
Sekitar jam 10 siang..Aisyah yang sudah rapi keluar dari kamarnya
"Ibuu?.." panggil Aisyah
"Ya teeh?" jawab bu Rini dari dapur
"Aisyah jemput dedek dulu yaah?.." pamit Aisyah sambil mencium tangan bu Rini
"Iya..kamu sekalian bawa baju ganti buat dedek yaah?..kan katanya kamu mau langsung ke Dago.." kata bu Rini sambil menuju ke kamar Bima
"Iya bu.." jawab Aisyah yang mengikuti bu Rini dari belakang
Setelah menerima baju ganti buat Bima..Aisyah menuju ke teras
"Berangkat ya bu..assallamualaikum"
"Waalalikumsallam.."
Bu Rini melambaikan tangannya ke arah mobil Aisyah yang keluar dari halaman rumah
***
Tak membutuhkan waktu yang lama..sampailah Aisyah di sekolah Bima..dia lihat tidak ada tempat parkir di depan sekolah Bima yang ramai oleh pedagang makanan. Aisyah memarkirkan mobilnya di pelataran parkir Indomaret yang letaknya bersebelahan dengan sekolah Bima
"Jaang?..numpang parkir didie nyaak?" kata Aisyah pada tukang parkir
"Iya teh..sok mangga.." jawab tukang parkir yang terheran-heran..karena ada sebuah BMW serie 7 parkir di depannya
Setelah memberikan uang pada tukang parkir..Aisyah berjalan ke sekolah Bima. Di depan gerbang sudah banyak orangtua yang menunggu anaknya pulang sekolah..Aisyah mencari penjaga sekolah untuk menanyakan letak kelas Bima. Setelah itu Aisyah menuju ke kelas Bima..sesampainya di sana..Aisyah mencari Bima dari jendela kelas. Aisyah melambaikan tangannya ke arah Bima yang melihatnya..Bima membalas lambaian tangan Aisyah dengan senyumannya. Aisyah lalu mencari tempat untuk menunggu..dia menegur beberapa ibu-ibu yang juga menunggu
Selagi Aisyah menunggu dan memainkan handphonenya..ada seorang wanita memanggil dirinya
"Aisyah?..ie teh Aisyah?"
Aisyah menoleh ke arah wanita yang memanggilnya..sontak matanya terbelalak kaget
"Heni?..eh..Heni!!" pekik Aisyah
Mereka saling berpelukan dan berteriak kegirangan
"Ya Alloh Syaah..kamu kemana ajah?..nggak ada kabar beritanya" tanya Heni sambil duduk di sebelah Aisyah
"Aku ke Jakarta Hen.." jawab Aisyah
"Ke Jakarta?..eh..kita pindah ajah yuk..kita ngobrolnya di kantin ajah..yuk?.." ajak Heni
Aisyah lalu mengikuti Heni menuju ke kantin sekolah yang berada dekat pintu gerbang masuk sekolah dan disana juga ramai oleh ibu-ibu yang menunggu anaknya. Sebagian ibu-ibu menegur Heni..dan menelisik heran melihat ke Aisyah yang baru pertama kali mereka lihat
"Kita duduk di tempatnya Firman aja ya Syaah..kamu masih ingat nggak sama si Firman?" tanya Heni
"Firman?..ooh..yang waktu kelas dua pernah jatuh ke dalam sumur sekolah kan?" jawab Aisyah
Heni menganggukan kepalanya. Setelah duduk di salah satu meja penjual es campur..Heni memanggil penjual es campur
"Eh..Heni..aya naon?" tanya seorang pria muda
"Man?..kamu masih kenal nggak?" tanya Heni sambil menunjuk ke arah Aisyah
Firman menelisik heran ke arah Aisyah..Aisyah hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya
"Aisyah?..ie teh Aisyah??" tanya Firman yang mulai mengenali Aisyah
"Iya Man..apa kabar?" jawab Aisyah sambil menjulurkan tangannya
Firman langsung membalas uluran tangan Aisyah
"Baik Syaah..waaah..kamu kemana ajah?" sambung Firman
Firman ambil satu bangku dan duduk di sebelah Aisyah
"Aku ke Jakarta Man.."
