Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
38.Ternyata Kau Wanita Pilihan Mama


__ADS_3

Sekitar jam 10 malam..ditengah udara dingin di kaki gunung Merapi..tampak Bram sedang berbicara melalui sambungan telepon di teras pendopo depan


"...palingan saya kembali ke Jakarta sekitar hari kamis atau jumat pak..bisa..bisa pak..saya lagi ada di Jogja pak...bapak mau ketemuan di Jogja?..hwoooh..bapak lagi di Jogja juga?..hahahaha..kebetulan ya pak..bisa pak..hmmm..bisa pak..baik pak Tomo..nanti saya kabari tempatnya pak..mari pak..malam.."


Bram lalu menuju ke bangku teras..disana sudah ada Eyang kakungnya yang sudah menunggu


"Sopo ngger?" tanya Eyang kakung


"Pak Sutomo Eyang..orang Pertamina..dia mau makai matting board punya Bram..buat di proyek Cepu katanya.." jawab Bram sambil meminum kopinya


"Matting board?..opo kuwi ngger? (Apa itu ngger?)" tanya Eyang bingung


Bram pun tersenyum


"Matting board itu..kayak papan Eyang..tapi bahannya dari plastik komposit..pengganti cor-coran jalanan..kalau misalnya Eyang mau ada buka proyek..tapi lahannya masih lahan rawa-rawa..daripada Eyang nguruk pake tanah..terus ditambah pasir..belum lagi ngaspal jalannya..bisa kena biaya mahal Eyang..mangkanya matting board buat ganti biaya itu semua..tinggal dibutuhin berapa..tinggal pasang..selesai proyek..tinggal copot lagi Eyang.." terang Bram panjang lebar


"Kowe saiki dodolan matting board? (Kamu sekarang jualan matting board?)" tanya Eyang lagi


"Iya Eyang..joint sama orang dari Canada" jawab Bram


"Kowe kok ora njaluk sitok wae..karo papahmu..jarene kantor papahmu kan akeh (Kamu kok nggak minta satu saja..sama papahmu..katanya kantor papahmu kan banyak)" ujar Eyang sambil menghisap cangklongnya


"Enggak Eyang..Bram mau usaha sendiri aja..nggak enak..apa-apa tinggal minta sama papah.." kata Bram sambil meminum kopinya


"Hehehehe..Kowe podo karo papahmu ngger...ra gelem njaluk-njaluk karo wong tuo..seneng aku ngger..(Kamu sama kayak papahmu ngger..nggak mau minta-minta sama orang tua..senang aku ngger)" kata Eyang kakung sambil mengelus pucuk rambut Bram


Dari dalam kamar utama..keluar Eyang putri


"Aisyah rung bali Bram? (Aisyah belum kembali Bram)" tanya Eyang putri sambil duduk di samping Eyang kakung


"Belum Eyang..tadi Bram tanya..katanya sebentar lagi" jawab Bram


"Wis jam piro iki? (Dah jam berapa ini?)" ujar Eyang putri yang memasang wajah was-was sambil memandang keluar halaman


"Wes..ben tokne waelah Ti..kan lungo ne karo Tarmi iki kan? (Ya sudah..biarin sajalah Ti..perginya sama Tarmi ini kan?)" kata Eyang kakung


"Yo tapi ra elok Kung..cah wedok wis wengi ijik kelayaban nang jobo..(Ya tapi nggak bagus Kung..anak perempuan sudah malam masih keluyuran di luar)"


Eyang putri lalu beranjak ke teras samping


"Jo?...Tarjooo?.." panggil Eyang putri


Dari arah samping muncul Tarjo


"Dalem Ndoro.." jawab Tarjo


"Kowe susulen Aisyah karo Tarmi yoo..kon podo muleh..wis bengi..(Kamu susulin Aisyah sama Tarmi yaa..suruh pada pulang..sudah malam)" pinta Eyang putri


"Injjih Ndoro..wangsul'e nang pundi to Ndoro? (Iya Ndoro..perginya kemana Ndoro?)" tanya Tarjo


"Jarene nang gapuro ngarep..(Katanya ke gapura depan)"


"Injjih Ndoro.." jawab Tarjo sambil kembali ke rumahnya yang terletak di samping dapur


Eyang putri kembali duduk di samping Eyang kakung


Bram melihat Eyang kakungnya tersenyum geli melihat Eyang putri yang kuatir karena Aisyah belum kembali ke rumah


Dari samping muncul Tarjo yang sudah memakai jaketnya dan menenteng senter di tangannya


