Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
31.Isengnya Ningrum


__ADS_3

Pagi itu..mobil Mercedez pak Agung berhenti di loby gedung kantor


Dari dalam keluar pak Agung dan Aisyah..lalu mereka berjalan ke dalam loby gedung


Semenjak kedatangan Bram kekantor papahnya..kini Aisyah memilih turun diloby bersama pak Agung..sebelumnya dia memilih turun di basement..agar staff kantor tidak tahu kalau dia datang bersama pak Agung


"Pak..Aisyah ke ATM sebentar yaah" ujar Aisyah begitu dia berada di dalam loby gedung


Pak Agung menganggukan kepalanya


Lalu Aisyah menuju ke gerai ATM yang berada di loby gedung


Setelah selesai..Aisyah lalu menuju ke selasar lift


Tiba-tiba matanya melihat ke dua orang pria yang berjalan di loby..salah satu pria itu..juga melihat ke arah Aisyah dan mencolek pundak teman sebelahnya


Pria yang dicolek pundaknya menoleh ke arah yang ditunjuk oleh temannya


Dia kaget melihat Aisyah yang berjalan diloby..dia tersenyum lalu buru-buru menghampiri Aisyah yang tampak tergesa-gesa menuju ke selasar lift


"Heei...mau kemana sih buru-buru?" tanya nya yang berada dibelakang Aisyah


Aisyah yang sedang menunggu lift berusaha untuk tenang


"Kok bisa kebetulan yaah?..bisa ketemu disini...lu gawe disini?" tanyanya sambil berdiri dibelakang Aisyah


Aisyah tidak menggubrisnya...dia berharap..agar lift yang dia tunggu secepatnya terbuka


"Ditanya diem ajah?" ujarnya sambil menaruh tangannya di pundak Aisyah


Aisyah spontan menampik tangan pria itu sambil menoleh geram ke arahnya


"Mas jangan kurang ajar yaaah!!" geram Aisyah


Orang-orang yang lagi pada menunggu lift di selasar..menoleh ke arah Aisyah


"Jangan bro..nanti dia ngamuk lagi..bisa berabe kita" sergah temannya disebelah pria itu


Ting!..pintu lift terbuka..Aisyah segera masuk kedalam..dan langsung berdiri di pojok lift sambil mengawasi kedua pria itu yang juga masuk ke dalam lift yang sama dengannya


Kedua pria itu berdiri didepan Aisyah sambil sesekali menengok kebelakang


Aisyah menatap tajam ke pria yang sudah memegang pundaknya tadi


"Gua masih penasaran Ton sama tuh cewek.." katanya yang menatap sinis ke Aisyah


Ting!..lift berhenti di lantai 10..tempat kantornya pak Agung


Aisyah lalu beranjak keluar lift


"Permisi ya mas.." kata Aisyah kepada kedua pria itu yang berdiri di depan pintu lift


Salah seorang dari mereka memberi jalan ke Aisyah..begitu Aisyah melewati mereka..pria yang masih berdiri di depan pintu lift memegang pundak Aisyah..tapi langsung ditampik oleh Aisyah sambil melotot kearahnya


"Jangan lu kira udah selesai yaaah?.." ancamnya ke Aisyah


Aisyah yang sudah diluar lift..hanya menatap marah ke arah pria itu sampai pintu lift menutup kembali


"Ya Allooooh...kok bisa ketemu lagi siih?" ujar Aisyah sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya


"Ningrum...kamu dimana?" ujar Aisyah lirih


Lalu Aisyah masuk ke dalam kantor sambil menghubungi Bram


"Assalamuallaikum mas..mas masih dirumah?..ooh..bentar mas.."


Aisyah lalu masuk ke ruang metting dan menutup pintunya


"Halo mas..iya mas..tadi Aisyah ketemu lagi sama orang yang bikin masalah sama Aisyah waktu di Cihampelas..iya..mereka ngantor digedung ini juga nggak tahunya..Aisyah takut mas..iya mas..iya..Ningrum bisa nemenin Aisyah gak mas?..Aisyah takut mas..iya..waalaikumsallam"


Setelah Aisyah selesai menelpon..Aisyah mencium bau bunga melati dan munculah Ningrum di depan Aisyah


"Teteh..ada apa?" tanya Ningrum dengan mimik muka was-was


"Ningrum..kamu hari ini temenin saya yaah..orang yang kemaren bikin masalah di Cihampelas..ketemu sama saya barusan dibawah..sama ngancem saya.." ujar Aisyah yang cemas


"Apa teh?..mereka ngancem teteh?..hmmmm belum kapok kayaknya mereka.." geram Ningrum