"Jakarta?..kamu kerja disana?" tanya Firman lagi
"Nggak..aku ikut bu Yuli..kakaknya bu Rini..kamu jualan disini Man?" tanya Aisyah sambil melihat suasana kantin
"Iya Syaah..nerusin usaha Abah..eh iya..pada mau pesen apa nih?" tanya Firman
"Aing mah es campur wae Man.." jawab Heni
"Aku sama deh Man..kayak Heni" sambung Aisyah
"Okee..sebentar yaak.."
Firman lalu masuk ke dalam warungnya..untuk membikin pesanan Aisyah dan Heni. Selagi Aisyah dan Heni ngobrol..datang seorang wanita muda yang berdandan sangat cantik dan glamor..dia berjalan dengan anggunnya melewati ibu-ibu yang tengah mengobrol di kantin
"Syaah..kamu kenal sama Mala kan?" tanya Heni
"Mala?..Mala siapa atuh?" tanya balik Aisyah
"Mala..anaknya pak Endang..kepala sekolah kita dulu.." jawab Heni
"Oooh..Mala Susanti..iyaa..iyaa..aku ingat Hen..ada apa memangnya sama si Mala?" tanya Aiysah
Heni memberikan kode dengan tolehan kepalanya..agar Aisyah melihat ke belakang dirinya
"Itu si Mala Syaah.."
Aisyah menoleh ke belakang..dan dia lihat ada seorang wanita muda yang cantik berjalan ke arah dirinya
"Heniii?...udah lama?" tanya Mala begitu sampai di meja
"Udah La.." jawab Heni
Mala melepaskan kacamata hitamnya..begitu melihat ke arah Aisyah
"Ini siapa Hen?" tanya Mala
Aisyah tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Mala
"Hai La..mosok lupa sama aku sih?" ujar Aisyah
"Beneran deeh..gua lupa..elu siapa?" tanya Mala bingung
"Aku La..Aisyah.."
Sontak mata Mala terbelalak kaget..dia langsung memeluk pundak Aisyah yang tengah duduk di kursinya
"Oooh my Gaaaaaad!!..elu Aisyah?" tanya Mala tak percaya
__ADS_1
Mala cipika cipiki dengan Aisyah..Aisyah tertawa melihat Mala masih heran melihat dirinya
"Elu kemana ajah sih say?..kok gua nggak pernah denger lagi kabar elu?" tanya Mala sambil duduk di sebelah Aisyah
"Aku ke Jakarta La.."
"Jakarta?..sama doong?..gua juga di Jakarta..elu Jakarta nya mana?..gua di Bintaro.."
Datang Firman yang membawakan pesanan es campur buat Aisyah dan Heni
"Eh..ada nyonya boss.." kata Firman yang melihat Mala duduk di sebelah Aisyah
"Bisa ajah lu Man.." ucap Mala
"Eeh..kita udah kayak reuni SMP ajah nih?..walau cuma berempat doang.." kata Firman
Sontak mereka tertawa bersama-sama
"Iya ya Man..baru sadar gua.." kata Mala
"Kamu mau pesan apa nih?" tanya Firman ke Mala
"Samain ajah deh man..kayak Aisyah dan Heni.."
"Oke bossku.."
Firman kembali masuk ke dalam warungnya
"Sekarang Mala udah enak Syaah..udah jadi bos dia.." kata Heni sambil mengaduk es campurnya
"Aaah..bisa ajah lu Hen.." kilah Mala
"Oh ya?..kamu kerja di mana La?" tanya Aisyah
"Biasalah Syaah..gua cuman jadi agen penyalur TKI ke Arab.."
Mala mengeluarkan rokok putihnya dan dia bakar..tak lama asap rokok keluar dari bibirnya
"Rokok Syaah?" tawar Mala
"Nggak La..aku nggak ngerokok.." jawab Aisyah
"Kamu kalau mau jadi TKI..ngomong ajah Syaah..sama Mala..dia pasti bantu kamu kalau kamu mau.."
