Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
45.Bertemu Kawan Lama


__ADS_3

Aisyah menggeliat bangun..perlahan dia membuka matanya..dia tersenyum melihat Bram yang masih tertidur disampingnya


Aisyah lalu memainkan hidung Bram dengan ujung jarinya


"Aisyah janji sama mas..Aisyah nggak akan berubah sama mas.." ujar Aisyah lirih


Aisyah lalu mencium lembut pipi Bram..dia pun tersenyum geli


Aisyah lalu mencium kembali pipi Bram sambil berbisik ditelinganya


"Masss..banguunn..sholat subuh yuuk.." bisik Aisyah


Bram menggeliat bangun


"Hmmm..apa Yaang?" tanya Bram sambil membuka matanya


"Sholat subuh yuuk.." ajak Aisyah sambil meletakan kepalanya di dada Bram


Bram tersenyum melihat Aisyah meletakan kepalanya didadanya sambil tersenyum manis


"Sholatnya disini ajah yaah?..mas lagi males ke masjid.." kata Bram sambil membelai rambut Aisyah


"Iya mas.."


Aisyah lalu bangun dari atas badan Bram..tapi ditahan oleh Bram


"Cium dulu doong.." pinta Bram


Aisyah lalu mengecup bibir Bram..setelah itu dia bangun dan turun dari ranjang Bram


"Aisyah ambil mukena dulu ya mas.." kata Aisyah sambil keluar dari kamar Bram


___________________


Pagi itu..tampak di meja makan pak Agung,bu Yuli,nenek Yati dan kakek Ndaru tengah sarapan


"Ayu teh..sarapan dulu.." ajak bu Yuli yang melihat Aisyah membawa nampan yang berisikan kopi dari dapur


"Iya bu.." jawab Aisyah sambil meletakan kopi di depan pak Agung


"Terima kasih ya teh.."


"Sudah teh..kamu sarapan dulu sini.." pinta bu Yuli


"Bram mana Yul?" tanya kakek Ndaru


"Belum bangun kali pak.." jawab bu Yuli sambil meminum tehnya


"Sudah bu..tadi Aisyah bangunin untuk sholat subuh..Aisyah panggilin ya bu.."


Aisyah lalu membawa segelas kopi untuk menuju ke kamar Bram


"Masss??.." panggil Aisyah sambil membuka pintu kamar Bram


Bram yang tengah asyik dengan laptopnya..menoleh ke arah Aisyah


"Mas ditanyain sama kakek dibawah tuh.." kata Aisyah sambil menaruh kopi disebelah Bram


"Iyaa..nanti mas turun..tanggung dikit lagi nih.." ujar Bram yang masih mengetik di laptopnya


Aisyah lalu membuka gorden dan pintu balkon kamar Bram..agar sinar matahari masuk ke dalam kamar Bram..dia juga membuka semua gorden dan jendela..agar sirkulasi udara berganti di kamar Bram


"Mas..mas tahu daerah Permata Simprug nggak?" tanya Aisyah sambil memberesi ranjang Bram


"Tahu..deket Senayan City..kenapa?" jawab Bram yang masih berkutat dengan laptopnya


"Nanti Aisyah ada janji ke situ.."


"Ngapain?" tanya Bram


"Yang kemaren nelpon Aisyah di Jogja..yang pengen minta dibikinin gaun pengantin..rumahnya di Permata Simprug mas.." jawab Aisyah


"Permata Simprug?..eh..jangan-jangan deket rumah papah lagi Yaang?..rumah papah di jalan Mirah Siam no 3.."


"Di Permata Simprug mas?" tanya Aisyah


"Iya..tapi lagi disewa ama orang" jawab Bram


"Kamu mau bareng sama mas?..mas juga mau ke arah Senayan.."


"Aisyah janjiannya siang mas..jam 10-an..memangnya mas bisa?" jawab Aisyah sambil duduk di sebelah meja kerja Bram


"Ya udah kalau gitu..kamu bawa mobil sendiri ajah.."


"Aisyah nggak tahu tempatnya mas.."


"Kan ada Waze sama GMap Oneeeeng!!.."


"Oh iya..hehehehe.." kata Aisyah sambil nyengir


"Kamu minta dia share loc ajah.."


"Iya mas.."


Lalu Aisyah mengambil handphonenya dan mengirim pesan melalui WA


Setelah melihat chatnya di balas..Aisyah lalu menaruh handphonenya di meja..dia melihat Bram yang tengah fokus dengan proposalnya yang akan dia presentasikan di kantornya pak Sutomo..tiba-tiba Aisyah tersenyum geli..dia lalu bangun dan berdiri di belakang Bram


"Mas lagi ngapain sih?" tanya Aisyah yang kepalanya ada disebelah kepala Bram..untuk melihat ke layar laptop


"Mas lagi bikin proposal..buat mas presentasiin ke pak Sutomo.." jawab Bram yang masih fokus ke laptopnya


"Serius beneeeerr sih?" goda Aisyah sambil mencium telinga Bram


Bram menggelinjang geli


"Geli Yaang.."


