Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
83.Derita Pengantin Baru


__ADS_3

Bram menggeliat pelan di ranjang..dia perlahan membuka matanya dan disebelahnya..Aisyah sudah tidak ada di tempatnya


"Yaaang?" panggil Bram


"Iya mas?" jawab Aisyah sambil keluar dari dalam kamar mandi


Sepertinya Aisyah baru selesai mandi


"Mas udah bangun?" tanya Aisyah


"Kamu kemana?" tanya Bram balik sambil menghampiri istrinya dan memeluknya


Bram langsung mengecup bibir Aisyah


"Morning honey.." sapa Bram


"Morning mas.."


Bram kecup lagi bibir Aisyah


"I love you.."


"I love you too.."


Aisyah mengurai pelukan Bram


"Buruan mandi gih mas.."


Bram memeluk Aisyah dengan eratnya dan langsung mengincar leher Aisyah dengan kecupan-kecupan panasnya..Aisyah menggelinjang kegelian


"Masssss....aaaaah.." rajuk Aisyah


"Mas mandi dulu.." pinta Aisyah sambil menjauhkan bibir Bram dari lehernya


Bram tersenyum melihat wajah Aisyah yang memerah. Aisyah menoleh ke meja nakas karena handphonenya berdering


"Halo mah?..iya mah..nanti Aisyah kebawah.." kata Aisyah


Bram memeluk tubuh Aisyah dari belakang dan kembali..bibirnya menelusuri tengkuk Aisyah yang terdapat anak rambutnya


"Masss...mas mandi dulu yaah..nanti kita sarapan dibawah.." jengah Aisyah sambil melepaskan pelukan Bram


"Tungguin mas yaak?..nanti kita turunnya bareng.." kata Bram sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang sebelumnya mengecup bibir Aisyah


"Iya mas.."


                 ________________


Di halaman belakang vila staff catering tengah mempersiapkan sarapan untuk keluarga besar Handoyo dan teman-teman Bram dan Aisyah


Bu Yuli menoleh ke arah pintu masuk vila yang menghubungkan vila dan halaman belakang..dia melihat Bram menggandeng Aisyah menuju ke meja..bu Yuli tersenyum melihat rona muka Bram ceria dan senang pagi ini. Bram segera menghampiri mamahnya yang tengah memperhatikannya


"Maaah?.."sapa Bram sambil mencium tangan bu Yuli dan kedua pipinya


"Bram minta maaf ya mah?..semalam Bram kayak anak kecil..ngambek sama mamah" pinta Bram dengan tatapan sendunya ke mamahnya


"Iya Bram..mamah juga minta maaf sama kamu.." kata bu Yuli sambil memeluk Bram


"Kamu akan selamanya tetap mamah anggap anak kecil mamah Bram.." kata bu Yuli sambil tersenyum


Setelah itu Bram mencari Gisel dengan melihat ke sekeliling halaman belakang


"Gisel mana mah?" tanya Bram yang tidak menemukan Gisel


"Itu Gisel.." jawab bu Yuli dengan kode arahan matanya


Datanglah Gisel dan teman-teman Aisyah lainnya untuk bergabung


"Gis?.." panggil Bram seraya menghampiri Gisel


Gisel menoleh ke Bram sambil memberikan senyuman getirnya..takut kalau Bram masih marah kepada dirinya


"Gis?..gua minta maaf yaah?" pinta Bram sambil menjulurkan tangannya


"Eeh..eee..ii..iya Bram" jawab Gisel


"Nanti lu pulang bareng gua sama Aisyah yaah?..gua pengen kasih lu sesuatu.." pinta Bram


"Iya Bram.." jawab Gisel


Di belakang Gisel..muncul teman-teman komplek Bram yang pria..tapi mereka sepertinya mengacuhkan Bram dengan terus melewatinya dan menuju ke meja kosong yang tersedia


"Guysss?..." panggil Bram


Mereka yang sudah duduk dan kembali mengacuhkan panggilan Bram. Bram menggaruk-garukan belakang kepalanya yang tidak gatal..dia merasa tengah dikucilkan oleh teman-temannya

__ADS_1


"Mass?..sarapan dulu yuk.." panggil Aisyah


Bram lalu menghampiri Aisyah yang sudah menunggu di meja


"Kenapa mas?" tanya Aisyah sambil menaruh piring kosong di depan Bram


"Anak-anak Yaang..kayaknya masih pada marah sama mas.." jawab Bram lesu


"Sudaah mas..nanti mereka juga pada baik lagi..mendingan mas sarapan dulu yaah?" bujuk Aisyah


Bram lalu mulai menyantap sarapannya sambil melirik ke arah meja yang terdapat teman-temannya. Bram memaklumi kekesalan teman-temanya..karena keegoisan dirinya acara makan malam semalam menjadi suram dan dingin. Setelah selesai dengan sarapannya..Bram pamit ke istrinya untuk menghampiri meja teman-temanya


