
Bram tampak berjalan semakin mendekat ke pohon Rambutan
Sementara di belakang dia ada Abah Darwis dan mang Harja yang siap siaga terhadap keselamatan Bram
Kira-kira kurang dari 3 meter dari jarak ke pohon Rambutan..Bram menghentikan langkahnya
"Maskuuuu.." panggil jin itu yang berubah wujudnya menjadi seorang wanita cantik seumuran dengan Bram
"Kamu siapa?" tanya Bram terhadap jin itu yang masih bertengger di atas pohon Rambutan
Jin itu hanya tersenyum manis..tidak menjawab pertanyaan Bram..tapi dia mengalihkan pandangannya ke arah Abah Darwis
"Abah Haji..aku ingin mendekat ke masku..tolong cabut ajian Malih Pangeling dari tubuh masku Abah..aku takut tubuhku terbakar" pinta jin itu ke Abah Darwis
"Hehehehehe..aku tahu..kau hanya ingin mempermainkan anakku saja hai jin betina..tak akan ku cabut ajian Malih Pangeling dari tubuh anakku!!" tegas Abah Darwis
"Heii...lu belum menjawab pertanyaan gua!!" bentak Bram pada jin itu
"Namaku Ningrum masku..masku bisa mundur ke belakang?..Ningrum mau turun kebawah..aku takut tubuhku terbakar kalau terlalu dekat dengan masku" pinta jin itu yang mengaku bernama Ningrum
Bram pun menuruti permintaan Ningrum..dia mundur ke belakang sebanyak 5 langkah
Setelah itu..Ningrum melayang turun dari atas pohon Rambutan
Bram bisa melihat jelas Ningrum yang berdiri di hadapannya..berbarengan dengan Abah Darwis mendekati Bram untuk jaga-jaga
Wajah Ningrum cantik..alisnya tebal..bulu matanya lentik serta ada lesung pipit di kedua pipinya..kalau dia tersenyum akan menambah kecantikannya...ditambah ada mahkota kecil di rambutnya yang panjang sepinggang sehingga melambai-lambai terkena angin sore yang sepoi-sepoi
Lekuk-lekuk badan Ningrum yang aduhai..tercetak jelas dibalik kebaya putihnya..ditambah sepasang payudara yang besar menyembul dari balik kebayanya
Mata lelaki manapun pasti tidak akan berkedip kalau melihat penampakan Ningrum seperti ini
"Kamu sekarang sudah besar masku..tampan dan gagah.." ucap Ningrum sambil tersenyum manis
"Hati-hati mas..dia sengaja berbuat manis agar mas Bram lengah dan masuk ke dalam perangkapnya" ucap Abah Darwis memperingatkan Bram agar berhati-hati kepada Ningrum
"Dia yang sekarang..berbeda dengan dirinya yang dulu bertarung sama Abah..sepertinya ada peningkatan di auranya mas" ujar Abah Haji Darwis
"Ningrum tidak berniat jahat terhadap masku Abah..sumpah Abah..Ningrum tidak akan berbuat jahat" sahut Ningrum sambil memasang wajah melas
"Ningrum kangen dengan masku.." sambung Ningrum lirih sambil menundukan kepalanya
Bram bergidik ngeri..dia ternyata di kangenin oleh sesosok jin perempuan
"Apa benar kamu yang nyulik gua dulu?" tanya Bram
"Ningrum tidak menculik masku..Ningrum hanya senang melihat masku yang lagi bermain sendirian di dekat rumah Ningrum..lalu Ningrum membawa masku kerumah.." jawab Ningrum
"Kenapa kamu bisa senang sama anakku ini?" tanya Abah Darwis
"Masku mempunyai aura yang istimewa Abah..sehingga meminatku untuk mendekatinya..dan..masku yang kecil dulu mengingatkan akan anakku yang sudah meninggal dunia Abah.." jawab Ningrum sesugukan menangis