"Sampai Aisyah nggak di anggep.."


Aisyah terus menggoda Bram..dia terus ciumi telinga Bram..sesekali dia gigit dengan lembut ujung telinga Bram


"Yaaaaaang??...jangan ganggu kenapa siih!!"


Tangan Aisyah lalu memeluk leher Bram..dia ciumi telinga Bram yang sebelahnya


"Ya Allllooooooh!!!" kesal Bram yang menghentikan ketikannya


"Ini anak kalau dibilangin nggak kena yaah?" kesal Bram


"Mas waktu itu gangguin Aisyah.." kata Aisyah yang masih menggoda Bram


"Jadi..ceritanya balas dendam niih?"


Tiba-tiba Aisyah menjerit kaget..karena Bram menarik badannya hingga jatuh ke pangkuannya


"Kalau sudah begini?..mau ngapain kamu??" tanya Bram


"Aisyah tetep gangguin mas.."


Aisyah kembali memeluk leher Bram dan menciumi wajah dan leher Bram


Bram pun tertawa..dia biarkan Aisyah yang menciumi wajahnya..dia kembali mengerjakan proposalnya


"Awas yaah..nanti kalau mas sudah selesai..kamu tanggung sendiri akibatnya!.." ancam Bram


Aisyah melihat ke layar laptop..sepertinya Bram akan selesai..dia langsung bangun dari pangkuan Bram


"Mau kemana kamu Yaang?..sini nggak?..mas sudah selesai nih!!" kata Bram sambil bangun dan berusaha meraih tangan Aisyah


"Eiits??..nggak kena..weeeek!!" ledek Aisyah sambil berlari ke luar kamar


Tinggalah Bram yang tertawa sendiri melihat tingkah Aisyah yang menggoda dirinya


Bram pagi ini berniat untuk mengajukan proposal Metiing Boardnya ke kantor pak Sutomo


Setelah rapi..dia lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan..dimana keluarganya sudah menunggu


"Pagi mah..nek..kek..pah.." sapa Bram sambil duduk di sebelah Aisyah


"Kamu mau kemana Bram?" tanya kakek Ndaru


"Bram mau ketemu sama orang Pertamina kek.." jawab Bram sambil meminum kopinya..dia lalu menerima nasi goreng dari tangan Aisyah yang duduk disebelahnya


"Makasih Yaang.."


Aisyah lalu menuangkan air putih di gelas Bram..bu Yuli dan nenek Yati saling pandang sambil tersenyum melihat Aisyah yang telaten meladeni Bram yang sarapan


"Kamu nanti ikut ibu ya teh. " kata bu Yuli


"Yaah..nggak bisa bu..Aisyah nanti siang mau ke Permata Simprug..ada orang yang mau dibikinin gaun pengantin sama Aisyah"


"Oh yaa?..kamu bareng sama mas Bram ajah.."


"Mas Bram mau berangkat sekarang bu..orangnya janjiannya jam 10-an"


"Teruss?..naik apa kamu kesananya?"


"Bawa mobil bu.."


"Eeeh?..kamu mau bawa sendiri?" tanya bu Yuli kaget


"Iya bu.."


"Eeh..jangan..jangan..kamu minta anterin sama Rizal ajah.."


"Nggak usah bu..Aisyah bawa mobil sendiri ajah..Aisyah bisa kok.."


"Iya mah..biar Aisyah bawa sendiri mobilnya..kan sudah biasa ini kan?" sahut pak Agung


"Papah ini...malah belain Aisyah.." gerutu bu Yuli


"Iya bu..Aisyah bawa sendiri ajah..nggak apa-apa kok.." kata Aisyah berusaha meyakinkan bu Yuli


"Ya udah..tapi kamu hati-hati yaaah?.." ucap bu Yuli yang was-was


"Iya bu.." kata Aisyah sambil tersenyum


Setelah selesai sarapan dan pamit dengan kakek Ndaru dan nenek Yati..pak Agung dan Bram segera menuju ke depan..yang diikuti bu Yuli


"Bram berangkat ya mah.." pamit Bram sambil mencium tangan bu Yuli


"Iya sayang..hati-hati.."


"Papah berangkat mah.." pamit pak Agung sambil mencium pipi bu Yuli


"Iya pah.."


