Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
24.Rumah Peninggalan Ayah


__ADS_3

Adzan Subuh berkumandang dari masjid di daerah Dago


Bram menggeliat bangun..dia pandangi Aisyah yang masih terlelap di pelukannya..dia tersenyum yang melihat Aisyah tertidur dengan damai di pundaknya


Dia kembali teringat waktu dia kecil dulu..Aisyah yang kala itu diajak menginap di vila..juga tertidur dengan posisi seperti ini..tertidur di pelukannya


Lama dia pandangi Aisyah sambil dia usap dengan lembut kepala Aisyah


"Ternyata kamu pernah mengisi hari-hari mas waktu kecil dulu Syaah.." ujar Bram lirih sambil mencium rambut Aisyah yang tertutup oleh pasminanya


Bram lalu meraih handphonenya yg dia taruh di nakas samping ranjang..dia lalu foto Aisyah yang tertidur di dadanya


Bram tersenyum geli..karena Aisyah tidak tahu kalau dia yang tengah tertidur..di foto Bram secara close up


Bram melihat hasil fotonya sambil tertawa


"Orang kalau dasarnya cantik..difoto gimana juga hasilnya tetep aja cantik.." ujar Bram lirih sambil menjawil hidung Aisyah


Aisyah keningnya berkerut yang merasa terganggu di dalam tidurnya..dia menggeliat sambil mempererat pelukannya di badan Bram


"Syaah..mau sholat subuh nggak?" bisik Bram


"Hmmmm..memangnya jam berapa ini mas?" tanya Aisyah dengan suara parau khas bangun tidur sambil mulai membuka matanya


"Jam 4 kali..soalnya adzan baru selesai..kamu sholat nggak?" tanya Bram sambil kembali menjawil hidung Aisyah


"Iya mas" kata Aisyah yang mau bangun dari dada Bram..tapi di tahan oleh Bram


"Sebentar lagi yaaah?..mas masih mau meluk kamu" ujar Bram sambil memeluk Aisyah


Aisyah pun membiarkan Bram memeluknya


"Masss..udah yaah?..nanti kesiangan subuhnya..kita sholat berjamaah lagi yuuk.." ajak Aisyah


Bram tersenyum..dia lalu mengecup kening Aisyah


"Ayuuk.." ucap Bram


Lalu mereka berdua bangun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu


____________


Setelah menunaikan sholat subuh..Aisyah lalu keluar dari kamar dan berjumpa dengan bu Wasti yang tengah menyapu ruang makan


"Pagi teeh..sudah bangun?" sapa bu Wasti


"Pagi bu..iya sudah bu.." jawab Aisyah


Tak lama dari dalam muncul Bram


"Lho..mas Bram tidur sama teteh Aisyah?..saya kira mas tidur di kamar atas.." tanya bu Wasti heran


Bram dan Aisyah saling pandang dan salah tingkah setelah kepergok oleh bu Wasti


"Ee..ee..enggak kok bu..Aisyah takut kalau tidur sendiri..mangkanya saya nemenin dia dikamar..saya tidurnya dibawah..pakai kasur gulung" jawab Bram dengan kikuk


Bu Wasti hanya tersenyum mendengar jawaban Bram barusan


Lain halnya dengan Aisyah..mukanya merah merona menahan malu atas kejadian barusan


"Mas Bram mau ngopi?..biar saya bikinin" tawar bu Wasti


"Eeee..boleh deh bu.."


"Teteh juga?" tanya bu Wasti ke Aisyah


"Iya bu.."


