
Mobil BMW hitam serie 7 melintas di ruas tol Cipularang arah Bandung. Bram tampak yang mengemudikan mobil..disebelahnya Aisyah tampak sedang berbicara di telepon
"..terus?..gimana Gin?..resignt?..kok bisa?..kenapa gara-garanya?.. haaah??..gila?..gila gimana maksud kamu?..terus..pak Burhan gimana?..he'eh..he'eh..yang pasti anak buahnya lah yang tanggung jawab..mosok si Peter?..hmm..ya sudah..salam sama mbak Fitri sama mbak Wulan yaah..nanti kalau ada waktu..kita ketemuan lagi..iya Gin..waallaikumsallam.."
Aisyah lalu meletakan handphonenya di konsol tengah mobilnya
"Peter kenapa Yaang?" tanya Bram
"Kata Gina..dia resignt mas..katanya dia kayak orang gila..suka teriak-teriak sendiri dirumahnya..teriak-teriak minta ampun.." jawab Aisyah sambil melihat ke arah Bram
"Mungkin itu gara-gara Ningrum kali ya Yaang..dia dihukum sama Ningrum karena ulah dia sendiri.."
"Iya mas..parahnya..dia sampe bunuh orang lho mas.."
"Haaah?..sampe segitunya?" kaget Bram
"Iya..cewek yang dia hamili dia bunuh mas..gara-gara minta pertanggung jawaban ke Peter"
Bram hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
Tiba-tiba..handphone Aisyah berdering lagi
"Kakek Ndaru mas.." kata Aisyah sambil memperlihatkan layar handphonenya
"Halo kek..assalamuallaikum..Aisyah baru ditol Cipularang kek..km?..." Aisyah sekilas melihat keluar jendela
"Km 106 kek..iya nanti keluar Pasteur..iya..kalo Lembang Aisyah tahu kek..iya..iya..belok kanan?..iya kek..iya kek Aisyah tahu daerah situ..iya kek..assalamuallaikum.."
"Kamu tahu rumah kakek Ndaru Yaang?" tanya Bram
"Tahu mas..deket pabrik Chimory.."
Aisyah lalu mengambil plastik Indomaret yang dia taruh di bangku belakang
"Mas mau minum?" tanya Aisyah
"Boleh deh Yaang.."
Aisyah lalu memberikan sebotol minuman dingin ke Bram
"Kita ke rumah kakek dulu kan Yaang?..baru itu ke pabrik teh"
"Iya mas..kata kakek..kita kesananya naik mobil kakek..soalnya kalau pake mobil ini..nggak bisa..medannya berbukit mas..terus kata kakek jalannya masih berbatu" jawab Aisyah
Setelah menaruh plastik tempat makanan dan minuman di bangku belakang..Aisyah membuka keripik singkong dan memakannya
"Mas tahu daerah Buah Batu nggak?" tanya Aisyah
"Tahu Yaang..kenapa?"
"Nanti anterin Aisyah ke Buah Batu ya mas.."
"Ngapain?" tanya Bram
"Aisyah mau ngelihat Yayasan tempat ibu dulu ditampung.." jawab Aisyah sambil melihat ke arah Bram
"Sekarang?" tanya Bram lagi
"Nanti mas..setelah urusan kita di Lembang selesai.."
Bram pun menganggukan kepalanya. Aisyah melihat foto ibunya yang ada di galeri handphonenya..foto yang Bram ambil ketika menerawang masa lalu bersamanya..dia zoom foto bu Entin yang sedang mengajar di depan kelas..dia tersenyum haru. Aisyah lalu memegang ujung rambutnya yang tidak memakai pasminanya
"Memangnya kamu nggak punya foto ibu yang lain Yaang?" tanya Bram yang memperhatikan Aisyah yang melihat foto bu Entin di handphonenya
"Ada mas..tapi foto waktu ibu masih gadis..Aisyah nggak punya" jawab Aisyah
.
_________________
.