"Kalau Abah dan masku memperbolehkan..Ningrum ingin ikut masku.." sambung Ningrum yang menaikan kepalanya menatap Bram
"Haaah??...pengen ikut gimana?" tanya Bram heran
"Dia pengen ikut mas..kalau mas Bram mengijinkan..dia akan ikut mas Bram terus.." kata Abah Darwis
Bram berpikir sejenak
"Hehehe..kalau wujudnya kayak gini sih..nggak apa-ap**a deeh..ikut gua..mana bohay lagi..hihihi"
"Ningrum akan berwujud seperti ini terus masku" kata Ningrum pada Bram yang sepertinya bisa membaca pikiran Bram
"Anjriiit!!..lu bisa baca pikiran gua?" tanya Bram yang malu isi pikirannya ketahuan Ningrum
Ningrum menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Gimana mas?..dia boleh ikut mas tidak?..soalnya dari auranya..dia sepertinya golongan jin putih" tanya Abah Darwis kepada Bram
Bram pun bingung dengan pertanyaan Abah Darwis
"Hmmm...gimana ya pak?..apa nggak aneh..kalau orang lihat saya diikutin sama jin?" tanya Bram
Abah Darwis tersenyum
"Ningrum tidak akan menampakan wujudku ke orang lain masku..kecuali masku memperbolehkannya" ujar Ningrum
"Gimana mas?" tanya Abah Darwis sekali lagi
"Hmmm..boleh deh pak..tapi kamu nggak ganggu orang kan?" tanya Bram pada Ningrum
Ningrum menggelengkan kepalanya sambil tersenyum senang setelah dia mendengar Bram memperbolehkan dirinya ikut dengannya
"Baiklah...tapi sebelum itu...kamu harus mengucapkan 2 kalimat Syahadat dulu" pinta Abah Darwis kepada Ningrum
"Aku jin muslim Abah.." jawab Ningrum
"Aku tidak percaya akan omongan jin!!.." balas Abah Darwis tegas
Ningrum lalu mengucapkan 2 kalimat Syahadat di hadapan Bram dan Abah Darwis
"Satu lagi...pakai ini dilehermu" pinta Abah Darwis sambil melemparkan Tasbih kearah Ningrum
Ningrum segera menangkap Tasbih itu dan memakainya di lehernya..anehnya Tasbih itu langsung mengecil begitu ada di leher Ningrum..mengikuti diameter lingkar leher Ningrum
"Tasbih itu akan menjagamu dari niat jahatmu kepada anakku ini.."
"Iya Abah.." kata Ningrum
"Dan tasbih itu..juga bisa sebagai penawar ajian Malih Pangelingku"
"Benar Abah?..sekarang aku bisa dekat sama masku?" tanya Ningrum dengan mata berbinar..dan dia segera melayang mendekati Bram untuk memeluknya
Bram pun takut akan kedatangan Ningrum yang tiba-tiba akan memeluknya..dia segera mundur kebelakang badan Abah Darwis
"Masku kenapa?..Ningrum cuma pengen meluk masku..Ningrum sudah kangen!!" tanya Ningrum pada Bram yang bersembunyi di balik badan Abah Darwis
Abah Darwis tertawa melihat Bram yang ketakutan didatangi Ningrum
"Tenang saja mas..dia tidak ada niat jahat kepada mas..kalau dia ada niat jahat walau sedikit pun kepada mas Bram..Tasbih itu akan membakar lehernya sampai putus.." terang Abah Darwis
Setelah mendengarkan penjelasan Abah Darwis..Bram baru berani kembali kesamping Abah Darwis
"Masssskuuuu!!.." teriak Ningrum sambil memeluk Bram dengan erat
Bram kaget dan heran..kenapa Ningrum yang termasuk golongan jin bisa menyentuh dirinya..bahkan bisa memeluknya
Bram merasakan badan Ningrum dingin..sedingin es batu..tapi yang membikin Bram merinding dan salah tingkah adalah..dada Ningrum yang besar menekan dadanya
Abah Darwis dan mang Harja tertawa melihat Bram salah tingkah dipeluk oleh Ningrum
