana orangtuanya?" tanya bu Yuli


Bram mengedarkan pandangannya untuk mencari orangtua dari Natalie


"Tuh mah..deket mejanya pak Yasin" tunjuk Bram


Bu Yuli melihat ke meja yang di tunjuk oleh Bram


"Oooh..pak Tanding.." ujar bu Yuli


"Mamah kenal?"


"Orang Cevron Bram" jawab bu Yuli


Bram melihat Aisyah yang sudah selesai makannya..bangun dan pindah menuju ke mejanya bu Nining. Bram merasa Aisyah tengah merajuk kepada dirinya. Bram mengambil handphonenya..mamahnya mengirim WA lagi..sepertinya bu Yuli tidak ingin yang ada di meja tahu


"Aisyah marah sama kamu tuh"


"Kamunya sih.."


Setelah selesai makan..Bram lihat para tamu sedang bercengkrama. Bram menghela nafasnya sejenak..dia lalu berdiri dan berjalan ke arah panggung..dia berbicara dengan MC untuk meminta waktunya sebentar. Bram lalu naik ke atas panggung


"Assallamuallaikum..warrohmatullohi Wabarrokatuuuh..Selamat malam bapak-bapak..ibu-ibu saya mohon maaf untuk meminta perhatiannya sebentar.." sapa Bram di atas panggung


Para tamu yang hadir..mengarahkan pandangannya ke arah panggung


"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesediaan bapak-bapak dan ibu-ibu yang mau hadir di acara buka bersama ini..mumpung di malam yang penuh berkah ini..saya disini akan memberikan sebuah pengumuman penting untuk bapak-bapak..ibu-ibu..sekalian"


Sejenak Bram mengatur nafasnya


"Bahwa saya akan mengumumkan..kalau saya saat ini telah bertunangan dengan kekasih saya..yaitu..Aisyah Nandita Praweswari.."


Sontak para tamu yang hadir memberikan tepuk tangan kepada Bram..termasuk pak Agung dan bu Yuli yang tampak tersenyum bahagia. Sebagian tamu yang kenal dengan Aisyah memberikan selamat ke Aisyah yang masih terkejut dengan pengumuman yang Bram berikan dari atas panggung


"Bagi bapak dan ibu yang belum mengenal Aisyah..orangnya ada disini..Yaang?..sini!!" panggil Bram pada Aisyah yang duduk di meja bu Nining


Aisyah menggeleng-gelengkan kepalanya..tapi Bram bersikeras agar Aisyah naik ke atas panggung. Bram akhirnya turun dan menghampiri meja bu Nining..dia gamit lengan Aisyah lalu dia bawa menuju panggung. Para tamu masih bertepuk tangan sambil tertawa melihat Bram yang menggandeng Aisyah ke panggung


"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian..ini dia tunangan saya..Aisyah Nandita Prameswari" kata Bram sambil memeluk pundak Aisyah


Bram berbisik di telinga Aisyah..mereka menunjukan masing-masing cincin pertunangan di jari manis mereka. Para tamu kembali bertepuk tangan. Aisyah salah tingkah ketika semua mata menatap ke arah dirinya yang didekap oleh Bram


"Dan..Insya Alloh..rencana pernikahan kami..akan diadakan pada bulan..Juni..bulan Juni ya pah?" tanya Bram pada papahnya


Pak Agung menganggukan kepalanya


"Bulan juni..dua bulan lagi..jadi saya mohon doa restunya dari bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian..agar rencana kami ini lancar sampai hari H nanti.."


"AMIIIINNN.." jawab para tamu


"Cium Aisyah dong Braaam!!!" celetuk Ryan dari mejanya


Bram hanya tersenyum..lain halnya Aisyah..dia tersipu malu sambil mengoyang-goyangkan telapak tangannya ke arah para tamu


"CIUUM..CIUUM..CIUUMM.." pinta para tamu serempak


Bram lalu menghadap Aisyah..dan dia pegang kedua bahu Aisyah


"Massss?.." ucap Aisyah lirih sambil menatap Bram


Bram dengan perlahan mendekati wajah Aisyah..Aisyah langsung memejamkan matanya


Cup


Bram kecup dengan lembut kening Aisyah


"Yeeeeeee..."


