Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
65.Rencana Tinggal Di Bandung


__ADS_3

Pak Edi membuka gerbang begitu mobil Bram memberikan kode klakson. Bram memasukan mobilnya ke dalam garasi dan dia lihat Ningrum langsung menghilang begitu mobil berhenti..tanpa pamitan dengan dirinya..Bram pun hanya tersenyum. Dia lihat ruang workshop Aisyah lampunya menyala..dia pun menghampiri workshop Aisyah


"Yaang?" panggil Bram


Aisyah yang sedang memotong bahan..menoleh ke arah Bram


"Iya mas?" jawab Aisyah


"Kamu kok belum tidur?" tanya Bram sambil duduk di bangku sebelah meja kerja Aisyah


"Aisyah baru bangun mas.." jawab Aisyah


Aisyah letakan guntingnya dan meterannya di meja


"Mas?..Aisyah mau tanya..tadi Aisyah mabuk yaah?" tanya Aisyah


"Kapan?"


"Yang tadi..yang pas ibu ngasih Aisyah minuman.."


"Ooooh..nggaaaak..kamu nggak mabuk" jawab Bram sambil tersenyum


"Mas bohong!!..buktinya..Aisyah tahu-tahu sudah ada dikamar" sewot Aisyah


Bram pun tersenyum geli


"Mas baru tahu sekarang..kalau kamu tuh paling alergi sama alkohol.."


Aisyah mengerucut bibirnya


"Aisyah kan malu mas sama ibu.." rajuk Aisyah


Bram tertawa


"Mangkanya..tadi mamah ngasih wanti-wanti sama mas..kamu jangan sampai minum minuman alkohol lagi" kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah


Aisyah mendengus kesal


"Kamu mau kopi nggak?" tanya Bram sambil bangun


"Mas yang mau bikinin?" tanya Aisyah


"Iya.."


"Tumbeeenn??..hmmm..pasti ada maunya niiih??" ujar Aisyah sambil menelisik heran ke arah Bram


Bram menunduk dan memeluk Aisyah dari belakang dan dia kecup pipi Aisyah


"Adalaah..mas mau nyium kamu.."


Aisyah pun tersenyum..dia lanjuti perkerjaannya yang tertunda sepeninggal Bram yang ingin membuat kopi. Tak lama kemudian Bram kembali ke dalam workshop sambil membawa dua gelas kopi


"Kopinya Yaang.." kata Bram sambil menaruh kopinya di meja


"Kamu bikin kebaya buat siapa siih?" tanya Bram yang duduk di bangku sebelah meja kerja Aisyah


Aisyah tidak langsung menjawab pertanyaan Bram..dia pandangi Bram yang tengah meminum kopinya


"Buat mbak Dini mas.." jawab Aisyah


"Oooh..buat mbak Dini toh?" ujar Bram sambil menyalakan rokoknya

__ADS_1


"Eh iya..tadi mas di tempat mbak Dini ngapain?..tumben mas kesananya malam-malam?.." tanya Aisyah


"Iya..tadi mas sama Ningrum nolongin mas Teguh yang dijahilin sama orang Yaang.." jawab Bram


"Mas Teguh dijahilin?..dijahilin kayak gimana sih mas?" tanya Aisyah bingung


"Iyaa..mas Teguh di kirimin santet sama orang.."


"Ya Alloh..kasihan mas Teguh..terus..terus.. gimana ceritanya mas?" tanya Aisyah tak sabaran


"Hooop!...sabar..mas ngopi dulu" kata Bram sambil meminum kopinya


Bram pun langsung tersenyum..melihat raut muka Aisyah yang kesal..karena dia tidak segera melanjuti ceritanya


"Orang ditungguin..malah mesam-mesem.." kesal Aisyah yang mencubit pinggang Bram


Bram kembali tertawa. Bram lalu menceritakan prosesi Ningrum ketika mengambil kiriman santet dari saudara sepupunya. Aisyah yang mendengarnya..bergidik ketakutan


"Ya Alloh..yang jahat sama mas Teguh siapa mas?" tanya Aisyah


"Kalau kata Ningrum sih..saudara sepupunya mas Teguh Yaang" jawab Bram


"Sepupunya mas Teguh?" tanya Aisyah


"Iya" jawab Bram singkat


"Mbak Dini tahu?"