"Eeeh..Ningrum..lepasin dooong..badan kamu dingin banget niiih..nanti gua bisa masuk angin lagi" pinta Bram
Ningrum mengurai pelukannya di badan Bram
"Hihihihi..maaf masku..Ningrum soalnya sudah kangen banget sama masku...saat-saat seperti ini sudah lama Ningrum tunggu-tunggu masku.." jawab Ningrum tersipu malu
"Kamu kok bisa meluk gua sih?..padahal kamu kan jin.." tanya Bram pada Ningrum
"Ningrum menggunakan aura masku untuk bisa menyentuh masku..hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki aura istimewa yang bisa bersentuhan dengan mahluk gaib..termasuk masku dan Abah Haji" jawab Ningrum
"Ya sudah..ayuk kita masuk kedalam..sudah mau magrib" ajak Abah Darwis
Lalu mereka bertiga menuju ke rumah Abah Darwis..kecuali Ningrum..dia tidak bisa masuk kedalam rumah Abah Darwis..karena ada penghalang berupa pagar gaib disekeliling rumah buatan Abah Darwis
______________
Selepas sholat Magrib..Abah Darwis tampak berbicara kepada Bram yang duduk bersila di atas tikar
"Mas Bram yakin?..kalau mas mau dicabut ajian Malih Pangeling nya?" tanya Abah Darwis
"Iya pak..kan jin nya sudah ikut sama saya pak" jawab Bram sambil tersenyum
"Dan lagi..saya ingin mengingat lagi masa-masa kecil saya dulu pak" sambung Bram
"Baiklah kalau itu maunya mas..sekarang mas berbaring.." pinta Abah Darwis
Lalu Bram menuruti permintaan Abah Darwis untuk berbaring dihadapannya
Setelah berbaring..Abah Darwis tampak membacakan suatu doa disamping badan Bram yang tengah terbaring
Lalu..tangan Abah Darwis tampak menutup muka Bram sambil terus membacakan doanya..Bram terperanjat kaget..karena mukanya terasa panas
"Tahan mas...panasnya nggak lama.." kata mang Harja yang duduk disebelah Bram
"Aaarrrrggghhh!!..." teriak Bram yang menahan panas dimukanya
Sementara itu dihalaman rumah Abah Darwis..Ningrum yang mengawasi proses pencabutan ajian Malih Pangeling di badan Bram..tampak kuatir dan was-was akan keadaan Bram
"Masku..." ucap Ningrum lirih sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Tampak raut muka Ningrum sangat kuatir yang melihat Bram teriak kesakitan..dia ingin sekali menenangkan Bram yang tengah kesakitan..tapi apa daya..dia tidak bisa masuk kedalam rumah Abah Darwis..karena dia terhalang oleh pagar gaib di sekeliling rumah buatan Abah Darwis
Tak lama Bram tampak diam dan Abah Darwis menarik tangannya dari muka Bram
"Sudah mas.." kata Abah Darwis sambil mengatur nafasnya yang sepertinya energinya terkuras dalam proses pencabutan ajian Malih Pangeling
Bram lalu membuka matanya..dia merasakan kepalanya ringan
"Mas bisa bangun sekarang.." pinta Abah Darwis
Bram lalu bangun dan duduk kembali dihadapan Abah Darwis..Bram tampak menggelengkan kepalanya sebentar lalu melihat mang Harja yang tersenyum
"Mang Harja..mamang dulu yang sering metikin kelapa muda buat saya ya mang?" tanya Bram
Mang Harja mengangguk sambil tersenyum
Bram lalu menoleh ke arah Abah Darwis
"Bapak dulu yang gendong saya ke vila..Ningrum?" ujar Bram ketika dia teringat Ningrum
"Ningrum mana pak?" tanya Bram pada Abah Darwis
"Itu..diluar..dia tidak bisa masuk kedalam rumah ini.."