Tak lama kemudian..mobil Bram dan mobil pak Agung meninggalkan rumah kediaman keluarga Handoyo


"Zaaal??...Rizaal?.." panggil bu Yuli di depan garasi


"Iya bu!!" jawab pak Rizal sambil menghampiri bu Yuli


"Ada apa bu?" tanya Rizal


"Kamu tolong checkin mobilnya Aisyah yaah?..pastikan dalam kodisi oke semua..soalnya mau dipake sama Aisyah nanti.." pinta bu Yuli


"Baik bu..dicuci dulu nggak bu?"


"Lama nggak?..kalau lama nggak usah..kamu lap-lap ajah..soalnya saya mau keluar sebentar lagi.."


"Baik bu.."


"Nanti kalau sudah selesai..mobilnya kamu siapin di carport yaah?..terus kuncinya kamu kasih ke Aisyah.."


"Baik bu.."


"Terima kasih ya Zaal.." kata bu Yuli sambil masuk ke dalam


"Iya bu.."


Lalu pak Rizal segera melakukan permintaan bu Yuli untuk mempersiapkan mobil BMW nya Aisyah


Di kamar..tampak Aisyah sedang mempersiapkan gambar model gaun pengantin untuk dia bawa


"Teeh?" panggil bu Yuli dari luar kamar


"Iya bu.."


Aisyah lalu membuka pintu kamarnya


"Ibu berangkat yaah.." pamit bu Yuli


"Iya bu. " jawab Aisyah sambil mencium tangan bu Yuli


"Kamu bawa mobilnya hati-hati yaah!!" pinta bu Yuli sambil membelai rambut Aisyah


"Iya bu..kakek sama nenek ikut bu?" tanya Aisyah


"Iya..ada yang mau dicari sama nenek" jawab bu Yuli


Aisyah lalu mengantar bu Yuli hingga ke teras..disana telah menunggu kakek dan nenek


"Mbaaak?..ini kunci mobilnya" kata pak Rizal sambil memberikan kunci mobil BMW kepada Aisyah


"Ohh..iya..terima kasih ya pak.."

__ADS_1


Aisyah lalu melambaikan tangannya kearah mobil bu Yuli yang meninggalkan halaman rumah


Kemudian dia kembali menuju ke kamarnya..sesampainya disana dia kembali memberesi gambar-gambar model gaun pengantin..dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 8..dia pun segera siap-siap untuk berangkat


Setelah rapih..dia pun berjalan menuruni tangga dan dia lihat bi Surti sedang memberesi meja makan


"Bi..Aisyah tinggal dulu yaah.." pamit Aisyah pada bi Surti


"Iya neng..hati-hati yaah.."


"Iya bi.."


Aisyah lalu menuju ke depan..dia buka pintu belakang mobilnya dan dia taruh tas nya di jok belakang


Selagi memanasi mesin mobilnya sebentar..dia set handphonenya untuk menunjukan jalan ke arah Permata Simprug..setelah di rasakan oke semua..Aisyah pun menjalankan mobilnya menuju ke arah gerbang


"Tinggal dulu ya pak.." pamit Aisyah pada pak Imam yang membukakan gerbang


"Iya mbak..hati-hati"


Mobil Aisyah pun meluncur di jalan komplek untuk menuju ke arah Permata Simprug


Membutuhkan waktu yang agak lama..karena jalan raya Sultan Iskandar Syah terlihat macet pagi itu..sampailah Aisyah di kawasan Permata Hijau..dia ikuti Gmap yang menyuruhnya untuk berbelok ke kanan sebelum ITC Permata Hijau..dan terus ke kiri sebelum flyover Permata Hijau


Dia lihat di handphonenya lokasinya sekitar sini..dia perlambat mobilnya..dia pun berhenti di depan sebuah rumah yang besar dan bercat hitam di pagarnya..setelah memastikan alamatnya sesuai dengan alamat yang ada di handphonenya..Aisyah mematikan mesin mobilnya..dia segera keluar dari mobilnya..dia lalu menghubungi seseorang melalui handphonenya


"Halo mbak..saya sudah di depan rumah nih..iya..no 12..iya jalan Ametis 1..oh..baik mbak.."


Aisyah lalu memencet bel yang ada di tembok pagar..tak lama seorang wanita membuka pintu kecil pagar tersebut


"Pagi..ada perlu apa ya mbak?" tanya wanita tersebut


"Pagi mbak..saya mau ketemu dengan ibu Nurlita.."


"Mbak ada keperluan apa?"


"Saya ada janji untuk mengukur gaun pengantin.."


"Ooh..sebentar mbak.."


Lalu wanita itu kembali ke dalam..tak lama kemudian dia muncul kembali


"Mari mbak..mbaknya sudah di tunggu sama mbak Lita di dalam.."