"Pareng riyen Ndoro (Pamit dulu Ndoro)" pamit Tarjo


"Iyoo..nggek endang yo Joo..(Iyaa..buruan ya Joo)" pinta Eyang putri


Baru beberapa langkah Tarjo meninggalkan depan teras..terdengar suara wanita tertawa cekikikan dari arah gerbang depan rumah Eyang..ternyata Aisyah baru sampai sambil tertawa bersama ketiga emban rumah Eyang


Bram tersenyum..karena dia melihat Ningrum melayang di belakang rombongan Aisyah..jadi ini kenapa Eyang kakungnya tidak kuatir terhadap Aisyah yang belum kembali..ternyata Eyang kakungnya menyuruh Ningrum untuk menemani Aisyah..setelah rombongan Aisyah memasuki halaman rumah Eyang..Ningrum langsung menghilang


Eyang putri langsung menghampiri mereka dengan berdiri di pinggir teras..Aisyah yang melihat Eyang putri berdiri menunggunya..segera menghampirinya


"Kamu dari mana Nduuk?" tanya Eyang putri


"Habis nyari belut Eyang.." jawab Aisyah sambil memperlihatkan belut hasil tangkapannya


"Haah??..kowe nggolek welut?..terus kamu tadi nyebur nang sawah?" tanya Eyang dengan wajah kuatirnya


"Nggak Eyang..mbak Tarmi sama mbak Ani yang nyebur..Aisyah nunggu di atas.." jawab Aisyah


"Ooh..tak kirain..kok baru pulang?..kan sudah malam ini?..nggak bagus anak gadis keluyuran malam-malam.." ucap Eyang


"Iya Eyang..Aisyah minta maaf"


"Ya sudah..kasihkan ke Tarmi belutnya nduuk..biar digoreng"


"Baik Eyang..Aisyah ke belakang dulu ya Eyang..mau cuci kaki dulu" kata Aisyah sambil menuju ke sumur bersama Tarmi dan kedua temannya


Di atas balai bambu yang ada di teras samping..tampak Aisyah dan Bram sedang menikmati belut goreng hasil tangkapan Aisyah barusan..dari arah dapur..Tarmi membawa bakul nasi dan piring kosong


"Ki den..segone..(Ini den..nasinya)" kata Tarmi sambil menaruh bakul nasi ditengah balai


"Ndoro putri karo Ndoro mbei mana den?" tanya Tarmi


"Dah pada tidur.." jawab Bram sambil menyendok nasi ke piringnya


"Sambelnya enak nih mbak..sambel apa namanya?" tanya Aisyah


"Sambal bawang mbak..enak yaaah??" kata Tarmi


Aisyah menganggukan kepalanya..dia pun juga menyendok nasi kepiringnya


Lalu mereka bertiga bersantap menikmati belut goreng dan sambal bawang


Setelah selesai..Tarmi membereskan piring kotor untuk dibawa ke belakang


"Mbak mau susu jahe nggak?..enak nih..pas dingin-dingin begini.." tawar Tarmi


"Boleh deh mbak" jawab Aisyah sambil mencuci tangannya di wastafel


"Den Bram?" tanya Tarmi ke Bram


"Nggak mbak..saya nggak suka jahe" jawab Bram


Lalu Tarmi berjalan ke arah dapur


Sambil menunggu Tarmi yang sedang membikin susu jahe..Aisyah memainkan handphonenya disebelah Bram..tampak Aisyah tersenyum sendiri


Bram yang melihat..jadi heran sendiri


"Kamu kenapa sih?" tanya Bram sambil menghisap rokoknya


"Nih mas..tadi Aisyah rekam pas lagi nangkap belut..mbak Tarmi kejeblos di lubang sawah mas..hihihi.." kata Aisyah sambil menunjukan rekaman video ke Bram


"Ooh..jadi tadi yang turun ke sawah mbak Tarmi?..bukannya kamu?"


"Bukan mas..padahal Aisyah pengen banget ikut turun..tapi sama mbak Tarmi nggak boleh..takut nanti dimarahin Eyang putri" ucap Aisyah sambil tersenyum


"Ya iyalah..kamu pulang telat ajah Eyang kuatir banget..apalagi kalau tahu kamu sampai turun ke sawah..bisa-bisa kena omel semuanya sama Eyang" kata Bram sambil tersenyum


"Eh..iya..ngomong-ngomong soal nangkep belut..mas inget nggak?..dulu kan mas pernah nangkep belut sama Aisyah" tanya Aisyah sambil tersenyum


Bram terperanjat kaget..dia pun menggelengkan kepalanya


"Nggak inget..apa nggak mau keingetan lagi?" tanya Aisyah sambil tersenyum meledek


"Nggaaak...mas nggak inget" elak Bram


Aisyah tertawa


"Bilang ajah mas malu..kalau keingetan lagi..hahahaha..iya kan?..hahahaha" gelak Aisyah