Aisyah hanya tersenyum mendengar usulan Heni
"Iya Syaah..lu mau nggak?..tetangganya Heni ajah ada yang udah gua berangkatin ke Qatar"
"Nggak La..makasih.." jawab Aisyah
Mala mengeluarkan anak kunci mobilnya dan dia taruh diatas meja..dan dia taruh handphonenya yang bermerk Samsung di sebelah kunci mobilnya
"Tenang ajah Syaah..elu nggak bakal gua kenain potongan deh.."
Aisyah kembali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Firman datang sambil membawakan es campur kepunyaan Mala
"Eh..Man..fotoin kita-kita dooong..mumpung pada kumpul nih.." pinta Mala sambil memberikan handphonenya ke Firman
Firman lalu memfoto Aisyah dan kedua temannya dengan menggunakan handphone Mala
"Sekarang selfie kita.." kata Firman sambil memfoto selfie
"Kirimin ke nomor saya La.." pinta Heni
"0811xxxx" jawab Aisyah
"Nomor lu kartu Halo?" tanya Mala sambil menyimpan nomor Aisyah di phonebooknya
"Iya.." jawab Aisyah
Terdengar handphone Aisyah berdering..dan tak lama ada suara notif WA masuk
"Itu nomor gua ya Syaah..gua kirim foto kita barusan ke WA elu.." kata Mala
"Yaaah..Syaah..pulsa gua habis..coba lu misscall ke nomor gua.." pinta Heni
Sebetulnya Aisyah enggan mengeluarkan handphonenya yang bermerk iphone..karena dia merasa tidak enak hati terhadap teman-temannya..tapi karena Heni tidak punya cukup pulsa..akhirnya Aisyah mengeluarkan handphonenya
"Nomor kamu berapa Hen?" tanya Aisyah
"Waaaah...hp lu iphone Syaah?" tanya Mala yang melihat handphone kepunyaan Aisyah
"Iya La..boleh dikasih.." jawab Aisyah sekenanya
"Mana iphone 13 lagi.." ujar Mala
"Memangnya mahal La?" tanya Firman
"19 juta booo!!" jawab Mala
"Haaah??..19 juta?..kayak harga motor??" kaget Firman
Setelah menyimpan nomor Mala dan Heni..Aisyah masukan kembali handphonenya ke saku celananya
"Kamu disini tinggal dimana La?" tanya Aisyah yang berusaha mengalihkan perhatian teman-temannya ke handphonenya
"Eh..gua tinggal sama nyokap gua" jawab Mala
"Katanya tadi kamu tinggal di Bintaro.." sambung Aisyah
"Iya..anak gua..gua titipin sama nyokap gua disini..soalnya dia dirumah sendirian..nggak ada yang nemenin..gua sama laki gua keseringan keluar negeri Syaah..ngurusin kerjaan.." jawab Mala
"Ooh..anak kamu kelas berapa?" tanya Aisyah
"Sekelas sama anaknya Heni..kelas dua"
Aisyah meminum es campurnya yang diikuti oleh Mala
"Naah..elu sendiri..ngapain disini Syaah?..jemput anak lu juga?" tanya Mala
Aisyah tersenyum geli
"Aku belum nikah La.." jawab Aisyah
"Terus?..ngapain kamu ngapain kesini Syaah?..main?" tanya Heni
"Nggak..aku jemput Bima..anaknya bu Rini.." jawab Aisyah
"Bu Rini..ibu angkat elu?" sambung Mala
__ADS_1
"Iyaa..kalau dia kelas empat"
Terdengar suara bel sekolah..pertanda anak-anak sekolah sudah bisa pulang. Aisyah memfokuskan pandangannya ke arah kelas Bima..menunggu Bima keluar dari dalam kelas
"Maaan??..berapa nih?" tanya Mala
"Semuanya La?" tanya Firman
"Iya..sekalian sama punya Aisyah sama Heni.."