Bram lalu segera bangkit untuk menemui Ningrum yang menunggu diluar
"Masku?" panggil Ningrum yang mukanya berseri-seri setelah mengetahui Bram sudah pulih..keluar menemui dirinya
"Kamu dulu ngasih gua kue yaah?..kue apaan itu Ningrum?" tanya Bram
__ADS_1
Sontak wajah Ningrum langsung berubah sedih dan lalu menundukan wajahnya..
"Ningrum tidak bisa memberitahukan kepada masku..takut masku nanti marah terhadap Ningrum.." jawab Ningrum yang masih menundukan wajahnya
Bram menoleh kesamping ketika Abah Darwis menepuk pundaknya
"Sudahlah mas...bapak yakin..Ningrum pasti menyesal apa yang telah diperbuatnya dulu terhadap mas Bram.." kata Abah Darwis
"Baik pak.." jawab Bram
Bram lalu melihat Ningrum tersenyum tapi seperti menahan tangis di wajahnya
"Waktu itu..Ningrum nggak mau kehilangan masku..seperti Ningrum kehilangan anak Ningrum..jadi Ningrum akan melakukan apa saja yang bisa Ningrum lakukan..asalkan masku tidak pergi dari sisi Ningrum.."
Air mata Ningrum menetes di kedua pipinya
"Maafkan Ningrum masku.." ujar Ningrum lirih
"Iya Ningrum..gua paham.." kata Bram sambil tersenyum
___________
Setelah urusannya dengan Abah Darwis selesai..Bram dan mang Harja pamit untuk pulang
Bram tidak lupa mengucapkan terima kasih dan memberikan amplop pada Abah Darwis yang telah mengobatinya dulu
Abah Darwis semula menolak pemberian amplop dari Bram..tapi karena Bram bersikeras agar abah Darwis menerima pemberiannya..akhirnya Abah Darwis menerima amplop pemberian dari Bram
Sebelum mereka pulang..Abah Darwis memberikan nasihat kepada Bram..agar jangan terlalu percaya kepada semua golongan jin..dan yang terpenting..dengan kehadiran Ningrum di sisi Bram..Bram jangan sekali-kali menyekutukan Alloh SWT
Abah Darwis lalu memberikan secarik kertas kepada Bram
"Baca ini sebanyak 3 kali mas..buat jaga-jaga..kalau Ningrum berbuat diluar kontrol mas Bram dan kontrol Tasbih bapak.." kata Abah Darwis
"Iya pak..terima kasih ya pak..saya pamit..Assalamuallaikum" pamit Bram sambil mencium tangan Abah Darwis
"Waallaikumsallam.." jawab Abah Darwis
Bram dan mang Harja segera meninggalkan rumah Abah Darwis
Bram mengikuti mang Harja untuk turun ke rumah saudara mang Harja..diikuti Ningrum yang melayang disebelah Bram
Bram masih ada perasaan takut dan merinding akan kehadiran Ningrum yang melayang terbang disebelahnya..apalagi di suasana malam yang gelap seperti sekarang ini
Tiba-tiba..Ningrum berhenti dan memperhatikan kebon pisang yang ada disebelah kiri Bram
"Ada apa Ningrum?" tanya Bram yang juga berhenti
"Ada setan jelek disana masku..yang mau usil mengganggu masku.." jawab Ningrum yang matanya tidak lepas dari kebon pisang
Bram bergidik ngeri ketika melihat kuku jari dikedua tangan Ningrum memanjang..yang panjangnya sekitar 30 cm dan berwarna hitam
"Anjiiir...sudah kayak Wolverine"
"Wolverine itu apa masku?" tanya Ningrum sambil menoleh ke arah Bram
Bram lupa..kalau Ningrum bisa mendengar kata hatinya
"Eeh...anu..tokoh jagoan dikomik Ningrum..jagoan kesukaan gua.." jawab Bram sambil cengengesan nggak jelas
"Masku jalan duluan..Ningrum mau membereskan setan usil itu dulu" pinta Ningrum