"Diiih...siapa?" ketus Bram


Aisyah yang tertawa memeluk lengan Bram


"Mas Braaaam...orang Jakarta yang nggak bisa nangkep belut..hihihi" ledek Aisyah yang menggelendot di lengan Bram


Bram hanya diam mendengar ledekan Aisyah


"Udah belutnya nggak dapet..pulang-pulang mas dimarahin sama ibu..soalnya baju sama celana mas kotor sama lumpur sawah..hihihi"


"Mas pencet hidung kamu nih.." ancam Bram yang bersiap-siap memencet hidung Aisyah


"Aaaah..mas mah..kalau kalah maennya pencetan hidung..kan sakit mas.." rajuk Aisyah mengerucutkan bibirnya dan melepaskan pelukannya


Bram tersenyum geli


"Kamu tadi tahu nggak?..kalau kamu diikutin sama Ningrum" tanya Bram


"Tahu mas..kata Ningrum dia disuruh Eyang kakung untuk nemenin Aisyah" jawab Aisyah sambil menaruh handphonenya..dan dia menguap


"Kamu ngantuk?" tanya Bram


Aisyah menganggukan kepalanya


"Ya sudah..kita tidur yuuk.."


"Ntar dulu mas..nungguin susu jahenya dulu..kasihan mbak Tarmi sudah bikinin.." kata Aisyah sambil merebahkan badannya diatas bale


"Eeh..jangan tidur disini!..nanti siapa yang mau gotong kamu ke kamar?.."


"Kan ada mas.." jawab Aisyah tanpa menoleh ke arah Bram dan menaruh kepalanya di lipatan tangannya


"Diiih..enak ajaaah...memangnya badan kamu nggak berat?..nggak mau!!..mas nggak mau gotong kamu!!"


"Mass..pinjem pahanya doong.." pinta Aisyah yang tanpa menunggu persetujuan Bram..langsung menggeser badannya dan menaruh kepalanya di paha Bram


Bram terdiam melihat Aisyah yang sudah memakai pahanya sebagai bantalan kepalanya


Bram pun tersenyum geli melihat kelakuan Aisyah yang tidur di pahanya dan membelakangi dirinya


"Kamu kok sekarang sudah mulai berani yaaah??" kata Bram


"Syaah??..sayaaang??" panggil Bram


Bram melongok ke depan wajah Aisyah..ternyata Aisyah telah terlelap tidur


"Huuuuuu...dasar pelooooorrr!!..." gerutu Bram


Dia lalu membiarkan Aisyah yang tertidur di pahanya..dia memainkan handphonenya


"Loooooh...mbak Aisyah ne wes turu den??" tanya Tarmi yang muncul dari arah dapur


"Iya mbak.."


"Lhaa..terus..banyu jahene?..piye den?" tanya Tarmi


"Kasih ke siapa kek mbak..sayang kan kalau dibuang..mubazir" jawab Bram


"Ya sudah..tak tinggal dulu ya den.." pamit Tarmi


"Iya mbak.."


Sepeninggal Tarmi yang kembali ke dapur..Bram kembali memainkan handphonenya..sesekali dia ambil foto Aisyah yang tertidur di pahanya


Tapi..lama-lama..paha Bram merasa kesemutan..karena menahan kepala Aisyah


"Sayaaaang?..pindah yuuk..paha mas kesemutan niih..." pinta Bram sambil mentowel pundak Aisyah


Aisyah bergeming diam


Bram lalu secara perlahan menaruh kepala Aisyah di balai bambu..lalu dia berdiri sambil membopong tubuh Aisyah menuju ke paviliun


Sesampainya di dalam kamar..Bram lalu menaruh Aisyah diranjang dan menyelimutinya..kemudian dia kecup kening dan ujung hidung Aisyah dengan lembut


"Met bobok ya cantiik..calon istri mas.." ujar Bram lirih


Setelah membetulkan selimut Aisyah..Bram lalu menuju ke kamar mandi


Sekembalinya dari kamar mandi..Bram melihat handphonenya bergetar..dia segera melihat siapa yang menelponnya


"Hallo..Bram speaking...hai Stew..how are you?.."


Bram yang tidak ingin mengganggu Aisyah yang tengah tidur..dia lalu keluar dari kamar menuju ke teras untuk menerima panggilan teleponnya


"..yes..im now at Jogja Stew..on my grandma house..maybe on friday i'll be back in Jakarta..hmmm..yuup..yuup..sure.."