"Teteh tenang saja..kalau mereka kurang ajar sama teteh..Ningrum nggak segan-segan memberikan pelajaran pada mereka.." kata Ningrum sambil mengepalkan tangannya di depan wajahnya


"Iya Ningrum..terimakasih"


Lalu Aisyah beranjak ke bangku kerjanya..dan mulai menyalakan komputernya..sedangkan Ningrum melayang pindah ke sebelah Aisyah


Selama Aisyah membuat laporan hasil audit..Ningrum terus berdiri disamping Aisyah..Aisyah kuatir kalau staff yang masuk keruang metting dapat melihat Ningrum yang berdiri disampingnya..tapi setelah diberitahu Ningrum..kalau dirinya tidak bisa dilihat oleh orang lain selain Aisyah dan Bram


"Teh..?" panggil Ningrum


"Ya Ningrum?" jawab Aisyah sambil mengetik laporan


"Ningrum kalau nanya ke teteh..ganggu nggak?"


"Nggak Ningrum..." kata Aisyah sambil menoleh ke arah Ningrum


"Mau nanya apa?" tanya Aisyah sambil tersenyum


Begitu Ningrum akan bertanya..ada ketukan di pintu ruang metting..Aisyah pun menoleh ke arah pintu..ternyata Dini


"Pagi Syaah.." sapa Dini


"Pagi mbak..ada apa ya mbak?"


"Kamu disuruh ke ruangan bapak sekarang.." kata Dini


Aisyah lalu berdiri dan mengikuti Dini menuju ke ruangan pak Agung yang diikuti oleh Ningrum yang melayang dibelakang Aisyah


Selama mengikuti Aisyah..Ningrum mengedarkan pandangannya ke sekeliling kantor..dia melihat ada sesosok mahluk astral yang berwujud anak kecil yang sedang duduk diatas lemari file yang terbuat dari besi disalah satu cubical..anak kecil itu melihat Ningrum sambil tertawa cengegesan..tapi langsung tertunduk diam..setelah melihat aura yang menyelimuti Ningrum..Ningrum pun hanya tersenyum dingin melihat mahluk itu tidak berani menatapnya lagi


Tak lama kemudian...sampailah Aisyah di ruangan pak Agung


"Pak..Aisyah" kata Dini


"Masuk Syaah.." ujar pak Agung yang duduk di sofa ruang tunggu ruang kerja pak Agung dan sudah ada seorang pria seumuran dengan pak Agung


Setelah Aisyah masuk..Dini menutup pintu dan kembali ke mejanya


"Syaah..kenalin ini pak Burhan.." kata pak Agung


Aisyah lalu menjabat tangan pak Burhan


"Aisyah"


"Burhan" kata pak Burhan sambil menjabat tangan Aisyah sambil tersenyum


"Ini pak..Aisyah..calon menantu saya" kata pak Agung sambil tersenyum


Aisyah yang duduk disebelah pak Agung terperanjat kaget..seraya menatap ke arah pak Agung


"Oooh..ini toh..calonnya mas Bram..cantik yaaah?" kata pak Burhan sambil tersenyum


Aisyah hanya diam sambil tersenyum kikuk


"Kagum saya pak sama Aisyah ini..jarang loh pak..anak-anak jaman sekarang yang mau bantuin usaha papahnya.."


"Ada apa ya pak?..bapak manggil Aisyah?" tanya Aisyah sambil melirik ke arah Ningrum yang sudah berdiri melayang di belakang pak Agung


"Ini loh Syaah..pak Burhan ini mau minta tolong sama kamu..untuk mengaudit di kantornya..kamu bisa nggak?" tanya pak Agung


"Insya Alloh bisa pak.." jawab Aisyah


"Pak Burhan minta auditnya kapan ya pak?" tanya Aisyah pada pak Burhan


"Kalau bisa bulan depan.."


"Baik pak..nanti saya persiapkan jadwalnya" ujar Aisyah


Setelah itu..Aisyah pamit ke pak Agung dan pak Burhan untuk kembali ke ruang metting


"Saya balik ya mbak.." pamit Aisyah pada Dini yang tengah mengetik di komputer di mejanya


"Iya Syaah" jawab Dini


Aisyah lalu berjalan kembali keruang metting..selama dia berjalan diantara ruang cubical para staff..Aisyah tersenyum sendiri..waktu terakhir dia audit disini dan sebelum Bram datang kekantor..dia kalau jalan di dalam kantor..banyak dari para staff menggodanya..ada yang sengaja mengajak ngobrol..ada yang cuma iseng negor..malah ada yang menawari mengantar dia pulang