Lalu Ningrum melesat masuk kedalam kebon Pisang
Bram segera menyusul mang Harja yang sudah didepan
Begitu akan sampai dirumah saudara mang Harja..tahu-tahu Ningrum sudah ada disebelah Bram lagi..Bram pun terperanjat kaget
"Anjriiit!!..kamu bikin gua kaget aja Ningrum!!" kaget Bram
Ningrum hanya tertawa
Tak lama kemudian..mobil Bram segera keluar meninggalkan kampung Lembang Atas dan Ningrum melayang mengikuti disisi mobil Bram
___________
Sekitar jam 8 malam..Bram baru tiba di vila..tampak motor yang diparkir dicarport tinggalan 3 buah saja
Setelah memasukan mobilnya digarasi..Bram lalu segera ke halaman belakang..yang sepertinya acara reuni sudah selesai
Bram segera menuju ke saung..dimana Aisyah dan teman-temannya masih pada ngobrol
"Mas kok lama siiih" rajuk Aisyah dengan wajah cemberut
"Baru juga ditinggal sebentar..sudah kangen saja sih Syaah?" goda Bram
Teman-teman Aisyah pada tertawa dan makin menggoda Aisyah
"Oh iya..teteh-teteh semua pada mau nginep kan?" tanya Bram
"Nggak jadi A..kan A'A sudah pulang.."
jawab Kesih yang mewakili teman-temannya
"Laah..Kesih..ceuk kuring rek cicing sapeuting? (Laah..Kesih..kamu nggak jadi nginap?)" tanya Aisyah kepada Kesih
"Henteu janten Syaah..urang henteu nyusahkeun anjeun sareng A'A Bram... (Nggak jadi Syaah..saya nggak mau ganggu kamu sama A'A Bram..)" jawab Kesih sambil tersenyum
"Kesiiiih...Kesih ngabohong sareng abdi!! (Kesiiih..Kesih bohong sama saya!!)" kata Aisyah dengan wajah kesal
"Isukan urang kadieu deui Syaah..(Besok kan saya kesini lagi Syaah) Assalamuallaikum A.. " pamit Kesih
"Waalaikumsallam" jawab Bram yang tersenyum melihat Aisyah yang sepertinya kesal kepada Kesih
"Syaah..yuuk..kita kedalam saja" ajak Bram
Lalu Bram menuntun Aisyah kedalam..Bram lalu mengedarkan pandangannya mencari Ningrum..dan dia lihat Ningrum berdiri di atap saung sambil melihat ke sekeliling Vila..seperti berjaga-jaga
"Masku..Ningrum disini ajah yaah?" kata Ningrum yang berkomunikasi lewat batin dengan Bram
Bram mengangguk
Bram membawa Aisyah ke kamar bawah
"Kamu sudah mandi belum Syaah?" tanya Bram sambil menuju ke kamar mandi
"Belum mas..Aisyah takut kalau sendirian di kamar" jawab Aisyah
"Ya sudah..bareng sama mas ajah yuuk?..mas juga mau mandi nih.." goda Bram sambil mengedipkan sebelah matanya
"Huuuuuu...enak ajah!!.." cibir Aisyah
Bram lalu menutup pintu kamar mandi
Aisyah lalu mengurut kakinya yang terkilir..masih terasa sakit apabila mata kakinya terkena sentuhan jari
Tak lama kemudian..Bram keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan ritual mandinya
"Dah tuh..sekarang kamu gantian yang mandi.." kata Bram sambil mengelap rambutnya yang basah
"Gendong.." pinta Aisyah
Bram langsung berhenti yang sedang mengelap rambutnya
"Gendoong???..jalan sendiri napa siiih?..tadi ajah kamu jalan sendiri kemarinya.." sahut Bram sambil melihat ke arah Aisyah
"Nggak mau!...nanti kalau Aisyah kepleset di kamar mandi gimana?" rayu Aisyah
"Hiiiiih..kamu kok sekarang manja banget sih Syaah.." kesal Bram sambil menghampiri Aisyah dan membopong Aisyah kekamar mandi