__ADS_1


Bram menyalakan rokonya ditengah pembicaraannya disambungan teleponnya


Sementara itu..Aisyah yang ditinggal sendiri di kamar..menggeliat bangun di ranjang..Aisyah terbelalak kaget..karena dia sudah ada dikamar dia lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar..mencari keberadaan Bram


"Massss?...mas Braaammm?.." panggil Aisyah sambil bangun dan duduk diranjang mencari Bram


"Mass Braaammmm!!" panggil Aisyah


Bram yang mendengar Aisyah memanggilnya segera beranjak kembali ke dalam kamar


"Sorry Stew..just hold it for second.." pinta Bram pada Stewart sambil membuka pintu kamar


"Ada apa siiih?" tanya Bram pada Aisyah yang masih duduk di ranjang


"Mas kemana??" tanya Aisyah


"Mas lagi nelpon di teras.." jawab Bram


"Aisyah jangan ditinggal mas..Aisyah takuut.." rajuk Aisyah yang sambil memasang muka cemberut


"Enggaaaak..mas cuma diteras doang..lagi nerima telpon niih.." kata Bram sambil kembali ke teras untuk meneruskan nelponnya


Aisyah yang ketakutan..segera menyusul Bram ke teras..tak lupa dia bawa selimutnya


Diteras..Aisyah lalu duduk di bangku teras sambil dia selimuti dirinya untuk mengusir dingin..dia melihat Bram sedang menelpon


Karena dirinya masih merasa ngantuk..Aisyah tidak terasa memejamkan matanya kembali sambil meringkuk memeluk kedua lututnya di bangku teras


Bram yang sedang menelpon..tersenyum geli melihat Aisyah meringkuk tertidur di bangku teras


"Oke Stew..see you yaah..bye"


Bram yang telah selesai menelpon..segera menghampiri Aisyah


"Sayaaang?..pindah yuuk..mas sudah selesai niih" panggil Bram sambil berjongkok didepan Aisyah


"Hmmmm.." geliat Aisyah sambil membuka matanya


"Ayuk pindah.." ajak Bram


"Gendooong.."


"Haaah?..gendong?..nggak mau!!.."


"Gendoong masss..." rajuk Aisyah sambil membuka tangannya


"Tadi yang nyuruh kamu nyusul kesini siapa?" tanya Bram


"Iih..mas maaah..pokoknya gendong!!"


"Kamu kok sekarang manja banget sih Yaang?" ujar Bram sambil bangun dan membopong Aisyah untuk kembali ke kamar


"Memangnya kalau manja sama pacar sendiri nggak boleh?" tanya Aisyah sambil menjulurkan lidahnya


Bram pun tertawa


Sesampainya dikamar Bram langsung menaruh Aisyah diranjang


Setelah menutup pintu kamar..Bram lalu menuju ke ranjang dan merebahkan badannya di samping Aisyah


"Sini..peluk mas" kata Bram sambil membuka tangannya


Aisyah lalu menggeser badannya ke pelukan Bram


Bram lalu memeluk Aisyah sambil dia tarik selimutnya


"Yaaang?.." panggil Bram


"Huuh?" jawab Aisyah sambil menoleh ke arah Bram


"Kamu sayang nggak sih?..sama mas?" tanya Bram


Aisyah terperanjat kaget


"Kok mas nanyanya begitu?..selama ini Aisyah mas cium..mas peluk..sama mas unyeng-unyeng...kurang menurut mas?" sewot Aisyah sambil memukul dada Bram


"Aaaaah.." teriak Bram karena dadanya digigit oleh Aisyah yang kesal


"Hahahaha..kamu gitu aja marah siih?..mas kan cuma nanya..hahaha" geli Bram sambil menjawil hidung Aisyah


"Habisan mas nanyanya ngaco!!" kesal Aisyah sambil memukul dada Bram


"Hahahaha..ya udah..ya udah..mas minta maaf daaah.."


"Nggak mau!!" kata Aisyah sambil membuang mukanya


"Jadi kamu nggak maafin mas nih?"


"Nggak!!" jawab Aisyah ketus


"Ya udah kalau gitu..mas mau pindah tidurnya..dikamar depan..biarin kamu tidurnya sendirian disini" kata Bram sambil menyibak selimutnya


"Eeh..eeh..jangan masss..jangan ninggalin Aisyah sendirian...Aisyah takut" ujar Aisyah sambil memeluk dada Bram dan memandang Bram dengan tatapan ketakutan


"Mangkanya..maafin mas nggak?" tanya Bram sambil tersenyum


"Iyaaa...iyaaa..Aisyah maafin mas.."


"Naaah..gitu dooong.." kata Bram sambil menarik selimutnya kembali


"Mas curaaaaang!!" ujar Aisyah dengan wajah cemberut


"Kok curang?" tanya Bram


"Iya..mentang-mentang Aisyah penakut..mas mau ninggalin Aisyah sendirian disini.."