"Don?..gua bagi rokok dong?" tanya Bram basa-basi sambil berdiri di belakang bangku Doni


Tapi Doni tidak menghiraukan panggilan Bram..dia malah menoleh ke Ryan yang duduk di sampingnya


"Semalem lu kemana Yan?" tanya Doni


"Nganterin Ayu balik gua men.." jawab Ryan yang sepertinya juga sudah selesai


"Widiiiiih..kayaknya serius lu men.." ujar Doni


"Lu balik jam berapa Yan?" tanya Bram ke Ryan dan berusaha nimbrung ke obrolan mereka


"Doain aja men..lu pada kemana?..gua balik sudah pada nggak ada?" tanya Ryan sambil meminta rokok Doni


"Pada keluar..dari pada suntuk disini.." jawab Doni sambil memberikan rokoknya


"Kenapa memangnya?.." tanya Ryan yang menyalakan rokoknya


"Tahu tuh..ada yang gede ambek semalem..males gua.." jawab Doni menyindir Bram


Bram mulai kesal karena dia merasa diacuhkan oleh teman-temannya tapi berusaha dia redam karena dia tahu..semua ini karena ulah dia sendiri..Bram lalu pindah ke belakang bangku Yopi


"Yop..gua bagi rokok lu dong?.." pinta Bram


"Kamu mau nambah lagi nggak Din?" tanya Yopi ke Dinda yang duduk disebelahnya


"Setaaaaannn!!!" sewot Bram dalam hatinya..sampai Yopi pun mengacuhkannya


"Iya..ambilin aku dagingnya dong.." jawab Dinda


Yopi segera menyerahkan piring yang berisikan potongan daging ke Dinda


"Kamu masih laper yaah?" tanya Yopi


"Guuuyss!!...guuyyysss!!..udah dooong!!...kan gua udah minta maaf!!..elu elu pada jangan kayak anak kecil gini napa sih.." kesal Bram


Sontak teman-teman Bram menoleh ke arah Bram


"Yang kayak anak kecil siapa Bram?..bukannya elu?" tanya Beni


"Duduk disini Bram.." pinta Doni sambil bangun dari bangkunya


Bram lalu duduk di kursinya Doni. Seketika Ryan dan Indri langsung bangun begitu Bram duduk di bangkunya yang diajukan Doni. Doni segera memegang pundak Bram dari belakang begitu Bram sudah duduk dibangkunya. Tiba-tiba Ryan langsung meringkus Bram dengan seutas tali dan dia ikat Bram agar tidak bisa kemana-mana. Beni dan Hendra mengikat kedua kaki Bram di kaki kursinya dengan seutas tali yang sepertinya sudah dipersiapkan sebelumnya


"Heei!!..apa-apaan nih men!!" tanya Bram heran


Setelah dirasa Bram tidak bisa melepaskan diri..Doni mendorong kursi yang diduduki Bram ke tengah-tengah halaman belakang. Bram mulai merasa tidak enak dengan perasaannya..sesuatu yang buruk akan segera menimpanya


"Lu jangan minta maaf sama kita-kita men..lu harusnya minta maaf sama seseorang.." kata Doni yang pindah ke depan Bram dan melangkah mundur menjauhi Bram


"Sama siapa men?" tanya Bram sambil melihat ke arah Doni


Tiba-tiba


Praaaaaak!!!


Sebuah telur sudah pecah di pucuk rambut Bram..Bram spontan berteriak kaget karena ada yang mengepruk kepalanya dengan telur dari belakang


"Selamat ulang tahun masss!!" kata Aisyah sambil melongok dari arah belakang kepala Bram


Ternyata Aisyah yang mengepruk telur ayam di kepala Bram


"Sayaaang?" tanya Bram kaget


Aisyah hanya memberikan senyuman manisnya


"Syaah?..lanjut nggak nih?" tanya Gisel ragu-ragu


"Lanjut Gis..jangan malu-malu.." jawab Aisyah sambil membersihkan tangannya di baju Bram


"Eeh..bentar Gis.." pinta Aisyah yang segera menyingkir dari sebelah Bram karena takut terciprat cipratan telur


Setelah mendapat lampu hijau dari Aisyah..Gisel langsung mengepruk telurnya ke kepala Bram

__ADS_1


"Met ultah ya Bram.." girang Gisel


Teman-teman wanita Aisyah yang lainnya segera mengikuti Gisel dengan mengepruk telur ayam di kepala Bram. Bram yang kaget hanya bisa pasrah dan berteriak. Yang hadir di sarapan pagi..tertawa terbahak-bahak melihat pengantin baru tengah dikerjai oleh teman-temannya