Lalu bu Wasti kebelakang untuk membuatkan kopi untuk mereka berdua


"Mas Bram sih..bu Wasti jadinya tahu kan.." kesal Aisyah


"Biarin ajah" ujar Bram sambil duduk di bangku sebelah Aisyah dan menuang air putih ke dalam gelas..dan langsung mengairi tenggorokannya yang terasa kering


Aisyah hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Bram


"Tapi..nanti anterin Aisyah ziarah ya mas!!..mas kan udah janji" pinta Aisyah


"Iyaaa..tapi kamunya jangan cemberut gitu dong"


"Lagian mas sih!..pake keluar nyusul Aisyah..coba ntar-ntaran..kan jadinya bu Wasti nggak tahu mas..Aisyah kan malu sama bu Wasti"


Bram tertawa yang melihat Aisyah gusar


"Kamu tuh lucu tahu Syaah..kepergok sekamar sama orang ganteng kayak mas ini..harusnya kamu bangga dooong...aaaaah!!" teriak Bram karena cubitan Aisyah sudah mendarat di pahanya


"Mass Braammmm!!" sewot Aisyah


"Kamu kenapa sih???" tanya Bram sambil meringis mengelus pahanya


Bu Wasti yang muncul dari dapur tersenyum melihat tingkah Bram dan Aisyah


"Mas sama teteh dari dulu nggak berubah yaah..suka berantem" ucap bu Wasti sambil menaruh 2 gelas kopi di meja makan


Aisyah tersipu malu mendengar perkataan bu Wasti yang mengenai dirinya dan Bram dulu


"Aisyah yang dulu sama yang sekarang juga nggak ada yang berubah bu.."


"Apaan itu mas?" tanya bu Wasti


"Cengengnya nggak hilang-hilang bu.."  kata Bram sambil menarik hidung Aisyah


Bu Wasti tertawa melihat Aisyah meringis kesakitan ketika hidungnya di tarik oleh Bram


Aisyah membalasnya dengan memukul pundak Bram


___________


Pagi itu Aisyah mengajak Bram untuk ziarah ke makam orangtuanya sebelum pulang ke Jakarta


"Syaah..ngomong-ngomong..rumah ayah kamu masih ada nggak sih?" tanya Bram


"Masih ada mas..tapi kosong..nggak ada yang ngurus" jawab Aisyah sambil membetulkan ujung hijabnya


"Kok nggak dikontrakin aja Syaah?" tanya Bram


Aisyah menggeleng


"Nggak mas..Aisyah belum bisa ngelepas rumah ayah untuk ditempatin orang lain.."


Bram lalu memeluk kepala Aisyah dan menciumnya lembut


"Maskuuuu!!..berhenti disitu..jangan jalan dulu!!"


Tiba-tiba suara Ningrum ada ditelinga Bram..Bram pun berhenti sesuai perintah Ningrum


"Ada apa mas?..kok berhenti?" tanya Aisyah heran


"Ningrum nyuruh mas berhenti Syaah.."


Bram dan Aisyah celingukan mencari keberadaan Ningrum..hingga dia muncul di sebelah Bram


"What the f***!!..kamu bisa nggak sih kalau muncul nggak ngagetin?" kesal Bram pada Ningrum yang tiba-tiba muncul disampingnya


"Maaf masku..hihihihi." tawa Ningrum


"Bisa-bisa gua jantungan Ningruuuuum!!" kesal Bram sambil mengelus-elus dadanya


Aisyah pun ikut tertawa yang melihat Bram kesal atas kemunculan Ningrum yang tiba-tiba


"Ada apa sih?..kok nyuruh gua berhenti?" tanya Bram


"Didepan ada setan kecil yang mau mencelakain Teteh lagi masku.." kata Ningrum yang menatap tajam ke jalanan setapak menuju makam


"Nyelakain lagi?..memangnya?.."


"Iya masku..Teteh kemarin jatuh karena ulah dia yang mendorong Teteh hingga jatuh ke bawah" kata Ningrum yang tidak melepas pandangannya ke depan


"Masss..." kata Aisyah yang merapatkan badannya ke Bram karena ketakutan


"Masku sama Teteh tunggu disini sebentar yaah.." pinta Ningrum


Setelah itu..Ningrum langsung melesat ke arah rimbunan pohon singkong yang ada diatas tempat Bram dan Aisyah menunggu


Tak lama kemudian..Ningrum kembali dengan menenteng sesosok mahluk seperti anak kecil di tangannya..kulitnya merah dan ada sepasang tanduk dikepalanya


"Busyeeet...Hellboy!!" kata Bram sambil tertawa


Berbeda dengan Aisyah yang makin merapatkan badannya dibalik badan Bram


"Itu apaan Ningrum?" tanya Aisyah sambil menyembunyikan mukanya dibalik pundak Bram


"Ini nih Teh si Ucil..yang kemarin nyelakain Teteh..ayuuk..minta maaf sama Tetehku" perintah Ningrum sambil mendorong mahluk itu ke depan Bram dan Aisyah


Mahluk itu hanya menyeringai dan mengeram tidak jelas didepan Bram


PLAAAK!!....


