
Setelah acara RUPS dan perkenalan Bram sebagai CEO baru di AH Group selesai..Bram mengikuti pak Agung menuju ke lantai dimana ruang kerjanya berada. Pak Agung akan menunjukan ruang kantor Bram untuk bekerja sebagai CEO baru disini
"Aisyah nggak ikut Bram?.." tanya Dini yang satu lift bersama pak Agung dan Bram
"Nggak mbak..Aisyah lagi bantuin mamah beres-beres buat buka boutiq baru.." jawab Bram
"Oh ya?..ibu mau buka boutiq di daerah mana Bram?.." tanya Dini lagi
"Di daerah Senopati mbak..nanti kalau sempat..Aisyah mau mampir kesini pas jam makan siang"
Ting
Lift berhenti di lantai 40..Dini mempersilahkan pak Agung untuk keluar terlebih dahulu lalu kemudian Bram dan dirinya. Para staff yang bekerja di lantai ini berdiri dan memberikan hormat kepada Bram dan pak Agung begitu mereka lewat di depan cubical mereka
"Bram?..ini ruangan kamu.." kata pak Agung sambil membuka sebuah pintu besar yang berada di ujung sayap sebelah utara lantai 40
Bram lalu masuk dan mulai mengedarkan pandangannya memindai ruang kerjanya yang baru. Mewah dan elegan kesan yang didapat oleh Bram mengenai suasana ruang kerjanya. Pemandangan kota Jakarta terhampar luas di sebelah kiri dari tempat dirinya berdiri
"Bagus pah.." ucap Bram sambil menuju ke meja kerjanya
Bram lalu duduk di kursi kebesarannya
"Bram?..mbak ada beberapa orang yang menjadi kandidat Sekretaris buat kamu.." kata Dini sambil menaruh beberapa map di depan Bram
"Ada 4 orang ya mbak?.." tanya Bram
"Iya..semuanya fresh graduate..dan lulusan Akademi Sekretaris terbaik di Jakarta.." jawab Dini
"Selagi kamu periksa kandidat Sekretaris buat kamu..kamu bisa periksa progres proyek dan laporan tahunan yang sedang di kerjakan kantor kita. " kata pak Agung
Bram menganggukan kepalanya
"Semua laporannya ada di file A1 ya Bram..kalau kamu kurang mengerti atau kurang paham..kamu bisa tanya papah atau Dini.." sambung pak Agung
"Baik pah.."
"Ya sudah..papah tinggal yaah?.." pamit pak Agung yang keluar dari ruangan kerja Bram bersama Dini
"Iya pah.." jawab Bram
Sepeninggal pak Agung dan Dini..Bram mulai mengerjakan pekerjaannya yang sudah menanti didepan dirinya
.
***
.
Mercedez S600 berwarna silver berhenti di loby gedung AH Group
"Kamu nanti ikut mamah sama papah makan diluar nggak teh?..soalnya tadi papah ngajakin mamah ke GI.." tanya bu Yuli setekah mereka sampai di gedung AH Group
"Aisyah tanya mas Bram dulu ya mah..bisa nggak mas Bram ikut mamah ke GI.." jawab Aisyah
"Ya sudah kalau gitu..kalau Bram bisa..kalian nyusul yaah?" ucap bu Yuli
"Iya mah.." jawab Aisyah sambil menyium punggung tangan bu Yuli
"Aisyah keluar dulu ya mah..assallamuallaikum.." pamit Aisyah
"Waallaikumsallam.." jawab bu Yuli
Aisyah keluar dan menunggu mobil bu Yuli meninggalkan loby gedung AH Group. Setelah itu Aisyah memasuki loby gedung dan menuju ke selasar lift. Aisyah yang sering bertandang kesini saat dirinya mengaudit laporan keuangan AH Group..membalas sapaan beberapa staff yang berpapasan dengannya saat melintaa loby dan saat dirinya berada di dalam lift
Ting
Lift berhenti di lantai 40..Aisyah keluar dan menuju ke meja Receptionist
"Selamat siang?.." sapa Aisyah
"Selamat siang..eh..mbak Aisyah?..ada yang bisa Dela bantu mbak?.." jawab staff Receptionist yang kenal dengan Aisyah
"Saya mau ke ruangannya mas Bram..sebelah mana ya Del?.." tanya Aisyah
"Mbak mau ketemu sama pak Bram?.." tanya Dela memastikan
"Iya.."
"Mari mbak..saya antar.." ajak Dela sambil bangun dari kursinya
Dela lalu membuka pintu dengan kartu aksesnya dan mempersilahkan Aisyah mengikuti dirinya
"Di situ mbak..ruangan pak Bram.." kata Dela sambil menunjuk ke sebuah pintu besar
"Oh..terima kasih ya Del.."