"Kan mas yang ngomong sendiri..kalau kaki Aisyah belum boleh dipake jalan.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Sudah tahu nggak boleh dipake jalan..kenapa kamu malah mau jalan ke Curug Dago?" kesal Bram
Aisyah hanya tertawa mendengar pertanyaan Bram
__________
Setelah mandi dan sholat Isya..Aisyah yang duduk di ranjang meminta tolong kepada Bram untuk membaluri kembali kakinya dengan salep pemberian Dokter Alex
"Tadi mas sama mang Harja kemana siih?" tanya Aisyah
"Ceritanya panjang Syaah..seru pokoknya" jawab Bram sambil membaluri salep di kaki Aisyah
Bram lalu menceritakan perjalanannya bersama mang Harja ke tempat Abah Haji Darwis..hingga saat Bram menyebutkan dirinya bertemu dengan Kalong Wewe..Aisyah secara spontan memeluk Bram karena takut
"Kamu kenapa??" tanya Bram pada Aisyah yang memeluk dirinya
"Aisyah takut mas..habisan mas cerita ketemu Kalong Wewe siih..nanti kalau dia ikut kesini bagaimana?" jawab Aisyah yang ketakutan menyembunyikan wajahnya di dada Bram
"Memang dia ikut kesini Syaah..tuh dianya lagi ada diatas saung"
Aisyah menjerit dan makin mempererat pelukannya
Bram tertawa terbahak-bahak
"Mas panggilin yaah..biar kamu bisa kenalan sama dia"
"JANGAAAAAN MAAAAS....AISYAH TAKUUUUUT!!" jerit Aisyah didada Bram
Bram makin tertawa terbahak-bahak
"Mas panggilin yaah..Ningruuuum!!" panggil Bram
"Dia namanya Ningrum Syaah.." bisik Bram
"Massss!!..jangan dipanggil!!.." pinta Asiyah yang masih membenamkan mukanya didada Bram
Tak lama..munculah Ningrum yang menembus tembok kamar di hadapan Bram
"Ada apa masku?" tanyanya
"Ada yang mau kenalan sama kamu nih!" kata Bram sambil tersenyum geli
"Eh..Aisyah bisa ngeliat kamu nggak?" tanya Bram
"Bisa masku..kalau masku mengijinkannya" jawab Ningrum
Bram pun menganggukan kepalanya
"Mas ngomong sama siapa?" tanya Aisyah yang masih membenamkan wajahnya di dada Bram
__ADS_1
"Sama Ningrum..tuh..dianya ada di belakang kamu.." kata Bram
Aisyah kembali menjerit ketakutan
Ningrum pun menoleh ke Aisyah
"Teteeeeh?..." panggil Ningrum
Aisyah kaget..karena ada suara wanita yang memanggil dirinya dengan panggilan Teteh
"I.ii..itu siapa mas?" tanya Aisyah
"Itu Ningrum Syaah..dia mau kenalan sama kamu.." jawab Bram
"Nggak maauuu!!..serem mas..Aisyah takuuut!!"
"Heeeh...liat dulu mangkanya!!"
Aisyah lalu dengan ragu-ragu menoleh ke asal suara yang memanggilnya..tapi dengan mata yang masih terpejam
"Kalau masih merem..mana kamu bisa lihat?" tanya Bram yang geli karena Aisyah masih memejamkan matanya
"Mukanya serem nggak masss?"
"Sereeem?..ya nggak lah...malah cantik lho Syaah"
"Mas bohong!!"
"Percaya sama mas deh.."
Lalu dengan perlahan Aisyah membuka matanya..dan tampaklah didepan dia sesosok wanita cantik seumuran dengan dia berkebaya putih sambil tersenyum manis kearah dirinya
"Teteh..kenalkan..saya Ningrum.." sapa Ningrum
"Ehh..s..saya Aisyah.." jawab Aisyah
Aisyah menatap Ningrum dari ujung rambut sampai ujung kaki..dia terperanjat kaget..ketika melihat Ningrum melayang diatas lantai
"Ini mas?..yang mas sebut Kalong Wewe tadi?" tanya Aisyah yang tetap melihat ke Ningrum
"Iyaa" jawab Bram sambil tersenyum
"Cantik ya mass?"