"Ngomong yang bener!!" bentak Ningrum sambil memukul kepala mahluk itu dengan tangannya..hingga mahluk itu tersungkur di tanah


Aisyah berteriak kaget melihat ulah Ningrum kepada mahluk itu..begitu juga dengan Bram


Mahluk itu pun bangun..tiba-tiba dia melompat hendak menyerang Aisyah yang berada di belakang Bram..Bram dengan sigap melindungi Aisyah yang berteriak ketakutan dengan memeluknya..tapi Bram bingung..kenapa serangan mahluk itu tidak menimpa dirinya dan Aisyah

__ADS_1


Ternyata..mahluk itu diselubungi oleh sinar biru dan berhenti di udara..tidak bisa meneruskan serangannya kepada Aisyah


Dibelakang mahluk itu..tampak Ningrum menunjuk mahluk itu dengan sinar birunya..hingga dia tidak bisa bergerak


"Kamu kurang ajar ya Cil?..mau diam-diam nyerang tetehku?" kata Ningrum sambil menghampiri mahluk itu dengan kuku di tangan kirinya yang sudah memanjang


JLEEEEB!!


Tau-tau..kuku Ningrum sudah menembus badan mahluk itu


"Aaaaaaaah..." teriak Aisyah sambil menyembunyikan wajahnya di pelukan Bram


Bram bergidik ngeri melihat kekejaman Ningrum terhadap mahluk kecil itu


Tiba-tiba mahluk itu menyala terbakar dan menyisakan abu di kuku Ningrum yang panjang dan hitam


Ningrum hanya tersenyum dingin setelah mengeksekusi mahluk itu


"Sudah Teh..setan kecilnya sudah saya musnahkan" kata Ningrum tanpa rasa bersalah


"Kamu jangan kayak gitu lagi yaaah Ningruuuum...saya takut!!" pinta Aisyah


"Hihihi..iya Teh..saya kesal sama Ucil..karena sudah mencelakakan Teteh kemarin di wilayah kekuasaan saya" kata Ningrum sambil tersenyum


Setelah kejadian barusan..mereka melanjutkan perjalanannya menuju makam


"Dulu masku sama teteh sering main kemari..memetik jagung metik buah-buahan..main di kali yang ada dibawah sana..mengejar capung..teteh dulu suka sekali kalau masku berhasil menangkap capung.." kata Ningrum yang menceritakan masa lalu Bram dan Aisyah


"Kok kamu tahu Ningrum?" tanya Bram


"Saya mengawasi masku dari atas sana..dari rumah saya" kata Ningrum yang melayang mengikuti di sisi Bram


"Masku waktu itu mengingatkan saya kepada anak saya..yang meninggal ketika seumuran dengan masku..ditambah masku mempunyai aura yang bagus..jadi menarik perhatian saya..akhirnya saya nekat mendekati masku dan membawa masku kerumah..waktu itu teteh kembali ke vila sambil menangis..saya bikin teteh tidak bisa melihat masku..walaupun masku ada disebelah teteh..maafin saya ya teeeh.." ujar Ningrum kepada Aisyah


"Iya Ningrum..saya nggak apa-apa" jawab Aisyah


"Kemarin saya melihat dari rumah saya..teteh dan masku ziarah kemakam..saya lalu berusaha mendekat ke masku..tapi saya tidak bisa..karena masku dibadannya masih ada ajian Malih Pangeling nya Abah Haji..jadi saya hanya bisa menjaga jarak sama masku.." kata Ningrum


"Kamu lihat dong waktu saya jatuh?" tanya Aisyah


"Iya teh..saya ingin menolong teteh..tapi saya tidak bisa..saya takut badan saya terbakar kalau berdekatan dengan masku.."