"Iya mbak..sama-sama"
Aisyah lalu melangkahkan kakinya ke pintu ruangan Bram..sedangkan Dela kembali ke meja Receptionist
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Masuk.." jawab Bram dari dalam
"Assallamuallaikum.." sapa Aisyah sambil menyembulkan kepalanya ke dalam ruang kerja Bram
"Waallaikumsallam..sayaang?..masuk sini.." jawab Bram sambil bangun dan menghampiri Aisyah
Aisyah lalu masuk ke dalam dan tak lupa dia tutup lagi pintu masuk ruang kerja Bram
"Sama siapa kamu kemari Yaang?.." tanya Bram sambil memeluk Aisyah dan mengecup bibir Aisyah
"Sama mamah.."
Bram lalu menuntun Aisyah untuk duduk di sofa yang ada di dekat jendela kaca besar yang ada di sisi sebelah kanan kantornya
"Gimana tadi acara persiapan soft opening boutiq nya Yaang?.." tanya Bram
"Beres mas..mungkin lusa sudah bisa dibuka.." jawab Aisyah
"Oh iya mas..tadi mamah ngajakin makan siang bareng sama papah di GI..mas mau nggak?.." sambung Aisyah
"Kayaknya mas nggak bisa deh Yaang..mas sibuk benar hari ini..kamu tahu kan?..mas baru masuk hari ini..sama nanti habis makan siang mas mau menginterview beberapa orang calon Sekretaris buat mas.." jawab Bram
"Interview calon Sekretaris?.." tanya Aisyah
"Iya..kamu nanti mau lihat nggak?.." tanya Bram
"Boleh memangnya mas?.."
"Boleh lah..nanti kamu yang pilihin Sekretaris yang cocok buat mas yaah?.." jawab Bram
"Lho?..kok Aisyah mas?.." tanya Aisyah heran
"Iya..biar nanti kalau mas kerja dan metting di luar sama Sekretaris mas nantinya..nggak di cemburuin sama istri mas yang cantik ini.." goda Bram sambil menjawil hidung Aisyah
"Iiih..mas apaan sih?.." jawab Aisyah yang tersipu malu
Bram pun tergelak melihat istrinya tersipu malu karena di goda oleh dirinya
"Kamu sudah laper belum Yaang?.." tanya Bram
"Sudah mas..kita makan yuk.."
"Kita pesan online aja ya Yaang?..mas nggak punya waktu lama kalau kita makan diluar..yaah?..nggak apa-apa kan?.." tanya Bram
"Nggak apa-apa mas..mas mau makan apa?.." tanya Aisyah sambil mengeluarkan ponselnya untuk memesan makan siang mereka
"Terserah kamu aja Yaang..mas ikut ajah.." jawab Bram
Aisyah segera mengorder makanan melalui jasa online
"Iya mas.." jawab Aisyah
Tak berselang lama Aisyah keluar dari ruangan Bram untuk mengambil pesanan makanan mereka yang sudah datang di loby gedung AHG
.
***
.
Setelah makan siang..Bram mengajak Aisyah turun ke lantai 20..dimana interview untuk Sekretaris baru untuk Bram diadakan di sana. Di loby lantai 20 mereka berdua sudah ditunggu oleh 4 orang staff HR. Bram dan Aisyah lalu mengikuti staff HR yang mengajak mereka ke ruangan metting. Di depan ruang metting sudah ada 4 wanita muda yang duduk di ruang tunggu..sepertinya mereka ini para kandidat untuk Sekretaris Bram. Dari keempat wanita muda yang menunggu..hanya satu dari mereka yang memberikan anggukan hormat pada Bram dan Aisyah begitu mereka lewat di depan para wanita muda itu..karena ketiga wanita lainnya tengah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing dan tidak memperhatikan begitu Bram dan Aisyah lewat di depan mereka
Sepeninggal Bram, Aisyah beserta staff HR yang sudsh masuk ke dalam ruang metting..wanita muda yang tadi memberikan anggukan hormatnya ke Bram membetulkan ujung lengan baju putihnya dan memeriksa lagi CV dia yang dia masukan ke dalam amplop coklat
"Mbak interview juga?.." tanyanya pada wanita yang duduk di sebelahnya
"Iya.." jawabnya singkat tanpa menoleh sedikit pun dari layar ponselnya
Wanita itu hanya tersenyum rikuh
"Situ interview juga?.." tanya wanita yang duduk di seberangnya
"Iya.." jawabnya sambil tersenyum
"Mau interview apa?..OG?.." tanya wanita yang berdandan cukup glamour dan seksi
"Bukan mbak..jadi Sekretaris.."
Dua wanita muda yang lainnya langsung menoleh ke arah wanita yang barusan menjawab kalau dirinya sedang menunggu interview untuk menjadi Sekretaris
"Jadi Sekretaris?..nggak salah mbak?.." tanya wanita yang duduk disebelahnya sambil tersenyum sinis
"Situ mah cocoknya jadi OG atau nggak jadi Cleaning Service..huh..tampang kayak dari kampung gitu..ngimpi mau jadi Sekretaris.." timpal wanita muda lainnya sambil mencibir
"Mana Sekretaris CEO lagi.." sambungnya
Wajar saja kalau ketiga wanita muda itu memandang remeh ke wanita muda itu yang datang ke interview dengan mengenakan rok panjang hitam dan baju putih lengan panjangnya. Berbeda jauh dengan mereka bertiga yang mengeluarkan modal dengan baju seksi dan dandanan yang dibilang cukup mentereng
"Kalau pengen ngelamar jadi Sekretaris tuh yang bermodal dong mbak..pakai baju hitam putih gitu..kayak orang magang saja.."