"Mas nggak curang...cuman pinter memanfaatkan keadaan..hahahahaha.." gelak Bram


Aisyah kembali memukul dada Bram


"Ya udah..ya udah..kita bobok yuuk..besok kan kita mau jalan ke Borobudur.."


Aisyah menganggukan kepalanya


Aisyah tersenyum geli..dia pun menyongsong bibir Bram..lalu dia kecup bibir Bram


"Met bobok ya masss.." kata Aisyah sambil meletakan kepalanya dipundak Bram


"Ya sayaaang..met bobok juga"


Setelah mengecup kepala Aisyah..Bram lalu memeluk Aisyah dengan eratnya


___________________


Keesokan paginya..Bram menggeliat bangun sambil membuka matanya..dia lihat Aisyah tengah memasang pasminanya didepan cermin..sepertinya Aisyah sudah mandi


"Pagi mas.." sapa Aisyah yang melihat pantulan Bram di cermin


"Pagi cintakuuuh!!" kata Bram sambil meluruskan badannya yang kaku


"Mas mandi buruan gih..keburu kesiangan kita nanti ke Borobudurnya" pinta Aisyah sambil menoleh ke arah Bram


"Siaaaap ndoro putri" kata Bram sambil bangun dari ranjang


Bram lalu beranjak ke belakang Aisyah..dia lalu memeluk perut Aisyah dan dia kecup pipi Aisyah


"Mas mandi sanaaaah..mas bauuuu!!" kata Aisyah sambil menutup hidungnya


Bram hanya tertawa..setelah meraih handuknya..Bram lalu masuk ke dalam kamar mandi


Tak lama kemudian..Bram sudah selesai mandi..dia melihat Aisyah sedang memainkan handphonenya sambil duduk di tepi ranjang


Bram kemudian memakai bajunya dan tak lupa memakai minyak wanginya dan menyisir rambutnya


"Yuuk sayang..kita sarapan..mas sudah laper niih" ajak Bram sambil menjulurkan tangannya


"Ayuk mas.." jawab Aisyah sambil menggamit tangan Bram


Lalu Aisyah mengikuti Bram untuk keluar dari kamar


Begitu Bram membuka pintu kamar..Bram terperanjat kaget setengah mati..karena di bangku ruang tamu paviliun sudah ada kedua orangtuanya yang menunggunya keluar dari kamar


"Pagi Bram.." sapa pak Agung sambil tersenyum


"Papaaah?...mamaaah?..kok??..ada disini?" tanya Bram dengan muka merah merona


Aisyah yang menyusul di belakang Bram pun tidak kalah terkejutnya..melihat pak Agung dan bu Yuli sudah ada di ruang tamu paviliun


"Pagi teeeh.." sapa bu Yuli sambil tersenyum


"Pa..pagi bu..paaak.." jawab Aisyah yang terasa kelu lidahnya


Bram dan Aisyah berdiri salah tingkah..setelah kepergok oleh pak Agung dan bu Yuli telah tidur berdua dalam satu kamar..Aisyah segera melepaskan pegangan tangannya di tangan Bram


Aisyah hanya menundukan kepalanya..tidak berani menatap kedua orang tua Bram


"Duduk kalian.." pinta pak Agung


Bram dan Aisyah lalu duduk di kursi


"Paah..maah...Bram bisa jelasin apa yang barusan papah dan mamah liat..kalau Bram selama in.."


"Kamu ngomong apa sih Bram?" potong pak Agung


Bram melihat kedua orang tuanya tertawa bersama..membuat Bram bingung..dia saling pandang dengan Aisyah


"Kamu pikir..papah nggak tahu?..kalau kamu sama Aisyah sudah pacaran?" ujar pak Agung di sela tawanya


"Kalian nggak macem-macem kan dikamar?" tanya bu Yuli


Bram dan Aisyah menggelengkan kepalanya bersamaan


"Mamah pengen denger dari kamu sendiri Bram..perasaan kamu selama ini terhadap Aisyah" ucap bu Yuli


"Haah?" heran Bram..yang tidak mengerti maksud mamahnya


"Ayuuk..mamah pengen denger dari mulut kamu sendiri.."