"Baik mbak..eh..saya parkir mobil disini nggak apa-apa kan mbak?" tanya Aisyah


"Nggak apa-apa mbak.."


Aisyah mengikuti wanita yang menuju ke teras rumah


"Silahkan mbak.." ajak wanita itu untuk masuk ke dalam ruang tamu


"Baik mbak..terima kasih.."


"Silahkan duduk dulu..saya panggil mbak Litanya"


Aisyah lalu duduk disofa..tak lama kemudian munculah seorang wanita cantik sepantaran dengan dirinya yang mengenakan tank top dan celana hot pant warna coklat


"Selamat pagi..mbak Aisyah yaaah?" tanyanya


"Iya mbak.."


"Kenalin..saya Nurlita..panggil saja Lita.." sapanya sambil menjabat tangan Aisyah


"Mari mbak..silahkan duduk.." tawar Lita sambil duduk di sofa


"Baik mbak.." jawab Aisyah sambil duduk di sofa


"Eh..sebentar ya mbak..bi!!..bikinin minum yaah.." panggil Lita


"Iya non..sebentar" jawab seseorang dari dalam


"Begini mbak..setelah saya melihat IG nya mbak Aisyah..saya tertarik dengan salah satu model yang ada di IG mbak" kata Lita yang membuka obrolan


"Jadi..berapa lama ya mbak?..proses pembuatannya?"


"Saya Insya Alloh..seminggu mbak..tapi kalau setelah final fitting ada yang mbak kurang sreg..atau mbak merasa ada yang musti ditambah ornament lainnya..saya minta tambahan waktu kira-kira 2 hari mbak..tergantung dari kekurangannya seperti apa.." jelas Aisyah


"Saya juga bawa model contoh yang lain..kali saja mbak berminat dengan model yang tidak saya pasang di IG saya.." kata Aisyah sambil memberikan gambar model gaun pengantin pada Lita


Lita menerima buku dari tangan Aisyah dan mulai melihat-lihat koleksi gambarnya


Dari dalam keluar seorang pembantu membawakan minuman untuk Aisyah


"Silahkan bu..minumannya"


"Oh iya..terima kasih ya mbak.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Saya tertarik dengan yang ini nih mbak.." kata Lita sambil menunjukan sebuah model gaun pengantin pada Aisyah


"Kira-kira berapa harganya mbak?" tanya Lita


"Kalau yang itu tergantung bahannya mbak..kalau yang standart bisa kena 15.5 juta mbak..tapi kalau mbak mau bahan yang lebih bagus lagi..bisa kena kira-kira 25 sampai 30 juta mbak" jawab Aisyah


"Masalah harga..buat saya tidak jadi masalah..yang penting bagus" kata Lita


Aisyah menjawabnya dengan senyumannya


"Bisa saya ukur sekarang mbak?" tanya Aisyah


"Ooh..bisa..bisa mbak" jawab Lita


Aisyah segera mempersiapkan peralatannya..Lita segera berdiri dan Aisyah segera mengukur ukuran badan Lita..dan tidak lupa dia pakai kacamatanya


"Permisi ya mbak.." ucap Aisyah yang memulai mengukur


Disela-sela pengukuran badannya..handphone Lita berdering..Lita segera mengambil handphonennya yang tergeletak di atas meja


"Halo Beb??..gua lagi ngukur buat gaun pengantin..dirumah..ya udah masuk..gua di ruang tamu nih.."


Tak lama masuklah seorang laki-laki ke ruang tamu


"Morning Say.." sapanya sambil mencium pipi Lita


"Di depan mobil siapa Say?" tanyanya


"Nggak tahu..punya orang numpang parkir kali" jawab Lita


Aisyah yang sedang menulis ukuran badan Lita di bukunya..dia terperanjat kaget..setelah melihat pacar dari Lita


"Eko?..Eko Prambudi?.." tanya Aisyah


Pacar Lita menoleh ke arah Aisyah dan menelisik heran


"Aisyah?..eh..elu Syaah?..apa kabar?" sapa Eko sambil menjabat tangan Aisyah


"Kenal Say..ini Aisyah..temen kuliah gua dulu.."


Aisyah menganggukan kepalanya ke arah Lita


"Iya mbak..saya dulu teman kuliah si Eko.." kata Aisyah yang kembali meneruskan mengukur badan Lita


"Oooh..yang mau married elu Ko?..kapan?" tanya Aisyah lagi


"Bulan depan Syaah..lu dateng yaah?"


"Iya..Insya Alloh" jawab Aisyah


"Lu sekarang kerja kayak gini Syaah?" tanya Eko


"Iyaa.." jawab Aisyah sambil menulis ukuran di bukunya


"Lu gawe dimana sekarang Ko?" tanya Aisyah


"Di PCI.." jawab Eko sambil duduk di sofa


"PCI?" tanya Aisyah heran


"Petro China.."