"Kamu ngikutin kita terus?" tanya Bram


"Iya masku..saya mengikuti masku yang menggendong teteh..teteh kecil dulu paling suka kalau pulang main digendong dibelakang sama masku..soalnya kalau teteh nggak digendong sama masku..teteh nggak mau pulang" jawab Ningrum sambil tersenyum


Aisyah pun tersipu malu..


"Wuuuu..dulu kamu seneng banget mas gendong Syaah..kenapa sekarang nggak mau?" tanya Bram


"Ya kan dulu Aisyah masih kecil maas" jawab Aisyah


"Eh..jangan-jangan..malem kemaren kamu ngikutin kita sampe vila yaaah?" tanya Bram


"Iya masku..kok masku tahu?" tanya Ningrum


"Kamu inget kan Syaah?..waktu didapur ada barang yang jatuh di luar..apa itu ulah kamu Ningrum?"


"Hihihihi..iya masku..saya ingin berkomunikasi dengan masku..tapi masku tidak bisa mendengar saya..jadi saya dorong pot bunga sampai jatuh.." kata Ningrum sambil tersenyum malu


"Waktu itu wujud kamu kayak begini?" tanya Bram


"Nggak masku...saya masih memakai wujud Kalong Wewe.."


"Hiiii..untung saja kita nggak bisa melihat ya Syaah.." gidik Bram sambil membayangkan wujud Ningrum yang Asli


Akhirnya mereka tiba digerbang makam


"Hati-hati masku..didalam banyak demit yang usil..tapi tenang ajah..mereka pada takut pada Ningrum masku..jadi masku nggak bakal diganggu oleh mereka" kata Ningrum


"Njiiir...pake dikasih tahu lagi.." kata Bram


"Saya mau keatas dulu ya masku..nanti kalau ada apa-apa..masku bisa memanggil saya" kata Ningrum yang langsung melesat ke arah hutan pinus


Aisyah dan Bram lalu memasuki area makam


Setelah tiba di makam kedua orangtuanya..Aisyah lalu mulai membacakan doa untuk kedua orangtuanya


Bram yang setelah diberitahu oleh Ningrum..kalau disini banyak demitnya..jadi merinding sendiri


Dia melihat ke sekitaran makam orangtua Aisyah cukup wingit dan sepi..walaupun hari masih pagi..tapi suasananya cukup berbeda


Untuk mengusir rasa kegelisahannya..Bram menyalakan rokoknya


Dilihatnya Aisyah masih khusyuk berdoa..Bram lalu mengalihkan pandangannya ke arah hutan pinus


"Jangan-jangan disana banyak jin yang kayak Ningrum kali yaaah?...tapi kalau penampilannya kayak Ningrum semua..waaaah...hihihihihi" batin Bram sambil cengegesan sendiri


"Masku ngomong apa??"


"Hihihihi..Ningrum bisa mendengar dan membaca pikiran masku..walau masku tidak ada disebelah Ningrum.."


Bram langsung tercekat diam..


Tak lama kemudian Aisyah berdiri


"Ayuuk mas.."


"Sudah Syaah?" tanya Bram


"Iya mas.."


Lalu Bram mengajak Aisyah untuk keluar dari area makam


Bram melihat Ningrum melayang menunggu di depan gerbang makam


Mungkin kalau orang biasa melihat Ningrum melayang didepan pintu makam..pastilah lari terbirit-birit


"Masku mau kenalan sama teman-teman Ningrum yang ada di hutan pinus?" tanya Ningrum di batin Bram sambil menatap tajam ke matanya


Bram langsung menggelengkan kepalanya


Ningrum langsung tersenyum geli


Aisyah yang melihat Ningrum tersenyum geli sendiri merasa heran


"Ada apa Ningrum?..kamu kayak ngetawain sesuatu.." tanya Aisyah


"Anu Teh..eh.." Ningrum melihat Bram memberikan kode agar diam


"Tidak ada apa-apa teh..." jawab Ningrum


Aisyah menengok ke belakang..ke arah Bram yang langsung memasang pose seolah-olah tidak terjadi apa-apa