Bram melihat Aisyah tersenyum geli setelah mendengar permintaan mamahnya..dia alihkan pandanganya ke arah mamahnya..mamahnya hanya menganggukan kepalanya..begitu juga pula papahnya


"Eee..pah...mah...Bram mau bilang sama papah dan mamah..kalau selama ini Bram suka sama Aisyah..sayang sama Aisyah..daaan..Bram sama Aisyah udah jadian paah..jadi kalau papah dan mamah mengijinkan..Bram ingin serius dengan Aisyah..dan Bram ingin Aisyah jadi calon istri Bram.." ucap Bram sambil menatap kedua orangtuanya bergantian


Pak Agung dan bu Yuli saling pandang dengan senyuman sumringahnya


"Alkhamdulillaaaah..akhirnya rencana kita berhasil paaah.." girang bu Yuli


Bram makin bingung melihat kedua orangtuanya berteriak kegirangan..dia melihat Aisyah hanya tersenyum dari tadi


"Bram..biar mamah jelasin ke kamu" kata bu Yuli sambil tersenyum


"Mamah sama papah punya rencana untuk menjodohkan kamu dengan Aisyah..tapi mamah tidak ingin perjodohan ini terlihat seperti perjodohan jaman dulu..yang terkesan dipaksakan dan otoriter..mamah ingin perjodohan ini berjalan alami dan berjalan seperti apa adanya..jadi mamah sengaja mengajak Aisyah untuk tinggal bersama kita..agar kamu bisa mengenal Aisyah lebih dekat lagi..dan muncul benih-benih cinta diantara kalian..soalnya semenjak kamu hilang di hutan pinus dulu..kamu seperti lupa dengan Aisyah Bram..mamah sempat khawatir..kalau kamu lupa sama sekali dengan Aisyah.." terang bu Yuli


"Dan soal perjodohan ini..bapak ingin melunasi hutang janji bapak sama ayah kamu teh..bapak sama ayahmu dulu sempat berjanji..akan menjodohkan anak kami di kemudian hari kelak..bila kalian sudah besar" sambung pak Agung sambil memandang ke arah Aisyah


"Kok bisa pah?" tanya Bram


"Iya Bram..papah sama pak Mahmud..dulu teman satu kuliah di Bandung..kita satu kostan..kita dulu susah senang berdua..mangkanya sudah suatu kewajiban buat papah untuk merawat putri satu-satunya pak Mahmud yang cantik ini Bram.." ujar pak Agung sambil melihat kearah Aisyah


Bram melihat Aisyah tersenyum haru..Bram pun menggenggam tangan Aisyah


"Kok mamah bisa memilih Aisyah mah?..bukan yang lain" tanya Bram yang tidak melepaskan pandangannya dari Aisyah..Aisyah pun balas memandang Bram


"Aisyah anak baik Bram..keturunan baik-baik..mamah sengaja menjaga Aisyah..khusus untuk kamu..mangkanya mamah melarang Aisyah untuk pacaran..karena dia adalah calon istrimu..dan mamah yakin..kalau pilihan mamah tidak salah" jawab bu Yuli sambil tersenyum


Aisyah lalu berdiri dan menghampiri bu Yuli..Aisyah bersimpuh di paha bu Yuli sambil terisak haru


Bu Yuli lalu mengangkat tubuh Aisyah seraya memeluknya


"Terima kasih buuu.." isak Aisyah


"Ya sayaaang..ibu percayakan mas Bram sama kamu yaaah?..bimbing dan temani dia ya teeh.." ucap bu Yuli sambil mengelus-elus punggung Aisyah


Bram tersenyum bahagia..melihat keputusan kedua orangtuanya


Karena selama ini..orangtuanya telah mempersiapkan calon istri untuk dirinya..dan calon istrinya itu adalah Aisyah

__ADS_1


Segala ganjalan di hati Bram selama ini..seakan-akan telah hilang semua


"Sekarang kita sarapan dulu yuuk..Eyang sudah nunggu kita di meja makan" ajak pak Agung


Lalu mereka berempat beranjak menuju ke rumah utama..di meja makan tampak Eyang putri dan Eyang kakung sudah menunggu untuk sarapan pagi


Eyang putri tersenyum melihat Aisyah menggandeng tangan bu Yuli


"Duduk sebelah Eyang nduuk.." pinta Eyang putri


Aisyah lalu menuruti permintaan Eyang putri


"Nanti kalian mau ke Borobudur yaah?" tanya bu Yuli seraya menyendok nasinya


"Iya bu..sama mbak Tarmi..mbak Wati...mbak Ratih dan mbak Ani" jawab Aisyah


"Ibu boleh ikut nggak?" tanya bu Yuli lagi


Aisyah tersenyum sumringah sambil menganggukan kepalanya


"Boleh bu..ibu mau ikut boleh ya mas?" tanya Aisyah pada Bram


Bram menganggukan kepalanya


"Eyang mau ikut juga aaah!..boleh kan?" ucap Eyang putri


Mereka sontak tertawa mendengar keinginan Eyang putri untuk ikut ke Borobudur


Di carport..sudah standby 2 mobil kepunyaan Eyang


"Nggowo mobil sitok mange ora cukup Jo?..nggowonen Hiace wae..mung tambahanne aku karo Yuli tok..(Bawa mobil satu memangnya nggak cukup Jo?..bawa yang Hiace saja..orang tambahannya saya sama Yuli saja)" tanya Eyang putri