"Perusahaan minyak?..waah..keren dong lu Ko!!" puji Aisyah


Eko pun tersenyum bangga


"Mosok lu lulusan S1 Akutansi UI cuma jadi tukang jahit kayak gini sih Syaah?" ucap Eko


Aisyah pun hanya tersenyum


"Nggak apa-apa Ko..yang penting halal kan?.."


"Eheeem...yang ketemu temen lama..ampe gua di cuekin gini yaah!!" sewot Lita yang merasa diacuhkan oleh Aisyah dan Eko


"Ya elaaah Saaay..gitu ajah ngambek sih.."


Aisyah tersenyum geli


"Maaf ya mbak.." ujar Aisyah


Setelah selesai dengan mengukur badan Lita..Aisyah lalu menulis ukuran-ukuran yang di perlukan untuk pembuatan gaun pengantin


"Saya minta bahan yang paling bagus ya mbak..soal harga gampang.." pinta Lita sambil duduk di sebelah Eko


"Baik mbak.." jawab Aisyah disela-sela menulis dibukunya


"Diminum mbak.." tawar Lita


"Iya mbak..terima kasih" jawab Aisyah


Aisyah lalu meminum teh manis hangat yang disuguhkan untuk dirinya


Eko terlihat senyum-senyum sendiri melihat Aisyah yang sedang menulis di bukunya


"Lu kok sekarang makin cakep aja sih Syaah?" goda Eko


Aisyah hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Ekooo..Eko..lu nggak berubah yah?..ada calon lu ajah masih bisa godain gua..gimana kalau nggak ada mbak Lita?" kata Aisyah sambil melepaskan kacamatanya dan dia taruh di meja


"Mbak Aisyah..dulu si Eko waktu kuliah kayak gimana sih?"


"Eh?..maksud mbak?" tanya Aisyah sambil menaruh bukunya di meja


"Iyaa..apa dia dulu kegenitan kayak sekaraang?"


Eko menjerit..karena Lita menjewer telinganya


"Lu kenapa sih Say?..maen jewer kuping orang!!" kesal Eko


Aisyah tersenyum melihat mereka berdua


"Boleh nggak Ko?..gua ceritain?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"Eh..jaa.."


"Ceritain ajah mbak..nggak usah takut.." kata Lita sambil membungkam mulut Eko yang berusaha mencegah Aisyah untuk bercerita


"Hmm..Eko tuh..waktu kuliah termasuk playboy juga mbak..pernah pengen deketin saya..padahal dia udah punya cewek..sampai ceweknya cemburu pengen nyerempet saya pake mobilnya.." terang Aisyah sambil tersenyum


"DASAR BUAYAAAA!!!" kesal Lita sambil mencubit pinggang Eko..Eko hanya bisa menjerit kesakitan


"Apalagi mbak?" tanya Lita sambil melotot ke arah Eko


"Itu kan dulu Saaay..masa lalu itu!!" elak Eko sambil mengelus-elus pinggangnya yang terasa panas


"Yang saya tahu itu ajah mbak.." kata Aisyah yang nggak enak hati melihat Eko dan Lita jadi bertengkar gara-gara cerita dirinya


Tiba-tiba handphone Aisyah berdering..Aisyah lalu menjawab panggilan masuk


"Maaf..sebentar ya mbak..halo..assallamuallaikum bu..sudah bu..sudah selesai..ibu di Plaza Senayan?..ya bu..nanti Aisyah ke situ..iya bu..waalaikumsallam"


"Eh..mbak..saya permisi dulu..nanti kalau waktu ingin fitting..nanti saya hubungi mbak.." pamit Aisyah


"Mengenai pembayarannya..gimana mbak?..apa perlu saya berikan DP dulu ke mbak?" tanya Lita


"Nggak perlu mbak..mbak Lita nanti tinggal transfer..pas gaunnya jadi..nanti saya kirim no rekening saya ke mbak..lewat WA " kata Aisyah


"Bareng ama kita ajah Syaah..kita juga mau ke Plaza Senayan kok.." ajak Eko


"Nggak usah Ko..nggak usah repot-repot..gua bawa mobil kok.." kata Aisyah sambil merapikan peralatannya untuk dimasukan ke dalam tas


"Lu bawa mobil?..yang didepan itu mobil lu?" tanya Eko


"Iya.." jawab Aisyah


"Anjriiit.." ujar Eko lirih


"Mbak..saya permisi dulu.." pamit Aisyah sambil menjabat tangan Lita


"Iya mbak..nanti kabarin saya yaah.."