"Mas nggak bohong kan?"
Ningrum hanya tersipu-sipu malu yang sedang diperhatikan oleh Bram dan Aisyah
"Kaki teteh kenapa?" tanya Ningrum sambil berusaha mengusir kecanggungannya ketika melihat kaki Aisyah yang terlihat membiru
"Kemarin saya jatuh..sampai kaki saya terkilir" jawab Aisyah
Lalu Ningrum mendekati kaki Aisyah
"Jangan-jangan ulah si Ucil nih.." batin Ningrum
"Kalau Teteh mau..Ningrum bisa obatin kaki Teteh yang terkilir ini" kata Ningrum
"Eh..memangnya kamu bisa?" tanya Bram
"Bisa masku" jawab Ningrum
Lalu Ningrum melayang ke dekat kaki Aisyah dan meletakan telapak tangannya di mata kaki Aisyah yang terkilir..lalu dari telapak tangan Ningrum berpendar cahaya biru yang sangat terang
Bram dan Aisyah hanya terkesima melihat proses pengobatan yang dilakukan oleh Ningrum
"Sudah Teh..coba Teteh bawa jalan" kata Ningrum
"Haah?..sudah?..cepet bener?" tanya Bram kaget
Aisyah lalu segera turun dari ranjang dan berdiri
"Kaki Aisyah sudah sembuh masss!!...terima kasih ya Ningrum" kata Aisyah yang girang sambil berjalan mondar-mandir disisi ranjang
"Iya Teh..sama-sama" jawab Ningrum sambil tersenyum
"Waaah..kamu hebat Ningrum.."
"Aah..biasa saja masku..itu semua karena ijin Alloh SWT" jawab Ningrum
Bram pun mengangguk
"Teteh kemarin jatuh karena didorong sama Ucil teh.." kata Ningrum
"Uciil??..itu siapa Ningrum?" tanya Aisyah
"Setan kecil yang berada di dekat makam teh..dia memang suka usil kepada orang yang lewat disitu..kemarin Ningrum mau menolong teteh..tapi Ningrum takut badan Ningrum terbakar kalau dekat-dekat dengan masku"
"Ooh..berarti..kemaren pas dimakam..kamu melihat kita berdua doong?" tanya Bram
"Iya masku..Ningrum hanya bisa melihat dari hutan Pinus..Ningrum berusaha memanggil masku..tapi karena ajian Malih Pangeling..masku tidak bisa mendengar panggilan Ningrum" ujar Ningrum
Bram hanya manggut manggut
"Eh..tapi waktu dimakam..gua denger..kayak ada yang manggil gua..sama ditempat Abah Haji..yang manggil itu kamu ya?" tanya Bram
"Iya masku..Ningrum berusaha berkomunikasi dengan masku" jawab Ningrum
Bram lalu memutar badannya ke arah Aisyah yang tengah memeriksa kakinya yang baru saja disembuhkan oleh Ningrum
"Besok kita bisa pulang ke Jakarta dong?" tanya Bram ke Aisyah
"Bisa mas..eh..tapi sebelum pulang..mas anterin Aisyah ziarah dulu yaah?" pinta Aisyah
"Siaaaap nyonyaaaah!!" kata Bram sambil tersenyum
"Masku..Teteh..Ningrum pamit dulu yaah..Ningrum nggak mau ganggu masku sama Teteh.." pamit Ningrum
Setelah itu..Ningrum langsung lenyap dari pandangan Bram dan Aisyah
"Kok mas bisa kenal sama Ningrum sih?" tanya Aisyah
Bram lalu menceritakan perkenalan antara dia dan Ningrum melalui perantara Abah Darwis
"Ningrum ngikutin mas terus?" tanya Aisyah
Bram hanya menganggukan kepalanya
"Kok bisa mas?" tanya Aisyah lagi
"Iya..dia sendiri yang minta sama mas..supaya bisa ikut mas terus..soalnya Ningrum terpesona oleh ketampanan mas yang hakiki ini Syaah..hahahaha...aaaaah!!" tawa Bram terhenti oleh cubitan Aisyah yang sudah mendarat di pinggangnya
"Gombaaallll!!!" sewot Aisyah
"Kamu tuh kalo nyubit mas..tangan kamu enteng banget sih??" ujar Bram sambil meringis
"Biariiin!!..weeeek!!" ledek Aisyah sambil menjulurkan lidahnya
Kemudian..Bram merebahkan badannya di kasur
"Ayuk Syaah..bobok sama mas lagi..mas sudah ngantuk nih" pinta Bram sambil membuka tangannya
"Tuh kaaaan...mas kalau dikasih sekali pasti keterusan..nggak mau!!" tolak Aisyah
"Ayuk ngapa...mumpung kita masih di sini..kan kalau di rumah kita nggak bisa tidur berdua lagi Syaah.."