"Nggak..sama Ningrum nggak dikasih tahu..nanti kamu jangan ngomong sama mbak Dini yaah?" kata Bram


Aisyah menganggukan kepalanya


"Soalnya nanti nggak enak sama Ningrum"


Aisyah lalu melanjutkan pekerjaannya yang tengah memotong bahan untuk keperluan kebaya Dini


"Kamu mulai tinggal di tempat tante Rini kapan sih Yaang?" tanya Bram


"Bulan depan mas.." jawab Aisyah yang sambil memotong bahan


"Kamu kenapa musti pindah sih?" tanya Bram


"Ibu yang nyuruh mas..pamali katanya"


Aisyah tersenyum melihat Bram yang tampak kecewa mendengar kalau dia mulai bulan depan tinggal di Bandung..di rumah bu Rini


"Kan cuma seminggu ini mas..sampai akad nikah kita dilaksanakan" hibur Aisyah sambil memegang tangan Bram


"Nanti kalau mas kangen gimana?" rajuk Bram


"Iiih...mas mah lebay..kan nanti bisa video call-an mas" kata Aisyah


Bram menghela nafasnya


"Nanti mas kesepian Yaang..nggak ada yang mas godain lagi..nggak ada yang nyubitin mas lagi..aaaah...mamah mah ada-ada ajah sih!!" kesal Bram sambil melempar bungkus rokoknya yang kosong sembarang


Aisyah pun tersenyum geli melihat Bram yang merajuk kesal


Cup


Aisyah kecup pipi Bram

__ADS_1


"Dah ya mas...mas jangan ngambek lagi.."


Aisyah pun melanjutkan pekerjaannya. Bram memandangi Aisyah yang tengah serius memotong bahan. Bram tersenyum melihat Aisyah yang asyik memotong bahan..dia akui..semenjak kehadiran kembali Aisyah di kehidupannya..hidup dia lebih terasa berwarna


"Mas?.." panggil Aisyah


"Apa Yaang?" jawab Bram


"Mas ngelamunin apaan sih?" tanya Aisyah yang sepertinya sudah selesai


"Nggak..nggak ngelamunin apa-apa.." kilah Bram


Aisyah memberesi peralatannya..dia lihat jam di handphonenya sudah menunjukan pukul 1 dini hari


"Mas sudah mau tidur belum?" tanya Aisyah


"Kenapa?..mau ngajakin mas begadang?"


"Aisyah ngantuk mas.."


Bram lalu bangun dan memunggungi Aisyah


"Mau mas gendong gak?" tawar Bram


Tanpa berpikir panjang..Aisyah segera loncat ke punggung Bram


"Kamu tidur sama mas lagi ya Yaang?" pinta Bram sambil berjalan ke kamarnya


"Iya mas" jawab Aisyah


Bram bersenandung kecil seraya berjalan ke kamarnya..Aisyah yang tahu lagu yang di nyanyikan Bram..dia iringi nyanyian Bram


"Kamu tahu lagunya?"


"Tahu mas..lagunya Linkin Park kan?" jawab Aisyah


"Tahu ajah kamu.." ujar Bram sambil tersenyum


Sesampainya di kamar..Aisyah turun dari punggung Bram dan menuju ke kamar mandi..Bram mengganti bajunya dengan kaos oblong dan celana boxernya. Dia lihat handphonenya bergetar..dia ambil dan dia lihat ada notif pesan WA di layar handphonenya. Bram balas WA yang masuk sambil duduk di sofa kamarnya. Aisyah yang sudah selesai..menghampiri Bram dan duduk di sampingnya dan dia nyalakan tv


"Yang ngirim WA siapa mas?" tanya Aisyah


"Stewart..dia nyuruh mas ketemuan besok"


Aisyah lalu rebah dan meletakan kepalanya di paha Bram sambil menonton tv


"Kalau ngantuk tidur di kasur sekalian Yaang.." pinta Bram yang sambil mengetik


"Nggak aaah..enakan tidur di paha mas..empuk" jawab Aisyah


"Kamu enak..mas kesemutan.."


Aisyah mencari acara yang bagus di tv..dia penceti remote tv yang ada di tangannya dengan mata yang redup..seperti lampu lima watt. Bram pun masih asyik chatingan dengan Stewart melalui WA


"Besok ikut mas yuk Yaang?" pinta Bram


Bram yang merasa Aisyah tidak menjawab permintaannya..dia lihat ke bawah..ke arah pahanya..ternyata Aisyah sudah terlelap tidur di pahanya..tangannya yang memegang remote tv..terjuntai ke lantai. Bram pun tersenyum..dia ambil dengan perlahan remote dari tangan Aisyah..dan dia matikan tv yang masih menyala


Dia lalu membopong Aisyah ke atas ranjangnya..dia pun merebahkan badannya di sebelah Aisyah. Aisyah menggeliat pelan sambil memeluk dirinya


"Met bobo ya cantik.." kata Bram lirih sambil mengecup kening Aisyah dengan lembut

__ADS_1


.


.


__ADS_2