Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
06.Pertengkaran


__ADS_3

Sekitar jam 11 malam..barulah Bram dan Aisyah kembali pulang ke rumah


Begitu sampai di depan gerbang..Bram lantas membunyikan klaksonnya.


Tak lama kemudian gerbang terbuka.


Bram lalu memasukan mobilnya ke carport


"Eh..ada kak Lidya mas.." kata Aisyah yang melihat Lidya berdiri di teras


"Mau ngapain dia kemari.." kata Bram


Setelah mobil berhenti..Aisyah lalu keluar dan membuka pintu belakang..untuk mengambil belanjaan..dia lalu menghampiri Lidya sambil menenteng beberapa tas belanjaan


"Selamat malam kak Lid.." sapa Aisyah pada Lidya yang memasang wajah sinis kepada Aisyah


"Kamu dari mana Syaah?" tanya Lidya ketus sambil memandang remeh Aisyah


"Habis nemenin mas Bram belanja bahan kak.. " jawab Aisyah


"Kamu tuh siapa heh?..berani-beraninya jalan berduaan sama Bram" kesal Lidya sambil mendorong Aisyah..hingga Aisyah terdorong ke belakang


"Kamu tau diri doong..kamu tuh siapa..Bram tuh siapa..kamu kan cuma pembantu disini..jangan kurang ajar kamu yaaa Syaah.." omel Lidya


"Ma..maaf kak.." kata Aisyah sambil menundukan wajahnya


"LIIIDYAAAAA!!!!" bentak Bram..setelah melihat perbuatan Lidya terhadap Aisyah


"Lu apa-apaan sih?..kenapa lu marahin Aisyah?" tanya Bram sambil memegang pundak Aisyah untuk menenangkannya


"Kamu nggak apa-apa kan Syaah?" tanya Bram


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya yang masih menunduk


"Lu kenapa sih hon?...gua telpon nggak lu angkat?" tanya Lidya


"Itu urusan gua..mau gua angkat kek..mau gua rejeck kek..terserah gua..hp..hp gua..kenapa lu yang repot" kata Bram yang sudah mulai emosi


"Kamu masuk duluan yaa Syaah..nanti mas nyusul.." pinta Bram kepada Aisyah yang masih berdiri disampingnya


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil masuk ke dalam


Begitu Aisyah melewati ruang keluarga..Aisyah melihat bu Yuli sedang menonton tv sendirian


"Assalamuallaikum bu.." sapa Aisyah sambil mencium tangan bu Yuli


"Waallaikumsallam..kok baru pulang sih teh?" tanya bu Yuli


"Tadi mas Bram ngajakin nonton film dulu bu...jadinya pulangnya agak malem" jawab Aisyah


"Kamu duduk dulu teh.." pinta bu Yuli


Setelah menaruh tas belanjaan di meja..Aisyah lalu duduk di samping bu Yuli


"Itu mas Bram kenapa?" tanya bu Yuli yang mendengar Bram bertengkar dengan Lidya di teras


"Aisyah nggak tau bu.." jawab Aisyah


"Tadi kamu diapain sama si Lidya?"


"Aisyah nggak diapa-apain bu.."


"Beneer?" tanya bu Yuli yang dijawab oleh Aisyah dengan anggukan kepala


"Kamu bener nggak diapa-apain sama Lidya?..soalnya tadi ibu dengar mas Bram bentak Lidya karena marahin kamu.." tanya bu Yuli


"Bener bu..kak Lidya nggak ngapa-apain Aisyah" bohong Aisyah


"Ya udah kalau gitu..besok besok..kalau kamu dikasarin sama Lidya..bilang sama Ibu yaa teh.."


"Iya bu.." jawab Aisyah


Tiba-tiba Bram melintas ke arah tangga..yang diikuti oleh Lidya yang berusaha mengejar Bram


"Braaam...please hon..dengerin dulu penjelasan gua.." rengek Lidya sambil memegangi tangan Bram


"Dah nggak ada yang perlu lu jelasin ke gua Lid..mendingan lu pulang..dah malem..gua mau tidur" kata Bram sambil menaiki tangga


"Braaam...Braaaaam" panggil Lidya dari bawah tangga


Bu Yuli dan Aisyah yang menyaksikan kejadian itu hanya diam.


"Tanteee..please tolongin Lidya tantee..tolong bilangin Bram..kalau ini semua cuma salah paham.." pinta Lidya pada Bu Yuli


Bu Yuli hanya menghela nafasnya


"Lebih baik kamu sekarang pulang Lid..sudah malam..tidak bagus anak gadis keluyuran malam-malam.." kata bu Yuli.