"Mas sama Ningrum ngerencanain sesuatu yaaah?" selidik Aisyah


"Nggaaaak...siapa?..tanya aja Ningrum" ucap Bram yang berusaha mengelak dari tuduhan Aisyah


Aisyah hanya menghela nafasnya..lalu dia melanjutkan jalannya meninggalkan gerbang makam


Sesampainya di jalan beraspal..Aisyah berhenti sejenak..lalu di berbelok kekanan


Bram yang melihat Aisyah belok kekanan..heran..karena itu bukan arah jalan kembali ke Vila..segera menyusul Aisyah


"Syaah..kamu mau kemana?" tanya Bram begitu disamping Aisyah


"Aisyah mau lihat rumah ayah mas.."


Bram lalu mengiringi Aisyah disampingnya


Tak lama kemudian..mereka sampai di depan gerbang besi yang seperti tidak terawat..Aisyah lalu membuka gerbang besi itu yang sudah berkarat dan masuk ke dalam halaman sebuah rumah kosong dan banyak ilalang dihalamannya


Begitu berada dihalaman..Bram langsung teringat masa kecilnya dulu..rumah Aisyah yang masih asri dan hijau


Bram melihat ayunan kecil yang berada di pohon jambu di sebelah kanannya yang sudah berkarat rantainya..dia tersenyum teringat lagi..di ayunan itu dia sering bermain bersama Aisyah


"Teteeeh...ajak mas Bram makan dulu yaaah..habis itu main lagi" panggil seorang wanita dari teras rumah..sepertinya bu Entin..ibunya Aisyah


Aisyah yang sedang di dorong diayunan oleh Bram..langsung mengajak Bram untuk masuk ke dalam rumah


Bram tersenyum ketika melihat kilasan masa kecilnya dulu


"Ini mas..rumah ayah Aisyah" kata Aisyah begitu berhenti didepan teras rumah kosong itu


"Kok jadi nggak terawat gini sih Syaah?"  tanya Bram


Aisyah hanya diam termanggu..memandang keadaan rumah ayahnya yang tidak terawat


"Masku..Ningrum merasakan aura hitam dari sebangsa jin ada didalam rumah teteh.." kata Ningrum yang melayang dibelakang Bram dan Aisyah sambil memperhatikan rumah peninggalan ayah Aisyah yang kosong


"Haaah?..beneran Ningrum?" tanya Bram sambil menoleh ke arah Ningrum


Ningrum menganggukan kepalanya


Aisyah segera merapatkan badannya kearah Bram


"Kok bisa Ningrum..didalam ada demitnya?" tanya Aisyah


"Iya teh..kalau sebuah rumah dibiarkan terlalu lama kosong..akan menarik perhatian golongan jin untuk menempatinya" jawab Ningrum


"Kamu bisa nggak?..musnahin jin yang ada di dalam?" tanya Aisyah sambil menoleh kebelakang


"Bisa tetehku.." kata Ningrum sambil menyeringai dan tidak lupa memanjangkan kuku kedua tangannya

__ADS_1


Begitu Ningrum selesai berkata..dia langsung melesat masuk kedalam rumah ayah Aisyah


"Widiiiih...kamu sekarang sudah kayak Ningrum yaah?" tanya Bram


"Aisyah nggak suka mas..rumah ayah dikotori oleh sosok jin dan demit.." jawab Aisyah yang mukanya menahan geram


Tak lama kemudian..Ningrum muncul kembali didepan pintu rumah


"Masku..teteh..ayuuuk masuk..jin nya sudah saya musnahkan.."


Lalu Bram dan Aisyah masuk kedalam rumah..