Setelah menempuh perjalan selama 1 jam..sampailah mereka di area perkebunan teh kepunyaan kakek Ndaru. Mobil BMW hitam melaju perlahan memasuki halaman rumah kakek Ndaru..di teras mereka sudah di tunggu oleh kakek Ndaru dan nenek Yati. Mereka berdua lalu menghampiri kedua kakek dan nenek Bram
"Assalamuallaikum nek.." sapa Aisyah sambil mencium tangan nenek Yati
"Waallaikumsallam teh.." jawab nenek Yati sambil memeluk Aisyah
"Kok..tumben..kamu nggak pake jilbab?" tanya nenek Yati yang baru sadar kalau Aisyah tidak memakai pasminanya
"Iya nek..disuruh sama mas Bram.." jawab Aisyah
"Ayuk masuk.." ajak nenek Yati
Aisyah dan Bram mengikuti nenek Yati untuk masuk kedalam rumah
"Rumah nenek sejuk..dingin.." kata Aisyah sambil duduk dan memperhatikan ke sekeliling ruang tamu
"Beda sama di Jakarta yaah?" tanya nenek Yati
Aisyah menganggukan kepalanya. Dari dalam Lilis keluar dengan membawa nampan berisi dua gelas kopi dan sepiring makanan ringan
"Silahkan mbak.." tawar Lilis
"Abdi urang Sunda teh..saka Dago.." kata Aisyah
"Eh..teteh urang Sunda nyaak?..abdi kira sanes..mangga teh..A..di unjuk kopina.." kata Lilis sambil tersenyum
"Yaaang...jangan ngomong pake bahasa Sunda kenapa siih?..mas kan nggak ngerti.." ketus Bram
"Biariiin!!..gantian..kemarin di Jogja..mas ngomong pake bahasa Jawa terus..padahal Aiysah tahu..pasti ngomongin Aisyah kan?" sahut Aisyah
Kakek Ndaru dan nenek Yati tertawa geli melihat kelakuan Bram dan Aisyah
"Mas Bram teu tiasa nyarios Sunda teh? (Mas Bram nggak bisa ngomong Sunda teh?)" tanya Lilis heran
"Henteu teh.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Heleeeuuh...heleeeeuh..gaduh kakek nenek urang Sunda..sareng oge urang Sunda..tapi henteu nyarios Sunda? (Punya kakek nenek orang Sunda..sama ibu orang Sunda..tapi nggak bisa ngomong Sunda?)" heran Lilis
Bram makin menekuk mukanya yang diledek oleh Lilis..apalagi dia melihat Aisyah seperti tertawa senang. Lilis lalu permisi kembali masuk kedalam
"Ayuk teh..diminum kopinya.." pinta nenek Yati
"Bram..diminum kopi kamu yaah.." kata nenek Yati pada Bram
"Iya nek.." jawab Bram sambil mengambil kopinya
"Kalian lapar nggak?..kalau lapar..biar nenek suruh Lilis nyiapin makan buat kalian.." tanya nenek Yati
"Nggak usah nek..kami baru aja makan tadi.." jawab Bram
Dari dalam kamar kakek Ndaru keluar dengan menenteng tas yang berisikan dokument dari pak Tatang
"Ini teh..dokument laporan keuangan pabrik teh kepunyaan kakekmu yang selama di kelola oleh Tatang" kata kakek Ndaru sambil menaruh tas di meja
Aisyah lalu mengambil tas itu dan dia keluarkan berupa dokument yang berisikan laporan keuangan pabrik teh kakek Nandar dan dia segera melihatnya
"Kamu musti tanda tangan di sertifikat ahli waris dihadapan notaris teh..yang kebetulan sama Tatang sudah disiapkan untuk serah terima hak waris ke kamu dari Tatang" kata kakek Ndaru
"Ke tempat pak Tatang nya sekarang kek?" tanya Bram
"Besok saja..sekarang sudah sore..kalau kesana sekarang juga percuma..nanti begitu kita sampai disana sudah tutup pabriknya" jawab kakek Ndaru
"Nanti teteh tidur di kamar depan yaah?..terus kamu Bram..tidur di kamar belakang.." kata nenek Yati
Sekilas Bram melihat Aisyah yang sedang memeriksa dokument melirik kearah dirinya..setelah mendengar kalau mereka tidurnya terpisah
"Aisyah lihat..laporan keuangan ini bagus kek..nggak ada yang salah..pak Tatang sangat rapi dalam mengerjakan laporan keuangan ini" kata Aisyah
"Iya..berarti keputusan kakekmu sudah tepat untuk menyerahkan ke Tatang dalam mengurusi pabrik tehnya" ujar kakek Ndaru
"Ayuk teh..ikut kakek sebentar" ajak kakek Ndaru
Aisyah lalu berdiri mengikuti kakek Ndaru keluar menuju ke halaman. Dihalaman kakek Ndaru menunjuk ke salah satu bukit yang ada di sisi sebelah kanan rumahnya