Setelah melihat Aisyah dengan pandangan sinis..Lidya segera bergegas menuju pintu depan tanpa pamitan sama bu Yuli.


Bu Yuli hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sambil menghela nafasnya dengan kasar


"Aisyah pamit ke belakang ya bu.."


"Iya teh..oh iya..nanti kamu tolong bilangin sama bi Surti..ibu minta dibuatkan lemon tea hangat yaaah.." pinta bu Yuli


"Baik bu.." kata Aisyah


"Kamu sudah sholat belum?" tanya bu Yuli


"Belum bu.." jawab Aisyah


"Sholat dulu gih..sudah jam berapa ini.."


"Baik bu.."


Lalu Aisyah segera bergegas ke belakang.


Tak lama kemudian Aisyah kembali dengan membawa nampan berisi secangkir lemon tea hangat


"Bu..lemon tea nya.." kata Aisyah sambil menaruh lemon tea di meja


"Loooh..bi Surti nya kemana teh?" tanya bu Yuli


"Bi Surti sudah tidur bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Ya sudah kalau gitu..terima kasih ya teh" kata bu Yuli sambil mengambil secangkir lemon tea


"Sama-sama bu.." kata Aisyah sambil kembali masuk ke belakang


_________


Setelah menunaikan sholat Isya..Aisyah lalu keluar dari kamarnya untuk menuju ke workshopnya


Setelah menyalakan lampu workshop..Aisyah lalu duduk di kursi meja kerjanya dan mengeluarkan buku catatan ukuran Blazer Bram dari dalam laci untuk dia baca


Setelah memperhatikan sesaat..Aisyah lalu mengeluarkan bahan kain untuk Blazer dari dalam tas belanjaan...dan dia bentangkan di atas meja


Setelah memakai kacamatanya.. Aisyah lalu mulai menggambar pola di atas bahan


Layaknya seorang designer profesional..Aisyah begitu lancar dan cepat dalam menggambar pola untuk Blazer pesanan Bram


Aisyah memperhatikan tangan kanannya..dia tersenyum sendiri..mengingat ketika dia memukul pundak Bram sewaktu di mobil..dia teringat kembali ketika dia dan Bram waktu masih kecil dulu


Bram sering kali mengganggunya dan dia hanya bisa membalas dengan memukul Bram sambil menangis


Tiba-tiba..dia mendengar..ada seseorang yang menyalakan kompor gas di dapur..Aisyah pun keluar menuju ke dapur..untuk melihat siapa yang menyalakan kompor gas


"Mas Braaam?" panggil Aisyah


Bram pun menoleh..dia kaget begitu melihat Aisyah yang memakai kacamata...karena baru kali ini dia melihat Aisyah memakai kacamata

__ADS_1


"Mas Bram mau bikin apa?" kata


Aisyah sambil menghampiri Bram yang sedang mencari kopi di kicthen set


"Kamu ngapain Syaah?" tanya Bram bengong


"Ya Alloh..kamu imut banget sih Syaah"


Bram terpesona akan kecantikan Aisyah..yang menurut Bram kian bertambah dengan Aisyah memakai kacamata


"Mas mau bikin kopi?" tanya Aisyah yang dijawab anggukan oleh Bram


"Mas tunggu dimeja ajah..nanti Aisyah bikinin."kata Aisyah yang mulai mengambil kopi dari dalam kicthen set


Bram lalu duduk di kursi meja makan yang ada di dapur..sambil memperhatikan Aisyah yang sedang membikin kopi untuk dirinya


Setelah jadi..Aisyah membawakan 2 gelas ke arah meja dan memberikan 1 gelas ke Bram..dan satunya untuk dirinya


"Makasih loh Syaah.." kata Bram sambil menyeruput kopinya


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil menyeruput kopi di gelasnya


"Kamu pakai kacamata ya Syaah?" tanya Bram


"Iya mas..cuman buat gambar pola ajah sama baca tulisan yang kecil kecil" terang Aisyah


"Kenapa kamu nggak dipake terus sih?..kamu tuh tambah cantik kalau pake kacamata lho Syaah" kata Bram


"Ah..mas bisa ajah.." kata Aisyah tersipu malu


"Kamu kok tumben belom tidur..itu juga..ngapain kamu ngalungin meteran.." tanya Bram


"Aisyah memang tidurnya agak malem mas..ini Aisyah lagi gambarin pola buat Blazer mas.." kata Aisyah sambil memegang meteran di pundaknya


"Waah..Blazer mas nggak usah buru-buru juga kali..toh makenya juga baru minggu depan..nyantai ajah"


"Nggak apa apa mas.."