"Assalamuallaikum.." sapa Aisyah begitu sudah ada di dalam


"Waallaikumsallam" jawab Ningrum pelan di belakang Aisyah


Aisyah diam terpaku menyaksikan keadaan rumah ayahnya yang kotor dan berantakan


Bram melihat Aisyah terisak menangis..lalu Aisyah segera melangkah kekamar yang ada si sebelahmya


Sepertinya ini kamar kedua orangtuanya..perabotan kamar masih lengkap..hanya sudah kotor dan sudah lapuk


"Kok..kayak bau daging gosong yaah?" tanya Aisyah sambil mengendus-endus hidungnya


"Iya teh..tadi jin nya Ningrum bakar..karena tidak mau pergi dari sini.." jawab Ningrum


"Kamu tuh sadis yaah Ningrum...main bakar ajah" kata Bram


Ningrum hanya tertawa kecil


Lalu Aisyah keluar dari dalam kamar..dan menuju ke kamar sebelah..kamar waktu kecil  dia dulu


Bram melihat kamar Aisyah juga masih lengkap perabotannya..termasuk gambar poster-poster penyanyi Korea di dinding kamar Aisyah


"Kamu penggemar K-Pop juga ya Syaah?" tanya Bram sambil tersenyum


"Iya mas..itu dulu.." ujar Aisyah sambil terisak haru


Bram lalu melangkah masuk kedalam kamar Aisyah yang kotor dan berantakan


Bram tersenyum melihat ada sebuah foto di selipkan diantara kaca lemari..foto dirinya dan Aisyah waktu kecil dulu sedang berada di sebuah saung.


Bram lalu mengambilnya dan menyimpannya di saku celananya


"Mas ngantongin apaan?" tanya Aisyah


"Foto waktu kita kecil dulu.."


Bram lalu keluar untuk mengikuti Aisyah yang sudah berpindah ke belakang


Setelah puas berkeliling..Aisyah lalu mengajak Bram keluar dan dihalaman Aisyah tampak tidak bisa menahan harunya yang melihat kondisi rumah ayahnya yang tidak terawat


"Kamu nggak nyuruh orang gitu Syaah..buat ngerawat rumah ayah kamu ini.." tanya Bram


"Nggak maaas...Aisyah nggak kuat kalau melihat rumah ini lagi..Aisyah pasti kepikiran sama ayah dan ibu Aisyah mass.." jawab Aisyah sambil mengelap airmatanya


"Teteh..rumah teteh sudah Ningrum pagari..agar nanti tidak ada lagi bangsa jin yang mau menempati rumah ini " kata Ningrum


"Iya Ningrum..terima kasih"


Lalu mereka segera keluar dari halaman rumah ayahnya Aisyah


Tiba-tiba..handphone Aisyah berdering..dilihatnya Kesih menelpon


"Assalamuallaikum Kesih..abdi sami keluar babarengan A'A..Kesih ayeuna di vila?..muhun..sakedap nyaaak..bade kamana?..oooh..nyaaak...karo babaturan kabeh?..nyaritakeun sami A'A Bram heula nyaaak..masalahna.. kuring badé mangkat ka Jakarta ayeuna..abdi badé nginpokeun ka anjeun engké.. nyaaak..Waallaikumsallam (Assalamuallaikum Kesih..saya lagi keluar sama A'A..Kesih sekarang di vila?..iya..sebentar yaah..mau kemana?..oooh..iyaa..sama teman-teman semua?..ngomong sama A'A Bram dulu yaah..masalahnya..saya harus berangkat ke Jakarta sekarang..saya nanti infoin ke kamu..yaaah..waalaaikumsallam)"


Aisyah lalu mengantongi handphonenya


"Masss Braaaaaaam??..." panggil Aisyah dengan suara yang dibikin manja sambil menggelendot di pundak Bram


Bram kaget dan bingung dengan sikap Aisyah


"Hmmmm...ada maunya pasti nih.." ucap Bram sambil memandang menyelidik terhadap tingkah Aisyah barusan


"Mas kok tahu sih?" kata Aisyah


"Iyalaah..kan mas sudah bilang..kalau kamu tuh nggak pinter bohong...ada apa?"


"Massss...Aisyah boleh nggak..jalan sama Kesih ke Cihampelas?"


