Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
93.Siapa Wienna Mas?


__ADS_3

Wienna mengajak Bram untuk menyambangi sebuah coffeshop yang ada di loby gedung AH Group.


"Kamu selama ini kemana ajah sih Bram?..Nana telpon nggak pernah nyambung.." keluh Wienna sambil bibirnya mengerucut


"Gua sibuk Na.." jawab Bram


Tanpa sepengetahuan Wienna..ternyata Bram sudah memblokir nomornya Wienna sepulangnya dari Amerika Serikat. Seorang Waiters menghampiri meja Bram dan Wienna


"Selamat sore bapak..ibu..mau pesan apa?" tanya Waiters


"Saya nggak ngopi mbak.." jawab Bram


"Lhoo?..Kamu kok nggak ngopi Bram?..kenapa?" tanya Wienna heran


"Gua udah ngopi tadi.." jawab Bram


"Kalau nggak ngopi..kamu pesen apa'an kek..mosok Nana ngopi sendirian.." keluh Wienna


Bram menggelengkan kepalanya


"Saya caffelate ice deh mbak..sama chessecake.." jawab Wienna ke Waiters


"Baik bapak..ibu..silahkan tunggu sebentar.."


Sepeninggal Waiters yang kembali ke belakang..Wienna bangun dan pindah ke sisi Bram


"Bram?..nanti malam kita jalan yuk?.." ajak Wienna sambil melendot manja di lengan Bram


Bram dengan jengah melepaskan lilitan tangan Wienna yang memeluk tangan kanannya


"Elu ngajak gua kesini ada urusan apa sih?..kalau cuma ngopi-ngopi doang..sorry gua nggak bisa..kerjaan gua numpuk Na.." kilah Bram


"Nana kangen sama kamu Bram..temenin Nana ngopi yaah?.." pinta Wienna


Bram menghela nafasnya


"Pleaseeeee...sebentar ya Bram.." bujuk Wienna sambil mengerjap-ngerjapkan matanya


"Ck..ya udah..10 menit.." jawab Bram acuh


Cup


Wienna mengecup pipi kanan Bram


"Thankyou Bram.." ucap Wienna sambil tersenyum


"Lu apa-apaan sih Na?.." kesal Bram sambil mengelap pipi kanannya


Tiba-tiba Bram merasakan aura dingin di sekitar dia..dia melihat-lihat ke sekeliling coffeshop untuk mencari sumber aura dingin yang dia rasakan sekarang


"Ningrum?..." batin Bram yang melihat Ningrum melayang di dekat pintu masuk menatap dirinya dengan tatapan tajam


Dengan perlahan Ningrum melayang mendekati meja dia


"Dia siapa masku?.." tanya Ningrum sambil melihat ke arah Wienna dengan tatapan tajamnya


"Teman gua Ningrum..teman waktu kuliah.." jawab Bram lewat batinnya


Ningrum melayang pindah ke depan Wienna dan menatapnya dengan tatapan tajamnya


"Gadis ini bukan gadis yang baik-baik masku.." kata Ningrum


Wienna memeluk kembali tangan Bram..dan dengan sengaja dia taruh tangan Bram di depan dadanya. Ningrum yang melihatnya..mendelik kedua matanya. Tangan Ningrum menunjuk dan dari ujung jari telunjuknya keluar sinar biru mengarah ke tangan Wienna yang membelit lengan Bram..seperti memisahkan tangan Wienna yang masih memeluk tangan Bram


"Auu.." teriak Wienna


"Kenapa lu?.." tanya Bram pura-pura tidak tahu


"Tangan Nana panas Bram..kayak kena api.." jawab Wienna menggosok-gosok lengan atasnya yang terasa perih


"Mangkanya..kalau duduk tuh yang benar kenapa sih?..kayak nggak punya tulang ajah..ngelendot mulu dari tadi..memangnya gua nggak berat?.." kesal Bram sambil menggeser badannya menjauh dari Wienna


"Teteh tahu masku?.." tanya Ningrum


Bram melirik ke Ningrum sambil menggeleng samar

__ADS_1


"Kamu jangan ngomong sama Aisyah yaah?.." pinta Bram di batinnya


Tanpa banyak omong..Ningrum menghilang dari hadapan Bram dan Wienna


"Bakalan rame nih.." keluh Bram


Tak lama kemudian tuan Jimmy memasuki coffeshop dan menghampiri meja Bram dan Wienna


"Wienna?..ayo kita pulang.." pinta tuan Jimmy yang berdiri sambil memasukan kedua tangannya di saku celana


"Daddy kok sudah selesai?..Nana baru saja mesen kopi dad.."


"Ayo pulang sekarang.."


Tuan Jimmy membalikan badannya tanpa menoleh ke Bram


"Wienna!!.." panggil tuan Jimmy dengan muka merah padam..karena Wienna masih duduk di bangkunya


"Nanti malam..kamu telpon Nana ya Bram?.." pinta Nana sambil bangun dan menyusul tuan Jimmy yang sudah keluar dari coffeshop


Bram hanya menghela nafasnya melihat Wienna keluar dari dalam coffeshop. Tak lama datanglah Waiters mengantarkan pesanan Wienna


"Mbak..kopi sama chessecake nya buat mbak ajah..orangnya sudah pulang.." kata Bram sambil mengeluarkan dompetnya dan membayar pesanan Wienna


"Kembaliannya ambil buat mbak.." sambung Bram


Waiters itu pun bingung..dia hanya melihat Bram yang keluar dari dalam coffeshop


"Orang kaya mah bebas..pesanannya sudah jadi main tinggal-tinggal ajah..tapi..lumayaaaan...rejeki anak soleh.." kata Waiters itu melihat nampannya yang berisikan pesanan Wienna


.