Para tamu memberikan tepuk tangannya dengan meriah..bu Yuli menyeka air matanya yang menitik di ujung matanya


"Terima kasih atas perhatian bapak dan ibu sekalian..saya ucapkan terima kasih..oh iya..karena tiga hari lagi akan lebaran..boleh kiranya..saya pribadi atas nama keluarga Handoyo..mengucapkan..Minal Aidzin Wal Faidzin..mohon maaf lahir dan batin..Terima kasih.. Wassalamuallaikum.. warrohmatullohi..wabarrokatuh"


Bram lalu menggandeng Aisyah menuju ke mejanya yang diringi tepuk tangan para tamu


"Selamat untuk mas Bram dan teh Aisyah..atas pertunangan mereka..semoga apa yang direncanakan..diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Alloh SWT..amiiin" kata MC


"Yeee..selamat ya Syaah.." kata Dini sambil cipika cipiki dengan Aisyah


"Iya mbak..terima kasih" jawab Aisyah


"Selamat ya Bram.." kata Teguh sambil mengulurkan tangannya


"Iya mas..terima kasih" jawab Bram


Bu Yuli yang duduk di sebelah pak Agung memberikan senyuman ke arah Bram..Bram menghampiri mamahnya..dan berjongkok di sebelah mamahnya. Bu Yuli memeluk kepala Bram dan mencium keningnya


"Tadi sudah kamu rencanain yaah?" tanya bu Yuli


"Nggak mah..spontan ajah Bram tadi.." jawab Bram sambil tersenyum


Bu Yuli mengusap-usap kepala Bram sambil tersenyum. Bram kembali duduk di bangkunya


"Mas bisa ajah yaah!!.." gemas Aisyah sambil mencubit paha bram


"Aaaaah..mas kalau urusan kayak gitu..jagonya Yaang...hahahaha"


"Kok mas nggak ngomong ke Aisyah dulu?" sewot Aisyah


"Kalau mas ngomong dulu ke kamu..kamu nya pasti nggak mau..mas kan tahu kamu Yaang"


Aisyah pun tertawa geli. Teman-teman Bram menghampiri meja Bram


"Bapak-bapak..ibu-ibu.." panggil Doni sambil memukul gelas dengan sendoknya


Ting


Ting


"Mohon perhatiannya sebentar.."


Para tamu menoleh ke arah Doni


"Dihari yang penuh berkah ini..mari kita rayakan sekaligus kita bersyukur..karena di bulan puasa tahun ini..Bram akhirnya mendapatkan hidayah dan sudah mulai berpuasa bapak-bapak..ibu-ibu sekalian"


Sontak para tamu tertawa terbahak-bahak..lain halnya Bram yang bersemu merah menahan malu


"Kita doakan..semoga disisa 3 hari ini..Bram sukses menjalankan ibadah puasanya bapak-bapak ibu-ibu.." pinta Doni sambil mengangkat gelas es buahnya


"Amiin ya rob.."


"AMIIIINN.." kata para tamu


"Setan lu yaaaak!!" kesal Bram sambil menonjok paha Doni yang berdiri di sampingnya


Doni beserta teman Bram yang lainnya tertawa terbahak-bahak. Yang ada di meja pun ikut tertawa geli..melihat Bram di kerjain oleh teman-temannya


*


Sebuah bis pariwisata tampak parkir di depan pagar rumah keluarga Handoyo..anak-anak panti asuhan Yayasan Cempaka berbaris untuk masuk ke dalam bis


"Teh Aisyah..terima kasih banyak lho..atas undangan ini..anak-anak pada senang dan gembira teh" kata bu Nining yang berdiri di samping Aisyah


"Iya bu..sama-sama..saya turut senang..kalau melihat anak-anak pada senang" ujar Aisyah sambil tersenyum

__ADS_1


Setelah semua pada naik ke atas bis..bu Nining pamit pada Aisyah


"Saya pamit ke hotel dulu ya teh.." pamit bu Nining


"Iya bu..besok saya ke hotel..sekitar jam 9an bu.."


"Iya teh.."


Kemudian bis bergerak meninggalkan rumah keluarga Handoyo diiringi lambaian tangan anak-anak panti dari dalam bis kepada Aisyah yang masih berdiri..Aisyah membalas lambain tangan mereka. Setelah melihat bis menghilang di belokan..Aisyah masuk ke dalam


.


_______________


.


BMW hitam memasuki parkiran hotel Mercure dan parkir tepat di depan loby..keluarlah Aisyah dan Bram..mereka langsung menuju ke loby hotel. Di loby hotel telah berkumpul anak-anak panti yang bersiap-siap untuk pulang


"Selamat pagi anak-anak..." sapa Aisyah


"SELAMAT PAGI TETEEEEH" jawab mereka berbarengan


"Sudah nggak ada yang ketinggalan di kamar kan?" tanya Aisyah


"NGGAK ADA TEEEEH.."


"Okeee..teteh check out dulu yaah..habis ini kita ke PIM"


"BAIK TEEH.."


Aisyah meninggalkan rombongan anak-anak panti untuk membayar tagihan di front desk


"Masih pada puasa kan?" tanya Bram


"IYA OMMM..INSYA ALLOH" jawab mereka


Bram lalu menyusul Aisyah di front desk


"Pakai kartu mas nih Yaang.."