Sekarang..semenjak Bram datang kemari..para staff jadi segan menggoda dia..apalagi sekedar menegornya


"Teteh...disini ternyata ada penghuninya juga yaaak?" kata Ningrum yang melayang mengikuti Aisyah di belakang..begitu mereka memasuki ruang metting


"Haah?..yang bener Ningrum" kata Aisyah sambil menutup pintu ruang metting


"Iya teh..ada dua mahluk dari golongan seperti Ningrum dilantai ini..satu anak kecil di lemari besi..satu lagi di pojokan sebelah timur..dekat kamar mandi" terang Ningrum


"Yang di dekat kamar mandi wujudnya seperti apa?" tanya Aisyah sambil duduk di kursinya


"Wanita teh..kalau teteh mengenalnya dengan nama Kuntilanak.."


Aisyah bergidik ngeri


"Mereka ganggu nggak?"


"Enggak teh..Ningrum sudah ancam mereka..kalau mereka sampai ganggu orang-orang yang ada disini..Ningrum nggak segan-segan akan membinasakan mereka.." kata Ningrum dengan mimik mukanya yang dingin


Aisyah tertegun melihat muka Ningrum yang terlihat serius


Lalu dia kembali mengerjakan laporannya


Selagi Aisyah mengetik di komputer..Ningrum tampak berkeliling di sekitar ruang metting


Hingga pada suatu moment..Ningrum merasakan hawa aura hitam yang sangat kuat yang berasal dari lantai atas ruang metting


Kedua kuku jari Ningrum langsung memanjang yang diselubungi sinar biru..Ningrum mendongakan kepalanya ke arah langit-langit ruang metting


"Teteh..Ningrum pamit sebentar yaah..sepertinya ada yang tidak senang atas kehadiran Ningrum disini" kata Ningrum sambil melihat ke atas langit-langit ruang metting


Sebelum Aisyah bertanya..Ningrum sudah melesat menembus plafon ruang metting


Aisyah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya..lalu dia teruskan pekerjaannya


Lalu telepon mejanya berbunyi


"Halo.." sapa Aisyah sambil memencet tombol speaker


"Syaah..nanti kamu ikut bapak makan siang yaah..bapak mau ketemu sama orang Pertamina di Pacifik Place"


Ternyata pak Agung yang menelpon


"Baik pak..nanti kalau mas Bram ngajakin makan siang..gimana pak?"


"Bilang ajah kamu diajak bapak makan di Pacifik Place..yaah?"


"Baik pak.."


Lalu sambungan telepon terputus


Aisyah lalu teringat atas perkataan pak Agung diruangannya..saat dia mengenalkan dirinya sebagai calon menantu kepada pak Burhan


"Apa mas Bram sudah ngomong ke bapak?..tapi kok bapak bilangnya calon menantu sih?..pasti mas Bram udah ngomong ke bapak..iiih..mas Bram mah begitu.." kesal Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya


Aisyah lalu mengambil handphone..dia lalu menelpon Bram


"Kok nggak aktif?" batin Aisyah


Aisyah lalu mengirim WA ke nomor Bram


"Assalamuallaikum mas.."


"Kok hpnya gak aktif?"


Aisyah lalu menaruh handphonenya dan kembali berkutat didepan komputernya


Aisyah tampak membolak balik dokument yang ada di mejanya sambil dia cocokan dengan data yang ada dikomputer


Hingga tibalah Ningrum yang turun menembus plafon ruang metting


Aisyah berkerut keningnya..karena dia mencium seperti bau daging hangus seiring dengan datangnya Ningrum


"Kamu dari mana Ningrum?" tanya Aisyah heran yang melihat baju kebaya Ningrum tampak sobek di sana sini..serta kain jariknya koyak didaerah betisnya


Rambut Ningrum yang biasanya disanggul sebagian tergerai acak-acakan


"Kamu habis berkelahi yaaah?" tanya Aisyah lagi


Ningrum hanya tersenyum menjawab pertanyaan Aisyah


"Iya teh...tadi ada yang mau mencoba ilmu Ningrum teh..tapi sayang..dia masih kelas jin rendahan.."


"Siapa Ningrum?"


"Penguasa gedung ini teh..dia nggak senang atas kehadiran Ningrum disini..dia menantang Ningrum untuk adu ilmu kanuragan..tapi sayang..ilmu dia sama ilmu Ningrum nggak ada apa-apanya.." ujar Ningrum sambil tersenyum dingin


Aisyah hanya bengong mendengar cerita Ningrum

__ADS_1


"Terus...dia kamu apain?"


"Ningrum binasakan teh.."