"Sekarang?" tanya Bram


Aisyah mengangguk


"Kita kan mau balik ke Jakarta Syaah..mamah sudah nanyain tuh.."


"Kita baliknya malam saja ya mas..Aisyah nggak lama kok..yaaah?...boleh ya masss?" rayu Aisyah


Ningrum yang memperhatikan Bram dan Aisyah dibelakang hanya tersenyum geli


Bram diam seperti sedang mempertimbangkan permintaan Aisyah


"Nanti Aisyah beliin oleh-oleh dari Cihampelas deeeh..yaaa mas yaaa?..boleh yaaaah??" pinta Aisyah


"Boleh ya maasss?..kan kaki Aisyah sudah sembuh" bujuk Aisyah sambil mengelus-elus lengan Bram


Akhirnya Bram pun menganggukan kepalanya


"Terima kasih masss.." kata Aisyah sambil mengambil handphone nya untuk menelpon Kesih kembali


"Masku dari dulu nggak berubah..kalau teteh minta apa-apa ke masku...pasti masku turutin.." kata Ningrum di batin Bram


Bram hanya tersenyum sendiri


"Masku suka yaaah..sama teteh??" tanya Ningrum tanpa tedeng aling-aling


"Issssh...kamu ngomong apa sih?" batin Bram sambil melihat ke Ningrum


Ningrum hanya tersenyum


"Kamu jangan ngomong ke Aisyah yaaah.."


Ningrum hanya tersenyum geli


Tak lama kemudian sampailah mereka di vila


Di teras tampak Kesih,Ayu dan Lisna sudah menunggu Aisyah


"Sih..sakedap nyaaak.." kata Aisyah yang langsung masuk kedalam


"A..apa kabar?" sapa Lisna


"Baik..pada mau kemana siih?"


"Pada mau jalan ke Cihampelas A.."


"Pada mau naek apa kesananya?"


"Naek motor A" jawab Kesih


"Eh..jangaaann...naek mobil aja tuh.."


"Nggak ah A..kita kan nggak ada yang bisa bawa mobil.." kata Lisna


"Aisyah bisa kok" kata Bram


"A'A mah suka bercanda nyaaak?" ujar Lisna


"Seriusss..Aisyah bisa bawa mobil..orang itu juga mobilnya Aisyah kok.." kata Bram


Teman-teman Aisyah pun terperanjat kaget..mereka tidak mengira..kalau mobil BMW hitam yang ada di depan mereka ternyata kepunyaan Aisyah


"Yang beneeer A!!" tanya Ayu


"Beneeerrr...saya nggak bohong" jawab Bram


Tak lama Aisyah yang telah berganti baju keluar dari dalam


"Mas..Aisyah jalan dulu yaaah.." pamit Aisyah


"Kamu bawa mobil kan?" tanya Bram


"Nggak mas..Aisyah mau boncengan sama Lisna..naik motor" jawab Aisyah


"Nggak..kamu nggak boleh naik motor..kamu bawa mobil kamu saja.." kata Bram sambil memberikan kunci mobil kepada Aisyah


"Ya sudah laah..ayuk Sih..urang mangkat nganggo mobil wae..(Ayuk Sih..kita berangkatnya pakai mobil saja)" kata Aisyah


"Aisyah pamit yaah mas..assalamuallaikim" kata Aisyah


"Waallaikumsallam" jawab Bram


"Saya pamit ya A.." pamit Kesih yang diikuti oleh kedua temannya


"Ningrum..kamu bisa kan ikutin teteh..sekalian jagain teteh.." pinta Bram lewat batin kepada Ningrum


"Bisa masku.."


"Kamunya jangan sampai terlihat oleh orang lain yaaah..cukup teteh saja yang bisa melihat kamu"


"Baik masku"


Lalu Ningrum segera melayang ke arah mobil Aisyah

__ADS_1


Bram melambaikan tangannya begitu Aisyah membunyikan klakson mobilnya


Setelah mobil Aisyah turun ke jalan..Bram lalu melangkah masuk kedalam vila


__ADS_2