"Injjih Ndoro..Ndoro mbei mboten tindak to Ndoro? (Iya Ndoro..Ndoro mbei tidak pergi ya Ndoro?)" tanya Tarjo


"Ora..Ndoro kakung arep lungo karo mas Agung..(Nggak..Ndoro kakung mau pergi sama mas Agung)" jawab Eyang putri


Tak lama...mobil Hiace putih telah meninggalkan pelataran rumah Eyang untuk menuju ke candi Borobudur


Bram duduk di depan..menemani Tarjo yang mengemudikan mobil


"Maah?.." panggil Bram sambil memutar badannya menghadap ke belakang


"Mamah datangnya jam berapa?..kok..tahu-tahu sudah di paviliun ajah?" tanya Bram


"Semalem Bram..mamah sama papah naik pesawat terakhir semalam..kita nginep dulu di hotel..baru paginya kita kerumah Eyang"


"Kok mamah nggak ngomong sama Bram..kalau pengen ke Jogja?"


"Kalau ngomong sama kamu dulu..berarti nggak surprise doong.." ujar bu Yuli sambil tertawa


"Terus..kalau kamu tahu mamah pengin datang..kamu pasti pindah kamar..nggak sekamar sama Aisyah..ya kan?" ucap bu Yuli sambil tersenyum


Bram hanya tersipu malu


"Kowe wis ngomong sama mamahmu Ngger?" tanya Eyang putri


"Ngomong apaan Eyang?"


"Kowe seneng karo Aisyah.." tanya Eyang lagi


"Sudah Eyang.." jawab Bram


Eyang putri tersenyum senang


"Mamah sudah kasih tahu semua Bram..tentang rencana mamah.." ujar bu Yuli sambil tersenyum


"Semua?..siapa aja mah?" tanya Bram


"Semua Bram..sampai teman-teman kamu di rumah..juga pada tahu"


Bram terkejut bercampur heran atas penjelasan mamahnya


"Aisyah juga tahu Bram.." kata bu Yuli sambil melirik ke arah Aisyah dan tersenyum


"Haaah??..Aisyah juga tahu rencana mamah?...kamu kok nggak ngasih tahu mas Syaah?" gusar Bram sambil berusaha pindah ke kursi tengah


Aisyah yang melihat Bram menghampiri dirinya..berusaha sembunyi di balik tubuh bu Yuli..yang duduk disebelahnya


"Ibuuuu..mas Braaaam tuh buu"


"Sini kamu..curang kamu yaaah...nggak ngasih tahu ke mas.." kata Bram sambil berusaha meraih Aisyah


Bu Yuli hanya tertawa yang dijadikan tameng oleh Aisyah


Kelakuan Bram yang berusaha meraih Aisyah membuat seisi mobil tertawa


Sebelum sampai di candi Borobudur..rombongan mobil Eyang tampak memasuki sebuah restoran yang ada di jalan Pasopati untuk mampir makan siang


Setelah mobil berhenti..mereka segera memasuki restoran yang menyajikan masakan khas Jogjakarta


Aisyah tampak menggandeng tangan Eyang putri..dia lalu menarik bangku untuk Eyang putri dan bu Yuli duduk setelah itu Aisyah duduk disebelahnya yang diikuti bu Yuli yang duduk disebelah Eyang putri


Tarmi memberikan daftar menu ke Eyang putri dan bu Yuli


"Kamu yang pesen ya Yul.." pinta Eyang putri pada bu Yuli


"Baik bu..hmmm..kita pesan ayam bekakak saja ya bu?" tanya bu Yuli sambil melihat-lihat daftar menu


"Ya sudah.." jawab Eyang putri


"Eh..teh..ada daging burung puyuh nih..." ujar bu Yuli


Aisyah pun menoleh ke arah bu Yuli


"Ada bu?" tanya Aisyah


"Ada..kamu mau kan?" jawab bu Yuli


Aisyah menganggukan kepalanya


"Kamu seneng yaah?..sama daging burung puyuh?" tanya Eyang putri


"Iya Eyang.." jawab Aisyah


"Kalau tahu kamu seneng..kemaren Eyang suruh Ratih gorengin buat kamu..dirumah Eyang banyak nduuk.." ucap Eyang putri


"Banyak Eyang?" tanya Aisyah


Eyang putri menganggukan kepalanya


"Kowe pesen'no Mi..sisan karo liyane (Kamu pesen aja Mi..sekalian sama yang lainnya)" pinta Eyang putri pada Tarmi