"Kebun teh kakekmu batasnya dari sana..sampai bukit yang ada di ujung sana teh.." tunjuk kakek Ndaru ke bukit yang ada di depan rumahnya
Aisyah takjub melihat luasnya kebun teh kepunyaan kakeknya
"Seluas itu kek?..Semuanya berapa hektare?" tanya Aisyah
"Lima belas hektare" jawab kakek Ndaru
"Kalau punya kakek sendiri?" tanya Aisyah lagi
"Sama seperti punya kakekmu..lima belas hektare..kebun kakek bersebelahan dengan kebun teh kakekmu" terang kakek Ndaru
Dari dalam Bram menyusul ke halaman dan bergabung dengan mereka
"Hasil dari kebun kakek diolah dimana?" tanya Aisyah
"Di pabrik kakekmu..semua hasil dari kebun teh di daerah sini..diolah ditempat kakekmu.." jawab kakek Ndaru
"Lokasi pabriknya jauh dari sini kek?" tanya Bram
"Lumayan..kalau naik mobil..kira-kira satu jam..lokasi persisnya ada di balik gunung itu Bram.." jawab kakek Ndaru sambil menunjuk ke sebuah gunung yang berada di sebelah kanan rumahnya
Selagi mereka berbicara di halaman..dari atas datanglah sebuah mobil pickup yang berisikan ibu-ibu pemetik daun teh..dan langsung berhenti di depan gudang penyimpanan daun teh..yang letaknya berada di sebelah rumah kakek Ndaru. Ibu-ibu itu pada memberi salam pada kakek Ndaru sambil berbisik-bisik diantara mereka ketika melihat Bram dan Aisyah berdiri di sebelah kakek Ndaru
"Mereka siapa kek?" tanya Bram
"Pegawai disini Bram..yang metikin daun teh di kebun kakek"
"Mereka orang-orang sini?"
"Iya..sebagian ada yang pulang..sebagian ada yang tinggal di mess..karena rumahnya jauh"
Tiba-tiba..ada seorang ibu-ibu yang menghampiri mereka
"Entin?..ieu Entin sanes juragan? (Entin?..ini Entin bukan juragan?)" tanyanya dengan mata yang tidak berkedip melihat ke Aisyah
Aisyah hanya tersenyum bingung dan heran..ibu itu memanggil dirinya dengan nama ibunya
"Sanes Cum..anjeuna putrina Entin..Aisyah..(Bukan Cum..ini putrinya Entin..Aisyah)" kata kakek Ndaru
"Ya Alloh..mirip pisan euy..karo Entin"
Aisyah lalu mengulurkan tangannya..ibu itu membalas uluran tangan Aisyah
"Abdi Aisyah bu..ibu saha naminya? (Saya Aisyah bu..ibu siapa namanya?)" tanya Aisyah
"Abdi Cucum teh.." jawabnya
"Kumaha anjeun terang ibu na abdi? (Kok ibu bisa kenal sama ibu saya?) " tanya Aisyah
"Abdi biasa janten sakelas ti ibu teteh..ti SMEA tilu..ti Dago (Saya dulu teman sekolah ibu teteh..di SMEA Tiga di Dago) " jawab bu Cucum
Aisyah tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Bu Cucum menoleh ke belakang..ketika ada seorang temannya memanggil namanya
"Abdi cicing tiheula ya teh..(Saya tinggal dulu ya teh)" pamit bu Cucum
"Bumina ibu dimana? (Rumah ibu dimana?)" tanya Aisyah
"Ibu cicing di Mess teh..mangga ya teh..juragan.." pamit bu Cucum
__ADS_1
"Mangga bu.." jawab Aisyah
Aisyah memandang bu Cucum yang kembali ke mobil pickup dan membawa keranjang hasil petikan daun tehnya dan dia bawa ke dalam gudang..bersama ibu-ibu yang lainnya
"Bu Cucum rumahnya di Buah Batu teh..daripada pulangnya setiap hari..dia memilih untuk tinggal di mess" kata kakek Ndaru
"Buah Batu.." ujar Aisyah lirih..dan sontak matanya berbinar penuh harap
Kakek Ndaru kemudian mengajak Bram dan Aisyah untuk masuk kedalam..karena dia melihat kabut sudah mulai turun. Bram dan Aisyah mengambil tas mereka yang masih berada di dalam mobil..sebelum masuk kedalam rumah
.
___________________
.
Di meja makan..Bram dan Aisyah sedang makan malam bersama kakek Ndaru dan nenek Yati
"Kamu nanti mau jalan-jalan ke luar nggak Bram?" tanya kakek Ndaru
"Nggak tahu nih kek..badan Bram masih pegel-pegel..kenapa memangnya kek?" tanya Bram
"Nggak..kalau kamu mau jalan..kamu bisa pake mobil kakek saja..kalau nggak pake motor.." ujar kakek
"Iya kek.."