"Ya Alloh...kamu nggak apa-apa?..tampang kamu berantakan kayak gini.." tanya Aisyah


Ningrum hanya tersenyum..dia lalu menjentikan jarinya..tiba-tiba kondisi tubuhnya sudah pulih seperti semula


"Sudah teh..sudah rapi lagi kan?" tanya Ningrum sambil tersenyum


Aisyah hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Kamu tuh gampang kepancing emosinya yaak?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"Dia nantangin Ningrum duluan teh..Ningrum pantang mundur kalau sudah ada yang mau macam-macam dengan Ningrum" kata Ningrum sambil melayang pindah ke samping Aisyah


Aisyah pun kembali ke pekerjaannya


Hingga handphone Aisyah berdering..Aisyah lalu melihatnya..ternyata Bram menelponnya


"Assalaamuallaikum mas..iya..tadi kenapa hp mas nggak aktif?..ooh...nggak..nanti Aisyah mau diajak makan siang sama bapak di Pacifik Place..mas mau kesini?..nggak tahu..selesainya jam berapa..palingan malam mas..soalnya Aisyah harus nyelesaiin laporan auditnya hari ini..eh..nanti ajah deh mas..ooh..ya sudah..iyaa..apaan sih mas?...iyaaa...daaaa.. waalalikumsallam" lalu Aisyah menaruh handphonenya kembali


"Yaaah..lupa kan tuh.." gerutu Aisyah sambil menepuk jidatnya pelan


Ningrum yang melihat Aisyah yang tampak bingung..hanya tersenyum geli


"Teteh kenapa?" tanya Ningrum


"Nggak apa-apa Ningrum"


"Teteh pasti bingung yaaah?..sama omongan bapaknya masku tadi.."


Aisyah tertegun kaget..dan menoleh ke Ningrum


"Kok kamu tahu.."


Ningrum tersenyum


"Omongan bapaknya masku tadi bener teh...teteh adalah calon menantunya bapaknya masku"


Aisyah bingung dengan perkataan Ningrum barusan


"Ningrum menerawang ke dalam pikiran bapaknya masku..dia mempunyai rencana antara teteh dan masku"


"Rencana apa?" tanya Aisyah


Ningrum hanya tersenyum atas pertanyaan Aisyah


"Teteh suka kan sama masku?"


Aisyah menganggukan kepalanya


"Teteh termasuk wanita yang beruntung..karena teteh ada.."


Tiba-tiba..pintu ruang metting terbuka..munculah pak Agung di pintu


"Ayu teh..kita jalan sekarang"


Pak Agung heran..karena dia sekilas melihat Aisyah seperti berbicara dengan seseorang..tapi dilihatnya..di ruang metting tidak ada orang..hanya Aisyah sendiri


"Baik pak" ujar Aisyah sambil bangun dan mengambil dompetnya dari dalam tasnya..setelah itu dia menghampiri pak Agung


Lalu Aisyah mengikuti pak Agung menuju ke selasar lift


"Nanti kamu bapak kenalin sama temen bapak orang Pertamina..katanya dia lagi nyari auditor buat di kantornya..kali ajah kamu tertarik sama tawarannya" kata pak Agung begitu didalam lift


Aisyah hanya diam mendengar perkataan pak Agung


"Terimakasih pak..Aisyah pengen seperti ini saja..freelance buat bapak..soalnya Aisyah mau bantu-bantu ibu dirumah pak" ujar Aisyah


Pak Agung hanya tersenyum mendengar jawaban Aisyah


"Kamu yakin?..nggak mau nerima tawaran temannya bapak?..Pertamina loh Syaah.." tanya pak Agung


Aisyah menganggukan kepalanya


"Ya sudah kalau gitu..tapi kamu tetep ikut bapak makan kan?"


"Iya pak.."


"Mas Bram tadi ngajakin kamu makan siang nggak?" tanya pak Agung


"Iya pak..tapi mas Bram sekarang lagi makan siang sama orang dari Canada pak..katanya nanti sore baru kesininya" jawab Aisyah


Tak lama kemudian..pintu lift terbuka..Aisyah lalu berjalan disisi pak Agung menyusuri loby gedung menuju ke Pacifik Place


Aisyah mengedarkan pandangannya ke sekeliling loby..mencari Ningrum


Dia lihat Ningrum sudah menunggu di luar loby


Lalu Aisyah mengikuti pak Agung yang menyebrang ke arah Pacific Place yang diikuti oleh Ningrum yang melayang dibelakangnya


"Teteh..disini banyak dari golongan jin yang berkeliaran teh" kata Ningrum dibatin Aisyah


Aisyah kaget..kalau Ningrum bisa kontak batin dengannya


"Kamu bisa bicara lewat batin?"