"Nggak usah La..punya aku biar aku bayar sendiri nanti" kata Aisyah
"Biarin aja Syaah..mumpung ketemu ini"
"45 ribu La.." jawab Firman
Mala memberikan uang 50 ribu ke Firman
"Kembaliannya ambil ajah.." kata Mala
"Oke boss..terima kasih yaah?"
"Deeek!!..dedeeeek!!" panggil Aisyah yang melihat Bima celingukan mencari dirinya
Bima menghampiri tempat Aisyah dan teman-temannya duduk
"Salim dek..sama teman-teman teteh.." pinta Aisyah
Bima mencium tangan Mala dan Heni
"Ini Syaah?..anaknya bu Rini?" tanya Mala
"iya.."
"Namanya siapa dek?" tanya Mala
"Bima teh.." jawab Bima
Bima lalu pindah ke sebelah Aisyah
"Ini teman teteh?" tanya Bima
"Iya dek.." jawab Aisyah
Datanglah ke meja mereka..dua anak laki-laki yang seumuran..kalau dilihat dari tas dan sepatu yang digunakan oleh mereka..Aisyah sudah bisa menebak..mana anaknya Mala dan mana anaknya Heni
"Gua duluan ya Syaah.." pamit Mala sambil cipika cipiki dengan Aisyah
"Kapan-kapan..kita ngobrol lagi yaak?" kata Mala
"Iya La.."
Mala lalu meninggalkan kantin dengan menuntun anaknya menuju ke mobilnya yang parkir di depan sekolah..sebuah Honda Jazz berwarna merah maroon
"Maan..aing balik ka luhur nyaaak.." pamit Heni ke Firman
"Iya Hen.."
"Aku juga pamit ya Man.."
"Iya Syaah.."
Kemudian Aisyah bersama Heni keluar dari area kantin
"Kamu bareng sama aku ajah Hen..kebetulan aku bawa mobil" ajak Aisyah
"Kamu bawa mobil Syaah?"
"Iyaa.."
"Parkir dimana?" tanya Heni
"Di Indomaret"
Begitu mereka tiba di Indomaret..Heni keningnya berkerut heran..karena hanya ada sebuah BMW hitam yang terparkir di depan Indomaret
"Mobil kamu mana Syaah?" tanya Heni
"Itu.." tunjuk Aisyah ke mobilnya
"Itu?..yang BMW?" tanya Heni lagi
"Iya.." jawab Aisyah sambil memencet alarm mobilnya
Heni terperanjat kaget..kalau BMW hitam yang terparkir di depannya..adalah mobil kepunyaan Aisyah
"Dedek duduk di belakang dulu yaah?..nemenin anaknya teh Heni" pinta Aisyah ke Bima
"Iya teh.." jawab Bima sambil mengajak anaknya Heni untuk masuk ke dalam mobil
"Ayuk Hen.." ajak Aisyah
Heni yang masih termanggu kaget..akhirnya membuka pintu sebelah kiri dan duduk di sebelah Aisyah
"Terima kasih ya jaaang.." kata Aisyah sambil memberikan lagi uang parkir
"Iya teh..sama-sama"
Mobil Aisyah beranjak meninggalkan sekolah Bima
"Kamu kerja apaan sih Syaah?" tanya Heni
Aisyah tersenyum
"Nggak Hen..aku nggak kerja"
"Bohong!!..buktinya kamu bisa punya mobil kayak gini.."
"Beneran..tanya ajah Bima.."
"Iya mamahnya Daffa..teteh nggak kerja..cuma nerima jahitan doang" ujar Bima dari belakang
Tak terasa..sampailah mereka di depan gang rumahnya Heni
"Terima kasih ya Syaah..kapan-kapan kamu main dong ke rumah.." kata Heni yang berdiri di sisi mobil Aisyah sambil melongok ke dalam
"Iya Hen..nanti kalau aku ada waktu..aku main kesana.."
Mobil Aisyah meninggalkan gang rumahnya Heni dengan diiringi lambaian tangan Heni
__ADS_1
.
.