Setelah selesai makan malam..mereka beranjak ke teras depan..sambil menikmati kopi dan singkong goreng
"Teh..ikut nenek sebentar" ajak nenek Yati
"Iya nek.." jawab Aisyah
Aisyah lalu mengikuti nenek Yati yang menuju ke kamarnya
"Ayuk teh..duduk.." pinta nenek Yati sambil menunjuk ke bangku yang ada di kamarnya
Aisyah lalu duduk di bangku yang ditunjuk oleh nenek Yati..dia melihat nenek Yati mengambil sebuah kotak dari dalam lemari dan dibawa ke meja yang ada di depan Aisyah
"Teh..ini yang nenek omongin kemaren waktu di Jakarta..kotak ini peninggalan nenek Galuh..buat teteh" kata nenek Yati sambil memberikan kotak kecil ke arah Aisyah
Aisyah dengan perlahan menerima kotak dari tangan nenek Yati
"Buat Aisyah nek?" tanya Aisyah
Nenek Yati menganggukan kepalanya
"Apa isinya nek?" tanya Aisyah lagi
"Bukalah..dari nenekmu nyerahin ke nenek..nenek belum pernah membukanya"
Aisyah lalu di buka kotak itu..dia lihat ada amplop putih..ketika dia ambil amplop itu..matanya terperanjat kaget..karena di bawah amplop itu terdapat sekumpulan perhiasan
Aisyah lalu membuka amplop itu..ada sebuah surat dan sebuah foto perempuan..foto nenek Galuh..lalu dia baca surat itu
"Assalamuallaikum..
Buat cucuku tersayang..yang belum sempat nenek gendong dan nenek momong..nenek mohon maaf karena tidak bisa menggendongmu ketika engkau lahir..Alloh mungkin lebih sayang nenek..sebab itu..nenek dipanggil oleh Alloh SWT terlebih dahulu..sebelum nenek melihat dirimu lahir ke dunia ini
Cucuku..nenek sengaja mengumpulkan perhiasan ini..sedikit demi sedikit untuk bekalmu nanti sekolah..agar dirimu kelak berguna bagi kedua orangtuamu dan orang banyak
Nenek tahu harta yang paling berharga di dunia ini adalah ilmu dan agama
Gunakanlah perhiasan ini dengan bijaksana cucuku..semoga peninggalan nenek ini berguna bagi dirimu di kemudian hari
Salam sayang dari nenekmu yang belum sempat menciummu
Galuh Prameswari"
Aisyah mencium surat peninggalan neneknya dengan linangan air mata. Dia pandangi foto neneknya dengan tatapan haru
"Nenek boleh lihat suratnya teh?" tanya nenek Yati
Aisyah memberikan surat nenek Galuh ke tangan nenek Yati. Nenek Yati segera membaca surat peninggalan nenek Galuh
"Nenek Galuh meninggalnya kenapa nek?" tanya Aisyah
"Sakit teh..nenek Galuh mempunyai kelainan di jantungnya.."
Nenek Yati melipat surat nenek Galuh dan menaruhnya kembali ke dalam kotak
"Ternyata nenekmu sudah memikirkan bekal untuk cucunya kelak..nenek ingat..ketika nenekmu menitipkan kotak perhiasan ini ke nenek..tiga hari sebelum nenekmu meninggal..dia berpesan agar menyerahkan kotak ini ke cucunya..tanpa sepengetahuan kakekmu..mungkin nenekmu tahu..perselisihan antara kakekmu dengan ayahmu.." kata nenek Yati
Aisyah kembali terenyuh sedih..mengingat perselisihan antara ayahnya dengan kakek Nandar..yang disebabkan oleh ayahnya lebih memilih ibunya..daripada wanita pilihan kakek Nandar. Nenek Yati segera memeluk Aisyah yang terlihat menangis sedih
"Sudah ya teh..teteh jangan sedih lagi..teteh kirimkan saja mereka doa..agar mereka tenang di sana..yaaah?" pinta nenek Yati sambil mengusap airmata Aisyah yang jatuh di pipinya
"Iya nek.." jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya
Aisyah lalu melepaskan pelukan nenek Yati sambil mengusap airmatanya..dia pandangi kotak perhiasan yang ada di meja
"Nenek tahu makam kakek Nandar sama nenek Galuh?" tanya Aisyah
"Tahu teh..kakek Ndaru juga tahu kok..besok kalian bisa ziarah ke makan mereka"
"Iya nek.."