"Injjih Ndoro.." jawab Tarmi sambil mengambil daftar menu


"Mas mau pesen apa?" tanya Aisyah pada Bram yang duduk diseberangnya


"KOPIIIII...MAS MAU NGOPIIIII!!" gusar Bram dengan raut muka memelas


Aisyah tersenyum geli


Aisyah lalu segera beranjak bangun untuk menuju ke meja kasir..untuk memesan kopi hitam untuk Bram dan supaya disajikan terlebih dahulu


Setelah semua pesanan tersaji di meja..akhirnya mereka mulai santap siang


Eyang yang melihat Aisyah yang begitu menikmati daging burung puyuh..tersenyum


Bu Yuli yang melihat Eyang memperhatikan Aisyah


"Memang begitu bu..Aisyah kalau sudah ketemu daging burung puyuh..lupa sama semuanya.." ujar bu Yuli sambil tersenyum


Eyang putri dan yang lainnya pun tertawa..cuma Aisyah yang tersipu-sipu malu


"Aaah..ibu...Aisyah kan jadi malu.." ujar Aisyah tersipu malu


Mereka pun kembali tertawa melihat Aisyah yang tersipu malu


"Mas bagi doong.." pinta Bram sambil mengarahkan piringnya ke depan Aisyah


"Huuuu..enak ajah..mas pesen sendiri dooong.." ledek Aisyah sambil menggeser piringnya ke samping


Bram langsung menekuk mukanya


"Peseno maneh Bram..ojo njaraki Aisyah.." kata Eyang putri


"Aisyah kalau didepan mamah sama Eyang suka begitu Yaang.."


"Biariiin...weeeek.." ledek Aisyah


Eyang putri pun tertawa


"Memang begitu bu..kelakuan mereka berdua..dari kecil sampai sekarang..kerjaannya beranteeem terus..nggak ada yang mau ngalah" ujar bu Yuli


Setelah selesai makan siang..mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju ke candi Borobudur


Tak berapa lama kemudian..sampailah mereka di pelataran parkir candi Borobudur


Setelah membayar tiket masuk..mereka memasuki area candi Borobudur


Aisyah tidak melewatkan moment itu dengan memfoto lewat kamera handphonenya


Aisyah menyuruh Bram memfoto dirinya dengan Eyang putri dan bu Yuli


Saat menuju ke area candi..Bram menggamit tangan Aisyah yang berjalan di depannya


Aisyah pun spontan menoleh ke belakang


"Siniii..mas mau ngomong" pinta Bram sambil menarik Aisyah agar berjalan disampingnya


"Ada apa sih mas?" tanya Aisyah


"Mas masih kesal sama kamu..kamu udah nyimpen rahasia ke mas"


"Aisyah disuruh ibu mas..supaya jangan ngomong ke mas.."


"Mas nggak mau tahu..ntar malem kamu tidur sendiri..mas mau tidur dikamar depan" ancam Bram


"Yaaaaah...jangaaaan masss...Aisyah takut!!" rajuk Aisyah yang berhenti


"Biariiin.." ujar Bram sambil terus berjalan..meninggalkan Aisyah dibelakangnya


"Yaaaaah...mas maaah..huft..!!" rengek Aisyah sambil memasang muka ingin menangis


"Kenapa teh?" tanya bu Yuli yang mendengar Aisyah merajuk ke Bram


"Mas Bram tuh bu..marah sama Aisyah..gara-gara Aisyah nggak ngasih tahu rencana ibu.." adu Aisyah pada bu Yuli


"Braaam!!..awas kamu yaaah.." ancam bu Yuli sambil melotot kearah Bram


"Iya maaah..." kesal Bram sambil melihat ke arah Aisyah yang meledeknya dengan menjulurkan lidahnya


Bu Yuli pun kembali berjalan mengiringi Eyang putri


Aisyah pun berniat menyusul Eyang putri..tapi tangannya di tahan oleh Bram


"Sini ajah sama mas.." ajak Bram


Aisyah pun akhirnya berjalan disamping Bram..Bram pun menggandeng tangan Aisyah


"Kamu sekarang apa-apa maen aduan ke mamah yaah?"


"Biariiin..abisan mas nggak mau ngalah sama Aisyah!" ledek Aisyah


Tiba-tiba Bram merasakan handphonenya bergetar..dia lihat nomer tanpa nama


"Widya!!..ngapain sih nelponin gua mulu!!" kesal Bram dalam hati


"Siapa mas?" tanya Aisyah yang melihat Bram tidak menjawab panggilan di telponnya


"Tauu!!..mas nggak kenal" jawab Bram sambil mengantongi kembali handphonenya


"Widya kali mas.." tebak Aisyah


"Sok tau kamu!!" kata Bram sambil memencet hidung Aisyah


Aisyah berteriak pelan ketika Bram memencet hidungnya

__ADS_1


__ADS_2