***


.


Sementara di lantai 40..tepatnya di depan ruang kerja Bram..Aisyah tengah menjelaskan jobdesk Lesti yang sebagai Sekretaris CEO. Aisyah yang dibantu dengan salah satu Sekretaris BOD..tengah menerangkan apa-apa yang musti Lesti lakukan sebagai Sekretaris CEO


"Kamu setiap ada surat menyurat yang masuk ke meja kamu..kamu pilah-pilah dulu..mana yang urgent mana yang tidak.." jelas Farrah


"Baik bu.." jawab Lesti


"Baik bu.."


Lesti yang duduk disebelah Farrah memperhatikan betul semua yang diajarkan oleh Farrah kepada dirinya


"Ya sudah..sepertinya itu saja sih Syah yang bisa saya ajarin ke Lesti.." kata Farrah ke Aisyah yang duduk di depan meja


"Terima kasih ya mbak.." jawab Aisyah


"Nanti kalau kamu ada yang nggak ngerti atau kurang faham..kamu bisa tanya saya atau sama yang lainnya.." kata Farrah ke Lesti


"Baik bu.."


"Jangan gara-gara kamu ngerasa jadi anak baru..jadinya kamu takut nanya ke teman-teman..tanya ajah..nggak usah takut apa sungkan...yaah?.." sambung Farrah


"Baik bu.." jawab Lesti sambil menganggukan kepalanya


Setelah dirasa selesai..Farrah pamit untuk kembali ke mejanya


"Kamu ngerti kan Les?..apa yang tadi mbak Farrah jelasin.." tanya Aisyah sepeninggal Farrah


"Ngerti bu..Insya Alloh.." jawab Lesti


Aisyah melihat jam yang ada di atas almari di belakang Lesti


"Mas Bram kemana sih?..mettingnya lama benar?.." monolog Aisyah


"Oh iya Les..jam kantor disini..dimulai dari jam 8 sampai jam 5..istirahat 1 jam.."


"Iya bu..hari kerjanya..lima hari kerja bu?.." tanya Lesti


"Iya..senin sampai jum'at..sabtu minggu libur.." jawab Aisyah


Datang pak Agung ke meja Lesti sambil membawa tas kerjanya. Pak Agung sepertinya siap-siap untuk pulang..Lesti sontak bangun dari duduknya dan mengangguk hormat ke pak Agung

__ADS_1


"Teh?..kamu mau pulang sama siapa?" tanya pak Agung sambil membalas anggukan kepala Lesti


"Aisyah bareng mas Bram aja pah.." jawab Aisyah


"Hmm..ya sudah kalau gitu..papah duluan yaah?.." pamit pak Agung


"Iya pah..eh pah?.." panggil Aisyah


Pak Agung berhenti dan memutar badannya ke arah Aisyah


"Iya teh?.."


"Mas Bram mettingnya sudah selesai belum?..soalnya tadi mas Bram bilang dia lagi metting sama papah.." tanya Aisyah


"Sudah selesai dari tadi teh..tapi dia lagi nganterin anaknya tamu papah ke loby.." jawab pak Agung


"Nganterin tamu?..siapa pah?" tanya Aisyah penasaran


"Tamunya papah.." jawab pak Agung


Tak lama kemudian muncul Bram dari arah selasar lift


"Tuh..orangnya dateng teh.." kata pak Agung


"Papa duluan yaah?.."


"Iya pah.."


Pak Agung lalu menuju ke selasar lift dan berbincang-bincang sejenak dengan Bram sebelum masuk ke dalam lift


"Dari mana mas?.." tanya Aisyah begitu Bram tiba di depannya


"Habis nganterin tamu papah.." jawab Bram sambil menjawab sapaan Lesti


"Gimana?..kamu sudah jelasin ke Lesti Yaang?..masalah jobdesk dia?.." tanya Bram


"Sudah mas..tadi dibantu sama mbak Farrah.." jawab Aisyah


Bram melihat jam tangannya


"Kamu sekarang bisa pulang Les..besok pagi saja saya akan berikan arahan saya ke kamu..soal schedule saya nanti.." ucap Bram


"Baik pak..kalau begitu saya permisi ya pak..bu?.." pamit Lesti pada Bram dan Aisyah


"Iya Les..kamu besok langsung ketemu sama mas Bram yaah?.." jawab Aisyah


"Baik bu.."


"Jam 8 kamu sudah ada disini.." sambung Aisyah


"Baik bu..saya permisi dulu..assallamuallaikum.." pamit Lesti


"Waallaikumsallam.." jawab Bram dan Aisyah berbarengan


Sepeninggal Lesti..Bram mengajak Aisyah masuk ke dalam ruangannya. Bram terkejut menjumpai Ningrum sudah menunggunya dengan melayang di dekat jendela kantornya


"Ningrum?.." sapa Bram


"Masku.." jawab Ningrum dingin


Aisyah yang melihat Ningrum sepertinya acuh dalam menjawab sapaan Bram..keningnya berkerut heran


"Ada apa Ningrum?..kamu sepertinya ada masalah dengan mas Bram?.." tanya Aisyah


Ningrum melayang mendekati Aisyah dan membisiki sesuatu ke telinganya. Aisyah hanya manggut-manggut mengerti apa yang tengah Ningrum bisiki di telinganya


"Mas?.." panggil Aisyah sambil duduk di sofa seberang Bram duduk


"Apa Yaang?.." jawab Bram yang mulai waspada melihat Aisyah menatap dirinya


"Siapa itu Wienna?.." tanya Aisyah


.


.

__ADS_1


__ADS_2