"Nggak usah mas..kartu Aisyah saja"


Setelah urusan tagihan selesai..Aisyah mengajak anak-anak panti untuk menuju ke bis mereka yang sudah standby di loby. Kemudian bis itu mengikuti mobil Bram untuk menuju ke PIM 2


"Habis berapa Yaang?" tanya Bram yang sambil menyetir mobilnya


"Habis 8 juta mas.." jawab Aisyah


Bram melihat Aisyah mengelap airmatanya yang menitik di pelupuk matanya


"Kenapa Yaang?" tanya Bram


"Eeh..nggak mas..Aisyah senang..ngelihat anak-anak pada tersenyum senang mas..apalagi pas deket-deket lebaran gini.." jawab Aisyah sambil tersenyum haru


"Aisyah bisa ngerasain mas..perasaan mereka..sama kayak waktu Aisyah dulu..waktu lebaran pertama nggak ada ibu sama ayah.." kata Aisyah sambil menyeka hidungnya yang tampak memerah


"Aisyah sampai nggak enak sama bu Rini mas.."


"Kenapa memangnya?" tanya Bram


"Habis sholat Ied..Aisyah nangis dikamar mas..kangen sama ayah dan ibu..untung saja..bu Rini sama pak Johan telaten menghibur Aisyah.." isak Aisyah yang sedih mengingat moment itu


Bram langsung memeluk kepala Aisyah dan mencium rambutnya dengan lembut


"Mangkanya..Aisyah nggak mau..anak-anak pada sedih mas..sama kayak Aisyah dulu..yang kangen pada orangtuanya" kata Aisyah yang berusaha tersenyum


Bram terenyuh mendengar cerita Aisyah


"Kalo nangis batal nggak sih Yaang?" tanya Bram


Sontak Aisyah tersenyum geli yang diikuti oleh Bram


"Mas maaah..Aisyah jadi malu kan?"


Bram tertawa sambil mencium punggung tangan kanan Aisyah


*


Aisyah mengantar anak-anak panti untuk berbelanja di PIM 2. Pagi itu suasana Mall PIM 2 ramai oleh celoteh anak-anak panti yang baru merasakan berbelanja di Mall


"Anak-anak..hati-hati yaaah..jangan sampai ngerusak barang yang ada" wanti-wanti bu Nining


"Biarin aja bu..namanya juga anak-anak.." kata Aisyah yang berusaha menenangkan bu Nining


Aisyah melihat baju gamis yang ada di manekin


"Bu Kurnia..ukuran bajunya apa ya bu?" tanya Aisyah


"L teh.."


Aisyah memanggil pramuniaga Metro Dept Store untuk mengambil baju gamis yang ada di manekin


"Kalau ini muat nggak bu?" tanya Aisyah sambil memperlihatkan baju gamis ke bu Nining


"Muat kayaknya teh.."


"Mbaaak..saya mau yang ini yaah..ada stocknya nggak?" tanya Aisyah ke pramuniaga


"Ada kayaknya bu. "


"Saya mau satu yaah.."


"Baik bu.."


"Ayuk bu..bu Nining pilih saja..pilih sesuai selera ibu.." pinta Aisyah


"Baik teh..terima kasih.."


Aisyah melihat Bram yang sedang mengawasi anak-anak panti yang sedang memilih-milih baju pilihannya. Hingga dia melihat baju koko yang menarik hatinya


"Mass?..mas muat nggak?" tanya Aisyah sambil memberikan baju koko ke Bram


Bram lihat ukuran baju koko itu


"Muat Yaang.." jawab Bram


"Mas mau kan?" tanya Aisyah lagi


Bram menganggukan kepalanya. Aisyah memasukan baju kokonya ke dalam keranjang..dan dia ambil satu sarung dan dia masukan ke dalam keranjang juga


Setelah puas berbelanja dan berkeliling..waktunya para anak-anak panti untuk kembali ke Bandung. Bu Nining mengarahkan para anak-anak berkumpul di sisi bis


"Anak-anak..bilang apa sama teh Aisyah?" tanya bu Nining


"TERIMA KASIH TETEEEEH.." jawab mereka


"Iya..sama-sama" kata Aisyah sambil tersenyum


"Kita doakan..semoga teteh sama mas Bram di berikan panjang umur.." kata bu Nining


"AAAMIIINNN.."


"Sehat selalu.."


"AMIIINNN.."


"Lancar rejekinya.."


"AMIIINNN"


"Apa-apa yang di rencanakan..diberikan kelancaran oleh Alloh SWT.."


"AMIIINNN.."


Aisyah tersenyum geli melihat ekspresi anak-anak yang tampak senang dan gembira sambil mengadahkan tangannya berdoa


"Dan semoga mendapatkan pahala dari Alloh SWT.."