"Iya mbak..mari..gua duluan ya Ko.."


Aisyah lalu keluar dari dalam ruang tamu rumah Lita..dia melihat ada Avanza silver terparkir di carport rumah Lita..mobil si Eko sepertinya


"Daaah Syaah.." kata Eko sambil melambaikan tangannya dari teras rumah Lita..Aisyah membalas lambaian tangan Eko


Tak lama kemudian mobil Aisyah telah meninggalkan rumah Lita untuk menuju ke Plaza Senayan

__ADS_1


"Temen lu tajir juga ya Beb?..bawanya BMW serie 5!!" ujar Lita sambil melihat mobil Aisyah menghilang di tikungan rumahnya


"Iya.." jawab Eko


"Lu bisa kenal Aisyah dari mana Saay?" tanya Eko


"Dari IG..gua iseng nyari model gaun pengantin..pas ngelihat koleksi Aisyah..kayaknya unik Beb..beda ama yang lain..terus..motifnya juga nggak norak lagi..enak dilihat" kata Lita


Eko hanya mengangguk-anggukan kepalanya


"Lu kenapa nggak jadi tukang jahit aja Beb?..temen lu ajah bisa punya BMW dari hasil jahit.." ucap Lita sambil masuk ke dalam


"Lu kalo ngomong asal njeplak aja yah Saay.." ujar Eko sambil menyusul Lita ke dalam


"Kalau Aisyah punya BMW..gua denger udah lama kali Saay..dari jaman kuliah..ada yang ngomong kalau Aisyah dulu kuliah bawa BMW..tapi nggak dia bawa ke kampus..dia titipin di stasiun Tanjung Barat.." kata Eko sambil duduk di sofa


"Laah terus?..dia ke kampus naik apa?"


"Naik kereta..dari stasiun Tanjung Barat.."


"Berarti temen lu nggak mau sombong dia..low profile..jarang tuh Beb..orang kayak gitu..kalau gua mah..gua bawa tuh mobil ke kampus.." ujar Lita sambil masuk ke kamarnya


"Kita jadi makan kan Beb?" tanya Lita dari dalam kamar


"Jadilah..ngapain juga gua ke sini kalau nggak jadi.." jawab Eko sambil membuka Handphonenya


"Gua minta nomer Aisyah dong Saay?" kata Eko


"Mau ngapain lu?" tanya Lita sambil keluar dari kamarnya


"Mau ngerayu Aisyah yaak?" tanya Lita dengan pandangan curiga


"Ya elaaah..ampe segitunya luh!..gua pengen nyambung tali silaturahmi ajah.."


"Halaaaaah...alesaaan aja luh!!..ayuk aaah..kita jalan..gua dah laper nih Beb.." ajak Lita yang sudah keluar dari dalam ruang tamunya


Eko pun menyusul Lita yang menuju ke mobilnya


_______________________


Malam itu..sekitar pukul 8 malam..Bram baru tiba dirumahnya..Bram langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi..dan dia lihat lampu ruangan workshop Aisyah menyala


Setelah mematikan mesin mobilnya..Bram lalu menuju ke workshop Aisyah


"Assallamuallaikum.." sapa Bram sambil mengetuk pintu workshop


"Waallaikumsallam..eh mas..udah pulang?" jawab Aisyah yang menengok sekilas ke arah Bram dan meneruskan menulis ukuran dan motif di bahan yang ada di meja


Bram lalu menghampiri Aisyah dan mengecup perlahan rambut Aisyah


"Gambar buat gaun pengantin ya Yaang?" tanya Bram sambil duduk di bangku sebelah meja kerja Aisyah


"Iya mas..mas mau makan?..biar Aisyah siapin.." tanya Aisyah


"Nggak..mas udah makan..mas barusan makan sama orang di PIM.." jawab Bram sambil membuka dasinya


"Mas sudah sholat Isya?" tanya Aisyah sambil menggambar pola


"Belum..ntar mas mandi dulu..baru itu sholat.."


Bram menyenderkan badannya ke senderan kursi..Aisyah yang melihat Bram seperti kelelahan..hanya bisa tersenyum


"Capek bener apa mas?" tanya Aisyah


"Bukan maen Yaang..lima tempat mas datengin hari ini..buat nawarin matting board" keluh Bram


"Yang sabar ya mas..Insya Alloh semuanya berjalan lancar.."


"Amiin.." ujar Bram sambil menggerakan punggungnya yang pegal


"Mas mau Aisyah pijitin?" tawar Aisyah


"Heeeh??..kamu bisa?..mau..mau!!" sahut Bram dengan mata berbinar-binar


"Sekarang yaak??" pinta Bram yang sudah nggak sabaran


"Mas mandi dulu..habis itu sholat..habis mas sholat..ntar Aisyah pijitin mas deh.."