"Mas Braaam!!..Aisyah nggak mau tidur sama mas lagi!!..mas tidur dibawah!!" pinta Aisyah
"Kamu takut yaaah?...kalau mas ngapa-ngapain kamu..mas janji..mas cuma meluk kamu ajah.." bujuk Bram sambil tersenyum
Aisyah yang berdiri disisi ranjang..tampak ragu-ragu atas ajakan Bram..di satu sisi dia takut tidur sendiri..di sisi lainnya..dia dan Bram bukan muhrim
"Ayuk dong Syaah..kayak dulu waktu kita kecil dulu...kamu kan paling seneng kalau tidur sama mas.." kata Bram sambil tersenyum
Akhirnya dengan ragu-ragu Aisyah duduk di pinggir ranjang
"Mas nya sonoan.." pinta Aisyah
"Okeeh!!"
Bram lalu menggeser badannya agak ketengah
Aisyah lalu merebahkan badannya ke kasur dengan mata yang tidak lepas dari Bram..seakan-akan berjaga-jaga kalau Bram berbuat yang nggak-nggak
Bram tersenyum girang..dia lalu merebahkan badannya dan menggeser badannya agak merapat ke badan Aisyah
"Kepala kamu mas taruh di pundak mas yaah?"
Aisyah hanya diam saat tangan Bram mengangkat kepalanya lalu dia taruh di pundak Bram dan Bram langsung menarik selimut kemudian memeluknya dengan erat
"Mass?..." panggil Aisyah lirih
"Ya Syaah?" jawab Bram sambil menoleh ke arah Aisyah
"Kayak gini kan dosa mas.."
"Siapa bilang?..kita kan ngelakuinnya nggak ada nafsunya..mas janji..mas nggak sampai keterusan.." kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah
"Kalau ada yang ganggu gimana?" tanya Aisyah sambil melihat kearah Bram
"Ganggu gimana?"
"Aisyah yang ganggu..ganggunya kayak gini" kata Aisyah sambil meraba-raba dada Bram dan mengelitik sekitaran pinggang Bram
"Kamu jangan mancing-mancing macan yang lagi tidur yaaah.."
"Aisyah mau tahu..mas kuat nggak nahan godaan nafsu setan.."
Aisyah makin berani menggoda Bram..dia belai pipi Bram dan dia mainkan ujung hidung Bram dengan jarinya
"Ya Alloh..kuatkan iman hambaMu ini ya Alloh.." ujar Bram sambil memejamkan matanya
Aisyah tertawa geli
"Mas Braaaaam??....mas masih kuat nggak?" goda Aisyah sambil membelai pipi Bram
"Udaaah napa Syaaah...mas lama-lama nggak kuat nih..mas masih normal!!"
Aisyah makin tertawa geli..dia lalu memeluk Bram dan memejamkan matanya
"Selamat bobo massss.."
__ADS_1
"Ya sayaaang...met bobo juga.." ujar Bram sambil mencium kepala Aisyah lembut yang ada di pundaknya