Bram lalu memegang tangan Aisyah..Aisyah pun terperanjat kaget


"Syaah...soal tadi kamu didorong sama Lidya..jangan kamu masukin ke dalam hati yaaak?..Lidya emang begitu orangnya.."


"Iya mas..Aisyah dah lupain kok.."


"Bagus kalau gitu.."


Bram lalu menatap Aisyah dalam dalam..Aisyah yang diperhatikan seperti itu hanya bisa menuduk malu


"Aisyah permisi ya mas.." kata Aisyah guna menghindar dari tatapan Bram


"Looh..kamu mau kemana?"


"Mau lanjutin gambar pola.."


"Nanti ajah..santai aja Syaah..sini dulu sama mas..kita ngobrol ngobrol dulu" kata Bram sambil menahan tangan Aisyah sambil tersenyum


"Mas mau ngobrolin apaan sih?" kata Aisyah sambil memperhatikan tangannya yang digenggam oleh Bram


"Ngobrolin apaan kek.."


"Ya..tapi..tangan Aisyah lepasin dong mas.."


"Kalo nggak mas lepasin?"


"Aisyah tinggal tidur nih..."


"Mas ikut ke kamar..kita lanjutin yang tadi pagi.." kata Bram sambil tersenyum nakal dan mengedipkan matanya


"Masss Braaaam..nanti kalau mas Bram macem-macem..Aisyah laporin ke ibu niih!!.." ancam Aisyah dengan suara yang lembut


"Yaaah..kamu mah curang Syaah..maennya laporan ke mamah.." kesal Bram sambil melepaskan tangan Aisyah


Aisyah pun tersenyum geli


"Yaa..tapi kamunya juga jangan pergi dong Syaah.."


Aisyah pun kembali duduk


"Mas masih mau ngobrol sama kamu.." kata Bram


"Sama ada yang mau mas tanyain ke kamu"


"Kamu dulu kuliah dimana?" tanya Bram sambil menyeruput kopinya lagi


"Di UI mas.."


"UI Depok?"


"Iya mas..kenapa mas?.."


Tiba-tiba wajah Aisyah berubah seperti teringat sesuatu


"Mas lihat-lihat foto dikamar yaaak?"


"Iya..foto kamu waktu di wisuda..sama foto ini.." kata Bram


Bram memberikan handphone nya yang menunjukan foto dia dan Aisyah kecil yang Bram foto menggunakan kamera handphone nya


Aisyah terperanjat kaget..karena Bram menemukan foto dia waktu kecil


"Itu kamu kan Syaah?" tanya Bram


"Ii..iiya mas..mas kok bisa dapet ini?" tanya Aisyah


"Tadi pagi..mas ngeliat foto itu nongol dari selipan buku di meja kamu" kata Bram


"Itu foto waktu kapan Syaah?"


"Kalau kata Ayah..ini waktu Aisyah kelas 3 SD mas..waktu itu setelah vila jadi..mas dateng sama Bapak dan Ibu ke Dago..buat selamatan pembukaan Vila baru" kenang Aisyah


"Kok bisa ada kamu disitu?"


"Kan yang membangun Vila Bapak.. Ayah Aisyah mas.. Jadi waktu itu..Ayah dan Ibu Aisyah dateng kesitu karena di undang sama Ibu mas..."


"Ooooh..terus terus.." kata Bram penasaran


"Mosok mas nggak inget sih?" tanya Aisyah..


Bram hanya menggeleng


"Waktu itu..mas nginep di Dago selama 2 hari..oh iya..Aisyah baru ingat..waktu itu mas sempet hilang loh...di hutan yang ada di atas Vila..kalo nggak salah..pas mas kelas 6 SD deh.."