Aisyah melirik ke arah Ningrum


"Iya teh..mereka pada memperhatikan kehadiran Ningrum disini.."


Ningrum mengedarkan pandangannya ke sekitaran loby Pacific Place


"Tapi mereka pada golongan jin rendahan teh..kebanyakan hanya arwah penasaran.."


"Kamu jangan berkelahi lagi yaaah.." pinta Aisyah


"Iya teh..Ningrum usahakan"


Lalu Pak Agung menuju ke lantai 3 Pacifik Place


Lalu mereka berdua menaiki lift


"Orangnya sudah sampai teh.." kata pak Agung sambil melihat handphonenya


Setelah sampai di lantai 3..pak Agung lalu menuju ke sebuah restoran yang menyajikan masakan khusus dari Jepang


Dan didalam pak Agung menuju ke sebuah meja yang telah ditunggu oleh seseorang pria paruh baya


Melihat pak Agung datang..orang tersebut menyambutnya dengan hangat dan tak lupa pak Agung mengenalkan Aisyah kepada orang itu


Aisyah lagi-lagi heran..pak Agung kembali mengenalkan dirinya ke orang itu sebagai calon menantunya


Pertama..Eyangnya Bram yang ada di Jogja ingin bertemu dan mengenal dirinya..padahal dirinya bukan bagian dari keluarga Handoyo


Serta baru saja..pak Agung sudah mengenalkan dirinya kepada 2 orang relasinya sebagai calon menantu dan dia jadi semakin penasaran setelah Ningrum tadi memberitahukan kalau pak Agung mempunyai rencana antara dirinya dan Bram


________________


Sekitar jam 2 siang..tampak Aisyah menyebrang sendirian..kembali ke kantor


Ditanganya menenteng paper bag starbuck dan 2 dus J-Co donut


Begitu memasuki loby..matanya terbelalak kaget..dilihatnya orang yang tadi pagi mengancamnya di lift..tampak melintas kira-kira 10 meter didepan dia..dan dia melihat Aisyah sambil tersenyum sinis


"Ningrum...kamu dimana?" panggil Aisyah dalam hati


"Iya teh..Ningrum disini" jawab Ningrum yang muncul disamping Aisyah


"Ningrum..tolongin saya yaah..itu orang yang tadi mengancam saya..yang pake baju biru" batin Aisyah sambil berjalan ke selasar lift


"Itu orangnya teh?" tanya Ningrum sambil menajamkan pandangannya ke arah orang yang dimaksud Aisyah


"Iya..kalau dia tidak macam-macam..kamu jangan bertindak yaah.."


"Iya teh..Ningrum akan awasi dia"


Kebetulan hanya Aisyah dan orang itu yang menuggu lift di selasar


"Wiiiih...borong nih?...banyak duit juga lu yaaak?" ujarnya begitu melihat Aisyah menghampirinya dan berdiri tak jauh dari tempat dia berdiri


Aisyah hanya diam menghadapi perkataan orang itu


Tak lama pintu lift terbuka


"Silahkan.." katanya sambil mempersilahkan Aisyah untuk masuk duluan


Aisyah lalu masuk sambil matanya tidak lepas dari orang itu


Tiba-tiba..orang itu mentowel bokong Aisyah yang melintas didepan dia


"HEEI...JANGAN KURANG AJAR YAAH" teriak Aisyah


Orang itu langsung mendorong Aisyah kedalam lift dan menutup pintu lift dengan buru-buru


"Jangan macem-macem ya mas!!" marah Aisyah


Orang itu hanya tertawa sambil menghampiri Aisyah yang berdiri di pojokan lift


"Hehehehe..sekarang tinggal lu ama gua doang disini..gua masih penasaran ama elu..kok bisa cewek kayak elu ini nendang gua sampe keluar toko?" ujarnya sambil mendorong Aisyah


"Saya ingatkan sekali lagi ya mas..situ jangan macam-macam sama saya yaaah.." ancam Aisyah


"Hohoho..gua takuuuut!!" ejeknya dengan mimik mukanya yang sinis


Dia tidak tahu..kalau Ningrum sudah berdiri dibelakangnya dengan kuku jarinya yang sudah keluar di kedua tangannya


"Ningrum!!" panggil Aisyah dalam hati


Orang itu terperanjat kaget..karena ada sebuah tangan yang menarik bahunya dari belakang agar membalikan badannya


Dia kaget setengah mati..karena dihadapannya ada sesosok wanita cantik berkebaya putih sedang melayang didepannya


"Si..si..siapa luuuuh???" tanyanya dengan gugup..karena dia merasa hanya berdua dengan Aisyah saja yang masuk kedalam lift