"Seandainya nenek tahu..kalau kamu itu cucunya nenek Galuh..mungkin sudah dari dulu..nenek berikan kotak ini ke kamu teh..nenek sempat bingung..kemana nenek musti mencari dirimu..masalahnya.. kakekmu tidak pernah bercerita tentang ayahmu dan keluarganya.." kata nenek Yati
"Iya nek..terima kasih..karena nenek sudah menyimpannya"
Nenek Yati tersenyum sambil menganggukan kepalanya
"Kita kedepan yuuk.." ajak nenek Yati
Setelah memasukan surat ke dalam kotak perhiasan..Aisyah mengikuti nenek Yati ke teras depan..dimana kakek Ndaru dan Bram tengah mengobrol
"Kamu kenapa Yaang?" tanya Bram pada Aisyah yang duduk di sampingnya
Aisyah hanya tersenyum menjawab pertanyaan Bram
"Nggak apa-apa mas.." jawab Aisyah
Aisyah menceritakan tentang kotak perhiasan peninggalan nenek Galuh dan menyerahkan surat peninggalan nenek Galuh ke Bram. Bram lalu membacanya
"Hmmm..nama kamu sama nih Yaang..sama nenek.."
"Iya mas.." ucap Aisyah sambil tersenyum
"Sekarang nenek sudah bisa bernafas lega teh..tanggung jawab nenek sama nenek Galuh sudah selesai..karena nenek Galuh memberikan amanat pada nenek untuk memberikan kotak perhiasan peninggalannya untuk cucunya.." kata nenek Yati sambil tersenyum
"Iya nek..terima kasih" ujar Aisyah
"Oh iya kek..mess kakek jauh dari sini?" tanya Aisyah pada kakek Ndaru
"Nggak..dibelakang tempatnya teh?..kenapa?"
"Aisyah mau maen ke tempatnya bu Cucum..mau ngobrol mengenai ibu.."
"Ya sudah..Lisss!!..Liliiiiss!!" panggil kakek Ndaru
"Iya Juragan.." jawab Lilis dari dalam
"Kamu anterin Aisyah ke mess yaah.." pinta kakek Ndaru
"Muhun juragan..mangga teh.."
"Sebentar teh..saya ambil jaket saya dulu.." kata Aisyah sambil masuk ke dalam
Tak lama kemudian Aisyah kembali yang sudah memakai jaketnya
"Mas disini ajaah yaah.." kata Aisyah pada Bram
Bram menganggukan kepalanya. Aisyah lalu mengikuti Lilis untuk menuju ke mess kepunyaan kakek Ndaru..yang terletak di belakang gudang penyimpanan daun teh yang sudah di petik. Tak lama sampailah mereka di depan gerbang mess
"Punten jaaang..teh Cucum na ayaa? (Permisi Jaaang..teh cucumnya ada?)" tanya Lilis pada seorang pemuda yang menjaga gerbang mess
"Eh teh Lilis..aya teh..mangga..eh teh..saha ieu teh?..geulis pisan? (Eh teh Lilis..ada teh..silahkan..eh teh..ini siapa?..cantik bener?)" tanyanya begitu melihat Aisyah berjalan di belakang Lilis
"Iisssh..entong lieur..ieu teh Aisyah..mangrupikeun istrina mas Bram..putu na Juragan Ndaru (Issh..jangan kurang ajar..ini teh Aisyah..calon istrinya mas Bram..cucunya juragan Ndaru)" kata Lilis
"Ooooh ngapunten, Téh..abdi henteu terang (Saya minta maaf teh..saya tidak tahu)" ucapnya malu-malu kepada Aisyah
"Teu kunanaoun kang..(Tidak apa-apa kang)" ujar Aisyah
"Teteh urang Sunda?" tanyanya heran..karena Aisyah mengucapkan bahasa Sunda
"Muhun.." jawab Aisyah sambil tersenyum
Lilis dan Aisyah segera masuk ke dalam mess..yang terdiri dari dua lantai memanjang bebentuk huruf U. Kebanyakan yang menempati mess adalah pegawai wanita..yang didominasi oleh ibu-ibu paruh baya. Lilis membalas sapaan dari sebagian warga mess..yang masih pada ngobrol di depan kamar mereka. Aisyah membalas sapaan dari ibu-ibu yang sempat melihatnya tadi sewaktu berbicara dengan kakek Ndaru di halaman depan. Sampailah mereka di depan sebuah kamar yang pintunya masih terbuka
"Assallamuallaikum.." sapa Lilis
"Waalallaikumsallam..saha?" jawab seseorang dari dalam
"Eh..Lilis?..aya naon?" tanya bu Cucum begitu melihat Lilis di depan kamarnya
"Ieu..teh Aisyah..kuring bade ngobrol sareng ibu..(Ini teh Aisyah..mau ngobrol sama ibu)" kata Lilis
"Eh..mangga..mangga...masuk teh.." ajak bu Cucum untuk masuk ke dalam kamarnya
"Permisi ya bu.." kata Aisyah sambil masuk ke dalam
Dia lalu duduk di lantai yang beralaskan karpet plastik
"Sakedap ya teh.." kata bu Cucum sambil masuk kedalam
Sepeninggal bu Cucum yang masuk ke dalam..Aisyah melihat-lihat suasana kamar mess tempat bu Cucum tinggal
Tak lama kemudian bu Cucum kembali dengan membawa air minum buat Aisyah
"Ieu teh..silahkan diminum..maaf yaah kalau ibu cuma bisa ngasih air putih saja.." kata bu Cucum sambil menaruh segelas air putih di depan Aisyah
"Nggak apa-apa bu..malah saya yang jadi ngerepotin ibu.."