"Hilaaang?" tanya Bram heran


"Iya..pas hari minggu..soalnya waktu itu Bapak mau ngadain acara syukuran atas kelulusan mas..jadi Bapak ngundang orang-orang kampung yang tinggal di sekitaran Vila untuk dateng..eh..siang sebelum acara syukuran..mas Bram hilang di hutan..tapi berkat bantuan orang kampung..mas berhasil ditemuin"


"Hilaaang??..mangnya mas dulu sempet hilang Syaah?" tanya Bram lagi


Yang dijawab dengan anggukan oleh Aisyah


"Memangnya mas nggak inget sama sekali?" tanya Aisyah heran


Bram hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat cangkir kopi yang ada ditangannya


___________


Honda Jazz hitam berhenti di carport kediaman keluarga Handoyo


Lidya keluar dari mobilnya sambil terburu-buru..tanpa mengucapkan salam..Lidya langsung masuk ke dalam rumah


Lidya mendapati bi Surti tengah memberesi meja makan

__ADS_1


"Bi..Bram mana?" tanya Lidya


"Eeh..non Lidya..mas Bram lagi keluar non.." jawab bi Surti


"Non mau minum apa?" tanya bi Surti


"Nggak usah bi..Bram pergi kemana bi?" tanya Lidya nggak sabar


"Kayaknya keluar di sekitaran sini deh non..soalnya mas Bram pakai celana pendek.." jawab bi Surti


"Tante Yuli ada bi?" tanya Lidya seperti mengabsen penghuni rumah ini satu persatu


"Ibu juga lagi keluar non..sama neng Aisyah"


"Ooh..ya udah kalau gitu bi..saya pulang ajah deh.."


Lidya lalu keluar menuju ke teras..dia coba hubungi Bram dengan handphonenya


Dari semalam..Lidya mencoba menghubungi Bram..tapi tidak pernah diangkat olehnya


Mata Lidya berbinar kesenangan..karena dia melihat Bram masuk ke dalam halaman dengan mengendarai sepeda motor


"Honey?..lu dari mana?" tanya Lidya sambil menghampiri Bram yang memasukan motor ke garasi


"Dari mana kek..udah gede ini.." jawab Bram acuh


"Lu juga ngapain kemari?" tanya Bram


"Honey..tunggu Hon..gua mau ngomong sama elu.." pinta Lidya sambil menahan tangan Bram yang mau masuk ke dalam rumah


"Lepasin Lid.." pinta Bram sambil menatap tajam ke Lidya


"Hon..dengerin dulu penjelasan gua.." pinta Lidya sambil melepaskan tangan Bram


Bram mengacuhkan Lidya..dia melanjutkan langkahnya ke dalam rumah


"Honey..yang kemarin makan sama gua..itu saudara sepupu gua hon..gua nggak bakal menduakan cinta gua ke elu...gua masih sayang ama elu.." rengek Lidya


"Cukup Lidya!!..gua dah muak dengan ocehan lu semua..mendingan lu pulang sekarang..jangan sampai lu gua seret keluar dari rumah gua.." ancam Bram


"Gua nggak mau putus dari elu hon..gua masih sayang sama elu..cinta sama elu.." pinta Lidya yang memegang tangan Bram dan tak terasa airmatanya mulai menetes di pipinya


"F*CKING BULLSH*T!!" bentak Bram sambil menyentak tangannya dari genggaman Lidya


"Elu selama ini gua kira setia ama gua Lid..tapi apa yang gua dapat?..lu jual tubuh lu diluaran sana..hanya untuk kesenangan lu belaka hah??"


"Fitnah hon!!..itu semua fitnah!!..gua nggak sampai ngelakuin semua itu..gua nggak serendah itu hon!!" jawab Lidya yang berusaha membela dirinya


"Lu masih aja berkelit Lidya..apa perlu gua panggil orang yang pernah booking lu di Alexis?..tapi dia batalin..karena dia tahu yang dia booking nggak tahunya elu..cewek gua.."


"Sii..siapa hon?" tanya Lidya yang mulai cemas


"Doni..lu pasti masih inget kan?..waktu lu di booking sama Doni di Alexis?" jawab Bram sinis


Lidya yang mendengar nama Doni..langsung melorot lemas di lantai ruang tamu


*Flashback On


Yaa..Doni..teman SMA Bram dan juga Lidya..pernah tanpa sengaja membooking wanita penghibur di suatu tempat hiburan malam highclass dan mendapati Lidya disana


Ketika itu Doni langsung mengamuk dan mengucapkan sumpah serapah begitu yang muncul di hadapannya adalah Lidya..teman SMA nya sekaligus kekasih dari sahabatnya


"Lu apa-apaan sih Lid?..hah!!..lu sampai teganya hianatin Bram yang lagi kuliah di luar negeri" sewot Doni sambil mendengus marah


Doni berusaha menetralkan emosinya dengan meminum winenya dengan cepat


"Dooonn..please..lu jangan bilang sama Bram yaah?..gua ngelakuin ini semua karena tuntutan ekonomi Don.."