"SIAAAP KOMANDANNN!!"


Bram segera bergegas menuju ke kamarnya..tapi sebelum dia beranjak..dia kecup pipi Aisyah


Aisyah hanya tersenyum..dia lihat Bram keluar dari workshopnya


Sepeninggal Bram..Aisyah kembali menggambar di bahannya


Selagi Aisyah menggambar pola..handphonenya berdering..dia lihat Bram menghubungi dirinya melalui video call


"Halo..assallamuallaikum mas.."


"Yaang..mas sudah siap nih..kesini doong.." panggil Bram yang tampak rebahan di ranjang


"Iya mas..sebentar yaah..Aisyah tanggung nih..dikit lagi selesai.."


"Buruan yaaak.."


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil menaruh handphonenya dan kembali mengerjakan mengambar pola


Tak berapa lama..handphone Aisyah berdering lagi..Aisyah menghela nafasnya begitu tahu Bram menghubungi lagi melalui video call


"Iya maassss?" jawab Aisyah dengan raut muka menahan kesal


"Lama amat sih Yaaang?..buruan!!"


"Sabar napah sih masss!!..dikit lagi nih..tanggung!!" kesal Aisyah sambil menaruh handphonenya di meja


"Cepetan yaah..mas dah nggak sabaran niih!!" kata Bram disambungan video callnya


Aisyah membiarkan Bram yang terus mengoceh..dia selesaikan kerjaannya yang sedikit lagi selesai


Setelah selesai menggambar pola..Aisyah beresi peralatan gambarnya..dia simpan di tempatnya


Dia melihat Bram menghubunginya lagi


"Huuuuuh!!..nggak sabaran banget sih!!" sewot Aisyah sambil menggeser tombol rejeck di layar handphonenya


Setelah mematikan lampu workshop..Aisyah segera menuju ke kamar Bram..sepanjang perjalanan ke kamar Bram..Bram terus saja menelponnya..tapi dibiarkan saja oleh Aisyah


"Naah!!..akhirnya dateng juga!!" kata Bram yang melihat Aisyah membuka pintu kamar


"Mas nggak sabaran banget siih!!" dengus Aisyah kesal


Dia lalu menuju ke samping ranjang Bram..dia lihat Bram hanya mengenakan celana boxer saja


"Tengkurep masnya..awas yaah??..mas jangan macem-macem sama Aisyah!!" pinta Aisyah sambil memakaikan body lotion di telapak tangannya


"Nggak Yaang!!..percaya sama mas deh!!" ujar Bram sambil membalikan badannya untuk tengkurep


Ketika Aisyah ingin memegang betis Bram..tiba-tiba Ningrum muncul di sebelahnya..Ningrum langsung memberikan kode pada Aisyah agar jangan bersuara..dia lalu membisikan sesuatu di telinga Aisyah


Aisyah terperanjat senang..sambil mengangguk-anggukan kepalanya..dia berikan jempolnya pada Ningrum


Ningrum lalu melayang pindah ke belakang Aisyah..Aisyah lalu memejamkan matanya..secara perlahan Ningrum melayang memasuki tubuh Aisyah


"Yaaang!!..kok belum mulai-mulai siih?" tanya Bram


"Sabar mass.." kata Aisyah/Ningrum sambil naik keranjang dan menduduki pantat Bram


Bram kaget..karena pantatnya diduduki oleh Aisyah


"Kamu kok?.."


"Mas tengkurep ajah..jangan nengok-nengok ke belakang.." kata Aisyah sambil menahan kepala Bram yang ingin menoleh kearah dirinya


Bram melongo..karena kepalanya ditahan oleh Aisyah


"Siap ya mas??"


"Aaarrrgh.." jerit Bram..karena urat di punggungnya ditarik oleh Aisyah


"Pelan-pelan Yaang!!..aaaarrgh!!"


"Mas bisa diem nggak sih?..gitu ajah pake teriak" sewot Aisyah sambil tersenyum senang


"Sakit tahu Yaang..tenaga kamu..aarrrgh..tumben kuat bener.."


"Tahaaan..yang penting kan mas nanti seger lagi.."


Bram sesekali teriak..takkala ada uratnya yang ditarik oleh Aisyah


Hingga sampailah Aisyah memijit pinggang Bram dengan lembut


"Naaaah..kayak gini Yaang..enak beneer..aaaah.."