"AMMIIINN.."


Anak-anak panti segera berbaris untuk pamitan dengan Aisyah dan Bram


"Salam untuk bu Kurnia ya bu.." kata Aisyah sambil cipika cipiki dengan bu Nining


"Iya teh..saya ucapkan banyak-banyak terima kasih ke teteh..apa yang sudah teteh berikan ke anak-anak.."


"Iya bu..sama-sama"


Aisyah melambaikan tangannya ke arah bis yang bergerak keluar dari parkiran PIM 2


"DADAAAA TETEEEEEH.." teriak seorang anak laki-laki dari jendela pintu belakang


"Dadaaaaa...hati-hati yaaah.." sahut Aisyah sambil melambaikan tangannya


Bram dan Aisyah lalu menuju ke mobilnya


"Alkhamdulilaaah..semuanya lancar mas.." kata Aisyah sambil menyandarkan punggungnya ke jok mobil


Bram tersenyum sambil membayar biaya parkir


"Kita mau kemana nih Yaang?"  tanya Bram


"Ke PIM 3 sebentar ya mass..ada yang mau Aisyah beli.."


"Okee.."


Bram mengarahkan mobilnya ke arah PIM 3..yang berada di seberang PIM 2


"Cihuuuy..sehari lagi..puasa mas full sebulan..ada yang ketar-ketir nih..di tagih upahnya" girang Bram sambil melirik ke Aisyah


Deg..Aisyah tercekat kaget..dia baru ingat..kalau dirinya menjanjikan sesuatu ke Bram..kalau Bram bisa full puasa selama satu bulan


"Ee..emangnya mas full puasanya?" tanya Aisyah


"Iya doooong..kamu tanya ajah Ningrum..pernah nggak mas batal?"


Tidak terasa sampailah mereka di PIM 3


"Mas nggak usah ikut yaah?..Aisyah nggak lama kok..mas muter-muter ajah.." kata Aisyah sambil keluar dan bergegas masuk ke dalam


Bram lalu menjalankan mobil secara perlahan sambil menunggu Aisyah. Tak lama kemudian..dia lihat Aisyah sudah menunggunya di loby..Bram heran..dia lihat Aisyah menenteng kopi Starbuck dan roti Dailybread di tangannya. Aisyah segera masuk ke mobil..begitu Bram menghentikan mobilnya


"Kamu nggak puasa Yaang?" tanya Bram heran yang melihat Aisyah membawa kopi


"Enggak mas..Aisyah lagi dapet.."


Aisyah sepertinya sengaja menggoda Bram..dia hirup kopinya secara perlahan sampai menimbulkan suara


"Hmmmm..ya Alloh..enak bener ini kopi..mana panas-panas begini..hmmmm..tuna saladnya..enak bener.." goda Aisyah sambil mengigit rotinya


Bram tampak menelan ludahnya..melihat Aisyah begitu menikmati kopi dan rotinya


"Mas mau??" tanya Aisyah tiba-tiba sambil menyodorkan rotinya ke depan wajah Bram


Bram lihat roti tuna yang ada di depan wajahnya..sambil menelan ludahnya


"Apa yang baru nih..Aisyah beli dua nih mas.." tanya Aisyah sambil memberikan roti tunanya yang baru


Bram seperti tersadar..dia segera memalingkan wajahnya ke depan dan dia geleng-gelangkan


"Mas tahu modus kamu Yaang..kamu nggak mau mas tagih kan?..kalau mas bisa puasa full sebulan..mangkanya kamu godain mas..supaya mas batal..terus..perjanjian kamu batal..mas kalah..kamu yang menang!!..wuuuu!!..enak ajah!!" kata Bram dengan berapi-api


Aisyah menekuk mukanya sambil mengerucutkan bibirnya


"Siapa mas?..nggak..Aisyah cuma nawarin roti doang kok..apa kopinya nih mas..sama sambil ngerokok?..." bujuk Aisyah sambil menyodorkan kopinya ke Bram


"Mas nggak bawa rokok yaah?..Aisyah beliin nih mas.."


Bram menggeleng-gelengkan kepalanya


"Minum nggak mas!!" ancam Aisyah


"Kamu gimana siih..orang nggak mau batal di paksa..iiiih..tangan kamu awas dong Yaang.."


"Mass!!..minum nggak!!" sentak Aisyah


"Nggak mau!!"


Bram masih menghindar dari sodoran kopi Aisyah yang masih mengincar bibirnya


"Masss Braaaam!!" sewot Aisyah


Bram tertawa geli melihat Aisyah yang putus asa membujuk dirinya agar batal

__ADS_1


"Weeeek..." goda Bram sambil menjulurkan lidahnya


__ADS_2