"Terserah lu!!..bodo amat..itu urusan elu..gua nggak mau ikut campur di kehidupan elu.."


"Don..please Doooonn.."


Doni tersenyum miring sambil menatap sinis ke Lidya


"Tapi lu tenang ajah..gua bukan tipe orang yang kayak emak-emak dasteran..yang suka ngegosip sampai berbusa..gua nggak bakal ngomong ke Bram soal ini..biar Bram tahu sendiri kelakuan elu selama ini kayak apa.."


Doni tuang kembali winenya dan menenggak dengan kasar wine yang ada di gelasnya


Setelah itu dia mengeluarkan dompetnya


"Tenang aja Lid..walau pun elu nggak gua pake malam ini..elu tetep gua bayar..karena itu kan yang elu cari malam ini?"


Ucapan Doni barusan seperti menampar harga diri Lidya sampai hancur berantakan


Mungkin kalau orang lain..Lidya masih bisa terima..tapi ini dari Doni..teman dia dari SMA dan sahabat kekasihnya


"Nih Lid..bayaran lu.." kata Doni sambil menaruh beberapa lembar duit seratus ribuan di atas meja


"Sama ini..tip dari gua buat elu..karena elu sudah ngasih gua rahasia yang selama ini gua nggak tahu.." ucap Doni sambil menambahkan beberapa lembar seratus ribuan


Lidya hanya menundukan kepalanya sambil terisak menangis..harga dirinya sudah hancur malam ini


Seandainya dia bisa memilih..biar saja dia tidak dapat uang malam ini..dari pada ketemu dengan Doni disini


"Gua balik Lid..selamat malam.."


Doni segera keluar dari dalam kamar yang dia sewa malam ini..meninggalkan Lidya yang masih terisak disana


*Flashback Off


"Gua minta maaf Hon..gua minta maaf.." isak Lidya yang masih menundukan wajahnya


"Elu gua maafin Lid..tapi untuk balik seperti dulu lagi..sorry..gua dah nggak bisa nerima elu lagi.." ucap Bram dingin


"Apa ini gara-gara Aisyah Hon?..sampai elu segitu bencinya sama gua?" tanya Lidya sambil berdiri dan menatap Bram dengan tajam


"Jangan bawa-bawa Aisyah di masalah kita!!..dia nggak tahu apa-apa soal ini" kesal Bram


"Apa kelebihan cewek kampung itu Hon?..dibandingkan sama gua?"


"LIDYAAAA!!" bentak Bram


'Udah gua bilang..jangan bawa-bawa Aisyah!!"


Muka Bram sudah mulai memerah menahan amarahnya


"Gua nggak bakal rela Hon..sampai elu banding-bandingin gua sama cewek kampung yang norak kayak Aisyah..dia kan cuma pembantu Bram.."


PLAAAAK!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Lidya hingga meninggalkan bekas tamparan di pipinya


Habis sudah kesabaran Bram karena Lidya kembali menghina Aisyah di depan dirinya


"Hooon?" tanya Lidya tak percaya sambil memegang bekas tamparan Bram di pipinya


"Sekarang lu keluar dari rumah gua Lid..jangan sampai gua berbuat yang lebih kasar ke elu.." pinta Bram dengan mata yang menatap tajam seperti sebilah pedang


"Honey..lu ken.."


"KELUAR LIDYAAAA!!" bentak Bram sambil menunjuk pintu ruang tamu


Lidya akhirnya keluar sambil terisak menahan tangisnya..rasa sakit bekas tamparan Bram tidak seberapa dibanding dengan sakit hati karena harga dirinya sudah hancur di hadapan Bram


Bram dengan nafas yang masih memburu melihat mobil Lidya meninggalkan halaman rumahnya


Dia hempaskan pantatnya di sofa ruang tamu..dia usap wajahnya sambil menghela nafasnya..dia pandangi langit-langit ruang tamu


Di relung hatinya Bram merasa bersalah..karena dia sudah melakukan kekerasan kepada wanita..suatu pantangan bagi Bram untuk menyakiti wanita..tapi itu terpaksa dia lakukan karena dirinya tidak terima Aisyah dihina oleh Lidya di depan dirinya


Senyuman samar terlukis di bibir Bram..mengingat kejadian kemarin di kamarnya

__ADS_1


Dia hampir saja lepas kontrol ketika bercumbu dengan Lidya


__ADS_2