"Selamat ulang tahun ya Braaaam.." kata Indri sambil menuangkan tepung terigu di kepala Bram


Hancur sudah penampilan Bram pagi ini..tertutupi oleh telur dan terigu di sekujur badannya. Doni lalu menghampiri Bram dengan membawa sekantong telur ayam


"Men?..mau ngapain luh??" tanya Bram bergidik ngeri


Doni hanya menyeringai seram sambil mengambil sebutir telur dan menimang-nimang ditangannya


"Ini buat elu yang semalam gede ambek!!" kata Doni sambil mengepruk telur di dada Bram


"Ini buat elu yang bikin Gisel nangis.." kata Doni kembali mengepruk telurnya


"Ini buat elu..karena udah bikin nyokap lu nangis.." kata Doni sambil mengepruk telur kali ini di jidat Bram


Bu Yuli tersenyum geli melihat Bram hanya bisa diam menerima semua hukuman yang diberikan oleh Doni ke dirinya


"Daaan?..the last but not least..ini buat elu..karena elu sudah bikin bini lu nangis di hari special kalian.." kata Doni sambil mengepruk dua butir telur sekaligus di pucuk kepala Bram


Tertawalah semua dan tidak ketinggalan sambil merekam moment itu dengan kamera handphonenya masing-masing. Giliran Ryan yang maju menghampiri Bram


"Meen..thankyou yaak..karena lu udah ngenalin gua ke Ayu.." ujar Ryan sambil mengepruk telurnya di jidat Bram


Ayu yang berdiri di samping Lisna dan Kesih hanya bisa tersenyum geli


"Met ultah ya men.." kata Ryan sambil membersihkan tangannya di celana Bram


Bram hanya bisa diam..dia berusaha hembuskan tepung yang masuk ke dalam lobang hidungnya. Giliran kini Yopi yang mendekati Bram


"Bram?..sebenarnya sih gua nggak mau ikut-ikutan ngerjain elu..tapi?..kapan lagi??" teriak Yopi sambil mengepruk telurnya di jidat Bram


Setelah semuanya selesai mendapat giliran..mereka lalu berswafoto dengan Bram yang berada di tengah-tengah mereka


"Pengantin baru gaeesss..." kata Tari sambil merekam dirinya dan Bram dengan kamera handphonenya


"Hari ini..kita kerjain dia.." sambung Tari


"Guysss?..udah dong!!..lepasin..badan gua lengket semua nih!!.." pinta Bram sambil mengibas-ngibaskan kepalanya


"Heeii!!..hati-hati dong Bram!..kena gua!!" jerit Tari sambil lari menghindar


"Tanya Aisyah Bram..boleh nggak kita ngelepasin elu" jawab Doni


"Yaaang?..udah dooong.." pinta Bram sambil mencari-cari istrinya dengan melihat ke sekeliling..karena matanya tertutup oleh tepung


"Lepasin mas Bram mas Doni.. kasihan..nanti lama-lama bisa jadi bakwan lagi" kata Aisyah sambil tersenyum


Doni memanggil seorang staff catering untuk membuka ikatan Bram. Seorang pria menghampiri Doni dengan raut muka takutnya


"Sa..saya takut pak.." katanya


"Udaaah..nggak apa-apa..Bram udah disuntik rabies ini kok.." jawab Doni sambil memberikan sebilah pisau


Dengan ragu-ragu..pria itu mendekati Bram..dia menengok ke belakang..ke arah Doni


"Udaaah..bukain mas.." pinta Doni yang melihat pria itu ragu-ragu


"Permisi ya pak.." katanya sambil memotong tali yang melilit di dada Bram dan memotong tali di kedua kaki Bram


Bram langsung bangun dan berteriak kesal karena melihat dirinya yang berantakan oleh telur dan tepung terigu. Teman-teman Bram segera berlari menghindar..sepertinya mereka tahu apa yang akan dilakukan Bram selanjutnya. Mata Bram langsung mencari Aisyah dan dia langsung menghampiri Aisyah..Aisyah yang kaget dan tidak siap..tidak sempat menghindar dari tangkapan Bram


"Mau lari kemana kamu haaah!!" ancam Bram yang sudah mencekal tangan istrinya


"Mass!!!...lepasin masss!!" jerit Aisyah


Bram langsung memeluk istrinya dan dia peperkan ceplokan telur dan terigu yang menutupi wajahnya ke sekujur wajah Aisyah. Aisyah hanya bisa berteriak menangis dan memberontak agar Bram melepaskannya. Kembali semua yang hadir tertawa terbahak-bahak dan tidak lupa merekam moment tersebut


Di depan mereka..sepasang pengantin baru belepotan telur dan tepung terigu di sekujur badan mereka


.


.


****


Author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon maaf lahir dan Batin


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


*****


.

__ADS_1


.


__ADS_2