"Aaah..bisa ajah teteh mah..oh iya..ada perlu apa teteh kemari?..kata Lilis..teteh mau ngobrol sama ibu?..masalah apa?" tanya bu Cucum sambil duduk di depan Aisyah
"Iya bu..saya mau menanyain soal ibu saya..bu Entin"
"Ooh..masalah ibu teteh..kenapa memangnya teh?"
"Nggak bu..ibu tahu alamatnya tempat yayasan ibu saya dulu tinggal?" tanya Aisyah
"Ooh..kalau itu saya tahu atuh teh..alamatnya di jalan Batu Permata 1 no: 2..kalau dari depan..posisinya ada di sebelah kiri..teteh mau kesana?"
Aisyah menganggukan kepalanya
"Pasti bu Kurnia kaget kalau melihat teteh..pasti dia bisa keingetan lagi sama Entin..soalnya teteh mirip pisan sama Entin.." kata bu Cucum sambil tersenyum
"Bu Kurnia itu siapa bu?" tanya Aisyah
"Pemilik yayasan tempat Entin dulu tinggal..tapi sekarang yang gantiin anaknya..teh Nining..soalnya bu Kurnia sudah sepuh teh..eh..sebentar..ibu punya sesuatu buat teteh.."
Bu Cucum beranjak masuk lagi ke dalam..tak lama dia kembali sambil membawa sebuah album foto kecil
'Kalau nggak salah..ibu punya foto ibu teteh dulu waktu lagi study tour ke Jogja..sebentar teh.."
__ADS_1
Bu Cucum membuka halaman album fotonya
"Ini teh..foto ibu teteh waktu di SMEA dulu.." kata bu Cucum sambil memberikan album foto kepada Aisyah
Aisyah melihat foto ibunya yang sedang berfoto di candi Borobudur
"Teteh mirip kan sama ibu?" kata bu Cucum
"Iya bu.." kata Aisyah sambil menyentuh foto ibunya
"Kalau rambut teteh di potong sedikit ajah..dah..persis banget sama ibu teteh" kata bu Cucum sambil tersenyum
"Mangkanya..tadi ibu lihat teteh sekilas si Entin..ibu teteh" lanjut bu Cucum
Aisyah lalu mengeluarkan handphonenya
"Saya bisa ambil foto ibu pake hp saya kan bu?" tanya Aisyah
"Nggak perlu teh..teteh bisa ambil foto ibu teteh..buat kenang-kenangan teteh"
"Boleh bu?" tanya Aisyah
"Boleh atuh..itu kan fotonya ibu teteh"
Lalu bu Cucum mengeluarkan foto bu Entin dari dalam album..dan dia berikan ke Aisyah
"Terima kasih bu.." ucap Aisyah sambil tersenyum haru
"Iya..sama-sama" jawab bu Cucum
Aisyah cium foto ibunya dengan linangan airmata yang menetes di pipinya. Bu Cucum pun tersenyum haru yang melihat Aisyah yang begitu senang bercampur sedih setelah menerima foto ibunya
"Dulu waktu ibu teteh meninggal..teteh kelas berapa?" tanya bu Cucum
"Kelas satu SMP bu.." jawab Aisyah
Bu Cucum termanggu sedih..dia tidak bisa membayangkan kesedihan Aisyah yang masih kecil sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya
"Setelah orang tua teteh nggak ada..teteh tinggal sama siapa?" tanya bu Cucum
"Saya tinggal di Bandung bu..ditempatnya bu Rini..anaknya kakek Ndaru" jawab Aisyah
"Eh..teh..maaf..ibu mau tanya..teteh ada urusan apa sama juragan Ndaru?" tanya bu Cucum
"Ooh..saya lagi main kesini bu..sama mas Bram..saya calon istrinya mas Bram..cucunya kakek Ndaru" jawab Aisyah sambil tersenyum dan mengelap airmatanya
"Oooh..teteh calonnya cucunya Juragan?" tanyanya lagi
"Iya..keluarga ibu tinggal disini juga?" tanya Aisyah yang melihat foto keluarga bu Cucum yang ada didinding
"Enggak..anak sama suami ibu tinggal di Buah Batu" jawab bu Cucum
"Nggak apa-apa bu?..mereka ditinggal sama ibu disini?"