"Kamu sudah kurang ajar sama tetehku..aku tidak akan memaafkan perbuatan mu!!!" kata Ningrum dengan nada penuh amarah


Tiba-tiba Ningrum menampakan wujud aslinya..berupa Kalong Wewe yang seram dihadapan orang itu


Aisyah terperanjat kaget begitu melihat wujud asli Ningrum..dia langsung menutup matanya karena ketakutan dan memutar badannya hingga mukanya menghadap ke pojokan lift


"AAAAAAAHHHHH...." orang itu berteriak ketakutan dan berusaha membuka pintu lift


"TOLOOOOOONG...ADA SETAAAAAN!!!" teriaknya


"Hihihihihi...kamu aku bawa yaaah??"


Lalu Ningrum memeluk orang itu dari belakang..dan tiba-tiba..dia menghilang bersama orang itu..


Ting!..bunyi lift yang terbuka


Aisyah membuka matanya pelan-pelan untuk melihat keadaan didalam lift


"Whoooh...kok nggak ada?..Ningrum kemana?" ujar Aisyah yang kaget


Dia lalu buru-buru keluar dari dalam lift dan menyandarkan badannya di didinding selasar sambil mengatur nafasnya yang memburu


"Ya Alloh..ternyata seperti itu yaah..wujud Ningrum yang asli..hiiiii" Aisyah bergidik ngeri


Setelah merasa dirinya tenang..Aisyah lalu melangkah masuk kedalam kantor


"Delaaa..saya bawain donat nih.." kata Aisyah sambil menaruh barang bawaannya di meja reseptionis


Aisyah lalu memberikan 1 kotak donat ke Dela


"Terima kasih ya mbak.." ucap Dela


"Iya..sama-sama..kalau ini yang beliin mas Bram..tadi dia WA mbak suruh beliin kamu kopi" kata Aisyah sambil memberikan 2 gelas kopi Starbuck untuk Dela dan Ulfa


"Ya Alloh..terimakasih loh mbak..jadi nggak enak nih saya" ujar Dela yang merasa rikuh menerima pemberian Aisyah


"Nggak apa-apa..bagi-bagi rejeki" kata Aisyah sambil tersenyum


"Salam buat mas Bram ya mbak..terima kasih" ucap Dela sambil tersenyum


"Iya..saya tinggal yaah?"


"Iya mbak.."


Setelah itu Aisyah masuk kedalam kantor dan menuju keruang metting


Didalam ruang metting..Aisyah masih kepikiran oleh Ningrum


"Orang tadi dibawa Ningrum kemana yaah?"


Aisyah masih bergidik ngeri setelah melihat perwujudan Ningrum yang asli


"Wujud Kalong Wewe kayak gitu yaah?"


Kemudian Aisyah melanjutkan pekerjaannya

__ADS_1


Dia kembali berkutat dengan laporan keuangan yang harus dia laporkan dan selesai hari ini


Tapi pikirannya terpecah akan nasib orang itu yang dibawa oleh Ningrum


"Ningruuuum...kamu dimana?" panggil Aisyah lewat batin


Lama Aisyah menunggu jawaban Ningrum..hingga dia kembali menghadapkan badannya ke depan komputer


Di sela-sela pekerjaannya..Aisyah mencium bau bunga melati..tanda kedatangan Ningrum


Benar saja..Ningrum tampak turun menembus plafon ruang metting dan berdiri disamping Aisyah


"Kamu dari mana Ningrum?" tanya Aisyah


Ningrum hanya tersenyum menjawab pertayaan Aisyah


"Orang tadi kamu apain?" tanya Aisyah dengan raut muka yang cemas


"Dia tidak akan mengganggu teteh lagi" ujar Ningrum sambil tersenyum


Aisyah was-was terhadap apa yang Ningrum lakukan terhadap orang itu barusan


"Dia kamu apain Ningrum?" tanya Aisyah


Ningrum hanya tersenyum sambil pelan-pelan menghilang dari pandangan Aisyah


"Ya Alloh... Ningruuuum!!!... Ningrumm!!" panggil Aisyah


Aisyah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya..dia berharap orang itu keadaannya baik-baik saja


_________________


Sekitar jam 7 malam..tampak Bram keluar dari lift yang berhenti di lantai 10 sambil menenteng paper bag kopi


Dilihatnya suasana loby kantor papahnya sudah sepi..dia lalu langsung masuk kedalam kantor dan menuju ke ruang metting..dilihatnya Aisyah masih berkutat didepan komputer tanpa menyadari kedatangan dirinya


"Assallamuallaikum.." sapa nya


"Waalaikumsallam..eh mas.." jawab Aisyah yang melihat Bram sekilas dan kembali ke pekerjaannya


"Duh..yang lembur..kasihan banget" ujar Bram sambil duduk disebelah Aisyah dan menaruh papper bag dimeja


"Nih mas bawain kopi.." kata Bram sambil memberikan kopi ke meja depan Aisyah


"Terima kasih mas.."