"Eh..bukannya kalau ngelamar jadi OG bajunya kayak gini yaaah?.." ejek wanita muda lainnya
Sontak ketiga wanita muda itu tertawa terbahak-bahak..puas menghina penampilan salah satu saingan mereka di dalam mendapatkan jabatan Sekretaris di AHG. Wanita muda yang jadi bahan olok-olokan oleh ketiga kandidat Sekretaris hanya bisa tersenyum getir..dirinya tidak ada niat sedikit pun membalas olok-olokan mereka ke dirinya
"Jangan-jangan..situ lulusan SMA lagi?.."
__ADS_1
"Bukan mbak..saya lulusan AkSek Bina Bangsa.." jawab wanita muda itu
"Yaaaah?..anak Bina Bangsa tahunya..hahaha..jangan ngimpi diterima jadi Sekretaris disini deh mbak..mendingan jadi OG..karuan.."
Kembali ketiga wanita itu tertawa terbahak-bahak setelah mendengar wanita itu lulusan sebuah lembaga kursus Sekretaris
Ceklek
Pintu ruang metting terbuka dan muncul seorang staff HR pria
"Selamat siang semuanya.."
"Siang.." jawab mereka berbarengan
"Sebelum kita mulai interview ini..saya mau absen dulu yang hadir di siang hari ini.."
Staff pria itu membuka map hijau yang dia bawa
"Paqquita Jelita?.."
"Saya mas.."
"Carolline Martha?.."
"Saya mas.."
"Julie Sarah?.."
"Iya mas.."
"Lesti Maharani?.."
"Saya pak.." jawab wanita muda yang mengenakan baju putih bercelana hitam
"Okee..semuanya sudah hadir yaah?.."
"Iya mas.." jawab mereka
"Silahkan diisi dulu form biodata ini yaah?.." pinta staff HR itu sambil membagikan selembar form biodata ke masing-masing calon Sekretaris
"Saya kasih waktu 15 menit.."
Setelah itu..staff HR masuk kembali ke dalam ruang metting
"Kenapa pakai ngisi kayak beginian sih?..gua kan paling males nulis-nulis..mana gua nggak bawa pulpen lagi.." sungut Paqquita
"Sama..gua juga nggak bawa..gua kira langsung interview dah beres.." timpal Julie
Tiba-tiba..Carolline merebut pulpen yang tengah dipegang oleh Lesti
"Gua dulu..kalau elu kan pengen ngelamar jadi OG..bisa belakangan.." ucap Carolline tanpa merasa bersalah
Lesti hanya bisa menghela nafasnya..menahan sabar mendapati dirinya berkali-kali di bully oleh sesama para kandidat calon Sekretaris lainnya
"Habis elu..gua pinjam ya bo?.." pinta Paqquita
"Iya..tenang ajah.." jawab Carolline
Paqquita dan Julie bergantian memakai pulpen kepunyaan Lesti..sedangkan sang empunya pulpen hanya bisa diam pasrah dan berharap pulpennya dikembalikan oleh mereka
"Sudah mbak?.." tanya Lesti ke Julie yang sepertinya sudah selesai menulis
"Tuh!.." ucap Julie sambil membuang pulpen Lesti ke depan kaki Carolline
"Nggak butuh gua..pulpen murahan..bisa gatal-gatal gua makainya.." ketus Julie sambil membersihkan jari jemarinya dengan tissue basahnya
Lesti hanya diam dan bangun untuk memungut pulpennya yang ada di dekat kaki Carolline
Kreeek..
Carolline dengan sengaja menginjak pulpen Lesti hingga patah menjadi dua bagian
"Ups..sorry..sengaja..hahahaha.." gelak Carolline yang diikuti oleh Julie dan Paqquita
Lesti kembali menahan sabarnya..dia ambil pulpennya yang sudah patah menjadi dua dan dia berusaha mengisi form biodata dengan pulpennya yang sudah rusak
Ceklek
"Sudah?.." tanya staff HR begitu pintu ruang metting terbuka
"Sudah nih mas.." jawab Carolline sambil memberikan form kepunyaannya ke staff HR
Julie dan Paqquita memberikan juga form kepunyaannya
"Mbak Lesti?..sudah belum?.." tanya staff HR itu ke Lesti yang dia lihat masih mengisi form kepunyaannya
"Sebentar ya pak..sedikit lagi.." jawab Lesti sambil sesaat menoleh ke staff HR itu
"Katanya mau ngelamar jadi Sekretaris..mosok ngisi form kayak gitu ajah nggak cukup 15 menit?..bisa bangkrut AHG kalau Sekretarisnya modelan kayak situ mbak.." ejek Carolline
Staff HR itu hanya diam melihat ketiga wanita muda itu tengah mentertawakan Lesti. Ada senyum samar di bibir staff pria HR itu
"Ternyata benar juga dugaan mbak Aisyah.."
.
__ADS_1
.