Aisyah tersenyum yang memijit pinggang Bram..hingga ada suatu titik tertentu di area pinggang Bram yang di pijit atau lebih tepatnya ditekan oleh Aisyah..membuat Bram merasa libidonya tiba-tiba naik


"Anjriit..gua kok jadi horny gini yaak?..aseeem..kayaknya Aisyah ngerjain gua nih.." gerutu Bram dalam hati


"Gimana mas?..enak kan pijitan Aisyah?" tanya Aisyah dengan nada menggoda


Bram hanya diam..dia berusaha menurunkan libidonya yang makin naik..karena pijatan Aisyah di sekitar pinggang bawah dan pahanya


"Daah..sekarang bagian depan mas.." pinta Aisyah sambil turun dari atas ranjang


"Nggak usah Yaang..mas sudah enakan nih.." jawab Bram yang masih tengkurep


"Enakan?..apa mas nggak kuat nahan enak?..hihihi" ledek Aisyah yang berbisik di telinga Bram


Bram terkejut..karena Aisyah dengan paksa membalikan badannya


Spontan dia tutupi daerah *********** dengan bantal..Aisyah langsung tertawa terbahak-bahak melihat Bram mukanya bersemu merah menahan malu..karena Aisyah melihat kejantanannya sudah berdiri


"Aisyah lanjutin ya mas.." ujar Aisyah sambil mengedipkan matanya


Tangan Aisyah lalu mulai memijit paha Bram..ketika tangan Aisyah memijit bagian dalam paha Bram..tangan Bram mengambil bantal lagi dan dia tutupi mukanya


Aisyah makin tersenyum geli..melihat Bram tersiksa dengan pijatan dirinya yang merangsang birahinya


"YA ALLOOOOOH!!" teriak Bram dibalik bantalnya


Sesekali dia lihat ke arah pahanya yang sedang di pijit oleh Aisyah..Aisyah menggoda dirinya dengan kedipan matanya sambil tersenyum nakal. Muka Bram merah padam menatap Aisyah yang tengah memijitnya


Setelah selesai dengan paha yang kanan..tangan Aisyah pindah memijit paha sebelah kiri Bram


"Yaaang!!..udah Yaaang!!..udaaah!!..mas nggak kuat kalau gini caranya!!" pinta Bram yang mukanya merah menahan rangsangan


Bram segera bangun dan berlari ke arah kamar mandi yang diringi tawa Aisyah yang terpingkal-pingkal


Tak lama kemudian..Ningrum keluar dari badan Aisyah


"Kita berhasil teh..ngerjain masku!!" kata Ningrum sambil tertawa


"Iya Ningrum.." girang Aisyah sambil memberikan tos tangannya..Ningrum bingung dengan yang Aisyah lakukan..Aisyah tersenyum geli melihat Ningrum tidak mengerti terhadap tos tangan


"Kalau saya begini..kamunya juga begini Ningrum..sambil diadu.." ucap Aisyah sambil memperagakan tos tangan


"Oooh..gitu teh?"


Lalu Ningrum membalas tos tangan Aisyah..keduanya lalu tertawa kegirangan


"Mas Bram ngapain ya dikamar mandi?" tanya Aisyah sambil melihat ke arah kamar mandi


Ningrum membisikan sesuatu di telinga Aisyah..mata Aisyah melotot


"Iiieeeww..jorok banget sih Ningrum!!" kata Aisyah dengan mimik muka jijik


Ningrum tersenyum geli


Keluarlah Bram dari dalam kamar mandi..mata dia terbelalak kaget karena melihat Ningrum berdiri di samping Aisyah


"Ningrum?..jangan-jangan..kamu yaah?"


"Gimana masku?..sudah lega?..hihihi" ledek Ningrum


Aisyah tertawa melihat Bram salah tingkah diledek oleh Ningrum


"Kalian sekongkol yaah?" kesal Bram sambil duduk di sofa


"Iya deeh..Aisyah minta maaf.." bujuk Aisyah sambil menghampiri Bram yang duduk di sofa..dia lalu memeluk lengan Bram


"Tapi mas segeran kan?..habis dipijit?" tanya Aisyah


"Seger apaaah?..malah lemes nih badan mas.." sewot Bram


Aisyah dan Ningrum tertawa geli


"Eh..tapi..ngomong-ngomong..kamu kok bisa ajah sih Ningrum?..cara mijit kayak tadi?" tanya Bram


"Iya masku..Ningrum belajar dari Mpu Jarasah..cara memijit metode Kamasutra.."


"Kamu tahu Kamasutra juga?"


"Iya masku.."


"Besok-besok lagi yaaah?..enak banget pijitan kamu tadi..bikin ketagihan.." ucap Bram sambil mengedipkan matanya


"Huuuuu!!..mas maunya!!" kesal Aisyah sambil mencubit pinggang Bram

__ADS_1


Ningrum tersenyum geli melihat Bram berteriak kesakitan..karena pinggangnya mendapat cubitan dari Aisyah


__ADS_2