Aisyah lalu menyeruput kopi pemberian Bram


"Hmmmmm...ya Allooooh..enak banget sih mas.." ujar Aisyah sambil menyenderkan punggungnya di kursi untuk menghilangkan penatnya


Dia pijit-pijit belakang lehernya yang dirasa pegal


"Kamu masih lama Syaah?" tanya Bram yang juga menyeruput kopinya


"Dikit lagi mas.." jawab Aisyah yang memejamkan matanya


Bram tersenyum yang melihat Aisyah yang tampak kecapekan


"Kamu dari tadi sendirian?..Ningrum mana?" tanya Bram sambil melihat ke sekitar ruang metting


Aisyah tersenyum mendengar pertanyaan Bram yang mencari Ningrum


Aisyah lalu menceritakan kejadian dia bertemu dengan orang yang mengganggunya sampai Ningrum membawa orang itu pergi


"Haaah?..beneran Syaah?"


"Iya mas"


"Dibawa kemana sama Ningrum tuh orang?"


"Itu dia mas..Aisyah tanya..Ningrumnya nggak jawab..malahan menghilang..sampai sekarang"


"Waduuh..bisa gawat nih..anak orang itu Syaah.." cemas Bram


"Eh..mas belum ngeliat wujud aslinya Ningrum yaaah?" tanya Aisyah


Bram hanya menggeleng


"Kenapa emangnya?..serem yaaak?"


Aisyah menganggukan kepalanya


"Hiiii..serem banget mas..Aisyah aja sampai takut" kata Aisyah bergidik ngeri


"Hallaaaah..emang dasar kamunya ajah yang penakut.." cibir Bram


"Hiiiih!!" pukul Aisyah di lengan Bram


"Mas bisa ngomong gitu!!..soalnya mas belom pernah ngeliat wujud aslinya Ningrum kan?" kesal Aisyah


Bram tertawa yang melihat Aisyah kesal


"Iyaa..iyaa...gitu ajah pake ngambek..eh..musholah disini sebelah mana Syaah?"


"Mas mau sholat?" tanya Aisyah


"Nggak..mau ngegym...ya sholat laaah!!" kesal Bram


Kini..gantian yang Aisyah tertawa


"Ayuk..Aisyah anterin"


Lalu Bram mengikuti Aisyah untuk menunjukan musholah di kantor ini


Ada beberapa karyawan yang masih pada lembur..begitu melihat Bram dan Aisyah lewat..mereka pada memberikan salam hormat pada mereka berdua


"Tuh mas..musholahnya" tunjuk Aisyah


"Kamu sudah sholat?" tanya Bram pada Aisyah sambil duduk untuk membuka sepatunya


"Aisyah lagi dapet mas" jawab Aisyah


"Pantesaaan..dari tadi kamu baperan mulu bawaanya.."


Aisyah hanya tersenyum


"Aisyah tinggal ya mas"


"Iya"


Lalu Aisyah meninggalkan Bram yang akan sholat untuk kembali ke ruang metting


Setelah selesai sholat..Bram berjalan kembali ke ruang metting..dia melihat di pojokan ada anak kecil lagi loncat-loncat diatas lemari besi disalah satu cubical yang kosong..sesosok anak kecil yang juga dilihat Ningrum tadi pagi


Bram berpikir pasti anak kecil itu bukan golongan manusia..anak kecil itu melihat Bram..dia menelisik heran..karena Bram bisa melihat keberadaannya


Dia segera turun..dan menghampiri Bram..tapi baru beberapa langkah..dia berhenti dan menundukan wajahnya seraya beringsut mundur..karena dia melihat aura Bram berbeda dengan manusia biasa


Bram berhenti di depan cubical dan melihat anak kecil itu mundur dan menghilang di balik lemari besi


Bram tersenyum..semenjak Ningrum hadir di kehidupannya..dia bisa melihat wujud mahluk astral..mungkin ini gara-gara mata batinnya yang sudah terbuka


Bram melanjutkan langkahnya ke ruang metting


"Malam mas Bram..jemput mbak Aisyah yaah?" tanya salah seorang pegawai pria yang sudah siap-siap pulang


"Iya mas..dah mau pulang nih?" jawab Bram sambil menghampiri cubical pegawai tersebut


"Iya mas.."