"Nggak apa-apa teh..anak-anak ibu sudah pada berkeluarga semua..suami ibu cuma ngurusin empang sama kebun di rumah" jawab bu Cucum
Selagi mereka ngobrol..Lilis muncul di depan pintu
"Teh..masih lama?..Lilis di saurken Juragan" tanya Lilis
"Masih teh..tapi upami teteh hoyong balik ti heula..mangga..engke abdi tiasa mulih nyalira (Masih teh..tapi kalau teteh mau pulang duluan..silahkan..nanti saya bisa pulang sendiri)" jawab Aisyah
"Ya enggeus..Lilis balik ya teh..mangga bu.." pamit Lilis
Lilis lalu segera meninggalkan mess bu Cucum untuk kembali ke rumah kakek Ndaru. Aisyah kembali melanjutkan obrolannya dengan bu Cucum sepeninggal Lilis
"Hasil teh dari sini..dibawa kemana bu?"
"Ke pabrik teh..kalau nggak salah namanya pabrik teh Nandar..tempatnya agak lumayan jauh dari sini.."
"Ibu sudah pernah kesana?" tanya Aisyah lagi
"Sering atuh..bisa seminggu 4 kali..besok ajah ibu mau kesana..mau nganterin daun teh.."
"Gede ya bu?..tempatnya?"
"Gede atuh teh..malahan sekarang lagi buka pabrik baru..buat bikin minuman teh di botol..kenapa teteh nanyain pabrik teh Nandar?" tanya bu Cucum
"Aah..eng..enggak bu..cuma nanya saja.." jawab Aisyah malu-malu
"Apa teteh mau ngelamar kerja disana?" tanya bu Cucum
"Eng..nggak bu..gimana ngomongnya yaah?..aah.." bingung Aisyah
Aisyah bingung untuk melanjutkan omongannya
"Nggak apa-apa atuh teh..ngomong ajah..nggak usah malu sama ibu.."
"Sebenarnya..pabrik teh Nandar..itu..punya kakek saya bu..kakek Nandar" ujar Aisyah
Kagetlah bu Cucum..setelah mendengar kalau Aisyah adalah cucu dari kakek Nandar..pemilik salah satu pabrik teh terbesar di daerah Lembang
"Yang bener teh?" tanya bu Cucum
Aisyah menganggukan kepalanya
"Bukannya yang punya juragan Tatang?"
"Pak Tatang diserahkan amanat oleh kakek untuk menjalankan operasional pabrik bu.."
Muka bu Cucum masih menyiratkan roman tidak percaya..kalau Aisyah adalah cucu dari kakek Nandar
Hingga tak terasa jam yang ada didinding kamar bu Cucum sudah menujukan pukul 10 malam
"Bu..saya mohon pamit dulu ya bu..sudah malam.." kata Aisyah
"Iya teh.."
"Gara-gara saya..ibu jadi terlambat tidurnya nih.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Teteh mah..nggak apa-apa teh..terima kasih teteh sudah mau mampir kesini..ibu jadinya bisa mengenang masa-masa muda dulu.."
"Terima kasih atas foto ibu saya.."
"Iya teh..sama-sama.."
"Permisi ya bu..assallamuallaikum" pamit Aisyah
"Waalaikumsallaam.." jawab bu Cucum
Kemudian Aisyah berjalan menuju ke pintu pagar mess..yang kebetulan sudah ditutup
"Jaaang..punten..bisa minta tolong bukain pintu?..saya mau keluar" kata Aisyah
"Ooh..mangga..mangga teh..sakedap"
Lalu pemuda itu membukakan pintu gerbang untuk Aisyah
"Maturnuhun ya jaang.."