"Rumahnya dimana mas?" tanya Bram


"Daerah Ciledug mas.."


"Ciledug?..Ciledugnya mana?..saya punya temen tinggal di daerah Larangan.." tanya Bram


"Tanah Seratus mas..kalau dari Larangan masih terus mas..kearah SCBD Ciledug.."


"Kalau Puri Beta?" tanya Bram lagi


"Puri Beta masih di daerah Larangan mas..kenapa mas?" tanyanya sambil duduk di mejanya


"Nggak..papah punya rumah di Puri Beta.."


"Oh yaa?..Puri Beta berapa mas?."


"Memangnya ada berapa Puri Beta mas?" tanya Bram heran


Pegawai itu tersenyum


"Ada 2 mas..Puri Beta 1 sama Puri Beta 2..kalau pak Agung rumahnya di Puri Beta mana?" tanyanya


"Saya juga kurang jelas..tepatnya dimana..soalnya papah cuma bilang kalau punya rumah di Puri Beta.."


Mata Bram melihat ada stick Playstation di kolong meja komputer yang ada di dalam cubical


"Disini ada yang suka maen PS ya mas?" tanya Bram


"Oooh..teman-teman mas yang maen..cuma iseng ajah mas Bram..ngilangin stress" jawabnya sambil tersenyum


"Pada maen apa?..bola?" tanya Bram sambil duduk di kursi didalam cubical


"Iya mas.."


"PES apa FIFA?"


"PES mas..mas Bram mau maen?" tanyanya sambil menyalakan komputer


"Pengen siih..tapi kalau maen sendiri nggak asik.." jawab Bram


"Maen sama saya yuk mas.." katanya sambil memberikan salah satu stick ke Bram


"Eeh..bukannya situ mau pulang?..gara-gara maen PS sama saya..masnya jadi kemaleman pulangnya.."


"Nggak apa-apa mas..sekalian nunggu macet.."


"Asiiik...ayuk daaah.." kata Bram sambil tersenyum


Lalu mereka berdua mulai bermain bola di komputer


Disela-sela asyiknya Bram bermain Playstation..handphonenya bergetar


"Sebentar ya mas.." kata Bram sambil mem-pause gamenya dan mengeluarkan handphonenya dari saku celananya


"Assallamuallaikum maaah..iya mah..Bram masih dikantor papah..jemput Aisyah..belum..masih lama kayaknya..iya mah..iya waallaikumsallam.." kata Bram sambil menaruh handphonenya di meja


"Ayu mas..kita lanjut.." ajak Bram


Mereka melanjutkan permainan bola yang sempat tertunda


Tak lama kemudian Aisyah menghampiri cubical tempat Bram bermain Playstation


"Kirain mas kemana?..nggak tahunya maen PS sama mas Toto" ujar Aisyah yang berdiri di samping cubical


"Udah selesai Syaah?" tanya Bram yang matanya tetap fokus ke layar komputer


"Dikit lagi mas..Aisyah nyariin mas..kirain mas kemana?..ya sudah..Aisyah selesain dulu ya mas.." kata Aisyah yang kembali ke ruang metting


"Mbak Aisyah tinggal dimana mas?" tanya Toto sepeninggal Aisyah


"Dirumah.." jawab Bram yang masih serius ke layar komputer


"Tinggal di rumah mas Bram?" tanya Toto lagi


Bram kaget..karena asyiknya dia maen Playstation..dirinya keceplosan menyebut Aisyah tinggal dirumahnya


"Eh..bukan..di rumah bibinya..soalnya Aisyah orangtuanya tinggal di Bandung" jawab Bram sekenanya


"Oooh..mbak Aisyah orang Bandung?" tanya Toto lagi


"Iya mas.."


Bram bernafas lega..karena Toto mempercayai omongannya


Aisyah yang sudah selesai..dia kembali menghampiri Bram yang masih bermain Playstation


"Yuk mas..kita pulang..kasihan mas Toto jadinya pulang malem..gara-gara nemenin mas maen PS.." kata Aisyah


"Nggak apa-apa mbak..sekalian nunggu macet" kata Toto sambil tersenyum


"Ya udah dah..terima kasih ya mas..udah nemenin saya maen PS.." kata Bram sambil menaruh stick PS di kolong meja


"Iya mas Bram..kapan-kapan kita maen lagi.."


"Saya duluan ya mas.." pamit Aisyah


"Iya mbak" jawab Toto


"Duluan ya mas.." pamit Bram


"Iya mas..hati-hati" jawab Toto

__ADS_1


Lalu Bram dan Aisyah keluar menuju ke loby kantor


__ADS_2