"Iya teh..sami-sami..eh..teteh berani jalan sendiri?" tanyannya pada Aisyah
"Berani jaang..mangga jaang.."
Aisyah berjalan meninggalkan gerbang mess menuju ke rumah kakek Ndaru. Angin malam pegunungan berhembus cukup kencang di area perkebunan milik kakek Ndaru. Aisyah mengikat rambutnya yang berkibar-kibar tertiup angin..sambil merapatkan jaketnya agar badannya tetap hangat
Tidak berapa lama kemudian..sampailah Aisyah di rumah kakek Ndaru..dia melihat kakek tengah mengobrol dengan 2 orang pria di teras
"Assalamuallaikum.." sapa Aisyah
"Waallaikumsallam.." jawab kakek Ndaru bersama 2 pria yang menjadi teman ngobrolnya
"Mas Bram mana kek?" tanya Aisyah
"Sudah tidur kayaknya..dia bilang tadi capek sama ngantuk teh.." jawab kakek Ndaru sambil menghisap cerutunya
"Ya sudah..Aisyah masuk dulu ya kek.." pamit Aisyah
"Iya teh.."
Aisyah lalu masuk ke dalam rumah
"Saha eta juragan? (Siapa itu juragan?)" tanya salah satu pria yang duduk di depan kakek Ndaru
"Aisyah..calon istrina Bram..cucu aing (Aisyah..calon istrinya Bram..cucu saya)" jawab kakek Ndaru
Sementara itu..dikamar Aisyah melepas jaketnya dan melepaskan ikatan rambutnya dan merebahkan badannya di ranjang
"Mas Bram udah tidur belom yaah?" tanya Aisyah dalam hati
Aisyah lalu mengambil handphonenya..dia lalu menghubungi Bram..lama tidak ada jawaban..Aisyah lupa..kalau Bram handphonenya selalu di silent. Setelah memakai jaketnya kembali..Aisyah lalu bangun dan keluar dari kamar..dia lalu melangkah ke belakang menuju ke kamar Bram. Sesampainya disana..dibuka dengan perlahan pintu kamar belakang
"Masss.." panggil Aisyah lirih
Dia lihat Bram sudah tertidur sambil memeluk guling membelakangi dirinya..menghadap ke tembok. Setelah menutup pintu kamar..Aisyah menghampiri ranjang
"Mass?.." panggil Aisyah lagi sambil duduk di bibir ranjang
Bram tetap bergeming di dalam tidurnya
"Mas?..mas Bram?.." panggil Aisyah sambil menggoyang-goyangkan pundak Bram
"Hmmmmm.." jawab Bram yang masih memejamkan matanya
"Aisyah tidur disini yaah?..Aisyah takut mas sendirian di kamar depan"
Kembali Bram diam
"Mas Bram!!.." panggil Aisyah sambil memukul pundak Bram
"Kenapa siiih?" tanya Bram sambil menoleh ke arah Aisyah
"Aisyah tidur disini yaah.."
"Ya udah..tidur tinggal tidur ajah..pake bangunin orang.." kesal Bram
"Masnya geseran.." pinta Aisyah
Bram menggeser badannya agak ke arah tembok sambil menggerutu nggak jelas..Aisyah segera merebahkan badannya disebelah Bram..dia lihat Bram yang masih memunggunginya. Dia lalu mengambil foto ibunya yang diberikan oleh ibu Cucum dari kantong jaketnya..dia pandangi foto ibunya dengan senyuman haru..benar kata bu Cucum..dirinya mirip sekali dengan sosok ibunya. Tiba-tiba..Bram memutar badannya ke arah Aisyah dan menaruh tangannya di atas dada Aisyah dan langsung memeluknya
"Foto siapa Yaang?" tanya Bram yang melihat Aisyah memegang sebuah foto
"Foto ibu mas..waktu ibu masih SMEA dulu.." jawab Aisyah
"Dapet dari mana?"
"Dari bu Cucum"
"Cantik Yaang..mirip kamu" kata Bram
Aisyah hanya diam..dia masih memandangi foto ibunya. Setelah menaruh foto ibunya di balik bantalnya..Aisyah lalu memeluk Bram dan memejamkan matanya
"Kamu belum nyium mas.." kata Bram
Aisyah lalu mengecup bibir Bram
__ADS_1
"Met bobo ya mas.."
"Iya sayaang..met bobo juga"